Sunday, February 9, 2014

AVER'S PIZZA: CREAM & CRIMSON

Minggu siang, 9 Frbruari 2014, aku dan mama naik bus dari depan rumah menuju salah satu grocery store. Rasanya dah lama banget nggak naik bus berdua sama mama hehehe ... Sampai di bus stop di dekat grocery store yang akan kami datangi, mama mengajakku mampir dulu di salah satu rumah pizza yang bernama Aver yang ada di seberang grocery store tersebut. Mama memesan 1 box to go yang akan diambil jam 1.45 saat kami selesai berbelanja di grocery store di kompeks itu. Petugas kemudian bertanya topping apa yang kami inginkan. Mama memintaku memilih dan aku memilih topping Cream and Crimson. Menurut brosur yang kubaca, pizza dengan topping ini (kelauaran Aver) pernah menjuarai sebuah kompetisi memasak pizza untuk kategori apa gitu. Penghargaan ini dimenangkan di tahun 1998 (kalo aku nggak salah). Selain itu, ada juga beberapa penghargaan lain seperti veggie dan dan sebagainya. Setelah pesanan dicatat dan mama membayar harganya, kami kemudian menerima receipt dan pizza akan siap di jam 1.45. Aku dan mama keluar dari rumah pizza ini dan kemudian berbelanja di grocery store tersebut selama 30 menit. Dari grocery store ini, kami menuju toko di sebelah rumah pizza Aver. B-Town International Menu adalah toko eceran yang menyediakan aneka bahan pangan yang umum dikonsumsi orang Asia. Sesudahnya, kira-kira jam 1.40, aku dan mama menuju rumah pizza ini. Ternyata pesanan kami dialihkan ke dalam menu buffet mereka tepat sebelum kami datang, sehingga kami musti menunggu 10 menit lagi. Apa boleh buat? Karena uang dah dibayar kami pun hanya bisa bilang iya. Mama bilang, bus akan berangkat jam 2, jadi, kalo pizza nggak siap, akan mama tinggal saja. 5 menit sebelum jam 2, pizza dah siap dan mereka bilang "Maaf". Aku dan mama menerima pizza itu dan kemudian naik bus yang sudah siap berangkat. Sampai di rumah, pizza kami santap segera, karena pizza dingin tidak lagi terasa enak hehehe ... Ini dia tampilan pizza pilihanku yang menurut mama "Nggak nguatin" karena taburan keju yang terlalu banyak hehehe ...     

Saturday, February 8, 2014

ULTAH NICK

Undangan ulang tahun dari temanku kubawa pulang. Kuperlihatkan pada kedua orangtuaku. Siapa yang akan merayakan ulang tahun? Nick. Dimana tempatnya? Di Laser Light. Kenapa aku perlu menunjukkan udangan ini pada kedua orangtuaku? Karena aku kan musti diantar dan dijemput hehehe ... Saat papa dan mama melihat undangan ini, papa nampaknya OK dengan jadwalnya. Jadilah aku kemudian menelepon ke nomor yang ada di dalam undangan. Menelepon? Ya ... Sesuai dengan yang tertera dalam undangan, ada tulisan RSVP yang bisa kita artikan sebagai permintaan konfirmasi kedatangan/kehadiran kita di acara tersebut. Aku kemudian memencet nomor yang ada disitu dan setelah tersambung aku mengatakan akan datang di acara ulang tahun temanku ini. Konfirmasi kehadiran ini sangat penting bagi pihak pengundang karena mereka (orang sini) biasanya ingin melalukan segala sesuatunya secara pasti. Apabila mereka tahu berapa jumlah orang yang akan datang, mereka akan bisa memperkirakan seberapa luas space yang mereka butuhkan agar acara ini berjalan lancar dan seterusnya. Karena itu, sebaiknya kita yang diundang memberikan kepastian kepada pengundang agar semua jelas. Selain mengkonfirmasi kehadiran, apalagi yang perlu kupersiapkan? Membeli kado. Apa kado yang kupilihkan? Giftcard i-Tunes yang biasanya memang umum diberikan kepada anak seusiaku sebagai hadiah. Giftcard ini kemudian kujadikan satu dengan kartu ucapan yang sudah kubelikan sebelumnya. Lalu, saat hari perayaan ulang tahun ini tiba, aku dah bersiap-siap di rumah sejak pukul 2 kurang seperempat. Aku akan dijemput temanku, Ibrahim. Kok ikutan Ibrahim? Papa nggak ngantar? Nggak, karena kendaraannya masuk bengkel hehehe ... Saat Ibrahim menelepon di jam 2 kurang sedikit, aku segera keluar rumah. Udara dingin langsung kurasakan di wajahku. Aku berlari menuju dumpster dimana kendaraan Ibrahim sudah menunggu. Kami kemudian menuju Laser Light dengan diantar ibu Ibrahim. Kami bermain sampai puas selama 2 jam di situ. Ada 8 orang yang datang hari ini termasuk aku dan temanku Nick yang berulang tahun. Kira-kira jam 4 acara sudah selesai. Aku kembali ikut kendaraan Ibrahim dan kami pun sampai di rumah pukul 4 sore lebih. Aku mengucapkan terima kasih pada ibu Ibrahim dan Ibrahim. Udara dingin lagi-lagi terasa di wajahku. Aku pun berjalan cepat menuju ke rumah. Saat mama bertanya apakah aku senang datang di acara ulang tahun Nick, sudah pasti kujawab iya.

