Sesampainya kami di South Bend, kami langsung menuju ke kampus Notre Dame. Acara yang akan diikuti papaku selama 2 hari ini ada di kampus ini. Kendaraan diparkir di depan bookstore dan kam
i berpisah di dalam bookstore. Papaku menuju ruang seminar, aku dan mama menunggu di bookstore. Kami sengaja memilih menunggu di dalam bookstore karena cuaca yang terasa bukan lagi dingin seperti tadi pagi, melainkan panas hehehe ... Ya ... Sinar matahari yang hangat (cenderung panas) terasa di sekujur badan saat kami keluar dari kendaraan. Daripada berjalan-jalan melihat-lihat kampus di saat udara terasa panas seperti ini, kami memutuskan menunggu di bookstore yang adem hehehe ... Nampak kan salah
satu sudut ruangan di dalam bookstore yang menjadi ikon kampus ini? Bookstore di kampus Notre Dame dibangun begitu besar dan megah, nggak beda jauh dengan bangunan toko buku Barnes and Nobles. Rak buku berjejer dengan rapi disertai set meja kursi yang nyaman untuk membaca. Bookstore yang dibangun dua lantai ini juga menyediakan aneka merchandise khas Notre Dame University. Karena males berjalan-jalan, kami pun menikmati ademnya ruangan di dalam bookstore sambil membaca buku yang tersedia. Lum
ayan menyenangkan kan? Hehehe ... Berapa lama kami berada di sini? Lumayan lama-lah karena aku sempat membaca beberapa edisi Diary of A Wimpy Kid yang belum sempat kubaca. Lumayan banget kan? Hehehe ... O iya ... Pengunjung bookstore ini lumayan rame lho. Selain mahasiswa (sepertinya mengikuti summer class), ada juga rombongan peserta konferensi atau family yang datang untuk mengunjungi kampus sekaligus berbelanja aneka merchandise. Bagaimana dengan kami? Mama sempat membeli souvenir kecil yang nggak berhubungan dengan kampus Notre Dame. Lalu, apa dong yang dibeli mama? Rahasia hehehe ...
Thursday, May 5, 2016
SOUTH BEND: PART II
Dalam perjalanan menuju South Bend, kami menyempatkan diri mampir untuk mengisi bensin di sebuah SPBU yang kebetulan dekat dengan warun
g makan McD dan Subway yang berada di sebuah convenience store (took kelontong). Sambil menunggu papa mengisi bensin, aku dan mama mampir untuk membeli sarapan di McD. Memangnya kami belum sarapan? Sudah sih sebenarnya, hanya saja aku pingin beli jajan aja hehehe ... Kami membeli paket sarapan yang sama untuk 3 orang berupa burrito isi telor (scramble egg) dan sosis yang dilengkapi dengan hash brown. Kebetulan Mc D yang kami datangi pagi itu berada persis di tepi highway yang kami lalui, jadi kendaraan kami nggak perlu belok terlalu jauh dari jalur utama. Selain itu, highway yang kami lalui dalam perjalanan dari Bloomington menuju South Bend ini tidaklah terlalu ramai, jadinya nggak terlalu lama juga bagi kami untuk
membeli bensin, ke kamar mandi, membeli sarapan dan kembali ke highway. O iya ... Pagi itu suhu lumayan adem, jadi kami nggak mau berlama-lama berada di luar ruang. Meski kami menyempatkan diri untuk mengambil gambar di depan warung makan yang kami datangi, kami tidak tahan berdiri berlama-lama di luar kendaraan. Kami sudah memperkirakan suhu dingin akan turun pagi ini sehingga kami memakai jaket. Namun demikian, tetap saja rasa dingin itu terasa hingga di tulang. Bahkan kami merasa berada di musim dingin saja hehehe ... Ya ... South Bend memang memiliki suhu yang lebih dingin daripada Bloomington meski keduanya berada di State Indiana. South Bend yang
berada di utara (bagian atas US) rasanya selalu lebih adem dari Bloomington yang ada di bagian bawah atau Selatan. Meski namanya South Bend, bukan berarti posisinya ada di sebelah selatan hehehe ... Anyaway ... Pagi itu kami lanjutkan perjalanan kami ke South Bend sambil nyamil sarapan yang lumayan menambah semangat kami hehehe ... Nampak kan dalam gambar apa saja yang kami beli? Yuk mari ikutan nyicipi ...
