Saturday, October 18, 2014

CAR WASH DI DEKAT 5 GUYS

Na ... Di hari Sabtu pagi tanggal 18 Oktober tahun 2014, aku mempunya 2 kegiatan (volunteer dan fund raising) sejak pagi sampai siang. Volunteer di pagi hari kulakukan di American Legion yang berada di Jalan Ketiga. Volunteer ini kulakukan di pagi hari (dari jam 7.45 sampai jam 9.30) . Bersama dengan teman-teman lain, aku datang ke tempat ini (sebuah warung makan milik veteran negara ini) dan membantu serving dan cleaning untuk mereka yang sarapan di tempat ini di Sabtu pagi ini. Mereka yang memilih sarapan di tempat ini pada hari ini adalah para donatur. Maksudnya? Ya ... Dana yang terkumpul pagi ini dari para pengunjung, akan diberikan kepada yang memerlukan. Kami, para volunteer tidak membantu dalam bentuk dana melainkan dalam bentuk waktu dan tenaga. Karena kami sudah membantu kegiatan ini, kami kebagian rejeki berupa menikmati menu breakfast yang ada di warung makan ini tanpa bayar hehehe ... Sesudah aku menyelesaikan kegiatan volunteer di sini, papa menjemputku sekitar jam 9.45. Siang harinya, sekitar pukul 12 sampai 2, aku melakukan kegiatan fund raising yang diadakan oleh kelompok orkestra yang kuikuti. Kami, para anggota orkestra, perlu mengumpulkan kegiatan yang bersifat sukarela (utamanya untuk penggalangan dana) yang akan menjadi nilai tambahan bagi kami saat kami akan melakukan kegiatan yang memerlukan biaya. Ada banyak sekali kegiatan fund raising yang sudah dijadwalkan untuk kami. Tentu kami perlu memilih yang sesuai dengan yang kami mampu/bisa dan waktunya juga tersedia. Na ... Fund raising kali ini adalah dengan cara mencuci mobil. Namun, jangan dikira kami melakukannya secara profesional seperti yang dilakukan para staff di car wash center ya hehehe ... Yang kami lakukan adalah memasang petunjuk car wash dalam rangka fund raising (untuk kegiatan kami) di sebuah parking lot (kali ini dekat dengan warung makan 5 guys) dan menunggu kendaraan masuk ke parking lot dan mendekati kami. Kendaraan yang masuk ini akan kami guyur dan kami bersihkan bagian luarnya saja dan kami melakukannya secara cepat hehehe ... Artinya, driver nggak perlu keluar dari kendaraan dan aku serta teman-teman perlu bergerak cepat agar kami tak membuang waktu saat car wash dilakukan. Proses yang kami perlukan memang hanya sebentar dan driver akan memberikan dana sekedarnya karena niat mereka datang ke parking lot memang untuk melakukan donasi. Acara car wash belum berakhir ketika aku melihat kedua orangtuaku sudah siap menjemput. Acara ini ternyata molor sampai jam 2.30 sore. Kata teman-teman, donasi yang kami dapatkan siang ini lumayan ... Ah ... Aku ikut senang dan merasa berkontribusi ... Karena sudah kelaparan, papa dan mama kemudian membelikanku satu porsi roti isi di warung makan yang bersebelahan dengan parking lot dimana kami berkegiatan. Lumayan ... Setelah melakukan 2 kegiatan ini, paling tidak aku tahu bahwa untuk bisa mendapatkan uang, kita perlu melakukan sesuatu ...   

