Sunday, March 9, 2014

CRAB RANGOON ALA RB 802

Mamaku senang sekali dengan makanan ini. Nama makanan ini adalag crab rangoon. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat makan yang menyajikan makanan/menu Asia. Kata mama, makanan ini sebenarnya tidak sulit dibuat, karena mama sudah pernah membaca resep bagaimana cara mengolah makanan ini dan juga melihat bagaimana cara pembuatannya (ditayangkan lewat video). Karena ingin mempraktekkan apa yang sudah dibaca dan dilihatnya, mama kemudian mencoba menyiapkan beberapa bahan untuk membuat crab rangoon ini beberapa waktu yang lalu. Apa sajakah bahan-bahan yang dibutuhkan mama untuk membuat makanan itu? Kulit crab rangoon (berupa pangsit), telor ayam 1 butir dan cream cheese. Cara membuatnya bagaimana? Mudah saja. Pangsit disiapkan satu per sat. Pangist berukuran standard ini kemudian diolesi dengan telor dan diisi cream cheese sedikit saja. Pangsit dipastikan membungkus isinya dengan rapi (tidak sobek) alias cream cheese dipastikan terbungkus rapi di dalam kulit pangsit tadi. Lalu letakkan pangsit berisi cream cheese di sebuah wadah sebelum siap digoreng. Setelah semua cream cheese terbungkus pangsit, siapkan penggorengan dengan minyak goreng di atas api sedang. Sesudah minyak goreng panas, masukkan pangsit isi cream cheese tersebut dan goreng sampai warnanya kecoklatan. Crab rangoon pun akan matang dalam hitungan menit (kurang dari 2 menit). Angkat crab rangoon dari dalam penggorengan dan dinginkan selama beberapa saat. Crab rangoon pun kemudian siap disantap disaat masih hangat atau pun di saat sudah agak dingin. Apabila menginginkan, kita juga bisa menyediakan saus asama manis atau saus tomat sebagai cocolan saat menikmati crab rangoon ini. Di beberapa tempat, crab rangoon merupakan salah satu menu appetizer yang bisa ditemukan dengan mudah di buku menu. Sementara itu, di tempat makan dengan model buffet (ambil sendiri), crab rangoon termasuk salah satu makanan favorit pengunjung. Tahu dari mana? Kata mama, wadah crab rangoon termasuk salah satu wadah yang paling cepat diisi oleh petugas hehehe ... Mama kok ya sempat-sempetnya memperhatikan hahaha ... O ya ... Bagaimana crab rangoon buatan mamaku sore ini? Lumayan ... Meski tidak 100% sama persis dengan yang pernah kita cicipi di warung makan, crab rangoon buatan mamaku lumayan standard-lah. Ngomong-ngomong kok nggak ada crab yang dimasukkan di dalam resep di atas? Sebenarnya crab bisa dicampur dengan cream cheese untuk dimasukkan sebagai isian pangsit. Namun karena kami tidak terlalu menyukai crab/kepiting, makanya irisan daging crab tidak diikutkan mama disini. Lalu, mustinya namanya bukan crab rangoon dong, kan nggak ada unsur crab-nya? Na ... Untuk yang itu, silahkan bertanya pada mama hehehe ...

