Kamis sore tanggal 31 Maret 2016 aku ikut rombongan menuju Indianapolis. Rombongan siapa nih? Rombongan Fareq, Haziq dan ayahnya hehehe ... Kok bisa? Ya ... Aku mendapatkan tawaran untuk ikutan
nonton NBA di Indiapolis yang kebetulan diadakan di malam hari itu. Haziq mengatakan ada 5 tiket gratis nonton NBA yang didapat dari teman ayahnya. Karena ibu dan adik Haziq yang kecil (Masya) tidak mau ikutan menonton, jadilah aku ditawari. Dengan senang hati kuterimalah tawaran ini hehehe ... Kalau tahun 2014 aku pernah nonton pertandingan serupa bersama papa dan om Pandu, kali ini aku kembali ke tempat ini bersama Haziq, Fareq dan ayahnya. Kami berangkat dari Bloomington sekitar pukul 4 sore dan kemudian menuju Indianapolis bersama rombongan lain (teman ayah Fareq dan Hasiq). Jadi, ada 2 kendaraan yang beriring-iringan menuju Indy di sore hari itu. Sesampainya kami di lokasi, segera saja kami mencari kursi kami sesuai dengan nomor yang tertera di tiket. Kami kemudian menantikan dimulainya pertandingan antara Pacers
dan Orlando Magic. Klub basket Pacers adalah klub basket professional yang memiliki home base state Indiana. Sementara itu, Orlando Magic adalah klub basket professional yang memiliki home base di Orlando Florida. Saat ini, ada salah satu pemain basket klub ini yang merupakan mahasiswa Indiana University. Namanya Victor Oladipo. Semasa masih bermain di klub basket milik Indiana University, Oladipo sangat terkenal dan dia dianggap sebagai salah satu pemain utama yang mampu membawa IU ke tangga kesuksesan. Karirnya di kampus diakhiri ketika dia memilih untuk meniti jalur professional. Ya ... Di negara ini jenjang karir atlet basket memang sudah tertata. Dimulai dari SMA yang menjadi saringan pertama untuk atlet basket (biasanya coach dari universitas akan "ngijon" pemain di SMA untuk ditawari masuk universitas tertentu dan menjadi pemain sambil sekolah dengan imbalan beasiswa); dilanjutkan dengan menjadi
anggota klub basket kampus (coach untuk klub basket professional akan ngijon di kompetisi basket antar kampus) dan kemudian masuk "draft" klub professional sebelum klun tersebut meminangnya. Tentu proses ini tidak mudah. Hanya mereka yang unggul saja yang bias berkarir sampai di level klub professional. Anyway ... Bagaimana hasil pertandingan malam ini? Pacers kalah banyak hehehe ... Orlando Magic menang dengan selisih angka lumayan hehehe ... Meski menyaksikan klub tuan rumah kalah angka di kandang, aku tetap saja happy karena aku bisa mendapat kesempatan nonton NBA langsung dan gratis lagi hehehe ... Makasih ya Fareq and Haziq for taking me to this game ...
