Showing posts with label Christmas. Show all posts
Showing posts with label Christmas. Show all posts

Monday, December 28, 2015

ANOTHER CHRISTMAS GIFT

Masih tentang kado natal. Kali ini kami menerima satu bags christmas gift yang berisi aneka macam items dan dibungkus dalam kertas kado yang berwarna-warni. Semuanya tertata dengan rapi dan mengundang keingintahuan. Setelah dibuka secara hati-hati satu demi satu, nampak berbagai macam item barang yang membuat hati kami merasa senang, terutama mama. Lho kok? Iya ... Rasa-rasanya semua bingkisan membuat mama bahagia, terutama karena kali ini ada aneka macam produk yang lebih cocok dipakai perempuan hehehe ... Namun perlu diingat, kado adalah sarana untuk berbagi dan kado bukan merupakan tujuan. Jadi, apa pun gift yang diberikan ke kami, akan kami terima dengan happy karena kami merasakan ketulusan teman-teman kami yang membagi kadonya kepada kami. Kado yang kami terima di saat ada momentum istimewa seperti ini mengingatkan kami untuk berbagi juga dengan teman-teman dan kerabat yang lain. Yang juga perlu diingat, tanpa membagi kado pun teman-teman kami selalu ada di hati dan ingatan kami. Tradisi berbagi kado, tidak harus dilakukan alias tidak wajib. Bagi mereka yang mau berbagi, ya silahkan saja. Nggak pun nggak pa pa karena tradisi ini tidak melulu mengenai berbagi kado. Hampir saja lupa ... Kalo melihat warna pembungkus kado yang ada di postingan ini, hijau dan merah, itu karena warna christmas memang identik dengan kedua warna tersebut. Nggak heran, dekorasi di berbagai tempat pun biasanya memiliki warna merah dan hijau. Warna yang khas, yang biasanya muncul menjelang akhir tahun. Anyway ... This christmas gift brings us joy and happiness. Hope you guys feel the same even without special gift. Christmas is not only about gift. More than that, christmas is about peace, love and hope ... Merry Xmas and happy new year ... Enjoy the happiness and the joyful it brings you ...

Thursday, December 24, 2015

CHRISTMAS EVE MASS (2015)

Kamis malam, tanggal 24 Desember tahun 2015, kami mengikuti misa malam natal. Sengaja kami memilih misa di jam 11.30 malam, karena kami ingin mendengar berbagai macam lagu natal yang dinyanyikan 30 menit sebelum misa dimulai. Aneka lagu natal seperti Silent Night, O Holy Night, The First Noel dan seterusnya yang dibawakan oleh solois dengan iringan denting piano dan petikan gitar membuat kami merasakan suasana natal yang sesungguhnya. Baru kali ini kami mengikuti misa natal yang diawali dengan caroling. Suasana syahdu terasa di malam yang hening ini. Umat pun terus berdatangan dan mengisi bangku kosong yang tersedia. Tepat jam 12 malam, misa dimulai. Kami pun mengikuti jalannya misa dengan khidmat. Perayaan natal merupakan salah satu peristiwa penting bagi kami. Kami diingatkan akan kelahiran bayi Tuhan di dalam kesederhanaan. Kandang domba menjadi peraduan dengan dikelilingi para gembala sebagai teman yang datang berkunjung. Kesederhanaan ini kami kenang sebagai saah satu pesan dan contoh yang kami lihat dan rasakan langsung. Kami tentu saja ingin terus meneladani contoh baik ini dalam kehidupan kami. Ya ... Semangat natal menjadi satu hal penting yang kami upayakan untuk kami hayati ... Kami senang malam ini kami bisa merasakan semangat natal ini kembali. Selamat datang bayi Tuhan ... Meski bukan white christmas, kami tetap merasakan suasana syahdu menyambut kedatangan bayi Tuhan ... Misa yang berlangsung sejak jam 12 malam hingga jam 1.15 pagi ini terasa berbeda dari misa natal sebelumnya, karena baru sekali ini kami mengikuti misa natal sampai menjelang dini hari. Sekedar flashback, tahun 2010 kami merayakan natal di Bloomington, natal 2011 kami merayakannya di Bloomington, tahun 2012 kami merayakan natal di Florida, tahun 2013, kami merayakan natal di Bloomington, tahun 2014 kami merayakan natal di Indianapolis dan tahun ini kami merayakannya di Bloomington. Nggak terasa ya, dah 6 kali Christmas kami rayakan disini ... Anyway, greetings from Bloomington and Merry Christmas ...