Saturday, March 8, 2014

TILAPIA ASAM MANIS

Yang ini sebenarnya sudah sering dipraktekkan untuk dibuat, hanya saja baru kali ini ada gambarnya hahaha ... Tilapia yang sudah bersih dan siap diolah ini dibeli di toko. Dalam satu kemasan berisi beberapa potong tilapia, mama dan papaku biasanya hanya memasak beberapa potong saja. Termasuk kali ini. Mamaku mengambil tilapia itu kemudian membumbuinya dengan saus BBQ (saus ini tersedia dalam bentuk botol maupun sachet)/ Tambahkan bawang putih, bwang bombay, garam dan lada secukupnya. Kemudian diamkan selama minimal 1 jam. Sambil menungu tilapia berbumbu siap digoreng/dipanggang, mama menyiapkan bahan-bahan untuk saus tilapia ini. Apa sajakah yang mama persiapkan? Saus tomat, bawang bombay, bawang putih, nanas kalengan dan daun bawang. Karena nanas kalengan sudah dipotong-potong, mama hanya perlu memotong bawang dan daun bawang. Saus ini akan diolah nanti setelah ikan tilapia digoreng atau dibakar. Yang penting, semua bahan disiapkan. Ketika tilapia berbumbu siap dimasak, penggorengan berisi minyak pun disiapkan. Saat minyak mendidih, tilapia dimasukkan satu per satu. Tilapia goreng ini bisa juga dimasak dengan adonan/bumbu yang berbeda. Kita bisa menambahkan terigu dan telor untuk tilapia yang akan digoreng. Terigu memiliki manfaat untuk memperkuat tilapia (gak hancur ketika digoreng) dan telor bermnafaat untuk merekatkan terigu dengan tilapia. Sesudah semua digoreng, tilapia ini kemudian diletakkan di atas piring. Penggorengan di atas kompor pun kemudian diganti dengan panci untuk memasak kuah asam manis tiapia. Mula-mula masukkan sedikit minyak kemudian goreng bawang putih sampai harum. Tambahkan bawang bombay dan nanas kaleng (termasuk airnya) sebelum saus tomat dimasukkan. Aduk sampai mendidih. Sebelum saus asam manis ini diangkat, tambahkan daun bawang potong di atasnya. Kalau saus dirasa terlalu kental, tambahkan sedikit air di dalam saus ini. Sebaliknya, kalau saus dirasa terlalu encer, bisa ditambahkan air berisi tepung maizrna (tepung jagung) yang akan membantu saus menjadi kental. Setelah saus mendidih, siramkan saus ke atas ikan tilapia goreng. Melihat bentuknya saja, rasanya sudah gak sabar untuk mencicipi. Namun, kami musti bersabar sebentar menunggu kuah sedikit dingin. Saat nasi putih mengepul disediakan di dekat tilapia asam manis ini, rasa sabar rasanya sudah tidak betah lagi berlama-lama di dalam diri hahaha ... Tapi, demi menikmati makan malam yang sempurna, rasanya kami perlu menahan rasa sabar sebentar lagi. Aroma saus asam manis dan tilapia goreng semakin menggoda indera penciuman. Akhirnya, setelah kami yakin panas ikan tiapia asam manis ini sudah berkurang, segera saja kami menyendok lauk ini dan menuangkannya di atas nasi putih dengan sepenuh hati. Saat suapan pertama masuk ke dalam rongga mulut, segera saja terucap kat,"Mak nyus," hahaha ... Maklum, kami sudah lapar berat sejak dari tadi. Nggak heran kalau suap demi suap terus saja masuk ke dalam mulut kami sampai kami merasa kenyang dengan sendirinya. Kata mama, lauk makan terenak adalah rasa lapar. Jadi, apa pun yang ada di hadapan kita, kalau kita santap dalam keadaan perut lapar, yang terasa adalah rasa uenak dan uenak ... Kalau ditanya dengan jujur, apakah tilapia asam manis buatan orangtuaku enak? Aku akan menjawab ya. Bukan saja karena aku merasa lapar, melainkan masakan ini memang enak. Itu saja. 