IU HOMECOMING PARADE 2014

Yay ... Aku mendapat kaos gratis ... Kapan itu? Di hari Jum'at di tanggal 17 Oktober tahun 2014 di saat ada acara IU homecoming parade ... Ya seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selalu ada acara pawai yang diselenggarakan kampus IU. Pawai ini biasanya didatangi banyak penonton yang ingin melihat IU dan perangkatnya. Bersama papa dan mam, aku pun lumayan antusias untuk datang dan melihat acara ini. Kebetulan, aku masih punya waktu sekitar 2 jam (antara pukul 5 sampai 7) sebelum aku nonton pertandingan football di sekolahku. Aku dan teman-temanku janjian untuk ketemu di sekolah di jam 7 malam. Jadi, waktu untuk nonton acara ini pun lumayan longgar. Kira-kira jam 5.15 menit, kami sudah berada di sekitar Sample Gate. Melihat kerumuman penonton yang sudah lumayan banyak, kami kemudian mencari lokasi nonton yang nyaman. Kalau dulu kami menonton pawai ini di jalan ketiga (dekat East University apartment, kali ini kami menonton dari tempat yang berbed a. Kami sempatkan merekam kemeriahan sore ini lewat kamera. Persis di depan Sample gate, kami melihat logo IU yang sedemikian besar terpampang disitu. O ya ... Homecoming sendiri memaknai kembalinya para alumni ke kampus. Ya ... Di negara ini, universitas umumnya memprogramkan acara homecoming ini sebagai kegiatan tahunan yang dirangkai dengan berbagai events di kampus, utamanya events olahraga. Kampus IU tentu tidak mau ketinggalan untuk merangkai program penyambutan alumni yang pulang ke kandang (kembali ke kampus maksudnya hehehe ...) sebaik mungkin. Alumni yang datang umumnya akan tinggal selama beberapa hari di kota Bloomington ini. Hotel, restoran dan toko menyiapkan events ini dengan sebaik-baiknya. Events yang umumnya berlangsung selama 3 hari, Jum'at - Minggu, menjadikan kampus sibuk dan semarak. Para alumni memiliki banyak acara yang bisa mereka datangi seperti penggalangan dana untuk IU, melakukan pertandingan persahabatan, menonton pertandingan bareng, menginap di asrama/
dorm/sorority/fraternity bareng dan juga menghadiri pesta (tailgate) hehehe ... Yang juga kami baca dan dengar, para alumni akan berbelanja banyak selama masa homecoming ini. Yang mereka beli tentunya merchamdise dan semua pernik yang berhubungan dengan IU. Dimana-mana loga IU dengan mudah bisa dilihat/ditemukan di saat event ini berlangsung ... Ah ... Aku kok jadi ngomongin alumni. Kapan nih pawai dimulai? Tuh dia, kembang api sudah mulai dinyalakan. Arak-arakan peserta pawai pun dimulai. Sudah pasti semua penonton tidak lagi mondar-mandir di jalan yang akan dilewati peserta pawai. Semua penonton bersiap dengam tertib di pinggir jalan. Satu per satu peserta pawai mulai lewat di depan kami. Ada presiden IU, ada alumni berprestasi IU, ada ratu dan raja (mahasiswa) IU, ada tentara, ada unit kegiatan mahasiswa, ada kelompok study/riset, ada sukarelawan, ada staf asrama atau apartment, ada kelompok musik IU dan masih banyak lagi grup lainnya yang juga ikut memeriahkan acara pawai sore hari ini. O ya ... Yang paling menarik hati adalah pembagian kaos dan juga permen coklat serta souvenir selama pawai berlangsung ... Ini yang paling kami tunggu hahaha ... Dan hasilnya, aku beruntung mendapat satu kaos yang ternyata memiliki angka tahun 2013 alias kaos kadaluwarsa hahaha ... Aku sih cuek aja selama kaos ini masih bisa kupakai ... Akhirnya, saat jam menunjuk angka 6.15, acara pawai selesai. Kami pun segera kembali ke parking lot dan bersiap pulang ke rumah karena aku masih punya satu kegiatan lagi sesudah ini ...

