Masak sih? Hehehe ... Ya ... Inilah yang kemudian terjadi. Pada awalnya, kami sudah merencanakan untuk merayakan hari ulang tahun mama di sebuah tempa
t. Kami berencana memilih sebuha tempat yang belum pernah kami datangi, demi mendapat suasana baru. Namun apa yang terjadi? rabu sore tanggal 14 Mei hujan turun lebat sekali. Perut keroncongan kami rasanya memberontak jika tidak diisi segera. Karena suasana tidak seperti yang kami harapkan, kami pun kemudian mengubah keputusan acara makan malam dalam rangka ulang tahun mama ke tempat yang sudah kami kenal yaitu Mr. Hibachi hahaha ... Rasanya memang aneh karena kami merayakan ulang tahun di sebuah tempat makan yang s
ebenarnya nggak terlalu istimewa. Kami biasanya memilih salah satu tempat makan baru untuk merayakan sesuatu, namun tidak kali ini hehehe ... Ya sudah ... Perut yang semakin lapar sudah semakin tidak bisa diajak kompromi. Kami pun kemudian berkendara dalam derasnya hujan dan kemudian menikmati makan malam di tempat makan ini. Bersama kami malam itu, ada banyak sekali pengunjung yang juga sedang menikmati makan malam mereka. Sebagaimana yang kami tahu, menu makan malam memang berbeda dengan menu makan siang, j
adi ada banyak pilihan lain yang bisa kami cicipi. Kami kebetulan mendapatkan spot duduk yang agak di dalam. Kami pun kemudian memulai petualangan santap malam kali ini dengan menikmati aneka menu yang tersaji di meja buffet. Kami menikmati padatnya lalu lintas di berbagai meja buffet dengan sabar. Sup, nasi, mie, sushi, aneka olahan daging, ikan, sayur dan ikan tersedia di depan kami. Tinggal pilih apa yang kami inginkan dan isi piring kami dengan berbagai pilihan menu yang tersedia. Aturan tetap sama, isi piring harus sanggup kami habiskan, jadi tidak boleh ada makanan yang kami buang. Sambil menikmati isi piring kami, kami melihat hujan
masih turun dengan deras di sore hari ini. Ya ... Musim semi memang sudah berakhir dan musim panas memang sudah mulai datang. Perubahan suhu dari dingin ke hangat mulai kami rasakan. Bunga-bunga mulai mekar dan matahari semakin rajin datang menampakkan diri. Hujan juga masih sering datang. Ya ... Aneka tumbuhan yang ada memang masih memerlukan curahan air untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, hujan yang tercurah memang terasa membawa manfaat bagi tumbuhan yang akan kembali hidup di saat musim semi dan musim panas
tiba. Karena udara terasa dingin diluar, ditambah kami memang lapar berat, piring pertama pun tidak perlu menunggu lama untuk tandas hehehe ... Kami pun kemudian punya alasan untuk mengambil piring kedua. Sudah jelas, piring kedua kami isi dengan menu yang berbeda. Kalaupun ada sushi, tentu variannya kami pilih yang berbeda. Kalau ada mie, tentu kami pilih jenis mie yang tidak sama. Kalau ada nasi, tentu kami juga memilih nasi jenis lain. Ah ... Rasanya piring kedua ini juga sama lezatnya dengan piring pertama. Maklu
m, kami sedang lapar berat hahaha ... Setelah piring kedua kosong (tentu butuh waktu lebih lama untuk menghabiskannya dibanding saat kami mengosongkan piring pertama) kami memutuskan untuk menunggu sebentar sebelum kami mulai mengambil dessert. Memangnya, apa yang kuinginkan sebagai dessert hari ini? Buah dan es krim pastinya hehehe ... Sesudah dessert ada di depan kami, kami pun menikmatinya dengan santai. Kami kemudian ngobrol dan menceritakan rencana kami yang tertunda yaitu menikmati menu yang ters