KE PARTY CITY

Party City itu apa? Itu nama sebuah toko yang menjual aneka pernik keperluan pesta. Toko ini bersebelahan dengan rumah pizza "Pizza Hut" yang juga menyatu dengan deretan toko dan tempat makan. Di dekat Party City Store ada juga Staple dan toko buku Barnes & Noble. Mengapa kami berkunjung ke Party City? Karena selama tinggal di sini kami belum pernah sekalipun mampir ke toko ini. Jadilah siang itu kami sengaja melihat apa isi store tersebut. Sesuai dengan namanya dan peruntukkannya, tempat ini memang menyediakan aneka keperluan pesta yang sangat komplit. Mulai dari aneka keperluan utensil (peralatan makan), dekorasi pesta (balon, spanduk, hiasan meja, hiasan dinding, dll), souvenir dan bahkan aneka permen atau ciklat juga tersedia. Kalau mau mencari pernak-pernik pesta seperti kostum, Party City menyediakan banyak pilihan. Pendeknya, kalau ada rencana pesta dengan menggunakan tema tertentu, datanglah ke Party City hehehe ... Lalu, adakah sesuatu yang kami beli disitu? Kebetulan mama menemukan satu cetakan roti mungil yang memiliki harga 5 dolar saja. Sudah pasti mama segera membeli cetakan roti mungil ini hehehe ... Kami bertiga tentunya juga mengambil gambar diantara aneka barang yang dijual di toko ini. Tampak kan betapa rapinya semua barang yang didisplay? Semua tema yang kita cari (tentunya tema yang lazim dikenal) dengan mudah bisa kita temukan disini. Mau mencari aneka tema kartun, horror maupun drama, rasanya semua tersedia lengkap di Party City ini. Mau cari warna apa saja (tentunya yang berhubungan dengan tema tertentu), sudah pasti tersedia. Warna pink untuk pesta ultah anak perempuan, warna biru untuk pesta ultah anak laki-laki, warna merah untuk Indiana University games dan seterusnya mewarnai hampir semua rak yang ada di dalam toko ini. O ya ... Selain untuk ulang tahun, aneka tema netral untuk acara baby shower misalnya, juga tersedia disini. Demikian juga aneka tema dalam menyambut superbowl (final olahraga football di negara ini), menyambut hari besar yang diselenggarakan secara meriah (Thanksgiving, St. Patrick Day, Christmas dan New Year, Independence Day, etc), menyambut aneka games yang diikuti tim olahraga IU dan aneka bentuk tema untuk pesta apa saja, tak perlulah si penyelenggara bingung. Silahkan datang ke Party City dan temukan apa yang diperlukan. Kalaupun si pengunjung atau si penyelenggara menginginkan sebuah tema yang unik, ada counter konsultasi (mirip event organizer) yang tersedia di dalam toko ini. Ya ... Semua ada, semua tersedia, silahkan pilih sendiri. Bagaimana denganku? Bagaimana dengan kami? Karena hanya ingin melihat-lihat saja, kami tidak mempunyai rencana apa pun yang berhubungan dengan mengadakan acara atau pesta hehehe ... Sesudah membayar cetakan roti mini, kami kemudian keluar dari Party City dan berkunjung ke toko di sebelahnya (Staple). Toko ini justru lebih menarik hati karena berbagai keperluan sekolah dan kantor dengan mudah bisa ditemukan disitu. Ya ... Mirip Office Depo, toko ini memiliki semua pernik peralatan studi dan kerja yang menarik hati. Kebetulan sedang ada program sale untuk beberapa peralatan kantor dan sekolah. Mama kemudian memanfaatkan sale ini dengan membeli satu box (kata papa untuk wadah coklat kalo kami ingin mengirim coklat ke tanah air - biar coklatnya gak melted)dan 3 wadah minum (beli 2 wadah minum akan mendapat 1 wadah minum gratis). Sesudah semua yang kami beli kami bayar, baru deh kami kemudian pulang hehehe ...

