Stasiun kereta api adalah salah satu tempat yang kerap kami singgahi ketika kami berada di Chicago. Ya ... Ini dikarenakan kami tidak menaiki kendaraan sendiri saat kami berjalan-jalan di kota tersebut. Kami ha
mpir selalu naik kereta api (komuter) saat menuju Chicago dan kembali dari kota tersebut. Kereta yang kami naiki masuk dalam jaringan MRT (mass rapid transportation). Dari beberapa stasiun yang kami datangi, ada beberapa gambar yang kami ambil di situ di saat kami menunggu kereta datang. Diantaranya adalah stasiun Skokie, Lake, Howard dan stasiun lainnya. Stasiun ini ada yang terletak di dalam tanah (misalnya stasiun Lake) dan ada juga yang tidak. Apa maksudnya stasiun berada di dalam tanah? Begini, kan tidak semua kereta api yang masuk atau melewati kota Chi
cago berada di permukaan tanah tuh, sebagian dari kereta setahuku memiliki jalur di bawah tanah, na ... karena ada jalur kereta di dalam tanah itulah, maka ada beberapa stasiun di antara jalur-jalur tersebut. Umumnya stasiun tersebut berukuran lumayan besar, hanya letakanya seperti di dalam terowongan. Saat aku melihat berbagai stasiun tersebut, umumnya stasiun yang kulihat di Chicago gak jauh berbeda dengan stasiun yang kita kenal selama ini. Ada nama stasiun yang terbaca jelas, ada jadwal kereta api yan
g lewat stasiun ini, ada loket pembelian tiket dan ada peron tempat penumpang menunggu. Yang membedakan dengan stasiun di tanah air apa ya? Yang pertama dan utama adalah desain atau interior stasiun. Karena stasiun ini adalah untuk kereta komuter, desain stasiun umumnya simple saja. Lalu apa lagi? Peron untuk stasiun tidak menyediakan banyak bangku karena umumnya penumpang tak lama berada di stasiun. Berikutnya juga, di sini pembelian tiket kereta bisa dilayani secara manual (lewat loket) maupun beli via mesin. Petunjuk pembelian tiket via mesin sangat mudah
diikuti sepanjang kita mau membaca petunjuknya. Ada yang lain? O ya ... Pintu masuk umumnya berupa pintu otomatis. Sepanjang kita punya tiket yang masih berlaku dan kita tempelkan di scanner-nya, pintu akan terbuka otomatis dan kita tinggal masuk. Petugas jaga pintu ada tidak? Ada sih, hanya saja petugas biasanya tidak memeriksa tiket. Seandainya pintu tidak terbuka setelah tiket ditempel di scanner, petugas akan membantu mengatasi kejadian tersebut. Bisa jadi penumpang salah meletakkan tiket, bisa jadi saldo tiket tidak mencukupi untuk naik kereta dan seterusnya. Intinya, mesinlah yang bekerja, bukan manusia. O ya ... T
empat parkir di stasiun umumnya juga tersedia. Untuk stasiun yang berada di dalam tanah, sudah pasti tempat parkir kendaraan yang disediakan bukan di dalam tanah hehehe ... Umumnya, ada parking garage yang tersedia di permukaan tanah dan penumpang kereta bisa meninggalkan kendaraan mereka di parking garage sebelum mereka menuju stasiun bawah tanah untuk melanjutkan perjalanan. Sudah pasti ada tarif parkir untuk kendaraan yang diparkir di stasiun. Untuk stasiun Skokie, tiket parkir kendaraan bisa dibeli lewat mesin. Caranya bagaimana? Kita melihat nomor (spot) ken
daraan kita. Setelah itu, kita membeli tiket parkir untuk spot nomor itu di mesin pembelian token/tiket. Mesin akan memberikan instruksi dengan jelas dan kita tinggal mengikutinya. Setelah transaksi di mesin selesai, kita akan menerima token/coin yang perlu kita masukkan di loker yang memiliki nomor yang sama dengan spot yang kita pakai. setelah token masuk, kendaraan pun aman. Na ... Tiket kereta sudah di tangan, kendaraan yang parkir sudah dibayar, sekarang, ngapain lagi ya? Kita siap masuk peron dan siap naik kereta api. Jangan lupa, kita musti siap turun di stasiun transit dan ganti jalur kereta sebelum sampai di tempat tujuan. Agar tidak tersesat, baca petunjuk jalur kereta yang kita akan tuju. Dimana
informasinya bisa didapatkan? Dimana saja bisa. Bisa dengan cara online, bisa dengan membaca jadwal di papan informasi yang dipasang di stasiun, bisa juga dengan membaca di leaflet dan bahkan kita juga bisa membaca infonya di dalam kereta setelah kita naik. Menarik bukan? Bagaimana kalau kita haus atau kita ingin beli snack? Adakah penjual di stasiun yang bisa kita jumpai? Penjual sih umumnya tidak ada. Yang seringkali ada adalah vending machine. Apalagi ya? Stasiun disini umumnya bersih, aman dan tepat waktu. Meski kereta apinya penuh sesak, jarang ada kejahatan pencopetan terjadi di sini. Terus? Yang jelas, aku hepi saja bisa naik kereta api kembali setelah hampir setahun tidak menaikinya hehehe ...