edia di salah satu tempat makan. Di saat perut kami kenyang, kami masih saja berbicara mengenai rencana menikmati menu lain di tempat makan lain hahaha ... Hari terlihat mulai gelap namun hujan tak juga reda. Kami kemudian menyudahi acara makan malam ini mengingat besok pagi bukanlah hari libur. Kami kemudian beranjak menuju meja kasir dan kemudian papa memberesi tagihan kami. Kami kemudian berlari menuju kendaraan dan papa mulai menjalannnya di tengah curahan air hujan. Ah ... Hari ini merupakan hari yang spesial. Kami meray
akan acara ulang tahun mama dengan menikmati makan malam di tengah hujan lebat. Meski bukan tempat makan yang kami rencanakan untuk kami datangi, tempat ini tetap saja memberikan kegembiraan untuk kami. Selamat hari ulang tahun ma. Wish you all the best. Semoga mama sehat dan happy terus sehingga akan terus dan terus mengajakku dan papa menikmati santap malam yang istimewa di berbagai tempat hehehe ... Ya ... Aku memang selalu menikmati traktiran kedua orangtuaku. Bagiku, inilah salah satu kado terbaik dariku untuk kedua orangtuaku yaitu menikmati apa pun yang mereka berikan ...
Wednesday, May 14, 2014
Tuesday, May 13, 2014
NONTON PACERS DI INDY
Hehehe ... Iya bener ... Aku nonton pertandingan NBA langsung di salah satu stadion. Apa itu NBA? National Basketball Association alias asosiasi klub basket (yang beranggotakan banyak sekali klub basket - biasanya mewakili berbagai state) di negara ini. NBA merupakan salah satu as
osiasi penyelenggara pertandingan basket (pria) antar klub yang termasyur di negara ini. Banyak bintang lapangan (atlit bola basket) yang namanya mendunia dan menjadi selebriti (menjadi bintang iklan atau pemain film) atau aktivis untuk organisasi sosial nirlaba setelah mereka dikenal lewat berbagai pertandingan yang mereka ikuti. Selain para pemain, klub dimana mereka bernaung juga biasanya terkenal (di belakang nama pebasket tersebut) dan pastinya pertandingan basket yang diadakan dibawah liga ini sangatlah dinantikan para penggemarnya. Kata mama, pertandingan basket yang diadakan di negara ini su
dah nggak bisa lagi dipisahkan dari bisnis. Bayangkan saja, untuk bisa membeli tiket pertandingan klub yang akan bertanding, kita perlu membayar harga tiket yang harganya bisa berubah terus setiap harinya. Ada kalanya tiket berharga murah (saat awal kompetisi) dan bisa berubah menjadi muahal saat final. Selain tiket, pernak-pernik yang berhubungan dengan klub tertentu juga dijual dengan harga bervariasi seperti kaos, poster, topi dan seterusnya. Na ... Aku yang selama ini selalu nonton pertandingan basket di TV, tentu tak menolak ajakan om Pandu dan papa yang kali ini memutuskan untuk nonton langsun
g di Indianapolis hehehe ... Pertandingan yang akan kami tonton adalah pertandingan antara tim Indiana Pacers yang akan berhadapan dengan Washington Wizards. Kedua tim ini sudah pernah bertemu di game sebelumnya. Jadi, ini kali kedua mereka bertemu. Kali ini mereka main di Indy dan untuk game berikutnya mereka akan main di Washington (WA). Emang, berapa kali tim ini musti bertanding? Kalau tidak salah sih minimal 4 kali, untuk menentukan tim mana yang maju ke babak berikutnya. Kami bertiga sudah membeli tiket secara online beberapa hari sebelumnya. Saat kami mendapatkan konfirmasi tiketnya, kami kemudian mencetak tiket ini dan membawanya ke stadion saat
