Dalam perjalanan dari DC menuju MA di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015, kami menyempatkan membeli paket makan siang di salah satu rest area (di jalan tol dinamai service area) di state New Jersey. Sa
mbil menunaikan panggilan alam, kami sekalian mengantri membeli makanan cepat saji di gerai food court yang menyediakan aneka pilihan menu. Lumayan panjang juga antrean yang kami ikuti. Maklum, pengunjung service area ini lumayan banyak dan sebagian besar dari mereka memilih paket to go alias tidak makan di tempat. Meski banyak meja dan kursi kosong yang bisa kami tempati, kami memilih untuk membawa saja makanan kami ke dalam kendaraan. Apa yang kami pesan? Nampak kan dalam gambar? Ya ... Roti isi dan kentang goreng ditambah air soda. Mengapa kami memilih membawa makanan kami ke dalam kendaraan? Alasannya simpel saja. Biar kami nggak banyak buang w
aktu di service area ini dan juga kami belum sepenuhnya merasa lapar sebenarnya. Karena itu, kami memilih membawanya kembali ke dalam kendaraan. Tak lupa, papa menyempatkan diri mengisi bensin untuk kendaraan selagi kami berada di service area ini. Kami lihat ada banyak pengguna jalan tol yang hanya sebentar saja mampir di rest area. Sepertinya mereka hanya perlu menggunakan toilet. Atau juga, mereka hanya perlu mengisi bensin kendaraan. O iya ... Di state New Jersey ini (setidaknya saat kami mengisi bensin di service area) ada petugas yang membantu mengisikan bensin ke dalam kendaraan. Pemandangan seperti ini nggak lazim ditemukan di tempat lain karena biasanya pengemudi sendirilah yang mengisikan bensin
ke dalam kendaraannya. Na ... Disini agak lain situasinya. Setelah pengisian bensin kendaraan selesai dilakukan, papa pun mengarahkan kendaraannya kembali ke jalan tol. Namun, baru sebentar kami berkendara, laju kendaraan melambat lalu berhenti sama sekali. Apa yang terjadi? Kenapa di jalan tol ada kemacetan seperti ini? Seperti ceritaku sebelumnya, ada kecelakaan di jalur yang kami lalui dan baru saja terjadi. Ya sudah ... Bersama pengendara lainnya, kami nikmati saja kemacetan sore hari ini, di jalan tol di state New Jersey, sambil menikmati menu makan siang (nyaris sore) yang barusan kami beli hehehe ...
Sunday, July 5, 2015
SUMMER ROAD TRIP 205: DC TO BOSTON
Dalam GPS disebutkan, perjalanan dari Washington DC menuju Woburn Massachusetts akan memakan waktu sekitar 8 jam. Karenanya, kami segera saja meninggalkan DC di jam 1 siang di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015 untuk menuju state Massachusetts. Ka
mi tidak ingin kemalaman di jalan karena papaku memang tidak terlalu suka menyetir di malam hari. Keluar dari DC, lalu lintas masih lumayan lancar. GPS kami rupanya membawa kendaraan melintasi jalan tol. Baru sebentar meninggalkan DC, kami sudah memasuki state baru yaitu MD atau Maryland. State ini juga kami lewati saat kami melakukan perjalanan dari Bloomington menuju Virginia. Apakah toll road yang sama? Sepertinya kok bukan. Kan arahnya berbeda? Kami menuju bagian atas US dengan rute pinggir pantai timur. Jalan tol yang kami lewati tentunya tidak gratis. Kami perlu membayar beberapa kali karena ada beberapa gate yang kami lewati. Ya ... Bagi mereka yang sering melakukan road trip, membawa cash (dollar bill maupun quarter) termasuk