Mana daunnya yang berubah warna? Na itu dia hehehe ... Rencananya, kami datang ke Marina Bay di Lake Monroe untuk melihat warna daun yang b
erubah. Apa daya kami belum mendapatkannya disini. Jadinya, kami hanya mengambil gambar danau saja hehehe ... Sore itu mendung datang lagi. Di saat kami bersiap mengambil gambar, matahari sebenarnya masih bersinar dengan lumayan terang. Sayangnya, dalam perjalanan dan sesampainya di lokasi, cahaya matahari meredup. Akhirnya, yang tertangkap kamera ya seperti yang kami posting disini. Kenapa kami memilih tempat ini? Karena aku dan papa sudah beberapa kali ke sini (dalam rangka memancing) sementara mama belum
pernah sama sekali. Papa dan aku sama-sama menyukai tempat ini karena pemandangannya lumayan berbeda dengan area piknik Lake Monroe lainnya. Di sini, akan kita jumpai dermaga tempat kapal berlabuh. Kapal yang dimaksud adalah kapal wisata milik pribadi ataupun milik pengelola kawasan piknik Monroe. Selain kapal, di lokasi ini kita bisa melihat ada banyak pecinta kegiatan memancing yang sedang asyik mengail di sekitar lake ini. Melihat beberapa picnic table, rasanya tempat ini memang juga didesain sebagai
salah satu tempat piknik. Meski area grilling tak terlalu kelihatan, at least kita bisa piknik di picnic table yang tersedia. Kami berjalan dan mencari beberapa spot yang kami anggap bisa kami jadikan background ambil gambar sore ini, sayangnya, mendung menghalangi cahaya matahari yang masih mau bersinar ... Akibatnya, posisi ambil gambar pun menjadi seadanya karena cahaya alami yang tersedia juga seadanya hehehe ... Nampak juga kan daun-daun masih berwarna hijau? Itu dia yang kadang membuat kami bertanya-tanya kapan
sebaiknya kami kemari hehehe ... Perubahan warna daun yang tidak berbarengan membuat kami seringkali menjadi ragu apakah kami bisa mendapatkan gambar fall yang cantik. Dua minggu lalu saat kami ke Brown County State Park, warna daun juga masih belum semuanya berubah. Sore ini saat kami kemari, suasana yang sama kami dapati di sini hehehe ... Masih banyak daun yang berwarna hijau. Namun, kami tidak lantas patah semangat ... Kami tetap saja berpose dengan latar belakang danau dan daun yang mungkin belum sepenu
hnya menggambarkan fall. Yang jelas, kami sudah berusaha datang dan melihat langsung apakah ada gambar yang bisa memotret datangnya musim gugur. Ah ... Kami tetap merasa happy kok datang kemari meski fall belum terpotret sepenuhnya ... Bersama mereka yang menghabiskan sore dengan menikmati kesunyian Marina Bay, kami abadikan momen fall semaksimal mungkin hehehe ... Bagi kami, hasilnya lumayan juga kok ... Yuk mari rasakan hembusan angin dari tepi danau ...
Beneran fall memang sudah datang hehehe ... Lihat saja warna daun yang berubah dengan cepat. Seperti biasa, segera saja kami langka
hkan kaki ke sekitar rumah untuk mencari daun yang berwarna-warni untuk kami jadikan latar belakang acara ambil gambar sore ini. Jam menunjuk angka 5.15 menit saat kami mulai mengambil gambar di bawah pohon di gedung Evermann dan juga hutan mini di dekat situ. Aku sebenarnya ogah banget ikutan acara ambil gambar. Tapi mama selalu bilang, sayang kalo melewatkan aneka warna daun yang berubah menjadi cantik. Fall yang datang cuma sekali setahun, dan juga selalu terbatas peak timen-nya, perlu dinikmati sebaik-baiknya hehehe ..
