Minggu pagi, tanggal 5 Juli tahun 2015, kami bertiga keluar dari penginapan di Alexandria dan bersiap melanjutkan perja
lanan liburan summer tahun ini di kota lain. Setelah 2 malam menginap di kota ini (Jum'at dan Sabtu), kami akan meneruskan perjalanan ke state lain. Namun demikian, kami berencana untuk mampir kembali ke Washington DC dan melihat monas (National Monument) beserta beberapa monumen lain yang ada di sekitar National Monument. Kali ini kami naik kendaraan (tidak naik metro seperti kemarin). Meski naik kendaraan, kami akan memarkir kendaraan di garasi stasiun, tepatnya di parking garage milik Union
Station (stasiun utama) Washington DC. Perjalanan dari Alexandria menuju Union Station kira-kira 20 menit. Dari penginapan, GPS mengarahkan kendaraan masuk highway sebelum
kami sampai di stasiun. Jalanan relatif masih sepi karena jam masih belum menunjuk angka 8 pagi. Sesampainya di parking garage milik Union Station, kami kemudian memasuki bagian dalam stasiun sebelum akhirnya kami keluar stasiun. Ya ... Parking garage memang menyatu dengan stasiun sama seperti parking garage yang menyatu dengan mall (pusat perbelanjaan). Meski masih pagi, statiun sudah nampak
dipadati calon penumpang. Antrian di depan loket Amtrak terlihat lumayan panjang. Penumpang datang dan penumpang pergi nampak hilir mudik di hallway stasiun. Deretan kios makanan sudah buka dan wangi aroma berbagai jenis penganan tercium dari jauh. Kami melihat renovasi sedang dilakukan di bagian dalam stasiun. Saat kami keluar stasiun, kami segera melihat ikon stasiun berupa lonceng besar dan juga patung di depan stasiun. Lantai terakota berwarna merah menjadi ciri khas lain stasiun ini. Kesibukan nampak di depan
stasiun. Bus atau kendaraan pariwisata nampak berjajar, baik untuk menaikkan maupun menurunkan stasiun. Demikian pula kendaraan pribadi. Kami jadi teringat saat tahun 2010 kami kemari. Waktu itu kami naik Amtrak dari Baltimore dan turun di Union Station sebelum memulai acara jalan-jalan dari museum ke museum. Kami ingat sekali, waktu itu perjalanan dari stasiun menuju kompleks museum terasa lama dan jauh hehehe ... Kali ini kami sudah lebih siap dan lebih bersemangat menyusuri kembali rute
yang nyaris sama dengan rute yang kami tempuh 5 tahun yang lalu ... Kami juga beruntung karena pagi ini cuaca terasa bersahabat (tidak mendung tetapi tidak terasa panas juga) ... Yuk mari kita berjalan-jalan menuju National Monument dengan mengambil start dari Union Station hehehe ... Mumpung hari masih pagi ... Mumpung kami masih kenyang ... Mumpung jalan raya masih lumayan sepi (meski sudah banyak warga yang berjalan-jalan, bersepeda, jogging dan juga duduk-duduk menikmati pagi di hari ini) ...