Sunday, July 7, 2013
Saturday, July 6, 2013
SUMMER ROAD TRIP 2013: BOAT TOUR - CHICAGO
Setelah sampai kembali di stasiun Skokie, 6 Juli 2013, kami bertiga segera bersiap menunggu kereta komuter yang akan membawa kami kembali ke downtown kota Chicago. Jam menunjukkan angka 3 sore. Setelah sepagian dan sesiangan tadi kami menghabiskan acara di Madison dan M
ilwaukee Madison , sore ini kami berncana berjalan-jalan kembali di downtown Chicago. Saat kereta datang (berwarna kuning - yellow line) kami segera naik dan kereta pun membawa kami ke Howard (stasiun terakhir untuk kereta yellow line). Kami kemudian naik subway (red line) dan turun di stasiun Lake. Dari stasiun Lake kami kemudian naik ke permukaan (karena stasiun berada di dalam tanah) dan segera bertemu kembali dengan suasana kota besar Chicago. Kami segera mencari jalan Michigan dan menyusurinya sampai kami bertemu dengan jembatan yang membentang di atas kali. Kali inilah yang kami cari hehehe ... Ya ... Seperti rencana kami sebelumnya, sore ini kami ingin naik kapal dan berkeliling k
ota Chicago dengan menyusuri kali ini. Segera kami mencari tempat penjulan tiket dan mengantri untuk mendapatkannya. Tempat penjualan tiket yang tersedia kan gak cuma satu, jadi kami punya beberapa pilihan. Kami kemudian menjatuhkan pilihan ke Wandela Tour dan membeli tiket di counter agen penyedia layakan boat tour ini. Antrian tidaklah terlalu panjang. Ini cukup mengherankan, mengingat kami datang di hari Sabtu sore dan kami juga ke Chicago di saat liburan musim panas tengah berlangsung. Mungkin karena agen penyedia tiket gak hanya satu, atau mungkin juga ada banyak pilihan jam berwisata dengan boat yang
menyebabkan antrian tidak panjang. Entahlah. Yang jelas, kami membeli tiket dengan harga 28 dolar per orang per. Dalam website yang kami baca, tur yang kami ikuti akan berlangsung sekitar 75 menitan. Kami akan menyusuri sungai dan melihat arsitektur gedung yang berdiri di sepanjang sungai yang kami lalui. Hmmm ... Nampak menarik bukan? Karenanya, setelah tiket kami peroleh, kami segera mengantri bersama calon peserta tour sore ini dengan berbaris di dekat dermaga buatan. Kami sempatkan mengambil gambar karena pemandangan yang sangat indah ada di sekeliling kami. Gedung-gedung besar, tinggi menjulang (bertingkat) berbaris di sepanjang sungai. Sungai diapit bangunan di kedua sisinya. Sungai menjadi jantung bagi deretan gedung
tersebut. peserta tiur lain juga mengambil gambar saat menunggu kapal datang. Beberapa kapal lalu lalang di depan kami. Kapal pesiar besar, kapal berukuran sedang dan kapal kecil nampak mondar-mandir di sungai. Ketika kapal yang akan kami naiki bersandar, kami pun bersiap menaiki kapal dengan menunjukkan tiket kami kepada petugas. Satu per satu penumpang naik kapal dan di dek kapal tersedia banyak deretan kursi yang bisa dipilih. Mamaku memilih duduk di tengah depan sendiri. Sementara papaku memilih duduk di sisi kiri agar bisa mengambil gambar dengan leluasa. Bagaima
na dengan aku? Aku memilih duduk di dekat mama. Saat semua penumpang sudah naik kapal, tour guide mengumumkan kepada para penumpang bahwa kapal akan menyusuri sungai selama 75 menit. Apabila ada penumpang yang memerlukan pergi ke restroom, para penumpang dipersilahkan turun dari dek dan masuk ke badan kapal. Di situ juga tersedia restoran. Kalau penumpang perlu mencari makanan ringan atau minuman, mereka bisa kesitu. Sesat kemudian kapal mulai berjalan menyusuri sungai ini. Kami yang duduk sama sekali tidak merasakan berjalan di atas air. Kapal sangat stabil dan kami merasa duduk dengan nyaman. Suangai ini memang lumayan tenang dan jelas bersih dari sampah. Meski warna airnya coklat, tidak ada sampah sedikitpun yang terlihat di sungai ini. Tour lader menjelaskan sejarah gedung-gedung yang kami lew
ati, termasuk kapan didirikan, siapa arsitek-nya, kekhasan gedung tersebut apa dan seterusnya. Kami, para peserta tur, mendengarkan penjelasan ini dengan antusias. Terus terang, aku tidak melihat ada penumpang yang ngobrol sendiri selama penjelasan berlangsung. Bahkan, mereka yang memotret pun tetap mendengarkan penjelasan tersebut. Ya ... Tour ini seperti menunjukkan padaku betapa profesionalnya para pengelola boat tour sekaligus betapa beretikanya para peserta tour dengan memberikan penghargaan kepada tour leader dengan cara mendengarkan. Memang sepertinya sepele, mendengar tour leader berbicara, namun kalau tidak dilatih, mana bisa kita memiliki etika seperti itu? Hehehe ... Aku kok jadi serius gini ... Dari penjelasan tour leader, aku tahu bahwa bangunan