pertandingan berlangsung. Hari Selasa sore itu, kami berangkat dari rumah sekitar jam 5 sore. Perjalanan dari rumah ke stadion kurang lebih 1 jam dan kami perlu datang lebih awal untuk mencari parking lot terdekat dan termurah hehehe ... Kami pun kemudian merasa beruntung karena bisa menemukan parking lot yang dekat sekali dengan stadion yang akan kami tuju. Kami merasakan semangat para penonton yang datang bersama kami. Rata-rata penonton mengenakan kaus kuning dan membawa asesories yang memeriahkan acara sore itu seperti terompet, clappers dan seterusnya. Kami bertiga juga kebagian asesori (jelas
untuk mendukung Indiana Pacers) yang kami dapatkan sebelum kami masuk stadion. Kami melihat ada banyak sekali orang yang juga datang dan bersiap memeriahkan pertandingan malam ini. Saat kami masuk ke dalam stadion, kami melihat ukuran stadion yang super besar ini. Lay out kursi persis seperti yang ada di dalam website. Kami duduk di bangku tertinggi alias paling jauh dari lapangan hahaha ... Lapangan basket nampak kecil di bawah sana. Namun kami nggak perlu kuatir, karena kami melihat ada banyak sekali flat screen berukuran super besar yang serasa mendekatkan kami dengan lapangan. Saat jam menun
juk angka 7 malam, pertandingan pun segera dimulai. Sorak sorai penonton jelas mewarnai jalannya pertandingan yang seru ini. Termasuk juga para pengisi acara (saat break time) yang membuat penonton gak bosan selama acara ini berlangsung. Acara ini juga disiarkan secara langsung. Nggak tahu apakah kami termasuk yang terekam dan tersiar di TV hahaha ... Pengisi acara saat rehat belangsung (magic show, cheer leading, singing dan seterusnya) jelas menjadi salah satu tontonan yang menarik. Yang menarik bagiku adalah pemain sulapnya yang kurasa sungguh keren. Bagaimana dengan skor akhirnya? Tim tuan rumah alias Pacers ternyata kalah dari tim tamu hehehe ... Lumayan jauh juga tautan s
kornya. Apakah aku kecewa? Sedikit hehehe ... Pastinya, aku lebih banyak merasa happy karena pengalaman hari ini jelas menyenangkan bagiku. Melihat secara langsung sebuah pertandingan memang terasa beda dibandingkan dengan menonton dari TV. Saat pertandingan berakhir di jam 9.30 malam, kami kemudian keluar dari stadion dan berlari menuju tempat parkir. Kok berlari? Iya ... Hujan turun lumayan deras hehehe ... Sesampainya di kendaraan, aku segera saja duduk manis di kursi belakang dan baru sebentar om Pandu mengendarai kendaraan, aku sudah terlelap dalam mimpi ...
Tuesday, May 6, 2014
TULIPS AT SAMPLE GATE
Saat menunggu bus rute E datang, masih di hari Selasa 6 Mei 2014 (setelah sebelumnya kami mengisi perut di salah satu warung makan yang
ada di Jalan Keempat), kami bertiga menyempatkan diri untuk mengambil gambar di depan Sample Gate. Ada banyak sekali tulip (bunga khas negara Belanda) berwarna merah dan putih yang sedang mekar dan berkembang. Bunga-bunga ini terlihat indah sekali dan bagus sekali diabadikan. Namun, mama selalu mengatakan, foto yang hanya berisi gambar bunga saja nampaknya kok terasa kurang. Biar pas dan sempurna, perlua ada kami di dalam foto dengan latar belakang bunga tulip mekar tersebut hahaha ... Aku jelas
