Showing posts with label Culture. Show all posts
Showing posts with label Culture. Show all posts

Friday, December 12, 2014

INDONESIAN'S WAYANG (SHADOW PUPPET) EXHIBIT

Exhibit Opening--Still/Moving: Puppets and Indonesia Friday, December 12; 4:30-6 p.m. Join us for the opening of Still/Moving: Puppets and Indonesia, curated by students in T775: Museums and Performance class, taught by Jennifer Goodlander, Assistant Professor of Theatre, Drama, and Contemporary Dance. The exhibit uses puppets, one of the oldest types of Indonesian performing arts, which still persists today in many forms, as a way to better understand the dynamic peoples and places of Indonesia--focusing on Javanese, Sundanese, and Balinese cultures. The event will feature presentations by the students, followed by a reception, and will be free and open to the public. Ini adalah isi pengumuman yang dipasang di website Mothers Museum yang merupakan salah satu museum yang dimiliki Indiana University. Siapa yang datang ke acara ini? Papaku ... Dalam rangka apa? Dalam rangka kegiatan akademik hehehe ... Ya ... Sore ini acara pameran wayang ini sebenarnya merupakan bagian dari kegiatan kelas yang diampu oleh Jennifer. Jennifer adalah pengajar di salah satu department di IU dan menjadwalkan kegiatan ekshibisi ini di hari Jum'at sore ini sebagai salah satu kegiatan perkuliahan di semester ini. Kata papa, lumayan banyak peserta (utamanya mahasiswa di kelas Jennifer) yang datang sore ini. Selain memamerkan wayang kulit dan perlengkapannya, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan lain yang seperti kegiatan menggambar/mewarnai dan menggunting gambar yang bias dilakukan anak-anak (berhubungan dengan wayang tentunya), mendengarkan/menonton pertunjukkan wayang dimana Jennifer menjadi dalangnya dan sebagainya. Coba perhatikan beberapa gambar yang diambil papa sore ini. Lengkap juga kan koleksi wayang yang dimiliki Jennifer? Bagaimana dengan antusiasme pengunjung? Kata papa lumayan bagus. Pengunjung mendengarkan dengan serius penjelasan dari Jennifer mengenai kegiatan sore ini. Mengagumkan juga ya, kesenian wayang Indonesia ternyata diparesiasi dengan sangat baik oleh mahasiswa di department seni di kampus IU ini. Mungkin ada baiknya kita juga perlu mengerti hal baik seperti ini sehingga kita bisa semakin mengapresiasi kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan.

Saturday, October 26, 2013

HALLOWEEN AT CAMPUS VIEW

Sabtu sore, 26 Oktober 2013, aku ikutan datang di acara Halloween yang diadakan oleh AFSC (organisasi penghuni on campus family apartment) di Campus View. Di dalam undangan disebutkan bahwa acara diadakan dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Halloween, seperti yang kita tahu, merupakan salah satu acara yang umum diadakan di negara ini. Hari untuk merayakan Halloween sendiri jatuh di akhir bulan Oktober yaitu tanggal 31. Halloween biasanya diasosiasikan dengan pumpkin, kostum unik (entah seram maupun tidak), tradisi trick or treat (anak-anak datang ke rumah-rumah, mengetuk pintu sambil mengucapkan kata "TRICK or TREAT" saat pintu dibuka) serta aneka coklat dan makanan manis lainnya (permen, cupcakes) dan juga warna oranye serta hitam. Saat aku datang ke acara sore ini, aku tidak menyiapkan kostum khusus, aku hanya memakai wig hehehe ... Coba lihat gambarku disini ... Gak nampak berubah kan aku? Aku datang diantar papa dan kemudian papa menjemputku kembali di jam 8 malam. Saat aku datang, ada banyak pumpkin yang ada di ruangan ini. Pumpin yang masih berbentuk utuh maupun pumpkin yang sudah menjadi hiasan nampak bersanding dengan serasi. Selain aku, ada banyak anak lain yang sudah datang dengan kostum mereka yang bermacam-macam seperti tokoh dalam kartun dan yang lainnya. Kostum ini dilombakan dan hadiahnya adalah pumpkin hehehe ... Selain lomba kostum, ada juga games dan acara nonton movie bareng. Lumayan seru-lah kegiatan dalam rangka Halloween ini. Anak-anak kecil yang datang ke tempat ini umumnya ditemani orangtuanya, namun orangtua mereka kebanyakan tidak mengenakan kostum. bahkan, beberapa anak yang datang juga tidak mengenakan kostum khusus seperti aku yang datang tanpa kostum tertentu hehehe ... Bagaimana dengan permen dan coklat yang dibagi-bagi? Sudah pasti ini merupakan saat yang kami tunggu-tunggu karena ada banyak permen dan coklat yang akan kami dapatkan. Sudah pasti pula aku harus ikut mengantri dengan tertib bersama teman-teman yang lainnya. O ya ... Mereka juga menyediakan pizza untuk dinikmati bersama-sama malam ini. Pizza dengan topping cheese dan chicken tersedia lumayan banyak untuk kami nikmati. Saat acara selesai di jam 8 malam, aku segera telpon ke rumah dan meminta papa menjemputku. Sebentar menunggu, papaku datang dan aku pulang dengan happy karena membawa coklat dan candy yang lumayan banyak hehehe ... Happy Halloween untuk yang merayakan ya ...