Wednesday, December 23, 2015

FROM US TO FRIENDS

Na ... Kalo yang ini sih bingkisan yang mama siapkan untuk teman-temannya. Ada yang berupa makanan, ada juga yang berupa gift card. Makanan yang mama persiapkan adalah cookies, sedangkan gift card yang mama berikan berupa gift card warung makan yang bisa dipakai di Bloomington. Bingkisan ini merupakan salah satu cara berbagi dengan mereka yang ada di lingkungan kerja dan tinggal. Khusus untuk cookies yang dibagikan ke beberapa teman, mama membuat dengan resepnya sendiri: 2 butir teolr, 1 cup gula pasir, 2 sticks butter, 1,5 - 2 cup terugu, sedikit salt, baking soda dan baking powder. Mama juga menambahkan sedikit cinnamon bubuk. Dough atau adonan cookies yang berbentuk bulat-bulat ini kemudian dipanggang di dalam oven bersuhu 350 derajat Fahrenheit sampai matang (bisa berwarna kecoklatan ataupun masih putih). Sesudah matang, cookies ini kemudian didinginkan sebentar sebelum kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Wadah yang berisi cookies ini kemudian dikirimkan mama kepada siapa saja mama mau memberikannya. O iya ... Adonan cookies yang dipakai mama di atas menghasilkan jumlah cookies yang lumayan banyak. Jadi ... Selain mudah, cookies ternyata juga tidak banyak menghabiskan waktu pada saat membuatnya. Mama sengaja tidak memberikan cookies dalam wadah besar karena mama tahu tidak semua teman menggemari cookies. Kata mama, biar tidak membuat repot, cookies yang mama buat dimasukkan dalam wadah plastik dan kaleng yang memuat sekitar 10 - 20 buah cookies per wadahnya. Ya ... Biar yang menerima juga tidak merasa less happy, mama sengaja membeli wadah berukuran kecil saja. Mama berharap, cookies buatannya ini bisa dinikmati dan memberikan rasa happy di saat dicicipi. Apakah aku dan papa merasa happy setelah nyamil cookies ini? Sudah pasti iya hehehe ... Kan kami tinggal makan aja, masak nggak hepi sih hehehe ... Selain cookies dan gift card, kami juga mengirimkan beberapa kartu ke beberapa teman yang tinggal di Bloomington maupun yang tinggal di luar state. Sekali lagi, tujuan kami adalah ingin menyapa dan berbagi dengan teman dan kerabat ... Semoga mereka yang menerima tanda kasih dari kami merasa happy dan mengerti niat baik kami ... Yuk mari menyambut hari istimewa di penghujung tahun ini dengan happy dan penuh cinta ... Au ... Aku kok jadi melow gini? Hehehe ... Happy holidays everyone ...

Tuesday, December 22, 2015

CHRISTMAS GIFT FROM THE MANAGER

Na ... Kalo yang ini gift card dari manager gedung. Seperti tahun lalu, satu gift diberikan untuk teman mama, satu gift card lagi diberikan untuk mama oleh si manager gedung. Gift card menjadi salah satu bentuk bingkisan yang umum diberikan di saat ada momentum tertentu. Christmas merupakan salah satu momentum dimana orang saling berbagi. Tentunya apa pun bentuk hadiah yang diterima menjadikan si pemberi dan penerima mengerti apa itu makna berbagi dan menghargai. Kata mama, kebiasaan berbagi menjadi salah satu hal yang umum dilakukan di negara ini. Berbagi kado di saat Christmas merupakan salah satunya. Mama dan temannya tentu saja mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian bingkisan berupa gift card kali ini. Perhatian dan penghargaan yang diberikan bapak manager kepada kedua staf-nya menjadikan bingkisan ini kaya makna. Ada hal yang menggembirakan yang dirasakan baik si pemberi maupun si penerima bingkisan. Si penerima tentunya merasa bergembira menerima perhatian dari si pemberi bingkisan. Si pemberi bingkisan juga merasakan kegembiraan ketika melihat si penerima berbahagia. Kedua belah pihak merasa sama-sama senang dan dihargai. Kado atau bingkisan sebenarnya merupakan sarana saja. Yang lebih penting dari itu semua adalah perhatian dan penghargaan kepada si manusia yang menjadi bagian dari sebuah sistem. Waduh ... Aku kok jadi serius banget ya? Hehehe ... Makasih banyak Pak Manager ... Gift yang kami terima akan kami manfaatkan sebaik-baiknya ...

