Kok judulnya dari jendela lantai 10 Eigenmann? Apakah aku pergi dan berkunjung ke situ? Sudah pasti tidak hehehe ... Ya ... Ini adalah gambar
yang diambil papaku dari lantai 10 Eigenmann. Ngapain papa ke lantai 10? Sudah pasti ada kegiatan yang harus dilakukan lah ya hehehe ... Ya, setiap hari papaku berada di salah satu ruang di lantai 10 gedung Eigenmann ini. Gedung ini ada di pojokan jalan ke-10 (10th Street) dan jalan Union (Union Street). Dari dalam ruangan yang memiliki jendela luas di dindingnya, papaku mengambil gambar pemandangan yang ada di parking lot dan halaman depan serta belakang gedung ini. Dari lantai yang lumayan tingg
i ini (lantai tertinggi adalah lantai 14), papa melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya. Dari ketinggian lantai 10, papa bisa melihat betapa bersih dan teraturnya segala sesuatu yang ada di lantai bawah. Kendaraan terparkir dengan rapi, tanaman tampak teratur dan terawat, penataan lahan nampak sangat profesional dan kombinasi dari kesemuanya ini adalah pemandangan yang indah dari lantai 10 ini. Hari itu papa sengaja membawa kamera agar bisa mengambil gambar dari dalam gedung tinggi ini. Kata papa,
pemandangan dari lantai atas memang sangat indah dan terlihat lain. Apalagi saat fall seperti ini. Nampak kan daun di pohon yang berwarna merah cerah dan juga oranye? Dipadu dengan hamparan rumput hijau dan beton berwarna terang serta kendaraan berwarna-warni yang tertata di parkiran, pemandangan ini menjadikan siapa pun yang memandangnya menjadi betah. Ya ... Karena keindahan fall dari lantai 10 gedung Eigenmann ini menjadi tak biasa hehehe ... Kata papa, selain untuk kantor, Eigenmann juga
merupakan dorm (tempat untuk tinggal mahasiswa) dan juga ada dining hallnya (tempat untuk makan). Di gedung ini juga ada tempat penyewaan alat-alat berkegiatan di luar ruang (outdoor activities) dan dulunya, ada juga bookstore yang kemudian ditutup. Di Eigenmann juga ada Card Center (tempat pembuatan kartu untuk semua yang memerlukananya: mahasiswa, visiting scholar, faculty, staff dan seterusnya). Jadi, gedung bertingkat 14 ini memiliki banyak fungsi. Dari rumah, Eigenmann hanya berjarak sekitar 5 menit saja (kalau naik bus atau kendaraan sendiri). Kalau berjalan kaki, perlu waku paling lama 15 menit untuk sampai disitu.
Monday, November 11, 2013
Sunday, November 10, 2013
AT THE MCPL
Sepulang dari makan siang di Mr. Hibachi, Minggu 10 November 2013, aku ke MCPL (Monroe Country Public Library). Aku kembalikan beberapa buku yang kupinja
m minggu sebelumnya dan aku cari buku lain yang akan kupinjam untuk minggu depan. Setelah buku baru yang akan kupinjam kudapatkan, aku segera mengambil beberapa komik untuk kubaca di tempat. Aku memang biasanya menghabiskan waktu 2 jam untuk membaca di perpustakaan ini. Aturannya jelas, tidak boleh ada komik yang kupinjam dan kubawa pulang, jadi aku memutuskan untuk selalu membaca komik setiap kali berkunjung kesini. Selama aku membaca, papa mengambil gambar di luar library dari lantai 2, lantai dimana kami berada. O ya ... Kami kebetulan beruntung mendapatkan tempat parkir kendaraan di parking lot library siang ini.
