Sore itu, Senin 16 Desember 2013, mama dan papa datang ke acara gathering yang diadakan oleh CEEP (kantor tempat papaku biasa berkegiatan). Acara ini diadakan di jam 4.30 sampai 6 sore. Papa dan mama sengaja
ikutan datang ke acara ini karena kata mama hanya mereka yang berkegiatan di CEEP sajalah yang diundang. Kata papa dan mama lagi, di dalam undangan via imel tidak disebutkan Potluck sebagai salah satu informasi yang dicantumkan. Artinya, pengundang sudah menyediakan semuanya. Meski begitu, papa dan mama tetap membawa sesuatu (apple cider dan cookies) untuk di-share bersama dengan apa yang tersaji disitu. Acara ini diadakan di rumah direktur CEEP yang baru (beliau baru bergabung semester ini). Lokasi acara berjarak sekitar 12 menit dari rumah. Rutenya adalah dar
i jalan di belakang rumah, kendaraan papa terus mengarah ke jalan Saree sebelum kemudian berbelok ke kompleks The Village. Kata papa, rumah direktur CEEP yang baru dekat dengan rumah Ibrahim temanku (sebelum pindah ke apartment-nya yang baru). Saat papa dan mama sampai di lokasi acara, deretan kendaraan nampak sudah terparkir dengan rapi di salah satu rumah. Segera saja papa dan mamaku masuk ke rumah tersebut dan bertemu dengan beberapa staff CEEP yang sudah datang terlebih
dahulu. Papa dan mama bertemu Stephen and Anne. Stephan adalah rekan kerja papa dan Anne adalah supervisor papa. Berkali-kali papa menceritakan pada kami mengenai kedua orang temannya ini. Anne ini jugalah yang memberi papa fudge minggu lalu. Anne adalah orang Australia yang bekerja dan menetap di US. Pada saat libur natal ini, Anne berencana mengunjungi keluarganya di Australia selama 3 minggu-an. Mama diperkenalkan papa pada Anne dan Stephen. Kata mama padaku, mereka berdua sangat baik dan sangat ramah. Papa dan mama juga
bertemu dengan beberapa staff CEEP lain yang juga datang di acara ini. Meski tidak banyak yang dikenal papa secara personal, papa tahu mereka berkantor di lantai yang sama dengan papa yaitu di lantai 10 di gedung Eigenmann. Kata papa dan mama, acara sore ini sebaiknya memang didatangi mengingat acara seperti ini merupakan salah satu acara semi formal di luar kantor tetapi tetap mengikutsertakan staff kantor. Dengan datang di acara seperti ini (asal diundang lho ya) selalu ada manfaat untuk siapa saja, setidaknya kita bisa berkenalan dengan staff lain dan
bisa merasakan suasana lain selain hanya bertemu di tempat kerja. Direktur CEEP yang baru dan meng-host acara ini, menjamu staff-nya dengan ramah. Semua dipersilahkan menikmati apa yang tersaji di meja makan yang langsung berbatasan dengan dapur. Kata mama, beberapa makanan yang tersaji antara lain sugar cookies (roti manis bertabur gula warna-warni), roti kering, buah-buahan, salad sayur, bola-bola daging (mirip bakso tapi terasa manis) dan juga sandwich. Semua makanan ini tersaji dengan rapi di atas me
ja, berdampingan dengan utensil. Sudah pasti semua makanan ini nampak yummy dan menggoda hati siapa pun untuk mencicipinya. Untuk minumannya, tersedia beberapa pilihan, sesuai dengan selera masing-masing. Papa dan mama sempat mencicipi cookies dan buah, tetapi tidak berkeinginan untuk mencicipi sandwich-nya ... Papa bilang, rasanya kok masih kenyang hehehe ... Kata papa dan mama juga, rumah yang dipakai untuk gathering sore ini sangatlah rapi dan bersih. Rumah besar ini memiliki pemandangan unik di belakang rumah berupa barn (kanda
ng). Kok papa dan mama bisa melihatnya? Karena rumah ini dilengkapi dengan jendela besar dan kebetulan cuaca juga lumayan cerah, sehingga bagian belakang rumah ini nampak jelas terlihat. Kira-kira jam 5 (setelah 30 menit papa dan mama berada di tempat itu), papa dan mama memutuskan untuk pamit pada tuan rumah dan pulang. Sengaja papa dan mama pulang lebih awal karena ada kegiatan lain yang perlu dilakukan papaku. Dengan datang sebentar di acara ini, sudah pasti ada banyak hal yang ditunjukkna. Selain menghormati pengundang,
