Kamis malam, tanggal 5 Februari 2015, kami bertiga makan malam di warung makan Great Wall yang kembali membuka menu buffet-nya. Warung makan ini pernah kami datangi 2 atau 3 tahun ya
ng lalu namun kemudian tidak pernah kami datangi lagi karena kabarnya mereka menghilangkan menu buffet yang lumyan banyak pengunjungnya. Lalu, apa yang kemudian disediakan di warung makan tersebut? Menu sejenis yang disajikan ala carte (pembeli memesan terlebih dahulu). Menu ala carte kurang menjadi favorit pengunjung utamanya di saat jam makan siang (lunch) karena sebagian besar pengunjung menginginkan makan dengan cepat (gak buang waktu dengan menunggu pesanan). Menu buffet untuk makan siang umumnya bany
ak dipilih karena alasan kepraktisan. Nggak heran, banyak warung makan yang menawarkan menu buffet di hari Senin sampai Jum'at selain menu ala carte yang sudah mereka miliki. Namun, ada juga warung makan yang menyajikan menu buffet untuk siang dan malam (lunch dan dinner) baik yang menyajikan makanan Asia maupun makanan US. Na ... Saat kami tahu bahwa Great Wall kembali membuka menu buffetnya, kami kemudian merencanakan untuk mendatangi warung makan ini. Kebetulan, kami bisa janjian dengan tante Fitri untuk mencicipi menu apa yang mereka sajikan di hari Kamis
sore ini. Saat kami sampai di warung makan ini dan masuk ke dalamnya, kami melihat interior warung makan ini yang sedikit berubah. Area dining yang lumayan luas berada di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Lalu, menu buffet ditata dengan rapi di samping meja kasir dengan menu yang lumayan bervariasi. Meja untuk sushi dan sup berada di area lain. Demikian juga menu dessert yang diletakkan terpisah. Petugas yang mengantar kami memilihkan kami meja dan kursi yang persis berada di belakang kasir. Kami kemudian memula
i tur di meja utama dan hasilnya bisa dilihat di piring kami (yang gambarnya tersaji disini) hehehe ... Bagaimana rasanya? Lumayan ... Beberapa menu nampak memiliki rasa yang sedikit berbeda dibanding menu yang sama di warung makan ala buffet di tempat lain. Kata mama, rasa makanan di Great Wall cenderung pedas dan asin. Jelas aku dan papa suka hehehe ... Sepertinya, menu yang tersaji lebih banyak berasal dari Korea. Meski ada yang berasal dari Jepang dan China, makanan dari Korea sepertinya lebih mendominasi. Bahkan mama menemukan mie saus hitam (jajangmyeon) khas Korea.
Sudah pasti mama senang sekali hahaha ... Kami berempat menikmati makan malam kami dengan happy. Tak perlu tergesa-gesa menikmati menu yang tersaji, kami pun mengobrol dengan santai. Kira-kira jam setengah delapan malam, kami menyudahi acara makan malam kali ini. Perut terasa kenyang dan hati pun merasa senang. O ya ... Kami sebenarnya datang ke Great Wall ini karena punya tujuan khusus. Apakah itu? Merayakan ultah tante Fitri hehehe ... So, happy birthday tante Fit. Wish you all the best ...
