Meski dingin, di hari Minggu 16 Februari 2014 ini papa dan mamaku mengajakku masuk kampus. Kebetulan salju masih ada dan sinar matah
ari bersinar dengan manis. Kata papa, mumpung memungkinkna, kami akan ambil gambar di dekat Bryan Hall. Bryan yang berada di dalam kampus memang dikelilingi "hutan kampus" yang cantik. Di situ, kita bisa melihat ada jembatan, lampu jalan, pepohonan, aneka gedung dan juga sidewalk yang asyik. Selama tinggal disini, kami belum pernah mengambil gambar dengan latar belakang gedung dan lingkungan asri yang ada di dalamnya. Kami beruntung bisa mendapat parking spot di dekat gedung mengingat biasanya tempat itu ng
gak pernah kosong. Segera saja setelah kendaraan diparkir dengan rapi, kami keluar dan memulai kegiatan berfoto ria. Mula-mula, suhu terasa bersahabat namun lama-lama dingin juga rasanya hehehe ... Meski papa dan mama betah berada di luar ruang dan membujukku untuk menikmati salju, aku tidak tertarik untuk mengikuti orang tuaku. Akhirnya, papa dan mama memintaku mengambil gambar karena aku ogah diajak mama berpose hahaha ... Mama dengan semangat berjalan menysuri sidewalk dan juga menginjak salju. Salju masih terasa
tebal dan belum banyak yang mencair. Kalau memperhatikan beberapa gambar disini, tumpukan salju lumayan tinggi kan? Ya memang itulah yang ada di Bloomington. Tumpukan salju terasa merasa di semua bagian Bloomington. Hanya saja, karena kami tinggal di kampus, kami beruntung karena public facility (jalan, parking lot, sidewalk, driveway, dst) sudah dibersihkan segera setelah salju reda. Jadi, kami (warga kampus) bisa beraktifitas biasa. Dalam siarannya, weather channel memang pern
ah menyebutkan bahwa musim dingin di Midwest kali ini termasuk yang luar biasa. Ini dikarenakan suhu yang drop (sampai minus banyak) yang mengakibatkan semua beku dan juga lamanya musim dingin (dengan suhu drop terus-terusan) menyebabkan winter seperti nggak berakhir hehehe ... Yang jelas, acara kami berjalan-jalan di kampus harus segera disudahi karena suhu makin terasa adem. Meski kami melihat ada banyak pengunjung berjalan-jalan di sekitar Bryan Hall atau pun berolah raga di atau lewat tempat ini, kami tetap ingi
n masuk ruang. Sebab, sinar matahari lama-lama tidak bisa membantu kami mengurangi suhu dingin ini ... Aku dan mama bergegas kembali ke kendaraan, sementara papa mengambil beberapa gambar di sekitar Bryan Hall. Kalau dipikir-pikir, salju yang menghampar memang sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Karena tahu bahwa salju tidak terus-terusan ada, papa kemudian banyak mengambil gambar dengan background salju ini. Mama sendiri senang sekali dengan sidewalk yang memiliki salju di kanan-kirinya. Kata
mama, pemandangan seperti ini musti diabadikan hehehe ... Kata mama lagi, deretan pepohonan tanpa daun yang terbenam di hamparan salju juga sayang kalau dilwatkan. Makanya mama nggak males menginjak-injak salju demi berpose di dekat pohon hahaha ... Dalam postingan mamaku kali ini, hanya ada 1 gambarku dan mama di depan jembatan. Gambar ini diambil papaku meski aku ogah-ogahan berpose saat itu. Makanya, wajahku terlihat nggak ceria kan? Hehehe ... Kadang aku heran dengan kedua orangtuaku yang selalu menyempa
tkan diri mengambil gambar di berbagai tempat. Mamaku selalu saja mengatakan, "Jangan sampai momen bagus kita lewatkan tanpa gambar." Aku sudah pasti setuju dengan ini, hanya saja, ternyata lama-lama semua momen terasa bagus bagi mama, jadi kegiatan ambil gambar pun kadang tanpa direncanakan alias tiba-tiba. Kan orangtuaku selalu membawa kamera, jadi, aku musti siap sedia diajak berburu momen kapan pun itu meski aku gak selalu mau. Salah satu contohnya ya hari ini tadi hahaha ...