Saturday, June 22, 2013

TASTE OF BLOOMINGTON

Sabtu, 22 Juni 2013, mama bersama tante Fitri dan tante Erika jalan-jalan bareng ke acara Taste of Bloomington. Acara yang diadakan rutin tiap tahun ini diadakan di lokasi yang sama dengan lokasi farmer market. Dimanakah itu? Di dekat city hall Bloomington. Kata mama, acara Taste of Bloomington ini diadakan sejak dari jam 3 sore sampai jam 11 malam. Ada apa saja kira-kira disitu? Namanya saja taste of Bloomington, jadinya ya berhubungan acara ici-icip (mencicipi) aneka makanan yang disajikan oleh (hampir) semua restoran di Bloomington. Maksudnya? Begini ... (Hampir) Semua resoran yang ada di Bloomington berpartisipasi di acara ini dengan cara buka stand dan menawarkan produk unggulan mereka. Restoran yang dimaksud disini adalah restoran native (lokal) dan bukan restoran jaringan (franchise/chain). Jadi, yang ada di acara ini adalah restoran asli Bloomie yang (kemungkinan besar) tidak ditemukan di tempat lain. Memangnya ada berapa banyak restoran yang berpartisipasi? Ada ratusan hehehe ... Sebanyak itu? Iya ... Memang jumlah restoran yang ada di Bloomington kan banyak, jadi acara ini biasanya gak sepi dari peserta. Lagian, ini kan acara rutin. Jadinya, restoran sudah mengagendakan ikutan di acara ini setiap event ini diadakan. Sebagai informasi, acara ini diadakan untuk amal. Maksudnya? Sebagian besar pendapatan yang didapat dari acara ini akan disumbangkan. Gampangnya begini, untuk bisa berpartisipasi di Taste of Bloomington, restoran perlu bayar bea sewa (kapling). Selain itu, pengunjung perlu beli tiket untuk masuk ke area acara ini. Uang hasil sewa kapling dan penjualan tiket ke pengunjung kemudian disumbangkan untuk beberapa organisasi sosial yang namanya sudah dicantumkan. Lalu, apa dong keuntungan restoran yang ikutan acara ini? Sudah pasti mereka bisa melakukan promosi melalui ajang ini. Mereka menawarkan produk unggulan dan pembeli bisa membeli dengan harga murah. Lalu, untuk pembeli atau pengunjung, apa dong keuntungannya? Menyumbang sekaligus mencicipi aneka menu dari berbagai restoran tanpa perlu datang ke resto itu hehehe ... Jadi, semua diuntungkan. Memangnya berapa yang bisa disumbangkan tiap pengunjung? Seharga tiket masuk. Berapa itu? 7 dolar per orang (di atas 12 tahun). Na ... Uang tanda masuk inilah yang kemudian disumbangkan. Panitia tidak dapat gaji karena ada mereka bekerja secara sukarela (volunteer). Keuntungan panitia apa? mereka bisa masuk ke area acara ini tanpa bayar hehehe ... O ya ... Tante Sonia dan Ali yang memiliki restoran (Nadia Bistro) juga berpartisipasi di event ini. Sama seperti tahun sebelumnya, mereka ikutan lagi tahun ini. Saat mama, tante Fitri dan tante Erika sampai di lokasi, nampak tante Sonia sedang sibuk membantu Ali di depan booth mereka. Salem dan Aisyah (anak tante Sonia) juga ikutan sibuk dengan menjaga satu meja yang memuat minuman dan snack. Aisyah bertanggung jawab atas penjualan lemonane, sementara Salem bertanggung jawab atas penjualan chips. Mama, tante Fitri dan tante Erika kemudian datang ke booth-nya Nadia Bistro dan melihat-lihat menu apa yang ditawarkan restoran milik tante Sonia ini. Baru sebentar melihat-lihat, hujan mulai turun. Segeralah mama, tante Fitri dan tante Erika mencari tempat berteduh. Dimana? Ya di dalam lokasi acara ini. Ada banyak meja dan kursi disediakan oleh panitia. Hampir semuanya beratap (mirip shelter) jadi lumayan gak basah deh. Hanya saja, hujan turun lumayan deras. Jadinya, agak bete juga nih mama dan teman-temannya hehehe ... Habis, pinginnya segera menikmati aneka menu e ... musti nunggu hujan reda dulu ... Mereka menunggu hujan reda dengan ngobrol bersama pengunjung lainnya. Setelah 30 menitan menunggu, hujan mulai mereda. Meski masih dingin dan becek, mama dan teman-temannya segera berburu beberapa menu karena mereka janjian pulang di jam 5.30 sore. Lalu, apa saja yang jadi pilihan mama dan teman-temannya? Silahkan lihat gambar disini hehehe ... Sebentar dulu ... Aku dan papa kok gak ikutan? Kami kan dah pernah ikutan 2 tahun yang lalu. Seingatku, karena harga makanan murah, porsi yang didapat tidak mengenyangkan. Jadi, aku memilih di rumah saja hahaha ...

