Sunday, October 26, 2014

DRAGON EXPRESS

Dari Brown County State Park, papa dan mama mengajakku mampir ke warung makan yang ada di jalan ketiga yang bernama Dragon Express. Warung makan ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di kompleks ruko yang ada di dekat kompleks kampus Indiana University. Kedatangan kami sore ini disebabkan karena kami ingin mencicipi menu yang mereka sajikan yang waktu itu pernah kami lihat (ya ... ini merupakan kunjungan kami yang kedua). Warung makan yang hanya menerima pembayaran secara tunai atau menggunakan cek ini memiliki dining area yang cukup luas. Saat kami datang sore ini, ada lumayan banyak pengunjung yang sedang menikmati menu pilihan mereka. Apa yang kemudian kami pesan? Papa memesan mie kuah, mama memesan mie dengan daging panggang dan aku memilih menu nasi goreng hehehe ... Sebentar saja kami menunggu, menu pesanan kami diantar ke meja. Wow ... Porsi menu makan siang kami besar sekali ternyata. Kami pun kemudian memulai acara santap siang ini dengan saling mencicipi pesanan kami masing-masing. Lumayan ... Di saat perut lapar, apalagi yang bisa katakan (saat menikmati menu pesanan kami) selain kata OK dan OK? Hehehe ... Ya ... Menu yang mereka sajikan sebenarnya memiliki rasa standard. Meski begitu, kami tetap menikmati apa yang kami pesan dan kami bertanggungjawab untuk menghabiskannya. Kalau ditanya lebih lanjut, aku nggak terlalu ingin mencicipi porsi lain di warung makan ini hehehe ... Selamat menikmati makan siang masing-masing di hari Minggu tanggal 26 Oktober tahun 2014 ... Have a goog lunch!


BROWN COUNTY STATE PARK

Masih di hari Minggu yang lumayan panas, di tanggal 26 Oktober tahun 2014. Bersama papa dan mama, kami bertiga menuju Brown County State Park. Kata papa dan mama lagi, kami memang perlu mendatangi salah satu state di saat musim gugur karena keindahan warna daun di state park biasanya memang OK banget. Tahun lalu, saat kami datang kemari, udara sedang dingin sekali. Kami memakai baju hangat, sarung tangan, penutup kepala dan juga syal. Na ... Kali ini kami datang tanpa perlengkapan yang sama. Aku bahkan hanya mengenakan celana pendek dan jaket tipis hehehe ... Cuaca panas sejak pagi, membuat kami tidak mengenakan pakaian rangkap. Karena cuaca cerah, kami tidak heran melihat antrian kendaraan sudah terjadi sejak di pintu masuk. Sepertinya, udara cerha hari ini mengundang siapa saja untuk mampir ke Brown County State Park hehehe ... Saat kami sampai di tujuan utama kami, Lake Ogle, parking lot nyaris sudah tidak menyisakan tempat. Untunglah saat kami datang, ada satu parking lot yang baru saja dikosongkan pemilik kendaraan. Kami pun segera memarkir kendaraan disitu dan bersiap memulai aktifitas hari ini. Kami melihat ada banyak sekali pengunjung di sekitar danau. Sayangnya, dedaunan yang ada di pohon nyaris tidak ada lagi karena sudah rontok hehehe ... Kalaupun ada, warna daun sudah nyaris seperti warna daun kering (coklat muda) yang tidak terlalu menarik untuk diambil gambarnya hehehe ... Meski demikian, kami tetap mengambil gambar di sekitar danau meski harus dengan sedikit strategi karena tempat ini penuh sekali dan nyaris tidak menyisakan spot yang membuat kami leluasa untuk mengambil gambar di sekitar danau. Dimana-mana ada pengunjung yang duduk, berjalan, mengambil gambar dan juga memancing ... Mereka sama seperti kami, ingin menikmati udara cerah di tempat piknik ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga.  Kami juga melihat kelompok-kelompok pengunjung yang sedang melakukan kegiatan cook out atau juga trailing bersama dengan rute mengitari Lake Ogle ini. Karena penuhnya atau ramainya tempat ini, kami harus pandai-pandai mencari spot kosong untuk jangka waktu sekitar 5 menitan demi mendapatkan gambar yang OK (kami kan merencanakan mengambil gambar bertiga hehehe, jadi kami perlu menset tripod, mengatur posisi, mengambil gambar, melihat hasilnya dan mengevaluasi dan kemudian menyesuaikan dengan apa yang kami perlukan. Wuih ... Sampai segitu ya? Iya hehehe ...) Sesudah mendapatkan beberapa gambar di beberapa lokasi, kami memutuskan untuk mengakhiri acara jalan-jalan di Brown County State Park ini. Kami kemudian kembali ke kendaraan dan meninggalkan parking lot Lake Ogle. Dalam perjalanan menuju exit gate, kami bertemu dengan Om Barik dan Tante Mia bersama Kaysan, Ayra dan Haifa. Kami pun kemudian ngobrol sebentar sebelum kami melanjutkan kegiatan kami masing-masing. Kami bertiga masih menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi yang disebut scenic view (mirip gardu pandang) di beberapa lokasi di dalam Brown County State Park ini. Dari lokasi scenic view ini, kami bisa melihat indahnya (kalu saja kami datang seminggu sebelumnya) warna-warni daun di saat musim gugur tahun ini. Hanya saja, kami datang agak terlambat. Kami tetap mendapatkan gambar dari lokasi cantik ini dengan latar belakang hutan yang daunnya sudah mengering. Gak pa pa ... Kami tetap senang bisa datang ke tempat ini di hari ini karena kami tetap bisa mendapatkan gambar-gambar yang lumayan ... Sesudah merasa cukup, kami segera bersiap meninggalkan Brown County State Park yang berjarak sekitar 40 menit dari Bloomington. Matahari masih saja terasa menyengat di badan ...

