Showing posts with label Season. Show all posts
Showing posts with label Season. Show all posts

Saturday, May 7, 2016

FARMER MARKET (MAY 7TH, 2016)

Sabtu pagi, tanggal 7 Mei tahun 2016, papa dan mama menuju ke farmer market yang berlokasi dekat dengan downtown. Karena sudah lumayan lama papa dan mamaku nggak ke pasar, maka mereka merencanakan untuk melihat isi pasar hari itu. Aku sengaja nggak ikut karena aku ada rencana pergi ke library sesudah papa dan mamaku pulang dari pasar. Karena hanya berdua, papa dan mamaku tidak pergi terlalu lama. Kata mama, suasana pasar masih sama seperti biasanya. Penjual dan pembeli bertemu langsung dalam kegiatan farmer market ini. Produk organic sangat mudah ditemukan disini seperti sayur dan buah, Namun, dagangan lain yang juga menarik minat pengunjung adalah bibit bunga dan juga bibit sayur. Ya ... Menjelang datangnya musim panas, banyak orang yang mulai mempersiapkan diri untuk berkebun. Harapan mereka, selama summer, kegiatan berkebun bisa dilakukan dengan menyenangkan karena cuaca yang mendukung. Nggak heran, keranjang atau tas bawaan mereka berisi beraneka ragam bibit tanaman. Bagi mereka yang mau mencicipi aneka jajanan, tersedia juga aneka booth yang menyediakan pilihan makanan dan minuman siap santap. Harga yang dibayarkan, tidak perlu memperhitungkan pajak karena transaksi dilakukan secara tunai disini. Lagian, kegiatan ini kan tujuan utamanya untuk membantu petani local yang memerlukan tempat untuk menawarkan dagangannya. Jadi, pemerintah setempat pun memfasilitasi kegiatan ini dengan menyediakan tempat, menjadwalkan kegiatannya dan juga memberikan fasilitas yang menarik. Pengunjung yang datang tanpa tujuan membeli sesuatu juga tetap bisa menikmati suasana pasar karena berbagaqi fasilitas pendukung yang tersedia seperti picnic table, mini stage untuk nonton pertunjukkan (maupun tampil), jogging/walking/biking track dan seterusnya. Nggak heran, saat cuaca cerah seperti hari Sabtu ini, ada banyak pengunjung yang datang dan menikmati suasana di farmer market. Ngomong-ngomong, apa yang mamaku beli? Sweet potato (ubi), kopi dan camilan hehehe ...

Sunday, March 27, 2016

EASTER & SPRING 2016

Sebelum mengikuti misa Paskah di gereja di jam 5.30 sore di hari Minggu tanggal 27 Maret tahun 2016, papa dan mama menjemputku di Wonderlab seperti biasanya. Dari Wonderlab, kami bertiga sengaja mengambil beberapa gambar di B-Line Trail mumpung lagi ada banyak kembang mekar di pohon. Kebetulan B-Line Trail itu ada di dekat Wonderlab; jadi kami nggak perlu pindah parking lot atau pun jalan terlalu jauh untuk bias ke lokasi ambil gambar hehehe ... Dan jadilah beberapa gambar kami dengan latar belakang deretan kembang berwarna putih atau kembang berwarna merah muda atau ungu muda di belakang kami. Kami cuaca lumayan hangat, banyak citizen melakukan aktifitas olahraga seperti berlari, berjalan, naik sepeda atau berjalan cepat di B-Line trail ini. Sambil memandangi keindahan kembang yang menjadi latar belakang foto, terasa banget keindahan musim semi yang kami rasakan sore ini. Setelah merasa cukup mengambil beberapa gambar dengan latar belakang kembang yang berwarna warni, kami pun kembali ke kendaraan dan bersiap menuju ke gereja. Meski awalnya kami berencana mengikuti misa Paskah di hari Sabtu malam, kami kemudian mengubah rencana kami dan mengikuti misa Paskah di hari Minggu sore hari ini. Kebetulan udara terasa anget dan angin tidak bertiup terlalu kencang sore ini. Misa yang kami ikuti pun berlangsung dengan lancar dan menyenangkan. Selamat merayakan hari Paskah teman-teman ... Paskah yang kami rasakan di musim semi kali ini rasanya menyenangkan sekali ... Hari terasa masih sore ketika misa Paskah selesai di jam 6.30 PM ...