Friday, February 7, 2014

HU HOT YANG NGGAK MEMBOSANKAN

Mama mengajakku untuk ikutan acara makan malam bersama mama dan tante Fitri, di hari Jum'at sore sekitar pukul 6 sore. Tante Fitri akan menjemput kami berdua, kalo aku ikutan, di jam 5.45. Awalnya aku ingin ikut, tapi kemudian aku memilih tinggal saja di rumah karena papa mengajakku untuk melakukan kegiatan lainnya. Ya sudah, akhirnya mama pun kemudian pergi berdua saja bersama tante Fitri. Kata mama, malam ini tante Fitri memiliki program spesial di tempat makan ini yakni buy one get one. Promo ini sebenernya berlaku selama bulan Februari, namun demikian, tante Fitri memilih menggunakannya segera hehehe ... Dimana sih acara makan malam kali ini? Di Hu Hot. Itu lho, yang ada di Jalan Ketiga. Aku seneng banget dengan tempat makan ini karena ada banyak pilihan racikan isi menu yang kupilih. Ya ... Seperti yang pernah kuceritakan, di Hu Hot para pengunjung dipersilahkan memilih sendiri apa yang mau disantap malam itu dengan cara pergi ke buffet dan mengisi piring dengan aneka sayur dan pelengkapnya (mi, ayam, ikan ataupun daging) sebelum dimasak. Dalam website mereka, disebutkan bahwa dengan berkunjung ke Hu Hot kita bisa mencipta menu sendiri untuk kemudian dimasakkan (diosengkan) oleh chef tempat makan ini. Dalam bahasa Inggrisnya, motto Hu Hot adalah "CREATE YOUR OWN ASIAN STIR FRY." Kata mama, stir fry itu gak jauh beda dengan kalo kita bikin oseng-oseng hehehe ... Nampaknya, tempat ini menjadikan kreatifitas para pengunjung dalam meramu menu pilihan mereka sendiri sebagai keunggulan dari Hu Hot. Makanya, saat sudah sampai di depan meja buffet, segera saja ambil piring dan isikan bahan makanan yang akan diolah ke dalam sebuah piring (lengkap dengan sausnya) dan serahkan pada chef yang siap mengolah berbagai bahan ini menjadi sajian siap santap. Bersama dengan pengunjung lain, piring-piring berisi menu racikan pengunjung nampak menunggu giliran dengan rapi untuk di'oseng' di penggorengan yang besar sekali. Ada beberapa chef yang dengan sigap mengambil piring berisi makanan belum masak, menuangkan piring ke penggorengan dan mulai memasak aneka bahan tersebut selama 5 menit-an. Saat masakan siap, chef memindah porsi makanan ini dari wajan besar (berbentuk pipih) ke dalam piring berwarna hitam atau putih. Pengunjung kemudian mengambil piring ini berdasarkan antrian (sama dengan ketika mereka mengantrikan piring mereka sebelum dimasak). Sesudah piring berisi makanan mengepul didapatkan, pengunjung bisa menambahkan berbagai saus atau taburan di atas porsi siap santap tadi. Baru kemudian, pengunjung kembali ke tempat duduk sambil menikmati apa yang mereka pilih sendiri. O ya ... Karena tempat makan ini bermodel buffet, pengunjung bisa kembali mencoba mengolah menu lain apabila mereka menginginkan. Karenanya, tips untuk menikmati menu disini adalah, coba dulu sedikit agar sanggup menghabiskan apa yang kita pilih. Jangan sampai kita ambil banyak sekali bahan makanan yang akan diolah kemudian ditambahi aneka saus yang kita gak tahu gimana rasanya dan setelah masakan kita santap, kita nggak sanggup menghabiskan karena porsi yang terlalu besar atau karena rasa masakannya aneh hehehe ... Ya ... Selalu saja kalau berkunjung ke buffet jangan tergesa-gesa. Lihat semua menu baru kemudian pilih yang kita inginkan dalam porsi cukup. Hmmm ... Gambar makanan yang ada di sini nampak yummy kan? Ya ... Inilah yang dipilih mama dan tante Fitri malam ini. Meski ada beberapa piring diunggah di postingan kali ini, jangan terkecoh dengan gambar yang seolah besar ini ya hehehe ... Porsi makanan ini sebenarnya tidak besar kok. Cukup-lah. Kata mama, malam ini Hu Hot penuh sekali. Maklum, saat mama datang bertepatan dengan jam makan malam. Pengunjung nampak datang dan pergi terus menerus. Makanan yang mengantri dimasak juga lumayan panjang hehehe ... Ya ... Meski gak ikutan mama malam ini, aku gak bete-bete amat karena mama sudah mengajakku sebenarnya, tetapi aku yang memutuskan nggak mau ikutan.