yang musti dipersiapkan. Cash ini diperlukan saat kendaraan melintasi toll road seperti kali ini. Umumnya, gate toll road hanya dibagi 2: lane untuk pelanggan (E-pazz) dan lane untuk non pelanggan. Pelanggan umumnya memiliki alat yang dipasang di atas rear mirror (kaca depan di dalam kendaraan) dan saat melewati gate, otomatis mesin kartu langganan tersebut akan direkam oleh card reader atau kamera. Sementara itu, untuk pengguna toll non pelanggan, sistem pembayaran yang digunakan adalah tunai/cash. Jadi, alasan untuk membawa cash menjadi jelas bukan? Di beberapa lokasi (mendekati kota besar) jalan tol yang kami lalui menjadi padat. Maklum, ada banyak pengguna yang masuk
atau keluar kota dengan menggunakan jalan tol. Sekitar 2 jam berada di tol di Maryland, kami memasuki state yang berikutnya. State apakah itu? Delaware. Ya ... Inilah state kedua yang kami lewati setelah kami meninggalkan Washington DC. Masih di toll road yang sama. Masih juga dengan kepadatan di jalan tol yang datang pergi (mendekati kota, volumen kendaraan di tol akan meningkat; menjauhi kota, volume kendaraan berkurang). Kami nikmati perjalanan ini dengan perasaan sedikit berbeda karena kami merasa melewati tol tanpa henti dari satu state ke state berikutnya). Setelah 1 jam be
rada di Delaware, kendaraan memasuki state lain yaitu Pennsylvania. Sebentar saja berada di state Pennyslvania, kami memasuki state New Jersey. Wow ... Beneran tol yang menghubungkan state to state nih yang kami lewati hehehe ... Lumayan lama kami berada di state New Jersey ini. Kalo ditotal bisa 4 jam. Lho kok? Iya ... Saat kami melintasi jalan tol di state New Jersey, kami sempatkan untuk mampir mengisi perut kami sebentar di service area. Saat kami kembali ke jalan tol, perlahan-lahan kendaraan melambat dan kemudian berhenti sama sekali. Ada apa gerangan? Pengendara kendaraan yang semula menunggu di belakang kemudi kemudian mulai keluar kendaraan. Lalu penumpang kendaraan keluar kendaraan dan mulai be
rjalan-jalan sambil ngobrol. Mereka saling mencari informasi mengenai apa yang mungkin terjadi di depan kami. Saat kami mendengar sirene polisi, ambulan dan fire department dan kendaraan tersebut melintas di ruas jalan terluar (berbatasan dengan rumput) di samping kendaraan yang berhenti, kami tahu ada kemungkinan kecelakaan terjadi di depan. Kami pun kemudian meneruskan menunggu sampai kendaraan bisa bergerak kembali. Ngapain saja kami selama kendaraan macet di toll road di New Jersey? Ngobrol, tiduran, makan, berjalan-jalan dan seterusnya. Kami bahkan sempat melihat beberapa orang yang berlari-lari keluar kendaraan dan menunaikan panggilan alam di area yang ditumbuhi tanaman yang lumayan tinggi dan tertutup
(aman). Kami semua maklum bahwa dalam situasi seperti ini, tidak ada pilihan lain selain menunaikan panggilan alam di lokasi terdekat di dekat toll road ini. Sesudah menunggu sekitar 1,5 jam, kendaraan mulai melaju kembali dan kami melihat sebuah bangkai bus yang terbakar habis. Pantas saja macet total terjadi di ruas jalan yang kami lalui. Tak berapa lama berada di toll road di New Jersey, state berikutnya nampak bersiap menyambut kami. State apakah itu? New York. Ya ... New York nampak bersiap menyambut kami dengan kemacetan yang sudah terjadi sejak kami berada di toll gate sebelum masuk state ini. Klakson kendaraan dan sumpah serapah terdengar untuk pertama kalinya hehehe ... Ya .