Sunday, July 5, 2015
Saturday, July 4, 2015
SUMMER ROAD TRIP 2015: VA - AROUND ALEXANDRIA
Masih di hari Sabtu tanggal 4 Juli tahun 2015. Setelah menyerah pada hujan di Washington DC, kami bertiga kembali ke Alexandria dengan menumpang kereta (Metro) dan mengganti pakaian kami yang basah untuk kem
bali melanjutkan acara jalan-jalan di hari ini. Meski sedikit mendung, kami melihat matahari masih nampak dan membagi sinarnya. Kami bertiga kemudian meluncur menuju ke sebuah taman di kota Alexandria ini yang berjarak kurang lebih 10 menit dari penginapan. Kami tahu taman ini dari mana? Saat semalam kami makan malam di sebuah warung makan Jepang, kami kan melihat warung makan ini menghadap ke kali ... Jadi, kami memutuskan untuk datang kemari hehehe ... Jalan raya yang kami lalui tidak
terlalu ramai namun masih banyak kendaraan berlalu lalang. Dalam situsnya (
http://www.visitalexandriava.com/) Alexandria menawarkan banyak hal yang menarik hati. Saat semalam kami memasuki perbatasan kota Alexandria kami langsung merasa krasan karena kota ini terasa ramah. Berbatasan dengan Washington DC, kota ini termasuk kota favorit untuk ting
gal dan juga berwisata. Mereka yang tinggal di Alexandria dan bekerja di Washington DC memiliki banyak pilihan transportasi baik pribadi maupun umum. Bagi kami, kota Alexandria terasa sedap dipandang mata karena cantik, bersih dan tertata rapi. Bangunan dengan arsitektur dan warna menarik berjajar di sepanjang jalan yang kami lalui. Kami merasa aman-aman saja saat mulai memasuki kota ini. Sewaktu menuju ke warung makan untuk makan malam bersama om Yanto, tante Melia dan Cherish semalam, kami melewati downtown kota Alexandria yang menarik hati. Deretan toko dan ju
ga warung makan plus penginapan nampak ramai didatangi wisatawan. Kami sempat melihat ada trolley (yang teryata gratis) yang hilir mudik di pusat kota ini dan sepertinya trolley juga berhenti di beberapa point of interest. Na ... Melihat wajah Alexandria yang sepintas nampak cantik (semalam), kami ingin melihat secara lebih dekat tentunya. Rencananya, kalo bukan hari ini, kami akan melihat kota Alexandria di hari Minggu pagi, sebelum kami melanjutkan perjalanan ke kota lain. Namun, karena hari ini hujan turun di DC, kami memutuskan untuk melihat Alexandria di hari Sabtu m
alam ini. Kota lama Alexandria, demikian julukan yang diberikan untuk kota ini, kata papa kok hampir mirip dengan Nashville di Indiana yang juga memiliki ciri khas seperti itu. Hanya saja, Alexandria lebih besar dan nggak melulu mencerminkan lokal product (baik produk kerajinan maupun pangan) melainkan sudah lebih beradaptasi (dengan kultur lain) dan terasa lebih modern. Deretan kios yang menawarkan aneka souvenir dan juga banyaknya pilihan warung makan yang menjajakan aneka jenis panganan (dari berbag
ai negara - utamanya dari Italia, Jepang, Korea, Thailand, Meksiko, dll) nampak mengundang siapapun untuk mau mampir atau bahkan membelinya/mencicipinya. Di salah satu ruas jalan di downtown Alexandria, lokasinya masih di sepanjang jalan King (King Street), nampak deretan pertokoan (cabang merk ternama untuk produk pakaian, sepatu, tas dan seterusnya) yang seolah melengkapi kecantikan kota ini. Demikian pula aneka atraksi menarik yang bisa dilihat di Waterfront (tak jauh dari d
owntown) seolah memanjakan para wisatawan yang tengah menikmati kecantikan kota Alexandria ini. Sebelum berjalan-jalan di downtown kota Alexandria, kami sempatkan berjalan-jalan terlebih dahulu di sebuah taman yang bernama taman Tide Lock (Tide Lock Park). Saat kami sampai di parking lot taman ini, kami melihat kali di area ini yang seolah berbatasan langsung dengan taman ini. Kapal nampak berlayar di atas kali yang lumayan besar ini. Taman tertata dengan sangat rapi dan bersih seperti layaknya standard taman di negara ini. Side
