Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts

Sunday, January 3, 2016

BRUNCH AT THE SCENIC VIEW

Mama, tante Fitri dan tante Sonia janjian ketemu untuk makan pagi sekaligus siang (brunch) di warung makan The Scenic View yang ada di jalan menuju Lake Monroe. Mereka janjian bertemu di hari Minggu tanggal 3 Januari tahun 2016. Udara terasa manis sekali pagi ini. Matahari bermurah hati membagi sinarnya dan hangat pun terasakan meski hanya sedikit. Mengapa mereka bertiga memilih The Scenic View? Karena ada menu bruch yang menjadi andalan mereka. Ini atas rekomendasi tante Fitri yang pernah mencoba mencicipi menu brunch yang mereka tawarkan. Kata mama, pagi menjelang siang itu sudah banyak kendaraan parkir di parking lot warung makan ini. Saat mereka masuk ke dalam, hampir semua meja dan kursi sudah terisi pengunjung. Untungnya, ada satu spot meja dan kursi di pojokan yang langsung mendapatkan limpahan sinar matahari karena ada di dekat jendela. Wow ... Sudah pasti mereka bertiga senang sekali. Petugas kemudian datang dan menanyakan apa pesanan mereka bertiga. Tante Fitri dan mama memilih kopi, tante Sonia memilih air putih. Selain kopi, mama dan tante Fitri tetap mendapatkan segelas air putih. Lalu, dari buku menu yang tersedia mama memilih menu brunch berupa Traditional Egges Benedict dan tante Fitri serta tante Sonia memilih menu sama (sandwich) hanya beda side dish-nya saja berupa (chips dan fried potato). Sambil menunggu pesanan sampai ke meja, mereka bertiga ngobrolin apa saja dan topiknya pun yang ringan-ringan, seperti apa acara tahun baru kemarin, apa rencana setahun ini, bagaimana weather hari ini, berita apa yang lagi seru di koran, film apa yang sedang beredar (na ... kalo yang ini sih mama nggak terlalu mengikuti karena tante Fitri dan tante Sonia banyak bercerita mengenai Star Wars yang memang baru saja tayang) dan aneka obrolan lainnya. Kata mama, berhubung ada banyak pembeli yang datang ke warung makan ini di hari Minggu pagi itu, pesanan mama dan yang lainnya agak lama sampai di meja. Sambil menunggu pesanan datang, kalo ada yang mau menambah air putih ada fasilitas refill. Namun, mereka bertiga tidak mau menambah air putih sebelum makanan yang mereka pesan datang. Kalau kopi sih bolehlah ditambahkan, kalo air es nanti dulu ya hehehe ... Saat pesanan sampai di meja, segera saja bertiga bersiap memulai mencicipi isi piring masing-masing. Mama menyempatkan diri untuk mengambil gambar terlebih dulu pastinya hehehe ... Nampak kan apa yang mereka pesan? Ya ... dalam gambar nampak pesanan tante Fitri dan pesanan tante Sonia yang nyaris sama, roti isi dengan side dish yang berbagan sama tetapi diolah dengan cara berbeda. Satu side dish berupa kentang goreng, satu side dish lainnya berupa keripik kentang. Isi dari roti isi dalam piring tersebut berupa ikan/chicken, tomat, selada dan juga dressingnya berupa tar-tar sauce. Bagaimana dengan pesanan mama? Nampak juga kan dalam gambar pesanan mama berupa toast (roti tawar) yang diberi telor mata sapi sebanyak 2 buah ditambahi daun bayam dan gravy? Looks yummy ... Sengaja mama memilih menu sarapan dan bukan menu makan siang seperti yang dipilih tante Fitri dan tante Sonia. Apakah aku dan papa pernah ke warung makan ini? Sudah pernah ... Kapan itu? Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu. Saat itu kami menikmati makan siang di warung makan yang menyajikan pemandangan indah Lake Monroe. Ya ... Warung makan ini memang berada di ketinggian alias berada di atas bukit. Jadi teringat lokasi yang mirip dengan ini. Dimanakah itu? Di jalan menuju Wonosari, tepatnya di bukit Hargodumilah, dimana kita bisa memandang kota Jogja dari atas bukit. Bedanya dengan yang kami lihat disini adalah pemandangan dari The Scenic View yang terlihat adalah waduk atau bendungan besar yang nampak di bawah sana. By the way, acara sarapan menjelang makan siang ini berlangsung menyenangkan ... Ini kata mama lho ya hehehe ... Mereka bertemu lumayan lama pagi itu dan sesudah merasa cukup, mereka pun meninggalkan warung makan ini untuk melanjutkan kegiatan mereka. 