. Aku pun kemudian ikutan keluar rumah dan menikmati sore itu dengan acara pengambilan gambar. Sengaja papaku membawa tripod agar kami barengan ambil gambar. Hasilnya? Ada di postingan kali ini. Nampak kan beberapa warna daun sudah berubah? Nampak juga kan banyak pohon yang masih memiliki daun berwarna hijau? Kenapa perubahan warna daun gak bareng ya? Itulah uniknya ... Pohon yang berbeda-beda memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula
... Ada pohon yang memang cepat perubahan warna daunnya dan cepat pula rontoknya, ada juga pohon yang perubahan warna daunnya tidak cepat. Jadi, perubahan warna daun seolah tidak berbarengan. Tentu ada keuntungannya. Bagi mereka yang ingin mengambil keindahan warna daun, waktu yang tersedia lumayan lama, karena daun tidak berubah warna berbarengan. Kekurangannya, saat pengambilan gambar dengan latar belakang warna daun dilakukan, masih nampak daun yang berwarna hijau segar sehingga tidak
atau belum mengesankan sudah memasuki musim gugur atau fall hehehe ... Dalam gambar nampak akan apa yang kumaksud? Belum semua daun berubah warna dan ada beberapa pohon yang sudah habis daunnya karena rontok duluan ... Ya ... Inilah awal musim gugur yang sebenarnya ... Musim yang disukai mamaku karena keindahannya. Musim yang membuat kami selalu ingin keluar rumah dan melihat keindahan warna daunnya. Ngomong-ngomong, tahun 2015 merupakan musim gugur yang ke berapa bagi kami? Yang ke-6. Ya ... Enam musim gugur kami l
ewatkan sudah ... Tentu cerita dan keindahannya nggak ada yang sama di setiap tahunnya. Semua memiliki ceritanya sendiri dan semua diusahakan untuk didokumentasikan hehehe ... Kata mama lagi, biar kami tahu perbedaan dari satu musim gugur ke musim gugur yang lainnya, perlulah kami mengambil gambar sebanyak-banyaknya ... Sekali lagi, itu sih kata mama hehehe ... Yuk mari kita nikmati musim gugur alias fall alias autum yang cantik ini ...
Yang ini sih mama dan papa yang mau liat kemeriahan 4th St Festival di hari Sabtu tanggal 5 Sepetember tahun 2015. Kebetulan banget, papa dan
mama ketemu dengan om Faishal, Hana dan Baheera. Ketemu dimana? Di luar MCPL (perpustakaan kecamatan). Papa dan mamaku bertemu mereka bertiga yang sedang menuju library. Ya sudah ... Papa dan mama kemudian mengajak mereka bertiga melihat kemeriahan pameran seni yang rutin menjadi acara tahunan di jalan keempat. Lumayan ramai juga pengunjung pameran siang hari itu. Hanya saja, suhu udara lumayan menyengat sehingga mereka berlima nggak lama-lama berada di luar ruang. O ya ... Selain melihat berbagai macam ba
rang seni yang dipamerkan atau dijual, mereka berlima juga mendatangi toko tante Sonia yang berada di jalan keempat. Toko tersebut merupakan toko tante Sonia yang menjajakan aneka jenis produk Asia (utamanya bahan pangan) termasuk makanan siap santap. Saat mereka berlima ke tempat itu, kebetulan banget ada tante Sonia yang sedang berada di tempat itu. Ya ... Kata mama, nggak biasanya tante Sonia berkegiatan di grocery store tersebut karena ada kesibukan lain yang harus dikerjakannya. Sebentar saja berada di toko tante Sonia,
mereka berlima segera keluar dari situ dan melanjutkan acara jalan-jalan melihat-lihat kemeriahan acara di situ. Karena panas semakin menyengat, mereka berlima memutuskan segera menuju perpustakaan untuk ngadem hehehe ... Ngomong-ngomong, aku kutan nonton acara di jalan keempat ato nggak? Enggak ... Lho kok? Iya ... Aku memilih nggak ikutan kedua orangtuaku karena aku tahu teman-teman orkestraku sedang manggung di situ. Kok aku nggak ikut ambil bagian di acara ini? Aku kan nggak ikutan program tur yang mereka adakan (bulan Februar
i nanti). Mereka yang ikutan di acara kali ini adalah mereka yang sudah mendaftar untuk ikutan tur. Na ... Selain membayar iuran, fund raising juga diadakan oleh grup orkestraku. Salah satunya dengan tampil di acara ini. Selain karena nggak ikutan tur, aku nggak tahu kalo orangtuaku punya rencana menonton pameran seni ini. Aku merasa nggak siap bertemu dengan teman-teman satu grup orkestra karena aku hanya mengenakan kaos oblong tanpa lengan hehehe ... Karena alasan itulah aku memilih berada di library selama kedua orangtuaku menonton pameran ...