merupakan peserta ambil gambar yang tidak antusias. Kenapa? Karena kami harus berpose di bawah sengatan terik matahari. Bagiku, jelas yang begini ini tidaklah menyenangkan hahaha ... Makanya, dalam gambar nampak aku tidak tersenyum saat pengambilan gambar berlangsung. Kalau saja proses pengambilan gambar berjalan dengan cepat, aku tentunya tidak akan cemberut. Yang terjadi adalah, papa lumayan sabar saat pengambilan gambar berlangsung alias lumayan lama mengambil gambar hahaha ... Saat kami mengamb
il gambar, sebenarnya hari itu ada banyak juga orang lain yang juga berpose atau mengambil gambar tulip yang sedang mekar ini. Maklum, Mei kan seperti puncak mekarnya tulip-tulip yang beraneka warna ini. Nggak heran, momen ini banyak diabadikan oleh siapa saja. Selain berpose berdiri, kami juga berpose duduk di samping tulip ini. Ya ... Tulip-tulip ini memang tidak membosankan. Kami pun nggak jemu mengambil banyak sekali gambar dengan latar belakang tulip dan Sample Gate. Saat bus E yang kami tunggu datang, kami pun bergegas menga
ntri di bus stop, menunggu penumpang turun dan baru kami kemudian naik. Saat bus berjalan meninggalkan Sample Gate, kami melihat ada banyak kembang tulip mekar di berbagai sudut yang dilalui bus ini. Summer memang salah satu musim favorit kami, utamanya awal summer, karena tanaman mulai memasuki masa perkembangannya yang maksimal. Daun-daun menghijau di pepohonan, rerumputan menghijau dan kembang beraneka warna pun mekar menambah semarak suasana. Banyak orang mulai berkebun di saat summer ini seiring dengan suhu yang semakin meningg
i. Di saat spring, kegiatan berkebun belum banyak dilakukan karena suhu masih naik turun. Di saat fall, kegiatan berkebun juga sudah mulai dihentikan karena suhu sudah mulai dingin. Jadi, summer (yang berada diantara spring dan fall) benar-benar dimanfaatkan untuk menikmati suasana outdoor dengan berbagai kegiatannya (meski kadang sinar matahari bersinar dengan garangnya). Termasuk kami yang melakukan kegiatan pengambilan gambar bunga tulip yang sedang mekar hehehe ...
SIAM HOUSE
Hari ini lumayan istimewa bagi anak sekolah karena tidak ada pelajaran di sekolah alias libur. Lho kok? Iya ... Hari Selasa tanggal 6 Mei 2014 ini adalah appreciation day untuk teacher atau anggap saja hari guru hehehe ... Para siswa kemudia
n diperbolehkan belajar di rumah. Karena aku libur sekolah, papa dan mama kemudian mengajakku ke salah satu tempat makan yang berlokasi di jalan keempat untuk menikmati menu buffet yang disediakan tempat makan ini. Apa sih nama tempat makan yang kami datangi? Siam House. Apa yang menjadi keunggulan tempat makan ini? Kata mama sih karena menu yang tersaji di buffet ini lumayan berbeda dengan menu buffet yang pernah kami cicipi. Bedanya ada dimana? Tempat makan ini kan menyajikan menu masakan Thailand, jadi, menu makanan yang tersaji merupakan menu makanan khas negara tersebut. Karena baru sekali ini datang ke tempat ini
(alias belum pernah ke tempat ini), aku dan papa kemudian bersemangat mendatangi tempat makan ini. Karena acara ini sudah direncanakan mama, mama sudah lebih dahulu minta ijin istirahat makan siangnya ditambah 1 jam (dari biasanya hanya 1 jam menjadi 2 jam). Kami pun sengaja naik bus kampus untuk ke tempat ini karena hari ini kampus kan tidak libur, jadi tidak mudah mencari parking lot di saat jam kantor masih berlangsung. Kami turun di Sample Gate sebelum kami kemudian menuju tempat makan ini. Sesampai di tempat makan yang berlokasi di pojokan, kami menuju meja resepsionis sekaligus me