Thursday, February 6, 2014

DARI EIGENMANN LAGI

Musim dingin tahun 2014 ini memang luar bisaa. Rasanya suhu drop terus tanpa henti sejak Desember kemarin. Salju hampir selalu menutupi semua area di Bloomington tanpa kecuali. Dingin pun terasa nggak ada bosannya mampir kemari hehehe ... Minggu kemarin suhu udara drop lagi. Drop yang dimaksud disini adalah berada di bawah 0 derajat Celcius alias minus. Lalu, apa yang bisa kami lakukan selain selalu berada di dalam rumah dan berkegiatan di dalam rumah? Mengambil gambar tentunya hehehe ... Papaku sengaja membawa kamera dari rumah dan mengambil lagi beberapa gambar dari lantai 9 gedung Eigenmann. Lalu apa hasil jepretan papa kali ini? Gak jauh berbeda dengan gambar sebelumnya sebenarnya, hanya saja kali ini papa mengawalinya dengan mengambil gambar dari balik jendela kemudi. Nampak kan pemandangan berupa es di jendela yang tidak mau leleh? Ya ... Kaca di jendela kendaraan memang membeku dan menjadi es karena dinginnya suhu di luar ruangan. Bisa dibayangkan kan betapa dingin udara di luar? Inilah yang kami alami saat musim dingin belum berakhir. Kalau saja suhu tidak drop sekali, kami masih bisa enjoy dengan musim dingin yang bener-bener dingin ini. Masalahnya, suhu udara drop terus, sehingga kami hanya bisa menahan dingin di dalam rumah. Papa yang kemudian melanjutkan acara mengambil gambar dari lantai 9 memfokuskan pada subyek berupa pemandangan di sekitar jalan ke-10 dan Jalan Union. Dari lantai 9 gedung ini, tampak daratan yang tertutup salju. Kendaraan yang diparkir hampir semuanya ditutupi salju. Demikian juga dengan atap rumah, pohon dan driveway serta sidewalk yang belum dibersihkan, termasuk di dalamnya halaman, area berumput, parking lot dan seterusnya. Kalau suhu membaik dan matahari bersinar terik, salju biasanya akan mencair. Namun, kalau suhu drop terus, bukannya mencair, salju malah bisa menjadi es. Ini nih yang bikin kita musti ekstra hati-hati karena jalanan yang kita lalui bisa menjadi sangat licin. Kapan ya kira-kira musim dingin ini akan usai? Entahlah. Secara resmi, musim semi akan dimulai bulan Maret. Masih lama kan? Iya hehehe ... Makanya kami kemudian memilih menikmati musim dingin yang luar biasa ini dengan se'happy' mungkin hehehe ...

