Saturday, July 6, 2013

SUMMER ROAD TRIP 2013: MADISON WISCONSIN

Yay ... Akhirnya sampai juga kami di kota Madison, ibukota negara bagian Wisconsin. Setelah menempuh perjalanan selama hampir 3,5 jam dari Chicago (normalnya jarak tempuh Chicago - Madison 3 jam), kami sampai di downtown kota Madison. Hari ini hari Sabtu tanggal 6 Juli 2013. Cuaca lumayan panas, sesuai dengan musim panas kali ini hehehe ... Ya ... Juli merupakan puncak summer untuk musim panas, mengingat musim ini dimulai sejak akhir minggu ketiga bulan Mei dan akan berakhir di minggu ketiga bulan September. Suhu panas ini menjadi alasan bagi kami untuk membawa topi (dan bahkan payung bagi mama) hehehe ... Sebagai infomasi saja, sebenarnya memakai payung saat musim panas seperti ini sangatlah tidak lazim. Maklum, orang-orang sini sangat senang dengan musim panas dimana mereka bisa keluar rumah dengan leluasa dan berjemur. Jadi, nggak pas banget berpayung di siang hari yang panas hehehe ... Ya ... Saat musim dingin, musim gugur ataupun musim semi, suhu udara tak selalu bersahabat seperti ini. Maksudnya? Kalau ketiga musim (selain musim panas) sedang drop suhunya, otomatis tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan orang di luar rumah. Na ... Musim panas adalah salah satu musim favorit dimana orang leluasa beraktifitas sejak pagi sampai malam. Seperti kita ketahui, musim panas memiliki siang yang panjang. Kalau mau, siapa saja bisa beraktifitas di luar rumah sejak pagi sampai malam. Hanya saja, kalau pas matahari sedang terik-teriknya, kita musti banyak minum agar tidak dehidrasi. Kalau suhu udara lebih tinggi dari suhu panas normal, sebaiknya kita jangan berlama-lama di luar ruangan agar tidak terkena heat stroke atau gelombang panas. Makanya, saat musim panas kok berpayung, terasa janggal bagi orang-orang sini hehehe ... Melihat mama membawa payung, mungkin orang-orang berpikir, "Musim panas kan saatnya untuk menikmati sengatan sinar matahari, kok yang satu ini malah pakai payung?" hahaha ... Mama sih tetep cuek saja hehehe ... Bagaimana dengan Madison di siang hari ini? Suhu memang nampak panas, namun ada banyak gedung tinggi di downtown ini sehingga paparan sinar matahari sedikit terhalang bangunan tinggi tersebut. Otomatis, kami gak 100 persen kepanasan. Kami juga berharap, kami bisa berjalan-jalan dengan nyaman di saat suhu terasa panas seperti ini. O ya ... Sebelum kami memulai acara jalan-jalan di downtown Madison, kami perlu memberesi urusan parkir kendaraan terlebih dahulu. Di dalam parking garage ini, ada lot parkir yang menyediakan parkir meter di setiap spot parkingnya. Tertera jelas berapa yang harus dibayar untuk waktu parkir yang diperlukan. Apa yang kami lakukan? Setelah memarkir kendaraan, kami memutuskan mau berapa jam (berapa lama) berada di Madison). Setelah berunding sejenak, papa dan mama kemudian memutuskan: paling lama kami akan berada di Madison 2 jam. Lalu kami melihat berapa dolar yang musti kami masukkan ke dalam parking meter ini untuk parkir selama 2 jam. Ternyata, coin yang dimiliki papa dan mama nggak mencukupi untuk 2 jam. Apa yang harus kami lakukan? kami masukkan dulu semua koin yang kami miliki. Kami kemudian melihat berapa lama kami bisa parkir kendaraan di tempat ini. Kami pun mencari mesin penukar uang (dari kertas ke koin) yang ada di sekitar parking garage ini. Agak lama juga mencarinya (sekitar 15 menitan) karena kami tidak bisa membayangkan seperti apa bentuknya. Ternyata mesin penukar uang ini ada di parking garage juga hehehe ... Jadilah kami menukar 5 dolar dengan koin dan memasukkannya ke parking meter (sudah tentu nggak semuanya, sesuai kebutuhan kita saja untuk ongkos parkir 2 jam). Setelah urusan parkir beres, barulah kami siap memulai acara jalan-jalan kami. Apa yang kami lihat mula-mula? Deretan gedung tinggi hehehe ... Ya ... Seperti tipikal kota besar US, downtown umumnya dipenuhi deretan gedung bertingkat (entah tinggi atau pun tidak) yang berfungsi sebagai perkantoran, tempat tinggal, restoran, museum dan sejenisnya. Gedung ini menempati blok-blok dengan nama jalan serta traffic ligt di hampir semua perempatannya. Madison cukup bersih dan rapi. Sepi pula alias tidak banyak orang lalu-lalang di downtown ini. Entah karena sedang libur (hari Sabtu) atau memang sehari-harinya sepi, kami nggak tahu pasti. Nggak seperti downtown Chicago yang menjadi destinasi pariwisata, Madison nampaknya bukan merupakan tujuan wisata. Tak ada banyak wisatawan berjalan dan menenteng kamera seperti kami. Yang ada adalah beberapa orang yang berjalan-jalan bersama keluarga dan teman atau beberapa orang nampak makan di pinggir jalan. Ya ... Restoran kan membuka spot outdoor di saat summer seperti ini, jadi wajar ditemui pengunjung sebuah restoran makan siang di ruang terbuka (entah dengan atap/payung/tenda maupun tidak). Kami melanjutkan perjalanan sampai kami menemukan ikon downtown Madison yaitu Capitol Hill. Dari jauh kubah Capitol Hill sudah kelihatan. Kami pun menuju kubah yang terlihat dari jauh itu. Semakin mendekati kubah, semakin banyak orang kami lihat. Lalu kami tahu, orang-orang sedang berada di sekitar Capitol Hill karena sedang ada acara disitu. Ada banyak street vendor yang berjajar dengan rapi dan menawarkan aneka produk mereka. Gak cuma makanan dan minuman, melainkan juga aneka barang lain seperti pakaian, bunga, peralatan rumah tangga, asesories dan masih banyak lagi. Semua menarik untuk dilihat diambil gambarnya. Ketika kami sampai di kompleks Capitol Hill, kami segera saja mengeksplorasi tempat ini. Sebuah bangunan khas negara ini (dengan kubah dan pilar besar) nampak menjadi ikon kota Madison. Semua sudut kami jadikan latar belakang foto. Kami sempatkan juga untuk duduk-duduk di halamannya yang rindang dan rapi sambil memandang keriuhan acara siang ini. Ada banyak sekali orang menikamayti santap siang mereka dengan membeli makanan di street vendor tersebut. Kami tidak ikutan membeli. Kami santap saja bekal kami sambil terus melihat kompleks ini. Ada museum, ada mall, ada restoran dan aneka bangunan lainnya di depan ataupun samping kompleks Capitol Hill ini. Ngomong-ngomong, kami masuk ke dalam Capitol Hill nggak? Nggak ... Lho kok? Iya ... Kami agak malas. Kami pernah masuk Capitol Hill yang ada di Indianapolis (ibukota state kami). Kami pikir, isi Capitol Hill di berbagai state gak akan jauh beda. Lagian, (menurutku) Capitol Hill adalah gedung yang biasa dipakai rapat dan ngantor para senator (anggota senat) dan parlemen, jadinya, gak ada banyak yang bisa kunikmati kalo aku masuk ke dalamnya hehehe ... Papa dan mama juga tidak berkeinginan masuk ke dalam Capitol Hill ini. Mereka memilih mencari aneka simbol atau ikon yang khas dari tempat ini agar bisa dijadikan background foto hehehe ... Mau tahu seperti apa Capitol Hill yang ada di Madison? Silahkan lihat gambar-gambar yang diposting mama disini ya ... Cantik semua kan? Ya ... Madison memang cantik dan tidak bising. Konon, Madison adalah salah satu kota favorit untuk pensiunan. Nggak heran, karena tempat ini memang nampak tenang dan membuat damai siapa pun yang berkunjung.