LAGI-LAGI MAKAN SIANG DI MR HIBACHI

Kalau yang ini sih karena kami ingin memanfaatkan kupon yang ada hahaha ... Kupon diskon yang bisa dipergunakan  di tempat makan ini biasanya kita ditemukan di dalam kotak surat. Petugas pos akan memasukkan aneka kupon diskon berbagai tempat (biasanya menjadi 1 buklet/booklet) di dalam mailbox. Kalau kita menginginkan, kita bisa memanfaatkan kupon diskon ini. Mungkin nilai diskonnya tidak besar sekali sih, tapi lumayan juga kalo kita mau memanfaatkannya. Na ... Di hari Sabtu tanggal 8 Maret 2014, udara kebetulan lumayan bersahabat. Aku diajak kedua orangtuaku untuk menikmati udara cerah ini dengan acara makan siang bersama di luar rumah. Karena ada bekal diskon yang sudah kami bawa, otomatis kami menuju ke tempat makan yang menawarkan diskon ini. Saat kami sampai di tempat makan ini, kami tidak perlu mengantri terlalu lama sebelum kami kemudian dipersilahkan duduk di salah satu spot yang kosong. Setelah memesan minum, kami pun segera menuju meja buffet yang tersedia. Kami menikmati makan siang ini dengan santai. Kami melihat tempat ini lumayan penuh. Maklum, selain karena bertepatan dengan jam makan siang, udara hari ini cukup bersahabat. Menurut perkiraan mama, ada banyak pengunjung tempat makan ini yang sengaja datang (seperti kami) di hari yang cerah ini mengingat ada sebelumnya kami nyaris nggak bebas melakukan kegiatan outdoor (dikarenakan suhu yang teramat dingin). Mungkin juga, pengunjung memiliki tujuan yang sama seperti kami yaitu memanfaatkan kupon yang ada. Selain Mr. Hibachi, ada banyak tempat makan lain yang juga memberikan kupon melalui booklet tersebut. Sebagai informasi, di negara ini sangat umum dan mudah ditemukan adanya kupon diskon untuk menikmati aneka sajian di berbagai tempat makan. Tempat makan model franchise (KFC, Burger King, Wendy, Arby's, Steak n Shake, dsb) sangat sering memberikan kupon bagi siapa saja yang memerlukan. Kupon ini bisa dengan mudah kita temukan di mailbox. Atau juga, kita bisa mencetak kupon yang ditawarkan melalui situs online mereka. Kalau kita adalah member di salah satu tempat makan, seringkali kita juga mendapat email atau leaflet yang ditujukan langsung kepada kita. Ya ... Cara untuk menarik pengunjung datang dan membeli produk mereka, salah satunya adalah dengan menawarkan potongan harga/diskon lewat kupon. Apakah cara ini efektif? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak hehehe ... Yang jelas, karena kami "lumayan" tertarik dengan Mr. Hibachi, kali ini kami datang ke sini dengan tujuan memanfaatkan kupon hahaha ... O ya ... Perhatikan apa yang kami pilih hari itu. Sama persis dengan pilihan kami di saat sebelumnya kan? Aku sendiri kadang heran, kenapa kami selalu memilih menu yang itu-itu saja. Meski banyak pilihan, selalu kami mengambil menu yang nyaris sama setiap kami kemari. Mama hampir tidak pernah memilih makanan yang memiliki rasa pedas. Papa hampir tidak pernah memilih makanan yang memiliki rasa manis. Aku hampir tidak pernah memilih makanan berbahan ikan. Dan pastinya, kami tidak memilih dessert berupa cookies atau cake hehehe ...