Thursday, March 17, 2016

SPRING BREAK 3-17-16: ENJOY THE DAY OFF

Kamis, tanggal 17 Maret tahun 2016, mamaku sengaja mengambil hari libur agar bias jalan-jalan bareng kami. Meski mungkin tidak pergi terlalu jauh, kami tetap merencanakan acara menikmati hari libur hehehe ... Setelah selesai sarapan, kami memulai acara jalan-jalan pagi ini dengan menuju Edinburg. Ngapain kami kesana? Ya ... Mau lihat-lihat something hehehe ... Perjalanan yang kami tempuh selama 1 jam ini terasa cepat karena jalanan lumayan sepi. Maklum, hari Kamis ini kan masih weekdays, jadi belum banyak kendaraan lalu lalang di jalan raya; kecuali menjelang jam 8 pagi atau pas jam masuk kerja/masuk sekolah dan menjelang jam 5 sore atau pas jam usai kerja/jam usai sekolah. Kalau tidak salah, perjalanan yang kami tempuh bahkan tidak sampai 1 jam saat kami menuju Edinburgh maupun di saat kami pulang dari Edinburgh. Lalu, saat kami sampai di Edinburgh, kami melihat parking lot lumayan kosong. Kendaraan pun diparkir dekat outlet/store yang akan kami datangi. Salah satu outlet yang kami datangi adalah took barang pecah belah karena kami perlu membeli pengasah pisau. Untuk apa pengasah pisau? Ya untuk mengasah pisaulah hahaha ... Memang aku merencanakan untuk membeli alat ini sejak beberapa waktu lalu. Kebetulan banget hari ini kami kemari, jadilah aku mencari alat yang kuperlukan. Sesudah alat pengasah pisau kubeli, kami merasa sudah cukup berada di Edinburgh ini. Kami kemudian menuju parking lot dan bersiap meninggalkan Edinburgh. Sengaja kami tidak berlama-lama disini karena kami ingin menikmati makan siang kami di salah satu warung penyedia menu apa saja di dekat rumah. Ya ... Kami memang berencana ingin mendatangi warung makan Hibachi. Biar harga yang kami bayarkan tidak terlalu mahal, kami usahakan untuk bisa di warung makan ini sebelum jam 3 sore. Kebetulan banget, kami menyelesaikan acara kami di Edinburgh sekitar jam 1 kurang seperempat, jadi, sebelum jam 2 kami sudah duduk manis di salah satu set meja dan kursi di warung makan ini. Tanpa menunggu lama, kami bertiga segera memilih apa yang kami mau hehehe ... Tumben banget, siang ini warung makan Hibachi terlihat ramai, jadi kami semangat untuk bolak-balik ke meja buffet hehehe ... O iya ... Aku juga bertemu dengan temanku Richard di warung makan ini. Entah sudah berapa kali kami ketemu di warung makan di saat kami sedang menikmati makan siang atau pun makan malam. Kami pernah bertemu di Aver pizza, di Buffalo Wild Wings dan juga di warung makan Mr Hibachi. Selera kami memang sama sepertinya hehehe ... Anyway ... Setelah merasa cukup berada di warung makan ini, kami pun menyudahi acara one day off ini. Ah ... Segar sekali rasanya menikmati udara yang lumayan sejuk hari ini ... Spring beneran dah datang nih ...  