.. Dari semua state yang kami lewati, baru kali ini kendaraan saling klakson dan driver nampak nggak sabaran. Apa boleh buat? Kami nggak punya pilihan selain melewati jalan tol ini hehehe ... Jadi, kami nikmati saja mengantri dan melintasi jalan tol di state ini. Malam mulai turun dan lampu kendaraan mulai dinyalakan. Dari jalan tol yang kami lalui, New York city (dengan lampunya yang terang benderang) nampak luas dan besar. Seolah jalan tol yang kami lewati membelah kota tanpa henti dengan gedung tinggi di sisi kiri dan kanan kami. Jam pun mulai menunjuk angka 10 malam. Sekitar 2 jam berada di tol di state New York, kami melihat papan
nama state berikutnya yaitu Connecticut. Wow ... Masih di jalan tol yang sama dan kami sudah berada di state lain. Pemandangan di Connecticut terasa lain dengan pemandangan di New York. Connecticut nampak sepi dan kami tidak banyak melewati kota. Kami sempat nyasar masuk kota setelah kami membeli bensin di service area (karena petunjuknya membuat kami bingung) namun kami bisa kembali ke jalan tol segera. Kurang lebih jam 12 kendaraan memasuki state tujuan yaitu Massachusetts. Yay ... Sebentar lagi kami akan sampai di Woburn. Apakah beneran sebentar? Ternyata nggak. Kira-kira 2 jam kami berada di jalan tol dan dilanjutkan dengan berada
di highway, sebelum kami sampai di Woburn. Karena berada di jalan raya di saat tengah malam, tidak banyak yang bisa kami lihat di sepanjang jalan karena gelapnya medan hehehe ... Kami sempat melihat kota kecil, pegunungan, deretan pepohonan, area terbuka dan yang sejenis dengan itu di sepanjang jalan meski tidak jelas sekali. Jalanan pun nampak lengang terlebih saat kami memasuki kota Woburn. Nyaris nggak ada kendaraan lewat selain kendaraan kami hehehe ... Saat kami kemudian sampai di penginapan, kami merasa senang sekali. Bagaimana tidak? Setelah berada di jalan selama kurang lebih 12 jam, kami sampai juga di penginapan. Waktu tempuh yang seharusnya 8
jam terpaksa diperpanjang menjadi 12 jam lebih hehehe ... Tentu saja bukan hanya karena ada kecelakaan di New Jersey tadi, melainkan juga karena hari Minggu biasanya merupakan hari arus balik bagi mereka yang terbiasa commute dari satu kota besar ke kota besar lainnya (mis: mis dari DC ke NY atau dari NY ke MA dan sebaliknya) dan juga bertepatan dengan liburan summer utamanya liburan HUT US yang jatuh di hari Sabtu kemarin. Nggak heran kalo banyak kendaraan melintasi toll road yang menghubungkan satu kota dengan kota lainnya atau satu state dengan state lainnya di weekend spesial ini hehehe ... Seru kan perjalanan kami dari DC menuju MA?
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - WASHINGTON NATIONAL CATHEDRAL
Masih di Washington DC dan masih di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Siang menjelang. Dari kompleks monas, kami harus kembali ke Union
Station untuk mengambil kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan piknik berikutnya. Mengingat lokasi Union Station dari kompleks monas lumayan jauh, kami memutuskan untuk naik kereta api (metro) dari kompleks Smithsonian. Ya ... Kami musti berhitung dengan cermat agar tidak menghabiskan banyak waktu dengan berjalan kaki dari kompleks monas menuju Union Station. Tadi pagi saja, kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk berjalan kaki. Kali ini, kami musti menghemat waktu biar kami bisa sampai ke Union Station segera dan bisa berkendara menuju lokasi piknik berikutnya. Kami pun kemudian masuk ke dalam Smithsonian Station, mengisi kartu (agar bisa masuk peron) dan kemudian menunggu kereta datang. Kereta yang datang
ini rupanya tidak langsung menuju Union Station. Kami musti keluar dari kereta dan berganti kereta yang akan membawa kami ke Union Station. Tentu kami nggak harus menunggu lama karena jadwal sudah diatur sedemikan rupa sehingga perjalanan bisa ditempuh dengan cepat. Setelah sampai di Union Station, kami segera menuju ke parking garage dan menset GPS menuju lokasi piknik berikutnya yaitu National Cathedral. Dalam GPS disebutkan, waktu tempuh dari Union Station menuju National Cathedral kurang lebih 12 menit. Segera saja papa mengarahkan kendaraan menuju katedral. Kami melewati kompleks perumahan dan pertokoan tetapi tidak nampak kepadatan yang umum terlihat di ibukota. Mungkin karena hari ini hari Minggu kami tidak melihat kend
araan lalu lalang. Kendaraan pun melaju dengan lancar dan kami sampai di lokasi yang kami tuju. Setelah memarkir kendaraan di basement, segera saja kami naik lift dan bersiap memasuki kompleks katedral yang besar dan megah ini. Kenapa kami memilih mendatangi tempat ini? Karena kami sudah mempelajari bahwa katedral ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menyimpan banyak cerita. Juga, ada teman yang merekomendasikan kami untuk datang ke katedral saat kami ada trip ke Washington DC. Dan benarlah
apa yang kami baca dan dengar. Katedral ini ternyata sangat indah dan sayang kalo dilewatkan begitu saja. Dalam situs kaedral ini (https://www.cathedral.org/) ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan. Dari membaca situs, kami berkesempatan untuk melihat langsung Washington National Cathedral ini dari dekat, di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015 di jam 12-an siang. Bersama kami, ada banyak pengunjung yang juga nampak mengagumi keindahan bangunan yang sedang mengalami renovasi karena gempa beberapa
tahun yang lalu. Bangunan, yang sudah jelas berusia tua ini, memiliki desain yang tidak berbeda dengan desain gereja regular. Ada kursi untuk umat yang tertata dengan rapi, replika kisah sengsara Tuhan di dindingnya, patung santo dan santa, altar dan juga tabernakel serta aneka isi gereja yang sering (kalo nggak mau mengatakan selalu) kita jumpai di berbagai bangunan gereja. Organ pipa nampak di salah satu sisi, termasuk ruang devosi kepada bunda Tuhan. Awalnya, kami berencana mengikuti misa di katedral ini. Menurut situs yang dibaca mama, ada jadwal misa di jam 12 siang. Saat kami bertanya kepada petugas, petugas menjawab tidak ada. Misa di jam 12 siang tidak selalu diadakan di setiap hari Minggu. Ya sudah .