yang berdiri di sepanjang sungai memiliki fungsi yang berbeda beda, seperti perkantoran (bank, surat kabar, real estat, kantor pos, firma hukum, dsb), tempat tinggal (apartment), sekolah (univeritas), rumah sakit, pusat olahraga, tempat ibadah dan masih banyak fungsi lainnya. Gedung-gedung tersebut memiliki umur yang tidak sama, model yang tidak sama dan sejarah yang berbeda-beda pula. Dari penjelasan tur leader jugalah kami tahu bahwa dulunya sungai ini sangat tercemar. Saking tercemarnya, sungai ini menjadi pengantar api yang baik saat terjadi kebakaran hebat yang melanda kota Chicago ini. Ya ... Api menyebar dengan cepat saat melewati sungai. Api yang teorinya padam oleh air,
ternyata tidak demikian adanya. Ini disebabkan karena sunagi tercemar zat kimia yang ternyata mampu menjadi penghantar panas yang baik. Hampir semua gedung terbakar dan menyisakan duka yang mendalam bagi semuanya. Pemerintah kota kemudian mencari solusi setelah peristiwa tersebut. Sambil membangun kembali aneka gedung yang berjajar di tepi sungai, pemerintah membersihkan air sungai dari aneka zat yang menyebabkan pencemaran. Upaya keras pemerintah membuahkan hasil. Sungai menjadi bersih dan sehat serta bermanfaat bagi banyak pihak. Pemerintah kota juga menjadikan sungai sebagai salah satu tujuan wisata di kota Chicago ini sampai dengan saat ini. Ya ... Sangat menarik mendengar se
mua cerita tersebut, mengingat apa yang kami lihat sekarang adalah Chicago yang bersih, metropolis dan ramah. Di beberapa spot, kapal berhenti sebentar dan memberikan kesempatan kepada peserta tour untuk mengambil gambar. Ini persis dengan yang kami alami saat kami berada di NY. Kami naik kapal pesiar dan mengikuti tur yang bertemakan wisata arsitektural alias wisata gedung hehehe ... Saat kapal kembali menuju dermaga, hari sudah semakin petang. Tur yang dimulai pukul 6.30 ini berakhir di jam 8 malam. Matahari tidak lagi kelihatan karena tertutup gedung yang menjulang tinggi. Kami pun kemudian duduk di kursi di dek dan menikmati tiupan angin yang terasa menyejukkan badan. Saat kami
turun dari kapal, kami kemudian bersiap kembali menuju ke stasiun. Kami berjalan kaki dengan santai sambil mencari rel yang ada di atas jalan raya (monorel). Saat kami kemudian menemukan stasiun, kami segera mencari petunjuk dimana kami bisa naik kereta menuju Howard. Ketika kereta datang, kami pun naik dan kereta membawa kami menuju Howard. Sampai di stasiun Howard kami menunggu datangnya kereta kuning yang akan membawa kami ke stasiun Skokie. Saat kereta datang, kami kemudian menaikinya dan kami turun di stasiun Skokie. Keluar dari stasiun, kami berjalan menuju ke kendaraan dan bersiap kembali ke penginapan. 5 menit saja berkendara, kami sudah sampai di penginapan. Wa senengnya ... Kami segera beristirahat dan membersihkan badan. Kami persiapkan energi kami untuk petualangan hari berikutnya ....
SUMMER ROAD TRIP 2013: MILWAUKEE WISCONSIN
Setelah menikmati makan siang di "Nick's" Madison, kami pun kemudian menikmati pemandangan downtown Madison sebentar sebelum kembali ke parking garage. Waktu 2 jam di Madison memang terasa kurang,
namun kami musti menuju tempat lain sesuai jadwal yang kami buat. Akan kemanakah kami? Kami berencana ke kota Milwaukee. Dari Madison, Milwaukee bisa ditempuh dalam waktu 1 jam lebih sedikit. Kenapa kami me kota itu? Karena mama dan papa merencanakan mengunjungi salah satu universitas yang bernama Marquette University. Kenapa universitas ini yang dikunjungi? (1) Karena universitas ini adalah salah satu universitas swasta yang lumayan bagus mutunya (2) Jarak tempuh Milwaukee ke Chicago hanyalah 1 jam - jadi, ketika kami pulang nanti,
jarak tempuhnya nggak terlalu jauh (3) pelatih basket putra Indiana University kan pernah juga ngelatih basket di Marquette University ini (4) Sekolah ini dikelola oleh Jesuit - yang juga mengelola Loyola University Chicago (5) Memang kami pingin lihat Milwaukee hehehe ... Ya sudah ... Ada banyak alasan untuk berkunjung bukan? Kami segera meninggalkan Madison yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk ini. Di sepanjang jalan dari downtown Madison sampai highway, kami tidak menjumpai banyak kendaraan. Ya ... Saat kami berkunjung Madison memang suasananya (termas
uk kotanya sepi), jadi, kami nggak merasa terburu-buru sebenarnya. Namun demikian, agenda kami ke kota lain menjadikan kami harus segera keluar kota Madison ini. Di highway dari Madison menuju Milwaukee kami lihat banyak padang luas yang terasa panas. Tidak banyak hal lain yang berbeda dari saat kami berangkat dari Chicago menuju Madison tadi pagi. Sebentar saja berkendara, kami melihat kota Milwaukee yang sangat berbeda dengan Madison. Gedung tinggi nampak menjulang dan lalu lintas terlihat lumayan padat. Kami tahu dan bisa merasakan bahwa Milwaukee