Monday, February 22, 2016

SUN RISE

Mumpung matahari yang mau terbit seolah baru aja bangun dari tidurnya alias munculnya malu-malu, papa mengambil gambar matahari terbit ini sebelum jam 7 pagi. Nampak kan semburat warna jingga di kejauhan? Langit masih nampak gelap dan bayangan pepohonan yang terpantul cahaya matahari nampak kontras dengan latar belakang jingga warna cahaya. Papa dan mamaku senang sekali dengan pemandangan yang seperti ini. Keindahan ini ditangkap dalam kamera di pagi hari itu. Meski gambar yang didapatkan tidak seindah pemandangan aslinya, tetap saja aku senang melihat gambar ini. Sebagai informasi, selama musim dingin ini kadang aku nggak ketemu matahari selama berhari-hari. Kenapa begitu? Ya memang begitulah yang terjadi. Musim dingin kadang dibarengi dengan tiadanya matahari selama berhari-hari ... Kalaupun ada, kadang cuma muncul sebentar lalu kemudian digantikan oleh mendung atau kabut atau salju atau hujan. Hmmm ... Menarik memang kalau kita bicara mengenai matahari ... Utamanya di saat terbit dan terbenam. Keindahan warna yang mengikuti saat matahari terbit dan terbenam memang sangatlah indah. Sayang kalau dilewatkan begitu saja rasanya hehehe ... Maka dari itu, meski kadang adem terasa di badan, pengambilan gambar matahari terbit dan terbenam di saat musim dingin menjadi cerita yang menyenangkan. Tangan yang kadang terasa kaku di saat menjepret gambar (karena sarung tangan kadang harus dilepas di saat memencet tombol) seolah tak lagi diingat di saat melihat keindahan cahaya matahari secara langsung maupun di dalam gambar. Meski sesudahnya dingin terasa nggak pergi, hati rasanya tetap hepi hehehe ...

Sunday, February 21, 2016

SUN SET

Matahari yang hampir tenggelam sore itu membiaskan warna merah jingga di langit. Keindahan ini diabadikan oleh papa meski dingin lumayan terasa di badan. Parking lot hampir gelap sehingga lampu-lampu penerang parking lot pun mulai menyala. Namun, cahaya matahari yang hampir tenggelam masih terlihat dengan jelas. Kata papa, kawanan burung gagak yang terbang menambah keindahan sore itu. Kawanan burung gagak yang jumlahnya puluhan atau bahkan mungkin ratusan ini mudah sekali dijumpai di saat musim dingin. Mereka sanggup bertahan dalam dingin dan biasanya hinggap di pohon-pohon yang tidak memiliki daun yang tersisa. Daya tahan tubuh mereka terhadap suhu dingin memang mencengangkan. Rasanya kami masih saja suka heran melihat kawanan gagak terbang kian kemari di saat burung-burung jenis lain tak terlihat batang hidungnya hehehe ... Kembali ke sore yang indah ini. Matahari yang sebentar lagi tenggelam ini perlahan mulai menghilang. Waktu yang diperlukan dari matahari hampir tenggelam ke matahari beneran tenggelam tidaklah lama. Hanya perlu beberapa menit bahkan kalau tidak salah seringkali kurang dari 5 menit saja. Sayang banget kan kalo moment indah seperti ini tidak diabadikan? Apalagi di saat musim dingin seperti ini, dimana matahari kadang betah berlama-lama bersembunyi alias kami nggak selalu ketemu matahari tiap harinya ... Na ... Mumpung matahari belum beneran tenggelam, yuk mari kita ambil gambarnya ... Kita nikmati rasa adem di luar rumah sebentar sampai matahari beneran tenggelam dan siang pun berganti petang hingga malam menjelang ... Awww ... Aku kok jadi puitis gini ...