Saturday, February 1, 2014

MONROE LIBRARY

Setelah perut kenyang, siang itu kami melanjutkan perjalanan ke Monroe Public Library. Hanya dengan menyeberang saja, kami sudah sampai di dalam library. Seperti biasa, kukembalikan dulu beberapa buku yang kupinjam, sebelum aku meminjam buku yang baru. Library nampak lumayan ramai dikunjungi di hari Sabtu siang tanggal 1 Februari 2014. Kami segera menuju lantai 3 atas seperti biasanya dan memilih meja dengan 4 kursi karena papa dan mama akan mengerjakan sesuatu dengan komputer mereka. Setelah buku kudapat, kami kemudian mulai beraktifitas di meja yang sama dengan kegiatan masing-masing. Selama 2 jam kami berada disini, ada lumayan banyak buku yang bisa kubaca. Jangan salah ya, yang kubaca adalah komik hehehe ... Ya ... Aturannya sudah sangat jelas. Aku boleh baca komik di library saja (di tempat) alias tidak boleh menyewa komik dan membawanya pulang. Buku yang harus dibaca di rumah adalah buku non komik (novel, buku populer, sejarah, dsb). Lalu, apa saja yang dikerjakan papa dan mama? Papa membaca jurnal sedangkan mamaku mengetik sesuatu. Papa dan mamaku lumayan betah juga menggunakan komputer di ruangan ini. Meski tidak sunyi senyap, kami lumayan nyaman juga berada disini. Udara di luar yang dingin disertai mendung yang menggelayut membuat kami kerasan berada di dalam ruangan ini. Namun sayangnya, jam 3 kurang seperempat kami sudah harus sampai di rumah karena papaku ada acara di jam 3 sore. Kami pun kemudian beres-beres semua barang bawaan kami dan bersiap-siap pulang. Tak lupa aku check outkan buku yang akan kupinjam sebelum meninggalkan library. Udara dingin semakin terasa di tulang kami saat kami berjalan menyusuri sidewalk menuju parking lot. Winter ternyata masih belum berakhir ...

BIRTHDAY LUNCH: CHIPOTLE

Yay ... Akhirnya kami bertiga merayakan hari ulang tahun papa dengan makan siang bersama di luar rumah. Hari Sabtu, 1 Februari 2014, setelah berburu di Goodwill, kami bertiga menuju area Kirkwood. Selain karena berencana ke perpustakaan, kami juga sekalian ingin maksibar di salah satu tempat di dekat library. Cuaca yang mendung sejak pagi (bahkan turun gerimis juga) disertai hawa dingin, membuat kami bertiga cepet-cepet berjalan meninggalkan kendaraan di parking lot yang berada di dekat Sample Gate. Kami menuju ke sebuah warung makan yang bernama CHIPOTLE. Warung makan ini merupakan salah satu warung makan yang menyajikan aneka menu buatan Meksiko. Kok aku tahu? Karena aku dikasih tahu mama hehehe ... Memangnya mama pernah ke Chipotle? Sudah. Bukan yang di Kirkwood ini melainkan yang di College Mall. Saat kami kemudian sampai di dalam tempat makan ini, kami mengantri dengan tertib sambil membaca menu yang ada. Kulihat ada menu taco, burito, bowl. Saat aku sampai di depan petugas, aku bertanya apakah yang dimaksud dengan bowl. Petugas kemudian mengatakan bahwa wadah aneka racikan makanan Meksiko ini berupa mangkok plastik. Aku pun kemudian memilih wadah ini. Isiannya aku memilih nasi putih, tidak pakai bean, daging ayam, sayuran dan dressing berupa mayo/thousand island. Aku meminta tambahan 1 kantong chips (terbuat dari jagung kayak tortila) dan memilih air minum dari fountain. Petugas memberika 1 gelas plastik kosong. Papa memilih wadah mangkok seperti aku tetapi isiannya berbeda. Papa memilih brown rice, menambahkan bean dan juga sayuran yang banyak di dalamnya. Papa juga memilih air dari fountain sebagai minumannya. Bagaimana dengan mama? Mama memilih taco (roti tipis berbahan jagung) sebagai wadah aneka racikan seperti nasi (putih), bean, aneka sayur dan daging ayam. Ada 3 taco yang menjadi paket menu ini. Ketiga roti tipis ini diwadahi keranjang berwarna pink. Untuk minumnya, mama memilih air putih. Lalu, apa pilihan minum dari fountain untukku? Es teh lemon. Apa pilihan untuk papa? Air soda rasa jeruk. Sesudah semua pesanan kami selesai dibuat (kami mengantri, memilih, membayar dan mendapatkan pesanan kami) kami pun segera mencari tempat duduk. Sebuah meja tinggi dengan 4 kursi tanpa sandaran menjadi pilihan kami. Kursi bundar ini tidak bisa bergerak (seperti yang lazim kita lihat kursi sejenis bisa berputar) karena bagian bawahnya dipatri. Kami kemudian meletakkan semua bawan kami di spot kosong di bawah meja dan mulai menyantap apa yang ada di depan kami. Hmmm ... Ternyata yummy juga hehehe ... Maklum, ada nasi, jadi rasanya seperti makanan Asia. Sambil menikmati menu pilihan kami, kami melihat bahwa tempat makan ini lumayan dipenuhi pengunjung. Nggak cuam sendiri ataupun berdua, ada banyak pengunjung yang datang bersama keluarganya. Maklum, selain jam ini bertepatan dengan jam makan siang, kami datang ke tempat ini pas week-end, jadi nggak heran kalau banyak orang menyempatkan diri makan di luar rumah (pergi makan siang atau makan malam di warung makan). Menurut kami, tempat makan ini ramai mungkin juga karena apa yang mereka sajikan lumayan bisa dinikmati semua lidah. Bagi warga US asli yang tidak terlalu menyukai rasa pedas, mereka menawarkan menu mereka sesuai dengan yang bisa diterima lidah mereka. Bagi orang Meksiko sendiri maupun orang Asia, rasa pedas bisa diperoleh dari sambal atau pun saus yang mereka sediakan. Ya ... Acara makan siang ini menjadi menarik hati, karena baru sekali ini kami bertiga keluar rumah dan menikmati makanan cepat saji ala Meksiko ini. Kami tidak saling cicip karena kami yakin rasa makanan pilihan kami sama saja hahaha ... Setelah menikmati makan siang bersama selama 30 menit, kami memutuskan menyudahi acara makan siang kali ini. Kami bereskan tempat kami duduk dan kami bawa semua sampah serta wadah ke tempatnya. Kami kemudian keluar dari tempat makan ini dan menuju library yang ada di depan Chipotle ini. O ya ... Hampir lupa ... Met ultah ya pa ...