.. Kami pun kemudian melanjutkan melihat-lihat katedral ini dari dekat. Sebenarnya ada tour yang bisa kita ikuti, namun kami memilih tidak mengikuti tur karena kami perlu meneruskan perjalanan kami ke kota lain segera (setelah kami berkunjung ke katedral). Kalo kami mengikuti tur, kami perlu meluangkan waktu yang lumayan lama. Karenanya, kami memilih untuk self-guided tour saja selama berada disini hehehe ... Tak lupa, kami menyempatkan untuk mampir ke toko souvenir dan melihat-lihat
cinderamata yang mungkin menarik hati kami. Setelah merasa cukup berada di Washington National Cathedral, kami pun kembali ke kendaraan dan bersiap meneruskan perjalanan kami menuju state ato negara bagian lain. Ya ... Setelah 2 hari berada di Washington DC (meski kami nginap di Virginia), kami perlu pindah ke tempat lain. Rencana kami untuk melihat kemeriahan parade 4th of July dan juga mengunjungi national mall plus Washington National Cathedral sudah terlaksana. Demikian juga acara jalan-jalan di
Alexandria pun kami nikmati (anggap saja sebagai bonus). Memangnya, kami mau menuju kemana setelah ini? Kami akan ke Massachusetts tepatnya ke Boston dan Cambridge. Jauh nggak dari Washinton DC? Menurut google maps sih sekitar 8 jam berkendara. Biar tidak kemalaman sampai di kota tujuan, kami memang merencanakan untuk keluar dari DC paling lambat jam 2 siang. Kenapa begitu? Biar tidak kemalaman di jalan. Kan papaku kurang suka berkendara di malam hari, jadi kami usahakan agar road trip ini bisa dilakukan di saat matahari masih belum terbenam. Juga, kami belum tahu kondisi lalu lintas dan kami perlu mempertimbangkan cuaca yang mungkin berubah selama kami menempuh perjalanan. Bisa jadi, waktu/perkiraan tempuh 8 jam menjadi lebih lama karena perubahan situasi di jalan. Karenanya, kami perlu segara meninggalkan DC dan bersiap menuju MA. Bye-bye DC ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - AROUND UNION STATION
Ini yang kami lihat di sepanjang jalan saat kami berjalan menuju komplek monas di Washington DC di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Ada beberapa gambar yang sengaja kami ambil k
arena gambar tersebut seolah menjadi ciri khas sebua
h kota. Gambar apa sajakah itu? Gambar dengan subyek bike rack yang ada di trotoar (sidewalk) misalnya. Mamaku senang sekali dengan foto yang memiliki latar belakang bike rack. Kenapa? Karena biasanya ada tulisan di info board-nya yang menyebut lokasi kota tertentu seperti di Washington DC ini hehehe ... Lalu gambar apa lagi? Gam
bar trotoar yang dinaungi pohon besar. Kata mama, gambar trotoar dan pohon besar terasa sangat klasik dan sayang kalau tida
k diabadikan. Melihat lokasi yang seperti ini b
iasanya tidak lami lewatkan begitu saja. Pilihan subyek gambar menarik berikutnya adalah patung. Kami sebenarnya tidak terlalu peduli apakah patung tersebut merupakan tokoh tertentu atau mewakili episode sejarah tertentu; yang kami perlukan adalah berpose
di dekatnya hehehe ... Biasanya, patung atau monumen yang didirikan di sebuah kota, memiliki latar belakang sejarah tertentu. Maka, patung nggak boleh dilewatkan ... Berikutnya, kami akan mengabadikan bangunan/gedung besar yang biasanya kami anggap unik. Kriteria unik yang kami miliki dasarnya sederhana saja: karena bentuk bangunan tersebut yang unik atau desainnya menawan hati atau karena bangunan
itu memiliki nilai historis tertentu. Selain itu, kami juga akan berpose di dekat city map utamanya yang memiliki nama kota hehehe ... Demikian juga dengan bus stop, nama jalan dan yang sejenis dengan itu. Aneka subyek yang menarik tersebut memang seolah didesain menjadi ciri sebuah kota. Karenanya, kami berusaha untuk tidak melewatkan mengambil gambar obyek menarik yang ada di dekat kami. Hanya saja, pagi ini cuaca agak mendung. Gambar pun tidak terlalu jelas kelihatan karena matahari tidak membagi sinarnya. Tak apa ... Kami tetap bisa bergaya kok hehehe ... Ya ...