Sunday, January 24, 2016

AROUND PARKING LOT

Mumpung matahari bersinar cerah dan salju masih ada, papa dan mama mengajakku berhenti sebentar di area parking lot yang dekat dengan mini woods. Ya ... Mini woods yang dimaksud adalah area pepohonan yang ada di di sekitar tempat kami tinggal. Salju yang masih ada ini merupakan salju yang sama yang turun beberapa hari lalu. Saat itu sekolah diliburkan, sehingga kami bisa bermain salju sebentar di sekitar rumah. Kami bermain sledding di saat salju masih tebal. Na ... Berhubung beberapa hari ini udara agak dingin, salju nggak segera mencari. Jadilah kami masih bisa mengabadikan gambar salju yang lumayan masih ada di area sekitar kami tinggal. Sebagai informasi, weekend ini ada badai salju besar yang melanda pantai timur negara ini utamanya di New York, DC dan juga Pennsylvania. Salju yang turun lumayan tinggi (sampai sebetis lebih). Sekolah dan kantor-kantor sudah diliburkan sejak hari Jum'at dan warga diminta untuk tinggal di dalam rumah saja. Toko yang menyediakan bahan makanan tidak akan buka selama badai berlangsung, sehingga warga sudah mulai berbelanja bahan makanan sejak awal minggu. Peristiwa seperti ini umum terjadi di musim dingin. Pemerintah sudah mengantisipasi sejak jauh hari sehingga jumlah korban luka bahkan meninggal bisa diminimalkan. Awalnya, badai ini berjalan dari Selatan (bagian bawah US) menuju ke Timur atas. Indiana, sebenarnya termasuk dalam rute yang akan dilewati. Namun entah apa yang terjadi, arah angin berubah dan Indiana aman dari badai salju tahun ini. Jangan salah ... Meski badai salju nggak lewat, kami tetap kebagian salju. Lihat saja gambar ini hehehe ... Kalau sebelumnya timbunan salju lumayan tinggi, hari Minggu siang ini volume salju sudah berkurang banyak. Namun ... Tetap saja masih ada salju yang belum pergi yang bisa kami abadikan gambarnya siang ini. Musim dingin tahun ini kami nggak kebagian banyak salju. Dsember lalu kami kedatangan salju sekali saja. Sesudah itu, baru Januari ini salju datang kembali. Itu pun tidak dalam jumlah yang banyak hehehe ... Meski demikian, kami tetap senang karena kami tetap ketemu salju yang biasanya menjadi ciri khas musim dingin hehehe ...

PANCAKE BREAKFAST AT THE CHURCH

Yang ini sih acara tahunan di gereja yang biasanya diadakan di hari Minggu di bulan Januari. Na ... Tahun ini kami ikutan datang di acara pancake breakfast yang diadakan di hari Minggu tanggal 24 Januari tahun 2016. Pancake breakfast ini diadakan setelah misa pagi (9.30) dan setelah misa kedua (11.30). Kami sengaja ikut sarapan panekuk setelah ikut misa yang kedua. Bersama beberapa umat yang juga datang di dining hall yang berlokasi di basement gereja, kami mengantri di salah satu meja dari 3 meja yang tersedia. Pancake dengan perlengkapannya seperti pineapple puding, butter, syrup dan juga whip cream ada di 3 meja yang tersedia. meja lain menyediakan sausage dan juga buah. Bagaimana dengan minumannya? Kami memilih jus jeruk dan kopi. Sarapan pancake ini diikuti lumayan banyak umat. Mereka boleh menambah isi piring sesuka hati mereka kalo mau hehehe ... Bersama kedua orangtuaku, satu piring berisi 2 pancake, 2 sausage sangatlah cukup untuk kami ... Menurut keterangan romo sebelum misa usai, sarapan pancake ini diadakan oleh gereja sebagai bentuk terima kasih gereja kepada umat yang telah berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan yang diadakan gereja selama tahun 2015 lalu. Sebagai bentuk apresiasi ini, gereja kemudian menyediakan sarapan dengan menu pancake. Hmmm ... Yummy ... Kami bertemu dengan beberapa umat lain yang kami kenal dan kami kemudian menyudahi acara sarapan ini. Sebelum meningglakan gerja, kami menyempatkan diri mengambil gambar di sekitar gereja. Kata mama, mumpung salju masih belum meleleh semua dan mumpung ada cahaya matahari yang bersinar dengan lumayan terik ... Aku malas banget sebenarnya, tapi mama ngajakin terus hehehe ... Ya sudah, aku tidak mau terlalu serius saat pengambilan gambar dilakukan papaku. Habis, aku nggak niat banget sih ... Apalagi aku tidak mengenakan jaket tebal, jadi ya aku nggak betah berlama-lama di luar ruang. Dari depan gereja kami kemudian menuju parking lot yang berbatasan dengan Bill Armstrong Stadium. Nampak kan dalam gambar lapangan yang bersebelahan dengan gereja ini masih memiliki tumpukan salju. Salju sebenarnya turun beberapa hari yang lalu. Namun karena cuaca lumayan adem, salju nggak segera mencair. Kami pun kebagian salju yang masih lumayan tebal ini sebagai background foto hari ini. Berhubung aku dah semakin nggak sabaran karena dingin, acara ambil gambar sesudah sarapan pancake pun kami sudahi. Saat kami masuk ke kendaraan terasa betul beda udara di dalam dan luar kendaraan. Badan terasa adem saat kami berada di luar ruang dan badan terasa hangat saat kami berada di indoor. Selain suhu, angin juga menjadi penyebab kenapa udara terasa dingin. Ya ... Musim dingin memang belum akan berakhir hehehe ... Enjoy sajalah ...