Friday, July 5, 2013

SUMMER ROAD TRIP 2013: FROM CHICAGO (IL) TO MADISON (WI)

Sabtu pagi, 6 Juli 2013, kami bertiga sudah siap di meja makan, yang ada di penginapan, di jam 7.30 tepat. Kami siap mengawali petualangan hari ini dengan mengisi perut terlebih dahulu hehehe ... Ya ... Setelah hari Jum'at kemarin kami menempuh perjalanan dari Columbus OH menuju Chicago IL (di pagi hari hingga siang hari) dan dilanjutkan dengan berjalan-jalan di kompleks Millenium Park (sore sampai malam hari), pagi ini jadwal kami adalah perjalanan ke luar kota. Sesuai dengan rencana yang sudah disusun papa dan mama, aku akan ikut kedua orangtuaku untuk mengunjungi state lain yang bersebelahan dengan Illinois yaitu Wisconsin. Kenapa kami memilih state itu? Karena jarak tempuhdari Chicago menuju Madison (ibu kota Wisconsin) hanyalah 3 jam. Jadi, kata mama, gak ada salahnya kan kita lihat state lain yang masih terjangkau dalam perjalanan liburan ini? Di state Wisconsin kami merencanakan mengunjungi 2 tempat. Yang pertama adalah Madison, ibukota Wisconsin, yang berjarak 3 jam dari Skokie dan yang kedua adalah Milkwauke, yang berjarak 1,5 jam dari Madison dan 1,5 jam dari Chicago. Jadi, kami menuju kota yang jauh dahulu, sebelum kami menuju kota yang dekat dengan Chicago. Menurut mama, di Madison ada capitol building yang bisa kami lihat. Sementara itu, di Milkwaukee kami akan berkunjung ke salah satu universitas, Marquette University, dimana pelatih bola basket putra Indiana University dulunya melatih tim di sekolah ini. Masak itu sih alasannya? Sudah pasti bukan hehehe ... Kami sengaja ke Marquette University karena memang ingin melihat sekolah ini. Sama seperti Notre Dame university yang ada di South Bend Indiana atau pun Loyola University Chicago (yang kami kunjungi 2 tahun lalu), kali ini kami ingin berkunjung ke sekolah yang juga punya nama besar di negara ini. Aku memang belum sepenuhnya mengerti, tapi papa dan mama memang merencanakan akan ke situ. Jadi, aku pastinya akan ngikut aja hehehe ... Apakah seharian ini kami akan ke Wisconsin saja? Nggak-lah ... Seperti yang kuceritakan sebelumnya, setelah dari Wisconsin kami berencana ke Chicago lagi untuk naik kapal dan melihat pemandangan Chicago dari sisi lain. Kami sengaja membuat jadwal seperti itu agar ada banyak hal yang bisa kita lihat dalam liburan kali ini. Kalau kemarin kami baru sempat melihat satu ikon kota Chicago, kali ini kami akan melihat bagian lain kota ini tetapi tidak menghabiskan seharian ini disitu. Kata mama, musim panas sudah tentu menguntungkan kami, karena siang hari akan terasa panjang. Kalau dari pagi sampai sore (kira-kira jam 3) kami ke Wisconsin, kami masih punya waktu berjalan-jalan di Chicago dari jam 4 sampai jam 9 malam. Asal diatur dengan rapi, jadwal hari ini moga-moga bisa terlaksana. Apakah kami tidak bisa sarapan lebih pagi? Khusus hari Sabtu dan Minggu, menu sarapan baru tersedia di jam 7 pagi (hari lain sarapan tersedia di jam 6 pagi). Jadi, kami baru bisa sarapan jam 7 lebih. Lalu apa sarapan kami? Aku memilih scramble egg dan sosis, kentang serta apel. Mama memilih roti tawar dengan selai, muffin, kentang dan jus. Papa memilih kopi, scramble egg, kentang dan roti. Sarapan yang mengenyangkan pastinya hehehe ... Sekitar jam 8 kurang, kami sudah menyelesaikan acara sarapan pagi ini. Kami menuju kendaraan dan papa menset GPS dengan alamat Capitol Hill Madison Wisconsin. Dalam GPS tertulis bahwa waktu tempuh perjalanan kurang lebih 2 jam lebih 40 menitan. Kami pun kemudian bersiap memulai petualangan hari ini. Cuaca nampak sangat cerah. Jalan yang kami lalui pun ternyata tidak sepenuhnya melewati highway. Lebih dari 30 menit setelah keluar dari penginapan, rute yang kami lalui adalah jalan dalam kota alias bukan highway. Jalan yang kami lalui tidak padat sehingga kami merasa nyaman dan bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Ketika kendaraan kemudian mengarah ke highway, kami kemudian merasa mulai melakukan perjalanan antar kota atau state. Kami juga melewati jalan tol (jalan berbayar) dan beberapa kali ketemu dengan jalan menyempit (ada road work) yang lumayan membuat laju kendaraan menjadi berkurang. Papa mengarahkan kendaraan menuju Madison dan GPS terus memandu kendaraan untuk mengambil lajur menuju Madison ini. Pemandangan di sepanjang perjalanan pun berubah dari gedung bertingkat menjadi area luas terbuka yang tidak dihuni ataupun kota kecil dan ladang jagung atau kompleks factory outlet dan sejenisnya. Siang terasa semakin panas dan kami tahu perbatasan Wisconsin akan segera kami lalui. Benarlah apa yang kami duga. Setelah berkendara kurang lebbih 90 menit, kami ketemu dengan Welcome Center yang menandakan kami sudah masuk state Wisconsin. Sudah pasti melihat ada papa besar bertuliskan Welcome Center, kami mengarahkan kendaraan ke kompleks tersebut untuk berhenti sejenak. Apa yang kami lakukan? Sudah pasti ambil gambar. Lho kok? Iya ... Kan di Welcome Center biasanya ada tulisan WELCOME TO(nama state) yang bisa dijadikan background foto hehehe ... Karena dah beberapa kali melakukan perjalanan antar state, kami jadi tahu bahwa kami perlu berhenti di welcome center. Selain ambil gambar, sebenarnya ada banyak hal lain yang bisa kita dapatkan disini. Misalnya saja kita bisa mendapat aneka informasi mengenai tempat wisata di state tersebut, kita bisa mendapat map gratis, kita bisa mendapat aneka info lodging dan seterusnya. Kita bisa beristirahat (menunaikan panggilan alam) dan sejenak berjalan-jalan (melemaskan kaki agar gak kaku-kaku karena lama duduk dalam kendaraan). Saat kami mampir di Wisconsin Welcome Center, kami ketemu juga dengan banyak pengunjung tempat ini. Kami pun segera ke restroom dan juga mencari brosur yang kami perlukan. Setelah itu, barulah kami berpose beberapa kali. Kira-kira 10 menit berada di situ, kami kemudian kembali ke kendaraan dan siap meneruskan perjalanan. Ya ... Madison tinggal 1 jam lagi dari Welcome Center ini. Kembali papa mengarahkan kendaraan di highway dan kami ikuti petunjuk GPS. Saat kendaraan keluar dari highway dan kami melihat gedung tinggi di kejauhan, kami tahu kami sudah hampir sampai di tempat yang kami tuju. Memasuki kota Madison, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Entah karena ini hari libur atau entah karena kota ini memang sepi. Kami melihat ada danau yang berbatasan dengan kota Madison ini. Nampak menyejukkan. Kendaraan membawa kami ke downtown kota Madison karena Capitol Hill memang berada di downtown. Sungguh kendaraan kami melaju dengan sangat santai karena tidak ada keramaian kendaraan sama sekali. Kata papa, Madison memang tidak ramai. Meski merupakan ibukota Wisconsin, tidak berarti Madison ramai. Sangan berbeda dibandingkan dengan Chicago yang sibuk dan penuh orang. Madison sangan tenang dan hanya nampak sedikit orang lalu lalang. Hmmm ... Kota ini nampak menarik. Saat GPS mengatakan "arriving at destination" kami tahu kami sudah sampai. Segera papa mencari parking garage terdekat dengan Capitol Hill. Saat papa menemukan parking garage tersebut, papa segera masuk ke dalamnya dan menemukan spot parkir yang tersedia. Hore ... Sampailah kami di Madison. Aku tak sabar ingin segera keluar dari kendaraan dan berjalan-jalan di kota ini ... Madison ... I'm coming ...   