lebih besar dari Madison, meski Madison adalah ibukota negara bagian Wisconsin. Kami pun kemudian masuk ke pusat kota dan menemukan gedung menjulang bertuliskan Marquette University. Meski GPS belum meminta kami berhenti, papa memutuskan untuk menghentikan kendaraan di salah satu ruas jalan. Kata papa, mungkin ada banyak gedung Marquette University di tempat ini, namun kami memilih berkunjung ke gedung ini saja. Segera kami keluar kendaraan setelah papa memarkir kendaraan di tempat yang sudah ditentukan. Ke
betulan kami mendapat tempat parkir di pinggir jalan dan di bawah pohon. Papa segera membaca petunjuk parkir yang ada di situ dan segera mengisikan koin di parking meter yang ada di sidewalk. Setelah itu, barulah kami bisa berjalan-jalan dengan aman. Ya ... Jelas kami nggak mau mendapat tiket/denda karena kendaraan tidak diparkir semestinya. Makanya, setiap kali masuk sebuah kota, kami akan cari info dimana lokasi parkir untuk umum atau publik atau visitor. Emangnya
info ini ada? Ada ... Di internet selalu tersedia info ini. Kalau pun nggak sempat cari di internet, baca aja petunjuk parkir yang ada dimana-mana. Pasti ada. Jadi, yang penting adalah mau membaca. Lalu, apa yang kami lakukan di Marquette University? Yang jelas, kami melihat-lihat gedung ini dan pemandangan di sekitarnya. Gedung tinggi ini berseberangan dengan gedung perpustakaan kota ini. Di depan gedung ini nampak trotoar yang berfngi sebagai pemisah jalan yang lumayan besar. Di trotoar ada patung dan tugu (prasasti) yang lumayan informa
tif. Kami hanya sebentar saja berada di Milwaukee ini. Kami hanya sempat masuk ke dalam library kota yang besar sekali dan sangat bersih. Jelas di dalam library kami merasakan suhu udara yang adem hehehe ... Kami hanya melihat dari jauh koleksi buku di dalam library ini. Menurutku, gedung yang dipergunakan oleh library ini umurnya dah ratusan tahun. Sebab, gedung ini mirip dengan capitol hill atau gedung bersejarah lain yang terawat sangat baik di negera ini. Gedung-gedung itu hampi
r mirip dan bentuknya sangat khas. Maka, kubilang gedung library di Milwaukee berumur ratusan tahun ... Sesudah kami merasa cukup berada di dalam perpustakaan, kami kemudian melanjutkan acara jalan-jalan dengan melihat aneka pemandangan di sekitar gedung Marquette University. Kota Milwaukee nampak tenang meski kota ini merupakan kota besar. Gedung tinggi menjulang dimana-mana. Kota ini nampak memadukan aristektur modern dan klasik. Selain rapi dan bersih, kota ini juga indah. Kami tidak men
jumpai homeless di sini. Jadi, kesan kumuh nggak terasa meski kami berada di kota besar. Setelah puas berjalan-jalan, kami pun segera kembali ke kendaraan dan bersiap menuju Chicago kembali. Ya .. Kami memang hanya menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini. Masih ada tempat yang perlu kami datangi sore ini, sesuai dengan rencana kami sejak awal. Kami pun masuk ke kendaran dan melepas lelah sejenak sambil menyantap bekal yang kami bawa. Papa kemudian menset GPS. Menurut GPS yang disetel papa, waktu tempuh dari Milwaukee ke Stasiun Skokie kurang
lebih 75 menit. Kami pun kemudian bersiap kembali ke Illinois dan menikmati perjalanan antara Milwauke dan Skokie. Saat kami menemukan sign berbunyi "thanks for visiting Wisconsin", kami tahu kami sudah sampai di perbatasan kedua state (Wisconsin dan Illinois). Kami berharap kami bisa menemukan welcome center sebagai tanda kami sudah memasuki Illinois. Namun kami tidak menemukan itu. Yang kami lihat adalah papan info di pinggir jalan yang berbunyi "welcome to Illnois". Niat unt
uk ambil gambar dengan latar belakang tulisan Illnois pun batal hehehe ... Kami heran dan penasaan dimana kami bisa menemukan welcome center untuk state Illinois ini. Berdasar perjalanan yang pernah kami lakukan dari Indiana ke Illnois maupun dari Michigan ke Illinois ataupun dari Wisconsin ke Illinois kok belum ada satupun welcome center yang bisa disinggahi dan diambil gambar sebagai background foto hehehe ... Sudah pasti kami penasara. Tapi gak papa ... Siapa tahu nanti kami bisa mene
mukan itu saat kami berjalan-jalan ke state lainnya yang berbatasan atau melintasi state Illinois. Yang jelas, saat kendaraan kemudian memasuki jalan tol kembali (selepas highway antar state), kami tahu sebentar lagi kami akan sampai di stasiun Skokie. Dan benar saja dugaan itu. Saat kami sampai di stasiun Skokie jam menunjuk angka 3.30 pm. Segera kami memarkir kendaraan dan menunggu kereta komuter yang akan membawa kami ke Chicago. Mau ngapain kami di Chicago? Seperti yang kuceritakan sebelumnya, sore ini kami akan naik kapal menyusuri kali di dalam kota Chicago ... Hore ...