g makan McD dan Subway yang berada di sebuah convenience store (took kelontong). Sambil menunggu papa mengisi bensin, aku dan mama mampir untuk membeli sarapan di McD. Memangnya kami belum sarapan? Sudah sih sebenarnya, hanya saja aku pingin beli jajan aja hehehe ... Kami membeli paket sarapan yang sama untuk 3 orang berupa burrito isi telor (scramble egg) dan sosis yang dilengkapi dengan hash brown. Kebetulan Mc D yang kami datangi pagi itu berada persis di tepi highway yang kami lalui, jadi kendaraan kami nggak perlu belok terlalu jauh dari jalur utama. Selain itu, highway yang kami lalui dalam perjalanan dari Bloomington menuju South Bend ini tidaklah terlalu ramai, jadinya nggak terlalu lama juga bagi kami untuk
membeli bensin, ke kamar mandi, membeli sarapan dan kembali ke highway. O iya ... Pagi itu suhu lumayan adem, jadi kami nggak mau berlama-lama berada di luar ruang. Meski kami menyempatkan diri untuk mengambil gambar di depan warung makan yang kami datangi, kami tidak tahan berdiri berlama-lama di luar kendaraan. Kami sudah memperkirakan suhu dingin akan turun pagi ini sehingga kami memakai jaket. Namun demikian, tetap saja rasa dingin itu terasa hingga di tulang. Bahkan kami merasa berada di musim dingin saja hehehe ... Ya ... South Bend memang memiliki suhu yang lebih dingin daripada Bloomington meski keduanya berada di State Indiana. South Bend yang SOUTH BEND: PART I
Kamis pagi, tanggal 5 Mei tahun 2016, kami bertiga menuju South Bend Indiana. Kami berangkat dari rumah jam 8 pagi dan
perjalanan yang kami tempuh akan memakan waktu kurang lebih 3,5 hingga 4 jam. Sebetulnya papaku-lah yang memiliki keperluan di South Bend ini, namun papa mengajak kami berdua ikut serta hehehe ... Ya ... Kegiatan yang akan diikuti papaku ada di salah satu sekolah atau perguruan tinggi (Notre Dame) dan kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari yaitu Kamis dan Jum'at. Karena pagi masih terasa dingin dan udara memang terlihat mendung, kami mengenakan baju yang lumayan hangat. Memang betul kami sudah berada di a
khir musim semi menjelang musim panas, namun udara di sini rasanya masih belum sehangat musim panas yang sebenarnya. Beberapa hari ini hujan masih saja turun dan suhu lumayan dingin, jadi kami tidak berani mengenakan pakaian tipis dalam perjalanan kali ini. Bahkan, kami mengenakan pakaian berlapis dan jaket pagi ini hehehe ... Sepanjang jalan, kami nyaris tidak bertemu matahari sampai menjelang kami sampai di South Bend. Pemandangan berupa highway yang lumayan kosong dengan hamparan ladang jagung selepas Indianapoli
s menjadikan perjalanan pagi ini sedikit menjemukan hehehe ... Meski demikian, kami berusaha menikmati perjalan yang tidak terlalu panjang ini. Dalam gambar nampak kan kira-kira pemandangan di sepanjang jalan yang kami lalui? Nampak juga kan sepinya highway yang kami lewati? Ya ... Perjalanan pagi ini menuju South Bend merupakan perjalanan kami kedua menuju lokasi yang sama. Pada tahun 2011, kami menyempatkan mampir di kota South Bend di saat kami menuju Holland Michigan. Rute yang kami tempuh sa
at itu sedikit berbeda karena kami melewati dalam kota Kokomo. Kali ini, kami hanya melihat nama Kokomo di papan penunjuk nama kota di pinggir jalan. GPS berkali-kali meminta kendaraan memutar dan mengikuti peta yang dimilikinya. Namun kami tidak bergeming hahaha ... Kami mengikuti saja highway yang menuju ke kota South Bend. GPS mula-mula menunjukkan jalur ini, namun kemudian meminta kami memutar balik. Kira-kira sebabnya apa ya? Bisa jadi jalur yang kami lalui ini jalur baru, sehingga peta yang terekam di GPS belumlah ter-update. Akibatnya GPS tidak mengenali area
ini. Atau juga karena mendung seringkali dating, sehingga sinyal satelit tidak tertangkap oleh GPS. Karena permintaan memutar arah datang dan pergi, kami tentu saja mengabaikan permintaan GPS tersebut. Terlebih saat papan penunjuk jalan dengan jelas menyebut South Bend berjarak sekian mil lagi dari lokasi kami berkendara. Menjelang masuk South Bend, GPS tidak lagi meminta kami memutar dan mencari rute lain. Kami pun kemudian memasuki kota South Bend yang tidak terlalu besar dan mencari dimana kampus Notre Dame berada.