Kalau sedang penuh, kami biasanya memilih parking lot yang berjarak 1 blok dari MCPL ini. Kalau kami memarkir kendaraan di parking lot MCPL, maka kendaraan hanya bisa diparkir maksimal 2 jam saja (free). Sementara itu, kalo kendaraan diparkir di parking lot milik IU (yang berjarak 1 blok dari MCPL tadi), tidak ada batas waktu berapa lama kendaraan bisa diparkir disitu. Karena jelas akan berada di library selama 2 jam, aku memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Hanya saja, di jam 3 sore, aku mendapat telpon dari temanku Richard untuk main bersama (play date) di
rumahnya di jam 4 sore. Saat papa mengatakan mau mengantarku ke rumah Richard, aku bilang pada Richard akan datang di jam 4 sore nanti. Karena jam 4 sore aku sudah harus berada di rumah Richard, kunjungan ke library pun keperpendek waktunya. Aku kembali ke rumah jam 3.30 sore dan mengambil perlengkapan bermainku yaitu bola basket. Jam 3.45 sore papa mengantarku ke rumah Ricahrd. Kami kemudian bermain bersama di salah satu park di dekat rumah Richard dan papa menjemputku kembali di jam 6 sore. Sungguh hari ini aku merasa happy karena bisa bermain sepuasnya dan bertemu dengan teman-teman baikku ...
MAKSIBAR: MR. HIBACHI
Minggu siang, 10 November 2013, udara sangatlah manis. Meski udara terasa dingin, tetap saja rencana kami keluar rumah tidak bisa kami batalkan. Awalnya, hari Minggu ini aku ada play date dengan teman-te
manku di YMCA. Namun, acara ini diajukan ke hari Sabtu sore kemarin. Papaku mengatakan kami perlu istirahat setelah seharian kami ke McCormick's Creek State Park, jadi papa tidak bersedia mengantarkan aku maen bareng temanku. Karenanya, Minggu ini acaraku menjadi sedikit berubah karena acara maen bareng teman-teman tidak jadi kuikuti. Lalu apa rencana kami? Kami akan ke library Monroe. Namun, sebelum ke library, kami akan makan siang bersama dulu. Dimana? Sudah pasti ke Mr Hibachi karena memang hanya tempat itu yang ingin kami datangi. Meski mama mengusulkan kami
mencicipi menu di tempat lain, aku dan papa tetap ingin ke Mr Hibachi. Ya sudah ... Akhirnya kami bertiga berangkat menuju tempat ini di jam 12.30 siang. Perjalanan kami lumayan lancar dan setelah kami sampai di parking lot yang penuh dengan kendaraan, kami tahu bahwa seperti biasanya, Mr Hibachi dipenuhi pengunjung tepat di jam makan siang ini. Saat kami memasuki tempat makan ini dan resepsionis meminta kami mengikuti salah satu petugas di salah satu table, mama mengatakan mama ngga
k mau kesitu. Mama bertanya pada petugas berapa lama kami mesti menunggu sampai bisa menuju table di ruang lain. Petugas mengatakan 5 menit. Mengapa mama nggak mau ke tempat yang ditunjukkan petugas? Kata mama, tempat itu nggak nyaman untuk makan. Selain serasa terpisah dari main dining room (tempat semua menu buffet tersaji), tempat itu juga terlalu dekat dengan restroom. Kata mama lagi, sudah pasti pengunjung tempat makan bisa memilih meja yang diinginkannya (kalau memungkinkan). Baru 2 menit menunggu, petugas memberi tahu kami kalau ada meja kosong.