Sunday, January 10, 2016

FIRST SNOW (JAN 10, 2016)

Salju pertama yang datang di bulan Januari tahun 2016 ini kami sambut dengan perasaan happy dan juga was was. Happy karena kami sudah lama tidak ketemu salju, was was karena suhu drop lumayan banyak. Kebetulan banget, salju turun di saat weekend. Jadi, kami nggak ada kewajiban keluar rumah untuk berkegiatan hehehe ... Saat membuka jendela pagi itu, kami merasakan ingin segera keluar rumah untuk menyentuh salju. Salju tebal yang turun semalam membuat kami ingin mendekatinya. O ya ... Awalnya kami ragu apakah salju akan turun beneran mengingat hujan turun seharian sebelumnya. Ternyata, malam hari salju mulai turun hingga pagi ini. Dari dalam rumah nampak putih menghampar menutup halaman, sidewalk, parking lot, atap, ranting dan semuanya saja. Papa segera mengambil kamera dan mengambil gambar di sekitar rumah. Sayangnya, garam belum ditaburkan sehingga sidewalk tidak kelihatan jelas. Siapa saja yang hendak berjalan di sidewalk musti berhati-hati agar tidak terpeleset. Kok gitu? Iya ... Kalo salju jadi es, sidewalk bisa menjadi licin dan lumayan berbahaya untuk dilewati ... Ya memang begitulah yang terjadi hehehe ... Karenanya, papa tetap berhati-hati ketika keluar rumah ... Mama kemudian menyusul ke luar rumah tetapi hanya berada di depan rumah sebentar saja. "Uadem banget", begitu kata mama hehehe ... Apa yang mama lakukan? Mama menyentuh salju yang baru dan masih turun ... Mama juga mengatakan angin lumayan semilir di luar ruang, jadi mama nggak betah berlama-lama ada di luar rumah. Dari dalam rumah aku melihat tetanggaku mulai membersihkan kendaraan mereka. Ya ... Mumpung salju baru saja turun, akan lebih mudah untuk menghilangkan salju yang menutupi kendaraan. Kalo menunggu agak lama, salju bisa mengeras di kendaraan dan akhirnya akan sulit dibersihkan. Menurut ramalan cuaca, salju akan turn lagi di hari Selasa atau Rabu. Artinya, salju akan datang lagi dan tumpukan salju akan lebih banyak. Karenanya, penting untuk mulai membersihkan salju seawal mungkin agar salju yang ada tidak tertumpuk salju yang akan datang. Hmmm ... Mumpung salju turun, boleh dong kita menikmati yang anget-anget di dalam rumah seperti coklat anget atau teh anget? Sepertinya aku tidak akan keluar rumah dan main bareng teman-teman karena udara yang adem hehehe ... Welcome snow!