Thursday, February 5, 2015
SNOW DI BULAN FEBRUARI
Salju mampir lagi di hari Rabu malam tanggal 4 Februari 2015. Lumayan banyak volumenya. Papa pun kemudian mengambil gambar salju perta
ma di tahun 2015 ini. Kebetulan juga, matahari menampakkan dirinya. Jadi, lumayan bagus pencahayaan yang diperlukan untuk pengambilan gambar kali ini. Papa snegaja mengambil bebebrapa gambar di dekat rumah dan juga di dalam kampus. Meski sebagian salju sudah meleleh akibat pancaran cahaya matahari, tanah rasanya masih lumayan banyak saljunya hehehe ... Jadi, hamparan salju yang menempel di tanah inilah yang kemudian diabadikan gambarnya. Tahun ini salju memang tidak turun sebanyak tahun lalu. Beberapa negara bagian
di East Cost (NY, MA, MD, CT, NJ, dst) mengalami badai salju yang lumayan. Penerbangan dicancel, sekolah di-delay atau bahkan ditutup dan penduduk menstok bahan pangan di rumah mereka. Ini lazim terjadi karena pemerintah memang selalu menghimbau warganya untuk bersiap-siap dan aware terhadap cuaca tidak bersahabat yang akan datang. Ya ... Di negara ini segala sesuatu memang dipersiapkan dengan sangat baik dan terencana. Tujuannya satu saja, untuk meminimalkan jumlah korban manusia. Benc
ana bukan untuk dihindari (kalau memang bisa yang dihindari) melainkan bencana musti dihadapi dengan persiapan yang memadai. Ah ... Kok aku jadi ngelantur gini? Hehehe ... Yang jelas, Bloomington tahun ini tidak mendapat banyak salju seperti tahun lalu. Dingin sih tetep dapat, yang nggak saljunya hehehe ... Karena minimnya salju, mama tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mengambil gambar salju di hari Kamis pagi mumpung salju masih ada. Dalam perjalanan menuju kampus, papa pun kemudian memperoleh bebebapa gambar seperti yang diposting kali ini. Gimana dengan salju di sekolahku? Ada sih ... Hampir mirip dengan yang ada di dalam gambar ini. Lapangan olahraga outdoor jelas tertutup salju. Yang nampak hanyalah putih be
laka. Kami para siswa tentunya mengenakan pakaian hangat selama musim dingin ini. Meski di dalam kelas terasa hangat, kami tetap mengenakan pakaian musim dingin selama musim dingin berlangsung. Saat aku pulang sekolah di sore harinya, salju sudah menghilang hehehe ... Ya ... Pancaran cahaya matahari memang menjadikan salju cepat meleleh dan menjadikan tanah basah seperti berlumpur. Kalau kita berjalan di tanah basah ini, sepatu akan menjadi kotor. Kalau sepatu menjadi kotor, sudah pasti sebelum masuk rumah harus dibersihkan dulu. Na ... Karena aku malas membersihkan sepatu yang kena lumpur, aku pun kemudian memilih berjalan di sidewalk yang relatif lebih bersih hehehe ...
Sunday, February 1, 2015
ONDE-ONDE
Na ... Kalo yang ini sebenarnya adalah makanan kesukaan mamaku. Apakah itu? Onde-onde hehehe ... Kebetulan mamaku mendapat kiriman bahan
pembuat onde-onde. Bahan ini sudah lumayan lama dikirim teman papa dan mama, hanya saja mama belum berkesempatan mencobanya. Sore itu mama memutuskan mencoba membuat onde-onde yang sudah siap olah ini. Mama hanya perlu menambahkan air untuk adonannya dan juga isi onde-onde. Apa isi onde-onde yang dipilih mama? Kacang hijau sajalah yang mudah hehehe ... Seperti membuat bubur kacang hijau biasa, mama menyiapkan isi onde-onde dan menghaluskannya. Setelah isi onde-onde siap, mama baru membuat onde-onden
ya. Tepung onde-onde instant ini disiapkan mama di dalam wadah dan ditambahi air. Mama mencampur adonan ini dengan tangan dan setelah adonan jadi, mama perlu mendiamkannya sebentar sebelum mengisinya dengan kacang hijau. Sesudah adonan siap diisi, mama mulai membentuk adonan menjadi bulat dan mengisinya dengan kacang hijau. Sesudah adonan terisi, mama meletakkan adonan di atas piring yang sudah diisi wijen (sesame seeds) dan menggulingkannya di situ. Onde-onde mentah inipun siap goreng. Sesudah
onde-onde digoreng dalam minyak panas, hasil akhirnya tersaji di gambar yang diposting mama kali ini. Enak nggak? Biasa saja ... Karena aku nggak terlalu suka onde-onde, aku nggak mencicipi lebih dari satu. Sementara itu, papaku nampak sangat suka dengan onde-onde ini. Satu piring onde-onde nyaris dihabiskan papa semua hahaha ... Pastinya, percobaan membuat onde-onde dari tepung instant ini lumayanlah menurutku ... Terbukti, papaku sanggup menghabiskan semuanya hehehe ...