walk-nya nyaman dipergunakan plus fasilitas lain seperti bangku taman, gelaran rumput untuk piknik, monumen (miniatur National Monument di Washington DC) dan yang lainnya seolah mengundang kami untuk berlama-lama berada disini. Sudah tentu kami berjalan mengelilingi taman ini dari ujung ke ujung untuk melihat apa isi taman ini dan kemudian duduk sebentar menyaksikan sore yang hampir tenggelam. Mendung yang menggelayut di angkasa seolah menutupi matahari yang akan
terbenam sebentar lagi. Kalau saja tidak terhalang mendung, sunset akan terlihat sangat indah dari taman ini. Kami melihat ada banyak pengunjung yang mulai berdatangan. Sepertinya, akan ada kemeriahan pesta kembang api yang bisa dilihat dari taman ini (di malam hari ini). Kan hari ini bertepatan dengan HUT kemerdekaan negara ini? Seperti di Washington DC, kota Alexandria pun mempersiapkan kemewahan pesta kembang api malam ini. O ya ... Di pinggiran kali ini ada banyak bangunan yang menarik hati untuk dicermati. Arsitektur bangunan yang indah seolah menegaskan bahwa bangunan yang ada adalah pelengkap keindahan di sepanjang kali yang bernama Potomac River. Salah satu situs (http://www.visitalexandriava.com/things-to-do/outdoor-activities-and-wellness/parks/) mengatakan begini : Tide Lock Park is home to the "
Promenade Classique," a neoclassical sculpture among waterfalls and pools by French sculptors Anne and Patrick Poirier. Ya ... Penataan taman yang menjadi bagian dari kota lama atau kota tua Alexandria memang dilakukan secara serius. Masyarakat yang ingin berolahraga maupun berekreasi di sini tentunya tidak perlu mengeluarkan biaya karena taman ini gratis untuk dinikmati para pengunjungnya. Demikian pula mereka yang ingin menikmati wisata dengan cara berjalan-jalan menyusuri downtown kota Alexandria pun denga
n bebas bisa menikmatinya kapan saja. Mata seolah dimanjakan dengan suguhan atraksi alam yang nggak membosankan. Ah ... Liburan di Alexandria ini memang terasa menyenangkan. Gak bosan rasanya berada disini berlama-lama hehehe ... Hanya saja, gelap akan segera datang. Kami musti kembali ke penginapan karena besok pagi masih ada tempat lain yang perlu kami kunjungi. Jam sudah menunjuk angka 9.30 malam dan perut kami pun sudah mulai keroncongan. Ya ... Dari Washington DC tadi kami belum sempat menikmati makan malam. Kok nggak mampir ke salah satu warung makan yang ada di downtown Alexandria? Kami masih memiliki bekal yang perlu kami habiskan di penginapan hehehe ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - METRO (COMMUTER TRAIN)
Smithsonian train station ... Inilah tempat kami turun dan naik kereta komuter yang lazim disebut dengan metro. Saat berangkat dari stasiun Van Dorn yang ada di kota Alexandria tad
i pagi, kami mengawali perjalanan ke DC dengan membeli 3 tiket (dalam bentuk kartu) di mesin yang tersedia. Kemudian kami masuk ke stasiun dengan menempel kartu tersebut di card reader (mesin pembaca) yang secara otomatis akan membukakan gate untuk penumpang. Kami kemudian menunggu kedatangan kereta sekitar 5 menitan. Pagi itu stasiun lumayan sepi karena mungkin bertepatan dengan weekend (Sabtu pagi). Saat kereta datang, kami menaiki gerbong terdekat yang membuka dan menutup pintunya secara otomatis. Waktu n
aik dan turun dari gerbong tidaklah lama (sekitar 30 detik - 1 menitan). Karena sepi, kami tentu tidak tergesa-gesa. Kami kemudian menempati bangku kosong yang tersedia. Kereta melaju dan berhenti di beberapa stasiun untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Selain melewati terowongan, kereta juga melewati rute di atas jalan raya. Sekitar 20 menit kemudian, kami sampai di stasiun Smithsonian. Stasiun yang berada di kompleks museum (yang dikenal dengan nama Smithsonian grup ini) berada di bawah tanah (subway) sehingga kami per