Sunday, May 1, 2016
CONFIRMATION DAY
Hari Minggu tanggal 1 Mei tahun 2016, aku bersama papa dan mama berangkat ke gerja di St Paul Bloomington di jam 1 siang. Hari ini akan
ada kegiatan pemberian sakramen penguatan (confirmation) kepada para peserta kelas konfirmasi yang dinyatakan lulus. Sebelum menerima sakramen konfirmasi, kami, para peserta kelas konfirmasi telah mengikuti kelas konfirmasi selama 2 tahun. Saat memulai kelas ini, usiaku menjelang 14 tahun dan saat akan menerima sakramen ini, usiaku menjelang 16 tahun. Selama 2 tahun mengikuti kelas konfirmasi, ada banyak kegiatan yang kami lakukan antara lain mengikuti pelajaran di kelas secara regular dan juga menyelesaikan bebera
pa proyek seperti community service dan juga volunteering activity. Kelas konfirmasi dijadwalkan sebulan sekali di setiap awal bulan. Sementara, proyek lain dijadwalkan misalnya menjelang natal dan juga paskah. O iya ... Kami juga mengikuti kegiatan retret dan rekoleksi. Aku mengikuti kegiatan ini sebanyak dua kali: di tahun pertama, aku ikut retret di Nashville Indiana (http://www.campranchoframasa.org/) dan di tahun kedua aku ikut retreat di Noblesville Indiana. Kedua kegiatan ini kuikuti sebagai bagian
dari program kelas konfirmasi yang yang ikuti. Setelah 2 tahun mengikuti kelas, hari ini aku dan teman-teman akan mengikuti pengukuhan di gereja sebagai bagian dari completeness program ini. Kami perlu datang 1 jam sebelum misa dimulai, karena kami perlu memastikan mengikuti kegiatan pra misa seperti: pendaftaran ulang (untuk memastikan siapa saja yang datang hari ini), pengambilan gambar bersama, pengaturan tempat duduk dan seterusnya. Dalam acara gladi bersih kemarin siang (Sabtu), aku tidak
bisa datang karena ada kegiatan di sekolah yang tidak bias kutinggalkan (perlombaan biola antar tim/beregu). Tentu aku sudah meminta ijin kepada coordinator kegiatan ini bahwa aku tidak bias datang saat gladi bersih. Na ... Hari Minggu ini, aku perlu memastikan kehadiranku pada coordinator demi kelancaran acara. Kegiatan pra misa berlangsung dengan lumayan cepat dan lancer. Sebagai informasi, kami beruntung tidak harus pergi ke gereja lain karena tahun lalu kegiatan confirmation mass diadakan di Ell
etsville. Kok gitu? Iya ... Karena misa untuk peserta kelas konfirmasi memang tidak hanya diperuntukkan peserta dari gereja St Paul saja, melainkan dari beberapa gereja yang dekat dengan Bloomington seperti gereja di Martinsville, gereja di Nashville, gereja di Bedford dan seterusnya. Karenanya, peserta konfirmasi pun lumayan banyak jumlahnya. Dan karena venue acara sore ini diadakan di St Paul, peserta konfirmasi dari gereja lain pun yang kemudian datang kemari. Setelah semua kegiatan pra misa selesai dilaku