acara bertemu dan ngobrol dengan teman lain di luar kantor terasa menyegarkan dan menyenangkan. Saat papa dan mama pulang, suhu masih saja dingin dan salju masih belum meleleh sepenuhnya. Ngomong-omong, kenapa aku nggak ikutan acara ini? Apakah acara ini terbatas untuk orang dewasa saja? Tidak. Undangan untuk acara ini ditujukan kepada family (keluarga). Aku memilih tidak datang karena aku tidak yakin ada teman yang seumuran denganku. Aku akan bosan sekali kalo hanya datang di acara ini tetapi tidak bisa ngapa-ngapain hehehe ... Kar
enanya, aku memilih tetap berada di rumah saja ... Aku asyik mengerjakan pekerjaan rumah sambil menikmati snack sore hehehe ... Saat papa dan mama sampai di rumah, aku melihat gambar yang ada di kamera papa dan mama. Dari papa dan mama aku tahu siapa saja yang datang di acara sore ini. Ya ... Seperti biasa, mama memang selalu mengambil gambar untuk berbagai peristiwa yang kami datangi. Selain untuk melihat dan membayangkan seperti apa yang terjadi di acara tersebut, ada kenang-kenangan yang bisa diceritakan dan diunggah ke blog hehehe ... Seperti yang kami lakukan saat ini ...
Monday, December 16, 2013
FAREWELL PARTY FOR TERRY
Hari ini, hari Senin tanggal 16 Desember 2013, mama dan teman-temannya mengadakan acara farewell party untuk salah satu teman yang akan pensiun. Tema
n mama yang akan pensiun ini sangat tidak menyukai datang di acara makan siang bersama di manapun maupun kapanpun. Acara ini kemudian menjadi semacam surprise party untuknya. Dan sudah pasti, teman mama ini akan tambah gak hepi karenanya hehehe ... Siang jam 11.30, mama datang ke Conference Room, R. 119 untuk mengambil gambar aneka menu yang disediakan dalam rangka makan siang bersama ini. Ada menu utama berupa chili (daging giling yang dimasak dengan saus tomat), crackers untuk chili, hot dog, bun untuk hotdog, sauerkraut (s
emacam kobis yang memiliki rasa asam) dan bisa dimasukkan ke dalam hotdog, dessert (pie) dan juga aneka minuman. Setelah gambar ini didapatkan, mama menuju ke kantor kembali dan menunggu acara dimulai. nampaknya acara tidak bisa dimulai on time karena menunggu kedatangan teman mama yang akan pensiun ini. Meski pada akhirnya teman mama ini datang, dia tidak ikut menyantap apa pun yang tersaji karena dia memang tidak antusias ikutan datang di acara ini. Sebenarnya ada alasan apa yang menj
adikan dia tidak mau datang di berbagai acara makan siang bersama? Kata mama, dari penjelasan salah satu teman senior lainnya, teman mama yang akan pensiun ini adalah salah satu veteran yang dulu ikut pasukan US saat perang di Vietnam. Kondisi dan situasi masa perang yang dijalaninya tidak pernah bisa dihilangkannya sampai sekarang. Kata teman mama yang senior ini, saat berada di antara banyak orang, teman mama yang akan pensiun merasa sangat tidak kerasan. Bisa jadi semacam rasa trauma atas tragedi perang yang dialaminya. Karenanya, semua yang
bekerja bersama dengan teman mama yang akan pensiun ini sangat maklum akan kondisinya. Perang mungkin meninggalkan luka dalam dan trauma yang menghantui ingatannya sepanjang masa. Karena itu, wajar sekali kalau acara kejutan siang ini tidak membuatnya tertarik datang. Lalu, mama dan teman kantor lainnya datang ke ruang 119 ketika acara sudah berlangsung setengah jalan. Mama hanya mengambil chili, hot dog dan pai sebagai menu makan siang hari itu. Mama juga tidak bisa tinggal dan menikmati santap siang bersama di ruan
g 119 karena counter tidak bisa ditinggalkan. Saat mama meletakkan menu santap siangnya di atas meja, mama sudah pasti mengambil gambar makanan ini sebelum habis hehehe ... Sesudah gambar didapatkan, barulah makan siang dimulai. Bagaimana rasa chili yang dimasak oleh teman mama? Lumayan enak. Apalagi dengan tambahan crackers di atasnya. Bagaimana dengan hotdog yang juga mama cicipi? Enak juga hehehe ... Dessertnya bagaimana? Tak kalah enak juga hehehe ... Semua enak, gak ada yang nggak enak. Masak tinggal santap saj