PUMPKIN PATCH

Dimana nih? Di Leonard Spring Nature Park. Dimana itu? Di dekat Monroe hospital yang ada di highway menuju Bedford. Kapan itu? Hari Minggu tanggal 26 Oktober tahun 2014. Ngapain aku ke tempat ini? Na ... Begini ceritanya. Aku kan ikut ekstra kurikuler orkestra. Kegiatan yang kuikuti ini banyak sekali mengadakan kegaiatn fund raising untuk mendanai berbagai kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya adalah fund raising yang diadakan di hari Minggu pagi ini (dari jam 9.30 sampai selesai) di salah satu pertanian yang sedang mengadakan kegiatan pumpkin patch atau panen pumpkin untuk siapa saja yang tertarik. Fund raising yang kami lakukan adalah dengan bentuk membuka booth yang menjual aneka macam snack, minuman dan juga menu makan siang ringkas (hotdog dan hamburger) selama pumpkin patch ini berlangsung. Apa kontribusiku? Kami (anggota grup orkestra) bisa menyumbang makanan yang akan dijual atau juga bisa berpartisipasi dengan cara menjadi volunteer selama kegiatan ini berlangsung. Awalnya, mama hanya ingin aku ngedrop makanan yang akan kami sumbangkan untuk kegiatan ini. Namun, acara ini sedikit berubah karena kami datang paling awal, sehingga kami belum bisa ngedrop makanan karena koordinator acara belum datang di lokasi. Selama kami menunggu, mama dan papa mengajakku mengambil gambar di lokasi pertanian ini. Sepertinya, lokasi ini baru dibuka mengingat bangunan maupun semua peralatan yang digunakan masih terlihat baru. Meski masih baru, sepertinya pemilik pertanian sudah membuka kegiatan ini selama beberapa hari (terlihat dari papan informasi yang mereka pajang). Kami mendatangi toko yang menjual anek hasil pertanian seperti pumpkin, squash dan seterusnya. Kami juga melihat kandang berisi kambing, kuda poni, ayam dan sejenisnya. Kami juga melihat truk yang akan menarik hayride (jerami untuk pakan ternak yang biasanya berbentuk kotak dan diletakkan di kereta yang bisa digeret/ditarik) dan beberapa fasilitas yang mereka sediakan untuk pengunjung yang datang berbelanja disini. Kami juga melihat orang-orangan sawah (scarecrow) dengan kostum ala petani lokal yang mereka pajang di pintu masuk. Ah ... Panas terik di pagi ini membuatku malas berjalan-jalan lebih jauh lagi. Kulihat papa dan mamaku bersemangat berjalan-jalan di areal pertanian yang luas ini. Pumpkin yang tersebar di areal pertanian menjadi pemandangan yang menyenangkan. Demikian juga deretan pohon cemara (biasanya dijual menjelang natal) nampak rapi berjajar di sisi lainnya. Saat kami melihat panitia mulai datang, segera saja mama, aku dan papa menuju ke kendaraan panitia dan membantu set up meja serta tenda yang akan dipakai selama kegiatan ini berlangsung. Satu per satu teman anggota orkestra juga mulai berdatangan dan membantu panitia. Sesudah tenda, meja dan makanan siap disajikan pada siapa yang tertarik, kami pun kemudian pamit dan bersiap melanjutkan kegiatan hari ini. Tak lupa, mama membeli 2 loaf roti/bread dengan isi cranberrry di dalamnya. Kami kemudian meninggalkan pertanian ini dan menuju lokasi piknik yang sudah kami rencanakan. Dimanakah itu? Ikuti terus ceritaku ya hehehe ... BTW ... Lumayan kan hasil jepretan papaku pagi ini?