kan, misa dimulai di jam 2 tepat. Kami para peserta kelas konfirmasi duduk bersama sponsor kami masing-masing. Siapakah itu sponsor? Mereka yang ditunjuk oleh peserta konfirmasi (seperti aku) yang akan menjadi pendamping sejak kami memulai kelas hingga kami menerima sakramen konfirmasi hari ini. Siapa sponsorku? Sabrina Gordon. Siapa dia? Sabrina adalah pengajar kelas konfirmasi. Kok bisa aku memilih Sabrina? Bisa saja. Syarat pendamping atau sponsor adalah mereka yang sudah menerima sakramen konfirmasi dan mau menjadi pendamping mereka yang dimentori. Kalau bisa, jangan memilih pendamping dari kalangan keluarga
sendiri (misalnya orang tuanya, kakaknya, tante atau om-nya, kakek atau nenek-nya, sepupunya, dan seterusny). Kalau nggak bias ya nggak apa apa ... Awalnya aku tidak disponsori Sabrina namun saat aku meminta Sabrina menjadi pendampingku, dia menyetujuinya. Tentu aku merasa senang sekali karena aku di-sponsori Sabrina yang kukenal dan mengenalku. Karenanya, saat acara pemanggilan peserta konfirmasi ke depan altar, Sabrina maju bersamaku dan Sabrina menyaksikanku menerima berkat dari Uskup sebagai
bukti aku telah menerima sakramen konfirmasi. Misa yang berlangsung lebih lama dari biasanya ini kemudian diakhiri di jam 3.30 sore. Resepsi di dining hall gereja di basement diadakan setelah misa usai. Menu resepsi berupa cookies dan air lemon merupakan bagian dari potluck yang kami lakukan siang ini. Aku membawa 2 dozen cookies yang kemudian kukumpulkan kepada panitia sebelum acara berlangsung. Kemeriahan dan kegembiraan di ruang dining terasa sebagai bukti syukur atas diterimakannya sakr
amen konfirmasi. Bersama dengan teman-teman, aku menikmati cookies dan air lemon yang tersedia melimpah. O ya ... Kami juga menerima gift dalam sebuah goody bag yang ternyata berisi Kitab Suci. Goody bag ini diberikan kepada semua peserta kelas konfirmasi yang datang siang hari ini. Kira-kira jam 4 kurang sedikit, papa dan mama mengajak aku menyudahi acara ini. Papa ada acara lain di jam 4 sore dan papa tidak mau terlambat datang terlalu lama di acara ini. Segera saja kami pamitan pada Sabrina yang siang itu
terlihat sibuk berjalan kesana kemari. Tak lupa, aku memberikan gift kepada Sabrina sebagai tanda terima kasih atas kesediannya menjadi sponsorku siang hari ini. Gift yang dipilihkan kedua orangtuaku ini kuharap bisa membuat Sabrina sedikit bergembira. Thanks for everything Sabrina. Now I'm confirmed. I do hope to become more mature and more responsible for all the things I will do.