ja kasir dan seorang pertugas kemudian menanyakan apakah kami akan makan disini atau makanan akan dibawa pulang dan berapa orang yang akan bersantap disini. Kami kemudian menuju ke salah satu tempat yang berada persis di dekat jendela. Lumayan bagus pemandangan dari tempat kami duduk dan meja buffet pun lumayan dekat. Setelah kami duduk dan menyampaikan pada petugas minuman apa yang kami pesan, kami dipersilahkan menuju meja buffet yang ada di dekat meja kasir/resepsionis. Kami berjalan menuju meja buffet yang tidak terlalu besar dengan beberapa kontainer di a
tasnya. Nasi putih (dalam rice cooker jumbo) tersedia di dekat piring dan ada satu panci berisi 1 jenis sup siap juga di dekat rice cooker ini. Kami kemudian mengantri, mengambil piring (sendok dan napkin sudah disediakan di atas meja) dan mulai memilih menu kami. Selain nasi putih dan sup, kontainer yang ada di atas meja buffet berisi kari tahu, kari ayam, mie goreng (pad thai), kari sayur, ayam goreng dan tumis sayur. Sudah pasti kami mengambil secukupnya terlebih dahulu. Kami kemudian membawa piring berisi menu pilihan kami ke meja makan kami dan siap memulai petualangan meny
antap isi piring kami. Bagaimana kesan kami setelah kami mencicipi suap demi suap isi piring kami? Uenak sekali hehehe ... Ya ... Meski tidak banyak pilihan menunya, rasa makanan yang tersaji (menurut kami) enak. Santan dalam kuah kari tidak terlalu berat (kental dan beminyak) dan semua masakan memiliki rasa yang berbeda-beda. Tanpa sadar, kami sudah menghabiskan isi piring kami yang pertama dan siap mengantri untuk piring berikutnya. Aku sangat bersemangat mencicipi menu lain karena apa yang kupilih sebelumnya enak sekali. Papa dan mama mengikutiku juga. Meski porsi yang kami ambil
tidak banyak (agar kami sanggup menghabiskan), kami pun menikmati lagi piring kedua kami dengan bersemangat. Aku sungguh tidak mengira kalau apa yang akan kami cicipi rasanya uenak hehehe ... Awalnya, aku sudah malas saja diajak papa dan mama mencicipi menu makanan Thailand. Namun, setelah mencicipinya sendiri, aku merasa cocok hehehe ... Mama kemudian mengambil dessert yang tersedia di meja kecil di dekat meja buffet (menyambung sih). Pilihannya ada lumpia sayur transparan dengan kuah kacang, kedelai rebus, jenang mutiara manis, donut (dengan bentuk beda) dan juga salad sayur (mirip dengan rujak serut) serta buah potong. Ya
... Semua terasa mengundang selera hehehe ... Setelah kurang lebih kami berada di tempat ini selama 1 jam, kami kemudian memutuskan untuk mengakhiri acara makan siang bersama ini. Kami berjalan kembali menuju Sample Gate untuk menunggu bus yang akan membawa kami kembali. Pastinya kami membawa jadwal sehingga kami nggak perlu terlalu lama menunggu bus. Siang cerah (bahkan panas ini) sudah berasa summer beneran. Selain karena merasa cahaya matahari bersinar dengan garangnya, kami juga melihat aneka bunga cantik yang mulai mekar (meski di saat spring semua juga sudah mulai mekar). Ah ... Perut kenyangku membuat aku menikmati semua pemandangan indah ini hehehe ...
