Na ... Ini adalah nasi goreng buatan orangtuaku. Aku dan mama sangatlah menggemari nasi goreng. Selain mudah cara membuatnya, nasi goreng lumayan dikenal di berbagai negara. Kutipan dari wikipedi
a mengatan sbb: Fried rice is a dish of steamed rice stir-fried in a wok, often mixed with other ingredients, such as eggs, vegetables, and meat. It is sometimes served as the penultimate dish in Chinese banquets, just before dessert. As a homemade dish, fried rice is typically made with leftover ingredients (including vegetables, meat) from other dishes, leading to countless variations. Many popular varieties of fried rice have their own specific list of ingredients. In Asia, the more famous varieties include Yangzhou and Fujian fried rice. Elsewhere,
most restaurants catering to vegetarian clientele have invented their own varieties of fried rice including egg fried rice, Indonesian spicy nasi goreng (fried rice) and the ubiquitous "special fried rice". Fried rice is a common staple in American Chinese cuisine, especially in the form sold as fast food. The most common form of American Chinese fried rice consists of some mixture of eggs, scallions, and vegetables, with chopped meat added at the customer's discretion, and usually flavored with soy sauce instead of table salt (more typical for Chinese-style fried rice).
Fried rice made in American Chinese restaurants can vary in appearance, from a dark brown appearance often seen in East Coast establishments, to a light brown appearance often seen in Midwestern American Chinese restaurants. Fried rice is also seen in other American restaurants, even in cuisines with no native tradition of the dish. The dish is also a staple of Chinese restaurants in the United Kingdom (both "sit-in" and "takeaway"), and is very popular in the West African nations of Nigeria, Ghana and Togo, both as restaurant and as street food.
Nampak jelas kan, mengapa nasi goreng ini begitu disukai? Lalu, bagaimana kami mempersiapkan nasi goreng ini? Gampang saja ... Mula-mula siapkan bumbu dasar nasi goreng (bawang merah, bawang putih) yang diblend dengan minyak goreng sedikit dan udang (karena kami mau memasak nasi goreng udang). Dengan blender, bumbu dasar tadi pun kemudian dihaluskan. Sesudah bumbu sipa, persiapan berikutnya adalah aneka sayur dan bahan lain yang akan dimasukkan ke dalam menu ini. Apakah itu? Daun bawang (green onion) dipoton
g tipis-tipis, jagung, peas dan wortel yang juga dipotong kecil-kecil. Sesudah itu, siapkan telor (sesuai selera), sambal (cabai yang digerus) dan bumbu lain s eperti garam dan merica. Bahan utama menu ini yang berupa nasi, bisa dimasak malam sebelumnya, atau beberapa jam sebelumnya. Biasanya, 30 menit sebelum digoreng, nasi akan didinginkan terlebih dahulu agar tidak lengket saat nasi goreng ini dimasak. Tambahan udang atau ayam atau daging sapi (untuk ketiganya direbus dulu biar matang) juga bisa disiapkan sebelumnya. Tak lupa kecap manis d
an saus tomat juga disipakan, agar nasi goreng memiliki rasa yang komplit. Sesudah semua bahan disiapkan, barulah kita meletakkan penggorengan, menambahkan minyak goreng dan menyalakan kompor. Lalu, tunggu sampai minyak mendidih dan masukkan telor terlebih dahulu. Pastikan api tidak terlalu besar, sehingga telor tidak menjadi gosong hehehe ... Setelah telur berubah warna menjadi sedikit kekuningan, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tunggu sampai berbau wangi. Jangan dulu campur bumbu dan telor meski
letaknya berdekatan hehehe ... Sesudah wangi bumbu tercium, masukkan wortel, udang, peas dan corn. Aduk sayuran sampai layu. Sesudah itu tambahkan daun bawang. Baru kemudian aduk rata dengan telor. Sesudah sayuran dan udang matang, tambahkan nasi. Sebelum nasi diaduk untuk dicampur dengan sayuran, tambahkan kecap, saus tomat, garam dan merica bubuk di atas nasi. Baru sesudahnya aduk nasi dan campur dengan semua bahan yang ada di dalam penggorengan. Masak nasi sampai semua bahan tercampur dnegan rata dan warna nasi berubah dari putih menjadi berwarna. Setelah dirasa cukup, matikan kompor dan pindahkan nasi dari penggorengan ke dalam magic jar. Sesudah itu, hangatkan nasi goreng sampai siap disantap. Hmmm ... Sudah pasti yummy ... Kan buatan sendiri hehehe ...