SUMMER ROAD TRIP 2013: CHICAGO RIVER BANK

Setelah mengunjungi kompleks Millenium Park, kami bertiga berjalan menuju jalan Michigan yang "kelihatannya" gak jauh dari kompekas Millenium Park ini. Konon kabarnya, jalan Michigan (Michigan Avenue) merupakan jalan paling ngetop di Chicago ini. Kenapa? Karena jalan Michigan ini juga merupakan ikon kota Chicago. Di sepanjang jalan ini akan banyak dijumpai gedung dengan aneka arsitektur cantik yang berfungsi sebagai perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat tinggal, restoran, tempat berkesenian dan seterusnya. Karenanya, jalan ini "mustinya" mudah ditemukan. Ngomong-ngomong, ngapain kami menuju tempat itu? Kami kan merencanakan untuk bisa melihat bagian lain kota Chicago. Cara melihat-lihat bagian lain kota Chicago ini nggak musti dengan jalan kaki hehehe ... Kami bisa memilih naik bus (seperti waktu di New York naik sight seeing bus) atau naik kapal (seperti di New York juga waktu kami ke Ellis Island). Na ... Kira-kira yang makan yang akan kami pilih? Naik kapal hehehe ... Untuk bisa naik kapal, kami musti menuju tempat dimana kami bisa membeli tiket. Salah satunya adalah yang berada di Jalan Michigan. Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa boat operator yang bisa kami pilih. Kantor mereka ada yang berlokasi di Jalan Michigan ini. Karenanya, kami pun mencari lokasi kantor ini, agar besok siang kami bisa langsung kemari dan membeli tiket yang kami perlukan. Seperti yang dikatakan petugas di booth tourist info di kompleks Millenium Parks, kami hanya perlu berjalan selama 10 menitan untuk bisa di Jalan Michigan tepatnya di kantor Wandella. Dengan berbekal peta, kami bertiga pun berjalan dari kompleks Millenium Parks menuju jalan Michigan. Di sepanjang jalan, kami lihat ada banyak sekali orang yang lalu lalang. Ada yang berpakaian seperti kami (kasual dan santai) dan ada juga yang berpakaian resmi (pakaian kantor). Maklum, hari ini kan masih hari Jum'at sore, tanggal 5 Juli 2013. Jadi, masih banyak orang kantoran yang lalu lalang sepulang kerja. Bersama banyak orang inilah kami berjalan dari blok ke blok (ditandai dengan traffic light di perempatan besar) dan juga sambil melihat pemadandangan kesibukan kota Chicago. Kata mama, cara paling gampang untuk menuju tempat ini adalah dengan mencari kali. Kok gitu? Kan kami pingin naik kapal ... Na ... Kapal ini kan berlayar di kali yang ada di tengah kota Chicago. Jadi, cari saja kalinya, lalu lihata apakah ada kapal berlayar di situ dan telusuri dimana tempat penjualan tiketnya hehehe ... Kalo kali yang kami temukan merupakan tempat kapal berlayar, mustinya lokasi penjualan tiketnya gak jauh dari situ. Dan benarlah apa yang kami duga. Saat kami melihat kali besar di tengah kota dan ada kapal lalu  lalang di kali itu, kami tahu, kami sudah dekat dengan tempat yang kami tuju. Saat kami melihat nama jalan yang kami lalui adalah jalan Michigan, kami tambah yakin bahka kami dah dekat dengan lokasi penjualan karcis. Saat kami kemudian melihat ada jalan turun menuju ke dekat kali, kami coba lihat ada apa di situ. Dan ketemulah kami dengan apa yang kami cari. Beberapa operator penjual tiket kapal nampak ada di sepanjang kali ini. Kami lihat beberapa kapal bersandar dan siap membawa penumpang. Kami juga lihat ada kapal yang baru saja meninggalkan dermaga mini (tempat penumpang naik kapal) dan bersipa menyusuri kali lebar yang ada di tengah kota Chicago ini. Nampaknya kami sudah sampai di tempat yang kami cari. Kami kemudian berjalan-jalan saja di sepanjang kali ini. Kami memutuskan akan naik kapal besok sore saja mengingat waktu yang tersedia malam ini. Maksudnya apa nih? Saat kami sampai di tempat ini jam menunjuk pukul 7 malam lebih. Kalau kami membeli tiket malam ini, masih tersedia beberapa pilihan untuk kami. Namun paling cepat, kami akan naik kapal di jam 7.30 malam. Lalu, waktu tour tersingkat dengan naik kapal ini adalah 60 menit. Jadi, kira-kira jam 8.30 malam tour baru akan selesai. Setelah tour selesai, kami musti kembali ke stasiun untuk nunggu kereta komuter yang akan membawa kami ke Skokie. Lama waktu yang diperlukan dari lokasi naik kapal ke stasiun terdekat, terus menunggu datangnya kereta komuter, terus naik kereta komuter, terus pindah kereta komuter, terus sampai ke stasiun Skokie bisa 1 jam lebih. Wa ... Rasanya kok mepet banget waktunya. Mepet dengan apa? Mepet dengan malam hehehe ... Memang sih, kereta dari downtown Chicago sampai stasiun Skokie akan ada sampai jam 11 malam, namun kami memilih tidak terlalu malam meninggalkan Chicago. Kata papa, yang perlu dicermati saat naik kapal adalah sinar matahari yang ada. Kenapa gitu? Biar foto-fotinya bagus hasilnya hehehe ... Bukannya jam 7 matahari belum tenggelam? Memang belum, tapi cahaya matahari akan terhalang gedung-gedung tinggi di sekitar kali, jadinya, kami serasa naik kali menjelang hari gelap hehehe ... Komplit kan alasan kami untuk tidak naik kapal sore ini? Kami pun kemudian memilih berjalan kaki sambil menikmati pemandangan di sekitar kali ini ... Semua nampak menyenangkan dan membuat kami betah hehehe ... Bersama kami, ada banyak orang yang juga menikmati pemandangan di sekitar kali ini ini ... Mereka duduk-duduk, berjalan-jalan atau bahkan berolahraga di jogging track yang dibangun di sepanjang kali. Setelah puas menikmati pemandangan di sekitar kali ini, kami pun bersiap kembali ke stasiun untuk pulang. Kami sempatkan mampir ke Wallgreen untuk membeli sesuatu. Mama sudah pasti yang punya niat hehehe ... Sebentar saja kami mampir di Wallgreen, kami kemudian melanjutkan perjalanan. Kata mama, cara paling mudah untuk mencari stasiun adalah dengan melihat jalur kereta api yang ada di atas jalan raya (skytrain). Dengan melihat dimana kereta itu lewat, kata mama, pasti ada stasiun yang bisa kita tuju. Dan kami pun kemudian melihat di mana jakur ketera itu berada, sampai kami kemudian menemukan petunjuk naik kereta. Karena kami perlu kereta berwarna merah, kami pun kemudian menuju stasiun bawah tanah (sesuai petunjuk yang kami baca di jalan) dan tinggal men'tap' kartu cta kami di card reader untuk bisa masuk stasiun. Kami pun kemudian menunggu datangnya kereta berwarna merah yang akan membawa kami ke Howard sebelum kami berganti kereta berwarna kuning yang akan membawa kami ke Skokie. Ah ... Sungguh hari yang melelahkan namun sungguh menyenangkan.