Segera saja kami mengikuti petugas dan meja yang tersedia berada di area yang nyaman. Setelah kami duduk dan menyampaikan kepada petugas kami memesan air saja, kami segera bangkit dan menuju meja menu. Aku langsung menuju ke meja sushi, sementara papaku menuju ke meja mie. Mama kemana? Mama memilih sop hehehe .... Setelah piring pertama kami terisi beberapa menu, kami segera kembali ke tempat duduk. Kami pun siap menyantap pilihan kami. Coba perhatik
an gambar yang ada disini. Piring papa adalah piring yang berisi menu bakmi, oseng kacang panjang, sushi dan daging goreng pedas. Piringku berisi beberapa jenis sushi, mie putih (bihun), daging pedas dan juga crab rangoon. Piring mama berisi sushi, udang goreng tepung, daging ayam bumbu sate dan crab rangoon. Sup yang dipilih mama adalah sweet and sour soup. Hmmmm ... Semua nampak mengundang selera. Maklum, kami kan lapar hehehe ... Sebelum menu ini pindah ke perut, papa mengambil gambarnya terlebih dahulu. Baru sesudah
nya, kami bisa menghabiskannya. Tanpa tergesa, kami nikmati semua yang ada di piring kami. Karena sudah beberapa kali kami kemari, aku sudah mulai bisa mengira-ira apa saja yang kuinginkan dan berapa banyak porsinya. Kami nikmati makan siang di Mr. Hibachi dengan happy mengingat suasana di luar tempat makan ini juga sangat cerah dan bersahabat. Ya ... Sudah 2 hari ini cuaca sangat manis. Selain matahari bersinar dengan cerahnya, suhu yang awalmnya dingin mulai terasa menghangat menjelang siang hari. Cuaca manis yang seperti i
ni sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Makanya kami memilih menikmati siang yang manis ini dengan mengunjungi Mr. Hibachi. lalu, bagaimana kelanjutan ceritaku soal menu yang kami pilih di saat acara maksibar ini? Satu piring sudah kami cicipi. Sudah pasti kami musti berhenti sejenak sebelum kami memutuskan untuk bereksplorasi lagi hehehe ... Kami mengira-ira apa lagi yang akan kami ambil. Sudah pasti papa mengingatkan agar aku mengambil seperlunya saja. "Ingat, yang diambil harus dihabiskan. Jangan sampai diambil tetapi tidak dimakan. Itu
tidak benar". Kira-kira itu kata-kata yang disampaikan papaku. Aku pun kemudian berusaha untuk bertanggungjawab menghabiskan apa yang kupilih. Lalu, kami pun beranjak ke meja buffet lagi dan mencicipi menu lain. Kali ini aku menyertakan sup. Papa memilih udang dan mama mencicipi mie. Bersama dengan pengunjung yang sibuk berjalan kesana kemari, kami sempatkan mencari menu favorit kami yaitu roti manis (seperti donat) dan juga onde-onde. Kata mama, onde-onde ini nggak selalu ada. Karenanya, pas siang ini nemu onde-onde yang ber
ada di panci yang sama dengan cheese stick (keju batangan yang digoreng), mama segera mengambil 4 onde-onde hahaha ... Kata mama, onde-onde ini uenak rasanya ... Papa pun kemudian mencicipinya. Kalau biasanya onde-onde berisi kacang hijau, di Mr Hibachi onde-ondenya berisi kacang merah. Sama enaknya kok. Sungguh hehehe ... Selain onde-onde dan roti manis (kata mama sih lebih mirip donat), ada dessert favorit kami disini yaitu es krim. Dengan 3 macam pilihan rasa yang tersedia, kami bisa memuaskan rasa cinta kami pada es krim yan
g menurut mama "memiliki rasa jadul/jaman dulu". Siang itu kami memilih es krim dengan rasa strawberry dan cokat sebagai dessert. Es krim rasa vanilla kurang kami favoritkan karena coklat dan stawberry jauh lebih menggoda hehehe ... Kami juga mengambil beberapa macam buah (anggur, cantalope, jeruk mandarin) sebagai teman makan es krim. Anggur yang tersedia berwarna merah dan besar-besar. Hanya saja, bijinya banyak hehehe ... Aku juga senang membaca fortune cookies yang selalu disertakan dalam bill yang perlu kami lunasi. Di dalam fo
rtune cookies ini ada kertas yang bertuliskan kata mutiara (yang sesuai dengan kepribadian kita), hari baik dan nomor keberuntungan. Sudah pasti kami hanya percaya pada yang baik-baik saja hahaha ... Setelah berada di Mr. Hibachi selama kurang lebih 1,5 jam, kami kemudian menyudahi acara makan siang bersama ini. Ada kegiatan lain yang akan kami lakukan siang ini. Apakah itu? Seperti biasa, tiap minggu kan aku ada jadwal ke Monroe County Public Library. Ada buku yang perlu kukembalikan dan aku perlu meminjam
buku baru. Maka, kami pun kemudian bersipa kembali menuju ke kendaraan setelah tagihan diberesi. Sampai di luar tempat makan ini, kami sempatkan ambil gambar sejenak. Biasa, pasti mama yang punya usul hehehe ... Sesudahnya, kami segera bersiap menuju library dengan perut kenyang dan hati senang. Horeee ... Sampai ketemu lagi Mr. Hibachi. Kamulah salah satu tempat bersantap favoritku di B-twon ini. Gak bosan-bosannya kami datang ke tempat ini berkali-kali. Rasanya masih saja pingin terus hahaha ...