Sunday, February 16, 2014
RED LOBSTER: 15TH WEDDING ANNIVERSARY
Minggu siang, 16 Februari 2014, papa dan mama mengajakku makan siang di salah satu tempat makan yang ada di jalan ketiga, yang bernama Red Lobster. Tempat makan ini merupakan salah satu tempat makan denga
n model franchise sehingga bisa ditemukan di banyak tempat di negara ini. Kenapa kami memilih tempat ini? Karena kami ingin merayakan sesuatu yang spesial atau istimewa hari ini. Apa itu? Perayaan 15 tahun pernikahan papa dan mamaku. Jadi, kata mama, kami punya alasan baik untuk menikmati apa yang tersaji disini hehehe ... Suahu udara yang masih saja dingin sejak pagi tadi (bahkan sempat hujan) tidak menjadikan kami malas keluar rumah. Dan saat kendaraan kami sampai di parking lot tempat makan ini, kami lihat hampir semua spot teris
i kendaraan. Kami beruntung karena kami melihat ada satu kendaraan meninggalkan parking lot tepat sebelum kami sampai di parking lot di depan tempat makan ini. Segera saja papa memarkir kendaraan di situ dan kami bergegas turun dan masuk tempat makan ini. Kami sampai di foyer (ruang perantara tempat pengunjung mengantri sebelum sampai di depan meja resepsionis) dan kebetulan kami tidak melihat ada antrian di depan kami. Petugas dengan ramah menanyakan, "Here or to go" dan setelah kami menjawab "Here" petugas menanyakan berapa orang ya
ng akan bersantap. Kompak kami menjawab 3 (orang). Petugas kemudian mengantar kami ke sebuah tempat duduk dan mempersilahkan melihat kami melihat buku menu yang diberikan pada kami. Sebagai pembuka, petugas menanyakan kami ingin memesan minuman apa. Papa dan mama menjawab, "Water, please." Sementara aku menjawab, "Can I have sweet ice tea please?" Petugas kemudian mencatat pesanan kami dan kemudian mempersilahkan kami membuka buku menu. Menurut website Red Lobs
ter yang kami buka semalam, tempat makan ini menyajikan aneka makanan ala US. Ada sandwich, burger dan steak. Namun, sesuai namanya, tempat makan ini menyajikan aneka olahan berbahan udang, ikan, lobster dan makanan laut lainnya. Rangkaian menu yang tertera di buku menu diawali dengan appetizer, main dish (terbagi atas menu lunch dan dinner), dessert dan tentunya side dish serta aneka minuman. Dari berbagai macam pilihan itu, kami sudah memutuskan untuk memesan 1
appetizer dan 3 main dish. Itu saja. Tanpa dessert karena mama mengatakan aku tidak akan sanggup menghabiskan semuanya hehehe ... Lalu, apakah yang kami pesan? Kami memutuskan akan memesan appetizer bernama Shrimp Nachos Crispy tortilla chips topped with tender shrimp, creamy Cheddar and Monterey Jack cheese, fresh pico de gallo, jalapeƱo peppers and sour cream (keripik jagung dengan cocolan salsa dan keju serta udang plus sour krim). Dalam gambar (di buku menu) menu ini nampak uenak hehehe ... Mama dan aku memang sangat menyukai nacho
(keripik jagung) yang bisa dipilih sebagai menu pembuka ini. Selain porsinya biasanya lumayan besar, rasa nacho memang selalu menarik hati. Kami juga sudah memutuskan mau memesan apa (main dish) saat petugas kembali ke meja kami. Apa saja yang akan kami pesan? Aku memilih menu yang bernama Wood-Grilled Southwest Chicken Sandwich (Topped with applewood smoked bacon, crispy onion rings, Cheddar cheese and creamy BBQ sauce. Served with french fries). Papa memilih menu Garlic Shrimp Scampi (Tender shrimp oven-broiled i