lu menaiki tangga dan juga eskalator untuk bisa muncul di permukaan hehehe ... Untuk membuka pintu, kami perlu men-tap kartu kami di card reader yang tersedia di gate keluar. Sesampainya kami di luar stasiun, kami melihat deretan gedung museum ada di depan kami. Sore harinya, saat kami hendak pulang ke Alexandria, kami kembali ke stasiun Smithsonian ini. Penumpang menumpuk di stasiun dan tidak keluar dari situ karena hujan turun deras sekali. Ketika kami hendak masuk ke peron, kami mendengar petugas meminta para pengunjung stasiun untuk meninggalkan stasiun meski hujan masih turun dengan deras. Pengumuman ini tentunya ditujukan untuk penumpang yang hendak keluar stasiun. Mendengar pengumuman ini, penumpang
pun kemudian mulai meninggalkan stasiun meski mereka tahu resikonya, basah kuyup hehehe ... Para penumpang seolah menyadari bahwa stasiun terasa semakin padat meski kapasitas stasiun ini lumayan besar. Kami kembali men-tap kartu kami dan bersiap menuju ke lantai bawah di mana kereta api akan berhenti. Dengan pakaian basah kuyup, kami sempatkan mengambil beberapa gambar sebelum kereta api datang. Kami tidak melihat banyak penumpang di area tunggu ini. Saat kereta datang, segera saja kami naik gerbong dan m
encari bangku kosong. Perjalan kembali ke Van Dorn sedikit berbeda dengan perjalanan saat kami berangkat tadi pagi. Bangku kosong tidak banyak tersedia. Di saat sore menjelang dan hujan turun lumayan deras, banyak pengunjung DC yang mungkin memutuskan tidak meneruskan petualangan sore itu. Terlebih mereka yang membawa anak kecil atau balita yang nampak sudah tidak mampu menahan dingin. Agak aneh memang, di saat summer season, hujan turun tiada ampun hehehe ... Di satu sisi kami senang karena kami tidak merasakan pan
as yang teramat sangat di saat kami berjalan mengelilingi sebagian kota Washington DC ini. Di sisi lain, kami merasa acara jalan-jalan hari ini nggak bisa maksimal karena hujan seolah nggak memberi kesempatan yang lebih banyak lagi pada para pengunjung/wisatawan hehehe ... Sudahlah ... Nikmati saja perjalanan dan petualangan sore ini dengan hati gembira. Setidaknya, sudah ada beberapa tempat yang didatangi sore ini. Rencananya, kalo Alexandria nggak hujan, kami ingin meneruskan acara jalan-jalan di Alexandria
saja, utamanya di downtown kota ini. Semalam, saat kami bersantap malam di downtown kota ini, kami melewati jalan utama downtown yang cantik sekali. Kami tentunya nggak ingin melewatkan kesempatan melihat kota cantik ini. Salah satu alasan kenapa kami memilih menginap di kota ini adalah karena kota ini cantik dan tiak terlalu jauh dari DC. Karena itu, meski jam 6 kami musti masuk kereta karena baju sudah basah kuyup, kami nggak ingin menghabiskan malam dengan bersantai-santai di penginapan. Kata mama, setiap
kali liburan, kami memang sebaiknya memiliki agenda/jadwal yang fleksibel. Jadi, kalo tiba-tiba cuaca berubah, kami punya rencana cadangan yang bisa kami pilih. Seperti yang terjadi sore ini misalnya. Maunya, kami stay. Apa daya, baju sudah basah kuyup. Kami musti memutuskan segera apa yang harus kami kerjakan agar liburan tidak menjadi sia-sia ... Dan saat kami sampai kembali di Van Dorn station, hujan tidak lagi ada. Yay ... Artinya kami bisa berjalan-jalan di kota Alexandria hingga matahari terbenam ... BTW ... Metronya nyaman nggak? Sudah pasti lah ya hehehe ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - AROUND DC
Sebelum sampai di lokasi piknik berikutnya, kami sempatkan mengambil beberapa gambar di berbagai tempat yang kami lewati. Masih di hari Sabtu siang tanggal 4 Juli tahun 2015, di saat mendung datang dan pergi. Dari beberapa tempat tersebut, ada bus stop yang juga kami singgahi. Dalam gambar nampak kan seperti apa bus stop yang ada di kota Wash