Aneka subyek di dalam gambar ini ada di sepanjang jalan yang kami lalui dari Union Station menuju kompleks monas. Bersama kami pagi itu, ada banyak pejalan kaki, wisatawan, gelandangan, petugas kepolisian, pedagang di pinggir jalan dan yang lainnya yang juga sedang menikmati pagi di sekitar Union Station. Dari tempat kami mengambil gambar, kami merasa bukota negara ini seolah nggak berhenti dari kesibukan sejak pagi hingga malam menjelang. Sidewalk lebar dan nyaman yang kami lalui memang nampak masih sepi pagi itu. Namun jangan salah, semakin siang, semakin banyak pengunjung maupun penghuni kota besar ini yang bersiap memulai aktifitas mereka.
Kota pun nampak menyambut siapapun yang akan beraktifitas di hari Minggu yang moga-moga akan segera cerah ini ... Kami teruskan perjalanan kami pagi itu dengan mengambil banyak gambar. Kami nikmati pagi ini dengan menghirup hawa bersih yang terasa menyejukkan paru-paru kami. Ah ... Menikmati Washington DC di pagi hari (di hari Minggu) ini terasa menyenangkan ... Apalagi mendung datang, jadi kami nggak merasa kepanasan saat kami menyusuri sidewalk ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - LINCOLN MEMORIAL
Ini dia tempat piknik yang menjadi salah satu tujuan utama liburan summer kami di Washington DC di hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Nama tempat ini adalah Lincoln Memorial. Dari National Mall, untu
k menuju Lincoln Memorial kami tinggal berjalan kaki lurus saja. Jauh atau tidak? Lumayan hehehe ... Bangunan dengan cat warna putih dan pilar penyangganya seolah menjadi salah ikon Washington DC yang sayang kalo dilewatkan begitu saja. Maka dari itu, meski matahari agak bermurah hati membagi sinarnya (alias agak panas), kami bersemangat melihat dari dekat memorial yang didedikasikan untuk Presiden Abraham Lincoln yang terkenal itu. O iya ... Kami tertarik untuk datang kesini tahun ini karena melihat foto papa yang datang ke tempat ini di tahun 2008. Kata papa, saat itu fall dan udara sudah terasa dingin. Papa mengenakan jaket lumayan tebal di foto yang kami lihat. Na ... Tahun ini kami datang di saat summer seperti ketika
kami datang di tahun 2010 lalu. Meski udara musim sedikit berbeda, keberadaan memorial ini tidaklah mengalami banyak perubahan. Dari jauh, bangunan berbentuk rumah itu tampak menjulang. Anak tangga yang tinggi nampak bersiap menyambut pengunjung yang datang dan hendak melihat apa isi rumah ini. Bersama pengunjung lain, kami pun kemudian meniti tangga yang ada di depan rumah dan masuk ke dalam rumah ini. Nampak patung Presiden Lincoln sedang duduk di sebuah kursi. Patung besar inilah yang menjadi inti Lincoln
Memorial. Pengunjung nampak asyik mengamati patung, membaca keterangan ataupun mengambil gambar sang presiden. Kami melakukan hal yang sama. Kalau melihat posisi duduk Presiden Lincoln, yang terbayang dalam benak kami adalah presiden sedang memandang National Monument dari tempat duduknya. Meski jauh, monumen nasional itu terlihat jelas dari sini. Menurut wikipedia, penjelasan mengenai bangunan ini tertulis sebagai berikut: The Lincoln Memorial is an American national monument built to honor the 16th President of the United States, Abraham Lincoln. It is located on t