Saturday, April 23, 2016
KE MANDALAY LAGI
Sabtu sore, tanggal 23 April 2016, mama janjian ketemu tante Fitri dan tante Sonia untuk ketemuan sambil dinner di salah satu warung makan. Karena ada acara lain di sore hari ini juga, mereka
bertiga sepakat untuk tidak banyak menghabiskan waktu sore ini di warung makan tersebut agar bisa dating di acara yang lain tersebut. Kata mama, awalnya mereka mampir di warung makan Rush Hours namun ternyata warung makan ini tutup di jam 6 sore. Mereka bertiga sampai di warung makan sekitar 10 menit sebelum warung makan itu tutup. Mereka pun kemudian memutuskan pindah ke warung makan yang ada di jalan ke-4 dan mereka memilih mampir di warung makan Mandalay. Warung makan ini berada di kompleks warung makan internsional yang berada di jalan keempat. Persis di depan warung makan Mandalay, toko yang dimiliki tante Sonia dapat kita lihat. Saat mereka bertiga masuk ke warung makan ini, mereka dipersilahkan memilih meja dan kursi yang masih kosong. Mereka memilih
salah satu spot dan mulai memesan makanan yang ada di buku menu. Mama sudah pernah kemari sebelumnya. Kapan itu? 4 atau 3 tahun yang lalu hehehe ... Lalu, apa yang dipesan? Karena menu yang ditawarkan nyaris mirip dengan menu Thailand (namun ada menu Pho-nya juga yang merupakan menu khas Negara Vietnam), yang tertera di buku menu antara lain: nasi goreng, mie goreng, aneka stir fried (oseng-oseng) dan menu vegetarian. Mama memilih pho tetapi kali ini dengan isian daging ayam. Kalo biasanya pho dikenal dengan isian daging sapinya, kali ini mama mencoba rasa lain. Tante Fitri dan tante Sonia memilih menu yang sama, oseng-oseng lele yang dibumbui asam manis (lele dipotong kecil kemudian digoreng dengan tepung). Ada tambahan nasi untuk menu yang d
ipilih tante Fitri dan tante Sonia. Dalam gambar nampak akan apa yang mereka pilih sore itu? O iya ... Tante Fitri juga memesan es kopi (kopi yang dituang di atas susu kental manis terus ditambahi es batu). Komplit sudah apa yang mereka pesan sore itu. Karena porsinya besar, otomatis nggak semuanya bisa dihabiskan sore itu. Mama hanya menghabiskan seperempat menu saja karena masih kenyang. Makan siang kami (salmon goreng, oseng-oseng taoge dan tahu serta dessert marble cake) baru saja kami nikmati 2 jam sebelum mama keluar rumah. Bagi mama, kumpul itulah yang penting. Yang tersaji atau mau disantap, itu nomor dua. Ya ... Dah lumayan lama juga mereka bertiga nggak ketemuan. Makanya, waktu mama
dikabari mau diajak ketemuan, mama siap banget hehehe ... Meski nggak lama berada di warung makan ini, mama dan tante Sonia serta tante Fitri sudah lumayan happy karena bisa ketemuan ... Sesudah menyelesaikan dinner mereka, mereka bertiga keluar dari warung makan ini. Ngomong-ngomong, menu dinnerku dan papa apa dong? Menu special ... Maksudnya apa ini? Kebetulan banget hari ini ada acara Indonesian Night di Wilkie Auditorium ... Biasanya akan ada free food dengan menu Indonesia ... Hmmm ... Bakalan yummy ini hehehe ... Makanya, menu dinner kami nggak kalah sama menu dinner mama ... Karena mama cuma memilih mie rebus, sementara kami akan nyamil rendang, sate, oseng kangkung dan yang lainnya ...
bertiga sepakat untuk tidak banyak menghabiskan waktu sore ini di warung makan tersebut agar bisa dating di acara yang lain tersebut. Kata mama, awalnya mereka mampir di warung makan Rush Hours namun ternyata warung makan ini tutup di jam 6 sore. Mereka bertiga sampai di warung makan sekitar 10 menit sebelum warung makan itu tutup. Mereka pun kemudian memutuskan pindah ke warung makan yang ada di jalan ke-4 dan mereka memilih mampir di warung makan Mandalay. Warung makan ini berada di kompleks warung makan internsional yang berada di jalan keempat. Persis di depan warung makan Mandalay, toko yang dimiliki tante Sonia dapat kita lihat. Saat mereka bertiga masuk ke warung makan ini, mereka dipersilahkan memilih meja dan kursi yang masih kosong. Mereka memilih