Monday, December 21, 2015

CHRISTMAS GIFT FROM A FRIEND

Apa ini ya? Ini adalah kotak kado pemberian teman mama. Kalo melihat kotaknya, sepertinya mama akan menerima sebuah barang. Setelah membuka kotak tersebut, mama mendapati makanan ada di dalam kotak barang ini hehehe ... Ya ... Apa pun wadah maupun barang yang diterima, mama lebih melihat ketulusan hati si pemberi kado. Kata mama, teman mama yang satu ini pinter sekali membuat aneka jenis dessert berbahan coklat. Saat Thanksgiving kemarin, teman mama ini membawa cookies covered chocolate yang dibuatnya sendiri. Dengan memakai bahan berupa cookies jadi (dibelinya di swalayan), cookies ini kemudian diberinya coating (lapisan) orange coklat. Aneh kan? Masak coklat berwarna oranye? Hehehe ... Ya memang itu yang dilihat mama ... Coklat oranye ini sebenarnya berasal dari white chocolate coating yang diberi food coloring berwarna oranye. Coating berwarna oranye inilah yang dilapiskan ke dalam cookies. Jadilah cookies covered orange chocolate hehehe ... Na ... Kali ini dia membuat cookies yang dilapisi green chocolate alias coklat hijau. Asyik kan kedengarannya? Coklat hijau ini memiliki rasa jeruk (agak asem) dan pas banget dilapiskan ke cookies buatannya sendiri. Aku, papa dan mama mencicipi cookies covered green chocolate ini dengan happy hehehe ... Kata papa, teman mama yang satu ini kreatif banget dalam mendesain cookies covered chocolate. Dengan menggunakan bahan yang tersedia, dia membuat something new yang terasa yummy dan jelas memiliki varian yang berbeda. O iya ... 2 coklat bulat yang ada di tengah coklat hijau ini adalah bonus yang diberikan oleh teman mama. Kedua coklat bulat ini bisa ditemukan di grocery store karena tersedia dalam berbagai kemasan. Tentunya kado berisi makanan ini membuat mama merasa happy dan mama mengucap terima kasih banyak atas Christmas Gift spesial kali ini ... Thanks Rosie ...

CHRISTMAS COOKIES FROM SPECIAL FRIEND

Yang ini sih dari Associate Director ON Campus Apt Family Housing. Cookies atau kue kering (kue gula/sugar cookies, kue jahe, ginger bread, oatmeal cookies dan lain-lain) ditata di atas nampan dan diantar di Center Desk Evermann pada hari Senin tanggal 21 Desember 2015. Jumlah cookies yang banyak sekali ini dibagikan ke seluruh staf tanpa kecuali dan semua boleh mengambil sesuka hati. Dalam sebuah lepek, mama mengambil sample cookies yang ada di nampan. Banyak kan jenis cookies yang dikirim ke kantor hari ini? Cookies ini dikirim rutin setiap tahun oleh associate director, langsung ke masing-masing center desk (ada 3 lokasi) menjelang libur Christmas. Tentu saja semua staff menyambut datangnya nampan berisi cookies ini dengan happy hehehe ... Ya ... Cookies merupakan salah satu favorit warga negara asli. Meski biasanya cookies terasa manis banget, hal ini tidak mengurangi kecintaan mereka pada cookies ... Ya ... Cookies tepat disantap kapan pun dan dimana pun ... Dicamil saat sarapan OK; dicamil sebagai snack sore (sambil ngeteh) OK juga; dicamil sehabis lunch maupun dinner sah juga ... Ya ... Cookies seolah menjadi bagian dari keseharian warga asli negara ini ... Apakah mama membawakanku cookies? Setelah semua staff kebagian dan masih ada banyak cookies yang bisa dicamil di hari berikutnya, mama membawakanku 3 buah cookies dengan varian yang berbeda. Kubagilah cookies ini dengan papaku hehehe ... Ya ... Cookies yang sangat populer di negara ini menjadi salah satu bentuk kado natal yang biasanya dibagikan ke teman-teman dan kerabat dekat. Setiap family seolah memiliki family recipe atau resep keluarga yang berhubungan dengan per-cookies-an ini hehehe ... Saking populernya di kalangan warga sini, cookies seolah nggak bisa dipisahkan dari kegiatan mereka. Meski mereka sering banget ketemu dengan yang namanya cookies, mereka seolah nggak pernah bosan. Apalagi jika cookies ini disiapkan dengan menggunakan resep keluarga. Semua akan terasa lain dan istimewa ... Juga, mereka akan menghargai cookies yang disiapkan dari rumah oleh associate director dengan cara menyerbunya beramai-ramai hehehe ... Terima kasih banyak Pak Direktur atas kiriman coklatnya ... Aku ikut kebagian nih ...