SUMMER ROAD TRIP 2013: MILLENIUM PARK - CHICAGO

Yay ... Di hari Jum'at tanggal 5 Juli 2013 di jam 5 sore, aku, papa dan mama kembali lagi ke Chicago. Setelah 2 tahun lalu kami kesini, hari ini kami kesini lagi. Rasanya gak banyak hal berubah di kota Chicago ini. Mungkin karena 2 tahun relatif cepat atau mungkin juga karena perubahan di kota sebesar ini gak selalu tampak jelas. Dari penginapan sampai ke Chicago downtown, kami tidak menggunakan kendaraan pribadi. Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, mencari lokasi parkir di tengah kota besar seperti ini nggak gampang, terus rute/jalan masuk ke pusat kota juga macet. Makanya, biar gak repot, kami memilih kendaraan umum. Apakah itu? Kereta api. Dari penginapan ke stasiun kereta api diperlukan waktu 5 menit. Di stasiun papa memarkir kendaraan di lot parkir yang tersedia dan kendaraan kami tinggal sampai kami usai jalan-jalan. Tentu kami perlu beli tiket parkir. Untuk bisa naik kereta api, kami juga perlu beli tiket terlebih dahulu. Ada mesin yang melayani kami. Setelah membeli tiket, kami masuk stasiun dan menunggu kereta datang. Kereta yang melayani stasiun ini (Skokie) hanya 1 dan berwarna kuning. Kereta ini akan membawa kami ke stasiun terminal (Howard), dan kami (para penumpang) bisa memilih rute mana yang kami perlukan berikutnya. Ada beberapa warna yang bisa kami pilih dari Howard: ungu dan merah akan membawa kami ke downtown Chicago, lalu pink, biru, coklat dan hijau akan mengangkut penumpang dengan rute lain. Dari Howard, kereta mana yang kami pilih? Kereta warna ungu. Kenapa bukan merah? Karena kereta ini datang duluan hehehe ... Toh sama-sama akan ke downtown, jadinya kami memutuskan yang mana yang datang duluan, itu yang kami naiki. Sebenarnya, apa beda kereta komuter warna ungu dan merah? Kereta warna merah tidak berhenti di semua stasiun yang dilewati sementara kereta warna ungu berhenti hampir di semua stasiun. Dari segi waktu, rasanya kereta warna merah akan lebih cepat membawa penumpang sampai ke tempat yang dituju, karena hanya berhenti di beberapa stasiun. Saat sore itu kami naik kereta warna ungu, kami tidak tahu mau turun dimana. Memangnya kami punya rencana kemana sih kok naik kereta? Aku usul pada papa dan mama agar kami naik kapal menyusuri sungai. Hanya saja, kami nggak tahu dimana mesti beli tiketnya. Kami sudah mencari tahu alamatnya lewat berbagai brosur yang ada di hotel maupun di situs mereka via internet. Hanya saja, kami tidak menemukan rute yang bisa kami tempuh sejak kami naik kereta komuter sampai ke lokasi. Karenanya, mama usul, sebaiknya kita turun ke lokasi piknik yang dikenal dulu, baru kemudian kita cari informasi dari situ. Lalu, tempat piknik yang dimaksud apa ya? Millenium Park. Lho, bukannya kami dah pernah kesana? Sudah sih. Makanya kami kesana lagi, siapa tahu ada tourist info center dekat situ yang bisa kami tanya. Lalu, di stasiun mana kami busti berhenti? Kami sudah lupa sama sekali, stasiun mana yang paling dekat dengan Millenium park. Akhirnya kami bertanya pada salah satu penumpang dan ia menyarankan agar kami berhenti di Adams/Wabash. Setelah kami mengucapkan terima kasih, kami cermati peta yang tertera di atas pintu keluar masuk kereta komuter ini. Ya ... Memang Millenium Park lumayan dekat dengan stasiun ini. Kami pun kemudian menikmati perjalanan sore ini di dalam kereta komuter yang nggak terlalu penuh. Saat kami mendengar pengumuman stasiun yang kami tuju adalah perhentian selanjutnya (pengumuman otomatis akan berbunyi setiap pitu terbuka dan tertutup mengenai lokasi stasiun tujuan atau berikutnya) kami pun bersiap untuk turun. Perlu diketahui, pintu terbuka dan tertutup dengan cepat, jadi kami penumpang harus menyesuaikan diri dengan tempo singkat ini. Di stasiun Adams/Wabash ini kami pun turun bersama penumpang lainnya dan segera menuju pintu keluar stasiun. Segera nampak gedung menjulang tinggi dan lalu lalang orang di downtown Chicago. Ya ... Aroma kota besar dan padat segera tercium dan terasa sesaat kami turun dari kereta. Kami bertiga bergegas mencari lokasi Millenium Park. Sudah pasti ada banyak sekali tanda di mana lokasi Millenium Park berada. Kami lihat di kejauhan ada banyak orang berbondong-bondong menuju suatu area. Kami yakin mreka menuju ke kompleks Millenium Park. Dan benarlah dugaan kami. Kami lihat beberapa tanda yang kami kenal dan kami mengingatnya. 2 tahun lalu kami berkunjung kemari melalui gerbang lain. Kali ini kami masuk kompleks lewat jalan yang tidak kami lalui waktu itu. Apakah yang membedakannya? Kali ini kami lihat 2 menara (tugu atau bangunan segi empat) yang menjulang dengan layar berwajah anak kecil yang bisa berkedip-kedip. bangunan ini merupakan area bermain anak karena ada pancuran air di situ. Mirip kolam besar dengan 2 menara pancuran dengan layar yang bisa bergerak. Karena ini pemandangan baru, sudah pasti kami ambil gambar sebanyak-banyaknya disitu hehehe ... Kami heran, kenapa 2 tahun lalu kami nggak melihat ini ya? Kata mama, salah satu yang pingin dilihat mama ya tempat ini. Soalnya, ikon Chicago yang dikenal kan Millenium Park, na ... kolam ini termasuk di dalamnya. Makanya, saat menemukan tempat ini, rasanya bahagia banget hahaha ... Kulihat ada banyak sekali anak kecil mandi di kolam ini. Memang asyik sih tampaknya, tapi aku nggak tertarik. Saat mama mengatakan aku boleh maen air karena mama membawakan aku baju ganti, aku bilang nggak mau. Ya sudah ... Akhirnya kami pun kemudian menuju Millenium park Icon yaitu satu monumen berbentuk bean berwarna silver. Ya ... Bean inilah yang menjadi latar belakang foto ribuan pengunjungnya. Di Juma't sore yang hangat ini, rasanya pas banget untuk berpose sebebasnya di depan millenium park. Kami nggak mau menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di dekat bean ini. Kami memilih melihat-lihat kompleks Millenium Park ini secara detil. Kami lihat satu menara berisi daftar nama donatur dan mereka yang berjasa pada pembangunan menara ini. Tugu atau menara ini lumayan bagus juga dijadikan latar belakang foto. Tak lupa, deretan gedung menjulang tinggi juga dijadikan background foto. Sudah pasti kami melihat semua yang ada di kompleks Millenium Park ini sampai puas. Apa saja kami jadikan background foto hahaha ... Sampai kemudian kami memutuskan untuk mengalihkan acara jalan-jalan ini ke tempat lain. Kemanakah itu? Ke petugas/penjaga tourist info center hehehe ... Ya ... Di kompleks Millenium Park ini kami melihat ada petugas yang siap menjawab pertanyaan pengunjung mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kota Chicago. Booth kecil milik mereka di samping ikon Millenium Park lumayan mudah ditemukan. Saat kami bertanya pada petugas mengenai peta kota Chicago, mereka memberikannya. Saat kami bertanya mengenai rute yang perlu kami tempuh untuk beli tiket karena kami ingin naik kapal keliling kota Chicago, mereka memberitahukannya juga. Mereka bilang, dari Millenium Park ini, tempat piknik naik kapal hanya berjarak 10 menit. Wa ... ternyata dekat sekali. Kami pun mengucapkan terima kasih pada mereka dan bergegas menuju tempat itu. Jam menunjuk angka 7 sore (summer seperti ini matahari terbenam jam 9 lebih), jadi kami masih punya waktu untuk melihat tempat itu sebelum besok pagi kami kembali untuk naik kapal. Ceritanya kami mau orientasi tempat dulu sebelum besok kami beneran beli tiket hehehe ... Bye-bye Millenium Park ...