SUMMER ROAD TRIP 2013: LUNCH AT THE "NICK'S" MADISON
Mengelilingi kota Madison yang panas di hari Sabtu tanggal 6 Juli 2013, memang sangatlah menyenangkan. Namun, kegiatan berjalan-jalan di siang hari bolong ini sungguh membuat kami lapar hehehe ... Kami memang sempat menyantap bekal, namun i
tu semua tidak mampu membuat perut kami kenyang. Lagian, mama memang sudah sejak awal mengatakan, kami akan menikmati makan siang di salah satu tempat di Madison sini. Jadi, pas banget saatnya bagi kami untuk mencari tempat makan setelah sekitar 30 menit berjalan-jalan. Meski ada banyak street vendor yang menawarkan aneka jajanan di depan Capitol Hill, kami memilih untuk mencari tempat makan lain (bukan beli makanan dari pedagang dadakan seperti yang kami lihat siang ini). Ada banyak deretan tempat makan yang bisa kami jumpai di sekitar Capitol Hill ini. Aneka tempat makan tersebut menempati ruang atau bangunan yang berderet rapi di sepanjang jalan di depan atau samping atau belakang Capitol Hill. Umumnya mereka menyediakan makanan khas US (burger, sandwich, pizza dan seterusnya). Kami kebetulan juga tidak melihat tempat jajan cepat
saji yang merupakan member chain restaurant. Kami lihat ada banyak restoran yang juga menyediakan set meja dan kursi di luar ruang. Jelas set meja kursi ini tidak mengganggu pejalan kaki. Meski di luar ruang, kursi dan meja tidak menempati sidewalk/trotoar. Masing-masing restoran juga memajang menu mereka di luar ruang. Selain daftar menu, mereka sudah pasti mencantumkan harga jualnya. Jadi, kami merasa terbantu dengan adanya info ini. Saat kami kemudian menemukan papan menu yang menarik hati (termasuk harganya hehehe ...) kami kemudian memutuskan masuk ke dalam tempat makan ini. Tempat makan ini bernama "NICK". Mirip dengan nama tempat makan yang ada di Bloomington, tetapi sudah pasti berbeda hehehe ... Saat kami masuk, seorang petu
gas bertanya mau makan di dalam atau di luar resto. Kami memilih di dalam saja. Kenapa? Karena udara terasa lebih adem hehehe ... Ya ... AC restoran kan dinyalakan, jadi udara terasa adem. Lalu petugas bertanya lagi, berapa orang yang akan makan? Kami menjawab kompak, 3 orang. Setelah itu petugas mempersilahkan kami duduk dan mengatakan akan mengambilkan buku menu. Sambil menunggu petugas datang, kami melihat tempat ini sepintasan. Ada lumayan banyak pengunjung restoran di siang hari ini. Ada yang memilih duduk di dalam seperti kami, ada juga yang memilih duduk di luar ruang. Dining room yang tersedia ternyata besar juga. Satu meja panjang dengan deretan kursi di depannya (meja bar) juga nampak ada di situ. 2 set televisi dengan siaran olahraga ya
ng distel membuat suasana restoran ini lumayan menyenangkan. Lalu, deretan set kursi dan meja tertata rapi di dalam dining room ini. Pengunjung restoran nampak asyik menyantap aneka menu yang mereka pesan. Ada pengunjung yang datang bersama teman namun tak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga. Saat petugas datang dan memberikan buku menu, petugas menanyakan apa yang kami pesan untuk kami minum. Seperti biasa kami memesan air saja. Setelah itu petugas meninggalkan kami dan memberi waktu pada kami untuk meilha-lihat menu yang mereka punya. Aku memilih burger. Papa juga memilih burger. Mama memilih sandwich (tuna). Semua pesanan burger maupun sandwich disertai dengan kentang goreng, jadi piring kami nggak akan mlompong banget hehehe .... Saat petugas datang mengantar air es, kami sudah siap memesan. Segera sa
ja petugas mencatat pesanan kami. Kira-kira 10 menit menunggu, pesanan kami sampai di meja. Porsi untuk setiap menu yang kami pesan ternyata lumayan besar. Tanpa menunggu lama, kami segera menyantap apa yang ada di depan kami dengan nikmat. Bagaimana rasanya? Enak juga ternyata hehehe ... Maklum, kami lapar berat, jadinya makanan ini terasa enak. Kami sebetulnya lebih suka membeli makanan yang ditawarkan resto lokal seperti ini. Maklum, rasa yang mereka sajikan "berbeda" dibandingkan kalau kami membeli makanan dari resto franchise. Seperti ketika kita membeli soto. Kita tahu kita bisa membeli soto di hampir setiap daerah. Na ... Soto asli masing-masing kota/daerah tersebut layak untuk dicicipi, karena ada kekhasan rasa yang tidak dijumpai di tempat lain. Burger pun demikian. Rasa burger bisa berbeda-beda karena olahan masing-masing restoran lokal umumnya memang tidak sama. Karena itu, saat kami menikmati pesanan kami di Nick's
siang ini, kami tahu tempat makan ini memang OK. Sebagai informasi, ada situs yang bisa diakses kalau ada yang pingin tahu lokasi, menu dan sejarah restoran ini. Restoran yang beralamat di 226 State Street Madison ini rupanya dah lumayan berumur. Silahkan baca sendiri di situs ini http://www.nicksrestaurantmadison.com Berapa lama kami bersantap disitu? Kurang lebih 30 menitan. Apakah kami sanggup menghabiskan apa yang kami pesan? Hanya mama yang tidak sanggup hehehe ... Kentang dan sandwich pesanan mama separuhnya dibawa pulang. Caranya? Seperti biasa, kami meminta to go box kepada petugas. Setelah kami merasa cukup berada di Nick's, papa memberesi tagihan dan kami pun meninggalkan Nick's dengan perut kenyang. Kami lanjutkan kembali acara meng-explore kota Madison sebelum kami kembali ke parking garage dan melanjutkan perjalanan kami ke kota berikutnya yaitu Milkwaukee.