Saturday, October 25, 2014

AROUND EVERMANN AGAIN

Masih belum bosan mengambil gambar daun? Beluuuuuum hehehe ... Ya ... Sepulang dari Monroe library, kami sempatkan mampir lagi di dekat rumah untuk mengambil beberapa gambar. Kata mama sih mumpung daunnya masih ada di pohon alias belum rontok semua hehehe ... Dengan setengah malas, aku ikuti saja kedua orangtuaku yang nampak bersemangat mengambil gambar. Dengan sigap pula papaku mengambil tripod agar kami bisa berpose bertiga. Berpose dengan tripod memang menjadikan kami bertiga bisa berada di frame yang sama. Hanya saja, papa musti melakukan beberapa kali percobaan agar komposisi yang diharapkan terpenuhi. Nggak mengherankan kalo sebelum gambar diambil, papa akan meminta kami pindah posisi beberapa kali agar gambar memenuhi keinginan atau selera hehehe ... Coba perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak kan bahwa sebagian besar daun sudah mulai rontok? Ya memang demikian yang terjadi. Menjelang akhir bulan Oktober, daun memang biasanya mulai berguguran. Namun demikian, tidak berarti semua daun akan gugur di akhir bulan Oktober ini. Di beberapa tempat, masih banyak daun di pohon yang bahkan masih berwarna hijau. Memang betul kalo dikatakan perubahan warna daun tidak serentak terjadi di waktu dan tempat yang sama. Di dalam kampus, kami masih bisa menjumpai daun yang berwarna hijau atau daun yang baru saja mulai berubah warna. Ya ... Meski sudah secara resmi memasuki musim gugur, tidak berarti perubahan warna daun dan gugurnya daun akan terjadi bersamaan di tempat yang sama. Kata papa, ini menguntungkan kami yang punya hobi ambil gambar hehehe ... Kalo kami belum sempat mengambil gambar sementera pohon sudah gundul (daunnya dah habis), kami masih bisa mendatangi lokasi lain yang memiliki daun yang berwarna-warni. Kalau beneran mau rajin berburu gambar, kita memang musti betul-betul mencermati kapan dan dimana peak of fall-nya, biar gambar yang didapatkan sempurna hehehe ... Kalau mencermati gambar kami di atas, lokasi yang sama kami gunakan juga saat kami mengambil gambar beberapa waktu lalu. Hasilnya? Jelas beda karena hari ini daun sudah mulai berguguran dan juga cahaya mataharinya terang benderang hehehe ... Untung saja acara pengambilan gambar hari ini berlangsung cepat. Jadi, aku pun tidak perlu berlama-lama merasa bete hehehe ...

AROUND MCPL LIBRARY

Panas beneran terasa di saat matahari bersinar dengan terik di hari Sabtu tanggal 25 Oktober tahun 2014 ini. Meski begitu, rencana mengambil gambar di sekitar downtown dan library Monroe tidak kami urungkan. Saat kami melintas di depan library (di jalan Kirwood), kami baru menyadari bahwa separo ruas jalan ini ditutup dikarenakan sedang ada perlombaan/adu balap sepeda. Tentu saja kami sempatkan melihat para pebalap yang terlihat sangat profesional ini. Kami kurang tahu siapa penyelenggara dan siapa peserta acara balap sepeda siang hari ini. Yang kami tahu, ada banyak peserta yang sudah siap berlomba siang hari itu. Sambil melihat sepintas perlombaan sepeda ini, kami tentunya juga menyempatkan diri untuk mengambil gambar disini. Sudah pasti alasannya karena mama ingin mengambil gambar diantara daun-daun yang memiliki warna indah di saat musim gugur belum berakhir. Meski cemberut (karena harus menahan panas), aku tetap mengikuti kegiatan ambil gambar hari ini. Coba perhatikan beberapa gambar yang diposting kali ini. Terlihat sekali kan betapa panas terik sangat terasa siang hari itu? Terlihat juga kan aneka warna daun yang ada di pohon? Nampak juga kan guguraan daun yang memenuhi sidewalk yang kami lewati? Ya ... Musim gugur yang ditandai dengan perubahan warna daun di pohon serta gugurnya daun-daun dari pohon memang diwarnai dengan suhu panas dan dingin yang datang berganti-ganti. Ada kalanya cuaca panas seharian, naum ada kalanya pula cuaca mendung seharian. Ada kalanya angin bertiup terus seharian dan menggugurkan atau menerbangkan daun-daun, namun ada saatnya pula angin tidak bertiup sama sekali. Yang jelas, musim gugur yang dimulai di bulan September dan berakhir di bulan Desember ini memang menjadi salah satu musim yang disukai mamaku. Sejak kami tinggal di Bloomie, selalu saja ada sesi pengambilan gambar di saat fall. Seingatku, lokasinya selalu saja sama. Dimana sajakah itu? Di dekat rumah, di kampus, di downtown dan juga di state park. Habis mau dimana lagi? Hehehe ... Kata mama, mama selalu senang melihat warna daun yang berubah dan juga guguran daun yang berserakan dimana-mana; jadi, mengambil gambar sebanyak-banyaknya di saat fall adalah kewajiban hahaha ... Kadang aku heran, kok ya mama nggak bosen mengambil gambar hampir di setiap weekend ... Toh yang diambil selalu gambar daun hahaha ... Tapi, sebenarnya, gambar daun yang berubah warna memang cantik. Terlebih, kalau kita bisa mengambil gambar di saat peak season. Semua akan terlihat sangat cantik dan indah. Peak season untuk fall kan hanya berkisar selama 2 atau 3 minggu, jadi, kalo momen ini bisa didapatkan, akan ada banyak gambar istimewa yang akan menjadi koleksi kita ... Lagi-lagi, ini kata mama lho ya hahaha ...