Tante Melani dan om Syifa berbaik hati padaku. Mereka mengijinkanku nebeng (ikutan) berkebun di plot mereka. Ya ... Selama summer, untuk para penghuni apartment disediakan fasilitas kebun yang bisa mereka sewa se
andainya mereka memerlukan. Beberapa teman Indonesia sign-up (mendaftar) untuk mengikuti program berkebun di saat summer ini dan tiba-tiba saja aku tertarik untuk ikut mendaftar. Karena aku tidak tahu apakah aku akan sanggup mengelola satu plot, akhirnya kuberanikan diri bertanya pada tante Melani kalo aku ingin ikut nebeng berkebun di plot-nya tante Melani dan om Syifa. Tante Melani mengijinkanku dan kami berunding mengenai apa saja yang perlu kupersiapkan. Tante Melani menanyakan padaku apa yang ingin kutanam. Aku menjawab semangka dan cabai pedas. Tentu aku ingin menyesuaikan apa yang a
kan kutanam dengan tanaman yang sudah ditanam tante Melani. Di plotnya, tante Melani dan om Syifa sudah menanam tomat, cabai dan beberapa jenis tanaman lainnya. Karenanya, aku sangat senang ketika apa yang ingin kutanam ternyata masih terbuka peluangnya hehehe ... Aku kemudian mengatakan pada tante Melani kalo aku akan mulai menanam setelah liburan sekolah dimulai (kira-kira akhir Mei). Tante Melani membebaskanku kapan saja aku mau mulai, dan 2 spot tersedia untukku di dalam kebun tante Melani dan om Syifa. Hari Minggu tanggal 31 Mei 2015, aku, papa, mama dan Nahiza pergi k
e Bloomingfood. Kami mencari bibit semangka di sini dan sekaligus mencari beberapa bibit sayuran lainnya. Papa menemukan Asian green bean (mirip kacang panjang) dan bibit cabai pedas serta tomat. Tak lupa kami juga membeli satu karung kecil garden soil (semacam penyubur) dan juga cethok (mini tool). Setelah semua yang kami perlukan diperoleh, kami segera saja kembali ke rumah. Kebetulan hari itu gerimis turun, jadi kami menunggu sampai gerimis reda sebelum kami ke kebun. Ngomong-ngomong, dimanakah letak kebun tersebut? Di belakang rumah kami hehehe ... Dekat se
kali kan? Karenanya, aku bersemangat untuk memulai acara berkebun kali ini. Sesudah gerimis nggak lagi ada, aku bersama papa dan Nahiza menuju ke kebun belakang rumah untuk memulai menanam semangka dan bibit sayuran lain. Semangka sudah berbentuk tanaman (tinggal memindah dari pot) sedangkan beberapa jenis sayuran masih berupa benih (seed). Dalam gambar yang diposting kali ini nampak kan seperti apa kegiatanku? Hehehe ... Ya ... Setelah menanam bibit (didahului dengan mencampur tanah kebun dengan penyubur), aku kemudian menyiram tanaman yang sudah menyatu dengan ta
nah. Selanjutnya, aku perlu rajin menengok tanaman ini dan memastikan kebutuhan airnya terpenuhi. Memang perlu kedisiplinan dan ketelatenan untuk memulai sesuatu yang baru seperti ini. Sebenarnya, kegiatan berkebun sudah menjadi program rutin tahunan yang ditawarkan kepada penghuni on campus family housing apartment. Sayangnya, baru tahun ini aku tertarik. Tahun-tahun sebelumnya, aku belum ada keinginan untuk mencoba. Na ... Meski baru memulai tahun ini, bukan berarti aku ketinggalan jaman hehehe ... Aku tetap bisa belajar karena berkebun bisa dimulai kapan saja. Lagi pula, moda
l utama berkebun adalah mau belajar. Dengan berkebun, kita belajar sabar dan telaten serta disiplin. Juga, kita belajar untuk menyiapkan mental seandainya hasil tidak sesuai yang diharapkan seperti tanaman kena hama, tanaman dimakan binatang dan gagal panen. Dari situ, aku mengerti dan memamahi betul serta menghargai para petani, pekerja perkebunan yang sedemikian mencintai pekerjaan "merawat" tersebut. Ah ... Aku kok jadi serius banget hehehe ... Yuk mari menanam sayuran dan buah dan nikmati saja semua prosesnya dengan happy ... Makasih banyak ya tante Melani dan om Syifa karena sudah memberikan kesempatan belajar untukku ...