he western end of the National Mall in Washington, D.C., across from the Washington Monument. The architect was Henry Bacon; the designer of the primary statue – Abraham Lincoln, 1920 – was Daniel Chester French; the Lincoln statue was carved by the Piccirilli Brothers; and the painter of the interior murals was Jules Guerin. Dedicated in 1922, it is one of several monuments built to honor an American president. It has always been a major tourist attraction and since the 1930s has been a symbolic center focused on race relations. The building is in the form of a Greek Doric temple and contains a large seated sculpture of Abraham Lincoln and inscriptions of two well-known speeches by Lincoln, The Gettysburg Address
and his Second Inaugural Address. The memorial has been the site of many famous speeches, including Martin Luther King's "I Have a Dream" speech, delivered on August 28, 1963, during the rally at the end of the March on Washington for Jobs and Freedom. Like other monuments on the National Mall – including the nearby Vietnam Veterans Memorial, Korean War Veterans Memorial, and National World War II Memorial – the memorial is administered by the National Park Service under its National Mall and Memorial Parks group. It has been listed on the National Register of Historic Places s
ince October 15, 1966. It is open to the public 24 hours a day. In 2007, it was ranked seventh on the List of America's Favorite Architecture by the American Institute of Architects. Approximately 6 million people visit the memorial annually. Ya ... Umur patung Presiden Lincoln di dalam rumah ini ternyata sudah tua. Presiden Lincoln memang menjadi salah satu presiden yang sangat terkenal di negara ini. Banyak buku, film dokumenter, biografi dan bahkan film layar lebar yang terinspirasi karena sosoknya yang luar biasa. Ngomong-ngomong mengenai film layar lebar, Lincoln Memorial berulang kali masuk ke dalam berbagai film yang tayang di bioskop. Juga, dalam pecahan uang 5 dolar US, Lincoln Memorial bisa ditemukan disitu (di sisi belakang) sedangkan wajah Presiden
t Lincoln bisa ditemukan di bagian depan lembaran tersebut. Selain patung, apa lagi yang bisa kit lihat di dalam rumah ini? Nggak ada hehehe ... Ya ... Wisatawan di dalam Lincoln Memorial seolah bisa melihat sejarah dan menapak tilasi peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan President Lincoln ini. Dengan memandang National Mall dari rumah Lincoln, kita seolah bisa kerumunan warga yang memenuhi reflection pool. Ah ... Aku kok jadi serius gini hahaha ... Yuk mari menikmati piknik kali ini dengan happy karena tempat piknik yang kita prioritaskan bisa kita kunjungi ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - NATIONAL MALL
Sebelum sampai ke World War II Memorial, kami mampir lagi di National Mall alias monas, meski sebenarnya kemarin sore kami sudah mampir kemari. Hujan deras yang turun kemarin sore belu
m memuaskan rasa penasaran kami atas tempat ini. Rasanya baru sebentar banget berada disini, hujan kemudian turun tanpa ampun dan membuat kami basah kuyup meski kami membawa payung hehehe ... Coba perhatikan beberapa foto yang diunggah dalam postingan kali ini. Nampak kan kami mengenakan kostum yang berbeda? Hehehe ... Kalo di sore hari sebelumnya hujan turun dengan lebat, kali ini panas terasa datang dan pergi. Kami tentu saja tetap membawa payung karena siapa tahu cuaca tiba-tiba berubah (catatan: kami berusaha membaca ramalan cuaca untuk hari itu agar kami tidak repot hehehe ...) Na ... Sabtu pagi yang diawali mendung, ternyata tidak menjadikan matahari malas keluar. Sesampainya kami di kompleks National Mall, kami lihat matahari sudah lumayan tinggi. Kami pun kemudian mengambil gambar s