SUMMER ROAD TRIP 2013: SKOKIE HOTEL - ILLINOIS

Siang itu, 5 Juli 2013 di hari Jum'at sekitar jam 2 siang waktu Indiana (Illinois jam 1 siang karena ada selisih 1 jam dengan Indiana), kami sampai di tempat kami akan menginap. Kami segera keluar kendaraan dan menuju lobby. Lobby besar dan suejuk ini nampak ramah dan membuat kerasan. Seorang petugas nampak siap membantu guest yang datang. Papa mengatakan pada petugas kalau kami sudah reserve satu room untuk 2 hari (malam ini dan besok malam). Papa menyerahkan ID (kartu identitas) dan petugas mencocokannya dengan data di komputer. Petugas kemudian mengatakan room kami bernomor 121. Artinya, kami akan berada di lantai 1. Petugas kemudian mengatakan untuk unload (menurunkan muatan) kami bisa memarkir kendaraan di dekat room yang dimaksud. Setelah kami menerima kartu pass (tanda masuk kamar berupa kartu yang bisa di-swipe di card reader) kami kembali ke kendaraan dan papa segera mengarahkan kendaraan ke dekat room dimana kami menginap. Kami kemudian membawa masuk semua benda yang ada di bagasi ke dalam kamar. Kenapa begitu? Karena mama akan mengatur kembali benda-benda tersebut sesuai dengan apa yang diperlukan. Saat kami masuk ke dalam ruangan, nampak room standard yang lumayan terasa nyaman dipakai untuk beristirahat. Setelah semua bawaan masuk ke dalam kamar, kami pun bergantian mandi. Mandi? Iya ... Soalnya pagi tadi kami nggak mandi hahaha ... Kami mandi malam tadi di rumah om Nugroho (sebelum tidur) dan pagi tadi kami belum sempat mandi. Kami hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja. Dalam perjalanan dari Columbus Ohio menuju Chicago Illinois, suhu lumayan panas. Meski nggak terlalu sweaty, kami tetap perlu mandi. Kata mama, agar saat jalan-jalan di downtown Chicago nanti badan terasa segar dan saat difoto hasilnya nggak akan mengecewakan hehehe ... Mama menempatkan semua makanan dan minuman ke dalam fridge kecil yang ada di situ. Pakaian pun diatur kembali. Semua jaket digantungkan (karena kemungkinan besar gak akan dipakai). Kata papa, suhu di Chicago dalam 2 hari ini akan panas terus. Jadi, yang perlu kami bawa adalah topi dan payung. O ya ... Sampai lupa. Apa nama hotel tempat kami tinggal? Skokie Hotel. Hotel ini dipilih papa lewat situs booking.com. Kenapa papa memilih hotel ini? Karena hotel ini dekat dengan stasiun (tempat kereta komuter yang akan mengangkut kami ke Chicago berada), dekat dengan aneka toko, berada di jalur utama, review pengunjung baik dan yang pasti harganya terjangkau hehehe ... Memangnya dari hotel ke stasiun berapa lama waktu yang diperlukan? 5 menit saja. Jadi, tinggal di hotel ini rasanya ideal banget (bagi kami) hehehe ... Selain nyaman lokasinya, hotel ini juga menyediakan beberapa fasilitas yang bisa dipakai pengunjung seperti kolam renang, fitness center dan seterusnya. Hanya saja, sampai kami pulang, kami nggak berkesempatan menggunakan fasilitas tersebut. Yang menarik bagiku adalah breakfast di hotel ini. Selama kami tinggal disini, kami mendapatkan fasilitas breakfast yang bervariasi. Selain breakfast standard seperti toast and jam, milk and cereal, jus dan kopi, ada lagi menu breafast lain yang menggoda hatiku. Apa itu? Wafel, scramble egg dan kentang goreng, sosis, bagel, buah (pisang, apel, jeruk) dan aneka mini cake (muffin, danish) dan sejenisnya. Sudah pasti aneka sarapan ini tidak bisa kucicipi semua hehehe ... Hanya saja, ada banyak pilihan yang tersedia bagi kami. Silahkan perhatikan postingan aneka menu yang tersedia. Senin sampai Jum'at, breakfast tersedia di jam 6 sampai 9 pagi. Sabtu dan Minggu, breakfast tersedia di jam 7 sampai 10 pagi. Kata mama, lebih baik memilih hotel dengan menu breakfast komplit dengan harga sedikit di atas standard, daripada memilih penginapan tanpa breakfast atau breakfast-nya continental (sangat terbatas pilihannya). Kenapa begitu? Saat liburan begini, sarapan menjadi penting karena merupakan sumber energi utama yang kita perlukan untuk memulai aktifitas. Jadi, kalau kita dah sarapan dengan benar di tempat kita menginap, rasanya kita gak khawatir. Soalnya begini, kalau penginapan tidak menyediakan sarapan, kita kadang harus menyiapkan sarapan sendiri atau membeli sarapan sebelum mulai beraktifitas. Sama repotnya kan? Dari segi harga, mungkin sama juga jatuhnya. Maka, kalau bisa mendapat penginapan dengan sarapan lengkap, wa ... itu menyenangkan sekali hehehe ... O ya ... Karena kami memesan kamar dengan ukuran standard, otomatis bed-nya juga standard. Maka, kami perlu menambah bedding sendiri. Caranya? Kita keluarkan saja sleeping bag (selalu ada di kendaraan) dan kita pakai tidur di lantai hahaha ... Toh lantainya berkarpet, jadinya tetap nyaman dipakai tidur ... Yang jelas, selama 2 hari kami menginap di hotel Skokie, kami merasa nyaman dan happy ... Silahkan cermati foto-foto yang diposting disini. Nampak kan bangunan penginapan yang menyenangkan?