Sunday, January 3, 2016

AROUND CAMPUS

Minggu, tanggal 3 Januari tahun 2016, siang menjelang sore hari, aku berangkat menuju Wonder Lab. Meski matahari bersinar, dingin sebenarnya nggak pergi hehehe ... Setelah mengantarku, papa dan mama mampir ke kampus sebentar untuk mengambil gambar. Musim dingin di awal Januari ini terasa lain ... Jelas kampus masih sepi karena mahasiswa belum kembali dari liburan winter mereka. Suasana sepi di dalam dan di sekitar kampus inilah yang sengaja ingin dicari kedua orangtuaku. Saat sidewalk seolah membelah dua sisi area di dalam kampus, yang terasa hanyalah sunyi tiada akhir. Memang ada beberapa pengunjung kampus yang ditemui kedua orangtuaku, namun suasana terasa sepi dan "dingin." Berjalan diantara gedung kampus yang diam membisu, sambil merasakan dinginnya udara di luar ruang, tidak mengurangi niat kedua orangtuaku untuk terus berjalan mengelilingi kampus IU di awal tahun 2016 ini. Beberapa tempat dijadikan subyek foto karena kekhasan suasananya seperti pose diantara pohon besar yang nggak memiliki daun, pose di depan gedung yang berdiam dengan kokohnya, pose di beberapa lokasi yang mungkin tidak dipilih orang (seperti di dekat ruang mesin, di pojok tembok, di dekat teralis, dsb) dan masih banyak lagi. Selama kurang lebih 1 jam kedua orangtuaku berjalan di dalam kampus. Mereka juga menyempatkan diri memasuki gedung di saat dingin dirasa sudah sangat keterlaluan hehehe ... Setelah merasa cukup berada di kampus, kedua orangtuaku kembali menuju parking lot yang berada di pojokan jalan. Sambil terus mengambil gambar, kedua orangtuaku juga tetap berjalan dengan cepat. Mana tahan ... Dingin terasa semakin menggigit meski matahari terus saja membagi sinarnya. Hingga hari ini, Bloomington belum kebagian snow ... Ya ... Mumpung snow belum datang, papa dan mama mengabadikan keindahan winter di kampus IU. Winter yang panas, mungkin istilah ini pas untuk menggambarkan suasana IU yang tak kelihatan berada di musim dingin hehehe ... Daun yang berserakan dan ranting yang gundul rasanya sudah bisa mewakili musim dingin kali ini ... Melihat gambar ini, terasa betul kesunyian college town yang ditinggal mahasiswanya yang tengah menghabiskan liburan mereka di luar Bloomington. Libur musim dingin yang dimulai sejak tanggal 19 Desember 2015 lalu dan akan berakhir di tanggal 11 Januari 2016 ini. Kesunyian yang ingin ditangkap kedua orangtuaku di hari ini, di saat ada sinar matahari meski hanya sedikit ... Jalanan di sekitar kampus juga terasa lengang sejak dari dalam kampus hingga ke areal parking lot. Ah ... Rasanya orangtuaku asyik saja menikmati kesunyian hari ini hehehe ...

Thursday, December 31, 2015

NEW YEAR CELEBRATION

Kamis malam, tanggal 31 Desember 2015, tepatnya jam 11.30 malam, aku keluar rumah untuk ikut merayakan kembang api di samping ruimah. Bersama Bakhita, Nahiza, Ayu, Irda, om Rizal dan tante Rozi, kami bersama-sama menyambut tahun baru 2016 dengan penyalaan kembang api. Meski dingin terasa menusuk tulang, kami berusaha bertahan demi menyaksikan kembang api yang berwarna-warni ini. Sambil menunggu pergantian waktu, kami siapkan kembang api yang akan dinyalakan dan juga pemantik api atau lighter. Kembang api milik Bakhita dan Nahiza ini mulai dinyalakan menjelang detik-detik pergantian waktu. Satu per satu kembang api menyala dan menukik ke udara ... Cantik dan indah sekali ... Rasa dingin yang menyergap seolah bisa dikurangi dengan menyaksikan kembang api yang menyala ini hehehe ... Papa sempat keluar dan mengambil beberapa gambar sebelum akhirnya kembali masuk ke rumah. papa nggak kuat dengan dinginnya malam ini hehehe ... Bagaimana dengan mama? Sama saja ... Mama nggak kuat dengan dinginnya malam ini. Hanya saja, mama memilih stay di dalam rumah dan tidak keluar sama sekali. Mama mendengar suara kembang api yang dinyalakan dari dalam rumah dan berusaha melihat dari jendela depan tapi tetap nggak berhasil hehehe ... Kan kembang apinya dinyalakan di samping rumah hehehe ... Jadilah kami melewatkan akhir tahun 2015 dan menyambut awal tahun 2016 dengan kedinginan. Selamat tinggal tahun 2015 ... Ada banyak hal manis yang boleh kami alami selama setahun ini. Selamat datang tahun 2016 ... Ada banyak harapan dan impian yang akan kami temui di tahun yang baru ini ... Happy new year everyone ...