ecukupnya dan tidak mau berlama-lama disini karena kami perlu melihat monumen lainnya. Monas yang tinggi ini nampak dari kejauhan sejak kami memasuki kompleks museum Smithsonian. Kalau mau ditarik garis lurus, Capitol Hill, National Mall dan juga Lincoln Memorial berada di garis yang sama. Hanya saja, jarak dari satu tempat ini ke tempat lainnya lumayan juga hehehe ... Nggak heran, ada banyak bangku yang tersedia di sepanjang sidewalk yang kami lewati. Kami upayakan untuk tidak banyak berhenti, mengingat waktu kunjungan kami yang terbatas. Bersama kami, ada banyak pengunjung juga berjalan menuju monas, ada juga warga yang berolahraga, pengunjung yang duduk-duduk di bangku yang tersedia, warga dan pengunjung yang asyik mengambil gambar, wisatawan yang naik sepeda, wisatawan
yang naik bus wisata dan sebagainya. Meski lumayan jauh berjalan kaki, kami tetap saja bersemangat untuk melihat monas ini hehehe ... Berapa jumlah pengunjung lanskap yang menjadi salah satu ikon negara ini? Menurut wikipedia sih sebagai berikut: The National Mall is a national park in downtown Washington, D.C., the capital of the United States. The National Park Service (NPS) administers the National Mall, which is part of its National Mall and Memorial Parks unit. The term National Mall commonly includes areas that are officially part of West Potomac Park and Constitution Gardens to the west, and often is taken to refer to the entire area between the Lincoln Memorial and the United States Capitol, with the Washington Monument providing a division slightly west of the
center. The National Mall receives approximately 24 million visitors each year. Wow ... 24 juta? Banyak banget kan? Jangan salah ... tempat ini gratis lho alias tidak ada pungutan biaya yang dikenakan kepada pengunjung. Ya ... Kompleks monas yang sangat luas ini memang seolah didesain menjadi salah satu ruang publik yang dipersembahkan untuk masyarakat. Karenanya, selain berisi monas, kompleks ini juga berisi museum, monumen lain (Lincoln Memorial, World Ward II Memorial, Reflecting Pool dan masih banyak lagi). Na ... Untuk bisa menikmati lanskap yang cantik ini, t
idak ada biaya yang perlu dibayarkan alias gratis termasuk ketika kami mengunjungi museum. Ya ... Beginilah cara pemerintah negara ini mengelola dan menjalankan service untuk publik. Semua fasilitas ini bisa dinikmati kapan saja, oleh siapa saja tanpa perlu mengeluarkan biaya/uang sepeser pun. Yang kemudian dikeluarkan oleh wisatawan adalah biaya transportasi dan akomodasi, biaya belanja dan biaya yang lainnya hehehe ... Dari berbagai sudut, tugu atau monumen ini nampak menjulang. Artinya, bisa saja kita melihat National Mall dari kejauhan hehehe ... Namun, kami tidak hanya bertujuan melihat monas ini saja kan? Kami ingin melihat monumen Lincoln dan juga monumen World War II yang berada di seberang jalan. Kami pun kemudian m
elanjutkan perjalanan menuju Lincoln Memorial. Kami tentunya berjalan bersama banyak pengunjung tempat piknik ini yang sepertinya tidak mau melewatkan indahnya hari Minggu tanggal 5 Juli tahun 2015. Coba perhatikan monas yang tampak kecil dalam postingan kali ini. Monas yang tampak kecil ini menjadi background saat kami mengambil gambar di depan museum Lincoln. Melihat gambar ini (monas terlihat kecil) dan gambar sebelumnya (monas terlihat besar), bisa memperkirakan kan berapa jauh jarak yang kami tempuh saat kami berjalan kaki dari monas menuju monumen Lincoln ini? Hehehe ... Lumayan kan? Makanya mama mengatakan, di DC ini, kami musti siap berjalan kaki jauh karena memang tempat yang mau dikunjungi berada di kompleks yang maha luas hahaha ...