Tuesday, December 15, 2015

CHRISTMAS GIFT FROM A FRIEND

Na ... Ini dia buah kesukaanku, buah pir. Teman mama memberikan boks buah pir sebagai hadiah natal. Sama seperti tahun lalu, boks buah seperti ini juga dijadikan christmas gift - hanya saja, isi dus tahun lalu dan tahun ini tidak sama. Karena aku suka banget dengan buah pir, nggak pakai nunggu lama, pir di dalam boks ini langsung saja kucicipi ... Habis, daripada keburu terlalu mateng dan empuk, lebih baik kalo mulai kucicipi dari sekarang kan? Hehehe ... Gimana rasa pir yang ini? So soft and juicy ... Pastinya sweet dan refreshing juga hehehe ... Kata mama, boks buah seperti ini dipesan teman mama secara online. Paket buah ini dikirim langsung dari sebuah perusahaan yang melakukan bisnisnya di bidang pertanian. Seperti yang kita tahu, buah termasuk salah satu makanan yang memiliki umur pendek. Maka dari itu, nggak mengherankan kalo harga paket buah seperti ini relatif mahal karena resiko yang musti ditanggung perusahaan lumayan besar. Kok mama bisa tahu kalo harganya mahal? Kan bisa dilihat dari alamat yang ada di boks? Ya ... Perusahaan pengirim makanan ini adalah Harry and David (http://www.harryanddavid.com/). Dalam situs mereka, produk lain yang ditawarkan (selain buah) adalah coklat, bunga dan juga anggur. Kemasan produk mereka juga cantik dan menarik. Jadi, mereka yang mengirim maupun menerima diharapkan merasa senang hehehe ... Kado atau hadiah natal, merupakan simbol berbagi. Nggak heran, karena di negara ini, christmas gift menjadi salah satu kultur atau kebiasaan yang umum dilakukan menjelang akhir tahun. Kepada siapa mereka berbagi? Kepada siapa saja tanpa terkecuali ... Mama tentu mengucapkan terima kasih kepada teman mama yang memberikan gift yang spesial ini ... Gift yang menjadi favoritku hehehe ...

Friday, December 26, 2014

CHRISTMAS HOLIDAY: MAMPIR WARUNG KOPI

Yang ini dilakukan karena kami merasa sudah lumayan lama berjalan-jalan di sekitar monument circle alias kami merasa punya alasan cukup untuk membeli satu gelas kopi di warung kopi ini. Persis di sekitar monument circle berdiri beberapa warung makan yang bisa kami datangi. Ada satu warung yang bernama South Bend Chocolate Company yang pernah kami datangi. Warung atau kedai coklat ini menjadi salah satu yang spesial atau sebut saja ikon state/propinsi Indiana. South Bend merupakan salah satu kabupaten yang ada di Indiana ini. Perusahaan coklat yang berdiri disini pada awalnya kemudian berkembang menjadi ikon state Indiana ini. Karena merupakan produk lokal, harga jual produk South Bend Chocolate Company menjadi sedikit lebih mahal dibanding coklat sejenis. Na ... Karena kami sudah pernah mendatangi kedai ini, hari ini kami sengaja memilih kedai lain yang ada di monument circle. Kedai ini merupakan salah satu kedai chain/jaringan yang mudah ditemukan dimana saja. Kami memasuki kedai dan mengantri bersama pengunjung lain. Ada 3 gelas kopi yang kami pesan. Tak lama menunggu, pesanan kami sampai dimeja (bukan karena diantar petugas, melainkan karena papa mengambilnya di counter setelah petugas memanggilnya). Gelas kopi yang kami terima memiliki warna khas yaitu warna merah. Ya ... Warna yang melambangkan hari natal ini memang menjadi salah satu warna wadah makan yang lazim ditemukan di berbagai tempat. Sambil menikmati kopi kami, kami duduk memandang monument circle yang persis berada di depan kami. Monument tinggi besar ini menjulang dalam diam. Lalu lalang orang berjalan, homeless yang menunggu belas kasih orang dengan merenda, kendaraan yang melaju pelan dan aneka kegiatan lainnya membawa kami bertiga dalam diam. Selama sekitar 15 menit berada di dalam kedai ini kami kemudian memutuskan untuk menyudahi rehat sejenak dan melanjutkan acara jalan-jalan di sekitar downtown. Jam sudah menunjuk angka 2. Kami berencana untuk mengunjungi satu tempat lagi yang berjarak sekitar 15 menit berkendara dari kota Indy ini. Karena itu, kami segera menyusuri sidewalk di downtown Indy yang mengarah ke penginapan dan meneruskan perjalanan liburan kami selanjutnya ...