Friday, May 10, 2013

STRAWBERRY SHORTCAKE FESTIVAL

Jum'at, 10 Mei 2013, mama dan teman-temannya mengunjungi salah satu festival yang diadakan di downtown Bloomington, tepatnya di depan Court House. Sebenarnya mama nggak tahu ada event ini, sampai kemudian ada salah satu teman mama yang mengajak mama ke festival ini di saat jam istirahat. Karena belum pernah ke acara ini, mama sudah pasti ingin ikut. Bersama 3 teman lainnya (Meg, Mary dan Lori), mama berangkat dari Evermann sekitar jam 12 siang. 7 menit kemudian mama dan teman-temannya sudah sampai di tempat tersebut. Mama melihat ada lumayan banyak pengunjung yang datang. Beberapa boots nampak ada dan dikerumuni pengungunjung. Musik secara langsung juga nampak menambah meriah suasana. Karena mama dan teman-temannya hanya punya waktu 30 menit untuk istirahat siang, mereka segera saja menuju salah satu booth yang memajang jualan khas mereka yaitu strawberry shortcake. Di depan booth ini antrian dah lumayan panjang. Kata teman mama yang selalu kesini setiap tahun, antrian untuk membeli strawberry shortcake memang selalu panjang; namun mama dan teman lainnya nggak perlu khawatir karena antrain ini akan dilayani dengan cepat. Dan benar saja apa yang dikatakan teman mama tersebut. Baru 3 menit mengantri, mama sudah berada di depan petugas. Mama nggak tahu seperti apa itu strawberry shortcake, namun mama meminta 4 box kecil. Berapa harga 1 boks-nya? 5 dolar. Semua pembeli memang langsung mendapat satu box kecil berisi strawberry shortcake. Kalau box ini mau dibuka dan isinya dinikmati di sini sekarang juga, sudah pasti bisa. Mama melihat ada banyak pengunjung yang duduk di rerumputan di bawah pohon ataupun pengunjung yang berdiri asyik sambil menikmati strawberry shortcake ini. Dengan adanya live music, rasanya kok nyaman banget hehehe ... Mama dan teman-temannya gak bisa berlama-lama disitu. Setelah semua mendapatkan yang diperlukan, mama dan teman-temannya segera kembali ke Evermann. Mama kemudian membawa pulang boks strawberry shortcake ini ke rumah. Mama membuka isinya dan wa ... nampaknya kok yummy banget. Memangnya ada apa disitu? Cake yang diberi whip cream plus strawberry plus ice cream. Mama penasaran dan ingin segera mencicipinya. Tapi tunggu dulu ... Musti ambil gambar dulu nih hehehe ... Setelah gambar diambil, barulah mama mencicipi strawberry shortcake ini. Dan kata mama, strawberry shortcake ini memang yummy hehehe ... Aku sendiri baru bisa mencicipi strawberry shortcake ini sepulang sekolah (mama memberitahuku untuk mencicipinya setelah aku pulang sekolah). Dan aku pun punya pendapat yang sama dengan mama setelah mencicipi strawberry shortcake ini. Delicious hehehe ... Bagaimana dengan papa? Idem dito alias kata papa rasa strawberry shortcake ini yummy and delicious hehehe ... O ya ... Booth Strawberry Shortcake ini dibuka oleh Bruster's Real Ice Cream, salah satu kedai es krim yang lumayan terkenal di negara ini. Hmmm ... Gak heran kalo rasanya OK hehehe ...