Saturday, October 11, 2014

B-LINE TRAIL

Na ... Kalo yang ini sih acara jalan pagi yang sengaja kami jadwalkan di hari Sabtu tanggal 11 Oktober tahun 2014. Bersama papa dan mama, kami bertiga menuju B-Line Trail. Apa itu B-line Trial? Ini adalah jalur yang sengaja dibangun pemkot Bloomington untuk memfasilitasi mereka yang ingin melakukan kegiatan jalan sehat, jogging, bersepeda di dalam satu jalur tertentu. B-Line Trail ini belum pernah kami datangi selama kami tinggal di Bloomington. Karena penasaran, kami pun kemudian menjadwalkan untuk melakukan jalan shat dengan menempuh rute ini. Kira-kira jam 9 pagi kami berangkat dari rumah. Papa kemudian memarkir kendaraan di parking lot Kroeger di jalan kedua. Dari sini, kami langsung bisa memilih rute mana yang akan kami lewati (ke kanan atau ke kiri). Karena sekalian ingin mampir ke Farmer Market, kami mengambil rute ke kanan dan memulai acara jalan sehat pagi ini. Kalau melihat rute yang kami lewati, nampak jelas kok jalur B-line Trail ini. Jalur ini jelas rapi dan bersih dan menyatu dengan neighbourhood alias dengan melintasi B-line Trail ini, kita seolah berjalan di tengah kota dan menjumpai banyak hal menarik yang selama ini jarang atau tidak kita ketahui misalnya lukisan mural tentang Bloomington, karya instalasi seni yang ada di salah satu lokasi, berbagai informasi yang terpampang di dalam information board di sepanjang trail ini dan seterusnya. Meski kami hanya melewati sebagain trail ini, rasanya kami senang sekali. Kata mama, ada satu teman mama selalu menyempatkan berjalan kaki selama 1 jam di B-line Trail ini setiap harinya. Wow banget kan? Hehehe ... Saat kami berjalan-jalan di B-line Trail pagi ini, cuaca memang sedikit mendung. Namun, kami tetap bersemangat untuk terus berjalan. Kami juga mengambil gambar karena ada banyak sekali latar belakang (anggap saja lanskap) yang sangat sayang untuk dilewatkan. Misalnya saja aneka pohon yang daunnya sudah berubah warna atau tiang atau monumen berwarna biru (sebenarnya berfungsi sebagai penahan jembatan) yang berwarna biru dan memiliki bengtuk unik atau nama jalan yang terpahat di dalam konblok dan seterusnya. Kami tentu saja tetap terus berjalan, namun menyempatkan diri untuk mengambil gambar juga hehehe ... Selain itu, seperti yang sudah kesebutkan di awal tulisan ini, kami sengaja memilih jalur yang melewati farmer market karena kami mau mampir sebentar disitu. Mamaku kan paling seneng masuk pasar, na ... kali ini pun mama tidak mau melewatkan masuk farmer market yang kami lewati. Meski cuma memutari pasar sebentar dan hanya membeli daun kale serta pretzel hangat, kami tetap enjoy kok ... O ya ...  Dalam situs https://bloomington.in.gov/documents/viewDocument.php?document_id=2879  B-Line trail diceritakan/disebutkan sebagai berikut: The B-Line Trail extends a total of 3.1 miles from the east side of Adams Street, through the downtown, through the switchyard property, and to the north side of Country Club Drive. The trail head for the Bloomington Rail Trail is across from the end of the B-Line Trail, south of Country Club Drive. The downtown sections of the trail incorporate design features such as street name paver treatments at each crossing, a human/pet drinking fountain, park benches, limestone accents, trees, and  landscaping. Some sections feature energy-efficient LED fixtures. There are small plaza areas south of City Hall, next to Showers Common; west of the WonderLab Museum; behind the Convention Center, just across the pedestrian bridge over Third Street; near Seminary Square south of Second Street and at Adams Street. Generous financial support from IU Health Bloomington helped provide two fitness stations along the trail just south of First Street. The B-Line Trail is 12' wide asphalt with 2' wide gravel shoulders on both sides for those who prefer a softer surface. The trail is lighted with energy-efficient LED lights. The lights are on from dusk to dawn. Jadi, B-line trail ini memang sengaja dibuat karena ada kebutuhan yang muncul dari citizen yang memerlukan fasilitas untuk mereka beraktifitas. Dengan dukungan dari banyak pihak, akhirnya B-trail Line pun menjadi salah satu tempat berkegiatan warga secara postif yaitu olahraga. Coba perhatikan beberapa gambar yang diposting dalam tulisan kali ini. Fall menjadikan gambar semakin menarik kan? Hehehe ... Ini karena kecintaan mama pada musim gugur yang selalu diwarnai dengan berubahnya warna daun dan juga serakan daun-daun yang gugur. Mama nggak pernah bosan mengambil gambar di musim gugur. Kata mama, semua terlihat indah. Nggak heran kalau mama senang sekali mengambil gambar dengan latar belakang daun yang berubah warna atau daun yang sudah gugur. Kalau mama nggak bosan berpose denagn latar belakang daun, aku sebaliknya hahaha ... Makanya aku bilang ke mama biar aku saja yang menjadi fotografer atau silahkan mama berpose sendirian ... Yang jelas, setelah kami menyelesaikan acara jalan sehat pagi ini, kami kemudian meninggalkan B-line trail dan bersiap untuk menuju tempat berikutnya. Kemana kami menuju? ke sebuah warung makan yang merupakan favorit papa. Karena lapar, sudah pasti kami bersemangat menuju ke warung makan tersebut. Pinginnya nanti jalan-jalan lagi ah di B-line trail ini ...