a mau protes hehehe ... Acara ini kemudian diakhiri di jam 1.15 siang. Semua teman mama kembali ke tempat bertugas masing-masing dan teman mama yang akan pensiun masih akan masuk hingga tanggal 22 Desember 2013. Selama 3 tahun mama berada di kantor ini dan berteman dengan teman mama yang akan pensiun, mama ingat kebiasaan teman mama yang senang membawakan donat untuk mama dan teman mama yang lainnya. Kenangan ini akan selalu ada di hati mama. Ya ... Teman mama ini memang sudah tua dan nampaknya sudah lelah bekerja. Dengan pensiun mungkin ada banyak hal lain yang bisa dikerjakannya segera ... Siapa tahu saat masih aktif bekerja di Indiana University banyak hal yang ingin dilakukan tetapi belum memungkinkan karena kesibukan lain? Semoga teman mama bisa menikmati masa pensiunnya dengan happy.
CHRISTMAS GIFT FROM LORI
Senin pagi, 16 Desember 2013, Lori (teman mama) membagi-bagi kotak berisi buah pir kepada mama dan beberapa teman. Kata Lori, boks buah ini adalah christmas gift dari Lori untuk teman-teman di Evermann. Sudah pasti semua merasa happy. Semua teman mengucapkan terima kasih ata
s bingkisan yang mereka terima ini. Lori mengatakan pada mama kalo ia mengorder bingkisan ini secara online dan mengatakan pada mama bahw pir yang diproduksi perusahaan ini (Harry and David) adalah pir berkualitas unggul. Saat Lori bertanya apakah kami bertiga menyukai buah pir, mama menjawab sangat suka. Lebih-lebih aku hehehe ... Saat mama membawa kotak ini pulang dan membukanya, mama menemukan satu buklet berisi penjelasan mengenai produk yang ada di dalam boks ini. Produk perusahaan ini rupanya tidak hanya buah
segar (apel dan pir) melainkan juga berupa produk olahan lainnya seperti popcorn dan aneka coklat. Khusus untuk buah pir ini, menurut katalok/buklet yang mama baca, ditanam dan dipetik dari kebun buah perusahaan ini yang berlokasi di Oregon. Dalam katalok mereka, deskripsi mengenai buah pir ini ditulis sbb: The pears that started it all. Pears "so big and juicy, you eat them with a spoon®." Well, that's what Harry and David used to say, anyway. That was back almost 80 years ago when the brothers started selling their Southern Oregon grown Roy
al Riviera® Pears as gourmet gifts. Royal Riviera® Pears are so delicate, they require a very specific climate. We're lucky to live in one of the only places where the y'll grow. Their sweet flavor, buttery texture and extreme juiciness are what make these pears so delicious. And they're all handpicked and packed so they arrive at your door in perfect condition. Wao ... Yummy bangets kan rasanya? Memang yummy hehehe ... Malam itu, setelah selesai menikmati makan malam, kami bertiga mencoba mencicipi satu buah pir yang ada di dalam boks ini. Beneran yummy deh hahaha ... Aku yang menggemari buah pir mengak
ui bahwa inilah pir terenak yang pernah kucicipi. Selain manis dan daging buahnya yang tebal, satu buah pir yang kami santap lumayan mengenyangkan. Sebelum lupa, buah pir yang masih utuh di dalam boks-nya diambil gambarnya oleh mama terlebih dahulu. Dari gambar ini kelihatan kan bahwa buah pir ini berukuran lumayan besar per satu buahnya. Dan juga, kemasan yang membungkus buah pir ini sangatlah cantik. Di dalam boks disebutkan nama si perangkai buah ini sebelum kemudian dikirimkan kepada pemesan. Boks yang membungkus buah pir ini juga tebal sehingga mampu menjaga isi boks seandainya boks ini
dibanting-banting hehehe ... Karena pir ini terasa enak, maka mama dan papa mengatakan agar buah pir ini segera dihabiskan. Sayang kalau terlalu lama disimpan dan tidak dinikmati segera. Takutnya, buah keburu menurun kulaitasnya hanya karena kita sayang menyantapnya. Ya ... Meski bingkisan ini terlihat indah dan sayang untuk dicicipi, mama dan papaku malahan memintaku untuk segera menghabiskannya. Jadi, dengan senang hati aku pun melahap buah pir ini selama 3 hari. Setiap hari kami menikmatinya bersama. 2 buah pir untuk 3 orang. Satu lagi buah pir ini kami berikan pada salah satu teman kecil yang tinggal di dekat kami. Terima kasih Lori atas buah pir yang enak ini ...