AROUND NASHVILLE

Mumpung hari masih belum gelap, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar setelah makan siang selesai. Tentu saja berjalan-jalan di kampung wisata Nashville ini hehehe ... Ya ... Mama selalu suka dengan kampung ini karena terkesan unik dan kuno. Deretan toko yang menjual aneka barang seni buatan sendiri (hand made) mudah sekali ditemui disini. Meski dingin, kami mencoba berjalan di beberapa tempat. Kami sempat heran melihat ada banyak pengunjung Nashville di hari terakhir tahun 2015 ini. Mereka nampak berjalan dari satu toko ke toko lainnya. Sama seperti kami, mereka mengenakan pakaian yang tertutup demi menahan hawa dingin ... Aku sebenarnya sudah pingin cepat-cepat kembali ke kendaraan, namun mama bilang kita perlu jalan sebentar agar badan hangat dan nggak langsung duduk sehabis makan hehehe ... Apa boleh buat, aku menurut saja akhirnya hehehe ... Saat kami sedang berada di sebuah perempatan, seorang ibu dan anak bertanya pada kami apakah kami perlu bantuannya untuk mengambil gambar kami bertiga. Tawaran ini tidak kami sia-siakan hehehe ... Kami mengiyakan dengan cepat dan mengucapkan terima kasih atas tawarannya. Kami juga menanyakan padanya apakah kami perlu mengambilkan gambar dirinya dan ibunya namun dia mengatakan tidak perlu. Sesudahnya, kami mengambil melanjutkan acara melihat kota Nashiville tanpa masuk ke dalam toko alias kami hanya berjalan di sidewalk dan kemudian menikmati keindahan kota ini di saat suhu dingin. Kenapa nggak mau masuk toko? Karena kami memang ingin melihat suasana putdoor kota Nashville dengan dekorasi christmas-nya. Apa asiknya sih? Nggak ada hehehe ... Itu menurutku lho ya ... Kalau ditanyakan ke mama apa asyiknya jalan-jalan di Nashsville saat udara adem seperti ini, pasti jawabnya lain hehehe ... Setelah merasa cukup melihat-lihat Nashville, kami memutuskan kembali ke parking spot kendaraan kami. Meski agak jauh, kami tetap bersemangat berjalan menuju ke kendaraan karena ada harapan kami bisa menghangatkan badan di kendaraan kami. O ya ... Mengapa kami parkir agak jauh kali ini? Karena hampir semua parking spot dipenuhi kendaraan baik parking spot berbayar maupun tidak. Ini artinya kota kecil Nashville di hari ini banyak didatangi pengunjung. Terbukti, mencari parking spot kosong tidaklah mudah. Dari gambar yang diposting kali ini, nampak kan suasana kota Nashville di hari Kamis siang tanggal 31 Januari tahun 2015? Meski dingin, ada saja pengunjung yang memiliki kegiatan yang sama dengan yang kami lakukan yaitu berjalan-jalan di sini. Anyway ... Badan yang dingin ini sudah tidak mau lagi berkompromi. Jadi, memilih kembali ke dalam kendaraan dan melanjutkan perjalanan ke Bloomington di saat hari belum gelap sepertinya kok merupakan pilihan yang tepat ... Itu lagi-lagi menurutku lho ya hehehe ... Yuk mariii ...