Na ... Yang ini adalah acara kumpul bareng bersama-sama teman-teman Indonesia di Campus View Activity Room. Acara yang diadakan di hari Sabtu
tanggal 4 April ini berlangsung dari jam 10 sampai jam 2 siang. Meski berlangsung sejak pagi, aku dan papa menyusul di siang harinya alias kami nggak ikutan sejak awal. Mama kemana? Mama ada perlu yang nggak bisa ditinggalkan hehehe ... Jadi, hanya aku dan papa yang ikutan datang di acara ini. Kami berdua datang di saat acara hampir selesai. Acara ceramah yang sedianya berakhir di jam 12.15 (menurut jadwal), mundur dari perkiraan. Nggak pa pa sih, karena kami hanya perlu menunggu sebentar saja. Sesudah sesi ceramah selesai, semua yang berada di ruangan ini mengikuti acara makan
siang bersama. Melihat aneka hidangan yang tersaji, aku dan papa segera saja bergabung dengan teman-teman yang lainnya. Aneka menu disajikan teman-teman Indonesia di Bloomington ini dengan model potluck. Kami mengirim buah potong, nasi, air mineral dan juga kerupuk. Jenis makanan menjadi banyak karena masing-masing teman menyediakan aneka menu yang berbeda. Hanya saja, aku dan papa sudah lumayan kenyang sejak dari rumah tadi, karena kami menikmati makan siang di rumah terlebih dahulu sebelum kami k
emari. Coba perhatikan gambar yang diposting disini. Dessert yang ada nampak menggugah selera kan? Hehehe ... Kalau ada yang ingin mencicipi, monggo dipersilahkan ... Hari ini juga bertepatan dengan hari raya kebangkitan Tuhan atau Paskah. Sejak hari Kamis hingga Sabtu malam nanti, kami bertiga ke gereja untuk mengikuti prosesi Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jum'at Agung dan Sabtu Paskah). Na ... Malam nanti kami juga berencana ikut misa jam 8.30 PM. Selepas misa, moga-moga ada feast atau pesta. Yay ...
Hari Sabtu, tanggal 1 November tahun 2014, papa dan mama mengantarkanku ke Nashville untuk mengikuti retret bersama teman-teman yang mengikuti confirmation class. Oleh panitia, kami diminta tiba di lokasi kurang lebih pukul 9.30 pagi karena aca
ra akan dimulai tepat pukul 10. Kami bertiga berangkat dari rumah sekitar pukul 8.45 karena jarak lokasi retret (CYO Camp Rancho Framasa - http://www.campranchoframasa.org/) dari rumah kurang lebih sekitar 40 menitan. Lokasi retret hari ini tidak jauh dari Brown County State Park. Persis di depan North Gate, kami berbelok ke kiri dan mengikuti jalan ini sekitar 2 mil. Jalanan relatif sepi karena kami seperti memasuki jalan kampung. Sesudah sampai di lokasi, aku segera turun dan bergabung dengan peserta lain. Kata panitia kepada papa, acara selesai j
am 5 sore. Sesudah itu kedua orangtuaku kembali ke Bloomington. Kata papa dan mama, dalam perjalanan kembali ke Bloomington, papa dan mama menyempatkan mampir ke Yellowwood State Forest yang juga berlokasi di State Road nomor 45/46 (kalo dari Bloomington Yellowwood State Park akan kita lewati sebelum kita sampai di Brown County State Park). Papa dan mama sengaja mampir ke tempat ini karena mereka belum pernah mengunjungi tempat ini sebelumnya. Kata papa dan mama, dari jalan raya 45/46, jarak yang perlu ditempuh untuk sampai di