Friday, April 12, 2013

TASTE OF ASIA 2013

Jum'at sore, 12 April 2013, papa dan mamaku mengajakku menonton acara berjudul Taste Of Asia. Kok nonton? Bukannya Taste of Asia berarti "(mencicipi) rasa Asia"? Memang betul. Yang kita cicipi adalah kebudayaan orang Asia. Termasuk makanannya pastinya hehehe .... Hanya saja, aku gak mau ikutan acara ini. Kenapa? Aku memilih maen basket bersama teman-teman ... Akhirnya hanya papa dan mamaku saja yang datang ke acara ini. Papa dan mama berangkat dari rumah jam 6 sore dan sampai di rumah kembali jam 8 malam. Saat papa dan mama kembali ke rumah, aku masih bermain bersama teman-temanku. Sekedar info saja, acara sejenis penah kudatangi 2 tahun yang lalu. Saat itu aku ikut mama bersama beberapa teman Inondesia. Kata mama, seperti tahun sebelumnya, acara ini diadakan lagi tahun ini. Taste if Asia memang merupakan salah satu acara rutin yang diadakan oleh kampus IU dalam rangka menyambut datangnya bulan Asia alias bulan yang dikhususkan untuk menggelar berbagai acara yang berhubungan dengan Asia. Dalam bulan April ini ada banyak kegiatan yang berhubungan dengan Asia, misalnya saja pemutaran film, talk show, exhibition (pameran), gelar seni (termasuk Taste of Asia) dan sebagainya. Selama hampir 1 bulan berbagai agenda acara dipublikasikan dan ditawarkan lewat berbagai media seperti koran kampus, situs kampus, selebaran dan sebagainya. Yang menarik, kata mama, acara Taste of Asia ini dikemas secara eklusif dengan menempati auditorium IU yang megah. Auditorium IU biasanya memang dipergunakan untuk berbagai acara yang sifatnya resmi atau formal dan sudah pasti tertib dan rapi. Acara malam ini pun demikian. Panitia yang mempersilahkan para tamu masuk adalah petugas/staf IU Auditorium. Mereka membukakan pintu, menunjukkan jalan dan membagi selebaran berisi panduan acara serta tiket konsumsi untuk para pengunjung. Papa dan mama yang datang setelah acara pembukaan, masuk ke dalam auditorium dan menempati kursi yang tersedia di bagian belakang. Kata papa dan mama, ratusan tempat duduk yang ada di dalam auditorium nampak dipenuhi pengunjung. Kata mama lagi, banyak pengunjung yang datang yang merupakan warga asli US. Mereka datang bersama kelurganya (anak-anaknya) dan menyaksikan acara ini dengan antusias. Jepretan kamera atau merekam gambar lewat video juga banyak dilakukan pengunjung, termasuk oleh papa dan mamaku hehehe ... Para pengisi acara berasal dari berbagai negara, berbagai kelompok unit kegiatan dan pastinya ada bintang tamu. Memangnya apa saja yang disajikan malam ini? Ada pertunjukkan tari, pertunjukan breakdance, band performance, duo performance dan seterusnya. Kata mama, ada tarian Bollywood yang dibawakan oleh unit tari yang dikelola Asian Culture Center, ada tap dance (menari dengan irama sepatu) yang dibawakan unit kegiatan tari SMA dan SMP di Bloomington, ada pertunjukkan lagi daerah yang dibawakan oleh unit kegiatan mahasiswa sebuah negara, ada pertunjukkan tari modern dengan mengenakan kostum tradisional oleh sebuah unit kegiatan mahasiswa, ada suguhan lagu dengan iringan biola dan gitar yang dibawakan oleh salah unit kegiatan mahasiswa dan juga band performance yang membawakan beberapa lagu. Pengisi acara tampil tidak terlalu lama. Pembawa acara juga sangat piawai memandu acara. Kata papa dan mama, belum sampai penonton bosan, acara sudah selesai. Na ... Acara mencicipi menu yang tersaji dilaksanakan setelah acara gelar seni selesai. Pembawa acara mengatur acara mencicipi aneka menu ini dengan cara mempersilahkan peserta menuju dining hall berdasarkan warna tiket yang ada di dalam buklet panduan acara malam ini. Papa dan mama yang membawa tiket berwarna putih rupanya dipanggil paling akhir hahaha ... Sebelumnya, pemegang tiket warna biru, oranye, kuning dan hijau-lah yang dipanggil untuk mencicipi menu yang disediakan panitia. Ada beberapa restoran yang berada di Bloomington yang menjadi sponsor acara ini. Restoran tersebut adalah Bombay Cafe, Chow Bar, Dani, Fortune Cookes, Mr. Hibachi, Siam House dan Sushi Bar. Apa saja yang mereka sajikan? Silahkan perhatikan isi piring papa dan mama hahaha ... Papa sebenarnya belum pernah datang ke acara ini. Meskipun bertahun-tahun tinggal disini, papa belum pernah sekalipun  datang dan melihat gelar seni seperti ini. Sementara mama sudah 2 kali datang ke acara ini. Kata mama, acara ini termasuk acara yang menarik untuk dilihat. Sementara bagi papa, acara seperti ini serasa membuang waktu saja hahaha ...

