Sunday, July 5, 2015

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - WASHINGTON NATIONAL CATHEDRAL

Masih di Washington DC dan masih di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Siang menjelang. Dari kompleks monas, kami harus kembali ke Union Station untuk mengambil kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan piknik berikutnya. Mengingat lokasi Union Station dari kompleks monas lumayan jauh, kami memutuskan untuk naik kereta api (metro) dari kompleks Smithsonian. Ya ... Kami musti berhitung dengan cermat agar tidak menghabiskan banyak waktu dengan berjalan kaki dari kompleks monas menuju Union Station. Tadi pagi saja, kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk berjalan kaki. Kali ini, kami musti menghemat waktu biar kami bisa sampai ke Union Station segera dan bisa berkendara menuju lokasi piknik berikutnya. Kami pun kemudian masuk ke dalam Smithsonian Station, mengisi kartu (agar bisa masuk peron) dan kemudian menunggu kereta datang. Kereta yang datang ini rupanya tidak langsung menuju Union Station. Kami musti keluar dari kereta dan berganti kereta yang akan membawa kami ke Union Station. Tentu kami nggak harus menunggu lama karena jadwal sudah diatur sedemikan rupa sehingga perjalanan bisa ditempuh dengan cepat. Setelah sampai di Union Station, kami segera menuju ke parking garage dan menset GPS menuju lokasi piknik berikutnya yaitu National Cathedral. Dalam GPS disebutkan, waktu tempuh dari Union Station menuju National Cathedral kurang lebih 12 menit. Segera saja papa mengarahkan kendaraan menuju katedral. Kami melewati kompleks perumahan dan pertokoan tetapi tidak nampak kepadatan yang umum terlihat di ibukota. Mungkin karena hari ini hari Minggu kami tidak melihat kendaraan lalu lalang. Kendaraan pun melaju dengan lancar dan kami sampai di lokasi yang kami tuju. Setelah memarkir kendaraan di basement, segera saja kami naik lift dan bersiap memasuki kompleks katedral yang besar dan megah ini. Kenapa kami memilih mendatangi tempat ini? Karena kami sudah mempelajari bahwa katedral ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menyimpan banyak cerita. Juga, ada teman yang merekomendasikan kami untuk datang ke katedral saat kami ada trip ke Washington DC. Dan benarlah apa yang kami baca dan dengar. Katedral ini ternyata sangat indah dan sayang kalo dilewatkan begitu saja. Dalam situs kaedral ini (https://www.cathedral.org/) ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan. Dari membaca situs, kami berkesempatan untuk melihat langsung Washington National Cathedral ini dari dekat, di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015 di jam 12-an siang. Bersama kami, ada banyak pengunjung yang juga nampak mengagumi keindahan bangunan yang sedang mengalami renovasi karena gempa beberapa tahun yang lalu. Bangunan, yang sudah jelas berusia tua ini, memiliki desain yang tidak berbeda dengan desain gereja regular. Ada kursi untuk umat yang tertata dengan rapi, replika kisah sengsara Tuhan di dindingnya, patung santo dan santa, altar dan juga tabernakel serta aneka isi gereja yang sering (kalo nggak mau mengatakan selalu) kita jumpai di berbagai bangunan gereja. Organ pipa nampak di salah satu sisi, termasuk ruang devosi kepada bunda Tuhan. Awalnya, kami berencana mengikuti misa di katedral ini. Menurut situs yang dibaca mama, ada jadwal misa di jam 12 siang. Saat kami bertanya kepada petugas, petugas menjawab tidak ada. Misa di jam 12 siang tidak selalu diadakan di setiap hari Minggu. Ya sudah ... Kami pun kemudian melanjutkan melihat-lihat katedral ini dari dekat. Sebenarnya ada tour yang bisa kita ikuti, namun kami memilih tidak mengikuti tur karena kami perlu meneruskan perjalanan kami ke kota lain segera (setelah kami berkunjung ke katedral). Kalo kami mengikuti tur, kami perlu meluangkan waktu yang lumayan lama. Karenanya, kami memilih untuk self-guided tour saja selama berada disini hehehe ... Tak lupa, kami menyempatkan untuk mampir ke toko souvenir dan melihat-lihat cinderamata yang mungkin menarik hati kami. Setelah merasa cukup berada di Washington National Cathedral, kami pun kembali ke kendaraan dan bersiap meneruskan perjalanan kami menuju state ato negara bagian lain. Ya ... Setelah 2 hari berada di Washington DC (meski kami nginap di Virginia), kami perlu pindah ke tempat lain. Rencana kami untuk melihat kemeriahan parade 4th of July dan juga mengunjungi national mall plus Washington National Cathedral sudah terlaksana. Demikian juga acara jalan-jalan di Alexandria pun kami nikmati (anggap saja sebagai bonus). Memangnya, kami mau menuju kemana setelah ini? Kami akan ke Massachusetts tepatnya ke Boston dan Cambridge. Jauh nggak dari Washinton DC? Menurut google maps sih sekitar 8 jam berkendara. Biar tidak kemalaman sampai di kota tujuan, kami memang merencanakan untuk keluar dari DC paling lambat jam 2 siang. Kenapa begitu? Biar tidak kemalaman di jalan. Kan papaku kurang suka berkendara di malam hari, jadi kami usahakan agar road trip ini bisa dilakukan di saat matahari masih belum terbenam. Juga, kami belum tahu kondisi lalu lintas dan kami perlu mempertimbangkan cuaca yang mungkin berubah selama kami menempuh perjalanan. Bisa jadi, waktu/perkiraan tempuh 8 jam menjadi lebih lama karena perubahan situasi di jalan. Karenanya, kami perlu segara meninggalkan DC dan bersiap menuju MA. Bye-bye DC ...   