50% GOODWILL

Sabtu, 1 Februari 2014, papa dan mama mengajakku ke Goodwill. Goodwill adalah toko yang menyediakan aneka barang dengan harga murah meriah karena mayoritas barang yang mereka tawarkan adalah sumbangan/donasi dari donatur. Sebagian besar barang yang mereka punya adalah 2nd hand stuff tetapi kadang ada banyak stuff baru yang memiliki harga murah. Setiap Sabtu minggu pertama setiap bulan, Goodwill memiliki program 50% off untuk entire store. Na ... Moment ini banyak sekali dimanfaatkan mereka yang mungkin memang perlu cari sesuatu atau asal belanja saja karena harga murah hehehe ... Kami bertiga sebenarnya sudah lama sekali tidak ke Goodwill. Maklum, belum ada barang yang kami perlukan. Na ... Mumpung hari ini ada diskon besar, kami pun segera meluncur ke Goodwill. Apa yang kami buru? Papa mencari CD dan aku mencari DVD. Lalu mama mencari apa dong? Liat-liat saja hehehe ... Saat kami sampai di Goodwill, parking lot nampak sudah penuh dengan kendaraan. Papa kemudian memilih memarkir kendaraan di pinggir jalan. Saat kami kemudian masuk ke dalam store ini, antrian pengunjung yang akan membayar lumayan panjang. Memangnya, jam berapa kami datang? Kami sampai di Goodwill kira-kira jam 10.45 siang. Pantas saja antrian di depan kasir sudah lumayan panjang. Kami pun kemudian melihat-lihat apa yang masih ada di berbagai rak. Kira-kira 15 menit kami hunting, kami kemudian mulai mengantri di depan kasir. Apa yang kami peroleh? Aku mendapat 4 DVD, papa mendapatkan 3 CD lagu dan mama mendapatkan 2 taplak meja baru serta 2 set alas makan yang harganya masing-masing kurang dari 1 dolar. Hmm ... Menarik bukan? Kata mama, kalau kami datang sejak awal, mungkin ada banyak pilihan yang masih tersedia bagi kami. Yang kami lihat hari itu memang sangat istimewa. Ada beberapa pengunjung yang membeli pakaian bertas-tas, ada juga yang membeli sepatu berpasang-pasang dan juga ada pengunjung yang memborong aneka pajangan berbahan kristal dan keramik. Tak terbayangkan semua barang itu mau ditaruh dimana hehehe ... Yang terpenting, ini kata mama lho, belilah barang sesuai kebutuhan. Jangan mentang-mentang ada harga murah, terus kita beli semaunya sendiri hehehe ... Jangan tergoda diskon kalo nggak perlu ...