Tuesday, March 4, 2014

BUFFALO WILD WINGS LAGI

Setelah papaku menyelesaikan acara mengambil gambar di kampus sore itu, papa dan mamaku kemudian mengajak aku untuk menuju salah satu warung makan yang bernama Buffalo Wild Wings. Warung makan ini merupakan warung makan bertipe jarian (restoran chain) atau franchise. Papa dan dan mama memang sengaja mengajakku ke tempat ini karena di setiap hari Selasa, tempat makan ini punya program murah (separuh harga) untuk harga sayap yang menjadi produk andalan warung makan ini. Kami tidak berencana untuk bersantap malam di tempat ini, alias kami hanya akan beli dan dibawa pulang (to go). Kalau mau cepat, kami sebenarnya bisa pesan terlebih dahulu via telepon sebelum kami datang ke tempat ini. Dengan memesan terlebih dahulu, kami hanya perlu datang ke counter pengambilan pesanan, membayar tagihan dan membawa pulang pesanan (tanpa perlu menunggu). Karena kami sekalian ingin refreshing, kami kemudian memutuskan akan memesan di counter langsung dan menunggu pesanan kami selesai. Saat kami sampai di tempat makan ini, seperti biasa tempat makan ini dipenuhi pengunjung. Dining room yang besar sekali nampak terisi banyak pengunjung sore ini. Mungkin karena program separuh harga di hari Selasa ini atau memang bertepatan dengan jam makan malam. Kami bertiga segera menuju ke counter pemesanan dan melihat brosur sebelum memutuskan akan memesan apa. Kata mama, kita akan memesan wings sebanyak 20 buah dengan 4 rasa yang berbeda. Wingsnya sendiri terdiri atas wings boneless (tanpa tulang) dan wings traditional (ada tulangnya). Kami juga memilih 4 rasa yang kami sukai: Thai Curry (Puedes), Asian Zing (Asam Manis), Teriyaki dan Honey BBQ. Setelah kami sepakat dengan pilihan jumlah dan sausnya, kami menuju ke counter pemesanan dan menyampaikan pesanan kami pada petugas. Tak lupa, mama memperbolehkan aku memesan bonus appetizer yang memang sedang kami gemari. Apakah itu? Ultimate Nachos. Apakah itu? Keripik jagung yang dicocok dengan kacang merah giling plus daging plus keju plus jalapeno (mirip cabai) dan biasanya disajikan untuk dinikmati bersama-sama. Petugas kemudian mencatat pesanan kami dan mempersilahkan kami menunggu selama 15 menit. Sambil menunggu kami melihat aktifitas petugas warung makan ini di depan kami. Petugas menerima pesanan nampak sibuk mencatat dan memasukkan pesanan ke dalam komputer, menerima pembayaran, memberikan pesanan yang sudah siap kepada pengunjung dan juga menerima telepon. Di belakang meja pemesanan ini ada jendela sebuah ruang yang nampaknya merupakan dapur penyiapan dan pengolahan menu yang dipesan. Dari tempat kami duduk, petugas yang tadi memasukkan pesanan ke komputer juga bolak-balik mengambil pesanan dari dapur (lewat jendela) saat petugas pengantar tidak berada di tempat. Kami juga bisa melihat kertas menu yang diprint dan kemudian ditempel di sebuah rak. Seorang petugas membacakan kertas berisi pesanan satu demi satu. Sungguh nampak kesibukan yang tiada henti di area dapur ini. Sesudah pesanan kami siap, petugas memanggil nomor pesanan (sesuai yang kami dapatkan) dan menunjukkan pada kami apa yang kami pesan. Sesudah semua OK (papa sudah membayar di saat kami memesan di awal), kami un bersiap meninggalkan tempat makan ini. Sesampai kami di rumah kembali, kami segera bersiap menyantap apa yang kami beli. Ngomong-ngomong, kenapa kami memilih bersantap di rumah dan tidak memilih bersantap di warung makan itu (dine in)? Karena kami menjadikan sayap yang kami beli sebagai lauk. Maksudnya? Kami menikmati sayap yang kami beli dengan nasi hahaha ... Biasanya, wings disantap dengan kentang sebagai temannya atau bahkan hanya wings saja. Na ... Ini tidak berlaku bagi kami. Kami tetap memilih nasi sebagai teman menikmati wings hahaha ...