Sunday, October 5, 2014

SEKITAR JALAN KETIGA

Minggu siang, masih di tanggal 5 Oktober tahun 2014, sesudah menonton konser mbak Wendelin, kami bertiga menyempatkan mengambil gambar di sekitar kampus dan juga di sekitar 3rd street. Mamaku mengatakan, bersinarnya matahari dan mulainya daun berubah warna merupakan alasan yang pas bagi kami untuk mengambil gambar hehehe ... Alhasil, kami pun berpose beberapa kali di dekat gedung yang berada di kompleks sekolah musik, utamanya kami berpose dengan latar belakang daun yang berubah warna. Sama seperti tahun lalu, kali ini perubahan warna daun juga tidak berbarengan (bersamaan). Karena itu, kami musti cermat memandangi pohon mana yang bisa kami ajak berpose hehehe ... Sesudah mendapatkan beberapa gambar di dalam kampus, kami kemudian melanjutkan acara ambil gambar di sekitar jalan ketiga. Tepat di depan kantor pemadam kebakaran (yang berseberangan dengan gereja St. Charles) kami memang melihat ada papan nama bertuliskan Bloomington. Berkali-kali kami merencanakan untuk mampir ke tempat ini dan berpose dengan latar belakang tulisan tersebut namun kegiatan ini belum sempat terlaksana. Sampai kemudian, siang itu kami memutuskan untuk mencari parking lot di dekat lokasi yang akan kami jadikan background foto dan kami pun siap berpose hehehe ... Na ... Saat kami mengambil gambar di jalan ketiga ini, kebetulan sedang ada aksi menentang aborsi yang dilakukan di sekitar gereja St. Charles. Beberapa peserta aksi membentangkan poster atau kertas bertuliskan sikap anti aborsi mereka. Mereka berjajar di sepanjang jalan dan melakukan aksi mereka dengan diam (berdiri dan memegang kertas agar bisa dibacaa siapa saja. Aksi seperti ini sudah sering kami lihat. Ya ... Siapa pun yang ingin menyatakan sikap atau pendapat kan boleh-boleh saja. Sepanjang cara yang dilakukan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak melanggar hukum, dengan cara-cara yang benar dan tidak bersifat mengancam atau memaksa. Ah ... Aku kok jadi serius begini? Hehehe ... Pastinya acara ambil gambar siang itu berjalan dengan sukses. Tulisan Bloomington yang kami inginkan untuk bisa direkam dalam kamera kami dapatkan hari ini. Meski cuaca kemudian mendung, acara pengambilan gambar tetap berlangsung dengan lancar. Tentunya, acara pengambilan gambar berikutnya sudah kami rencanakan, mengingat fall sudah mulai datang beneran. Maksudnya fall datang beneran adalah fall yang ditandai dengan perubahan warna daun hehehe ... Seperti yang selalu kuceritakan, mamaku kan paling seneng dengan datangnya fall. Karenanya, mama selalu merencanakan untuk mengambil gambar di berbagai tempat di luar ruang selama ada warna daun yang menjadi petunjuk datangnya fall yaitu merah, oranye dan kuning ... 

Saturday, October 4, 2014

SEKITAR SOE (SCHOOL OF EDUCATION)