Saturday, January 31, 2015
PEYEK KACANG
Mama dan papa penasaran dengan peyek kacang. Beberapa kali papa dan mama berniat mencoba membuatnya, namun selalu saja
tertunda. Sampai kemudian mama dan papa memutuskan membuat sendiri peyek kacang yang membuat mereka penasaran hehehe ... Apa saja bahan-bahannya? Bumbu yang diperlukan adalah bawang putih, ketumbar, kemiri, garam dan juga daun jeruk. Tepung yang digunakan adalah tepung beras. Isian peyek bisa berupa kacang tanah ataupun teri. Tentu kacang tanah yang dimaksud adalah kacang tanah mentah yang sudah dikupas dan kemudian dipotong sesuai selera. Jangan lupa, 1 butir telor juga disiapkan. Bagaimana cara membuatnya? Bawang putih, ketumbar, kemiri
dan garam digiling. Bumbu yang sudah tercampur ini ditambahkan dengan telor satu butih sebelum ditambah tepung beras dan air. Pastikan bumbu dan tepung bercampur dengan sempurna. Sesuda itu masukkan irisan kacang tanah dan irisan daun jeruk. Tak lupa, adonan yang siap digoreng ini harus sangat encer. Sesudah adonan siap goreng, panaskan minyak di penggorengan. Tunggu sampai minyak betul-betul mendidih sebelum adonan dimasukkan ke dalam penggorengan. Disinilah kesulitan menggoreng peyek. Kalau api
besar (minyak panas), adonan cepat matang tetapi seringkali kacang masih belum matang. Sebaliknya, kalau api diset berukuran sedang dan minyak tidak panas sekali, kacang mungkin akan matang dengan sempurna tetapi hasil akhirnya peyek akan sangat berminyak. Wow ... Musti hati-hati nih ternyata saat menggoreng peyek. Bagaimana hasil akhir peyek buatan orangtuaku? Nggak terlalu mengecewakan-lah untuk ukuran pemula hahaha ...
Saturday, January 24, 2015
ULTAH: LONG HORN STEAK HOUSE
Papaku berulang tahun di tanggal 23 Januari. Tentu hari istimewa ini kami rayakan. Hanya saja, kami merayakannya di hari Sabtu, bukan di hari Jum'at di tanggal 23 Januari. Kenapa? Agar kami lebih leluasa dari sisi waktu di saat kami merayakan hari jadi papaku. Kali ini kami memilih bersantap siang bersama di salah satu warung makan yang ada di dekat rumah. Kami sengaja memilih warun
g makan yang menyediakan menu irisan daging panggang (steak) karena mama ingin membujuk papa biar mau mencicipi daging panggang yang dimasak medium. Maksudnya apa nih? Begini ... Papaku kan tidak terlalu suka memesan menu daging sapi panggang seperti itu. Papa sangat tidak menikmati potongan daging berbetuk bulat atau lonjong yang disajikan di piring dengan side dish seperti sayur (salad) dan kentang/ketela/jagung. Apalagi, steak dimasak dengan model pengolahan medium (ada warna pink di dalam daging). Papaku sangat tidak menikmati menu seperti itu. Namun, mamaku mengatakan padaku dan papa, di negara ini, salah satu jenis makanan yang bisa dicicipi adalah daging panggang ini. Kenapa begitu? Karena
daging yang diolah dan disajikan memiliki kualitas yang OK. Di tanah air, kita mungkin bisa mendapatkan menu sejenis (steak), namun, harga per porsinya bisa mahal sekali atau kalau mau steak berharga sedikit murah, kualitas yang didapat (mungkin) bukanlah yang nomor satu. Disini, semua makanan rasanya bisa dibeli siapa saja; termasuk steak yang memiliki kualitas OK bisa dibeli siapa saja. Di tanah air, sepertinya masih ada yang berbeda. Meski olahan steak bisa sama dengan yang dijumpai disini, mungkin karena kepiawaian chefnya turut menjadi faktor yang menyebabkan bahan baku standar menghasilkan produk yang OK. Intinya, mama menyarankan pada
papa untuk mau mencicipi steak yang dimasak medium hahaha ... Kenapa nggak yang well done aja? Karena model pengolahan well done akan menghasilkan daging yang liat/alot hehehe ... Kok bisa begitu? Iya ... Karena well done akan menghasilkan daging matang tanpa ada warna pink di dalamnya dan tidak terlihat juicy. Lalu, apakah papa setuju memilih menu yang disarankan mama? Ya ... Di Sabtu siang itu kami bertiga menuju Long Horn Steak House di dekat rumah. Kami datang di jam 11.30 siang (warung makan ini buka di jam 11 siang). Baru sekali ini kami kemari. Namun, kami tahu, model warung makan ini akan sama dengan warung makan lain. Saat