Sunday, May 4, 2014
WRIGHT QUAD FOOD COURT
Minggu siang, 4 Mei 2014, mama dijemput tante Sonia dan tante Fitri untuk maksibar di salah satu dining hall yang ada di kampus. Dimanakah itu? Di gedung Wright. Gedung ini berada
dekat sekali dengan perputakaan pusat (B Wells Library) dan merupakan salah satu dining hall yang biasanya buka pada saat summer (nampaknya tahun ini akan ditutup karena akan renovasi). Di Indiana University ini ada banyak single houses (asrama untuk mahasiswa undergrad) yang umumnya dilengkapi dengan dining hall. Dining hall ini disediakan karena tidak adanya dapur di dalam apartment para penghuninya. Biar nggak repot dengan mencari lokasi makan pagi, siang ataupun malam, dining hall ini pun kemudian dibuka di dalam single housing tersebut. Pada masa kuliah fall dan spring, hampir semua dining hall buka di masing-masing single housing. Tidak demikian halnya dengan summer. Karena tidak banyak mahasiswa tinggal (mengambil kelas) selama
summer, single housing biasanya dikosongkan untuk perawatan (maintenance) dan perbaikan (renovation). bagi mahasiswa yang tinggal dan mengambil kelas selama summer, tersedia 2 atau 3 single housing yang tetap bisa ditempati termasuk dining hallnya. Salah satunya adalah Wright yang didatangi mama kali ini. Apakah aku sudah penah berkunjung kemari? Sudah. Waktu itu aku dan beberapa teman diajak salah satu teman keluarga untuk mencicipi menu yang tersedia. Kurasa, pengalamanku tidak jauh berbeda dari mama yaitu takjub melihat ada dining hall seluas (sebesar) ini. Coba perhatikan gambar yang diambil mama. Tampak kan betapa luasnya ruang makan bagi mahasiswa? Di dalam aula sebesar inilah tertata meja dan kursi makan yang banyak sekali jumlah
nya. Bayangkan saja kalau penghuni asrama sebanyak 1000 mahasiswa, kursi dan meja yang tersedia disini kemungkinan besar tidak berbeda dari angka tersebut. Selain besar, ruang makan ini sudah pasti bersih dan nyaman sekali. Siapa pun bisa menikmati aneka menu yang tersedia dengan bebas dan leluasa. Memangnya ada menu apa saja? Saat mama datang kemari, mama melihat beberapa counter yang menyediakan aneka menu khas negara ini (sandwich, burger, pizza, ayam goreng, masakan Meksiko) dan sejenisnya. Counter untuk aneka minuman tersedia sendiri, demikian juga counter untuk salad, buah dan aneka cookies, muffin atau donat. Saat memasuki area saji, ada beberapa pintu yang bisa diakses. Namun, untuk bisa keluar dari area saji ini, hanya ada satu pintu yang bisa
dilalui, yaitu meja kasir. Ya ... Semua serba terkontrol dan teratur alias nggak ada yang bisa keluar dari counter saji makanan (setelah mengambil beberapa makanan) lalu keluar tanpa membayar hehehe ... Lalu, menu apakah yang mama ambil? Nachos dan ayam goreng. Bagaimana dengan tante Fitri? Tante Fitri memilih spageti (mie itali). Tante Sonia? Tante Sonia memilih ayam goreng dengan biskuit (roti) dalam satu paket. O ya ... Meski dining hall ini utamanya untuk mengakomodasi keperluan resident di single housing tersebut, namun tidak tertutup kemungkinannya bagi siapa saja untuk datang dan menikmati apa yang tersaji disini. Kata mama, resident biasanya memiliki kartu makan (meal plan) yang bisa dipakai disini. Meal plan ini akan memiliki fungsi mirip dengan
kartu debit. Ada uang di dalam kartu yang bisa dibelanjakan saat kartu ini dipakai untuk membayar makanan. Untuk mahasiswa, harga makanan yang harus dibayar pun berbeda dengan harga makanan yang dibeli non student. Ada diskon yang mereka dapatkan saat mereka membeli makanan di dining hall. Saat mama dan teman-temannya selesai membayar makanan yang mereka pilih, mereka bertiga mengambil tempat duduk di dekat piano. Sambil menikmati makan siang di Minggu siang tersebut, sudah pasti mereka ngobrol. O ya ... Mereka bertiga sebenarnya juga sekaligus mengunjungi bu Adrika di Wright dining hall ini. Kan bu Adrika kerja disini. Jadi, mereka maksibar di sela-sela waktu istirahat bu Adrika. Seru kan?