Thursday, November 7, 2013
IU WORLD'S FARE
Melihat judulnya, acara ini nampaknya menarik juga ... Pameran dunia di IU (mungkin terjemahanannya begitu). Apa yang dipamerkan? Menurut papa dan mama, akan ada pameran kebudayaan dari berbagai asosiasi/organisasi mahasiswa dari berbagai negara yang ada di Indiana Uni
versitu. Pameran sore ini menjadi penanda dimulainya pekan internasional di kampus IU. Ada berbagai banyak kegiatan seperti seminar, diskusi, pemutaran film, kunjungan pejabat dari sebuah negara yang akan memberikan kuliah umum, pentas budaya dan seterusnya. Dalam acara sore ini, acara utama yang diagendakan adalah pentas seni (akan ada penjurian: masing-masing student association menampilkan satu bentuk kesenian - umumnya dance/traditional one atau nyanyian), food stall (display aneka jenis barang kerajinan dan makanan dari berbagai student association) dan ramah tamah. Acara ini merupakan acara yang rutin digelar setiap tahunnya dan kata papa ada banyak sekali pengunjung yang biasanya datang dan berpartisipasi di acara ini. Na ... Malam ini papa dan ma
ma mengajakku ikutan datang di acara ini bersama beberapa teman. Selain karena mama belum pernah melihat atau datang di acara ini, mama juga ingin mencicipi aneka makanan yang tersaji di program ini. Dalam selebaran yang ada (di website, di koran kampus, di pamflet dan seterusnya), disebutkan bahwa akan ada kupon mencicipi 8 jenis makanan yang tersaji di acara sore ini. Kupon ini akan gratis diberikan kepada mahasiswa IU (selama mereka bisa menunjukkan university ID) atau kupon ini bisa dibeli seharga 4 dolar bagi pengunjung non mahasiswa. Karena hanya papa yang merupakan student IU, mama sudah mempersiapkan 8 dolar untukku dan mama saat kami mau membeli kupon nanti. Acara yang diadakan dari jam 5-8 malam ini menempati gedung IMU sebagai lokasi program. Karena mama baru menyelesaikan kegiatan di
jam 5 sore, kami memutuskan naik bus dari depan Evermann di jam 5.20 sore. Selain aku, papa dan mama, ada teman lain yang juga datang yaitu Rebecca, tante Zahra dan Asyraff. Om Pandu (ayah Asyraff) akan bertemu dengan kami setelah kelasnya selesai di jam 7 malam. Berombongan kami naik bus dari depan Evermann dan rupanya ada banyak penghuni apartment yang juga naik bus ini dan akan menuju lokasi World's Fare di IMU. Tepat di depan IMU, bus berhenti. Kami pun kemudian turun dari bus dan bergegas menuju Alumni Hall karena udara lumayan dingin. Sesampai di depan Alumni Hall, students (papa dan Rebecca) hanya perlu menunjukkan student ID dan mereka mendapat kupon mencicipi sample 8 makanan. Saat mama mengatakan aku dan mama perlu membeli kupon,