JALAN-JALAN SORE DI KAMPUS

Sebenarnya hari Selasa ini matahari bersinar dengan sangat cerah. Sepulang aku dari sekolah (jam 3.30 sore) papa mengajakku berjalan-jalan ke kampus. Sudah pasti aku menolak hahaha ... Aku ingin tinggal di dalam rumah saja, merasakan suhu hangat di dalam rumah karena suhu di luar masih terasa adem meski ada sinar matahari. Jadilah papa kemudian berjalan-jalan sendiri dengan membawa kamera di sore ini. Saat papa pulang, papa menunjukkan gambar-gambar yang papa ambil di dalam kampus. O ya ... Karena suhu masih lumayan adem, papa naik bus dari depan Evermann dan berhenti di Sample Gate. Sesudahnya, papa masuk ke dalam kampus dan berjalan sampai di depan B Wells Library. Kata papa, ada beberapa orang yang juga membawa kamera seperti papa di dalam kampus. Mereka juga melakukan kegiatan yang sama dengan yang papa lakukan yaitu mengambil gambar salju yang masih terhampar di mana-mana. Sinar matahari yang cerah memang menjadi sumber pencahayaan yang sempurna dalam proses pengambilan gambar. Karenanya, meski dingin terasa menggigit, papa tetap bersemangat berburu gambar di hari Selasa tanggal 4 Maret 2014 ini. Kata papa, musim dingin yang sudah akan berakhir ini nampaknya merupakan salah satu musim dingin terlama yang pernah papa alami. Dingin yang terasa tahun ini sepertinya tidak memberi kesempatan pada suhu hangat untuk mampir sejenak. Karenanya, tanaman, rumput dan bahkan tanah terasa membeku hehehe ... Meski matahari muncul beberapa kali, beke sepertinya tidak mau mencair. Namun demikian, kami tidak lantas menjadi tidak bisa menikmati musim dingin ini. Kami usahakan untuk menikmati musim dingin kali ini, meski kami tidak bisa terlalu banyak berkegiatan di luar ruang. Seperti yang papa lakukan sore ini. Papa tidak berlama-lama berada di kampus. Kira-kira 90 menit lamanya papa berkeliling kampus memburu gambar yang papa inginkan. Dengan latar belakang berbagai gedung/bangunan di dalam kompleks kampus Indiana University, papa mengambil gambar di sore hari yang cerah ini. Tidak nampak kembang berwarna cerah yang terekam. Maklum, suhu masih membeku hehehe ... Nantilah kalau spring datang, aneka warna kembang akan menambah semarak kampus. Saat papa sampai di rumah, papa mengatakan kalau awalnya papa mengira suhu akan menghangat. Ternyata perkiraan papa tidak tepat. Papa pun mengurangi dinginnya suhu dengan berjalan terus dan berhenti sebentar saja hahaha ... Ini dia beberapa gambar yang papa peroleh di dalam kampus saat papa berburu hari ini. Nampak kan betapa salju masih banyak? Nampak juga kan betapa musim dingin belum berakhir? Papa dan mamaku memang sangat menyukai gambar dengan latar belakang musim yang berbeda. Kata papa dan mama, gedung/bangunan akan menjadi sangat lain di saat kita mengambil gambarnya di saat musim dingin ataupun musim semi. Keindahan gedung dengan latar belakang musim inilah yang menjadikan perburuan gambar hampir selalu dilakukan kedua orangtuaku. Bahkan, di saat salju turun, papa dan mama bisa memutuskan untuk mengabadikan gambar tersebut hehehe ... Anyway ... Inilah kampus IU yang masih berselimutkan salju tebal di bulan Maret tahun 2014 ...       
 