salah satu spot dan mulai memesan makanan yang ada di buku menu. Mama sudah pernah kemari sebelumnya. Kapan itu? 4 atau 3 tahun yang lalu hehehe ... Lalu, apa yang dipesan? Karena menu yang ditawarkan nyaris mirip dengan menu Thailand (namun ada menu Pho-nya juga yang merupakan menu khas Negara Vietnam), yang tertera di buku menu antara lain: nasi goreng, mie goreng, aneka stir fried (oseng-oseng) dan menu vegetarian. Mama memilih pho tetapi kali ini dengan isian daging ayam. Kalo biasanya pho dikenal dengan isian daging sapinya, kali ini mama mencoba rasa lain. Tante Fitri dan tante Sonia memilih menu yang sama, oseng-oseng lele yang dibumbui asam manis (lele dipotong kecil kemudian digoreng dengan tepung). Ada tambahan nasi untuk menu yang d
ipilih tante Fitri dan tante Sonia. Dalam gambar nampak akan apa yang mereka pilih sore itu? O iya ... Tante Fitri juga memesan es kopi (kopi yang dituang di atas susu kental manis terus ditambahi es batu). Komplit sudah apa yang mereka pesan sore itu. Karena porsinya besar, otomatis nggak semuanya bisa dihabiskan sore itu. Mama hanya menghabiskan seperempat menu saja karena masih kenyang. Makan siang kami (salmon goreng, oseng-oseng taoge dan tahu serta dessert marble cake) baru saja kami nikmati 2 jam sebelum mama keluar rumah. Bagi mama, kumpul itulah yang penting. Yang tersaji atau mau disantap, itu nomor dua. Ya ... Dah lumayan lama juga mereka bertiga nggak ketemuan. Makanya, waktu mama
dikabari mau diajak ketemuan, mama siap banget hehehe ... Meski nggak lama berada di warung makan ini, mama dan tante Sonia serta tante Fitri sudah lumayan happy karena bisa ketemuan ... Sesudah menyelesaikan dinner mereka, mereka bertiga keluar dari warung makan ini. Ngomong-ngomong, menu dinnerku dan papa apa dong? Menu special ... Maksudnya apa ini? Kebetulan banget hari ini ada acara Indonesian Night di Wilkie Auditorium ... Biasanya akan ada free food dengan menu Indonesia ... Hmmm ... Bakalan yummy ini hehehe ... Makanya, menu dinner kami nggak kalah sama menu dinner mama ... Karena mama cuma memilih mie rebus, sementara kami akan nyamil rendang, sate, oseng kangkung dan yang lainnya ... Saturday, April 16, 2016
AFTER LITTLE 500 EVENT
Sabtu sore, tanggal 17 April tahun 2016, papa dan mamaku jalan-jalan di seputaran Jaan Jordan dan Jalan Ketujuhbelas. Seperti biasa aku tidak
ikutan acara jalan-jalan kedua orangtuaku karena aku ada play date sama teman-teman lainnya. Weekend ini menjadi weekend yang istimewa karena hajatan rutin "Little 500" yang dijadwalkan rutin setiap tahun. Kali ini weekend tanggal 16 dan 17 April (Jum'at dan Sabtu siang) menjadi weekend final lomba balap sepeda yang menjadi salah satu agenda yang dinanti-nantikan para penggemarnya (mahasiswa, faculty, staff dan public). Seperti yang sudah-sudah, untuk bisa menonton final perlombaan ini yang berlangsung di Stadium Bill Amstrong ini tidaklah gratis. Harga tiket
yang dijual seharga 25 - 40 dolar ini menjadi karcis masuk arena balapan. Ya ... Harga tiket yang dijual memang tidak murah karena hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke pemenang yang mewakili organisasinya atau greek houses (fraternity atau sorority). Maksudnya apa ini? Team member pemenang yang menjadi duta organisasi akan menerima hadiah atas nama organisasinya. Dan biasanya, uang tersebut akan digunakan sebagai tambahan biaya kegiatan di klub atau organisasi pemenang. Kata mama, kegiatan ini mirip dengan kegiatan mencari beasisw
a tetapi dengan cara bertanding (melalui kegiatan olahraga). Na ... Saat sore itu mama dan papa berjalan melewati stadium dan sekitarnya, kemeriahan sudah tidak lagi ada. Yang tersisa di stadium adalah stadium yang sunyi dan kosong, sampah yang belum dibersihkan dan podium kosong. Banner yang belum dicopot dijadikan background foto oleh kedua orangtuaku. Kebetulan sore ini matahari sudah mulai menuju peraduan. Sore tidak terasa panas dan acara jalan-jalan sore kedua orangtuaku berjalan dengan menyenangkan. Nampak kan dalam gambar suasana di lapangan Bill Am