Sepulang dari menonton acara Korean Night, mama dan papa menyempatkan mengambil beberapa gambar di sekitar gedung School of Education. Gambar yang tidak boleh dilewatkan adalah yang memiliki latar belakang pohon yang memiliki daun yang mulai berubah dan gambar gedung hehehe ... Ini dia beberapa gambar yang diambil siang hari itu. Kata papa dan mama, karena kampus lumayan sepi (hari itu hari Sabtu singa sekitar jam 2-an) mereka bisa mengambil gambar dengan lumayan leluasa. Dari School of Education menuju parking lot (papa memarkir kendaraan di dekat Rose Apt), papa dan mama juga menyempatkan mampir sejenak di gedung Rose ini. Rose merupakan sebuah asrama mahasiswa yang baru saja selesai dibangun dan mulai disewakan untuk mahasiswa. Seperti bangunan asrama atau gedung lainnya (yang berada di dalam kompleks kampus Indiana University), gedung Rose juga memiliki konstruksi berbahan lime stone (bukan brick). Ya ... Lime stone ini menjadi salah satu ciri kampus IU yang menjadikan gedung IU seakan-akan seragam semuanya. Selain lime stone, deretan jendela yang ada di bangunan seolah juga memiliki model atau bentuk yang sama. Hanya saja, di gedung Rose ada tambahan kanopi berwarna merah yang menaungi jendela di deretan paling bawah. Papa dan mama juga menyempatkan diri masuk ke dalam gedung Rose ini. Lobby yang bersih dan luas menjadi ruang pertama yang ditemui siapa pun yang mengunjungi gedung ini. Lalu ada papan pengumuman, kantor apartment, ruang musik, ruang rekreasi (ada meja bilyard) dan juga perpustakaan. Kalo penasaran dan ingin tahu lebih banyak, ini dia situsnya http://www.rps.indiana.edu/roserescenter.cfml. Na ... Sesudah melihat gedung dan juga melihat isinya, papa dan mama kemudian segera menuju ke parking lot. Angin rasanya semakin sering saja bertiup menjadikan udara terasa dingin. Daun-daun yang rontok rasanya semakin banyak saja. Papa dan mama mengatakan, kalau semua daun sudah rontok duluan karena tertiup angin kencang, daun-daun yang warnanya cantik tidak bisa ditangkap kamera dan dijadikan background foto hehehe ... Ya ... Mamaku memang sangat menyukai fall atau musim gugur. Kecintaan mama pada musim ini lebih dikarenakan daun-daun yang semula berwarna hijau akan berubah warna menjadi kuning, merah atau oranye sebelum akhirnya gugur. Keindahan warna daun di musim gugur ini singkat sekali waktunya. Hanya sekitar 2 - 3 minggu. Karenanya, kalo angin bertiup kencang, daun yang bahkan belum sempat berubah warna akan gugur. Na ... Yang begini inilah yang disebut "That's not good" hehehe ... Karena itu, setiap melihat daun yang berubah warna, mama akan mengambil gambarnya sebelum angin menerbangkannya/menggugurkannya ...  

KOREAN NIGHT

Lho ... Wajah mamaku kok bisa berada di dalam sebuah wadah makanan? Hehehe ... Ini adalah gambar yang diambil papaku saat papa dan mamaku mendatangi acara Korean Night. Dimana itu? Di School of Education. Kapan itu? Di hari Sabtu di tanggal 4 Oktober tahun 2014. Karena mamaku penggemar berat serial Korean Drama, mamaku sudah pasti nggak mau melewatkan kesempatan untuk datang di acara ini. Papa dan mama lansung menuju ke lobby School of Education untuk melihat apa saja yang sudah siap. Ada mini stage yang sedang dipergunakan para mahasiswa Korea membawakan satu koreografi tari/dance modern. Ada meja display berisi aneka pernik khas Korea seperti craft (barang kerajinan), boneka, ornamen dan aneka pernik lain. Di meja display yang lain ada sample makanan khas Korea dan aneka wadah makanan yang biasa mereka pergunakan. Di sudut lain ada pakaian tradisional Korea (hanbook) yang bisa dipakai pengunjung dan pengunjung bisa berfoto menggunakan pakaian tersebut. Selain itu, di sudut ruangan dimana pakaian tradisional berada, ada beberapa gambar yang tengahnya bolong dan bisa dipakai sebagai background foto seperti yang mama lakukan di dalam postingan kali ini. Mama memilih gambar makanan dan memakainya sebagai background foto. Selain makanan, ada juga bckground raja dan ratu Korea serta putri dan pangeran. Selain itu, ada apalagi ya? yang jelas acara ini berlangsung sejak pagi sampai sore hari. Selain di lobby, ruang-ruang kelas juga dipakai sebagai tempat kegiatan. Kalau ada yang tertarik belajar alat musik tradisional Korea, mereka bisa masuk ke dalam salah satu ruang. Kalo ada tertarik mengenal sejarah Korea, mereka juga bisa bergabung dengan peserta lain di kelas yang tersedia. Termasuk diantaranya aneka gambar dan foto mengenai Korea banyak sekali dipajang selama kegiatan ini berlangsung. Kata mama, puncak acara Korean night hari ini adalah nonton bareng salah satu film Korea yang bertemakan kuliner yang lumayan laris ditonton di Korea. Sayangnya acara ini diadakan berbarengan dengan acara yang akan diadakan oleh teman-teman Indonesia sore nanti. Jadi, mama tidak bisa gabung di acara nonton bareng ini. Setelah merasa cukup berada di acara ini, mama dan papa kemudian keluar dari gedung School of Education. Ya ... Acara Korean night yang serupa pernah mama hadiri 3 tahun yang lalu. Saat itu acara diadakan di auditorium di Wilkie Apt dan hanya berlangsung selama 4 jam. Hari ini, acara diadakan hampir seharian dan kegiatannya jelas lebih bervariasi. Menarik sih, hanya saja mama nggak mau seharian datang ke acara ini hehehe ... Cukup sudah bagi papa dan mama datang sekitar 1 jam dan mendapatkan beberapa gambar seperti yang diposting kali ini ... Mama dan papa kemudian melanjutkan sebentar acara jalan-jalan di sekitar kampus sambil merasakan tiupan angin yang lumayan kencang. Tiupan angin inilah yang kemudian merontokkan daun-daun di pohon sebagai tanda musim gugur beneran dah datang ...