Tuesday, December 10, 2013
Monday, December 9, 2013
BEAUTIFUL SNOW IN DECEMBER
Salju yang datang sejak Kamis malam hingga Jum'at sore sudah pasti menyisakan tumpukan tinggi pasir putih (alias salju) yang bahkan sudah
membeku sebagian. Karenanya, pepohonan serasa memiliki ranting berwarna putih dan tanah juga tak lagi kelihatan karena tertutup hamparan salju putih. Pemandangan seperti ini sangat cantik sebenarnya, karena tidak setiap saat (tidak setiap winter) salju turun dengan indahnya. Salju kadang datang, tetapi seringkali langsung hilang disaat matahari bersinar karena salju tidak turun dengan tebalnya. Mama senang sekali dengan salju yang banyak seperti ini. Tentu bukan dinginnya yang disukai mamaku, melainkan indahnya pemandangan di saat salju ada. Saat
salju masih ada di permukaan tanah, rasanya sayang melewatkan hal ini tanpa gambar. Karenanya, mama dan papaku merencanakan untuk mengambil gambar mumpung salju masih tebal. Yang menjadi masalah adalah, saat gambar diambil, dingin pasti akan menerpa (kecuali kalau pengambilan gambar dilakukan dari dalam rumah hehehe ...) Lalu, kalau gambar tetap harus diambil, sementara dingin gak mau pergi, yang bisa dilakukan hanyalah sebentar keluar rumah untuk ambil gambar dan kemudian masu
k rumah kembali saat dingin sudah tak tertahankan. Meski berpakaian hangat dan tebal, saat pengambilan gambar dilakukan, papa dan mamaku biasanya tidak mengenakan sarung tangan saat berada di belakang kamera. Kenapa? Karena tombol kamera yang kecil seringkali tidak bisa digerakkan saat tangan memakai sarung tangan. Meski demikian, papa dan mamaku tidak menyerah begitu saja untuk mengambil aneka gambar dengan salju sebagai subyek utamanya. Di saat matahari bersinar dengan cerah, salju akan terlihat sangat cantik.
Sebab, cerahnya matahari memang menjadi sumber cahaya yang paling sempurna di saat pengambilan gambar berlangsung. Semua gambar yang diposting disini berlokasi di sekitar tempat kami tinggal. Ada gambar gedung, jalan setapak, jalan raya, papan nama, pepohonan dan kendaraan yang tentunya memiliki salju di atasnya hehehe ... Ya ... Beginilah yang terjadi saat salju turun. Terbayang betapa lain kan dengan gambar pemandangan di saat musim panas dan musim gugur? Sudah pasti-lah hahaha ... Salju yang turun ti
dak selalu bertahan lama. Tergantung dari berapa tebalnya dan berapa suhu yang menyertainya (sebelum dan sesudahnya). Saat salju ini turun, ketebalan yang diprediksikan adalah 5-8 inchi. Lumayan tebal-lah hehehe ... Dan jangan salah, salju sebanyak ini turun di state Indiana dan state lain yang ada di Midwest. Bayangkan saja berapa banyak salju tertumpah hari itu. Karenanya, salju ini sayang banget kalo dilewatkan. Salju yang ada layak untuk untuk diabadikan hehehe ... Setelah beberapa gambar diperoleh, papa dan mam
aku kembali ke rumah. Papaku bahkan sempat beberapa kali keluar rumah lagi untuk mengambil gambar salju yang ada di bagian luar rumah lainnya. Persis di samping rumah (picnic area), salju tidak dibersihkan. Kami musti ekstra hati-hati saat berjalan di atasnya, sebab tidak tahu bagian mana yang saljunya sudah jadi es atau bagian mana yang memiliki lubang atau bagian mana yang ada batu di atasnya. Semua tertutup salju, jadi tidak kelihatan sama sekali mana yang harus dihindari hehehe ... Kata papa, dengan ti
nggal di negara 4 musim, kami jadi mengetahui betapa alam ini menyeimbangkan dirinya dengan sangat canggih. Kami, manusia yang merasakan hidup di negara ini, juga ternyata dibekali daya tahan tubuh yang semoga mampu selalu beradaptasi dengan baik. Meski dingin seperti tak tertahankan di saat winter datang, masih ada cahaya matahari yang membantu bumi menjadi sedikit hangat. Ah ... Aku kok jadi cerita kemana-mana ya ... Met menikmati salju ya, meski mungkin hanya lewat gambar ... At least, tak ada dingin yang terasa hehehe ...