Thursday, December 31, 2015

DANIEL'S VISIT

Ini adalah temanku Daniel. Dulu, Daniel tinggal di dekat rumahku. Kami sering sekali bermain bareng. Sejak tahun 2012, Daniel dan keluarganya pindah ke Miami Florida dan sejak itu aku nyaris nggak pernah lagi kontak dengan Daniel. Beberapa bulan lalu, ibu Daniel mampir ke rumah dan mengatakan akhir tahun ini mereka sekeluarga akan berlibur ke Bloomington. Waktu ibunya Daniel mampir kesini, ibunya sedang ada seminar di kampus IU dan menyempatkan mampir serta berfoto bersamaku. Kata ibu Daniel, Daniel meminta ibunya mampir ke rumah dan foto bareng aku. Tanggal 20-an Desember, Daniel mampir ke rumah dan kemudian sleep over di rumahku. Kami ngobrol seru saja berduaan di rumahku. Kami ngobrol sampai malam sebelum kami tidur. Paginya, Daniel pulang ke apartment orangtuanya (mereka menyewa guest room di Evermann) dan kemudian mengajakku makan siang bersama. Sebelumnya, ibunya Daniel bertanya pada mamaku apakah aku boleh ikut mereka makan siang dan mama mengatakan terserah aku. Aku awalnya agak ragu namun kemudian memutuskan ikutan karena aku nggak ada kegiatan siang hari itu. Sesudah kami selesai makan siang, aku dan Daniel berpisah di parking lot Redbud. Daniel dan kedua orangtuanya pulang lebih cepat dari rencana semula. Aku hanya bisa bilang bye dan see you again pada Daniel ... Tentunya aku senang ada teman datang dan berkunjung ke rumah serta mau sleep over di rumahku. Meski kami agak canggung di awal pertemuan karena sudah lama nggak bertemu, akhirnya kami bisa ngobrol seru juga ... Thanks a lot Daniel for visiting me ... It was really good to see you again ...

Wednesday, December 30, 2015

FRIEND'S VISIT

Hari Rabu, tanggal 30 Desember 2015 aku merasa happy sekali. Temanku Amru dan Faiq datang berkunjung dan sleepover di rumahku. Selain Amru dan Faiq, Kaysan mau juga bergabung dengan kami. Jadilah hari Rabu sore ini menjadi hari yang menyenangkan untuk kami semua. Amru dan Faiq pindah ke Texas sejak bulan Oktober lalu. Ini dikarenakan kedua orangtua mereka (Om Aslan dan tante Eka) pindah ke Texas juga. Na ... Dalam rangka apa Amru dan Faiq mampir ke rumah? Ceritanya, Desember ini keluarga Amru dan Faiq ada trip ke Baltimore dan mereka menyempatkan mampir ke Bloomington sebelum kembali ke Texas. Meski hanya sebentar bertemu, kami sempat bermain bersama dan ngobrol seru. O ya ... Amru dan Faiq juga memberiku satu can coklat. Kata mereka, pada hari Senin sebelum mereka pulang ke Bloomington, mereka menyempatkan diri mampir ke Hershey's Chocolate World yang ada di Pennsylvania. Tempat ini memang menyenangkan dan aku beserta orangtuaku pernah mampir kesini saat kami ada trip summer kemarin. Selain Amru, Faiq dan Kaysan, Irda dan Dzi-Fa juga mampir ke rumah dan main bersama kami. Bakhita dan Nahiza bergabung tak lama kemudian. Mumpung ada banyak peserta, sore ini kami gantian main wii hehehe ... Sesudahnya, kami makan empek-empek, pisang goreng dan bakwan. Siapa yang membuat empek-empek? Tante Eka ... Ya ... Tante Eka membawakan satu wadah besar empek-empek yang bisa kami cicip bareng-bareng. Tentunya mama dan papaku ikut nyicip empek-empek ini hehehe ... Kira-kira jam 8.20-an malam, om Aslan dan tante Eka datang dan ngobrol dengan papa dan mama. Sayang, hanya sebentar saja mereka ngobrol karena ada tempat lain yang musti dikunjungi. Papa dan mama sangat memaklumi kalo keluarga om Aslan dan tante Eka memiliki waktu yang terbatas untuk mengunjungi semua teman di Bloomington. Pastinya aku senang sekali karena Amru dan Faiq mau nginep di rumah. Ditambah Kaysan yang juga mau nginep, aku tambah hepi. Meski sempit, kami bisa tidur barengan di kamarku. Coba lihat salah satu gambar yang ada disini ... Nampak kan kamar sak-unyil yang kami tempati? Hehehe ... Sebelum tidur, kami menyempatkan menonton film bareng. Film yang tidak bertemakan horor hehehe ... Film yang kami pilih bertema petualangan ... Entah jam berapa kami tidur, yang jelas paginya, saat dibangunkan mama di jam 8 untuk sarapan, kami masih ngantuk hehehe ... Kira-kira jam 9 pagi, Irda datang untuk menjemput Amru, Faiq dan Kaysan. Apa boleh buat, kita berpisah dulu ya ... Sampai ketemu lagi ... Terima kasih banyak sudah mau berkunjung ... Moga-moga perjalanan balik ke Texas lancar ya ... Dan selamat ketemu udara hangat di Texas hehehe ...