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - AROUND UNION STATION

Ini yang kami lihat di sepanjang jalan saat kami berjalan menuju komplek monas di Washington DC di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Ada beberapa gambar yang sengaja kami ambil karena gambar tersebut seolah menjadi ciri khas sebua h kota. Gambar apa sajakah itu? Gambar dengan subyek bike rack yang ada di trotoar (sidewalk) misalnya. Mamaku senang sekali dengan foto yang memiliki latar belakang bike rack. Kenapa? Karena biasanya ada tulisan di info board-nya yang menyebut lokasi kota tertentu seperti di Washington DC ini hehehe ... Lalu gambar apa lagi? Gam bar trotoar yang dinaungi pohon besar. Kata mama, gambar trotoar dan pohon besar terasa sangat klasik dan sayang kalau tidak diabadikan. Melihat lokasi yang seperti ini b iasanya tidak lami lewatkan begitu saja. Pilihan subyek gambar menarik berikutnya adalah patung. Kami sebenarnya tidak terlalu peduli apakah patung tersebut merupakan tokoh tertentu atau mewakili episode sejarah tertentu; yang kami perlukan adalah berpose di dekatnya hehehe ... Biasanya, patung atau monumen yang didirikan di sebuah kota, memiliki latar belakang sejarah tertentu. Maka, patung nggak boleh dilewatkan ... Berikutnya, kami akan mengabadikan bangunan/gedung besar yang biasanya kami anggap unik. Kriteria unik yang kami miliki dasarnya sederhana saja: karena bentuk bangunan tersebut yang unik atau desainnya menawan hati atau karena bangunan itu memiliki nilai historis tertentu. Selain itu, kami juga akan berpose di dekat city map utamanya yang memiliki nama kota hehehe ... Demikian juga dengan bus stop, nama jalan dan yang sejenis dengan itu. Aneka subyek yang menarik tersebut memang seolah didesain menjadi ciri sebuah kota. Karenanya, kami berusaha untuk tidak melewatkan mengambil gambar obyek menarik yang ada di dekat kami. Hanya saja, pagi ini cuaca agak mendung. Gambar pun tidak terlalu jelas kelihatan karena matahari tidak membagi sinarnya. Tak apa ... Kami tetap bisa bergaya kok hehehe ... Ya ... Aneka subyek di dalam gambar ini ada di sepanjang jalan yang kami lalui dari Union Station menuju kompleks monas. Bersama kami pagi itu, ada banyak pejalan kaki, wisatawan, gelandangan, petugas kepolisian, pedagang di pinggir jalan dan yang lainnya yang juga sedang menikmati pagi di sekitar Union Station. Dari tempat kami mengambil gambar, kami merasa bukota negara ini seolah nggak berhenti dari kesibukan sejak pagi hingga malam menjelang. Sidewalk lebar dan nyaman yang kami lalui memang nampak masih sepi pagi itu. Namun jangan salah, semakin siang, semakin banyak pengunjung maupun penghuni kota besar ini yang bersiap memulai aktifitas mereka. Kota pun nampak menyambut siapapun yang akan beraktifitas di hari Minggu yang moga-moga akan segera cerah ini ... Kami teruskan perjalanan kami pagi itu dengan mengambil banyak gambar. Kami nikmati pagi ini dengan menghirup hawa bersih yang terasa menyejukkan paru-paru kami. Ah ... Menikmati Washington DC di pagi hari (di hari Minggu) ini terasa menyenangkan ... Apalagi mendung datang, jadi kami nggak merasa kepanasan saat kami menyusuri sidewalk ...