Saturday, December 7, 2013
SAMPLE GATE AND AROUND
Masih di hari Sabtu, 7 Desember 2013. Sisa-sisa salju yang turun 2 hari sebelumnya (Kamis dan Jum'at berturut-turut) masih nampak ada dima
na-mana. Sebagian sudah mencair (karena matahari melelehkannya/mencairkannya atau juga karena garam yang ditaburkan sebelum atau setelah salju turun), sebagian masih ada dan sudah membeku menjadi es. Salju beku ini harus diwaspadai karena licin. Serasa berjalan di atas es deh hehehe ... Kami kemudian mengambil gambar Sample Gate dan sekitarnya yang masih dipenuhu salju. Sample Gate itu apa? The Indiana University Sample gates serve as an entrance into the oldest part of the current Bloomington campus, known as the Old Crescent. The ga
tes were constructed in 1987 with funding provided by Edson Sample. Among the most widely photographed structures on campus, they are constructed of Indiana Limestone and are typically surrounded by tulips in the Spring. Many campus and community organizations use the Sample Gates as a starting point for public protests. Jadi, Sample Gate adalah salah satu ikon Indiana University. Gerbang tinggi besar terbuat dari beton ini nampak kokoh berdiri sebagai gerbang masuk universitas ini
. Gerbang ini terasa klasik dan menarik hati karena bentuknya yang khas. Gerbang ini dihiasi sepasang dekorasi yang biasanya muncul di saat natal (berbahan daun dihiasi pita merah). Dekorasi ini digantungkan di kedua pintu gerbang yang saling berhadapan ini. Kami yang melihatnya merasa dah berada di hari natal beneran hehehe ... Sejak awal Desember (utamanya setelah Thanksgiving), hiasan natal mulai dipasang dimana-mana. Selama hampir 1 bulan (Desember), suasana terasa meriah karena hiasan khas natal yang muncul setahun
sekali ini nampak dimana-mana. Kompleks kampus IU juga gak kalah cantik di saat bulan Desember ini. Tak cuma lampu yang dipasang menghiasi atap rumah, pohon maupun halaman luar, namun juga aneka pita dan hiasan natal lain bertebaran di tiang lampu, pintu masuk dan sudah pasti berbagai ukuran pohon natal ada di mana-mana. Sudah jelas cantik sekali ... Apalagi dengan adanya salju berwarna putih yang menjadi ciri khas "White Christmas". Ya ... Kata-kata white chrismas lebih bermakna karena salju
turun bertepatan dengan hari natal. Jadi, warna putih yang dimaksud mungkin adalah warna salju ... O ya ... Dalam acara jalan-jalan siang hari ini, sebagian sidewalk yang kami lewati nampak basah. Hal ini dikarenakan salju mencair (entah yang tadinya ada di atas sidewalk maupun yang menetes dari pepohonan atau dari atap bangunan). Sidewalk yang basah ini musti kami lewati dengan hati-hati agar kami tidak terpeleset. Selain kami, ada banyak orang yang juga memanfaatkan Sabtu yang cerah (namun dingin) ini dengan berjalan
-jalan (meski gak lama-lama di luar gedung). Diantara mereka ada juga yang menenteng kamera seperti kami. Mereka mengambil gambar Sample Gate dan sekitarnya. Saat kami berpose (aku dan mama bergantian mengambil gambar), suhu terasa dingin sekali. Karenanya, kami tidak berada di luar ruang terlalu lama. Kami jelas mengenakan pakaian yang hangat plus penutup kepala dan sarung tangan. Selain itu, kami berusaha mencocokkan jam kami berada di luar ruang dengan jadwal bus yang
akan kami naiki. Kan jadwal busnya sangat tertentu alias tidak setipa saat bus lewat di depan Sample Gate ini. Jadi, kami musti membaca dengan cermat jam kedatangan bus di Sample Gate. Kalau aku tidak salah, bus lewat setiap 1 jam sekali (khusus weekend). Coba perhatikan hamparan salju yang ada di dalam gambar-gambar ini. Sebelum mencair dan dibersihkan, sidewalk dan jalan raya mungkin tidak sebersih yang terlihat saat gambar diambil. Semua memutih tertutup salju. Inilah indahnya winter. Di negara 4 musim seperti ini, kami bisa melihat keindah
an alam yang diwakili dengan aneka fenomena. Bagi kami, semua keindahan ini sayang untuk dilewatkan begitu saja. Makanya, meski dingin, mama tetap berusaha mengambil gambar hehehe ... Meski aku kedinginan, mama tetap saja memintaku tersenyum hehehe ... Ya ... Setelah gambar ini jadi dan diunggah ke blog, aku baru menyadari ternyata salju yang turun indah sekali. Meski sudah tinggal beberapa tahun disini dan sering melihat salju, masih saja salju yang turun menarik hatiku ...