petugas mengatakan hanya mama yang perlu membeli tiket. Aku tetap diberi kupon/tiket tetapi tidak perlu membayar. Selain mama, tante Zahra juga perlu membeli 1 tiket. Sesudah semua tiket diperoleh, kami segeara masuk Alumni Hall dan melihat ramainya acara ini. Ada banyak sekali pengunjung yang datang dan mereka asyik melihat-lihat apa yang tersaji di berbagai meja students association. Selain berbagai barang kerajinan (ornamen, kartu pos, bendera, dst) ada juga kostum, peta dan aneka item yang didisplay di sekitar table stall tersebut. Di meja ini juga tersedia sample makanan yang bisa dicicipi (sudah tersedia di dalam mini cups yang tersaji secara rapi). Pengunjung tinggal mengatri, menyerahkan tiket, menunggu petugas melubangi tiket dan kemudian
menunggu petugas memberikan sampel makanan ini. Dari 20 meja yang tersedia, hampir semuanya dipenuhi pengunjung. Ada pengunjung yang hanya datang dan melihat apa yang ada di meja namun ada juga pengunjung yang mengantri untuk mencicipi sample food khas negara tersebut. Selain kami aku, papa, mama, tante Zahra, Asyraff, Rebecca, ada juga tante Melani, Ayesha, Adiba, tante Eka, Irda, Amru, Faiq, Zhikri, Zhifa. Om Pandu, om Syifa, om Muhtar dan om Kadek menyusul belakangan (setelah kelas mereka selesai). Aku juga bertemu Taki dan keluarganya serta Abdulaziz. Abdulaziz membantu student assosiation dari Uzbekistan. Malahan, aku sempat membantu Abdulasis di stand Uzbek karena mahasiswa Uzbek sedang unjuk kebolehan (menari) di panggung. Aku membantu melubangi tiket mencicipi food sample di stand in
i. Lumayan banyak juga yang datang dan mengacungkan tiket untuk kulubangi hehehe ... Lalu, apa sajakah food sample yang kucicipi? AKu jelas mencoba sample makanan Indonesia berupa oseng kacang panjang dan telor. Aku juga mencoba sample food Malaysia berupa ikang goreng tepung dengan saus asam manis. Lalu es leci dari Singapore juga enak dinikmati. Selain itu, nasi Uzbek (nasi, beef, egg, chicken dan rempah) gak kulewatkan. Mama mengatakan pumpkin soup yang disajikan mahasiswa Korea enak sekali. Selain itu, dessert (bread dan kismis) yang di-provide African Student Association enak juga. Mama juga sempat mencicipi makanan khas US yaitu makaroni dan cheese. Gimana dengan papa? Papa mencicipi salad sayur (mirip acar) dari Turki dan juga pastel dari salah satu negara (papa tidak mencermati nama student associationnya). Ya ... Aneka makanan yang disajikan oleh setiap student as
sociation memang tidak sama. Semua nampak menarik selera dan menggugah rasa penasaran. Selain ici-icip makanan, kami juga menonton tarian yang ditampilkan, seperti tari kipas dari China atau Taiwan, tarian dari Malaysia, tari Saman (Aceh) dari Indonesia dan beberapa tarian lainnya. Sesudah merasa cukup berada di dalam Alumni Hall, kami segera pulang. Aku, papa dan mama bersama om Pandu, tante Zahra dan Asyraff pulang bareng dengan naik bus lagi di jam 7.20-an. Suhu terasa semakin dingin dan hari bertambah gelap. Saat bus rute E datang, kami segera naik. Untung masih banyak tersedia kursi kosong. Kami pun bisa duduk dengan nikmat. Gimana kesanku atas acara hari ini? Sudah pasti aku happy bisa ikutan datang di acara ini soalnya aku bisa ketemu Abdulaziz dan teman-temanku yang lainnya hehehe ...