Monday, December 28, 2015

ANOTHER CHRISTMAS GIFT

Masih tentang kado natal. Kali ini kami menerima satu bags christmas gift yang berisi aneka macam items dan dibungkus dalam kertas kado yang berwarna-warni. Semuanya tertata dengan rapi dan mengundang keingintahuan. Setelah dibuka secara hati-hati satu demi satu, nampak berbagai macam item barang yang membuat hati kami merasa senang, terutama mama. Lho kok? Iya ... Rasa-rasanya semua bingkisan membuat mama bahagia, terutama karena kali ini ada aneka macam produk yang lebih cocok dipakai perempuan hehehe ... Namun perlu diingat, kado adalah sarana untuk berbagi dan kado bukan merupakan tujuan. Jadi, apa pun gift yang diberikan ke kami, akan kami terima dengan happy karena kami merasakan ketulusan teman-teman kami yang membagi kadonya kepada kami. Kado yang kami terima di saat ada momentum istimewa seperti ini mengingatkan kami untuk berbagi juga dengan teman-teman dan kerabat yang lain. Yang juga perlu diingat, tanpa membagi kado pun teman-teman kami selalu ada di hati dan ingatan kami. Tradisi berbagi kado, tidak harus dilakukan alias tidak wajib. Bagi mereka yang mau berbagi, ya silahkan saja. Nggak pun nggak pa pa karena tradisi ini tidak melulu mengenai berbagi kado. Hampir saja lupa ... Kalo melihat warna pembungkus kado yang ada di postingan ini, hijau dan merah, itu karena warna christmas memang identik dengan kedua warna tersebut. Nggak heran, dekorasi di berbagai tempat pun biasanya memiliki warna merah dan hijau. Warna yang khas, yang biasanya muncul menjelang akhir tahun. Anyway ... This christmas gift brings us joy and happiness. Hope you guys feel the same even without special gift. Christmas is not only about gift. More than that, christmas is about peace, love and hope ... Merry Xmas and happy new year ... Enjoy the happiness and the joyful it brings you ...

Sunday, December 20, 2015

DINNER AT MALIBU GRILL

Minggu malam, tanggal 20 Desember 2015, kami bertiga mampir ke salah satu warung makan yang ada di downtown. Nama warung makan ini adalah Malibu Grill (http://www.malibugrill.net/). Mengapa kami memilih tempat ini? Karena kami belum pernah mampir kemari sebelumnya hehehe ... Jadilah malam itu (sepulang dari gereja) kami mampir kemari. Udara yang lumayan adem membuat kami bergegas berjalan dari parking spot menuju warung makan ini. Angin yang bertiup membuat kami merasa kedinginan kalo berada di luar ruang kelamaan. Karena parking spot yang didapat lumayan jauh dari warung makan yang kami tuju (meski masih berada di seputaran Court House downtown), kami nggak tahan berlama-lama berada di luar ruang. Karenanya, kami berjalan dengan ngebut hehehe ... Sesampainya di foyer warung makan ini, seorang petugas (resepsionis) bertanya pada kami berapa orang yang akan makan. Kami menjawab 3 orang. Segera petugas tersebut menunjukkan meja dan kursi kosong yang bisa kami tempati. Di dalam warung makan yang lumayan penuh malam ini, kami melihat set meja dan kursi ditata dengan berdekatan. Lampu yang menjadi penerang dining hall memiliki cahaya yang remang-remang, namun di setiap meja ada lampu lain yang membantu menerangi. Kesan pertama yang kami rasakan saat masuk warung makan ini adalah suasana yang menyenangkan. Pengunjung nampak berpakaian rapi (dress up) di dalam warung makan yang kami anggap sebagai warung makan fine dining ini. Bagaimana dengan kami? Kami berpakaian biasa saja tentunya hehehe ... Setelah menempati kursi yang tersedia, seorang petugas lain menanyakan apakah minuman yang akan kami pesan. Aku memesan es teh, papa dan mamaku memilih air putih. Kami juga memesan "telo pendhem" atau ubi yang digoreng (fried sweet potato) sebagai makanan pembuka alias appetizer. Roti bawang atau garlic bread (yang disertai coocolan saus berupa minyak zaitun dan mayonaise campur sambel) diberikan secara cuma-cuma. Hanya saja, roti bawang ini dikeluarkan setelah kami memesan ubi goreng hehehe ... Sambil menunggu kami memesan menu utama, kedua sajian ini diantar ke meja kami dan kami nikmati di saat masih anget. Bagaimana rasa ubi gorengnya? Lumayan. Roti bawangnya? Lumayan juga hehehe ... Lalu apa makanan utama yang kami pesan? Aku memilih pizza, papa memilih pasta dan mama memilih daging sapi panggang. Dalam gambar nampak kan apa yang kami pesan? Apakah porsinya besar? Sudah jelas hehehe ... Apakah kami sanggup menghabiskannya? Iya ... Tapi pelan-pelan dan saling bantu. Maksudnya? kami perlu berbagi bertiga untuk semua yang kami pesan agar tidak ada leftover (tersisa). Bagaimana rasa makanan yang kami pesan? Menurut kami sih enak. Pasta yang dipesan papa tidak "heavy" atau berat saat dimakan meski ada unsur susu (bahkan mungkin heavy cream) dan keju di dalamnya. Pizza yang kupesan memiliki crust yang tipis dan toppingnya pun tidak berat-berat amat. Jadi, satu slice pizza tidak akan membuat kita cepat kenyang. Daging sapi panggang atau goreng yang dipesan mamaku terasa empuk, enak dan juga juicy (nggak membuat eneg dan seret di leher) hehehe ... Dimasak dengan model medium, daging ini mudah sekali dipotong dan dikunyah ... Hmmm ... Di saat udara dingin terasa, ditambah perut yang lumayan lapar, alasan apa lagi yang kami perlukan untuk menjadikan acara makan malam kali ini mengesankan, menyenangkan dan mengenyangkan? Ya ... The weather is perfect and the food is good. Kami tentunya bersyukur atas semua rejeki yang kami terima hingga hari ini. Rejeki udara yang lumayan adem, rejeki makanan yang yummy dan juga rejeki sekolah dan kerja yang lumayan lancar. Nggak heran kalo kami merasakan atmosfer yang berbeda dalam acara makan malam kali ini. Meski kami tidak merayakan sesuatu yang spesial, kami tetap merasa makan malam kali ini istimewa. Suasana hati kami mungkin menjadi faktor utama mengapa makan malam kali ini terasa OK. Setelah berada di warung makan ini selama kurang lebih 1 jam, kami kemudian memutuskan menyudahi acara makan malam kali ini. Setelah bill diberesi, segera kami tinggalkan meja makan yang kami tempati dan kami pun bersiap keluar gedung dan berjalan cepat menuju parking spot. Terima kasih banyak ya pa dan ma atas makan malam kali ini. It was great!