NOODLE COMPANY
Sabtu, 7 Desember 2013, mama mengajakku ke Monroe Library. Tujuannya sudah pasti untuk mengembalikan buku yang sudah selesai kubaca dan meminjam beberapa buku untuk minggu depan. Karena papaku ada kegiatan yang tidak bisa
ditinggal, kami berdua naik bus dari depan Evermann (jam 12.10 siang) dengan memakain baju hangat yang cukup. Meski salju sudah tidak lagi turun, kami masih perlu memakai baju berlapis karena dinginnya udara terasa menusuk tulang. Bayangkan saja, matahari yang bersinar sedemikian cerahnya, seakan menguapkan semua es/salju yang ada di permukaan tanah, di ranting pohon, di atap bangunan, di atas kendaraan dan dimana-mana. Yang terasa kemudian adalah dingin yang tak terhankan karena menguapnya salju hehehe ... Namun, matahari yang bersinar dengan cerah inilah yang membuat kami bersemangat berjalan-jalan di siang hari ini. Salju yang masih tebal di Bloomington m
emang indah sekali saat disinari cahaya matahari. Karena itulah, mama mengajakku beberapa kali berpose sebelum bus datang. Ketika bus dengan rute E berhenti di bus stop di depan Evermann, aku dan mama segera saja naik ke dalamnya dengan hati-hati. Ada air yang membuat lantai bus menjadi licin. Air ini bawaan dari luar bus yang menempel di sepatu dalam bentuk salju dan kemudian mencair di dalam bus. Otomatis, air pun menggenang di beberapa bagian, karenanya kami harus ekstra hati-hati. Saat bus sampai di Sample Gate, kami kemudian turun. Kami melihat salju masih ada dimana-mana dan bahkan di sidewalk yang kami lewati, salju nampak membeku. Mungkin pemkot belum sempat membersihkannya. Setelah menyeberang jalan, mama bertanya
apakah aku ingin beli makan sekarang (sebelum ke library) atau nanti (sesudah dari library). Aku memilih sekarang saja hehehe ... Lalu mama bertanya, aku ingin membeli apa. Karena yang paling dekat adalah warung makan Noodle Company, aku mengatakan pada mama bhawa aku ingin ke situ saja. Mama menyetujui. Kami membaca menu yang terpasang di pintu kaca Noodle Company. Kami kemudian masuk dan langsung mengantri bersama dengan pengunjung lain. Sama seperti tempat makan yang menyajikan menu fast food, kami aka menuju ke counter pemesanan terlebih dahulu, membayar apa yang kami pesan dan sesudah menerima receipt kami bisa memilih meja dan kursi y
ang kami inginkan. Saat kami mengantri, kami melihat beberapa pengunjung menikmati menu yang mereka pesan atau menunggu pesanan diantar ke meja mereka. Kami juga membaca deretan menu yang terpampang di papan besar di atas counter pemesanan ini. Apa kira-kira yang kupilih? Awalnya aku ingin spageti bakso (meatball spaghetti), tapi mama menawariku memilih menu lain. Kenapa? Kata mama kalo cuman mau makan ini bisa buat sendiri di rumah hahaha ... Akhirnya aku memilih steak stroganoff (marinated steak, mushroom sherry cream sauce, fresh herbs, cracked pepper, sautéed mushrooms, egg noodles and parmesan) berbahan seperti spageti tapi beda ben
tuk - dengan topping daging sapi bumbu steak, dan beberapa saus serta keju parmesan). Aku juga membeli side dish (makanan pendamping) berupa sup yang bernama chicken noodle soup (sup berisi potongan daging ayam, wortel dan ada crackers yang akan ditaburkan di atasnya). Cracker itu apa? Roti hehehe ... Lalu, mama pesan apa? Mama memilih pad thai (mi ala Thailand) yang memiliki rasa asem di dalamnya. Kami memilih air sebagai teman makan siang hari ini. Sesudah mama memberesi tagihan atas pesanan kami, kami kemudian menerima 2 gelas yang akan kami pergunakan untuk mengisikan air di dalamnya. Mesin yang kami pencet merupakan mesin milik Coca-Cola Company yang memiliki desain baru. Mesin ini memiliki berbagai menu air m