SUMMER ROAD TRIP 2015: DC - WORLD WAR II MEMORIAL
Perjalanan dari Union Station menuju kompleks National Mall kami tempuh dengan berjalan kaki. Kata mama, waktu yang kami miliki di area ini sekitar 2,5 jam (sebelum kami kembali ke Union Station untuk melanjutkan perjalanan). Awalnya, waktu 2,5 jam kami rasa cukup. Seba
b, tujuan utama kami adalah ke monumen nasional dan gedung Abaraham Lincoln. Hanya saja, selain menempuh jarak yang lumayan (dari Union Station sampai ke kompleks monas), kami ternyata tertarik untuk mampir ke beberapa tempat termasuk mampir di World War II Memorial (berlokasi di antara monumen nasional dan gedung Abraham Lincoln). Dalam situs https://www.wwiimemorial.com/ disebutkan bahwa The World War II Memorial honors the 16 million who served in the armed forces of the U.S., the more than 400,000 who died, and all who supported the war effort from home. Symbolic of the defining event of the 20th Century, the memorial is a monument to the spirit, sacrifice, and commitment of the American people. The Second World War is the only 20th Century event commemorated on the National Mall’s central ax
is. Ya ... Memorial ini didirikan untuk mengenang para pejuang di PD II. Dalam situs tersebut disebutkan juga The memorial opened to the public on April 29, 2004 and was dedicated one month later on May 29. It is located on 17th Street, between Constitution and Independence Avenues, and is flanked by the Washington Monument to the east and the Lincoln Memorial to the west. The memorial is operated by the National Park Service and is open to visitors 24 hours a day, seven days a week. Membaca keterangan ini, memorial ini sepertinya termasuk bangunan yang "baru" dibuka untuk umum, mengingat 2 ikon lainnya (National Mall mulai dibangun 1848 dan Lincoln Memorial didedikasikan di tahun 1922) sudah lebih dulu ada dan dibuka juga untuk umum. Saat kami melintasi memorial ini,
kami tertarik dengan arsitektur memorial yang unik. Pilar dengan nama states yang ada di negara ini nampak mengelilingi plaza besar yang memiliki fountain yang berada di tengah memorial. Desain memorial ini menurut wikipedia disebutkan sebagai berikut The memorial consists of 56 granite pillars, each 17 feet (5 m) tall, arranged in a semicircle around a plaza with two 43-foot (13 m) triumphal arches on opposite sides. Two-thirds of the 7.4-acre (30,000 m2) site is landscaping and water. Each pillar is inscribed with the name of one of the 48 U.S. states of 1945, as well as the District of Columbia, the Alaska Territory and Territory of Hawaii, the Commonwealth of the Philippines, Puerto Rico, Guam, American Samoa, and the U.S. Virgin Islands. The northern arch is inscribed with "Atlantic"; the southern one, "Pacific." The plaza is 337 ft, 10 in (103.0 m) long and 240 feet, 2 inches (73.2 m) wide, is sunk 6 feet (1.8 m) below grade, and contains a pool that is 246 feet 9 inches by
147 feet 8 inches (75.2 × 45.0 m). The memorial includes two inconspicuously located "Kilroy was here" engravings. Their inclusion in the memorial acknowledges the significance of the symbol to American soldiers during World War II and how it represented their presence and protection wherever it was inscribed. On approaching the semicircle from the east, a visitor walks along one of two walls (right side wall and left side wall) picturing scenes of the war experience in bas relief. As one approaches on the left (toward the Pacific arch), the scenes begin with soon-to-be servicemen getting physical exams, taking the oath, and being issued military gear.
The reliefs progress through several iconic scenes, including combat and burying the dead, ending in a homecoming scene. On the right-side wall (toward the Atlantic arch) there is a similar progression, but with scenes generally more typical of the European theatre. Some scenes take place in England, depicting the preparations for air and sea assaults. The last scene is of a handshake between the American and Russian armies when the western and eastern fronts met in Germany. Bersama dengan pengunjung lain yang juga datang dan melihat-lihat tempat ini, kami berjalan dan membaca informasi yang ada di situ. Kebetulan, ada grup orkestra (alat
musik gesek) yang sedang mempersiapkan tampil di tengha-tengah plaza (di depan air mancur). Mendung yang awalnya mendominasi pagi ini mulai pergi. Matahari mulai bersinar dan kami pun merasakan panas mulai terasa di badan. Jam masih menunjuk angka 10 pagi, namun sepertinya matahari akan semakin panas memancarkan sinarnya hehehe ... Kami pun kemudian sedikit bergegas berjalan mengelilingi WW II Memorial ini karena tidak mau menghabiskan waktu di tempat ini saja ... O ya ... Kami sempat bertemu dengan rombongan keluarga Indonesia yang tinggal di New Hampshire. Sama dengan kami, mereka sudah berada di Washington DC sejak Jum'at lalu. Mereka juga menyerah pada hujan hari Sabtu sore kemarin dan meneruskan melihat-lihat
kompleks monas pagi ini. Kami menyempatkan mengambil gambar bersama. Salah satu nama yang kuingat adalah mbak Sandra. Mama mbak Sandra dan saudara mbak Sandra yang lain datang berkunjung dari Jakarta. Mereka berdua mengunjungi mbak Sandra dan suaminya. Meski sebentar bertemu, mama dan mbak Sandra menyempatkan untuk tukar-menukar no telp. Sesudah berkeliling di World War II Memorial, kami kemudian keluar dari kompleks tersebut dan meneruskan perjalanan menuju rumah president Lincoln. Seperti apakah gerangan? Yuk mari kita lihat ...
Subscribe to:
Posts (Atom)