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - LINCOLN MEMORIAL

Ini dia tempat piknik yang menjadi salah satu tujuan utama liburan summer kami di Washington DC di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Nama tempat ini adalah Lincoln Memorial. Dari National Mall, untuk menuju Lincoln Memorial kami tinggal berjalan kaki lurus saja. Jauh atau tidak? Lumayan hehehe ... Bangunan dengan cat warna putih dan pilar penyangganya seolah menjadi salah ikon Washington DC yang sayang kalo dilewatkan begitu saja. Maka dari itu, meski matahari agak bermurah hati membagi sinarnya (alias agak panas), kami bersemangat melihat dari dekat memorial yang didedikasikan untuk Presiden Abraham Lincoln yang terkenal itu. O iya ... Kami tertarik untuk datang kesini tahun ini karena melihat foto papa yang datang ke tempat ini di tahun 2008. Kata papa, saat itu fall dan udara sudah terasa dingin. Papa mengenakan jaket lumayan tebal di foto yang kami lihat. Na ... Tahun ini kami datang di saat summer seperti ketika kami datang di tahun 2010 lalu. Meski udara musim sedikit berbeda, keberadaan memorial ini tidaklah mengalami banyak perubahan. Dari jauh, bangunan berbentuk rumah itu tampak menjulang. Anak tangga yang tinggi nampak bersiap menyambut pengunjung yang datang dan hendak melihat apa isi rumah ini. Bersama pengunjung lain, kami pun kemudian meniti tangga yang ada di depan rumah dan masuk ke dalam rumah ini. Nampak patung Presiden Lincoln sedang duduk di sebuah kursi. Patung besar inilah yang menjadi inti Lincoln Memorial. Pengunjung nampak asyik mengamati patung, membaca keterangan ataupun mengambil gambar sang presiden. Kami melakukan hal yang sama. Kalau melihat posisi duduk Presiden Lincoln, yang terbayang dalam benak kami adalah presiden sedang memandang National Monument dari tempat duduknya. Meski jauh, monumen nasional itu terlihat jelas dari sini. Menurut wikipedia, penjelasan mengenai bangunan ini tertulis sebagai berikut: The Lincoln Memorial is an American national monument built to honor the 16th President of the United States, Abraham Lincoln. It is located on the western end of the National Mall in Washington, D.C., across from the Washington Monument. The architect was Henry Bacon; the designer of the primary statue – Abraham Lincoln, 1920 – was Daniel Chester French; the Lincoln statue was carved by the Piccirilli Brothers; and the painter of the interior murals was Jules Guerin. Dedicated in 1922, it is one of several monuments built to honor an American president. It has always been a major tourist attraction and since the 1930s has been a symbolic center focused on race relations. The building is in the form of a Greek Doric temple and contains a large seated sculpture of Abraham Lincoln and inscriptions of two well-known speeches by Lincoln, The Gettysburg Address and his Second Inaugural Address. The memorial has been the site of many famous speeches, including Martin Luther King's "I Have a Dream" speech, delivered on August 28, 1963, during the rally at the end of the March on Washington for Jobs and Freedom. Like other monuments on the National Mall – including the nearby Vietnam Veterans Memorial, Korean War Veterans Memorial, and National World War II Memorial – the memorial is administered by the National Park Service under its National Mall and Memorial Parks group. It has been listed on the National Register of Historic Places since October 15, 1966. It is open to the public 24 hours a day. In 2007, it was ranked seventh on the List of America's Favorite Architecture by the American Institute of Architects. Approximately 6 million people visit the memorial annually. Ya ... Umur patung Presiden Lincoln di dalam rumah ini ternyata sudah tua. Presiden Lincoln memang menjadi salah satu presiden yang sangat terkenal di negara ini. Banyak buku, film dokumenter, biografi dan bahkan film layar lebar yang terinspirasi karena sosoknya yang luar biasa. Ngomong-ngomong mengenai film layar lebar, Lincoln Memorial berulang kali masuk ke dalam berbagai film yang tayang di bioskop. Juga, dalam pecahan uang 5 dolar US, Lincoln Memorial bisa ditemukan disitu (di sisi belakang) sedangkan wajah President Lincoln bisa ditemukan di bagian depan lembaran tersebut. Selain patung, apa lagi yang bisa kit lihat di dalam rumah ini? Nggak ada hehehe ... Ya ... Wisatawan di dalam Lincoln Memorial seolah bisa melihat sejarah dan menapak tilasi peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan President Lincoln ini. Dengan memandang National Mall dari rumah Lincoln, kita seolah bisa kerumunan warga yang memenuhi reflection pool. Ah ... Aku kok jadi serius gini hahaha ... Yuk mari menikmati piknik kali ini dengan happy karena tempat piknik yang kita prioritaskan bisa kita kunjungi ...