inum yang tersedia (soda dengan segala jenisnya, teh, jeruk, dst) yang bisa kita pilih dari layar yang menempel di bagian atas mesin ini. Seperti kulkas 2 pintu, pintu atas adalah pintu panel untuk menu yang bisa dipilih. Karena kami memilih air putih, kami pun memencet menu water. Gelas kemudian disodorkan di bagian bawah mesin ini dan air akan keluar. Kami kemudian memilih tempat duduk yang berada di bagian tengah karena kami tidak mau merasakan dingin yang masuk setiap kali pengunjung membuka pintu depan. Sekitar 5 menit menunggu, pesanan kami kemudian diantar ke meja kami. Setelah mama mengambil gambar menu yang kami pesan, segera saja kami menikmatinya m
umpung masih hangat. Porsi untuk menu reguler (menu yang kami pesan) ternyata lumayan besar. Kami musti pelang-pelang menghabiskannya hahaha ... Kami juga saling mencicipi menu yang kami pesan dengan cara menukar piring. Untuk sup-nya, kami bahkan harus menghabiskannya berdua hehehe ... Makan siang dengan menu hangat di saat dingin menerpa rasanya sangat menyenangkan. Sebab, badan terasa hangat sesudahnya. Setelah berada di dalam warung makan ini selama kurang lebih 20 menit, kami memutuskan meninggalkan Noodle Company dan berjalan menuju library. Perut terasa kenyang dan badan pun terasa hangat. Saat kami keluar warung makan ini, kami kembali merasakan dingin. Kami pun kemudian bergegas menuju library.
Friday, December 6, 2013
SLEDDING WITH FRIENDS
Jum'at, 6 Desember 2013, sekolah ditiadakan. Kami mendapat pemberitahuan pembatalan ini lewat email maupun telepon. Mengapa sekolah ditiadakan? Karena salju turun lumayan tebal sejak Kamis sor
e sampai Jum'at pagi ini. Menurut ramalan cuaca, salju bahkan akan turun sampai sore nanti. Karena salju yang sudah turun lumayan tebal dan masih akan turun lagi, kebijakan "NO SCHOOL" pun diambil. Ini demi keselematan para siswa, guru dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Dengan turunnya salju yang lumayan tebal di area seluas ini, bukan tidak mungkin di sebagian area, saljunya dah berubah jadi es alias membeku. Hal ini disebabkan karena intensitas salju yang turun lumayan banyak, suhu udara drop (mem
percepat proses perubahan salju menjadi es) serta belum sempatnya pemerintah kota Bloomington membersihkan jalan-jalan yang akan dilalui alias jalan tidak siap untuk dilalui. Meski upaya pencegahan sudah dilakukan (menyebarkan garam pada sore hari sebelum salju turun agar salju tidak sempat membeku) tetap saja intensitas salju yang turun belum sebanding dengan upaya pencegahan ini. Upaya pencegahan yang dilakukan dengan menabur garam di sidewalk atau jalan utama jelas membantu warga bisa melakukan mobilitas seperti biasa. Namun hal ini tidak berlaku untuk area yang berada di luar jalur kendaraan/lalu lintas utama. Kalau memaksakan sekolah tetap diadakan, tentunya akan ada sisi bahayanya juga. Jalan yang ditutupi salju dan belum sempat dibersihkan, mungkin sekali akan menjadi licin karena salju yang
mengendap kemudian menjadi es. Karenanya, kebijakan meniadakan sekolah dianggap sebagai salah satu kebijakan yang tepat untuk situasi seperti ini. Bagaimana perasaanku dengan kebijakan NO SCHOOL hari ini? Sudah pasti aku senang sekali. Kok bisa? Karena aku bisa bermain sledding (perosotan) dengan teman-temanku. Bersama mereka, kami kemudian memutuskan mengisi liburan ini dengan sledding di 2 tempat. Yang pertama adalah di dekat Evermann building. Tempat ini menjadi tempat favorit kami karen