CHRISTMAS HOLIDAY: AROUND MONUMENT CIRCLE

Setelah check out dari penginapan, kami masih melanjutkan acara jalan-jalan kami di kota Indy. Mama mengatakan pada kami, kami punya waktu 2 sampai 3 jam untuk menikmati kota Indy sebelum kami kembali ke Bloomington. Mama juga meminta papa untuk memarkir kendaraan di parking garage penginapan (yang tentunya sudah ditanyakan boleh dan nggaknya ke petugas penginapan) dan kami akan berjalan kaki saja selama kami berjalan-jalan. Ya ... Namanya juga berjalan-jalan masak naik kendaraan hehehe ... Setelah semua tas kami masukkan ke dalam bagasi, kami kemudian menuju ke lobby dan memulai acara jalan-jalan siang di kota Indy. Sekitar 5 menit berjalan, kami sudah sampai di pusat kota. Kami tentu saja mengambil lumayan banyak gambar selama kami berjalan-jalan, sampai salah seorang warga bertanya pada kami, darimana asal kami. Saat kami menjawab dari Bloomington, dia lumayan heran karena mungkin dia mengira kami berasal dari luar state (melihat kami begitu bersemangat mengambil gambar hahaha ...). Selain berjalan-jalan, kami juga memasuki salah satu gedung perniagaan yang disebut sebagai Circle Center. Kami masuk ke dalam pusat niaga ini demi menghangatkan badan hehehe ... Kami melihat-lihat saja kesibukan para pengunjung di berbagai outlet di dalam gedung ini. Hari ini, tanggal 26 Desember, merupakan hari biasa dimana orang kembali berkegiatan setelah menikmati libur natal di hari sebelumnya. Kesibukan terasa sekali di hari ini dibandingkan dengan kemarin. Kalau kemarin kami berkeliling downtown Indy hanya ditemani kesunyian, hari ini kami berteman dengan keriuhan. Pengunjung banyak menyerbu berbagai outlet persis setelah hari natal karena mereka perlu menukarkan kado natal yang berbentuk gift card dibelanjakan item barang sesuai kebutuhan; atau menukarkan item barang yang menjadi kado natal karena tidak sesuai dengan kebutuhan (size terlalu besar atau kecil, warna yang tidak pas dan seterusnya). Jangan heran, di negara ini mengembalikan barang diperbolehkan sepanjang ada notanya dan juga item barangnya masih utuh (nggak rusak, sobek, ternoda, pecah dan seterusnya). Trust atau kepercayaan adalah hal yang sangat diutamakan di negara ini. Lalu, apakah yang kami lakukan di dalam pusat perniagaan ini? Kami masuk ke salah satu outlet yang menjual aneka pernak-pernik khas Indiana dan mama membeli magnet kulkas berbentuk propinsi/lanskap tanah Indiana. Kata mama, baru kali ini mama menemukan magnet khas state ini hehehe ... Ya ... Salah satu yang dikoleksi mamaku adalah magnet kulkas. Menurut mama, magnet kulkas ini cukup bermanfaat mengingatkan kami lokasi mana saja yang pernah kami singgahi. Selain itu, magnet ini juga memiliki ukuran yang kecil, mudah ditempel dan memiliki disain yang bagus. Setelah merasa cukup melihat keriuhan di dalam pusat perniagaan ini, kami kemudian menuju ke salah satu lokasi ikonik di state ini, Monument Circle. Menurut wikipedia, monument ini disebut juga sebagai Soldiers' and Sailors' Monument dan diterangkan sebagai berikut: The Indiana State Soldiers and Sailors Monument is a 284 ft 6 in (86.72 m) neoclassical monument built on Monument Circle, a circular, brick-paved street that intersects Meridian and Market streets in the center of downtown Indianapolis, Indiana. The monument is the first in the United States to be dedicated to the common soldier. It is also the largest outdoor memorial and the largest of its kind in Indiana. It was designed by German architect Bruno Schmitz and built over a thirteen-year period, between 1888 and 1901. The monument's original purpose was to honor Hoosiers who were veterans of the American Civil War; however, it is also a tribute to Indiana's soldiers who served during the American Revolutionary War, territorial conflicts that partially led to the War of 1812, the Mexican-American War, and the Spanish-American War. In the years since its public dedication on May 15, 1902, the monument has become an iconic symbol of Indianapolis, the state capital of Indiana. It was added to the National Register of Historic Places on February 13, 1973. The obelisk-shaped monument is built of oolitic limestone from Owen County, Indiana. It rests on a raised foundation surrounded by pools and fountains. Broad stone steps on its north and south sides lead to two terraces at its base. Stone tablets above the bronze entrance doors on the obelisk's north and south sides bear inscriptions commemorating Indiana's soldiers. An inscription above the tablets reads: "To Indiana’s Silent Victors." An observation deck is accessible by stairs or elevator from the interior. In addition to its commemorative statuary and fountains, made primarily of oolitic limestone and bronze, the basement of the monument contains the Colonel Eli Lilly Civil War Museum, a museum of Indiana history during the American Civil War. At the time of the monument's dedication in 1902, its cost was $598,318. It has been estimated that construction of a similar structure in 2014 would exceed $500 million. The memorial includes several notable outdoor sculptures, including Rudolph Schwarz's two massive limestone groupings of War and Peace, two smaller scenes named The Dying Soldier and The Return Home, and four military figures at its base. Three astragals, one by Nikolaus (Nicolaus) Geiger and two others by George T. Brewster, surround the stone obelisk. Additional sculptures include John H. Mahoney's bronze statues of George Rogers Clark, William Henry Harrison, and James Whitcomb, and Franklin Simmons's bronze statue of Oliver P. Morton. Brewster's 30-foot (9.1 m) bronze statue of Victory crowns the obelisk. The Indianapolis monument is approximately 15 feet (4.6 m) shorter than New York City’s 305-foot (93 m) Statue of Liberty. Wow ... Penjelasan ini cukup detil menurutku. Kami juga mencermati bahwa suasana natal terasa di monument circle ini dengan asesories yang dipasang disini. Saat malam tiba, monument circle menjelma menjadi pohon terang karena lampu-lampu yang dipasang disitu. Kata mama, mirip dengan giant chritsmas tree. Sesudah mengitari monument circle dan mengambil gambar disitu, kami memutuskan untuk mampir sebentar di sebuah kedai kopi yang berlokasi persis di pojokan jalan. Kami memang sudah berjalan kaki selama sekitar 90 menit sebelum kami memutuskan mampir di kedai kopi ini. Meski kami membawa bekal, kami tetap ingin mampir ke kedai kopi tersebut hehehe ... Itung-itung sambil sebentar beritirahat (duduk) sebelum kami melanjutkan acara jalan-jalan hari ini ...