n garlic butter sauce. Served with choice of side). Dan mama memutuskan akan memesan Hand-Breaded Shrimp (One dozen shrimp fried to a golden brown. Served with choice of side). Untuk side dish aku dan mama sama-sama akan memilih kentang goreng, sementara papa memilih brokoli rebus. O ya ... Papa dan mama juga memesan salad karena salad termasuk dalam paket menu yang dipilih papa dan mama. Nampaknya meja kami akan penuh ya? Hehehe ... OK, kumulai ceritaku m
engenai urut-urutan makanan yang datang ke meja kami ya. Saat petugas datang membawakan minuman yang kami pesan, petugas juga membawa satu wadah kecil berisi roti (yang sering disebut sebagai biscuit). Petugas kemudian bertanya pada kami apa appetizer yang akan kami pesan. Kami menjawab nacho. Petugas kemudian mencatat pesanan kami dan mempersilahkan kami mencicipi biscuit yang dibawanya. Biscuit atau roti made in Red Lobster ini kemudian kami cicipi. Wa ... Ternyata enak sekali rasa biscuit ini. Roti
sebanyak 4 buah ini langsung habis dalam sekejab hahaha ... Tak lama petugas datang mengantar nacho pesanan kami dan mama bertanya apakah kami bisa mendapat biscuit lagi. Petugas menjawab, "Sure." Petugas juga sekaligus menanyakan apakah kami siap memesan makanan utama? Kami menjawab ya dan petugas mencatat apa yang kami pesan. Petugas tersebut kemudian meninggalkan meja kami dan kembali tak lama kemudian dengan membawa biscuit dan juga salad. Wa ... Meja nampak mulai penuh. Kami pun kemudian mulai menikmati apa yang ada di atas meja tanpa tergesa-gesa. Keranjang biskuit kedua ini
kami habiskan bergantian dengan salad yang menjadi bagian dari paket menu utama. Bagaimana dengan appetizer berupa nacho? Kami cicipi juga dan ternyata rasanya asyik ... Sambil menikmati apa yang ada di meja, kami melihat bahwa dining room tempat kami bersantap memiliki ukuran besar dan hampir tidak ada kursi kosong siang itu. Maklum, kami datang bertepatan dengan jam makan siang dan hari libur pula. Jadi, nggak heran kalau tempat makan ini lumayan ramai dan penuh. Melihat petugas membawa baki besar berisi
aneka menu yang dipilih pengunjung menjadikan kami semakin bersemangat menikmati apa yang tersaji di meja kami. Hmm ... Gak sabar rasanya menunggu makanan utama kami sampai di meja kami. Dan saat petugas mengangsurkan 3 piring porsi berukuran lebih dari cukup ke meja kami, kami segera saja tahu bahwa kami tidak akan sanggup menghabiskan semua yang ada di meja hehehe ... Kami sudah merasa kenyang dengan biscuit, nacho dan juga salad yang kami habiskan sebelumnya. Main dish pilihan kami nampak me
narik hati. Namun, kami perlu waktu untuk menikmatinya hehehe ... Ya ... Kami kemudian memulai acara santap menu utama dengan doa yang kupimpin. Doa berisi ucapan terima kasih atas rejeki yang boleh kami terima dan juga semua berkat dan rahmat yang boleh kami rasakan. Kata mama, tak terasa usia pernikahan yang ke-15 sudah mereka jalani. Tak terasa pula, aku sudah hampir 14 tahun hehehe ... Semoga papa dan mamaku selalu sehat dan happy. Dan pastinya, sering nraktir aku mencicipi berbagai menu di berbagai tempat makan hehehe ...
Setelah merasa cukup menikmati acara makan siang dalam rangka HUT pernikahan orang tuaku, kami kemudian bersiap meninggalkan tempat ini. Berhubung piring mama masih penuh, mama meminta to go box untuk apa saja yang bisa kami bawa pulang. Jangan salah ... Daripada membuang makanan, kami memilih untuk membawa pulang apa yang kami beli. Setelah semua tagihan kami bereskan, kami bergegas keluar tempat makan ini dan segera menuju kendaraan. Dingin masih saja terasa sehingga kami nggak betah berlama-lama berada di luar ruangan.