Saturday, May 3, 2014
THE DURIAN
Durian? Yang bener nih? Bener dong masak boongan hehehe ... Ini dia yang dah lama kurindukan. Durian. Mencari durian disini gampang-gampang susah karena tidak semua toko groseri menyediakannya. Lalu, dimana dong durian ini kudapatkan? Di sebuah toko
Asia (dan juga dilengkapi dengan dagangan berbagai negara) di Indianapolis. Apakah aku khusus datang kemari? Tidak ... Aku datang bersama mama dan tante Fitri setelah tante Fitri menyelesaikan apa yang diperlukannya di sebuah tempat. Sebelum pulang ke Bloomie, kami menyempatkan mampir di toko ini dan mencari sayuran. Aku, yang memang sengaja mencari durian, bertanya pada petugas apakah mereka memiliki durian. Petugas menunjukkan satu freezer besar dan menunjukkan tumpukan durian disitu. Aku bertanya pada petugas berapa harga durian ini (karena tidak ada harga tertera disitu). Petugas tid
ak bisa menjawab pertanyaanku dan mama memintaku memasukkan durian ke keranjang belanjaan dan kami pun menanyakan harga durian di depan petugas kasir. Saat petugas menjawab harga satu durian ini 12 dolar, mama pun memperbolehkan aku membelinya. Sesampai durian itu itu di rumah, aku tidak langsung membukanya. Kami simpan durian itu selama 1 hari, baru kemudian papa membukanya di hari berikutnya. Saat durian dibelah, wow ... wangi durian langsung menyergap hidung kami hehehe ... Daging buah durian kuning emas nampak menggoda hari kami untuk segera dicicipi. Namun kami musti sabar sebentar. Mama perlu mengambil gamb
ar. Saat gambar diperoleh dan durian terbelah semua, aku dan papa langsung mengambil daging buah terbesar. Gimana rasanya? Jangan ditanya-lah, pasti uenak hehehe ... Kami memutuskan membelah durian ini semuanya, namun tidak menghabiskannya sekaligus. Mama memberikan wadah pada kami untuk menyimpan durian ini di dalam lemari pendingin. Kenapa nggak sekalian dihabiskan? Nggak-lah ... Kan kami masih bisa menyimpannya untuk hari berikutnya hehehe ... Bagaimana dengan mama, apakah mama ikutan berpesta durian? Karena mama nggak terlalu suka, mama hanya mengambil satu porsi terkecil dari durian Thailand ini ...
GRAY BROTHERS CAFETARIA MOORESVILLE
Hari Sabtu tanggal 3 Mei 2014, mama dan aku dijemput tante Fitri di jam 10 pagi untuk mengunjungi sebuah tempat yang berlokasi di Indianapolis. Kami hanya sebentar saja berada di tempat itu dan sesudahnya kami mampir ke seb
uah toko untuk berbelanja. Setelah mendapat apa yang kami perlukan di toko tersebut, kami pun bersiap menuju Moorseville untuk bersantap siang disitu. Apakah nama tempat yang akan kami datangi? Nama tempat tersebut adalah GRAY BROTHERS CAFETARIA. Ini dia situsnyahttp://www.graybroscafe.com/. Kami tertarik datang ke tempat ini karena tante Fitri menceritakan bahwa warung makan model cafetaria sudah mulai jarang ditemui di negara ini. Dulu pernah ada warung makan model begini ini di Bloomington, namun (menuru
t tante Fitri) tak berapa lama kemudian warung makan tersebut tutup. Saat kami kemudian sampai di parking lot warung makan ini, kami melihat kendaraan sudah banyak yang parkir disitu. Selain karena hari ini masih termasuk week-end, jam makan siang memang masih berlangsung. Kami segera saja masuk ke dalam warung makan ini dan mengantri di depan rak saji makanan panjang yang menyajikan aneka menu makanan yang bisa kami pilih. Mula-mula kami mengambil baki dan sendok (serta napkin). Sesudahnya kami mengambil main dish.