SUMMER ROAD TRIP 2013: OHIO - ILLINOIS

Setelah malam sebelumnya kami menginap di rumah om Nugroho di Columbus Ohio, hari ini Jum'at 5 Juli 2013 kami bertiga bersiap memulai liburn kami ke tempat lainnya. Mama dan papa sebenarnya ingin kami berangkat sejak pukul 5 pagi dari apartment om Nugroho. Namun, karena kami bertamu di tempat teman, tentunya nggak enak banget kalau kami pergi pagi-pagi sekali dimana tuan rumah belum siap hehehe ... Makanya, kami kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan di jam 7.30 pagi. Hujan rupanya masih saja turun, setelah malam sebelumnya gerimis seakan tak mau berhenti. Om Nugroho dan tante Digna menjamu kami dengan sarapan berupa kopi panas dan jahe panas serta garlic bread yang baru saja di-toast. Pas sekali sarapan pagi yang kami santap pagi ini. Di saat di luar rumah turun hujan, kami menyantap sarapan hangat di dalam rumah. Sebenarnya, keluarga om Nugroho merencanakan mengajak kami piknik ke kebun binatang. Namun karena kami punya acara lain, kami pun mengatakan akan mengusahakan untuk piknik bareng lain kali. Saat kami menuju kendaraan dan bersiap meninggalkan Columbus, hanya tante Digna dan om Nugroho yang ada. Sheryn, Melvyn dan Morin belum kelihatan hehehe ... Ya sudah, kami pun segera meluncur meninggalkan Coulumbus dan menuju ke state lain yaitu Illinois. Jauh amat? Ya ... Kami memang merencanakan untuk piknik ke Chicago Illinois. Meski bukan pertama kalinya kami ke Chicago, kami tetap saja bersemangat berlibur ke situ karena ada beberapa tempat yang ingin kami datangi. Dalam perjalanan dari Ohio menuju Illinois, sebenarnya kami melewati state kami yaitu Indiana. Kalau dilihat dari peta, kami memang berjalan menuju ke atas sebentar (Ohio) untuk kemudian turun (Illinois). Rute terpendeknya ya dengan melewati state Indiana. Tapi kami nggak melewati Bloomington lho ... Kalo digambarkan kira-kira begini: Rute kemarin adalah Bloomington - Indianapolis - Columbus Ohio (3,5 jam). Rute pagi ini adalah Ohio - Indianapolis - Chicago (5-6 jam). Kalau dari Bloomington langsung ke Chicago berapa jam? Kurang lebih 4 - 5 jam. Jadi, kami memang menambah rute 1 - 2 jam karena kami balik dulu dari Ohio ke Indianapolis sebelum lanjut ke Chicago. Kami tahu adanya ekstra waktu yang dibutuhkan, jadinya ya ... dinikmati saja hehehe ... Dari Ohio menuju Indianapolis, kami ketemu dengan hujan beberapa kali. Dari Indianapolis ke Chicago, kami sama sekali gak ketemu dengan hujan. Dari Indianapolis ke Chicago, yang kami lihat adalah awan yang indah, langit yang cerah dan suhu udara yang panas hehehe ... Bagaimana situasi jalan raya? Biasa saja alias gak terlalu padat maupun nggak terlalu kosong. Hanya saja, menjelang masuk kota Chicago, kecepatan kendaraan mulai melambat karena volume kendaraan bertambah banyak. Kata papa dan mama, tanggal 5 Juli ini tidak semua kantor tutup meski hari ini adalah hari kejepit hehehe ... Jadi, banyak orang tetep ngantor dan lalu lalang di jalan raya pun seperti gak berkurang padatnya (utamanya saat kami melewati kota kecil dan besar selepas Indianapolis) ... Sebagai catatan: ada beberapa orangyang menggunakan Jum'at sebagai tambahan hari libur (karena Kamis dan Sabtunya libur). Mereka inilah yang memulai long weekend sejak Rabu malam atau Kamis pagi dan kalau mereka keluar kota, mereka sudah melakukannya sejak hari itu. Bisa jadi tujuan mereka berlibur adalah Chicago seperti kami, jadi mereka harus rela ngantri di jalan raya seperti kami untuk bisa masuk ke Chicago hehehe ... Dalam perjalanan dari Ohio menuju Chicago, kami sempat berhenti untuk makan siang di sebuah kota bernama Remington. Kami sengaja memilih resto cepat saji yang ada di pinggir jalan. Maksudnya apa nih? Saat kami berkendara di highway, selalu ada papan petunjuk besar yang berisi aneka informasi seperti penginapan, tempat makan, SPBU dan sejenisnya yang ada di area di sekitar highway. Tentunya disertai informasi exit gate-nya. Jadi, saat kami melihat ada info warung makan KFC di pinggir highway, papa segera mencari exit gate yang akan mengarahkan kami ke situ. Saat