Saturday, February 15, 2014
IGA BAKAR & NASGOR KAMBING
Ini sebenarnya sudah beberapa kali dimasak papa dan mamaku. Apa itu? Iga bakar dan nasi goreng. Iga bakar ini berbahan daging kambing dan bisa
dibeli di Walmart. Meski tidak sering membelinya, setiap membeli iga, papa dan mamaku memilih cara olahan sbb: (1) iga kambing dipotong kemudian dicuci (2) iga kambing bersih kemudian dimasak dengan pressure pan dan dibiarkan empuk dengan bumbu tambahan berupa garam, merica, bawang putih, sedikit jahe dan juga ketumbar (3) sesudah iga kambing lunak, iga ini akan dimarinate dengan bumbu tambahan berupa bawang putih, bawang bombay (diblend) dan juga kecap serta bumbu barbeque dan diamkan beberapa saat (4) panggang iga kambing ini di suhu
425 dan jangan lupa dibalik. Hasilnya? Silahkan lihat gambar yang ada di sini. Iga kambing bakar ini kemudian disantap dengan nasi putih, sambal dan juga lalapan (tomat, ketimun, kobis) plus kerupuk. Membayangkan iga bakar hangat dengan nasi panas saja sudah menggugah selera, apalagi ada sambal yang menyempurnakan rasa hehehe ... Selain iga bakar, papa dan mamaku juga mengolah iga kambing ini menjadi tongseng dan juga nasi goreng iga. Coba perhatik
an gambar yang ada disini. Nasi goreng ini disiapkan dengan cara seperti biasanya. Hanya saja, iga kambing ditambahkan dalam nasi goreng kali ini. Biar sedikit berbeda dengan tampilan iga bakar, papa dan mama memotong-motong iga empuk ini menjadi potongan kecil-kecil. Hasilnya? Silahkan diperhatikan dalam gambar yang juga diposting. Kata papa dan mama, menyantap iga kambing gak boleh sering-sering. Kenapa? Kolesterol tinggi hehehe ... Sebagai informasi, daging kambing sebenarnya ters
edia di berbagai grocery store, namun, yang paling menarik hati papa dan mama adalah iganya. Nggak tahu kenapa, rasanya kok kurang tertarik saja pada bagian lain daging kambing yang ada di meat section. Mungkin karena kerinduan menyantap sate kambing menjadi terobati dengan adanya iga bakar kambing ini. Kata papa dan mama, daging enak disantap ketika daging terasa empuk. Kalau tidak empuk, rasa daging terasa kurang nendang hehehe ... O ya ... Gambar ini diambil tepat ketika kami belum mulai bersantap. Sesudah kami bersantap, semua tandas tak tersisa hehehe ...
SNOW AROUND IU STADIUM
Hari Sabtu, 15 Februari 2014 jam 12.30 sampai 3.30 sore aku ada acara di sekolah. Apa itu? Latihan bersama dengan klub science dal
am rangka persiapan lomba science Sabtu depan nanti. Papa mengantarku di jam 12.10 siang dan aku sampai di sekolah 10 menit kemudian. Sepulang dari mengantarku, papa mampir ke stadium sebentar dan mengambil beberapa gambar disitu. Salju masih belum mencair karena semalam salju masih turun. Di hari Jum'at kemarin, kami pulang sekolah lebih cepat karena dikhawatirkan salju tebal akan turun hari itu. Dan memang salju beneran turun sejak jam 3 sore sampai malam hari. Maka dari itu, di hari Sabtu siang ini, salju masih saja lumayan tin
ggi. Meski matahari bersinar dengan cerah, salju tetap saja nggak mau pergi. Maklum, salju yang menumpuk lumayan tebal, jadi perlu cahaya matahari yang banyak dan lama untuk mencairkannya. Dalam gambar yang diposting disini nampak stadium utama IU yang diselimuti salju. Ada juga trailer besar yang selalu terparkir disitu (di salah satu bagian dari stadium). Trailer besar ini nampaknya merupakan salah satu property milik IU Sport/Atletic Department. Di bagian samping trailer nampak tulisan beberapa sponsor untuk unit kegiatan ini. Selain itu, yang
ada hanyalah putih yang terhampar dimana-mana. Di beberapa bagian, salju yang meleleh menjadikan aspal basah. Papa tentu saja harus berjalan berhati-hati saat mengambil gambar karena siapa tahu ada es (salju atau air membeku) yang ada di permukaan aspal. Dalam gambar, nampak juga parking lot yang diselimuti salju dengan kendaraan di atasnya. Kendaraan diparkir di atas salju yang nampak belum dibersihkan. Setahuku, selain jalan utama, parking lot juga merupakan salah satu tempat yang biasanya dibersihkan petugas. Parking lo
t yang dimaksud adalah parking lot yang merupakan bagian dari university atau milik pemerintah. Sarana dan prasarana publik memang yang perlu diprioritaskan untuk dibersihkan dengan alasan keselamatan. Kata papa, sebentar saja papa berada di stadium untuk mengambil gambar. Sesudah merasa cukup, papa kemudian kembali ke rumah. Tunggu dulu, mama nggak ikutan? Nggak ... Kemana? Mama memilih tinggal di rumah saja. Ada beberapa hal yang perlu mama lakukan pagi ini. Jadi, mama nggak melihat acara ambil gambar di stadium ...