SUMMER ROAD TRIP 2013: MADISON WISCONSIN
Yay ... Akhirnya sampai juga kami di kota Madison, ibukota negara bagian Wisconsin. Setelah
menempuh perjalanan selama hampir 3,5 jam dari Chicago (normalnya jarak tempuh Chicago - Madison 3 jam), kami sampai di downtown kota Madison. Hari ini hari Sabtu tanggal 6 Juli 2013. Cuaca lumayan panas, sesuai dengan musim panas kali ini hehehe ... Ya ... Juli merupakan puncak summer untuk musim panas, mengingat musim ini dimulai sejak akhir minggu ketiga bulan Mei dan akan berakhir di minggu ketiga bulan September. Suhu panas ini menjadi alasan bagi kami untuk membawa topi (dan bahkan payung bagi mama) hehehe ... Sebagai infomasi saja, sebenarnya memakai payung saat musim panas seperti ini sangatlah tidak lazim. Maklum, orang-orang sini sangat senang dengan musim panas dimana mereka bisa keluar rumah dengan leluasa dan berjemur. Jadi, nggak pas banget berpayung di siang hari yang panas hehehe ... Ya ... Saat musim dingin, musim gugur ataupun musim semi, suhu udara tak selalu bersahabat seperti ini. Maksudnya? Kalau ketig
a musim (selain musim panas) sedang drop suhunya, otomatis tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan orang di luar rumah. Na ... Musim panas adalah salah satu musim favorit dimana orang leluasa beraktifitas sejak pagi sampai malam. Seperti kita ketahui, musim panas memiliki siang yang panjang. Kalau mau, siapa saja bisa beraktifitas di luar rumah sejak pagi sampai malam. Hanya saja, kalau pas matahari sedang terik-teriknya, kita musti banyak minum agar tidak dehidrasi. Kalau suhu udara lebih tinggi dari suhu panas normal, sebaiknya kita jangan berlama-lama di luar ruangan agar tidak terkena heat stroke atau gelombang panas. Makanya, saat musim panas kok berpayung, terasa janggal bagi oran
g-orang sini hehehe ... Melihat mama membawa payung, mungkin orang-orang berpikir, "Musim panas kan saatnya untuk menikmati sengatan sinar matahari, kok yang satu ini malah pakai payung?" hahaha ... Mama sih tetep cuek saja hehehe ... Bagaimana dengan Madison di siang hari ini? Suhu memang nampak panas, namun ada banyak gedung tinggi di downtown ini sehingga paparan sinar matahari sedikit terhalang bangunan tinggi tersebut. Otomatis, kami gak 100 persen kepanasan. Kami juga berharap, kami bisa berjalan-jalan dengan nyaman di saat suhu terasa panas seperti ini. O ya ... Sebelum kami memulai acara jalan-jalan di downtown Madison, kami perlu memberesi urusan p
arkir kendaraan terlebih dahulu. Di dalam parking garage ini, ada lot parkir yang menyediakan parkir meter di setiap spot parkingnya. Tertera jelas berapa yang harus dibayar untuk waktu parkir yang diperlukan. Apa yang kami lakukan? Setelah memarkir kendaraan, kami memutuskan mau berapa jam (berapa lama) berada di Madison). Setelah berunding sejenak, papa dan mama kemudian memutuskan: paling lama kami akan berada di Madison 2 jam. Lalu kami melihat berapa dolar yang musti kami masukkan ke dalam parking meter ini untuk parkir selama 2 jam. Ternyata, coin yang dimiliki papa dan mama nggak mencukupi untuk 2 jam. Apa yang harus kami lakukan? kami masukkan dulu se
mua koin yang kami miliki. Kami kemudian melihat berapa lama kami bisa parkir kendaraan di tempat ini. Kami pun mencari mesin penukar uang (dari kertas ke koin) yang ada di sekitar parking garage ini. Agak lama juga mencarinya (sekitar 15 menitan) karena kami tidak bisa membayangkan seperti apa bentuknya. Ternyata mesin penukar uang ini ada di parking garage juga hehehe ... Jadilah kami menukar 5 dolar dengan koin dan memasukkannya ke parking meter (sudah tentu nggak semuanya, sesuai kebutuhan kita saja untuk ongkos parkir 2 jam). Setelah urusan parkir beres, barulah kami siap memulai acara jalan-jalan kami. Apa yang kami lihat mula-mula? Deretan gedung tinggi hehehe ... Ya ... Seperti tipikal kota besar US, downtown umumnya dipenuhi deretan gedung bertingkat (entah tinggi atau pun tidak) yang berfungsi sebagai perkantoran, tempat tinggal, restoran, museum dan sejenisnya. Gedung ini menempati blok-blok dengan nama jalan serta traffic ligt di
hampir semua perempatannya. Madison cukup bersih dan rapi. Sepi pula alias tidak banyak orang lalu-lalang di downtown ini. Entah karena sedang libur (hari Sabtu) atau memang sehari-harinya sepi, kami nggak tahu pasti. Nggak seperti downtown Chicago yang menjadi destinasi pariwisata, Madison nampaknya bukan merupakan tujuan wisata. Tak ada banyak wisatawan berjalan dan menenteng kamera seperti kami. Yang ada adalah beberapa orang yang berjalan-jalan bersama keluarga dan teman atau beberapa orang nampak makan di pinggir jalan. Ya ... Restoran kan membuka spot outdoor di saat summer seperti ini, jadi wajar ditemui pengunjung sebuah restoran makan siang di ruang terbuka (