Saturday, November 28, 2015

DINNER WITH FRIEND

Sabtu malam, tanggal 28 November 2015, kami dinner bareng dengan tante Fitri di rumah. Sudah lama kami nggak lunch atau dinner bareng tante Fitri, jadi kami senang sekali tante Fitri bisa mampir dan mencicipi makanan yang kami siapkan. Ada menu apa saja ya malam itu? Ada bakwan goreng, ada makarel presto (mirip bandeng presto, maunya hehehe ...) dan ada kale kari. Kale itu apa? Kale itu sayuran berwarna hijau yang bisa disamakan dengan daun ketela. Ya ... Pengganti daun ketela ini biasanya populer dimasak dengan santan dan kunyit hingga menyerupai gulai daun ketela. Hmmm ... Yummy ... Apalagi dengan ditambahin teri goreng ... Selain itu, ada juga dessert berupa bubur sumsum yang memang sedang hobi dimasak oleh mamaku hehehe ... Komplit kan menu makan malam ala rumahan hari ini? Papa dan mama tentunya tidak menyertakan banyak telor di dalam menu masakan yang akan kami santap karena tante Fitri tidak terlalu menyukai telor. Masak sih? Iya hehehe ... Karenanya, dalam menu malam ini, diusahakan agar telor tidak terlalu menonjol ...  Dalam postingan kali ini, meja makan mungil di rumah kami nampak terisi dengan makanan yang akan kami nikmati. Ya ... Semua yang nggak boleh dilewatkan. Jadilah kami menikmati makan malam di sore dingin ini dengan ngobrol seru ... Kami ngobrolin tentang sport (football dan juga basketball), ngobrolin tentang Thanksgiving dan juga Black Friday dan topik ringan lainnya. Tak terasa jam menunjuk ke angka 8. Tante Fitri pun kemudian bersiap pulang. Awalnya tante Fitri mau pulang ke Greene County tapi kemudian dibatalkan karena gerimis masih saja betah turun. Kami kemudian janjian untuk ketemu lagi dengan acara makan malam atau makan siang bareng ... Makasih tante Fitri dah mau mampir ..

Friday, November 20, 2015

DINNER WITH FRIEND

Lho ... Ada apa ini? Nggak ada apa-apa sih, hanya saja mama dan papa sedang ingin bikin mie godhog (rebus) Jawa dan mengajak teman keluarga untuk mecicipinya. Mie godhog Jawa yang dimaksud adalah mie rebus berbahan kuah kaldu  non daging dan dilengkapi dengan sayuran (cabbage, bokchoy, green onion dan tomat) serta telor. Papa dan mama juga menambahkan bihun goreng sebagai alternatif menu kali ini. Biar lebih komplit, dessert berupa kue lumpur dan baklava juga disiapkan. Mmmm ... Meja makan sudah diatur dan saat teman keluarga datang, kami pun segera memulai acara cicip mie segera ... Ya ... Mumpung mie godhog-nya masih hangat, perlulah kami segera menghabiskannya hehehe ... Acara makan malam bersama tidak serius ini kami sertai dengan ngobrol bareng ... Topik yang ringan-ringan tentunya menjadi tema obrolan kali ini ... Kebetulan udara di luar lumayan dingin, jadi ngobrol sambil nyicip makanan hangat rasanya kok pas banget hehehe ... Meski tidak istimewa sekali, kami senang bisa membagi apa yang kami olah dengan teman keluarga. Kami sudah sering menerima rejeki dari teman keluarga kami; karenanya kami ingin sekali-kali berbagi menu khas yang biasa kami olah dengan mereka. Satu teman keluarga yang datang malam ini bukanlah teman sebangsa, namun ia tetap mau mencicipi apa yang kami sediakan. Kami tentunya merasa senang sekali ... Saat teman kami pamit pulang, kami mengucapkan terima kasih banyak pada mereka dan berharap moga-moga kami bisa ngadain acara bareng lagi. Tentunya dengan mencicipi menu yang lainnya ... Masak mau mie rebus lagi hehehe ...