Sunday, December 15, 2013
THE JOURNEY AT FISHER IN
Sesudah menyelesaikan acara di Fashion Mall, kami bertiga (tante Fitri, mama dan aku) menuju ke bagian lain Fisher (kota tempat kami berkunjung) yang bernama The Journey. Masih di hari Minggu, tanggal 15 D
esember 2013. Dari Fashion Mall, The Jouney berjarak sekitar 11 menit. The Journey adalah nama sebuah tempat makan yang berlokasi di daerah Fisher, tepatnya di sebuha kompleks pertokoan dan perkantoran. Ada kompleks perumahan yang berlokasi di dekat The Journey ini juga sih, hanya saja kami tidak memperhatikan dengan cermat. Saat kami sampai di tempat ini, jam menunjuk angka 2 kurang sedikit. Parking lot nampak dipenuhi kendaraan tapi kendaraan tante Fitri masih bisa diparkir di salah satu sisi gedung. Udara yang dingin ditambah perut lapar rasanya merupakan kombinasi yang pas dan juga alasan yang kuat mengapa kami memilih tempat ini hehehe ... Ngomong-ngomong, darimana kami tahu ada tempat makan ini? Salah seorang tema
n mama pernah bercerita bahwa di daerah Fisher ada warung makan model buffet yang bernama Fisher. Kata teman mama ini, tempat makan ini lumayan terkenal. Jadi, setelah tahu bahwa kami akan ke Fashion Mall, mama segera mengusulkan pada tante Fitri agar kami mencoba mencicipi aneka menu yang ditawarkan disini. Saat kami masuk ke dalam tempat makan ini, kami musti antri sebentar untuk bisa menempati kursi kosong. Petugas mempersilahkan kami 5 menit kemudian dari saat kami datang dan menyampaikan kepada petugas di front desk bahwa kami bertiga akan dine in (makan di tempat). Petugas yang menunjukkan meja yang kami tersedia kemudian juga mempersilahkan kami memesan menu minuman. Aku dan mama kompak menjawab air sement
ara tante Fitri memesan teh panas. Petugas juga meletakkan satu napkin berisi satu set peralatan berisi garpu dan pisau. Petugas bertanya apakah kami memerlukan sumpit? Aku dan tante Fitri menjawab ya, sementara itu mama menjawab tidak. Sesuah pesanan dicatatnya, petugas mempersilahkan kami menuju area buffet yang tersedia. Kami bertiga pun segera menuju area buffet yang lumayan luas dan menyediakan aneka pilihan menu yang banyak sekali. Kebetulan antrian di berbagai meja buffet sedang tidak banyak, jadi kami
lumayan bisa menikmati pemandangan di area saji ini dengan leluasa. Meja buffet ditata sedemikan rupa yang memudahkan flow (aliran) pengunjung yang datang datang dan memilih aneka menu yang mereka punya. Meja buffet paling ujung berisi deretan sushi aneka rasa dan bentuk. Sudah pasti aku mengambilnya karena aku sedang senang dengan menu ini. Di sebelahnya ada menu sup (seperti mie bakso) yang akan disiapkan oleh petugas (kita tunjuk mana yang kita inginkna, petugas akan menyiapkannya), meja berikutnya berisi ane
ka olahan seafood, daging dan ikan. Lalu ada meja buffet yang berisi aneka olahan mie dan nasi. Dilanjutkan satu meja buffet yang berisi deretan sayuran aneka macam. Lalu juga ada satu deret meja buffet yang berisi aneka dessert (cookies, buah, es krim dan sejenisnya). Di meja buffet yang menyajikan aneka menu buah potong, ada juga deretan salad yang biasa disantap sebagai menu appetizer. Karena aneka menu ini berada di beberapa meja buffet, kami mustinya "mengekplorasi" tempat ini sebelum kami mengambil menu da
n menempatkannya di piring kami. Setelah tahu apa yang tersaji, barulah kami mengambil piring dan kemudian memilih apa yang kami perlukan. Karena sudah tahu apa yang kami inginkan, kami pun kemudian memilih aneka menu tadi dengan cepat. Kami kemudian kembali ke tempat duduk kami dan berispa menyantap apa yang kami ambil. Area dining the Journey lumayan luas. Tempat ini lumayan dipenuhi pengunjung di saat kami datang. Maklum, kami datang pas di jam makan siang dan di hari Minggu pula. Kami menikmati apa yang kami a