LUNCH AT ARTISTS COLONY INN & RESTAURANT NASHVILLE

Na ... Ini dia yang ternyata mau kita lakukan di Nashville. Apa itu?Makan siang. Yay ... Ya ... Ternyata mamaku mengajakku dan papa mampir di tempat ini untuk menikmati makan siang di hari Kamis tanggal 31 Desember tahun 2015. Kata mama, tempat ini memang menjadi salah satu yang ingin kami kunjungi, mengingat papa pernah diundang oleh gurunya ke sini. Apa sih nama tempat makan yang kami singgahi sing ini? Artist Colony Inn and Restaurant. Ya ... Gedung yang berfungsi sebagai tempat nginep dan juga warung makan ini (http://www.artistscolonyinn.com/restaurant) memang terletak di kota Nashville dan gampang dijangkau karena terletak di jalan utama. Kata mama, mumpung kami bertiga lapar, kita akan mencari coklat hangat yang mungkin tersedia dalam menu yang mereka punya. Ideal banget sih idenya, karena di saat udara terasa dingin, minuman hangat pas banget dinikmati. Saat kami masuk ke dalam warung makan ini (dari pintu depan terbaca tulisan untuk masuk dari pintu samping, kami melihat meja resepsionis panjang dan petugas yang sudah siap mengantar siapa saja yang berkunjung ke kursi dan meja kosong. Dining hall besar ada di dekat meja panjang tadi dan kami pun diminta mengikuti petugas yang memilihkan kami set meja kursi di dpan perapian. Wow ... Kami senang sekali dengan pilihan tempat ini. Hangat langsung saja kami rasakan. Sepintas kami melihat dining hall ini terlihat set meja kursi yang sudah terisi pengunjung. Ada yang hanya berdua, ada juga yang berombongan. Suasana hangat terasa (selain karena fireplace yang lumayan besar) karena desain ruang makan ini berkesan akrab dan berasa di rumah sendiri. Furniture yang ada di dalam ruangan nampak berumur tua termasuk dekorasi di dinding dan juga pernak-pernik lain di dining hall ini. Pohon natal besar nampak ada di dekat perapian maupun di sudut lainnya. Ya ... Suasana natal terbawa di dalam dining hall ini dan kami merasa ikut bersemangat karenanya. Setelah kami duduk, datang petugas lain yang membawakan buku menu. Kami memesan minum terlebih dahulu sebelum membaca menu apa yang mereka punya. Aku dan papa memilih air putih, mama memilih coklat hangat. Setelah pesanan minuman kami dicatat petugas, kami membaca  menu apa yang mereka tawarkan. Menu khas negara inilah yang mereka punya, seperti appetizer mereka menawarkan soup, salad dan goreng-gorengan (kentang goreng, ketela goreng dan sejenisnya); main dish yang mereka tawarkan antara lain sandwich dan burger, lasagna, strips, fish and shrimp dan sejenisnya; serta dessert berupa cheesecake, pie dan yang seperti itu. Lalu, apa yang kami pesan? Untuk appetizer kami memilih kentang goreng. Menu makan siang yang kupilih adalah chicken strip dengan side dish-nya berupa kentang goreng, papa memilih soup and grilled cheese sandwich dan mama memilih Lucie's pot pie (kayak sup juga). Seperti apa kira-kira gambarnya? Ini dia ... Kentang goreng (atau panggang) yang kami pilih berbahan satu kentang dipoting menjadi 6 bagian kemudian ditambahi keju shredded dan juga sour cream. Irisan daun bawang juga disertakan. Chicken strip yang kupilih ya biasa saja, seperti yang biasa kita lihat. Daging ayam olahan yang dibentuk memanjang dan dilengkapi dengan kentang goreng. Pesanan papa nampak dalam gambar berupa toast (roti tawar yang dipanggang/digoreng) dan juga sup dalam mangkok kecil). Pesanan mama ada di piring legok (seperti mangkok) berisi sup dan perlengkapan lainnya. Menu yang sangat khas atau identik dengan negara ini. Begitu tersaji, kami tidak mau berlama-lama menunggu untuk menyantapnya. Dah lapar sih hehehe ... Gimana rasanya? Sudah pasti enak ... Lha wong kami ini lapar berat hehehe ... Sambil menghabiskan isi piring kami, kami nikmati saja kehangatan yang kami rasakan dari nyala kayu di pemanas ruangan di depan kami. Rasanya nikmat sekali menghabiskan isi piring di saat perut lapar seperti ini ... Kombinasi perut lapar dan makanan hangat serta udara dingin yang tereduksir karena kami duduk di depan pemanas ruangan rasanya menjadi memori yang menyenangkan di akhir tahun 2015 ini. Ah ... tak terasa banget satu tahun berlalu sudah. Kami syukuri perjalanan satu tahun ini dengan menghabiskan isi piring kami hahaha ... Saat kami merasa sudah cukup menikmati suasana dan juga makanan di warung makan ini, kami bersiap meninggalkan warung makan ini. Perut kenyang dan badan pun terasa hangat. Yay ....