ington DC ini? Lumayan bersih dan terawat pastinya. Jalur yang dilalui bus yang mampir di bus stop ini juga ada di dalam papan informasi yang dipasang disitu. Di dekat bus stop ada toko cindera mata yang khusus menjual aneka souvenir dan merchandise yang berhubungan dengan gedung putih dan kota Washington DC. Mama menyempatkan mampir ke toko tersebut sementara aku dan papa memilih menunggu di luar toko. Kami duduk di bangku yang tersedia di trotoar besar di depan toko. Trotoar besar, bersih dan nyaman dengan mudah bisa kita temukan di mana saja di negara ini. Sudah jadi standard umum bahwa trotoar untuk pejalan kaki sel
alu tersedia dan sangat nyaman untuk digunakan. Pejalan kaki bisa menikmati fasilitas ini tanpa perlu bersaing dengan sepeda atau kendaraan lain. Trotoar ya memang dirancang untuk para pejalan kaki dan bukan yang lainnya. Bangku juga banyak tersedia di trotoar. Bangku tersebut tentu bukan hanya dekorasi atau hiasan melainkan memiliki fungsi tempat rehat bagi yang memerlukan. Jadi, kalau mau berjalan-jalan berjam-jam pun, rasanya betah saja karena trotoarnya menyenangkan dan nyaman digunakan plus ada tempat istirahat yang tak kalah menyenangkan hehehe ... Kira-kira, apa yang dipero
leh mama di toko oleh-oleh tersebut? Yang gampang dibawa dan murah harganya ... Apalagi kalo bukan magnet tempelan lemari pendingin hehehe ... Dari situ kami kemudian melanjutkan acara jalan-jalan sore (karena jam sudah menunjuk angka 4 lebih) menuju ke monumen nasional. Coba perhatikan salah satu gambar yang diposting disini. Nampak kan monumen nasional yang dimaksud? Ya ... meski puncak monumen nasional sudah kelihatan dari tempat kami berdiri, jangan dikira jaraknya dekat hehehe ... Kami musti berjalan kurang lebih 5 menitan (atau bahkan lebih) untuk bisa sampai ke tempat itu. Bersama dengan para pengunjung ibukota negara ini,
kami bersemangat untuk berjalan menuju monumen nasional tersebut. Apa daya, menjelang kami sampai di monumen nasional tersebut, rintik hujan semakin besar saja. Sesampai di halaman monumen nasional, kami sempatkan mengambil gambar sebentar sebelum kami meneruskan perjalanan menuju Lincoln Monument. Apa daya hujan bertambah deras dan untuk bisa masuk ke kompleks Lincoln Monument, kami perlu mengantri. Di bawah derasnya hujan, kami bertahan dan mengantri untuk bisa masuk ke Lincoln Monument. Apa daya, setelah mengantri sekitar 3 menitan, jam menunjuk angka 5 sore. Petugas mengatakan monumen Lincoln tertutup untuk umum karena acara
pentas seni dan penyalaan kembang api sudah akan dimulai. Tentu kami kecewa namun kami berusaha untuk mengerti. Kemeriahan acara HUT kemerdekaan negara ini memang masih dilanjutkan semalaman ini. Hanya saja, penonton yang boleh memasuki area Lincol Monument dibatasi. Ya sudah ... Kami kemudian memutuskan kembali saja ke kota Alexandria. Hujan deras yang tercurah seolah nggak mau berhenti. Kami sudah semakin basah kuyup meski kami membawa payung kami. Ya ... Kemeriahan 4th of July yang kami ingin saksikan, tidak semuanya terealisir. Rencananya, kami ingin menyaksikan kembang api juga ... Sayang, weather nggak berpihak pada kami. Kami memutuskan untuk pulang dulu ke Alexandria dan kembali ke DC besok pagi untuk mengunjungi beberapa tempat yang hari ini batal kami datangi. Di tengah hujan deras, kami kembali ke Smithsonian Station untuk naik metro ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - WHITE HOUSE
Ini adalah tempat yang kami masukkan dalam list kunjungan kami di Washington DC. Apakah itu? Gedung Putih. Nama yang mungkin sudah sering didengar dan dibaca serta dilihat, namun belum d