mbil dengan santai namun juga penuh rasa penasaran. Mengapa? Karena kami ingin tahu apakah menu yang mereka sajikan layak kami nikmati hehehe ... Dan bagaimana pendapat kami mengenai aneka menu yang kami cicipi? Lumayan-lah hehehe ... Dibanding dengan beberapa tempat makan ala buffet yang pernah kami datangi, The Journey sudah pasti punya kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah menu yang disajikan sangatlah komplit. Kekurangannya (menurut kami), tidak semua rasa makanan yang mereka
sajikan cocok dengan lidah kami alias tidak semuanya sesuai selera kami. Contohnya saja, untuk sushi yang mereka sajikan, aku tidak merasakan seistimewa sushi buatan Mr. Hibachi. Demikian juga crab rangoon yang mereka punya, kata mama tidak se-krispi crap rangoon yang ada di Mr. Hibachi. Ya ... Semua memang tergantung selera, namun aku merasa beberapa makanan yang kami coba tidaklah sama dengan apa yang kami rasakan di Mr. Hibachi. Namun demikian, ada banyak menu lain yang menarik hati kami yang tidak kami jumpai di
tempat makan sejenis. Sate ayam, sate kambing dan juga mie bakso adalah contohnya. Kami nikmati menu yaang "jarang" kami temui ini dengan happy ... Coba perhatikan aneka gambar yang ada di dalam postingan kali ini. Nampak lumayan yummy kan penampilan aneka menu buatan The Journey? O ya ... Satu yang hampir terlupa. Hal lain yang juga membedakan tempat makan ini dan Mr. Hibachi adalah ukuran piringnya. Di warung makan Mr. Hibachi, piring makan yang digunakan pengunjung memiliki ukuran lebih kecil daripada uk
uran piring yang dipergunakan di The Journey. Dengan begitu, pengunjung memiliki 2 alternatif: (1) sekali ambil langsung komplit dan cukup satu piring saja atau (2) bisa ambil beberapa menu terlebih dahulu dan kemudian kembali mengambil menu yang lainnya. Kalau kita tidak menyadari, piring besar ini bisa isi makanan dengan sepenuhnya dan kemudian kita tidak tertarik untuk kembali lagi karena aneka menu yang kita ambil sangatlah banyak hahaha ... Untungnya kami bertiga tidak asal comot. Kami menyadari bahwa k
apasitas kami dalam menerima makanan tidaklah banyak. Jadi, kami tetap memilih mengambil beberapa menu terlebih dahulu meski piring kami kelihatan kosong hehehe ... Apalagi kami juga memilih sup atau mie kuah sebagai satu menu yang ingin kami cicipi. Hmmm ... Terasa banyak jadinya. Karena merasa sudah cukup kenyang, kami hanya mengambil sedikit dessert. Mama sengaja memilih onde-onde, sementara aku memilih rice crispy yang dicelupkan ke dalam coklat cair. Sesudah menghabiskan dessert yang kami pilih, kami
pun bersiap untuk pulang. Berapa lama kami berada di The Journey? Lumayan lama juga sih, kurang lebih 90 menit. Tak lupa kami juga memberesi bill kami sebelum kami keluar warung makan ini. Kami juga menyempatkan diri untuk ambil gambar di dekat pohon natal tinggi besar yang ada di dekat meja resepsionis. Saat keluar dari warung makan ini, angin terasa menggigit tulang. Gak tahan banget berada di lura ruang berlama-lama. Kami bertiga bergegas masuk kembali ke kendaraan tante Fitri. Setelah sampai di dalam ken
daraan, badan rasanya anget kembali hehehe ... Jam menunjuk angka 3.45 saat kami meninggalkan The Journey. Masih 1 jam lagi perjalanan yang perlu kami tempuh sebelum kami akhirnya sampai di Bloomington. Mendung nampak turun sepanjang siang hingga sore ini. Setelah tadi pagi sempat cerah, sore ini udara kembali terasa tidak terlalu bersahabat. Perjaanan pulang ini kami nikmati dengan happy. Setelah sesiangan berjalan-jalan di Fashion Mall dan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di The Journey, yang bisa kulakukan di kendaraan dalam perjalanan pulang ini adalah tidur manis hahaha ... Terima kasih banyak tante Fitri sudah mau ngajak aku dan mama jalan-jalan ...