entah dengan atap/payung/tenda maupun tidak). Kami melanjutkan perjalanan sampai kami menemukan ikon downtown Madison yaitu Capitol Hill. Dari jauh kubah Capitol Hill sudah kelihatan. Kami pun menuju kubah yang terlihat dari jauh itu. Semakin mendekati kubah, semakin banyak orang kami lihat. Lalu kami tahu, orang-orang sedang berada di sekitar Capitol Hill karena sedang ada acara disitu. Ada banyak street vendor yang berjajar dengan rapi dan menawarkan aneka produk mereka. Gak cuma makanan dan minuman, melainkan juga aneka barang lain seperti pakaian, bunga, peralatan rumah tangga, asesories dan masih banyak lagi. Semua menarik untuk dilihat diambil gamba
rnya. Ketika kami sampai di kompleks Capitol Hill, kami segera saja mengeksplorasi tempat ini. Sebuah bangunan khas negara ini (dengan kubah dan pilar besar) nampak menjadi ikon kota Madison. Semua sudut kami jadikan latar belakang foto. Kami sempatkan juga untuk duduk-duduk di halamannya yang rindang dan rapi sambil memandang keriuhan acara siang ini. Ada banyak sekali orang menikamayti santap siang mereka dengan membeli makanan di street vendor tersebut. Kami tidak ikutan membeli. Kami santap saja bekal kami sambil terus melihat kompleks ini. Ada museum, ada mall, ada restoran dan aneka bangunan lainnya di depan ataupun samping kompleks Capitol Hill ini. Ngomong-ngomong, kami masuk ke dalam Capitol Hill nggak? Nggak ... Lho kok? Iya ... Kami agak malas. Kami pernah masuk Capitol Hill yang ada di Indianapolis (ibukota state kami). Kami pikir, isi Capitol Hill di berbagai state gak akan jauh beda. Lagian, (menurutku) Capitol Hill adalah gedung
yang biasa dipakai rapat dan ngantor para senator (anggota senat) dan parlemen, jadinya, gak ada banyak yang bisa kunikmati kalo aku masuk ke dalamnya hehehe ... Papa dan mama juga tidak berkeinginan masuk ke dalam Capitol Hill ini. Mereka memilih mencari aneka simbol atau ikon yang khas dari tempat ini agar bisa dijadikan background foto hehehe ... Mau tahu seperti apa Capitol Hill yang ada di Madison? Silahkan lihat gambar-gambar yang diposting mama disini ya ... Cantik semua kan? Ya ... Madison memang cantik dan tidak bising. Konon, Madison adalah salah satu kota favorit untuk pensiunan. Nggak heran, karena tempat ini memang nampak tenang dan membuat damai siapa pun yang berkunjung.
Friday, July 5, 2013
SUMMER ROAD TRIP 2013: FROM CHICAGO (IL) TO MADISON (WI)
Sabtu pagi, 6 Juli 2013, kami bertiga sudah siap di meja makan, yang ada di penginapan, di jam 7.30 tepat. Kami siap mengawali petualangan hari ini dengan mengisi perut terlebih dahulu hehehe ... Ya ... Setelah hari Jum'at kemarin kami menempuh perjalanan dari Columbus OH menuju Chicago IL (di pagi hari hingga siang hari) dan dilanjutkan dengan berjalan-jalan di kompleks Millenium Park (sore sampai malam hari), pagi ini jadwal kami adalah perjalanan ke luar kota. Sesuai dengan
rencana yang sudah disusun papa dan mama, aku akan ikut kedua orangtuaku untuk mengunjungi state lain yang bersebelahan dengan Illinois yaitu Wisconsin. Kenapa kami memilih state itu? Karena jarak tempuhdari Chicago menuju Madison (ibu kota Wisconsin) hanyalah 3 jam. Jadi, kata mama, gak ada salahnya kan kita lihat state lain yang masih terjangkau dalam perjalanan liburan ini? Di state Wisconsin kami merencanakan mengunjungi 2 tempat. Yang pertama adalah Madison, ibukota Wisconsin, yang berjarak 3 jam dari Skokie dan yang kedua adalah Milkwauke, yang berjarak 1,5 jam dari Madison dan 1,5 jam dari Chicago. Jadi, kami menuju kota yang jauh dahulu, sebelum kami menuju kota yang dekat dengan Chicago. Menurut mama, di Madison ada capitol building yang bisa kami lihat. Sementara itu, di Milkwaukee kami akan berkunjung ke salah satu universitas,
Marquette University, dimana pelatih bola basket putra Indiana University dulunya melatih tim di sekolah ini. Masak itu sih alasannya? Sudah pasti bukan hehehe ... Kami sengaja ke Marquette University karena memang ingin melihat sekolah ini. Sama seperti Notre Dame university yang ada di South Bend Indiana atau pun Loyola University Chicago (yang kami kunjungi 2 tahun lalu), kali ini kami ingin berkunjung ke sekolah yang juga punya nama besar di negara ini. Aku memang belum sepenuhnya mengerti, tapi papa dan mama memang merencanakan akan ke situ. Jadi, aku pastinya akan ngikut aja hehehe ... Apakah seharian ini kami akan ke Wisconsin saja? Nggak-lah ... Seperti yang kuceritakan sebelumnya, setelah dari Wisconsin kami berencana ke Chicago lagi untuk naik kapal dan melihat pemandangan Chicago dari sisi lain. Kami sengaja membuat jadwal seperti itu agar ada banyak hal y