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - NATIONAL MALL

Sebelum sampai ke World War II Memorial, kami mampir lagi di National Mall alias monas, meski sebenarnya kemarin sore kami sudah mampir kemari. Hujan deras yang turun kemarin sore belum memuaskan rasa penasaran kami atas tempat ini. Rasanya baru sebentar banget berada disini, hujan kemudian turun tanpa ampun dan membuat kami basah kuyup meski kami membawa payung hehehe ... Coba perhatikan beberapa foto yang diunggah dalam postingan kali ini. Nampak kan kami mengenakan kostum yang berbeda? Hehehe ... Kalo di sore hari sebelumnya hujan turun dengan lebat, kali ini panas terasa datang dan pergi. Kami tentu saja tetap membawa payung karena siapa tahu cuaca tiba-tiba berubah (catatan: kami berusaha membaca ramalan cuaca untuk hari itu agar kami tidak repot hehehe ...) Na ... Sabtu pagi yang diawali mendung, ternyata tidak menjadikan matahari malas keluar. Sesampainya kami di kompleks National Mall, kami lihat matahari sudah lumayan tinggi. Kami pun kemudian mengambil gambar secukupnya dan tidak mau berlama-lama disini karena kami perlu melihat monumen lainnya. Monas yang tinggi ini nampak dari kejauhan sejak kami memasuki kompleks museum Smithsonian. Kalau mau ditarik garis lurus, Capitol Hill, National Mall dan juga Lincoln Memorial berada di garis yang sama. Hanya saja, jarak dari satu tempat ini ke tempat lainnya lumayan juga hehehe ... Nggak heran, ada banyak bangku yang tersedia di sepanjang sidewalk yang kami lewati. Kami upayakan untuk tidak banyak berhenti, mengingat waktu kunjungan kami yang terbatas. Bersama kami, ada banyak pengunjung juga berjalan menuju monas, ada juga warga yang berolahraga, pengunjung yang duduk-duduk di bangku yang tersedia, warga dan pengunjung yang asyik mengambil gambar, wisatawan yang naik sepeda, wisatawan yang naik bus wisata dan sebagainya. Meski lumayan jauh berjalan kaki, kami tetap saja bersemangat untuk melihat monas ini hehehe ... Berapa jumlah pengunjung lanskap yang menjadi salah satu ikon negara ini? Menurut wikipedia sih sebagai berikut: The National Mall is a national park in downtown Washington, D.C., the capital of the United States. The National Park Service (NPS) administers the National Mall, which is part of its National Mall and Memorial Parks unit. The term National Mall commonly includes areas that are officially part of West Potomac Park and Constitution Gardens to the west, and often is taken to refer to the entire area between the Lincoln Memorial and the United States Capitol, with the Washington Monument providing a division slightly west of the center. The National Mall receives approximately 24 million visitors each year. Wow ... 24 juta? Banyak banget kan? Jangan salah ... tempat ini gratis lho alias tidak ada pungutan biaya yang dikenakan kepada pengunjung. Ya ... Kompleks monas yang sangat luas ini memang seolah didesain menjadi salah satu ruang publik yang dipersembahkan untuk masyarakat. Karenanya, selain berisi monas, kompleks ini juga berisi museum, monumen lain (Lincoln Memorial, World Ward II Memorial, Reflecting Pool dan masih banyak lagi). Na ... Untuk bisa menikmati lanskap yang cantik ini, tidak ada biaya yang perlu dibayarkan alias gratis termasuk ketika kami mengunjungi museum. Ya ... Beginilah cara pemerintah negara ini mengelola dan menjalankan service untuk publik. Semua fasilitas ini bisa dinikmati kapan saja, oleh siapa saja tanpa perlu mengeluarkan biaya/uang sepeser pun. Yang kemudian dikeluarkan oleh wisatawan adalah biaya transportasi dan akomodasi, biaya belanja dan biaya yang lainnya hehehe ... Dari berbagai sudut, tugu atau monumen ini nampak menjulang. Artinya, bisa saja kita melihat National Mall dari kejauhan hehehe ... Namun, kami tidak hanya bertujuan melihat monas ini saja kan? Kami ingin melihat monumen Lincoln dan juga monumen World War II yang berada di seberang jalan. Kami pun kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lincoln Memorial. Kami tentunya berjalan bersama banyak pengunjung tempat piknik ini yang sepertinya tidak mau melewatkan indahnya hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Coba perhatikan monas yang tampak kecil dalam postingan kali ini. Monas yang tampak kecil ini menjadi background saat kami mengambil gambar di depan museum Lincoln. Melihat gambar ini (monas terlihat kecil) dan gambar sebelumnya (monas terlihat besar), bisa memperkirakan kan berapa jauh jarak yang kami tempuh saat kami berjalan kaki dari monas menuju monumen Lincoln ini? Hehehe ... Lumayan kan? Makanya mama mengatakan, di DC ini, kami musti siap berjalan kaki jauh karena memang tempat yang mau dikunjungi berada di kompleks yang maha luas hahaha ...