Sunday, March 3, 2013

BALINESE SHADOW PUPPET: MATHERS MUSEUM

Minggu siang, 3 Maret 2013, jam 1.30 sampai jam 3.30 ada acara pertunjukkan wayang kulit Bali yang diadakan di Mathers Museum. Pertunjukkan yang akan dibawakan oleh seorang warga US ini menarik perhatian kami. Aku, papa dan mama penasaran dengan si dalang/sutradara yang akan membawakan sebuh lakon siang hari ini. Darimana kami tahu ada acara ini? Dari situs IUB (Indiana University Bloomington) yang memiliki agenda event yang bisa diakses siapa saja. Saat mama melihat adanya event ini, mama menawari papa dan aku untuk datang ke acara ini. Mama sendiri belum pasti bisa ikutan karena mama ada acara lain. Mama akan menyusul kalo acara mama dah kelar. Na ... Jadilah siang itu aku dan papa berangkat ke acara ini. Sebelum ke Mathers Museum, aku dan papa berenang terlebih dahulu di SRSC. Setelah itu kami membeli makan di Subway dan kemudian pulang sebentar untuk mengambil kamera dan berangkat ke Mathers Museum. Sampai di lokasi acara, aku dan papa segera bergabung dengan pengunjung lain yang sudah berdatangan sebelumnya. Ruangan ini lumayan penuh. Pengunjung bisa memilih duduk di kursi atau di lantai, terserah mereka mana yang dirasa paling nyaman. Sebuah geber (layar putih) lumyan besar diletakkan di bagian depan ruang. Lampu gantung yang akan menyorot wayang-wayang juga nampak siap menjadi penerang kegaiatan siang ini. Aku dan papa kemudian memilih duduk di dekat dalang sambil memperhatikan dalang memainkan wayangnya. Lakon atau tema kali ini berjudul "ARJUNA TAPA". Sesuai dengan yang diceritakan si dalang, wayang Bali yang dimainkan kali ini akan menampilkan beberapa tokoh pewayangan dan juga penampilan beberapa karakter binatang. Saat permainan dimulai, tampaklah si dalang dengan terampil memainkan dan menceritakan lakon ini dari balik layar, sementara penonton antusias menyaksikan dari balik layar, sehingga hanya ada bayangan tokoh atau pun karakter lain yang muncul. Acara ini hanya berlangsung 30 menit. Sesudah acara pertunjukkan wayang selesai, acara diteruskan dengan acara prakarya berupa pembuatan karakter wayang dari kertas. O ya ... Mayoritas peserta yang datang adalah anak-anak, jadi 30 menit pertunjukkan dilanjutkan acara crafting membuat semua peserta hepi hehehe ... Aku sendiri tidak ikutab acara crafting ini. Bersama papa, aku ketemu dengan si dalang, Jennifer, yang ternyata mahir berbahasa Indonesia. Jennifer pernah tinggal di Bali selama 1 tahun dan akan ke Jogjakarta bulan Mei ini untuk belajar wayang kulit Jawa. Setelah ngobrol dengan Jennifer, aku dan papa segera keluar ruangan dan berjalan-jalan melihat-lihat isi Mathers Museum. Ngomong-ngomong, Jennifer membawakan lakon siang ini dengan bahasa Inggris atau Indonesia? Silahkan tebak ...