a lumayan seru juga dipakai untuk acara luncur-meluncur ini. Tempat berikutnya adalah di dekat bell tower di samping parking lot Evermann. Tempat di sekitar bell tower ini lumayan tinggi. Sehingga, saat kami meluncur, yang ada adalah perasaan ngeri bercampur senang. Salju tebal adalah "landasan" yang sempurna bagi kami penyuka kegiatan sledding ini. Dan lihat saja postingan gambar kami saat bermain bersama. Kami nampak sangat sibuk membawa papan seluncur berwarna-warni ini ke bagian tertinggi area ini. Kami kem
udian duduk di atas papan seluncur ini (entah sendiri entah bersama-sama) dan siap meluncur ke tempat yang lebih rendah. Ketika papan seluncur bergerak turun, kami spontan bersorak kegirangan. Meski ngeri, kami gak pernah bosan memainkan permainan ini. Lagian, salju kan nggak selalu turun (ada), jadi, kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya hehehe ... O ya ... Di saat kami maen bareng, ada papa yang menunggui kami sebentar. Papa kemudian berjalan-jalan mengambil gambar di sekitar tempat kami bermain. Seelah pakaian kami terasa basah semua dan kami mulai kedinginan, kami memutuskan untuk menyudahi kegiatan hari ini dan pulang. Kalau nanti ada salju lagi, kami ingin kembali bermain sledding. Sungguh, liburan hari ini terasa sangat menyenangkan hahaha ...
SNOW ON DECEMBER
Salju yang turun sejak Kamis malam hingga Jum'at sore (5-6 Desember) meninggalkan hamparan warna putih yang biasa hadir di musim dingin. Meski Desember baru saja mulai (dan officially belum memasuki musim dingin), salju sudah mulai turun dengan tebalnya. Karenanya, tidak men
gherankan, saat salju tak lagi turun, kami pun berjalan keluar rumah dan berkeliling gedung untuk melihat semua bagian luar rumah yang tertutup salju. Selain rerumputan hijau tak lagi kelihatan, ranting di pohon pun mulai nampak memutih karena guyuran salju yang turun berjam-jam. Kata mama, pemandangan indah seperti ini tak boleh dilewatkan begitu saja. Karena salju juga tidak selalu hadir di saat winter, ada baiknya kami ambil gambar yang banyak. Itu kata mama lho hahaha ... Maka, mama dan papa kemudian berburu gambar di sekitar rumah. Karena sa
lju ini sudah diprediksi akan turun, sidewalk (tempat untuk berjalan/seperti trotoar yang biasa dipakai berjalan) dan beberapa lokasi lainnya biasanya sudah ditaburi garam. Bukan garam dapur pastinya, melainkan garam yang memang digunakan di saat musim dingin seperti ini. Garam ini akan berfungsi untuk mencegah salju membeku dan menjadi es. Garam ini sebagai alat antisipasi jika terjadi hujan es (hail) dan salju beku (frozen). Saat salju turun dan tidak terjadi pembekuan (seperti es), jalan masih aman untuk dilalui karena tidak licin. Kalau salju turun dan kemudian membeku, ini sangatlah berbahaya karena kita yang lewat di atasnya bisa terpeleset. Untuk menghindari salju menjadi beku, ditaburkanlah garam di atas sidewalk (area lain yang mungkin dilalui manusia atau kendaraan) agar salju tidak sempat membeku dan kalaupun ada es bisa segera mencair. Terus ter