FASHION MALL - APPLE STORE
Inilah tempat yang kami datangi di hari Minggu tanggal 15 Desember 2013, Apple Store. Ngapain kami ke situ? Tante Fitri perlu mengambil salah satu pesannya. Tante Fitri sebenarnya bisa
menunggu saja di rumah setelah memesan gadget ini. Namun, tante Fitri memilih untuk mengambilnya sendiri di Apple Store karena di toko ini disediakan jasa konsultasi set up gadget dengan fasilitas yang dipilih tante Fitri. Karena toko ini buka mulai jam 12 siang di hari Minggu (hari biasa buka lebih awal) dan tutup di jam 5 sore, kami bertiga berusaha datang awal. Karenanya, kami berangkat dari Bloomington jam 11 siang dan jam 12.15 kami sudah berada di dalam toko ini. Aku segera saja menuju meja yang menyedi
akan display berbagai gadget yang bisa dicoba para pengunjung toko. Mama dan tante Fitri menuju ke bagian dalam toko di tempat pesanan tante Fitri bisa diambil. Aku melihat saja dari bagian depan toko ini betapa panjang antrian pengunjung yang akan mengambil pesanan mereka. Apple Store ini sudah jelas menyenangkan bagiku. Aku bisa mencoba berbagai macam peranti yang tersedia disini. Selain komputer dan Ipad (berbagai versi), aku juga bisa mencoba mendengarkan lagu lewat headset yang memiliki kualitas juara. Hanya saja, harga untuk semua barang disini, gak ada yang murah hahaha ... Kata mama, begitulah yang namanya teknologi. Semakin canggih, semakin mahal harga yang harus dibayar. Apalagi, u
mur gadget gak lama. Dalam waktu 1 tahun, gadget lama akan diperbaharui atau dilengkapi dengan fitur yang lebih canggih, sehingga, gadget lama akan berkurang atau tetap harganya, sementara gadget baru akan keluar dnegan harga (yang logikanya) lebih mahal dari seri sebelumnya. Kalau yang seperti ini dituruti terus menerus, yang ada adalah anggaran membeli gadget menjadi tak terukur hahaha ... Jelas mamaku gak mau itu. Yang dimaui mamaku adalah beli sesuatu yang diperlukan bukan yang diinginkan, sebab, keinginan itu (bisa jadi) gak akan ada batasnya. Hmmm ... Masuk akal juga ya hehehe ... Selama menunggu mama dan tante Fitri, aku asyik mencoba beberapa aplikasi yang ada di dalam gadget baru ini. Seru juga memainkan beberapa games karena cara ini (memainkan games) lumayan membantu menghabiskan
waktu saat menunggu sesuatu. Kata mama (setelah kami selesai mengambil dan men-set up gadget baru tante Fitri) ada banyak pengunjung yang mengantri untuk mendapatkan gadget terbaru keluaran perusahaan apple ini. Sesudah pesanan kami terima, kami segera meninggalkan toko ini dan kelaur dari kompleks mall ini. Kami kemudian menuju salah satu tempat yang direkomendasikan beberapa orang sebagai tempat yang layak untuk dikunjungi. Dari Fashion Mall ini, tempat yang kami tuju berjarak 11 menit. Tempat yang akan kami tuju berada di daerah yang namanya Fisher. Dalam perjalanan dari Fashion Mall menuju tempat ini, kami melihat mendung yang mulai turun. Kalau tadinya cuaca cerah karena matahari bersinar, kali ini mendung datang menggantikan matahari. Namun, mendung tidak sampai menurunkan hujan. Saat kami sampai sampai di tempat yang dituju, kami pun dengan happy segera melangkah memasuki tempat ini. Apakah itu?