ari jarak dekat hehehe ... Gedung Putih adalah tempat tinggal resmi kepala negara (maksudnya Presiden US). Pemerintahan negara ini berpusat di sini. Dalam situsnya (https://www.whitehouse.gov/), disebutkan secara jelas apa itu gedung putih dan berbagai penjelasan lain yang berhubungan dengan fungsi gedung ini sebagai pusat pemerintahan. Saat kami sampai di area gedung putih ini, dari kejauhan sudah nampak banyak wisatawan yang asyik hilir mudik dan mengambil gambar di sekitarnya. Polisi juga nampak bersiaga baik di antara kerumunan para pengunju
ng maupun di gardu monyet yang ada di dekat gedung putih. Para petugas keamanan ini ada yang mengendarai motor gede, ada yang siap di dalam mobil, ada yang naik sepeda dan ada yang berjalan kaki kesana-kemari. Kami menyempatkan diri mengambil beberapa gambar di sela-sela kerumunan pengunjung. Tentu saja pengambilan gambar ini dilakukan di luar pagar bangunan tersebut hehehe ... Ya ... Pagar yang lumayan tinggi nampak mengelilingi kompleks gedung putih yang terlihat asri dari kejauhan. Kami amati bangunan yang khas ini dari kejauhan. Kata mama, gedung putih seringkali muncul di berbagai film yan
g diproduksi di negara ini sebagai salah satu unsur "penguat" plot film tersebut. Barangkali, gedung putih yang dijadikan setting atau menjadi lokasi pengambilan gambar bukanlah gedung putih yang ada di Washington DC melainkan replika gedung putih yang dibuat di studio film. Bayangkan saja kalo sampai ada syuting film di gedung putih ... Pasti akan merepotkan sekali. Kepala negara dan staffnya mau dikemanakan hehehe ... Dengan mendatangi tempat ini, at least kami jadi tahu secara dekat "rumah dan kantor kepala negara." Meski tidak bisa melihat isi
gedung putih ini, kami senang kami bisa datang kemari. Sebenarnya, tur di dalam gedung putih dijadwalkan, namun kami tidak bisa mengikutinya karena kami perlu mendaftar jauh hari sebelumnya alias tidak bisa dadakan. Masih untung saat kami datang ke tempat ini cuaca lumayan bersahabat. Sebab, pagi tadi (sebelum menonton parade) kami sudah sedikit pesimis melihat guyuran hujan turun tak henti. Karena itu, kami berusaha memanfaatkan waktu mengunjungi tempat ini mumpung sinar matahari masih nampak. O ya ... Di depan kompleks gedung putih ada juga sebuah taman y
ang lumayan luas. Ada patung yang didirikan di taman ini, namun kami tidak mendekatinya hehehe ... Banyak pengunjung yang duduk-duduk di bangku yang tersedia di taman tersebut. Taman nampak rapi dan bersih seperti biasanya (kebersihan memang menjadi salah satu hal yang mudah ditemui di negara ini). Yang juga menarik untuk diamati adalah adanya satu protester (seorang warga negara yang membawa poster bernada protes) di depan gedung putih ini. Dia duduk sambil memegangi posternya. Dia nampak tidak terganggu dengan banyaknya pengunjung yang hilir mudik di depannya. Pengunjung pun nampak cuek saja terhadap keberadaan si mas pemrotes ini. Petugas keamanan juga tidak terlihat repot mengurusi si pemrotes. Sepertinya, pemrotes ini sudah sering atau mungkin sudah lama berada disitu. Terlihat kan bagaimana
si petugas bersikap padanya? Tetap diamati tetapi tidak dihalangi hehehe ... Ya ... Yang dilakukan si pemrotes kan duduk tenang dan membawa poster; dia tidak bersuara, tidak berteriak-teriak, tidak anarkis alias protesnya dilakukan dengan tenang dan yang sejenis dengan itu ... Jadi, petugas keamanan tidak nampak terlalu strict dalam mengamankan si pemrotes ... Setelah merasa cukup berada di halaman (luar) gedung putih dan juga karena sudah cukup mendapatkan beberapa gambar, kami segera meninggalkan tempat ini. Pengunjung nampak masih saja berdatangan di sekitar lokasi gedung putih. Kami musti menuju lokasi lain sebelum hujan beneran turun nih hehehe ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - MAKSI