CHRISTMAS HOLIDAY: AROUND INDIANA STATE MUSEUM

Dari NCAA, kami melanjutkan acara jalan-jalan siang ini ke Indiana State Museum (ISM) yang terletak bersebelahan dengan kompleks NCAA. Kedua gedung ini dipisahkan dengan sungai yang jelas tertata dan sangat bersih. Kali ini mengalirkan airnya dengan tenang dan membelah 2 kompleks ini menjadi 2 area yang seolah terpisah. Sengaja kami menyusuri kali ini dan tentunya mengambil banyak gambar disini. Kami merasa senang karena kami merasakan cuaca hari ini benar-benar bersahabat dengan kami. Pancaran sinar matahari seolah memberikan kami energi lebih di saat kami menikmati acara susur kali siang ini hehehe ... Indiana State Museum merupakan salah satu ikon di kota Indi. Beberapa minggu yang lalu, kami mengunjungi tempat ini. Kami tentu senang bisa datang kembali kemari dan melihat bagian lain yang belum sempat kami cermati waktu itu. Kami sengaja mengambil rute bukan dari depan museum, melainkan dari samping dan belakang museum. Bersama kami, ada banyak warga atau pengunjung lain yang juga berjalan-jalan di sekitar kali tersebut. Sama dengan NCAA, ISM juag merupakan kebanggaan warga Indy. Karenanya, sangat pas lokasi ini letaknya berdekatan dan bisa dijangkau hanya dengan menaiki jembatan. Saat kami sampai di bagian belakang museum ini, kami melihat ada 2 patung gajah yang sepertinya merupakan salah satu koleksi museum ini. Kedua patung gajah ini bisa juga dilihat dari dalam museum (aku ingat, saat kami berada di dalam museum, kami melihat kedua patung gajah ini). Di dekat patung, aku juga melihat ada mesin yang kalau diputar-putar bisa mengeluarkan suara seperti suara binatang hehehe ... Sambil terus menyusuri kali, aku dan mama juga menyempatkan mengambil gambar di dekat kali dengan latar belakang gedung-gedung tinggi di kejauhan. Melihat gedung tinggi yang seolah dekat dengan air, aku jadi ingat pengalaman yang sama saat berkunjung ke Chicago, New York, Madison, Louisville, Grand Rapid dan sebagainya. Kota yang terdiri atas bangunan tinggi seolah menjadi satu dengan kali yang membelah tengah kota. Kata mama, jembatan Gondolayu yang ada di Jogja sepertinya memiliki kondisi yang tidak berbeda dengan kota-kota yang kami kunjungi tersebut karena kalinya membelah kota. Sayangnya, kali yang melewati kota Jogja belum memiliki sidewalk yang bisa dipakai jogging, bersepeda atau berjalan kaki. Kalaupun ada, belum seteratur yang kulihat di negara ini. Nggak papa ... Siapa tahu kali yang ada di tanah air (yang mengalir di tengah kota) akan menjadi seperti yang kami lihat disini. Kali akan menjadi bersih dan memiliki fungsi sebagai sarana rekreasi dan bukan sebagai tempat untuk membuang sampah. Tentu ini bisa terealisir kalau koordinasi warga sepanjang kali dan pemerintah berjalan baik. Wuih ... Aku kok jadi serius gini? Hehehe ... Kalau aku nggak salah, sidewalk yang ada di sepanjang kali ini memiliki rute yang lumayan panjang. Karenanya, kami merencanakan untuk berjalan-jalan di area ini saat udara sudah menghangat (spring atau summer). Pingin sekali melihat pemandangan di sekitar kali atau mungkin sambil naik kano (kudengar kano bisa disewa dan aku bisa berkano di saat musim panas). Membayangkannya saja sudah asyik banget hehehe ... O ya ... Ada beberapa bangku yang juga diletakkan di sepanjang kali ini. Bangku terbuat dari besi ini lumayan nyaman dipakai untuk beristirahat. Hanya saja, kami nggak berlama-lama berada disitu karena udara masih tetep terasa adem hehehe ... Nampak juga kan betapa kali terlihat bersih dan membuat hati damai? Ya ... Berada di pinggir kali memang membuat hati menjadi tenang karena memandang aliran kali terasa sangat menentramkan. Setelah merasa puas berjalan-jalan di sekiatr kali, kami kemudian menuju penginapan dan memilih masuk museum (lantai ground yang berdekatan dengan kali berupa lobby) dan menuju ke lantai 1 untuk keluar dari gedung museum ini. Kami memang perlu mengemasi barang-barang bawaan kami di penginapan dan chcek out dari penginapan di jam 12 siang. Pagi tadi mama sudah memberekan semua tas yang akan kami masukkan ke dalam kendaraan. Tas berisi pakaian sudah dimasukkan ke dalam kendaraan. Yang masih ada di dalam kamar kami adalah tas untuk peralatan elektronik karena kata mama, lebih aman menyimpan aneka barang elektronik di dalam penginapan daripada ditinggal di bagasi kendaraan. Sesuai dengan rencana kami, hari ini Jum'at tanggal 26 Desember tahun 2014, kami memang akan mendatangi NCAA dan berkeliling di area di depan penginapan sebelum jam 12 siang. Sesudah itu, kami akan kembali ke penginapan dan check out. Kami tidak akan langsung pulang setelah chcek out dari penginapan. kami berencana untuk melanjutkan acara jalan-jalan hari ini ke downtown. Baru sesudah itu kami akan pulang ke Bloomington. Jadi, kami hanya akan memindah barang dari kamar ke kendaraan, mengembalikan kunci/kartu penginapan, keluar dan berjalan-jalan menuju downtown dengan berjalan kaki (kendaraan diparkir di parking garage penginapan) dan kemudian kembali ke penginapan hanya untuk mengambil kendaraan. Kenapa kok kami tidak membawa kendaraan sekalian saja saat kami jalan-jalan ke downtown? Kata papa, kemungkinan mencari tempat parkir susah karena hari ini kegiatan bisnis sudah berjalan seperti biasa. Lagian, udara lumayan manis kok, jadi, akan asyik saja kalo kami berjalan-jalan dengan berjalan kaki hahaha ...       