LUNCH AT RUSH HOURS STATION

Yang ini sih atas usul mama ... Karena aku dan papa belum pernah datang ke tempat ini, di hari Sabtu tanggal 25 Oktober tahun 2014, mengajak aku dan papa mencicipi menu yang ada di warung makan yang bernama Rush Hour Station ini. Mama yang sebeumnya pernah datang kemari mngatakan, ada bakso yang mirip dengan bakso khas tanah air hehehe ... Kok kami kesini dalam rangka apa? Nggak dalam rangka apa-apa sih ... Hanya saja, pagi hari sebelumnya kami mendatangi toko buku Half Prize yang menawarkan program 25 dolar untuk satu tas. Maksudnya apa ini? Dengan membayar sebesar 25 dolar, kami bisa membeli apa saja (buku, CD, DVD) selama muat di dalam tas yang mereka berikan. Ini sudah kedua kalinya kami ikutan program mereka. Yang pertama, kami mendapatkan lebih dari 30 DVD film dan lebih dari 40 buku. Kali ini kami mendapatkan lebih dari 25 kaset dan sekitar 30 buku. Rencananya, semua yang kami beli ini nantinya akan kami bawa pulang ke tanah air hehehe ... Na ... Setelah acara belanja buku selesai, kami pun kemudian mampir ke warung makan ini dan mencoba mencicipi apa yang mereka punya. Menu yang mereka tawarkan adalah menu Asia dan juga menu khas negara ini (sandwich, burger dan sejenis itu). Kami kemudian mendatangi meja pemesanan dan membaca sebentar menu mereka. Mama memutuskan memesan bakso, papa memesan pad thai dan aku memesan nasgor. Mama juga menambahkan pesanan tahu goreng sebagai makanan pembuka. Untuk minumnya, kami memilih air putih. Setelah menyampaikan pesanan kami, segera kami memilih kursi dan meja makan yang masih kosong. Warung makan yang memiliki ukuran sedang ini memiliki beberapa set kursi dan meja di dining hallnya. Kata mama lagi, mereka yang datang dan menikmati santap siang/malam disini kebanyakan adalah warga asli negara ini. Seperti yang nampak siang ini ... Hanya kami yang bukan asli warga negara sini hehehe ... Sebentar saja kami menunggu, tahu goreng pesanan kami datang. Segera saja kami cicipi tahu goreng yang dicocolkan pada sambal nggak pedes (sambal asam manis). Sesudah itu berturut-turut datang pesanan kami berupa bakso, nasi goreng dan juga pad thai. Kami sengaja memesan makanan yang berbeda agar kami bisa saling mencicipi. Setelah semua tersaji, segera saja acara makan siang ini kami mulai. Kata papa, rasa makanan yang kami pilih biasa saja. Bakso pilihan mama memang lumayan, tetapi pad thainya nggak istimewa. Bagaimana dengan nasgor pilihanku? Lumayan hehehe ... Kami kemudian menikmati acara makan siang kami sebentar saja karena kami perlu melanjutkan acara jalan-jalan siang hari ini di sekitar downtown. Aku juga berencana mampir sebentar ke library karena ada yang perlu kupinjam. Kira-kira 30 menit saja kami berada di warung makan ini sebelum kami kembali menikmati siang panas di hari ini. Perut kami memang dah lumayan kenyang namun kami nggak ingin datang ke warung makan ini lagi kalo kami punya rencana makan siang di luar hehehe ...