FASHION MALL - STARBUCKS
Minggu, 15 Desember 2013, mama mengajakku jalan-jalan bersama mama dan tante Fitri ke Indianapolis. Kami bertiga tepatnya menuju Fashion Mall. Tunggu dulu ... Bukannya kami pernah ke tempat ini beberapa minggu lalu? Iya benar. Lalu ada apa kami kemari? Tante Fitr
i ada perlu dan kebetulan mama serta aku sedang gak ada kegiatan, jadi kami ikut saja acara jalan-jalan di hari ini. Dari rumah kami janjian berangkat bareng pukul 11 siang. Dan benar saja, jam 11 siang kami sudah berada di kendaraan tante Fitri untuk memulai acara jalan-jalan siang ini. Cuaca kebetulan cerah, meski tetap saja terasa dingin. Di sepanjang jalan dari Bloomington menuju Indianapolis, terlihat banyak juga kendaraan yang lewat di highway. Satu jam 30 menit kemudian, kami sampai di Fashion Mall yang kami tuju. Parking lot yang luas banget ini nampak dipenuhi kendaraan. Maklum, hari ini kan 10 hari menjelang Christmas, jadi, masih banyak orang
berbelanja untuk keperluan memberikan Christmas Gift atau Christmas present pada siapa saja. Tak heran, parking lot dipenuhi kendaraan, termasuk berbagai outlet yang ada di dalam mal ini. Saat aku, mama dan tante Fitri memasuki mal, kami melihat banyak juga pengunjung mal yang ada di dalam mal ini. Kami sengaja memilih langsung masuk ke salah satu outlet yang paling dekat dengan parking lot, mengingat angin yang bertiup membawa hawa dingan yang membuat kita gak akan betah berjalan di outdoor. Begitu memasuki kompleks mal, kami tidak segera menuju outlet yang kami akan datangi. Kami memilih mencari minuman hangat di salah satu outl
et yang pernah kami datangi sebelumnya. Kami menuju kedai kopi yang bersebelahan dengan warung makan Cheesecake Factory. Tante Fitri ke warung makan ini, sementara aku dan mama menuju kedai kopi karena kami perlu membeli 2 gelas coklat hangat. Tante Fitri memberitahu kami bahwa kedai kopi ini memiliki 3 varian rasa baru di saat Christmas Season dan menyarankan kami untuk mencicipinya. Saat kami masuk kedai kopi ini, antrian lumayan panjang. Pernik khas natal sudah terpasang di semua sudut outlet ini, termasuk warna merah yang mendominasi. Saat mengantre, kami melihat satu blackboard yang diletakkan di dekat m
eja kasir yang berisi penjelasan tentang salah satu produk kopi mereka yang berasal dari tanah air yaitu Indonesia. Wa ... Penasaran juga kami membaca info yang ada di blackboard. Kami mengantri sambil membaca blackboard ini sekaligus mencari menu baru yang biasanya muncul di spesial season seperti saat ini. Saat kami sampai di depan kasir, segera aku memesan menu baru itu yaitu Caramel Brulee Latte, sementara mama memesan coklat panas. Setelah pesanan dicatat dan kami bayar (sebelumnya kami ditanya petugas di kasir kami memilih cup ukuran berapa dan serta siapa nama kami; lalu petugas akan mengambil cup yang kami pesan dan menuliskan nama kami di cup tersebut) kami kemudian menunggu di meja lain sampai nama kami
disebut/dipanggil petugas yang menandakan pesanan kami sudah siap. Selama menunggu, kami sempat melihat-lihat isi outlet ini terutama counter display yang menyajikan aneka cake dan cookies hehehe ... Saat nama kami dipanggil dan pesanan kami terima, segera saja kami mencicipi isi gelas kami masing-masing. Coklat panas pesanan mama jelas terasa uenak. Bagaimana dengan pesananku? Kataku sih enak, bagaimana menurut mama setelah mencicipinya? Sungguh mama bisa menjelaskan rasa minuman coklat yang kupesan dengan sangat pas. Apakah itu? Mama mengatakan rasa minumanku mirip dengan dawet hangat tanpa cendol (gula jawa plus santan) hahaha ... Awalnya aku penasaran dengan rasa minuman yang kupesan, setelah mama menjelaskan segera saja aku ingat rasa cendol yang sering banget kita minum. Bedanya, cendol biasanya diminum dalam keadaan dingin, sementara "cendol" tanpa cendol yang kupesan hari ini dinikmati dalam keadaan hangat/panas ...