ang saja, kami tetap perlu berhati-hati saat berjalan diantara salju ini, karena bisa jadi ada bagian yang tak terlihat yang ternyata sudah membeku (menjadi licin). Memang benar ada sepatu khusus yang biasa dipergunakan di saat ada es/salju beku. Sepatu ini seperti memiliki paku agar si pengguna bisa menancapkan sepatu di tempat yang licin dengan aman dan tidak jatuh. Namun, kami tidak memiliki sepatu jenis ini. Yang kami miliki adalah sepatu biasa yang memang biasanya kami pakai di saat salju turun, sepatu yang memiliki tinggi sampai sebetis atau lebih demi mencegah salju masuk ke dalam kaki kami. Kok jadi ngomongin tentang sepatu ya? Hahaha ... Pastinya, salju yang turun 2 hari ini merupakan salju yang memiliki ketebalan cukup menyenangkan untuk dilewati hehehe ... Karena tidak mau melewatkan salju yang segera akan mencair, berjalan melewati salju menjadi salah satu keasyikan tersendiri. Hany
a saja, kami juga mesti sanggup menahan hawa dingin yang ada di sekitar kami. Bayangkan saja, butiran dingin seperti ini ada di semua tempat, tanpa kecuali. Sudah pasti suhu menjadi terpengaruh. Karena tetap ingin merasakan salju, acara jalan-jalan musti mengenakan baju hangat yang pas biar tidak mengganggu keasyikan. Dengan baju hangat yang pas, acara jalan-jalan di luar rumah bisa berlangsung lumayan lama dan pastinya, ada banyak gambar cantik yang bisa diperoleh ... Akhirnya kami berkata "Selamat datang salju."
Wednesday, December 4, 2013
ULTAH RYAN
Ini adalah Ryan. Ryan bekerja di Evermann office. Ryan baru saja bergabung (bekerja) di tempat ini. Ryan mulai beraktifitas di Everman
n sejak bulan September kemarin. Ryan datang ke kantor setiap hari Rabu, Kamis dan Jum'at. Sebelum bergabung di Evermann, Ryan adalah mahasiswa lulusan IU dan saat ini sedang menunggu panggilan kerja dari divisi lain di kampus Indiana University. Sambil menunggu kapan mulai bekerja di tempat baru, Ryan bekerja sebagai part timer di tempat ini. Hari Rabu, 4 Desember 2013, Ryan berulang tahun. Ulang tahun Ryan dirayakan dengan menikmati cake ulang tahun dan juga brownies. Mary memasak brownies untuk acara ini, Meg membelikan Ryan cake ulang tahun. Ryan datang ke of
fice hari itu dengan menganakan kostum natal. T-shirt yang dipakainya berwarna merah (warna khas natal) dengan sepatu yang memiliki motif lonceng natal. Sayang, gambar sepatunya tidak kelihatan hehehe ... Ryan juga mengenakan topi khas Santa dan lagi-lagi sayang, topi Ryan tidak kelihatan hihihi ... Saat mama mengambil gambar Ryan yang sedang memegang cake ulang tahunnya, cake itu sudah tidak utuh. Ya ... Cake itu sudah dipotong sebelum mama datang dengan kameranya. Demikian juga yang terjadi pada brownies. Brownies buatan Mary juga tidak utuh lagi. Mama mem
ang tidak ada di tempat saat acara pemotongan kue ulang tahun dilakukan. Mereka melakukan pemotongan roti ulang tahun di saat mereka beristirahat di break room. Setekah acara potong memotong kue selesai, barulah mama datang. Mama kemudian meminta Ryan memegang kue tersebut dan klik ... Jadilah pose Ryan diunggah disini. Bagaimana dengan potongan kue untuk mama? Mama mengambil 2 mangkok kecil untuk wadah kue. Mangkok kecil berwarna putih ini kemudian diisi mama dengan potongan roti ulang tahun dan brownies. Mama kemudian membawa mangkok ini ke kantor
dan memberikan satu mangkok untuk Lori. Sebelum menikmati kue ulang tahun ini sudah pasti mama mengambil gambarnya terlebih dulu hehehe ... Gimana rasa kue ini? Sudah pasti yummy karena kue ini dinikmati di saat perut lapar hahaha ... Kata Lori, brownies buatan Mary sangatlah enak. Selain tidak terlalu manis, komposisi brownies ini juga pas di lidah kita yang tak terlalu terbiasa dengan makanan yang agak chewy (agak alot). Selamat ulang tahun Ryan ... Semoga Ryan segera dapat kabar baik yang sudah ditunggunya sejak dia lulus ...
Subscribe to:
Posts (Atom)