Thursday, September 10, 2015

DINNER AT JUANITA

Hari Kamis sore, tanggal 10 September 2015, mama bersama tante Fitri janjian bertemu dengan Lori untuk makan malam bersama di salah satu warung makan. Mama sengaja memilih warung makan Juanita yang menyediakan aneka olahan Meksiko sore itu. Kenapa mama memilih warung makan ini? Karena mama belum pernah datang kesitu hehehe ... Janjian awal sih sebenranya di jam 5.30, namun kemudian dimundurkan di jam 6 sore. Saat tante Fitri dan mama sampai di Juanita, Lori nampak sudah ada di situ. Tak menunggu lama, mereka bertiga segera masuk dan menuju meja resepsionis sebelum diantar ke meja dan kursi yang kosong. Setelah mereka bertiga duduk, petugas lain datang dan membawakan buku menu. Tak lupa petugas juga menanyakan minuman apa yang dipesan mereka bertiga. Tante Fitri dan mama memilih air putih dan Lori memesan air soda (diet). Sesudahnya mereka bertiga mempelajari buku menu tersebut. Petugas kemudian datang lagi sambil membawakan chips (keripik) yang berbahan jagung. Salsa (saus khas yang biasanya disajikan bersama chips) juga diikutkan. Apakah chip jagung ini sama dengan tortilla yang biasa dijumpai di toko? Sudah tentu sama. Lalu, apa dong bedanya? Bedanya, keripik jagung di warung makan Meksiko biasanya dibuat sendiri (homemade) sementara tortilla diproduksi pabrikan. Jadi, ada sedikit perbedaan dari sisi pembuatannya. Kata mama, keripik jagung tersebut memang berbeda juga rasanya. Sambil menikmati keripik jagung dan salsa, mereka bertiga membaca buku menu yang tersedia. Sebenarnya, mama sudah membaca buku menu secara online (http://juannitas.com/menu/). Namun, mama masih belum bisa memutuskan akan memesan karena mama perlu bertanya pada tante Fitri. Apakah mama sudah pernah masuk warung makan dengan menu Meksiko sebelumnya? Sudah ... Kan aku juga sudah pernah diajak ke Chipotle (yang ini sih warung makan dengan model franchise)? Juga, mama pernah mencicipi menu di Casa Brava (dekat CVS dan di kompleks Dollar Tree) bersama tante Fitri dan tante Sonia. Kata mama, selama ini mama hanya tahu taco, burito dan nacho saja. Yang lain, mama belum pernah mencoba. Lalu, malam itu mama memutuskan untuk memesan mix and max combination (Mix any 3 tamales, tacos, enchiladas, tostadas, molotes and or taquitos of your choice served with rice and beans), tante Fitri memilih albondigas (3 large home-made authentic meatballs in a mild chipotle stew, served with rice and beans salad or juannita’s fiesta spaghetti) dan Lori memilih chicken quesadillas. Wuih ... Nama menunya seru ya hehehe ... Setelah pesanan diterima petugas, mereka ngobrol sambil menikmati chips lagi. Mama melihat-lihat isi warung makan yang didesain dengan sangat menarik dan membuat betah para pengunjung. Rasanya homey banget. Sebelum menjadi warung makan Juanita, warung makan ini dulunya adalah warung makan yang buka 24 jam. Sesudah warung makan tersebut ditutup, warung makan lain bergantian buka (termasuk tante Sonia) namun Juanita inilah yang sepertinya paling laris dan bertambah maju. Menu Meksiko yang mereka tawarkan sebenarnya nggak beda jauh dengan menu Meksiko di warung makan lain. Hanya saja, rasa makanan yang ditawarkan mungkin berbeda dari warung makan sejenis. Apakah begitu? Kata mama sih iya ... Saat pesanan mama datang, nampak kan apa yang mama pesan? Taco (wrapper terbuat dari tepung jagung) yang berisi sayuran denga  sour cream di atasnya, terus ada tamales - tepung jagung yang dikukus dalam kulit jagung/klobot dan juga enchilada (mirip seperti burito tetapi tidak sama) disertai nasi goreng dan bean (kacang merah yang diblend). Wow ... Apakah yummy? Kan sudah dijawab di atas? Hehehe ... Menu yang beragam, porsi yang besar, harga standar serta interior warung makan yang homey sepertinya menjadi sebab kenapa warung makan ini banyak didatangi pengunjung. Selama hampir 60 menit mereka menikmati santap malam mereka, mereka kemudian menyudahinya di jam 7. Untukku, mama membawakan chips dan salsa hehehe ... Apakah aku dan papa mau datang ke tempat ini? Belum tahu ya hehehe ... Yang pasti, keripik jagung yang mama bawakan untukku langsung kuhabiskan bersama papa ...