kami sampai di tempat yang dimaksud, kami segera saja turun kendaraan (setelah kendaraan diparkir dengan rapi) dan mengantri di depan petugas untuk memesan apa yang kami perlukan. KFC resto yang kami datangi ini juga menyediakan menu buffet. Harga per pax-nya sekitar 8 dolar. Hanya saja, kami sedang tidak ingin bersantap berlama-lama. Jadi kami pesan menu paket yang tersedia biar cepat. Kami sempat melewati counter buffet di sini. Terlihat ada ayam goreng (sudah jelaslah hehehe ...), jagung, mashed potato, kentang goreng biasa dan sayur (tomat, brokoli dan lettuce). Nampaknya OK juga sih, namun kami sedang tidak berselera hehehe ... Kami menikmati makan siang kami secukupnya dan kemudian segera kembali ke kendaraan untuk melanjutkan perjalanan. Meski lama berada di kendaraan, kami tetap berusaha menikmati apa saja yang terlewati. Kami melewati satu area yang menampilkan pemandangan indah. Apakah itu? Area terbuka amat luas yang memiliki ratusan kincir angin raksasa. Area ini tak jauh dari Lafayette (3 jam dari Indianapolis). Saat kami melalui area ini, tak henti-hentinya kami kagum melihat deretan kincir angin yang bergerak indah. Selain melewati area menyenangkan, kami juga melewati satu area yang disebut Gary. Gary adalah perbatasan antara Indiana dan Illinois (kota terakhir di State Indiana sebelum masuk State Illinois) . Di Gary inilah bintang besar Michael Jackson dilahirkan. Hanya saja, Gary dikenal sebagai salah satu area yang tidak semaju kota lain di state Indiana. Tingkat pendidikan dikenal rendah, kejahatan lumayan tinggi dan angka penduduk miskin juga tinggi. Saat melalui Gary, kota ini seperti kota mati. Nyaris tidak ada kendaraan lewat meski hari masih siang. Untungnya, kami gak lama-lama lewat area ini hehehe ... O ya ... Kami sebenarnya sudah memesan tempat menginap di kota Skokie. Kami memilih menginap di Skokie karena kami tidak mau repot mencari tempat parkir kendaraan di downtown. Kami gak ingin waktu habis terjebak macet menuju penginapan di belantara hutan beton Chicago atau pun saat kami perlu berjalan-jalan. Jadilah kami memutuskan menginap di Skokie. Saat berkunjung 2 tahun lalu, kami juga menginap di Skokie, jadi kami tahu apa yang kami musti lakukan saat ingin masuk kota Chicago. Kami hanya perlu berkendara sampai stasiun Skokie, setelah itu naik CTA (kereta komuter) menuju Chicago downtown. Gampang kan? Dari penginapan menuju stasiun KA, hanya diperlukan waktu 5 menitan. Lagipula jalan-jalan di area Skokie juga gak padat-padat amat, jadi, pilihan menginap di Skokie memang paling tepat (tentunya bagi kami) hehehe .... Sebagai informasi untuk bisa masuk Skokie, kami (seperti) harus lewat kota Chicago (lewat highway atau toll road di pinggir Chicago) dan baru bisa sampai Skokie. Tak apalah, sekaligus melihat keindahan kota Chicago meski hanya dari dalam kendaraan hehehe ... Kami juga melewati jalan tol beberapa kali untuk bisa masuk Skokie, utamanya persis sebelum masuk Chicago. Jalan tol ini berbayar pastinya. Saat melewati gerbang tol dan membayar kami kemudian tahu bahwa kami sudah sampai di Chicago, terlebih saat kami menyeberangi jembatan baja coklat panjang yang seolah menyambut pengunjung masuk kota Chicago. Di jembatan itu tercantum ucapan selamat datang dari walikota Chicago .... Hmmm ... Sampai juga kami di kota indah ini dan kami siap berpetualang keliling kota .... Kira-kira jam 2-an, (15 menit dari Chicago) kami sudah sampai di Skokie dan kendaraan sudah terparkir dengan rapi di depan penginapan. Segera kami menuju front desk dan bertanya apakah bisa check in sekarang (jam check in tertulis mulai jam 3 sore). Ternyata ruangan sudah siap dan kami bisa segera masuk kamar. O ya ... Ada perbedaan waktu antara Indiana dan Columbus dengan Illinois. Waktu di Illinois lebih lambat 1 jam. Jadi, saat kami sampai di sini jam 2 (waktu kami belum disesuaikan dengan waktu di Illinois), artinya kami sampai di sini (Skokie) jam 1 siang. Untungnya room yang kami pesan sudah siap untuk dihuni. Hore ... Gak sabar banget rasanya untuk segera memulai petualangan hari ini ...