Saturday, February 22, 2014

SCIENCE OLYMPIAD

Sabtu pagi aku diantar papa ke sekolah. Hari ini, Sabtu 22 Februari 2014, aku sudah harus sampai di sekolah jam 5.15 pagi karena kami akan mengikuti kompetisi science di Butler University. Ya ... Seperti tahun lalu, kali ini aku dan teman-teman yang tergabung dalam ekstra kurikuler Science Olympiad kembali akan mengikuti olimpiade sains yang diadakan secara rutin oleh universitas tersebut. Dalam jadwal yang kami terima, kompetisi akan dimulai jam 8 pagi (setelah kami sarapan) dan lomba terakhir akan diadakan di jam 2 sore. Sesudah itu ada break time bagi peserta dan panitia akan mengadakan rapat untuk memutuskan sekolah mana yang menjadi juara umum kegiatan ini. Tahun lalu sekolah kami menjadi juara umum. Tentu kami berharap agar tahun ini kami kembali menjadi juara. Persiapan lomba ini sendiri sudah berlangsung sejak semester lalu. Saat kami bergabung dengan science olympiad team di sekolah, kami sudah dipasangkan atau dimasukkan dalam kelompok kecil yang akan berfokus pada beberapa topik. Aku bergabung dalam 3 kelompok kecil (kelompok eksperimen) sejak awal sampai aku ikut lomba hari ini. Kelompok yang kuikuti adalah percobaan menjatuhkan telor/Rotor Egg Drop (tahun lalu aku dan temanku mendapat juara II), Meteorogy (baru kuikuti tahun ini) dan juga Solar System (juga baru kuikuti tahun ini). Dalam 3 kelompok ini pasanganku/teman satu grupku berbeda-beda. Kami berlatih dengan tekun sebelum perlombaan ini dan sudah pasti kami akan berusaha menjadi yang terbaik selama lomba berlangsung. Lalu, bagaimana hasil lomba hari ini? Tahun ini aku dan timku (3 mata lomba) tidak menyumbangkan medali sama sekali. Namun demikian, sekolahku tetap keluar sebagai juara umum. Apakah aku kecewa? Tentu saja. Namun, aku tetap gembira. Kecewa karena aku tidak mendapat medali secara pribadi namun gembira karena sekolah kami menjadi juara umum lagi. Saat lomba ini berlangsung, sudah pasti kami semua serius dan bersungguh-sungguh, namun hasil lomba tidak seperti yang kami harapkan. Dari 30 peserta lomba hari ini (dari sekolahku) ada 5 anak yang sama sekali tidak mendapat medali termasuk aku. Mereka juga sama kecewanya seperti aku, namun tetap ikut bangga karena sekolah kami menjadi juara umum. Kalau tahun lalu aku gembira karena ikut menyumbang medali, tahun ini lain ceritanya. Namun demikian, bukan hasil pertandingan saja yang terpenting. Pengalaman bertanding jelas menjadi satu hal yang paling berharga untukku. Mental juga harus dipersiapkan bahwa menang adalah cita-cita tapi kalah juga bukan berarti tidak mendapat apa-apa. Ada banyak hal menarik lainnya yang bisa kupelajari. O ya ... Teman satu grupku memberiku medali yang diperolehnya. Temanku ini mengikuti 2 mata lomba dan dia menang di mata lomba yang tidak berpasangan denganku. Dia merasa sangat tidak happy karena di mata lomba yang kami ikuti, dia tidak membaca petunjuk dengan jelas. Saat aku mengatakan padanya aku nggak pa-pa, dia merasa dialah penyebab kekalahan kami. Dia kemudian memberikan medalinya untukku. Aku jelas tidak mau menerima medali tersebut, namun dia mengalungkannya padaku. Dia mengikutiku kemana saja sampai aku mau menerima medali tersebut. Aku pun tidak kuasa menolaknya. Saat acara selesai, kami kemudian pulang ke Bloomington dengan bus sekolah yang sama. Tepat jam 7.15 malam papa menjemputku kembali di sekolah. Ya ... Hari ini aku berkegiatan seharian. Meski aku membawa bekal, tidak semua bekal kuhabiskan karena kami berulang kali dijamu pihak universitas Butler berupa sarapan dan makan siang. Meski melelahkan, aku tetap saja bergembira ... O ya ... Sampai di rumah, aku masih kebagian pizza dan juga es krim taart yang dibawa mama dari ulang tahun Asyraf. Aku memang nggak datang di acara ulang tahun Asyraf, namun aku kebagian snacknya hehehe ...