Saturday, December 14, 2013
KABUT DI SABTU SORE
Sabtu sore, 14 Desember 2013, mama dan aku bersiap berangkat ke gereja di jam 4.15. Kami sempatkan untuk berpose di parking lot sejenak sebelum kami berangkat. Sengaja kami berpose karena ada kabut yang menjadi background pose
kami. Kabut ini sudah ada sejak siang hari tadi. Setelah mendung sepagian, kabut pun perlahan turun dan nggak pergi untuk jangka waktu yang lumayan lama. Kabut seperti ini memang umum terjadi, dan seringkali datang tanpa mengenal musim. Mungkin yang paling tidak sering terjadi adalah di saat musim panas hehehe ... Bloomington memang daerah yang sangat unik. Cuaca sering sekali berubah dalam tempo cepat. Matahari yang tadinya cerah pun bisa tiba-tiba menghilang dan langit tiba-tiba menjadi mendung lalu hujan turun. Sebaliknya, pagi yang mendung bisa tiba-tiba digantikan sinar matahari yang menyilaukan mata hehehe ... Kembali ke kabut ya ... Selama tinggal di Blooming
ton, rasanya kami belum pernah berpose bersama kabut hehehe ... Makanya, saat kami melihat kabut yang lumayan betah berada di luar rumah, kami segera saja menjadikannya background pose kami. Di dalam gambar ini kelihatan sekali kalo kabut nampak menyelimuti area di mana kami tinggal. Pepohonan tidak terlalu kelihatan, kendaraan dan jalan juga demikian adanya. Suhu yang kami rasakan juga tiak terlalu bersahabat, jadi, kami gak bisa lama-lama berada di luar kendaraan. Meski sudah berbaju hangat dan juga memakai sarung tangan dan sepatu hangat (plus topi untukku), rasanya berlama-lama berada di luar ruang bukanlah pilihan bijaksana. Segera saja setelah beberapa gambar didapatkan, kami masuk ke kendaraan agar dingin tidak
lagi terasa menggigit badan. Dalam perjalanan menuju ke gereja (yang hanya berjarak 3 menit dari rumah), kami melihat semua kendaraan yang melintas di jalan raya menyalakan lampu untuk kabut. Ya ... Di saat kabut seperti ini jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas sehingga untuk alasan keamanan dan keselamatan, laju kendaraan biasanya akan diperlambat plus lampu kendaraan juga musti dinyalakan. Meski berkabut, kami melihat ada banyak kendaraan yang juga melintas di jalan raya. Kabut yang turun di hari ini bertahan sampai lama. Kalau aku nggak salah, sampai matahari terbenam pun kabut rasanya tidak memudar. O ya ... Hampir lupa. Semalam aku datang juga ke gereja untuk mengikuti Christmas Party bagi anak SMP dan anak SMA (seperti mudika). Acara yang berlangsung selama 2 jam (dari jam 6-8 malam) ini diikuti sekitar 25-an peserta. Selain menghias pohon natal, memasukkan bingkisan natal untuk yang memerlukannya (gereja mend
apat banyak sekali sumbangan dari umat untuk siapa pun yang memerlukannya dan kami membantu membungkuskan bingkusan tersebut) dan menghias gereja, kami juga menikmati pesta kecil berupa makan pizza, cookies (ginger bread juga) dan minum coklat bersama. Karena papa dan mamaku gak ikutan (aku hanya di-drop kemudian dijemput kembali), gak ada foto yang bisa diposting disini karena kami gak ambil gambar. Awalnya aku ragu karena baru sekali ini aku ikut acara seperti ini, tapi mamaku memintaku untuk mengikuti acara ini dan kalau aku nggak senang, aku bisa telpon minta dijemput. Ternyata, sampai acara ini berakhir, aku gak merasa ingin menelepon papa dan mama. Artinya, aku enjoy ikutan acara ini hehehe ... Dan sore ini, saat aku dan mama ke gereja, aku pamerkan hasil karyaku semalam (hiasan di pohon natal) pada mamaku ...
Subscribe to:
Posts (Atom)