Wednesday, February 11, 2015

MAKMAL DI CHEDDAR

Yang ini sih hanya mama, tante Fitri dan Lori yang bergabung dalam acara makan malam di hari Rabu, tanggal 11 Februari tahun 2015. Ceritanya, mama dan Lori janjian untuk mentraktir tante Fitri yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya. Acara makan malam ini diadakan di warung makan Cheddar dan mereka bertiga janjian ketemu di jam 5.30 sore. Mama berangkat bersama tante Fitri jam 5.20an dan mereka bertemu Lori di lobby warung makan ini. Kata mama, warung makan ini lumayan banyak dikunjungi sore ini/malam ini. Maklum, jam pertemuan mereka memang bertepatan dengan jam makan malam jadinya mereka nggak heran saat mendapati warung makan ini dipenuhi pengunjung. Dengan diantar satu orang petugas, mereka menempati salah satu spot kosong yang berada persis di dekat jendela sehingga mereka bisa melihat keluar. Sambil mencermati menu yang tertera di buku menu, pesanan berupa air soda (untuk Lori dan mama) serta air es (untuk tante Fitri) diantar petugas tak berapa lama setelah mereka bertiga duduk dan memesan minuman. Lori kemudian memesan appetizer berupa chips dengan salsa dan keju cair (chips and homemade queso) sebagai dipnya. Saat pesanan chips ini datang, mereka bertiga sudah memutuskan akan memesan apa malam ini. Lori memesan chicken quesadilla (daging ayam dipotong dadu/kecil diberi salsa dan dimasukkan dalam tortilla). Tante Fitri memesan grilled tillapia with mango salsa (lele bakar yang dilumuri saus mangga). Mama memesan country style fried chicken (dada ayam yang digoreng dilengkapi frech toast alias roti bakar ditambah 2 sides - mama memilih broccoli casseroule dan french fries). Tak lupa mama mengatakan kepada petugas bahwa mama memilih menu ini disajikan dalam porsi makan siang (lebih murah karena lebih sedikit). Sambil menunggu pesanan main dish, mereka bertiga mencicipi chips dan dipnya yang OK. Sebenarnya, mama mengajakku untuk ikutan acara malam ini namun aku nggak mau. Aku merasa kurang nyaman bergabung dengan ibu-ibu hahaha ... Saat mama menanyakan aku minta dibawakan apa, aku juga nggak mau karena makanan yang sudah dingin rasanya kok nggak enak hehehe ... Kata mama, setelah pesanan mereka sampai di atas meja, porsi yang tersaji lumayan besar (banyak). Mereka bertiga menikmati menu pesanan mereka tanpa tergesa-gesa biar mereka bisa menghabiskan semuanya. Mama berkali-kali musti beristirahat untuk bisa menghabiskan porsi "lunch" yang ternyata berukuran jumbo. Sebenarnya, kenapa ya porsi lunch dan dinner dibedakan? Menurutku sih karena biasanya jam makan siang (lunch) di weekedays kan terbatas hanya 1 jam. Jadi, porsi yang tersedia di saat lunch biasanya memang tidak terlalu besar. Lain halnya dengan porsi untuk dinner. Dinner biasanya memang lebih relaks. Batasan waktu seolah tidak ada. Karenanya, porsi yang disajikan di saat dinner sedikit berbeda dengan porsi yang tersedia di siang hari. Mereka yang menikmati dinner di warung makan, mungkin memang sudah merencanakan alokasi waktu yang lebih panjang dibanding saat mereka lunch. Alokasi waktu yang panjang ini memungkinkan dinner berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Lalu, bagaimana rasa makanan yang mereka pilih malam ini? Kata mama, semuanya terasa enak. Ya ... Cheddar memang merupakan salah satu warung makan yang menyajikan makanan yang OK. Meski memiliki nama seperti salah satu jenis keju (biar mudah diingat atau memang menu yang mereka sediakan sangat cheesy), makanan yang tersaji tidak semuanya terasa cheesy hehehe ... Mereka bertiga ngobrol dengan santai di antara acara makan malam ini dan kemudian memutuskan menyudahinya di jam 7.15 malam. Lori masih harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit sebelum sampai di rumahnya dan malam ini udara lumayan terasa dingin. Jadi, acara makan malam pun diakhiri dengan pertimbangan itu. Kata mama, mereka berpisah di parking lot dan janjian untuk makan malam bersama lagi lain kali ... O ya, angin yang bertiup membuat badan menggigil. Jadi, mereka bertiga pun bergegas masuk kendaraan ...