ang bisa kita lihat dalam liburan kali ini. Kalau kemarin kami baru sempat melihat satu ikon kota Chicago, kali ini kami akan melihat bagian lain kota ini tetapi tidak menghabiskan seharian ini disitu. Kata mama, musim panas sudah tentu menguntungkan kami, karena siang hari akan terasa panjang. Kalau dari pagi sampai sore (kira-kira jam 3) kami ke Wisconsin, kami masih punya waktu berjalan-jalan di Chicago dari jam 4 sampai jam 9 malam. Asal diatur dengan rapi, jadwal hari ini moga-moga bisa terlaksana. Apakah kami tidak bisa sarapan lebih pagi? Khusus hari Sabtu dan Minggu, menu sarapan baru tersedia di jam 7 pagi (hari lain sarapan tersedia di jam 6 pagi). Jadi, kami baru bisa sarapan jam 7 lebih. Lalu apa sarapan kami? Aku memilih scramble egg dan sosis, kentang serta apel. Mama memilih roti tawar dengan selai, muffin,
kentang dan jus. Papa memilih kopi, scramble egg, kentang dan roti. Sarapan yang mengenyangkan pastinya hehehe ... Sekitar jam 8 kurang, kami sudah menyelesaikan acara sarapan pagi ini. Kami menuju kendaraan dan papa menset GPS dengan alamat Capitol Hill Madison Wisconsin. Dalam GPS tertulis bahwa waktu tempuh perjalanan kurang lebih 2 jam lebih 40 menitan. Kami pun kemudian bersiap memulai petualangan hari ini. Cuaca nampak sangat cerah. Jalan yang kami lalui pun ternyata tidak sepenuhnya melewati highway. Lebih dari 30 menit setelah keluar dari penginapan, rute yang kami lalui adalah jalan dalam kota alias bukan highway. Jalan yang kami lalui tidak padat sehingga kami merasa nyaman dan bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Ketika kendaraan kemudian mengarah ke highway, kami kemudian merasa mulai melakukan perjalanan
antar kota atau state. Kami juga melewati jalan tol (jalan berbayar) dan beberapa kali ketemu dengan jalan menyempit (ada road work) yang lumayan membuat laju kendaraan menjadi berkurang. Papa mengarahkan kendaraan menuju Madison dan GPS terus memandu kendaraan untuk mengambil lajur menuju Madison ini. Pemandangan di sepanjang perjalanan pun berubah dari gedung bertingkat menjadi area luas terbuka yang tidak dihuni ataupun kota kecil dan ladang jagung atau kompleks factory outlet dan sejenisnya. Siang terasa semakin panas dan kami tahu perbatasan Wisconsin akan segera kami lalui. Benarlah apa yang kami duga. Setelah berkendara kurang lebbih 90 menit, kami ketemu dengan Welcome Center yang menandakan kami sudah masuk state Wisconsin. Sudah pasti melihat ada papa besar bertu
liskan Welcome Center, kami mengarahkan kendaraan ke kompleks tersebut untuk berhenti sejenak. Apa yang kami lakukan? Sudah pasti ambil gambar. Lho kok? Iya ... Kan di Welcome Center biasanya ada tulisan WELCOME TO(nama state) yang bisa dijadikan background foto hehehe ... Karena dah beberapa kali melakukan perjalanan antar state, kami jadi tahu bahwa kami perlu berhenti di welcome center. Selain ambil gambar, sebenarnya ada banyak hal lain yang bisa kita dapatkan disini. Misalnya saja kita bisa mendapat aneka informasi mengenai tempat wisata di state tersebut, kita bisa mendapat map gratis, kita bisa mendapat aneka info lodging dan seterusnya. Kita bisa beristirahat (menunaikan panggilan alam) dan sejenak berjalan-jalan (melemaskan kaki agar gak kaku-kaku karena lama duduk dalam kendaraan). Saat kami mamp
ir di Wisconsin Welcome Center, kami ketemu juga dengan banyak pengunjung tempat ini. Kami pun segera ke restroom dan juga mencari brosur yang kami perlukan. Setelah itu, barulah kami berpose beberapa kali. Kira-kira 10 menit berada di situ, kami kemudian kembali ke kendaraan dan siap meneruskan perjalanan. Ya ... Madison tinggal 1 jam lagi dari Welcome Center ini. Kembali papa mengarahkan kendaraan di highway dan kami ikuti petunjuk GPS. Saat kendaraan keluar dari highway dan kami melihat gedung tinggi di kejauhan, kami tahu kami sudah hampir sampai di tempat yang kami tuju. Memasuki kota Madison, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Entah karena ini hari libur atau entah karena kota ini memang sepi. Kami melihat ada danau yang berbatasan dengan kota Madison ini. Nampak menyejukkan. Kendaraan membawa kami ke downtown kota Madison karena Capitol Hill
memang berada di downtown. Sungguh kendaraan kami melaju dengan sangat santai karena tidak ada keramaian kendaraan sama sekali. Kata papa, Madison memang tidak ramai. Meski merupakan ibukota Wisconsin, tidak berarti Madison ramai. Sangan berbeda dibandingkan dengan Chicago yang sibuk dan penuh orang. Madison sangan tenang dan hanya nampak sedikit orang lalu lalang. Hmmm ... Kota ini nampak menarik. Saat GPS mengatakan "arriving at destination" kami tahu kami sudah sampai. Segera papa mencari parking garage terdekat dengan Capitol Hill. Saat papa menemukan parking garage tersebut, papa segera masuk ke dalamnya dan menemukan spot parkir yang tersedia. Hore ... Sampailah kami di Madison. Aku tak sabar ingin segera keluar dari kendaraan dan berjalan-jalan di kota ini ... Madison ... I'm coming ...
Subscribe to:
Posts (Atom)