kompleks hutan wisata ini kurang lebih 10-15 menit. Kata papa dan mama lagi, kendaraan sepertinya menuju ke pegunungan karena rute yang dilalui menanjak. Di sepanjang kanan dan kiri jalan yang dilalui, papa dan mama melihat ladang jagung dan juga kampung. Sesampainya papa dan mama di kompleks Yellowwod State Forest, hanya sedikit sekali pengunjung yang mereka temui. Maklum, cuaca sangat dingin pagi itu. Jadi, nggak mengherankan kalo tidak banyak pengunjung datang ke tempat ini. Meski dingin, papa d
an mama tetap keluar kendaraan dan melihat ada apa saja di lokasi piknik ini. Ah ... Hutan yang sepi ini terasa indah karena guguran daun yang memenuhi area piknik yang luas ini. Pohon-pohon seolah tak lagi memiliki daun dan hanya diam terpaku. Wow ... Aku kok jadi puitis banget? Hehehe ... Papa dan mama pun menyempatkan mengambil beberapa gambar di lokasi piknik ini. Nggak terlalu lama berada disitu (karena udara makin terasa dingin) papa dan mama kemudian memutuskan untuk kembali ke Bloomington. Yellowwood State Forest nampak masih sepi dan dingin ...
Masih di hari Minggu yang lumayan panas, di tanggal 26 Oktober tahun 2014. Bersama papa dan mama, kami bertiga menuju Brown County State Park. Kata papa dan mama lagi, kami memang perlu m
endatangi salah satu state di saat musim gugur karena keindahan warna daun di state park biasanya memang OK banget. Tahun lalu, saat kami datang kemari, udara sedang dingin sekali. Kami memakai baju hangat, sarung tangan, penutup kepala dan juga syal. Na ... Kali ini kami datang tanpa perlengkapan yang sama. Aku bahkan hanya mengenakan celana pendek dan jaket tipis hehehe ... Cuaca panas sejak pagi, membuat kami tidak mengenakan pakaian rangkap. Karena cuaca cerah, kami tidak heran melihat antrian kendaraan sudah terjadi sejak di pintu masuk. Sepertinya, udara cerha hari
ini mengundang siapa saja untuk mampir ke Brown County State Park hehehe ... Saat kami sampai di tujuan utama kami, Lake Ogle, parking lot nyaris sudah tidak menyisakan tempat. Untunglah saat kami datang, ada satu parking lot yang baru saja dikosongkan pemilik kendaraan. Kami pun segera memarkir kendaraan disitu dan bersiap memulai aktifitas hari ini. Kami melihat ada banyak sekali pengunjung di sekitar danau. Sayangnya, dedaunan yang ada di pohon nyaris tidak ada lagi karena sudah rontok hehehe ... Kalaupun ada, warna daun sudah nyaris seperti warna daun kering (coklat muda) yang tidak
terlalu menarik untuk diambil gambarnya hehehe ... Meski demikian, kami tetap mengambil gambar di sekitar danau meski harus dengan sedikit strategi karena tempat ini penuh sekali dan nyaris tidak menyisakan spot yang membuat kami leluasa untuk mengambil gambar di sekitar danau. Dimana-mana ada pengunjung yang duduk, berjalan, mengambil gambar dan juga memancing ... Mereka sama seperti kami, ingin menikmati udara cerah di tempat piknik ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Kami juga melihat kelompok-kelompok pengunjung yang sedang melakukan kegiatan cook
out atau juga trailing bersama dengan rute mengitari Lake Ogle ini. Karena penuhnya atau ramainya tempat ini, kami harus pandai-pandai mencari spot kosong untuk jangka waktu sekitar 5 menitan demi mendapatkan gambar yang OK (kami kan merencanakan mengambil gambar bertiga hehehe, jadi kami perlu menset tripod, mengatur posisi, mengambil gambar, melihat hasilnya dan mengevaluasi dan kemudian menyesuaikan dengan apa yang kami perlukan. Wuih ... Sampai segitu ya? Iya hehehe ...) Sesudah mendapatkan beberapa gambar di beberapa lokasi, kami memutuskan untuk mengakhiri acara jal