Mama memilih udang, aku memilih ayam dan tante Fitri memilih menu lain. Di meja saji sebelahnya, tersedia aneka side dish. Aku memilih roti dan juga kacang panjang tumis (green been), sementara itu mama memilih kentang goreng dengan gravy diatasnya. Berikutnya kami memilih hidangan pencuci mulut (dessert). Aku memilih cake coklat dan mama memilih apple pie. Baki pun menjadi penuh. Sebelum meninggalkan counter, kami membawa serta minuman yang juga kami pilih untuk kemudian dihitung petugas kasir dan dibayar oleh pembeli. Dari depa
n meja counter kami kemudian memasuki dining room yang luas dan bebas memilih tempat duduk kami. Ada 2 ruangan yang menyediakan set meja dan kursi dengan letak satu dan yang lainnya tidak terlalu jauh. Jumlah set kursi yang tersdia di dua ruangan ini juma lumayan banyak. Siang itu kami memilih duduk di dekat jendela. Dari tempat duduk kami, kami bisa melihat aneka hiasan dinding yang sangat unik karena desain aneka ornamen tadi terlihat sudah berusia puluhan tahun. Demikian juga dengan aneka foto serta lukisan yang juga dipajang di dindin
g. Kami merasa mengalami bersantap siang di jaman tahun 1960-an hehehe ... Kami kemudian memulai acara santap siang ini dengan mencicipi menu yang kami pilih. Benar seperti yang disebutkan tante Fitri, menu yang kami nikmati adalah original masakan US tempo dulu. Semua terasa enak dan sedap. Mungkin inilah masakan rumahan (homade style) yang ngetop banget di jamannya. Kami nikmati semua yang tersaji dengan santai dan happy. O ya ... Paket main dish ayam gorengku terdiri atas 2 potong ayam goreng tepung berukuran besar. Saat m
ama menanyaiku apakah aku sanggup menghabiskannya, aku mengatakan akan mencobanya hehehe ... Belum lagi tambahan side dish yang memiliki porsi lumyana. Aku tahu, aku juga harus bertanggungjawab menghabiskan dessertku yang memiliki porsi nggak kecil hihihi ... Asal nggak cepet-cepet, aku merasa sanggup menghabiskan semua isi nampan. Namun, benarkah itu yang terjadi? Jelas tidak. Aku tidak sanggup menghabiskan isi nampan ini karena porsi sajinya memang jumbo. Mama juga demikian. Akhirnya, mama m
eminta to go box untuk mewadahi beberapa menu yang masih belum tersentuh. Jelas kami menikmati acara makan siang ini dengan happy, karena baru kali ini kami mencicipi aneka sajian dengan model cafetaria seperti ini. Selain suasananya menyenangkan, kami juga menikmati rasa makanan yang tersaji. Menurutku semuanya terasa enak. Tempat makan ini terletak di tepi jalan dan lumayan strategis bagi siapapun yang sedang melintas di State Road 37 ini. Meski yang datang ke tempat ini mayoritas orang tua, kami merasa enjoy saja dengan sua
sana di dalam tempat makan ini. Kata mama, Jogjakarta juga memiliki tempat makan dengan model kafetaria seperti ini. Namanya "Arek-arek" dan lokasinya ada di jalan Gejayan. Kata mama lagi, saat kami melakukan perjalanan antar kota antar propinsi dengan naik bus, seringkali istirahat makan pagi/siang/malam dilakukan di restoran yang memiliki model cafetaria ini. Ya ... Hari ini kami sudah mencicipi menu di salah satu model tempat makan yang berbeda dari yang pernah kami datangi. Tentu ini menjadi pengalaman menyenangkan bagi kami. O ya ... Tante Fitri juga berbaik hati mentraktir kami berdua. Thanks banget tante Fitri ...
Subscribe to:
Posts (Atom)