kami sampai di depan meja resepsionis, petugas menghantar kami ke meja dan kursi kosong yang tersedia. Warung makan ini masih nampak sepi, karena mereka baru saja memulai bisnisnya di jam 11. Kami menuju area dining room luas yang berbentuk kubikal dan menempati salah satu spot yang lumayan nyaman. Hiasan berupa patung kepala deer/rusa nampak ada di beberapa bagian. Kami kemudian mempelajari buku menu yang mereka berikan. Dari rumah, kami sudah mempersiapkan diri akan memesan apa (kami sudah melihat website warung makan ini http://www.longhornsteakhouse.com/menu-listing/dinner). Saat petugas lain datang dan menanyakan pilihan kami, kami mengawali memesan minu
m dan appetizer terlebih dahulu. Aku memilih es teh manis, mama memesan air soda dan papa memesan air putih ditambah es. Untuk appetizer, kami memilih menu best of longhorn sampler (piring makanan pembuka berisi beberapa menu contoh/sampler: jamur isi, udang goreng dan cacahan daging ayam dibungkus mirip lumpia plus salad sayur. Selain itu, warung makan ini juga menyediakan honey bread yang disajikan secara gratis sebagai camilan. Lalu, menu utama yang kami pesan adalah burger dengan side dish kentang dan sup (untukku), tujuh potong daging sapi panggang (medium) yang diletakkan di atas salad sayur dengan tambahan kentan
g dan juga sup (untuk papaku), serta steak (dimasak medium) dengan side dish brokoli rebus untuk mama. Mau lihat seperti apa penampilan menu ini di dalam piring? Silahkan lihat gambar yang diposting. Kami menikmati pesanan ini dengan hapi dan tentunya dengan penuh syukur. Semua terasa enak hehehe ... Ulang tahun papa kembali kami rayakan di negara ini di tahun 2015. Ini adalah perayaan kelima kalinya di negara ini. Semoga papaku diberikan kesehatan dan umur panjang, kebahagiaan serta kelancaran dalam menjalankan semua kewajibannya. Happy birthday pa ... Wish you all the best ...
Tuesday, January 13, 2015
PISANG DAN UBI GORENG
Menggoreng pisang sudah pernah dilakukan mamaku. Yang belum adalah menggoreng ubi. Kata mama, ubi bisa ditemukan di grocery store (utamanya Asian Store) dengan harga yang sedang (tidak
murah). Meski demikian, ubi tidak selalu tersedia di grocery store. Na ... Pas mama nemu uni tersebut, mama segera saja membelinya dan berniat mencoba membuat ubi goreng. Ubi hanya perlu dipotong-potong, dikupas kulitnya, dicuci dan kemudian direbus. Tak perlu lama untuk merebus ubi tersebut karena ubi akan digoreng. Kenapa mama perlu merebus ubi tersebut sebelum digoreng? Agar saat dimakan ubi tidak terasa keras hehehe ... Yang perlu diperhatikan, jangan merebus ubi hingga terlalu matang karena ubi yang
terlalu matang bisa hancur saat digoreng. Ini dia hasil ubi goreng yang disiapkan mamaku. Awalnya, aku tidak terlalu suka dengan ubi goreng ini. Lama-lama, aku menghabiskan banyak potongan ubi goreng hehehe ... Selama kami tinggal disini, perasaan baru kali ini kami menikmati ubi goreng buatan mama. Gak heran kalo kami merasakan ubi goreng ini sebagai makanan istimewa hahaha ... Ubi goreng dan pisang goreng ini juga menjadi salah satu camilan yang mama bawa saat ada acara tahun baru bersama di rumah salah satu teman. Kata mama, menemukan bahan makanan khas tanah air memang sangatlah menyenangkan. Ubi yang dalam keseharian kami umum dijumpai dimana saja dan bisa diolah menjadi apa saja, terasa istimewa saat kami meraciknya di negara ini ... Yang tertarik, mari silahkan cicipi ubi goreng yang tersaji di dalam tray ini hehehe ...