an-jalan di Brown County State Park ini. Kami kemudian kembali ke kendaraan dan meninggalkan parking lot Lake Ogle. Dalam perjalanan menuju exit gate, kami bertemu dengan Om Barik dan Tante Mia bersama Kaysan, Ayra dan Haifa. Kami pun kemudian ngobrol sebentar sebelum kami melanjutkan kegiatan kami masing-masing. Kami bertiga masih menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi yang disebut scenic view (mirip gardu pandang) di beberapa lokasi di dalam Brown County State Park ini. Dari lokasi scenic view ini, kami bisa melihat indahnya (kalu saja kami datang seminggu sebelumnya) warna-warni d
aun di saat musim gugur tahun ini. Hanya saja, kami datang agak terlambat. Kami tetap mendapatkan gambar dari lokasi cantik ini dengan latar belakang hutan yang daunnya sudah mengering. Gak pa pa ... Kami tetap senang bisa datang ke tempat ini di hari ini karena kami tetap bisa mendapatkan gambar-gambar yang lumayan ... Sesudah merasa cukup, kami segera bersiap meninggalkan Brown County State Park yang berjarak sekitar 40 menit dari Bloomington. Matahari masih saja terasa menyengat di badan ...
Dimana nih? Di Leonard Spring Nature Park. Dimana itu? Di dekat Monroe hospital yang ada di highway menuju Bedford. Kapan itu? Hari Ming
gu tanggal 26 Oktober tahun 2014. Ngapain aku ke tempat ini? Na ... Begini ceritanya. Aku kan ikut ekstra kurikuler orkestra. Kegiatan yang kuikuti ini banyak sekali mengadakan kegaiatn fund raising untuk mendanai berbagai kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya adalah fund raising yang diadakan di hari Minggu pagi ini (dari jam 9.30 sampai selesai) di salah satu pertanian yang sedang mengadakan kegiatan pumpkin patch atau panen pumpkin untuk siapa saja yang tertarik. Fund raising yang kami lakukan adala
h dengan bentuk membuka booth yang menjual aneka macam snack, minuman dan juga menu makan siang ringkas (hotdog dan hamburger) selama pumpkin patch ini berlangsung. Apa kontribusiku? Kami (anggota grup orkestra) bisa menyumbang makanan yang akan dijual atau juga bisa berpartisipasi dengan cara menjadi volunteer selama kegiatan ini berlangsung. Awalnya, mama hanya ingin aku ngedrop makanan yang akan kami sumbangkan untuk kegiatan ini. Namun, acara ini sedikit berubah karena kami datang paling awa
l, sehingga kami belum bisa ngedrop makanan karena koordinator acara belum datang di lokasi. Selama kami menunggu, mama dan papa mengajakku mengambil gambar di lokasi pertanian ini. Sepertinya, lokasi ini baru dibuka mengingat bangunan maupun semua peralatan yang digunakan masih terlihat baru. Meski masih baru, sepertinya pemilik pertanian sudah membuka kegiatan ini selama beberapa hari (terlihat dari papan informasi yang mereka pajang). Kami mendatangi toko yang menjual anek hasil pertanian seperti pu
mpkin, squash dan seterusnya. Kami juga melihat kandang berisi kambing, kuda poni, ayam dan sejenisnya. Kami juga melihat truk yang akan menarik hayride (jerami untuk pakan ternak yang biasanya berbentuk kotak dan diletakkan di kereta yang bisa digeret/ditarik) dan beberapa fasilitas yang mereka sediakan untuk pengunjung yang datang berbelanja disini. Kami juga melihat orang-orangan sawah (scarecrow) dengan kostum ala petani lokal yang mereka pajang di pintu masuk. Ah ... Panas terik di pagi ini membuatku malas