Thursday, July 4, 2013

SUMMER ROAD TRIP 2013: BLOOMINGTON - OHIO


Kamis pagi, 4 Juli 2013, kami bertiga memulai perjalanan liburan summer ini ke Ohio. Ngapain kami ke sana? Papa perlu mengambil data untuk keperluan studinya. Jadi, kami bertiga ke Columbus Ohio terlebih dahulu sebelum kami melanjutkan acara jalan-jalan kami ke tempat lain. Hari Kamis tanggal 4 Juli kan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan negara ini; jadinya Kamis itu adalah hari libur nasional. Karena libur, kami bisa jalan-jalan. Kalau nggak hari libur, orangtuaku perlu mengambil hari libur khusus agar tetap bisa liburan  hehehe ... Karena Kamis libur, papa dan mamaku merencanakan untuk sekaligus mengambil hari Jum'atnya sebagai hari libur juga. Maklum, Jum'atnya kan kejepit 2 libur (Kamis dan Sabtu), makanya liburan kami jadi panjang (sejak Kamis pagi, dilanjutkan ke hari Jum'at sampai Minggu) hehehe ... Memang disengaja begitu, agar kami puas berjalan-jalan ... Kamis itu kami berangkat dari rumah pukul 8.30 pagi. Sengaja papa dan mama memilih berangkat pagi agar kami nggak tergesa-gesa di jalan. Papaku sudah menghubungi teman-temannya di Columbus Ohio untuk kegiatan sore ini. Kata papaku, mereka janjian bertemu pukul 5 sore di salah satu ruang pertemuan di Columbus Ohio. Sebelum acara berlangsung, tentu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh papaku. Karena itu kami memilih berangkat agak awal agar kami bisa menyiapkan segala sesuatunya sebelum acara. Harapannya, kami akan sampai di Columbus sebelum jam 2 siang dan papa bisa menyiapkan ruang serta materi pertemuan beberapa saat sebelumnya. Selain keperluan untuk cari data, apa saja yang kami persiapkan dan kami bawa dalam summer road trip kali ini? Seperti biasa, saat akan melakukan perjalanan ke luar kota untuk berlibur, tentunya ada beberapa hal yang kami persiapkan. Yang pertama dan terutaman adalah kendaraan. Karena kami akan melakukan perjalanan darat berhari-hari, kendaraan pasti harus laik jalan. Papa sudah memastikannya beberapa hari sebelumnya dengan membawa kendaraan ke bengkel untuk dicek. Selain kendaraan, apalagi yang yang papa persiapkan? Alat navigasi alias GPS hehehe ... Karena tempat yang didatangi bukanlah daerah yang dikenal, GPS sudah pasti sangatlah diperlukan. Sebenarnya, tanpa GPS kita bisa saja melakukan perjalanan. Kita bisa melakukan searching di internet mengenai rute yang akan kita tempuh dan kita bisa cetak menjadi semacam manual. Namun, papaku lebih memilih GPS sebagai panduan. Alasannya: praktis dan gampang menyiapkannya. Sebagai catatan, mempelajari rute sebaiknya tetap dilakukan sebelum perjalanan dimulai agar ada gambaran kemana kita akan berkendara (meski nantinya GPS akan jadi andalan). Kalau mau mencetak manual sebagai pelengkap GPS, itu akan lebih bermanfaat; kalau sewaktu-waktu GPS ngadat, kita masih punya back up rute yang akan dilalui. Setelah kedua perlengkapan utama ini siap, perlengkapan berikutnya yang juga gak kalah penting adalah perlengkapan pribadi seperti pakaian, peralatan mandi dan seterusnya. Makanan juga dipersiapkan, tetapi tidaklah banyak. Untuk makanan, yang kami bawa adalah roti (donat dan sejenisnya), buah, chips dan air mineral. Agar air terasa segar saat kami konsumsi, cooler pun kami bawa agar suhu dingin air tetap terjaga. Bagaimana dengan makan siang? Untuk road trip kali ini, kami memutuskan akan bersantap siang di jalan, sembari istirahat dan menikmati pemandangan. Di rest area-kah? Bukan ... Kami tidak membawa bekal berat kali ini. Kami berencana untuk singgah di tempat makan yang kami kenal. Apa itu? Tempat makan yang menawarkan makanan cepat saji alias fast food sajalah hehehe ... Kenapa begitu? Iya ... Kali ini kami ingin merasakan santap siang di perjalanan tetapi tetap menghitung waktu dan bujet. Jadinya, fast food resto adalah tempat yang kami putuskan untuk kami kunjungi. Termasuk Mc D yang kami datangi saat kami sedang dalam perjalanan dari Bloomington ke Ohio hehehe ... Kami memilih membeli paket standard siang itu dan tak perlu lama-lama menyantapnya. maklum, kami nggak ingin menghabiskan banyak waktu untuk makan siang. Perjalanan kami kali ini lumayan menyenangkan. Meski hujan mengguyur di beberapa area, perjalanan ini lumayan lancar. Saat kendaraan memasuki kota Columbus, tidak nampak ada antrian kendaraan alias tidak ada macet. Maklum, hari ini kan hari libur, jadinya jalanan gak padat-padat amat. Ketika kendaraan memasuki kompleks apartment om Nugroho, kami tahu kami sudah hampir sampai. Tepat ketika GPS mengatakan "You have reached your destination" papa segera mencari parking lot yang tersedia yang bertuliskan V (Visitor) di salah satu sisinya. Nampak apartment tempat om Nugroho tinggal (on campus apt seperti tempat kami) berwarna coklat dan mirip dengan Banta apt. Segera setelah kendaraan diparkir dengan rapi, kami keluar kendaraan dan menuju apartment om Nugroho. Kami ketemu om Nugroho dan anak-anaknya (Sheryn, Melvyn dan Morin). Tante Digna sedang bekerja dan akan kembali jam 7 malam nanti. Setelah masuk apartment dan beristirahat sebentar, aku dan anak-anak om Nugroho bermain basket bersama, sementara papa dan mama ngobrol dengan om Nugroho. Aku nggak tahu pasti bagaimana acara papa. Yang kutahu, di jam 8 malam semua teman papa dan juga papa berkumpul di rumah om Nugroho untuk ngobrol. (Sebelumnya mereka menuju conference room untuk berdiskusi). Nampaknya acara mereka sudah selesai. Ngomong-ngomong, dimana kami akan menginap? Malam ini kami bertiga akan menginap di rumah om Nugroho. Pastinya, kami sudah menghubungi om Nugroho sebelumnya. O ya ... Hampir terlupa ... Aku bersama teman-teman juga berkesempatan nonton fireworks yang diadakan dalam rangka HUT US. Kami nonton berombongan dengan naik kendaraan om Nugroho tetapi ada teman Indonesia lain yang menjadi drivernya. Tempat nonton ini gak terlalu jauh dari rumah sih, cuman kalo musti jalan, kami malas hehehe ... Papa dan mama memilih tinggal serta ngobrol dengan om Nugroho dan teman-teman Indonesia lainnya, sementara aku dan teman-teman nonton kembang api di tengah rintik hujan. Ya ... Malam pertama liburan ini sangatlah menyenangkan bagiku. Tunggu ceritaku berikutnya ya ...