Thursday, January 8, 2015
STRING SPECTACULAR 1-8-2015
Kamis malam, tanggal 8 Januari tahun 2015, aku mengikuti konser bertema String Spectacular yang diadakan untuk peserta kelas alat musik gesek. Konser tahunan yang diadakan rutin setahun sekali di setiap bulan Januari, tepatnya minggu pertam
a setelah kami masuk kelas, merupakan salah satu konser akbar untuk peserta kelas string. Konser di tahun ini merupakan konser kelima yang kuikuti. Wow ... Konser kelima? Ya ... Tak terasa, sudah 5 tahun aku bergabung di kelas alat musik gesek (sejak beginner hingga sekarang). Dalam konser kali ini, selain grup siswa SMA, siswa peserta kelas string beginner (kelas 5), continuing (kelas 6) dan middle school (kelas 7 dan 8) juga hadir. Ada lebih dari 500 siswa tampil malam ini. Terbayang kan betapa ramainya? Gym (ruang olahraga) di SMA tempat aku bersekolah pun
menjadi penuh. Orangtua dan keluarga serta teman peserta konser datang dan memberikan dukungan pada para siswa. Aku bersama kedua orangtuaku datang sedikit lebih awal karena papa dan mamaku juga mendaftarkan diri untuk menjadi panitia sukarelawan sore ini. Panitia ini akan bertugas sebelum, saat dan sesudah konser. Dalam acara yang dirancang, setelah konser selesai akan ada acara resepsi (menikmati cookies) bersama. Cookies tersebut didapatkan dari donasi para orangtua peserta kelas string di tingkat SMA. Tentu aku termasuk di dalamnya. Kalau sebelumnya aku hanya
mengikuti konser dan mengikuti resepsi, kali ini aku mendonasikan 2 plastik cookies yang kami serahkan kepada panitia sebelum konser dimulai. Ya ... Dalam edaran kepada orangtua peserta konser kelas SMA, koordinator (Bu Jane G) meminta para orangtua siswa mendonasikan cookies. Selain itu, para orangtua diminta berpartisipasi dalam kepanitiaan kecil. Papa dan mama mendaftar sebegai anggota panitia bersih-bersih yang akan bertugas setelah konser dan resepsi selesai. Orang tua lain ada yang memilih menjadi tim penerima cookies dan mempersiapkan resepsi
atau menjadi anggota panitia yang bertugas menyajikan dan memastikan kelancaran resepsi. Kegiatan orangtua sebagai volunteer ini memberiku credit (nilai) yang bisa kutambahkan di credit yang sudah kuperoleh sebagai peserta kelas string. Ya ... Semakin banyak credit yang kuperoleh, semakin banyak tabunganku di kelas string ini hehehe ... Lalu, bagaimanakah acara konser ini berlangsung? Semua berjalan lancar dan baik. Semua lagu yang dibawakan oleh masing-masing grup mendapatkan sambutan yang meriah dari penonton konser. Sudah pasti kami bangga deng
an usaha kami selama ini yang ternyata mendapatkan apresiasi dari orangtua, saudara dan juga teman-teman kami. Sesudah acara selesai, kami menuju ke hallway di depan gym dan menikmati ccokies serta minuman dingin yang disediakan para orangtua siswa SMA. Aneka cookies yang tersedia membuat kami ingin mencicipi semuanya hehehe ... Sesudah acara resepsi selesai, aku menunggu papa dan mamaku membantu panitia membersihkan dan membereskan perlengkapan resepsi yang baru saja digunakan. Kira-kira jam 10 malam, kami bertiga sudah berada di parking lot dan siap pulang ke rumah. Hawa dingin membuat kami gak betah lama-lama berada di luar hehehe ...
Subscribe to:
Posts (Atom)