FARMER MARKET

Sabtu siang, sekitar jam 11.30-an di tanggal 4 Oktober tahun 2014, papa dan mamaku mengunjungi farmer market. Kata mamaku, mumpung farmer market masih diadakan di outdoor, mama dan papa menjadwalkan untuk datang siang itu. Saat papa dan mama berada di situ, angin bertiup lumayan kencang dan sering. Jadi, dingin pun mulai terasa di badan. Papa dan mama kemudian memutuskan tidak berlama-lama berada di situ. Melihat aktifitas pedagang dan pembeli di farmer market memang selalu menjadi keasyikan tersendiri. Mengamati aneka produk organik yang dijual disitu rasanya memang menyenangkan. Banyak sayur dan buah yang dijual para pemilik kebun tanpa melalui perantara alias langsung. Ya ... Konsep farmer market sepertinya kok mirip dengan pasar tradisional yang kita miliki yaitu bertemunya penjual (pemilik hasil kebun atau olahan) dan pembeli. Hanya saja, umumnya produce yang dijual disini memiliki label organik. Nggak heran, kalo harga jualnya pun relatif lebih mahal dibandingkan dengan  harga produce non organik yang bisa kita jumpai di grocery store. Kata papa dan mama, kalau kita membeli produce secara langsung dari pemilik, kita sebenarnya juga mendukung potensi ekonomi lokal. Ya ... Mereka yang menjajakan dagangan/produce mereka adalah petani atau pemilik kebun lokal (asli Bloomington) yang bertemu seminggu 2 kali (setiap Selasa dan Sabtu) di tempat yang sama. Para pembeli dipersilahkan menyesuaikan dengan jadwal yang sudah fix ini. Saat musim masih belum memasuki winter, kegiatan jual beli ini diadakan di outdoor. Sementara itu, di saat winter, kegiatan ini dipindah di dalam ruangan (indoor) di salah satu aula gedung sekolah. Melihat jadwal yang sudah fix seperti ini memang menjadikan kita tahu bahwa pemerintah setempat sangat mendukung dan memperhatikan serta memfasilitasi kegiatan yang dilakukan olah para petani lokal. Pemerintah setempat mendukung dengan cara menyediakan tempat dan mengiklankan kegiatan ini terus menerus. Dengan begitu, kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan masyarakat lokal yang produktif dan menguntungkan baik untuk pembeli (bisa memilih dan membeli produk segar secara langsung) maupun untuk penjual (bisa memasarkan produk mereka dan mendapatkan uang secara langsung). O ya ... Hari itu papa dan mama menyempatkan untuk membeli satu kantong apel (yang memiliki bentuk dan rasa seperti apel Malang) dengan cara menawar. Kok ditawar? Iya ... Karena pasar sudah mau bubar, biasanya penjual bisa membeli dengan harga lebih murah. Memangnya pembeli boleh menawar? Sebenarnya sih nggak boleh (nggak biasa). Tapi, mama iseng saja mencoba menawar apel satu tas. Hasilnya? Dari harga 10 dolar, mama bisa membawa pulang satu kantong apel seharga 8 dolar hehehe ...