Wednesday, November 6, 2013
PECEL UNTUK MAKAN SIANG
Rabu, 6 November 2013, papa dan mama menyiapkan menu yang sedikit spesial yaitu pecel. Pecel ini menjadi spesial karena papa dan mama men
emukan bayam (spinach) dengan harga spesial hehhehe ... Rebusan bayam, sprout, carrots, cabbage ditambah potongan tomat dan timun menjadikan pecel syur terasa komplit siang ini. Bumbu pecel jelas bisa dibeli di toko Asia jadi kami tidak perlu repot menyiapkannya. Blok bumbu tinggal kami masukkan ke mangkok dan kami tambahi air hangat untuk mengencerkannya. Rasanya pecel ini sudah komplit. Eits ... Tunggu dulu. Kata mama, biar tambah lengkap, kami perlu menggoreng telor (mata sapi) sebagai teman si pecel. Setelah semua siap, segeralah pecel sayur
ini pindah tempat dari piring menuju perut hehehe ... Kata papa dan mama, mereka beruntung menemukan bayam di toko Asia itu. Malahan, kata papa, nampaknya baru sekali ini mereka beli bayam yang sangat mirip dengan yang biasa kita konsumsi sebelumnya. Maka, papa dan mama bersemangat memasak pecel begitu ketemu bayam ini. Yang langsung muncul adalah ide membuat pecel setelah ketemu bayam hehehe ... Pecel yang kami nikmati di saat cuaca mendung seperti ini terasa sangat nikmat. Meski tidak selezat pecel Madiun atau pecel yang
lainnya, paling tidak pecel bayam siang hari ini mengobati kerinduan akan rasa pecel buatan tanah air. Apalagi dipadu denga telor mata sapi dan nasi hangat ... Wa ... Terasa sekali kalo kami ingin makan banyak hahaha ... Kalo melihat postingan gambar pecel yang ada disini, tentunya ada sedikit yang berbeda ... Apa itu? Pecel kami letakkan di dekat jendela. Kok gitu? Iya ... Kata papa dan mama biar kelihatan saat diambil gambarnya. Kenapa musti diletakkan di dekat jendela? Kalau ingin ada penerangan, kenapa gak menyalakan lampu saja?
Itulah ... Kok itulah? Papa dan mamaku memang tidak ingin menggunakan cahaya lampu saat pecel difoto. Biar kelihatan kalo di luar rumah cuaca lagi mendung bangets (bahkan gerimis turun) hehehe ... Na ... Apalagi yang ditunggu? Ayo segera ciptakan pecel yang gampang menyiapkannya. Hanya perlu merebus sayuran dan mengencerkan bumbu pecelnya. Kalau mau ada tambahan lauk seperti telor mata sapi, tempe goreng atau tahu bacem sudah pasti akan membuat pecel semakin komplit hehehe ...