Friday, March 1, 2013

NAVOIYHONLIK & POETRY RECITATION COMPETITION

Jum'at sore, 1 Maret 2013 (setelah melihat satu event yang diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa Afganistan di cafe yang terletak di Teter Quadrangle) kami bertiga meluncur ke IMU. Ngapain kami kesitu? Kami ingin datang ke acara mahasiswa yang kali ini penyelenggaranya adalah mahasiswa Uzbekistan. Kok kami tahu ada acara ini? Mama mendapat infomasi dari salah satu penghuni apartment, yang tinggal di kompleks yang sama dengan kami, yang mengabarkan adanya acara ini. Mama hanya mendengar acara diadakan di salah satu ruang di IMU, di jam 6.30 - 8.30 malam. Mama juga sempat meminta tolong padaku untuk bertanya pada salah satu anak yang setiap hari bareng aku di bis. Sudah pasti anak ini berasal dari Uzbek hehehe ... Kata mama, ibu anak ini adalah salah satu pengurus organisasi mahasiswa Uzbek dan mama yakin ibu temanku ini tahu dimana acara berlangsung. Saat aku bertanya pada temanku, dia mengatakan bahwa dia dan saudara-saudaranya hanya akan ikut ibunya alias gak tahu info lokasi pastinya hahaha ... Ya sudah ... Akhirnya dengan yakin kami bertiga pun menuju IMU. Karena setahu mama lokasi acara di President Room, kami mencari nama ruang ini di IMU. Ternyata nama ini gak ada di sini ... Lalu kami bertiga menuju lobby IMU dan melihat kegiatan yang berlangsung seharian ini dan yang diadakan disini. Gak ada juga nama acara yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa Uzbek. Kami kemudian bertanya kepada resepsionis dan mendapat jawaban yang sama, bahwa acara yang diadakan oleh mahasiswa Uzbek tidak masuk dalam agenda hari ini. Lalu apa yang kami lakukan? Mama memintaku menghubungi temanku dan papa membuka situs Department yang membawahi bahasa Uzbek. Dan papa menemukan acara ini di kalender event mereka :
 'NAVOIYHONLIK' Night
March 1, 2013
IMU University Club  or Wylie Hall 005
The IU Uzbek Students and Scholars' Association welcomes everyone to "NAVOIYHONLIK' night featuring CEUS students speaking about and performing in honor of Alisher Navoiy (1441-1501). The program includes singing, dancing and a poetry recitation competition. Berbarenga dengan itu, temanku menjawab text messageku dan mengatakan mereka ada di University Club IMU. Kami pun segera menuju ruangan itu dan benarlah acara yang diadakan oleh mahasiswa Uzbek memang ada di situ. Kami masuk ruangan yang sudah berisi beberapa orang dan segera duduk. Aku segera bergabung dengan teman-temanku dan asyik ngobrol dengan mereka. Acara dimulai dengan pengantar dari pembawa acara dan dari situ kami pun tahu bahwa acara ini adalah untuk memperingati seorang penyair yang sangat terkenal di Uzbek. Sesuai dengan yang kami baca, malam ini akan ada acara perlombaan baca puisi karya penyair ini, pembacaan riwayat hidup penyair ini, drama pendek tentang penyair ini dan permainan musik serta pertunjukkan tari tradisional Uzbek. Peserta lomba baca puisi adalah para mahasiswa yang kuliah di department ini dan sudah pasti puisi dibacakan dalam bahasa Uzbek. Peserta lomba gak cuma dari IU melainkan juga dari Michigan University yang mengirimkan video mereka. Lumayan menyenangkan juga melihat acara malam ini. Dewan juri lomba pembacaan puisi adalh para faculty di department ini yang sudah pasti semua berasal dari Uzbek. Di akhir acara, ada acara santap malam bersama. Aneka menu yang disajikan sangatlah mengundang selera. Aneka salad, buah-buahan, cookies, bread dan dip, egg roll, meat ball dan juga crackers and cheese tersedia di meja. Juice dan air putih bisa dipilih. Selain ketemu dengan teman-temanku, aku juga ketemu dengan teman papa dan juga berkenalan dengan ibu Yolanda (Associate Dean di Graduate School). Pastinya, acara hari ini tidak membosankan karena aku bisa bertemu dengan teman-temanku hehehe ... Jam 8.30 malam, kami kemudian meninggalkan IMU dan pulang. Salju tipis nampak turun malam ini. Dingin? Sudah pasti hehehe ...    