Thursday, December 18, 2014

DINNER AT TEXAS ROAD HOUSE

Kamis sore sampai malam (18 Desember 2014), mama, tante Fitri dan Lori bersantap malam bersama di salah saru warung makan di bagian barat kota Bloomington. Nama warung makan ini Texas Road House. Mereka bertiga janjian bertemu di warung makan ini jam 5.30 sore. Kata mama, acara ini tertunda beberapa kali sebelum akhirnya malam ini mereka bisa bertemu bersama. Kenapa mereka bertemu di warung makan ini? Untuk merayakan ulanga tahun Lori. Kapan hari ulang tahun Lori? Oktober lalu. Lho kok? Iya ... Ini adalah acara makan malam bersama dalam rangka ulang tahun Lori yang tertunda hehehe ... Saat mama dan tante Fitri sampai di warung makan ini, Lori sudah menunggu dan memesankan tempat untuk mereka bertiga. Sekitar 10 menit menunggu, mereka kemudian diantarkan petugas untuk menempati salah satu meja yang sudah kosong. Petugas kemudian menanyakan minuman apa yang mereka pesan. Lori memesan air soda, mama memesan es jeruk dan tante Fitri memesan air putih dan kopi. Setelah pesanan dicatat, petugas kemudian meninggalkan meja. Sambil menunggu petugas membawa minuman yang dipesan, mereka bertiga menikmati kacang kulit yang tersedia di meja. Ya ... Di warung makan ini di setiap meja disediakan kacang kulit yang lumayan banyak yang biasanya dinikmati sambil menunggu pesanan sampai di meja. Selain kacang kulit, petugas juga mengantar dinner roll yang super duper yummy (terutama dipnya) yang bisa direfill hehehe ... Saat petugas mengantar dinner roll ini, petugas sekaligus bertanya apakah mereka bertiga siap memesan menu utama. Dimulai dari Lori yang mmesan tenderloin (dimasak medium rare alias masih terlihat merah di dalam daging steaknya), tante Fitri kemudian memesan kebab (seperti sate) dan mama memilih traditional steak (ayam dan beef yang dimasak dengan cara medium saja alias warna daging terlihat pink). Masing-masing pilihan ini disertai 2 side dishes. Lori memilih salad dan steak fries, tante Fitri memilih salad dan nasi dan mama memilih green bean serta steak fries. O ya ... Menu yang dijual di warung makan ini memang utamanya adalah daging panggang alias steak. Meski daging sapi/beef mendominasi menu, bukan berarti kita tidak bisa menemukan makanan lain. Ada daging ayam, ada udang, ada ikan dan ada juga menu vegan dan menu lainnya. Kata mama, warung makan Texas Road House ini merupakan warung makan model chain sehingga warung makan ini juga bisa ditemukan di tempat lain (kota/state lain). Yang jelas, kata mama lagi, warung makan ini selalu penuh sejak buka sampai tutup. Ya ... memang begitulah yang terjadi, warung makan ini laris banget hehehe ... Nggak berapa lama setelah pesanan dicatat dan disiapkan petugas, piring berisi masakan siap santap sudah tersedia di meja. Hmmm ... Melihat gambarnya, semua yang tersedia nampak mengundang selera. Tak menunggu lama, mereka pun segera menikmati menu yang mereka pesan sebelum makanan ini menjadi dingin. Sambil menikmati pesanan mereka, mama asyik mendengarkan obrolan Lori dan tante Fitri. Tentu mereka bertiga tidak terburu-buru menghabiskan isi piring karena memang mereka sudah mengalokasikan waktu selama 2 jam untuk bertemu malam ini. Selain tidak tergesa-gesa, isi piring yang "lumayan" banyak ini mesti dinikmati dengan pelan-pelan agar bisa dihabiskan hehehe ... Coba tebak, apakah isi piring ini bisa habis? Ternyata tidak hehehe ... Sudah pasti tidak ada yang bisa dilewatkan dari makan malam yang menyenangkan ini. Selain perut kenyang dan hati senang, acara makan malam ini memberikan energi baru bagi mama, tante Fitri dan Lori setelah seharian mereka menghabiskan waktu di dalam ruangan di kantor. Mereka pun kemudian menyudahi acara makan malam bersama hari itu dan berencana untuk menikmati makan malam bersama lagi lain kali ... O ya ... Sebagai oleh-oleh, mama membawakanku dinner roll sebanyak satu kontainer hahaha ... Apakah aku suka? Jelas dong ... Kan dinner roll khas warung makan ini memang yummy ... Ngomong-ngomong, aku dan papa sudah pernah kesini belum? Sudah ... Kapan? 2,5 tahun yang lalu ... Wa ... Lama banget ... Iya memang ...