Ini dia pilihan warung makan yang kami datangi di hari Sabtu tanggal 4 Juli tahun 2015 ini. Kok Mc D? Iya ... Yang pertama kami jumpai kan waru
ng makan ini, jadilah kami memutuskan kesini. Karena jam makan siang kami terbatas, kami cari menu yang paling gampang dan setelah pesanan kami dapatkan, kami segera menyantap apa isi baki tanpa menunggu lama hehehe ... Kami agak beruntung saat datang ke warung makan ini karena belum ada antrian di depan petugas. Setelah kami mendapatkan pesanan kami, satu per satu pengunjung mulai memasuki warung makan ini dan antrian pun semakin memanjang. Ini terjadi karena kami tidak menunggu sampai acara parade berakhir. Jadi, warung makan masih banyak yang kosong. Na ... Sesudah acara parade berakhir, barulah para pengunjung mencari warung makan karena bertepatan dengan jam makan siang. Kami bertiga sebenar
nya membawa bekal berupa air mineral, jus, buah (pisang dan apel), chips dan juga cookies. Namun, kami tetap ingin menikmati makan siang yang "sesungguhnya" hehehe ... Mama dan papaku memang tidak mau repot dengan keperluan makan siang selama kami melakukan perjalanan. Bekal tetap dibawa, tetapi kami masih bisa memilih menu lain di sebuah warung makan seandainya memungkinkan (dari segi waktu dan juga kemudahan akses ke warung makan tersebut). Kalau kedua syarat tersebut tidak terpenuhi, biasanya kami akan menghabiskan bekal kami. Mama dan papaku biasanya memang sangat fleksibel untuk urusan logistik yang satu ini. Alasannya adalah kepraktisan. Apalagi aku juga sudah terbiasa beradaptasi di saat
diperlukan hehehe ... Tips mama untuk keperluan logistik/konsumsi selama kami berlibur sebenarnya sederhana saja (1) breakfast di penginapan (2) maksi di lokasi piknik (bisa menyantap bekal atau mampir di warung makan) (3) makan malam di penginapan (bisa masak sendiri atau menghabiskan apa yang kami beli di siang harinya). Di sela-sela itu, ada bekal (berupa buah, chips atau cookies) yang siap kami santap anytime. Tips berikutnya, kami tidak boleh terlalu lama berada di satu tempat untuk me
nikmati makan siang. Maksimal 30 menit. Kenapa begitu? Biar waktu nggak habis gara-gara sarapan atau makan siang yang kelamaan hehehe ... Tentu pengaturan waktu ini bisa kami terapkan karena kami sudah sama besar dan bisa memahami mengapa waktu makan dibatasi. Dulu banget, kami juga beberapa kali mengadakan piknik. Waktu menyantap sarapan dan makan siang terasa lebih panjang karena aku belum bisa makan cepet hehehe ... Sekarang ini, aku musti belajar lebih fleksible dan bisa memanage waktu liburan dengan lebih baik
agar kegiatan liburan berjalan dengan menyenangkan plus efisien dan efektif. Mama suka sekali bilang,"Kalo mau santai-santai, ya di rumah saja. Berlibur kan tujuannya melihat tempat lain, jadi ya maksimalkan waktu" hehehe ... Setujukah aku dengan pendapat mama? Lebih baik setuju saja deh, daripada ... Hahaha ... O ya ... Meski cepat, kami tetap bisa menikmati menu makan siang kami dengan happy ... Saat makan siang usai, kami pun merasa siap untuk melanjutkan acara jalan-jalan siang hari ini ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - MUSEUMS & AROUND
Gambar yang muncul di postingan ini adalah sebagian wajah kota DC yang kami datangi di hari Sabtu tanggal 4 Juli tahun 2015. Setelah kami menonton parade di jalan Constitution, kami memutusk
an melihat deretan gedung tinggi yang ada di area ini (tak jauh dari tempat kami menonton parade). Gedung tinggi yang kami lihat seolah memiliki usia yang lumayan tua karena arsitektur yang khas yang mereka miliki. Warna gedung tinggi tersebut juga unik. Selain sebagai museum, gedung besar tersebut memiliki fungsi sebagai perkantoran, universitas/sekolah, tempat tinggal (apartment), pusat bisnis, rumah sakit, tempat ibadah dan seterusnya. Meski beberapa bangunan terbuka untuk umum, kami tidak memasuki gedung tersebut melainkan kami hanya melewati dan mengambil gambarnya saja. Ya ... Kam