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - WORLD WAR II MEMORIAL

Perjalanan dari Union Station menuju kompleks National Mall kami tempuh dengan berjalan kaki. Kata mama, waktu yang kami miliki di area ini sekitar 2,5 jam (sebelum kami kembali ke Union Station untuk melanjutkan perjalanan). Awalnya, waktu 2,5 jam kami rasa cukup. Sebab, tujuan utama kami adalah ke monumen nasional dan gedung Abaraham Lincoln. Hanya saja, selain menempuh jarak yang lumayan (dari Union Station sampai ke kompleks monas), kami ternyata tertarik untuk mampir ke beberapa tempat termasuk mampir di World War II Memorial (berlokasi di antara monumen nasional dan gedung Abraham Lincoln). Dalam situs https://www.wwiimemorial.com/ disebutkan bahwa The World War II Memorial honors the 16 million who served in the armed forces of the U.S., the more than 400,000 who died, and all who supported the war effort from home. Symbolic of the defining event of the 20th Century, the memorial is a monument to the spirit, sacrifice, and commitment of the American people. The Second World War is the only 20th Century event commemorated on the National Mall’s central axis. Ya ... Memorial ini didirikan untuk mengenang para pejuang di PD II. Dalam situs tersebut disebutkan juga The memorial opened to the public on April 29, 2004 and was dedicated one month later on May 29. It is located on 17th Street, between Constitution and Independence Avenues, and is flanked by the Washington Monument to the east and the Lincoln Memorial to the west. The memorial is operated by the National Park Service and is open to visitors 24 hours a day, seven days a week. Membaca keterangan ini, memorial ini sepertinya termasuk bangunan yang "baru" dibuka untuk umum, mengingat 2 ikon lainnya (National Mall mulai dibangun 1848 dan Lincoln Memorial didedikasikan di tahun 1922) sudah lebih dulu ada dan dibuka juga untuk umum. Saat kami melintasi memorial ini, kami tertarik dengan arsitektur memorial yang unik. Pilar dengan nama states yang ada di negara ini nampak mengelilingi plaza besar yang memiliki fountain yang berada di tengah memorial. Desain memorial ini menurut wikipedia disebutkan sebagai berikut The memorial consists of 56 granite pillars, each 17 feet (5 m) tall, arranged in a semicircle around a plaza with two 43-foot (13 m) triumphal arches on opposite sides. Two-thirds of the 7.4-acre (30,000 m2) site is landscaping and water. Each pillar is inscribed with the name of one of the 48 U.S. states of 1945, as well as the District of Columbia, the Alaska Territory and Territory of Hawaii, the Commonwealth of the Philippines, Puerto Rico, Guam, American Samoa, and the U.S. Virgin Islands. The northern arch is inscribed with "Atlantic"; the southern one, "Pacific." The plaza is 337 ft, 10 in (103.0 m) long and 240 feet, 2 inches (73.2 m) wide, is sunk 6 feet (1.8 m) below grade, and contains a pool that is 246 feet 9 inches by 147 feet 8 inches (75.2 × 45.0 m). The memorial includes two inconspicuously located "Kilroy was here" engravings. Their inclusion in the memorial acknowledges the significance of the symbol to American soldiers during World War II and how it represented their presence and protection wherever it was inscribed. On approaching the semicircle from the east, a visitor walks along one of two walls (right side wall and left side wall) picturing scenes of the war experience in bas relief. As one approaches on the left (toward the Pacific arch), the scenes begin with soon-to-be servicemen getting physical exams, taking the oath, and being issued military gear. The reliefs progress through several iconic scenes, including combat and burying the dead, ending in a homecoming scene. On the right-side wall (toward the Atlantic arch) there is a similar progression, but with scenes generally more typical of the European theatre. Some scenes take place in England, depicting the preparations for air and sea assaults. The last scene is of a handshake between the American and Russian armies when the western and eastern fronts met in Germany Bersama dengan pengunjung lain yang juga datang dan melihat-lihat tempat ini, kami berjalan dan membaca informasi yang ada di situ. Kebetulan, ada grup orkestra (alat musik gesek) yang sedang mempersiapkan tampil di tengha-tengah plaza (di depan air mancur). Mendung yang awalnya mendominasi pagi ini mulai pergi. Matahari mulai bersinar dan kami pun merasakan panas mulai terasa di badan. Jam masih menunjuk angka 10 pagi, namun sepertinya matahari akan semakin panas memancarkan sinarnya hehehe ... Kami pun kemudian sedikit bergegas berjalan mengelilingi WW II Memorial ini karena tidak mau menghabiskan waktu di tempat ini saja ... O ya ... Kami sempat bertemu dengan rombongan keluarga Indonesia yang tinggal di New Hampshire. Sama dengan kami, mereka sudah berada di Washington DC sejak Jum'at lalu. Mereka juga menyerah pada hujan hari Sabtu sore kemarin dan meneruskan melihat-lihat kompleks monas pagi ini. Kami menyempatkan mengambil gambar bersama. Salah satu nama yang kuingat adalah mbak Sandra. Mama mbak Sandra dan saudara mbak Sandra yang lain datang berkunjung dari Jakarta. Mereka berdua mengunjungi mbak Sandra dan suaminya. Meski sebentar bertemu, mama dan mbak Sandra menyempatkan untuk tukar-menukar no telp. Sesudah berkeliling di World War II Memorial, kami kemudian keluar dari kompleks tersebut dan meneruskan perjalanan menuju rumah president Lincoln. Seperti apakah gerangan? Yuk mari kita lihat ...

SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - UNION STATION

Minggu pagi, tanggal 5 Juli tahun 2015, kami bertiga keluar dari penginapan di Alexandria dan bersiap melanjutkan perjalanan liburan summer tahun ini di kota lain. Setelah 2 malam menginap di kota ini (Jum'at dan Sabtu), kami akan meneruskan perjalanan ke state lain. Namun demikian, kami berencana untuk mampir kembali ke Washington DC dan melihat monas (National Monument) beserta beberapa monumen lain yang ada di sekitar National Monument. Kali ini kami naik kendaraan (tidak naik metro seperti kemarin). Meski naik kendaraan, kami akan memarkir kendaraan di garasi stasiun, tepatnya di parking garage milik Union Station (stasiun utama) Washington DC. Perjalanan dari Alexandria menuju Union Station kira-kira 20 menit. Dari penginapan, GPS mengarahkan kendaraan masuk highway sebelum  kami sampai di stasiun. Jalanan relatif masih sepi karena jam masih belum menunjuk angka 8 pagi. Sesampainya di parking garage milik Union Station, kami kemudian memasuki bagian dalam stasiun sebelum akhirnya kami keluar stasiun. Ya ... Parking garage memang menyatu dengan stasiun sama seperti parking garage yang menyatu dengan mall (pusat perbelanjaan). Meski masih pagi, statiun sudah nampak dipadati calon penumpang. Antrian di depan loket Amtrak terlihat lumayan panjang. Penumpang datang dan penumpang pergi nampak hilir mudik di hallway stasiun. Deretan kios makanan sudah buka dan wangi aroma berbagai jenis penganan tercium dari jauh. Kami melihat renovasi sedang dilakukan di bagian dalam stasiun. Saat kami keluar stasiun, kami segera melihat ikon stasiun berupa lonceng besar dan juga patung di depan stasiun. Lantai terakota berwarna merah menjadi ciri khas lain stasiun ini. Kesibukan nampak di depan stasiun. Bus atau kendaraan pariwisata nampak berjajar, baik untuk menaikkan maupun menurunkan stasiun. Demikian pula kendaraan pribadi. Kami jadi teringat saat tahun 2010 kami kemari. Waktu itu kami naik Amtrak dari Baltimore dan turun di Union Station sebelum memulai acara jalan-jalan dari museum ke museum. Kami ingat sekali, waktu itu perjalanan dari stasiun menuju kompleks museum terasa lama dan jauh hehehe ... Kali ini kami sudah lebih siap dan lebih bersemangat menyusuri kembali rute yang nyaris sama dengan rute yang kami tempuh 5 tahun yang lalu ... Kami juga beruntung karena pagi ini cuaca terasa bersahabat (tidak mendung tetapi tidak terasa panas juga) ... Yuk mari kita berjalan-jalan menuju National Monument dengan mengambil start dari Union Station hehehe ... Mumpung hari masih pagi ... Mumpung kami masih kenyang ... Mumpung jalan raya masih lumayan sepi (meski sudah banyak warga yang berjalan-jalan, bersepeda, jogging dan juga duduk-duduk menikmati pagi di hari ini) ...