berjalan-jalan lebih jauh lagi. Kulihat papa dan mamaku bersemangat berjalan-jalan di areal pertanian yang luas ini. Pumpkin yang tersebar di areal pertanian menjadi pemandangan yang menyenangkan. Demikian juga deretan pohon cemara (biasanya dijual menjelang natal) nampak rapi berjajar di sisi lainnya. Saat kami melihat panitia mulai datang, segera saja mama, aku dan papa menuju ke kendaraan panitia dan membantu set up meja serta tenda yang akan dipakai selama kegiatan ini berlangsung. Satu per satu teman anggota ork
estra juga mulai berdatangan dan membantu panitia. Sesudah tenda, meja dan makanan siap disajikan pada siapa yang tertarik, kami pun kemudian pamit dan bersiap melanjutkan kegiatan hari ini. Tak lupa, mama membeli 2 loaf roti/bread dengan isi cranberrry di dalamnya. Kami kemudian meninggalkan pertanian ini dan menuju lokasi piknik yang sudah kami rencanakan. Dimanakah itu? Ikuti terus ceritaku ya hehehe ... BTW ... Lumayan kan hasil jepretan papaku pagi ini?
Masih belum bosan mengambil gambar daun? Beluuuuuum hehehe ... Ya ... Sepulang dari Monroe library, kami sempatkan mampir lagi di dekat rumah untuk mengambil beberapa gambar. Kata ma
ma sih mumpung daunnya masih ada di pohon alias belum rontok semua hehehe ... Dengan setengah malas, aku ikuti saja kedua orangtuaku yang nampak bersemangat mengambil gambar. Dengan sigap pula papaku mengambil tripod agar kami bisa berpose bertiga. Berpose dengan tripod memang menjadikan kami bertiga bisa berada di frame yang sama. Hanya saja, papa musti melakukan beberapa kali percobaan agar komposisi yang diharapkan terpenuhi. Nggak mengherankan kalo sebelum gambar diambil, papa akan meminta kami pindah posisi bebe
rapa kali agar gambar memenuhi keinginan atau selera hehehe ... Coba perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak kan bahwa sebagian besar daun sudah mulai rontok? Ya memang demikian yang terjadi. Menjelang akhir bulan Oktober, daun memang biasanya mulai berguguran. Namun demikian, tidak berarti semua daun akan gugur di akhir bulan Oktober ini. Di beberapa tempat, masih banyak daun di pohon yang bahkan masih berwarna hijau. Memang betul kalo dikatakan perubahan warna daun tidak serentak terjadi di waktu
dan tempat yang sama. Di dalam kampus, kami masih bisa menjumpai daun yang berwarna hijau atau daun yang baru saja mulai berubah warna. Ya ... Meski sudah secara resmi memasuki musim gugur, tidak berarti perubahan warna daun dan gugurnya daun akan terjadi bersamaan di tempat yang sama. Kata papa, ini menguntungkan kami yang punya hobi ambil gambar hehehe ... Kalo kami belum sempat mengambil gambar sementera pohon sudah gundul (daunnya dah habis), kami masih bisa mendatangi lokasi lain ya
ng memiliki daun yang berwarna-warni. Kalau beneran mau rajin berburu gambar, kita memang musti betul-betul mencermati kapan dan dimana peak of fall-nya, biar gambar yang didapatkan sempurna hehehe ... Kalau mencermati gambar kami di atas, lokasi yang sama kami gunakan juga saat kami mengambil gambar beberapa waktu lalu. Hasilnya? Jelas beda karena hari ini daun sudah mulai berguguran dan juga cahaya mataharinya terang benderang hehehe ... Untung saja acara pengambilan gambar hari ini berlangsung cepat. Jadi, aku pun tidak perlu berlama-lama merasa bete hehehe ...