Thursday, February 13, 2014
BELANJA ONLINE ALA MAMA
Mamaku membawa pulang satu dus besar. Kata papa, ini adalah paket yang dopesan mamaku beberapa hari sebelumnya. Sebelum membuka isi paket, mama meminta papa untuk mengambil gambar terlebih dahulu heh
ehe ... Setelah foto didapatkan, barulah kardus dibuka. Di dalam kardus, ada 2 lagi kardus yang tertutup rapat. Kardus berukuran sedang dan kecil ini juga diambil gambarnya setelah dikeluarkan dari kardus besar. Setelah kedua kardus dikeluarkan dan diambil gambarnya, barulah aku dan mama membuka apa isi kardus. Aku sebenarnya bisa membayangkan apa yang ada di dalam kardus karena aku ikutan dalam acara pemilihan aneka barang yang ada di dalam kardus. Maksudnya apa nih? Maksudnya, mama kan ingin sekali-sekali mencoba apa itu belanja online. Papaku kemudian mengajari hehehe ... Situs belanja yang dipilih adalah situs belanja aneka bahan makanan khas tanah air. Kebetulan, ada beberapa bahan makanan yang belakangan ini tidak te
rsedia di Asian store, jadinya, sekalian praktek belanja online sekalian membeli beberapa barang keperluan dapur yang dibutuhkan. Cara belanjanya bagaimana? Ya nyalakan komputer terus cari nama situs penyedia aneka barang yang kita perlukan hehehe ... Jangan lupa, sebelum memesan barang, perhatikan rating reviewnya (penilaian pembeli sebelumnya atau pengguna situs ini). Kalau OK, barulah kita menelusuri lebih detail apa saja yang kita cari. Panduan ini jelas atas rekomendasi papa hehehe ... Setelah papa menyatakan situs ini OK, barulah aku dan mama melihat katal
ok online yang tersedia. Apa saja yang kami cari? Gula jawa, kerupuk mentah, kecap, merica and beberapa snack dan juga mie instant. Karena paling murah, mie instant kami pilih dalam bentuk paket. Setelah semua bahan yang kami cari sudah kami dapatkan, papa kemudian mengajari mama bagaimana caranya memasukkan pilihan kami tadi ke dalam keranjang belanja (cart). Sesudahnya, kami akan melihat total harga yang musti dibayar. Apabila kita memesan dengan jumlah tertentu, tidak ada biaya shipping (pengiriman barang) yang dikenakan pada kita. Dan kebetulan, total pesanan kami malam ini lebih sedikit dari minimum pesan
free shipping. Setelah meneliti sekali lagi dan OK dengan daftar belanjaan online kami, papa segera melakukan proses pembayaran secara online. Sesudahnya, kami tinggal menunggu barang datang. Dan hari ini, Kamis 13 Februari 2014, dus pesanan kami datang. Yang penting dilakukan saat mengeluarkan barang dari dus adalah melihat tanggal kadaluwarsa barang. Siapa tahu ada produk yang sudah tidak layak dikonsumsi. Semua barang masih sangat layak dikonsumsi dan mama pun menyimpannya di rak penyimpanan. Sebelum disimpan, hasil belanja via online ini diambil gambarnya terlebih dahulu hehehe ...