Wednesday, November 5, 2014

DINNER AT OLIVE GARDEN

Hari Rabu sore, tanggal 5 November tahun 2014, aku diajak papa dan mama untuk menikmati makan malam bersama di salah satu warung makan yang namanya Olive Garden. Warung makan yang ada di salah satu kompleks pertokoan ini sebenarnya merupakan warung makan chain (jaringan) yang bisa ditemui di banyak tempat di negara ini. Aku dan papa baru sekali ke tempat ini, sementara itu mama sudah pernah ke tempat ini sebelumnya. Karena itu, kalo ditanya apa alasan kami kemari, ini disebabkan karena aku belum pernah mencicipi menu yang ditawarkan disini. Selain kami bertiga, ada juga tante Fitri yang bergabung sore ini bersama kami. Sebenarnya kami dah janjian mau makmal bareng minggu lalu. Namun, rencana ini baru bisa dilaksanakan sore ini. Awalnya kami janjian ketemu di Olive Garden jam 6 sore, namun, mama memundurkan jam pertemuan ke jam 6.30 malam karena aku ada latihan orkestra di sekolah sampai jam 5.30 sore. Saat aku, papa dan mama sampai di tempat ini, kami segera saja memasuki warung makan yang lumayan ramai dipenuhi pengunjung ini. Udara lumayan dingin, sehingga kami memutuskan untuk langsung menunggu di dalam warung makan ini. Kata mama, kalau pengunjung perlu mengantri untuk bisa mendapat meja, ada satu tool yang akan diserahkan kepada pengunjung (seperti nomor tiket tapi berbeda bentuk). Saat meja siap, alat ini akan bergetar dan memberi tanda pada kita (yang sendang menunggu) bahwa kita bisa menempati meja kursi yang tersedia. Tentu saja ada petugas yang kemudian memandu kita dan menunjukkan di mana kursi kosong tersedia. Na ... Berhubung sore ini bukan weekend, kami tidak perlu mengantri. Kami langsung dipersilahkan menempati kursi kosong yang tersedia. Kami kemudian mengatakan kepada petugas bahwa kami sedang menunggu teman. Petugas kemudian menanyakan kepada kami, minuman apa yang akan kami pesan. Kompak aku, papa dan mama memilih air putih sebagai air minum kami. Petugas juga mempersilahkan kami mempelajari berbagai menu yang mereka sediakan. O ya ... Di setipa meja juga tersedia gelas anggur. Karena kami tidak memerlukannya, petugas memindahkan gelas anggur yang ada di meja kami. Sesudah petugas pergi, kami bertiga melihat ada menu apa saja yang tersedia di warung makan ini. Dalam buku menu yang kami baca, menu yang tersaji merupakan menu Italia. Jadi, yang bisa kita pilih adalah pizza, lasagna, fetucini dan sejenisnya. Meski tersedia steak, steak yang ada disini sudha dikombinasi dengan makanan khas Itali. Selain main dish, tersedia juga side dish berupa soup dan salad. Yang juga selalu ada, pilihan untuk appetizer juga ada. Sambil menunggu tante Fitri datang, kami mulai memilih apa yang akan kami pesan. Saat tante Fitri datang, kami pun kemudian siap memesan apa yang kami inginkan. Untuk appetizer, kami memilih create sampler yang terdiri atas 3 pilihan menu yaitu: stuffed mushrooms alias jamur isi, classic calamary alias cumi goreng tepung dan juga fried mozzarella alias mozarella goreng). Selain appetizer, kami juga mendapatlan bread stick yang bisa kami isi ulang hehehe ... Lalu, pilihan menu utama kami malam ini adalah sebagai berikut: aku memesan tour of Italy (Chicken Parmigiana, Lasagna Classico and our famous Fettuccine Alfredo), papa memilih ravioli di portebello (Ravioli filled with flavorful portobello mushrooms, topped with a rich and creamy smoked cheese and sun-dried tomato sauce), mama memilih steak gorgonzola-alfredo dan tante Fitri memilih baked tilapia with shrimp (Oven-baked white fish and shrimp with a white wine sauce. Served with garlic broccoli). Ternyata, ada side dish yang kita bisa pilih sebagai bagian dari paket main dish yang kita pesan. Mama kemudian memesan salad, aku dan papa memesan chicken and gocci soup dan tante Fitri memilih minestrone soup. Soup dan salad ini sama dengan bread stick alias bisa isi ulang hehehe ... Jelas, kami kemudian saling cicip pesanan kami saat side dish tadi sampai di meja kami. Ternyata, pesanan kami banyak sekali. Bread stick, appetizer, sup, salad dan menu utama memenuhi bukan hanya meja kami melainkan juga perut kami hahaha ... Dengan santai kami nikmati semua pesanan kami, namun ternyata kami tidak sanggup menghabiskannya. Kami tentunya tidak melupakan ngobrol saat kami menikmati makan malam kami. Namun, tetap saja menu yang tersaji di meja tidak sanggup kami habiskan. Jadi, seperti biasa, kami meminta to go box untuk mewadahi makanan yang belum kami sentuh. Kata papa, apa yang kami pilih dan tersaji rasanya yahud alias enak. Aku pun memiliki pendapat yang sama hehehe ... Pastinya, kami merasa sangat senang bisa menikmati menu yang tersaji bersama tante Fitri. Dah lama sekali rasanya kami nggak ketemu tante Fitri. Tante Fitri memang sibuk sekali akhir-akhir ini karena sedang merenovasi rumahnya. Mencari waktu bersama tante Fitri nggak mudah karena kesibukan tante Fitri. Kami senang sekali malam ini kami bisa bertemu dan bisa menikmati makan malam bersama. Tentu saja kami ngobrol sampai lumayan puas di warung makan ini sebelum kami menyudahi acara makan malam hari ini. Kami juga merencanakan untuk bertemu dan menikmati makan malam bersama lagi kapan-kapan. O ya ... Ada juga yang kami sukai selain makanan yang kami pesan. Warung makan ini memberikan coklat mint untuk semua pengunjung yang dine in maupun carry out. Coklat mint ini sebenarnya sering sekali kita beli di toko, tapi kami tetap saja merasa senang dengan coklat mint yang diberikan kepada kami. Satu lagi yang kusuka dari warung makan ini. Menurutku, bread sticknya uenak banget hehehe ... Terus terang, aku yang menghabiskan bread stick yang tersaji di meja saat kami menikmati makan malam kami. Aku juga yang meminta isi ulang bread stick tersebut dan juga aku yang paling bersemangat membawa pulang bread sticknya hehehe ... Karena malam semakin terasa dingin, kami pun kemudian berpisah di parking lot. Bye-bye tante Fitri ... Thanks sudah bergabung dalam acara makan malam kali ini ...