strong yang baru saja dipakai untuk melaksanakan hajat besar Little 500? Itu kok ada satu gambar mamaku memakai kacamata item? Kata mama, mama ada banyak sekali kacamata item dari plastic yang berceceran di dalam stadium. Mama pun memungut satu dipakai untuk berpose hehehe ... Selain kacamata, ada banyak sekali topi yang juga ditinggal di arena stadium. Karena cuaca siang hari tadi panas, kedua benda ini (kacamata dan topi) rasanya menjadi benda wajib yang nggak boleh ketinggalan. O ya ... Little 500 ini hanya ada di kampus IU. Menurut Wikipedia tertulis ket
erangan sebagai berikut: The Little 500 (also known popularly as the "Little Five"), is a bicycle race held annually during the third weekend of April at Bill Armstrong Stadium on the campus of Indiana University in Bloomington, Indiana . It is attended by more than 25,000 fans each April. The race was founded in 1951 by Howdy Wilcox Jr., Executive Director of the Indiana University Student Foundation, who modeled the race after the Indianapolis 500, which his father had won in 1919. Racers compete in teams of four, racing relay-style for 200 laps (50 miles) along a quarter-mile (440 yards) cinder track. Thirty-three teams are selected in qualifications trials to compete in the main race. Money raised by the event goes towards a scholarship fund for working IU students. Selamat untuk para pemenang ...
A GIFT FROM A FRIEND
Sabtu siang, tanggal 16 April tahun 2016, ada tetangga yang mengetuk pintu dan memberikan satu goody bag dan container beris
i makanan. Tetangga ini berasal dari Uzbekistan. Uzbekistan itu dimana? Menurut Wikipedia negara ini berada di Asia Tengah dan berbatasan dengan Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Afghanistan, Turkmenistan. Sebelum berdiri sendiri, negara ini pernah menjadi bagian dari Uni Soviet yang sekarang bernama Rusia. Awww ... Aku kok jadi cerita mengenai sejarah ya? Hehehe ... Ngomng-ngomong, dalam rangka apa ya tetanggaku mampir ke rumah dan membawa banyak oleh-oleh? Ceritanya, tetanggaku ini baru saja memiliki bayi. Bayi perempuan yang baru lahir ini merupakan anak pertama keluarga ini. Tetanggaku datang bersama istri dan keponakannya di tahun 2014 lalu. Tetanggaku ini adalah student di kampus I
U yang sedang menempuh kelas master dan akan menyelesaikan programnya di bulan Mei tahun 2016. Na ... tepat sebelum mereka kembali ke Uzbek (direncanakan akan pulang di tanggal 21 Mei 2016), lahirlah si baby di hari Jum'at dinihari. Mama dan salah satu teman janjian untuk menjenguk si baby dan mamanya beberapa waktu lalu. Mama dan temannya membawa titipan dari teman lain yang hari itu berhalangan datang. Na ... Sabtu siang ini ternyata tetanggaku mengirim goody bag berisi kartu dan souvenir khas negara ini. Kartu yang berisi ucapan terima kasih ini tentu saja membuat kami yang menerimanya menjadi happy ... Apalagi ada bingkisan souvenir khas negara Uzbek yang selama ini tidak banyak kami kenal. Nampak kan dalam gamb
ar souvenir yang kumaksud? O iya ... Bagaimana dengan isi container berupa chocolate cake yang looks yummy ini? Ya memang yummy hehehe ... Chocolate cake yang masih hangat ini (fresh from the oven) menjadi dessert yang pas bagi kami hari itu. Selain jeruk dan pisang, chocolate cake menjadi menu tambahan yang sayang kalo dilewatkan begitu saja hehehe ... Terima kasih banyak ya atas kiriman yang menyenangkan ini ... Moga-moga baby Sarah sehat terus and happy terus ... Selamat mempersiapkan pulang kembali ke Uzbekistan yang berada di benua Asia, benua yang sama dengan yang kami tinggali, hanya saja berbeda jarak hehehe ...
Subscribe to:
Posts (Atom)