i nggak ingin waktu kami habis untuk mengunjungi tempat yang bukan menjadi tujuan utama kami. Meski menarik dan memunculkan rasa penasaran, kami tetap tidak mampir ke gedung tersebut hehehe ... O ya ... Meski kota ini seolah sudah settled, kami melihat ada banyak proyek pengerjaan gedung/bangunan (mungkin perbaikan juga) yang masih berlangsung. Karena masih dalam proses perbaikan atau pembangunan, gedung-gedung tersebut tertutup untuk umum. Tulisan yang ada di pagar menyebutkan gedung tersebut siap beroperasi dalam waktu dekat atau bahkan tahun depan. Ban
gunan yang sedang dalam renovasi antara lain museum, gedung perkantoran dan sejenisnya. Bersama kami ada banyak sekali pengunjung kota Washington di hari Sabtu mendung ini. Ya ... Weekend yang bertepatan dengan HUT kemerdekaan negara ini nampaknya menjadi salah satu alasan mengapa ada banyak sekali pengunjung yang beraktifitas disini. Selain berjalan kaki, pengunjung bisa menikmati Washington dengan menaiki sepeda, menaiki becak (pedicab), menaiki bus/trolley, menaiki kereta api, menaiki kapal/boat dan juga menaiki segway (semacam scooter mini dengan mesin). Aneka sarana transportasi ini memungkinkan para pengunjung memiliki lebih banyak pilihan destinasi. Kami sendiri memilih berjalan kaki dan nggak bosan menyeberang, melihat, mengambil gambar dan berkeliling kesana-kemari (tentu sambil membaca petunjuk) k
arena ingin menikmati bagian lain kota DC selain museumnya. Lokasi aneka tempat wisata menarik sebenarnya letaknya berdekatan tetapi tetap perlu waktu lumayan untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain hehehe ... Karena sudah tahu akan banyak berjalan, kami tentu mempersiapkan mental kami untuk kegiatan hari ini. Mengeksplorasi tempat-tempat menarik tersebut bisa kami lakukan selama kami kuat berjalan kesana-kemari hehehe ... Tujuan yang sudah kami tetapkan tentu kami utamakan untuk kami datangi terlebih dahulu. Tempat lainnya aka
n kami datangi seandainya waktu masih memungkinkan. Maklum, kami hanya menjadwalkan 1,5 hari saja untuk mengeksplorasi DC. Sebagai pusat pemerintahan, DC memiliki banyak kantor baik berupa kantor milik pemerintah US sendiri maupun kantor milik perwakilan negara lain (Embassy). Ya ... Kalau selama ini nama DC sering sekali kami dengar, kami baca atau kami lihat di majalah atau televisi atau di radio, hari ini kami berkesempatan melihat secara langsung dan dari dekat wajah DC yang memiliki banyak ikon (gedung putih, monas, dll) dan cerita ini. Meski tanpa guide, kami tetap
bisa mengetahui sejarah kota ini dari membaca papan informasi maupun dari buku saku yang bisa kita dapatkan di tourist info center. Meski berjalan kesana-kemari, kami belum merasa lelah karena cuaca lumayan bersahabat. Mendung membantu menahan panas tidak langsung mengenai kami. Cuaca hari ini berbeda jauh dengan cuaca di tahun 2010 saat kami kemari. Saat itu, suhu mencapai angka 100 derajat Fahrenheit lebih, sehingga kami beneran nggak kuat berlama-lama berada di luar gedung/bangunan meski kami membawa payung atau
topi. Hari ini, suhu berkisar di angka 80-an dan panas pun tidak terlalu menyengat. Jadilah acara jalan-jalan hari ini terasa lebih menyenangkan hehehe ... Meski menyenangkan, kami tetap saja perlu istirahat. Lho kok? Iya ... Kami kan perlu mengisi perut kami terlebih dahulu. Jam sudah menunjuk angka 2 lebih dan rasanya, kami memerlukan makan siang untuk menambah energi. Sambil mencari warung makan, kami terus saja berjalan di antara gedung tinggi dan di antara jalan protokol sampai kemudian kami berhenti di satu tempat. Dimanakah itu? Di sebuah warung makan cepat saji yang ada di salah satu pojok jalan.
Subscribe to:
Posts (Atom)