Wednesday, February 12, 2014
ES AGAR-AGAR DI SAAT WINTER
Rabu sore, 12 Februari 2014, mama nampak asyik membuat sesuatu di dapur. Mama memintaku membuka kaleng longan dan menuangkannya ke sebuah wad
ah. Kulihat di dalam wadah itu sudah ada serutan agar-agar. Ya ... malam sebelumnya mama memang membuat agar-agar dan mendinginkannya seharian. Ternyata, mama kemudian menyerut agar-agar beku ini dan memasukkannya ke dalam wadah sebelum longan satu kaleng kutambahkan di dalamnya. Mama kemudian memintaku memberitahu papa untuk membawakan es batu dari Evermann. Saat papa datang, es batu yang dibawa papa dimasukkan ke dalam wadah ini dan kemudian mama menambahkan susu kental manis di atas c
ampuran es batu, longan dan agar-agar serut. Campuran ini didiamkan sebentar agar es mencair dan bercampur dengan susu dan air gula dari longan tadi. Sambil menunggu es batu mencair, mama mengaduk-aduk wadah ini dengan sendok. Waduh ... Rasanya nggak sabar menunggu es ini siap hehehe ... Begitu mama bilang, es dah siap, segera saja aku mengambil gelas dan merasakan es agar-agar ini. Gimana rasanya? Sedap banget ternyata hehehe ... Tak puas hanya 1 gelas, aku menambahkan lagi 1 gelas saking enaknya ... O ya ... Es ini kami nikmati di saat salju masih sangat banyak di luar rum
ah dan juga suhu dingin masih kami rasakan. Dingin-dingin kok minum es? Dingin dan minum es nggak ada hubungannya hehehe ... Yang terjadi adalah, kalau ingin minum es, ya minum saja, tidak usah menunggu sampai spring atau summer datang. Bagi orang sini, minum es teh, es krim di musim dingin bukanlah sesuatu yang aneh. Memang kebanyakan orang menikmati minuman hangat di saat musim dingin, namun tidak berarti tidak ada yang menikmati minuman dingin di musim dingin hehehe ... Mama juga selalu menyimpan tehnya di dalam lemari pendingin sebelum diminum. Kata mama, teh dingin rasanya lebih enak dari teh anget hehehe ... Jadi, sah-sah saja menikmati minuman dingin di saat musim dingin ...
Monday, February 10, 2014
DITRAKTIR PIZZA (BULAN LALU)
Na ... Yang ini adalah pizza gratis. Maksudnya apa? Hari itu mama dan temannya kan merencanakan makan siang dengan menu pizza. Selain m
engorder, teman mama ini mengambil pizza yang dipesan dan juga membayar pizza yang dipesan. Kok gitu? Kan biasanya kalo makan siang bareng modelnya pitch in atau go dutch? Kali ini nggak. Beberapa hari sebelumnya memang mama dan temannya makan siang bareng juga, na ... saat itu mama yang pesan menu makan siang roti isi dan mama yang traktir. Makan siang di hari berikutnya (1/17/2014) gantian mama yang ditraktir. Hanya saja, teman mama juga membelikan 1 boks pizza untukku. Jadilah sepulang sekolah sore itu aku bisa menikmati pizza sepuasnya hehehe
... Teman mamaku ini paling suka dengan pizza buatan rumah pizza Little Caesar. Rumah pizza ini modelnya franchise dan setahuku mereka tidak memiliki dining room. pengunjung yang ingin menyantap pizza bikinan Little Caesar nampaknya hanya bisa beli langsung di tempat untuk kemudian dibawa pulang, atau pesan dan ambil kemudian. Rumah Pizza Littele caesar menempati lokasi di salah satu kompleks pertokoan. Tempatnya biasanya tidak terlalu besar karena memang tidak ada dining roomnya. Teman mama paling suka denga
n topping jamur dan keju di atas pizzanya, sementara aku dipilihkan pizza dengan topping pepperoni. Karena tinggal santap, sudah pasti aku nggak protes hehehe ... Karena dah lumayan lama nggak makan pizza, saat aku mengambil satu potong terasa benar kelezatan roti gandum dan kejunya. Apalagi ini pizza gratisan hahaha ... Pastinya mama dan aku mengucapkan terima kasih pada teman mama ... Kan sudah ditraktir, jadi ya harus berterima kasih kan?
Subscribe to:
Posts (Atom)