Monday, November 4, 2013
WELCOME BACK SMALL GATHERING FOR LORI
Senin, 4 November 2013, mama dan teman-temannya mengadakan acara kumpul-kumpul dan makan siang bersama dalam rangka kembalinya salah satu teman mama ke kantor, setelah 1 bulan ia beristirahat di rumah karena kecelakaan. Acara siang ini menjadi acara y
ang ditunggu-tunggu karena mama dan teman-temannya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan temannya yang baru pulih dari sakit ini. Ya ... Sangat wajar kalau kita ikut merasa sedih dan prihatin atas peristiwa kurang enak yang terjadi pada teman kita. Karenanya, mendapat kabar Lori (teman mama yang kecelakaan) akan datang di hari Senin, semua teman di Evermann pun bergembira. Mama dan teman-temannya kemudian mengadakan acara kumpul bareng di saat makan siang hari Senin tersebut. Mama dan teman-temannya melakukan
pitch in dan uang yang terkumpul dibelikan roti tawar, spread, beef, chips dan juga cake. Teman mama Mary dan Meg yang berbelanja keperluan acara siang hari itu, sementara mama dan Lori menunggu di kantor saja. Lori tidak diberitahu akan adanya acara makan siang bersama ini. Saat semua siap, barulah Lori diajak ke ruang 119 (Conference Room) untuk menikmati makan siang bersama. Di meja saju, sudah tersedia menu acara siang ini termasuk utensilnya. O ya ... Es krim dua rasa, coklat dan vanila tersedia juga disitu. Sambil menikmati acara makan siang ini, Lori dan te
man-teman lainnya mengobrol tentang apa yang terjadi pada Lori. Menurut mama, Jum'at malam (25 Oktober) Lori menginap di rumah ayahnya. Sabtu pagi, saat Lori akan bertemu temannya, Lori mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan yang ditumpanginya "went off roand and hit the tree". Lori pingsan sesudahnya dan saat sadar Lori sudah ada di rumah sakit. Lori mengalami patah sendi kaki kiri dan collar bone (tulang di bawah leher, di atas dada) karena air bag yang keluar dari dashboard kendaraan. Lori kemudian memutuskan untuk tidak melakukan pemasangan pin di kakinya (tidak ada oper
asi) dan memilih mengistirahatkan kakinya selama 4 - 6 minggu. Ternyata, kata Lori lagi, 4 minggu berada di rumah tanpa melakukan apa-apa sudah membuat Lori tidak kerasan. Lori kemudian meminta ijin dokter untuk masuk hari Senin kemarin dan juga meminta ijin associate director (Tim) untuk masuk kantor lagi. Setelah Tim mengatakan OK, Lori kemudian memulai kerja kembali di hari Senin tanggal 4 November. Dalam email yang dikirim Tim, disebutkan bahwa Lori akan sangat terbatas geraknya, jadi, Lori akan lebih banyak
berada di mejanya untuk mengerjakan business report, mengirim email dan menjawab telepon. Semua yang ada di Evermann menyambut kembalinya Lori ke kantor dengan happy. Acara gathering hanyalah salah satu wujud perhatian atas kegembiraan yang dialami mama dan teman-temannya. Wujud perhatian lainnya adalah mama bersama teman-temannya mengumpulkan donasi dan juga mengisi kartu ucapan agar Lori cepat sehat kembali. Pastinya, meski Lori belum ngantor full (hanya sampai jam 12.30), mama dan teman-temannya merasa hepi dan kantor Evermann pun terasa utuh kembali.
Sunday, November 3, 2013
FALL 2013: AROUND APARTMENT HOUSING
Minggu, 3 November 2013, kami bertiga sudah siap keluar rumah di jam 10 pagi. Mama menyiapkan payung dan kursi kecil yang akan kami ikutkan di kegiatan pagi hari itu. Memangnya kami mau kemana? Kami mau foto bareng heheh
e ... Hanya saja, kali ini mama menginginkan kami membawa asesories yang akan kami pergunakan di saat kami mengambil gambar. Kata mama lagi, biar kami bisa berpose dengan gaya lain hahaha ... Segera saja kami keluar rumah setelah semua peralatan yang diusulkan mama kami bawa. Sudah pasti pagi itu kami menyantap sarapan dulu sebelum kami memulai acara jalan-jalan hari ini. Kami merasa hepi karena cuaca sangatlah manis. Matahari bersinar dengan hangatnya dan angin bertiup lembut. Acara jalan-jalan kali ini akan dilakukan di sekeliling rumah saja. Maklum, papaku sedang ada kegiatan yang tidak bisa diting