Saturday, July 4, 2015

SUMMER ROAD TRIP 2015: VA - AROUND ALEXANDRIA

Masih di hari Sabtu tanggal 4 Juli tahun 2015. Setelah menyerah pada hujan di Washington DC, kami bertiga kembali ke Alexandria dengan menumpang kereta (Metro) dan mengganti pakaian kami yang basah untuk kembali melanjutkan acara jalan-jalan di hari ini. Meski sedikit mendung, kami melihat matahari masih nampak dan membagi sinarnya. Kami bertiga kemudian meluncur menuju ke sebuah taman di kota Alexandria ini yang berjarak kurang lebih 10 menit dari penginapan. Kami tahu taman ini dari mana? Saat semalam kami makan malam di sebuah warung makan Jepang, kami kan melihat warung makan ini menghadap ke kali ... Jadi, kami memutuskan untuk datang kemari hehehe ... Jalan raya yang kami lalui tidak
 terlalu ramai namun masih banyak kendaraan berlalu lalang. Dalam situsnya (
http://www.visitalexandriava.com/) Alexandria menawarkan banyak hal yang menarik hati. Saat semalam kami memasuki perbatasan kota Alexandria kami langsung merasa krasan karena kota ini terasa ramah. Berbatasan dengan Washington DC, kota ini termasuk kota favorit untuk tinggal dan juga berwisata. Mereka yang tinggal di Alexandria dan bekerja di Washington DC memiliki banyak pilihan transportasi baik pribadi maupun umum. Bagi kami, kota Alexandria terasa sedap dipandang mata karena cantik, bersih dan tertata rapi. Bangunan dengan arsitektur dan warna menarik berjajar di sepanjang jalan yang kami lalui. Kami merasa aman-aman saja saat mulai memasuki kota ini. Sewaktu menuju ke warung makan untuk makan malam bersama om Yanto, tante Melia dan Cherish semalam, kami melewati downtown kota Alexandria yang menarik hati. Deretan toko dan juga warung makan plus penginapan nampak ramai didatangi wisatawan. Kami sempat melihat ada trolley (yang teryata gratis) yang hilir mudik di pusat kota ini dan sepertinya trolley juga berhenti di beberapa point of interest. Na ... Melihat wajah Alexandria yang sepintas nampak cantik (semalam), kami ingin melihat secara lebih dekat tentunya. Rencananya, kalo bukan hari ini, kami akan melihat kota Alexandria di hari Minggu pagi, sebelum kami melanjutkan perjalanan ke kota lain. Namun, karena hari ini hujan turun di DC, kami memutuskan untuk melihat Alexandria di hari Sabtu malam ini. Kota lama Alexandria, demikian julukan yang diberikan untuk kota ini, kata papa kok hampir mirip dengan Nashville di Indiana yang juga memiliki ciri khas seperti itu. Hanya saja, Alexandria lebih besar dan nggak melulu mencerminkan lokal product (baik produk kerajinan maupun pangan) melainkan sudah lebih beradaptasi (dengan kultur lain) dan terasa lebih modern. Deretan kios yang menawarkan aneka souvenir dan juga banyaknya pilihan warung makan yang menjajakan aneka jenis panganan (dari berbagai negara - utamanya dari Italia, Jepang, Korea, Thailand, Meksiko, dll) nampak mengundang siapapun untuk mau mampir atau bahkan membelinya/mencicipinya. Di salah satu ruas jalan di downtown Alexandria, lokasinya masih di sepanjang jalan King (King Street), nampak deretan pertokoan (cabang merk ternama  untuk produk pakaian, sepatu, tas dan seterusnya) yang