CHRISTMAS HOLIDAY: NCAA

Hari Jum'at, tanggal 26 Desember 2014, kami bertiga memulai hari dengan sarapan di penginapan di jam 8 pagi. Menurut ramalan cuaca, hari ini udara akan lumayan manis. Matahari akan bersinar dan suhu tidak akan terlalu dingin. Karenya, menikmati pemandangan outdoor menjadi agenda acara kita hari ini. Kami keluar dari penginapan di jam 9.45 pagi. Tujuan pertama kami adalah gedung NCAA yang berlokasi di seberang penginapan. Dengan berjalan kaki selama 2 menit kami sudah sampai di lokasi. Kami juga perlu membeli tiket seharga 5 dolar (dewasa) dan 3 dolar (anak sampai usia 18 tahun) untuk bisa masuk ke dalam gedung ini. Apa sih NCAA itu sebenarnya? Kata Wikipedia: The National Collegiate Athletic Association (NCAA) is a non-profit association which regulates athletes of 1,281 institutions, conferences, organizations, and individuals. It also organizes the athletic programs of many colleges and universities in the United States and Canada, and helps more than 450,000 college student-athletes who compete annually in college sports. The organization is headquartered in Indianapolis, Indiana. In August 1973, the current three-division setup of Division I, Division II, and Division III was adopted by the NCAA membership in a special convention. Under NCAA rules, Division I and Division II schools can offer scholarships to athletes for playing a sport. Division III schools may not offer any athletic scholarships. Generally, larger schools compete in Division I and smaller schools in II and III. Division I football was further divided into I-A and I-AA in 1978. Subsequently the term "Division I-AAA" was briefly added to delineate Division I schools which do not field a football program at all, but that term is no longer officially used by the NCAA. In 2006, Divisions I-A and I-AA were respectively renamed the Football Bowl Subdivision (FBS) and Football Championship Subdivision (FCS). Menurut Wikipedia lagi, sejarah NCAA adalah sebagai berikut:Inter-collegiate sports in the US began in 1852 when crews from Harvard and Yale met in a challenge race in the sport of rowing. As rowing remained the preeminent sport in the country into the late-1800s, many of the initial debates about collegiate athletic eligibility and purpose were settled through organizations like the Rowing Association of American Colleges and the Intercollegiate Rowing Association. As other sports emerged, notably football and basketball, many of these same concepts and standards were adopted. Football, in particular, began to emerge as a marquee sport, but the rules of the game itself were in constant flux and often had to be adapted for each contest. The NCAA dates its formation to two White House conferences convened by President Theodore Roosevelt to "encourage reforms" to college football practices in the early 20th century, which had resulted in repeated injuries and deaths and "prompted many college and universities to discontinue the sport."Following those White House meetings, Chancellor Henry MacCracken of New York University organized a meeting of 13 colleges and universities to initiate changes in football playing rules; at a follow-on meeting on December 28, 1905 in New York, 62 higher-education institutions became charter members of the Intercollegiate Athletic Association of the United States (IAAUS). The IAAUS was officially established on March 31, 1906, and took its present name, the NCAA, in 1910. For several years, the NCAA was a discussion group and rules-making body, but in 1921 the first NCAA national championship was conducted: the National Collegiate Track and Field Championships. Gradually, more rules committees were formed and more championships were created, including a basketball championship in 1939. A series of crises brought the NCAA to a crossroads after World War II. The "Sanity Code" – adopted to establish guidelines for recruiting and financial aid – failed to curb abuses. Postseason football games were multiplying with little control, and member schools were increasingly concerned about how the new medium of television would affect football attendance. The complexity of those problems and the growth in membership and championships demonstrated the need for full-time professional leadership. Walter Byers, previously a part-time executive assistant, was named executive director in 1951, and a national headquarters was established in Kansas City, Missouri in 1952. Byers wasted no time placing his stamp on the Association. A