galkan. Mamaku juga mengatakan, kami hanya akan berjalan-jalan selama 1 jam saja, karena mama tidak mau berpanas-panas hahaha ... Setelah keluar rumah, lokasi pemotretan pertama kami adalah halaman samping Evermann. Kata mama, dengan latar belakang hutan yang masih memiliki daun berwarna-warni yang belum rontok, gambar akan menjadi indah. Di halaman samping Evermann ini, kami juga melihat ada playground kecil yang memiliki swing (ayunan) dan picnic table. Sudah pasti keduanya juga menjadi asesories pengambilan gambar. Kami bergantian duduk di swing dan juga di picnic table. Sesudahnya, kami berjalan masuk ke dalam hutan kecil yang bersebelahan persis dengan play gro
und. Mama meminta kami berpose di antara pepohonan yang memiliki daun berwarna warni dan juga daun yang berguguran. Daun berguguran yang ada di atas tanah menjadi salah satu subyek pengambilan gambar karena, kata mama, ini merupakan salah satu ciri khas musim gugur. Kami berjalan di antara pepohonan dan kami rasakan sinar matahari menerangi di sela-sela daun. Karena kami selalu ingin punya gambar bertiga, papa tidak lupa membawa tripod agar acara pengambilan gambar bertiga terlaksana tanpa gangguan hehehe ... Sesudah masuk hutan, kami kemudian menuju lokasi piknik lain yang masih ada
di seputaran Evermann. Lokasi piknik yang dimaksud adalah sesuai dengan yang mama pilih. Apa yang menjadi pilihan mama? Pohon yang memiliki daun berwarna-warni. Kalau di halaman samping Evermann tadi daun yang ada di pohon mayoritas berwarna kuning, kali ini mama memilih pohon yang memiliki daun yang berwarna oranye atau merah. Kami beruntung masih bisa menemukan daun berwarna-warni ini di sekitar tempat kami tinggal. Daun berwarna merah dengan mudah kami temukan di dekat kompleks BBHN (Banta, Bicknell, Nutt dan Hepburn = nama apartment) dan SRSC (sarana olahraga bagi mahasiswa IU ata
u siapa saja yang tertarik kesitu). Di halaman BBHN dan SRSC yang luas, kami melihat ada banyak pohon berwarna-warni. Karenanya kami mengambil gambar sepuasnya di kedua lokasi ini. Selain berdiri bertiga, kami juga duduk di picnic table, duduk di kursi beton dan juga duduk di kursi yang kami bawa dari rumah. Mama pun tak lupa mengembangkan payungnya beberapa kali di saat pengambilan gambar dilakukan. Sungguh kami beruntung bertemu hari cerah seperti ini. Dengan bekal payung dan kusri, kami nikmati keindahan fall dengan berjalan ke luar rumah dan mengambil foto sepuas-puasnya sebelum semua daun rontok/gugur. O ya ... Kami juga bertemu dengan beberapa orang yang juga mengambil gambar
seperti kami. Mereka membawa kamera dan berpose di depan atau dengan latar belakang dedaunan beraneka warna tersebut. Hari ini menjadi sempurna, mengingat matahari bersinar dengan teriknya, menjadikan udara tidak terasa dingin. Setelah puas mengambil gambar, kami pun segera bersiap pulang mengingat jam sudah menunjuk angka 11 siang. Ternyata kami sudah berjalan-jalan selama kurang lebih 1 jam. Tak terasa memang! Hampir lupa ... Hari ini kami juga mengubah jam. Jam dimajukan 1 jam lebih awal. Jadi, kalau sekarang jam menunjuka angka 11 siang, sama artinya dengan jam 12 siang di hari sebelumnya. Kenapa begitu? Ya memang beginilah pengaturan waktu di US. Saat musim gugur
menjelang musim dingin tiba, jam akan maju sejam. Jam akan mundur 1 jam di saat musim semi menjelang musim panas datang. Dengan demikian, lama siang hari di US menjadi seperti berganti-ganti hehehe ... Segera saja kami membawa kembali asesories pengambilan gambar hari ini berupa payung dan kursi. Mama sengaja membiarkan payung terbuka karena mama gak mau kepanasan. Penasaran dengan hasil foto kami hari ini? Silahkan cermati gambar yang diposting mama. Warna dominan acara pengmabilan gambar hari ini? Merah. Itu termasuk kostum yang kami kenakan hehehe ... Fall yang indah bukan?
Subscribe to:
Posts (Atom)