seolah melengkapi kecantikan kota ini. Demikian pula aneka atraksi menarik yang bisa dilihat di Waterfront (tak jauh dari downtown) seolah memanjakan para wisatawan yang tengah menikmati kecantikan kota Alexandria ini. Sebelum berjalan-jalan di downtown kota Alexandria, kami sempatkan berjalan-jalan terlebih dahulu di sebuah taman yang bernama taman Tide Lock (Tide Lock Park). Saat kami sampai di parking lot taman ini, kami melihat kali di area ini yang seolah berbatasan langsung dengan taman ini. Kapal nampak berlayar di atas kali yang lumayan besar ini. Taman tertata dengan sangat rapi dan bersih seperti layaknya standard taman di negara ini. Sidewalk-nya nyaman dipergunakan plus fasilitas lain seperti bangku taman, gelaran rumput untuk piknik, monumen (miniatur National Monument di Washington DC) dan yang lainnya seolah mengundang kami untuk berlama-lama berada disini. Sudah tentu kami berjalan mengelilingi taman ini dari ujung ke ujung untuk melihat apa isi taman ini dan kemudian duduk sebentar menyaksikan sore yang hampir tenggelam. Mendung yang menggelayut di angkasa seolah menutupi matahari yang akan terbenam sebentar lagi. Kalau saja tidak terhalang mendung, sunset akan terlihat sangat indah dari taman ini. Kami melihat ada banyak pengunjung yang mulai berdatangan. Sepertinya, akan ada kemeriahan pesta kembang api yang bisa dilihat dari taman ini (di malam hari ini). Kan hari ini bertepatan dengan HUT kemerdekaan negara ini? Seperti di Washington DC, kota Alexandria pun mempersiapkan kemewahan pesta kembang api malam ini. O ya ... Di pinggiran kali ini ada banyak bangunan yang menarik hati untuk dicermati. Arsitektur bangunan yang indah seolah menegaskan bahwa bangunan yang ada adalah pelengkap keindahan di sepanjang kali yang bernama Potomac River. Salah satu situs (http://www.visitalexandriava.com/things-to-do/outdoor-activities-and-wellness/parks/) mengatakan begini : Tide Lock Park is home to the "Promenade Classique," a neoclassical sculpture among waterfalls and pools by French sculptors Anne and Patrick Poirier. Ya ... Penataan taman yang menjadi bagian dari kota lama atau kota tua Alexandria memang dilakukan secara serius. Masyarakat yang ingin berolahraga maupun berekreasi di sini tentunya tidak perlu mengeluarkan biaya karena taman ini gratis untuk dinikmati para pengunjungnya. Demikian pula mereka yang ingin menikmati wisata dengan cara berjalan-jalan menyusuri downtown kota Alexandria pun dengan bebas bisa menikmatinya kapan saja. Mata seolah dimanjakan dengan suguhan atraksi alam yang nggak membosankan. Ah ... Liburan di Alexandria ini memang terasa menyenangkan. Gak bosan rasanya berada disini berlama-lama hehehe ... Hanya saja, gelap akan segera datang. Kami musti kembali ke penginapan karena besok pagi masih ada tempat lain yang perlu kami kunjungi. Jam sudah menunjuk angka 9.30 malam dan perut kami pun sudah mulai keroncongan. Ya ... Dari Washington DC tadi kami belum sempat menikmati makan malam. Kok nggak mampir ke salah satu warung makan yang ada di downtown Alexandria? Kami masih memiliki bekal yang perlu kami habiskan di penginapan hehehe ...