program to control live television of football games was approved, the annual Convention delegated enforcement powers to the Association's Council, and legislation was adopted governing postseason bowl games. As college athletics grew, the scope of the nation's athletics programs diverged, forcing the NCAA to create a structure that recognized varying levels of emphasis. In 1973, the Association's membership was divided into three legislative and competitive divisions – I, II, and III. Five years later in 1978, Division I members voted to create subdivisions I-A and I-AA (renamed the Football Bowl Subdivision and the Football Championship Subdivision in 2007) in football. Until the 1980s, the association did not offer women's athletics. Instead an organization named the Association for Intercollegiate Athletics for Women (AIAW) governed women's collegiate sports in the United States. By 1982, however, all divisions of the NCAA offered national championship events for women's athletics and most members of the AIAW joined the NCAA. A year later in 1983, the 75th Convention approved an expansion to plan women's athletic program services and pushed for a women's championship program. In 1999, the NCAA was sued for discriminating against female athletes under Title IX for systematically giving men in graduate school more waivers than woman to participate in college sports. In National Collegiate Athletic Association v. Smith, the U.S. Supreme Court ruled that the NCAA was not subject to that law, without reviewing the merits of the discrimination claim. In 2009, Simon Fraser University in Burnaby, British Columbia, Canada became the NCAA's first non-US member institution. Masih menurut Wikipedia, kantor pusat NCAA mengalami pergantian sebagai berikut: The modern era of the NCAA began in July 1952 when its executive director, Kansas City, Missouri native Walter Byers, moved the organization's headquarters from the LaSalle Hotel in Chicago (where its offices were shared by the headquarters of the Big Ten Conference) to the Fairmount Building at 101 West 11th Street in Downtown Kansas City. The move was intended to separate the NCAA from direct influence of any individual conference and to keep it centrally located. The Fairmount was a block from Municipal Auditorium which had hosted Final Four games in 1940, 1941, and 1942. After Byers moved to Kansas City, the championships would be held in Municipal in 1953, 1954, 1955, 1957, 1961, and 1964. The Fairmount office consisted of three rooms with no air conditioning. Byers' staff consisted of four people: an assistant, two secretaries, and a bookkeeper. In 1964, it moved three blocks away to offices in the Midland Theatre. In 1973, it moved to 6299 Nall at Shawnee Mission Parkway in suburban Mission, Kansas in a $1.2 million building on 3.4 acres (14,000 m2). In 1989, it moved 6 miles (9.7 km) farther south to 6201 College Boulevard in Overland Park, Kansas. The new building was on 11.35 acres (45,900 m2) and had 130,000 square feet (12,000 m2) of space. The NCAA was dissatisfied with its Johnson County, Kansas suburban location noting that its location on the south edges of the Kansas City suburbs was more than 40 minutes from Kansas City International Airport. They also noted that the suburban location was not drawing visitors to its new visitors' centre. In 1997, it asked for bids for a new headquarters. Various cities competed for a new headquarters with the two finalists being Kansas City and Indianapolis. Kansas City proposed to relocate the NCAA back downtown near the Crown Center complex and would locate the visitors' centre in Union Station. However Kansas City's main sports venue Kemper Arena was nearly 30 years old. Indianapolis argued that it was in fact more central than Kansas City in that two thirds of the members are east of the Mississippi River. The 50,000-seat RCA Dome far eclipsed the 17,000-seat Kemper Arena. In 1999, the NCAA moved its 300 member staff to its new headquarters in the White River State Park in a four-story 140,000-square-foot (13,000 m2) facility on the west edge of downtown Indianapolis, Indiana. Adjacent to the headquarters is the 35,000-square-foot (3,300 m2) NCAA Hall of Champions. Hmmm ... Menarik bukan? Apalagi aku sempat bermain basket selama 30 menit di tempat ini. Saat jam menunjuk angka 11.30, kami kembali ke penginapan untuk melakukan check out. Kami kemudian berniat melanjutkan acara jalan-jalan hari ini dengan melihat-lihat downtown kota Indy.