CULTURAL COFFEE HOUR: AFGHAN STUDENT ASSOCIATION

Jum'at sore, tanggal 1 Maret 2013, papa dan mama mengajakku mengikuti sebuah kegiatan yang berlangsung di sebuah ruang pertemuan di sebuah dorm atau asrama. Kegiatan apakah itu? Cultural Coffee Hour alias kegiatan ngopi bareng disertai acara ngobrol tentang kebudayaan. Masak aku ikutan ngopi? Tentu tidak hehehe ... Lalu, apa yang dimaksud sebenarnya? Jadi begini ... OIS atau Office of International Service alias kantor yang mengurusi mahasiswa internasional di Indiana University, memiliki banyak program yang umumnya terbuka untuk umum. Salah satu kegiatan yang mereka miliki adalah program Cultural Coffee Hour ini. Program ini bertujuan untuk menjadi ajang ngobrol informal mengenai kebudayaan yang perwakilannya adalah organisasi kemahasiswaan. Artinya, organisasi mahasiswa internasional (dari berbagai negara di luar US) bisa memanfaatkan program ini untuk memperkenalkan budaya dari asal negara mereka. Sudah pasti mereka (organisasi kemahasiswaan) yang berniat untuk berpartisipasi pada program ini perlu berkoordinasi dengan pengelola OIS ini. Acara yang umumnya berlangsung 2 jam ini kemudian diagendakan rutin sebulan sekali dan bertempat di salah satu dorm/asrama yaitu di Teter Quadrangle. Acara ini kemudian diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa atau siapa pun yang berminat, salah satunya lewat IU Event Calendar yang bisa diakses siapa saja. Na ... Kebetulan saat mama iseng mengakses jadwal kegiatan weekend minggu pertama bulan ini, mama menemukan jadwal kegiatan ini. Jadilah kami memutuskan datang ke tempat ini. Papa dan mama sudah menyiapkan kamera untuk mengambil gambar karena setahu mama akan ada acara performance juga. Saat kami sampai di lokasi, baru ada beberapa peserta yang datang. Papa dan mama pun kemudian mengambil beberapa gambar. O ya ... Kebetulan penyelenggara program kali ini adalah organisasi mahasiswa yang berasal dari negara Afganistan. Mereka mempersiapkan 2 meja display yang berisi bendera negara ini, beberapa foto pemandangan di negara ini, beberapa benda khas negara ini dan juga satu lembar kertas berisi huruf dan cara baca abjad negara Afganistan ini. Acara ini sendiri berjalan sedikit molor. Setelah panitia siap, mereka memberikan sambutan yang isinya ucapan selamat datang dan memperkenalkan organisasi mahasiswa yang mereka kelola. Setelah itu, ada acara tanya jawab. Acara yang juga disertai acara santap malam bersama ini tidak begitu banyak dihadiri peserta. Namun demikian, hal itu tidak menjadikan acara ini jadi tidak meriah. Peserta nampak dengan antusias mengikuti acara perkenalan. Pastinya, peserta juga asyik mencicipi hidangan yang tersedia yang berupa nasi khas Afgan (seperti nasi kebuli), ayam (goreng), kari sayur (seperti peas tapi berukuran lebih besar) dan roti khas Afghan (sedikit keras karena dingin hehehe ...). Untuk minumnya, tersedia air soda. Acara performance yang ditunggu mama malah gak ada ... Ya sudah, kami pun kemudian meninggalkan tempat ini di jam 6.30 sore dan menuju ke IMU. Ngapain kami kesana? Ikuti saja ceritaku selanjutnya ya hehehe ...