Friday, October 24, 2014

AROUND EVERMANN

Ambil gambar lagi? Iya hehehe ... Kata mama, mumpung masih banyak daun berwarna indah di pohon, ambil gambar sebanyak-banyaknya kok rasanya menarik ... Maka jadilah sore itu kami bertiga mengambil gambar sambil berjalan-jalan di sekitar rumah. Kebetulan matahari masih bersinar dengan manis dan udara tidak dingin sekali, jadinya terasa pas kalo mau mengambil banyak gambar di saat cuaca manis seperti ini. Kami bertiga mengambil gambar dengan latar belakang pepohonan di sekitar tempat kami tinggal. Kata mama lagi, kalo ada area yang memiliki hamparan rumput berwarna hijau dengan sebaran/guguran daun dari pohon di atas rumput, maka area ini akan menjadi salah satu fokus pengambilan gambar hari ini. Maksudnya? Asal ada sebaran daun di atas rumput, maka lokasi itu akan dijadikan tempat foto hehehe ... Kenapa begitu? Ya karena inilah inti lain dari fall atau musim gugur. Selain daun yang berubah warna dari hijau ke kuning atau oranye atau merah, daun yang gugur juga menjadi penanda atau ciri khas di musim gugur. Namanya juga musim gugur, jelas daun yang berguguran menjadi penanda hehehe ... Guguran daun yang bertebaran di rerumputan, di sidewalk, di atap rumah, di lapangan, di jalan dan dimana saja menjadikan pengambilan gambar sore ini menjadi meriah hehehe ... Coba perhatikan aneka gambar yang diposting disini ... Kelihatan kan kalo guguran daun ada dimana-mana ... Jangan salah, guguran daun ini memang banyak sekali jumlahnya dan semua daun gugur memang bersumber dari pepohonan yang ada di mana-mana ... Yang kemudian tampak sesudah daun berubah warna dan kemudian gugur adalah pohon-pohon gundul yang hanya memiliki ranting tanpa daun. Pohon-pohon tak berdaun ini akan kembali menghijau di saat spring datang, kira-kira dimulai di bulan Maret tahun berikutnya. Ya ... Inilah cycle atau perputaran musim di negara yang memang memiliki 4 musim yang berbeda, dimulai dari spring, summer, fall dan winter. Keempat musim ini memang sangat berbeda suasananya. Semua membawa cirinya masing-masing. Semua nampak membawa cerita yang berbeda pula. Semua membawa keindahan dan kecantiknannya masing-masing. Waduh ... Aku kok jadi serius begini? Hehehe ... Yang jelas, acara pengambilan gambar di sekitar rumah sore itu berjalan lancar dan menyenangkan ... Meski hanya berlangsung sekitar 30 menit (karena matahari mulai terbenam di jam 6.15 sore), ada banyak gambar yang bisa kami dapatkan sore itu. Kami juga menyempatkan mampir di bell towel area di dekat Evermann dan melihat pemandangan indah yang ada di bawah (bell tower terlelak sedikit lebih tinggi sehingga kami bisa melihat pemandangan dari sini). Pohon yang memiliki daun yang berubah warna, daun yang berguguran dan tersebar di atas rerumputan, pohon yang hanya memiliki ranting karena daunnya sudah gugur semua atau bahkan pohon yang daunnya masih berwarna hijau menyajikan kombinasi cantik yang nggak membosankan siapa pun yang memandangnya ... Lalu, setelah merasa cukup beristirahat dan mengambil gambar di sekitar bell tower, kami memutuskan untuk menyudahi acara sore ini ... Kami merasa senang karena gambar yang kami dapatkan lumayan banyak dan lumayan mewakili suasana musim gugur di tahun ini ... Kami tentunya masih tetap menjadwalkan untuk melihat tempat lain selama masih ada daun berwarna-warni di pepohonan dan selama udara masih lumayan bersahabat (nggak terlalu dingin berada di luar ruang). Selain itu, tentu kami berharap agar sinar matahari bermurah hati selama musim gugur ini dengan menampakkan diri sebanyak-banyaknya karena sinar matahari akan memberikan pencahayaan yang sempurna di saat pengambilan gambar dilakukan. Ini kata papaku lho hehehe ... Aku jelas percaya apa kata kedua orangtuaku karena mereka lebih punya banyak pengalaman mengenai pengambilan gambar hehehe ...