Na ... Kalo yang ini sih acara jalan pagi yang sengaja kami jadwalkan di hari Sabtu tanggal 11 Oktober tahun 2014. Bersama papa dan mama, kami bertiga menuju B-Line Trail. Apa itu
B-line Trial? Ini adalah jalur yang sengaja dibangun pemkot Bloomington untuk memfasilitasi mereka yang ingin melakukan kegiatan jalan sehat, jogging, bersepeda di dalam satu jalur tertentu. B-Line Trail ini belum pernah kami datangi selama kami tinggal di Bloomington. Karena penasaran, kami pun kemudian menjadwalkan untuk melakukan jalan shat dengan menempuh rute ini. Kira-kira jam 9 pagi kami berangkat dari rumah. Papa kemudian memarkir kendaraan di parking lot Kroeger di jalan kedua. Dari sini, kam
i langsung bisa memilih rute mana yang akan kami lewati (ke kanan atau ke kiri). Karena sekalian ingin mampir ke Farmer Market, kami mengambil rute ke kanan dan memulai acara jalan sehat pagi ini. Kalau melihat rute yang kami lewati, nampak jelas kok jalur B-line Trail ini. Jalur ini jelas rapi dan bersih dan menyatu dengan neighbourhood alias dengan melintasi B-line Trail ini, kita seolah berjalan di tengah kota dan menjumpai banyak hal menarik yang selama ini jarang atau tidak kita ketahui misalnya lukisan
mural tentang Bloomington, karya instalasi seni yang ada di salah satu lokasi, berbagai informasi yang terpampang di dalam information board di sepanjang trail ini dan seterusnya. Meski kami hanya melewati sebagain trail ini, rasanya kami senang sekali. Kata mama, ada satu teman mama selalu menyempatkan berjalan kaki selama 1 jam di B-line Trail ini setiap harinya. Wow banget kan? Hehehe ... Saat kami berjalan-jalan di B-line Trail pagi ini, cuaca memang sedikit mendung. Namun, kami tetap bersemangat untuk terus
berjalan. Kami juga mengambil gambar karena ada banyak sekali latar belakang (anggap saja lanskap) yang sangat sayang untuk dilewatkan. Misalnya saja aneka pohon yang daunnya sudah berubah warna atau tiang atau monumen berwarna biru (sebenarnya berfungsi sebagai penahan jembatan) yang berwarna biru dan memiliki bengtuk unik atau nama jalan yang terpahat di dalam konblok dan seterusnya. Kami tentu saja tetap terus berjalan, namun menyempatkan diri untuk mengambil gambar juga hehehe ... Selain itu, seperti yang sudah ke
sebutkan di awal tulisan ini, kami sengaja memilih jalur yang melewati farmer market karena kami mau mampir sebentar disitu. Mamaku kan paling seneng masuk pasar, na ... kali ini pun mama tidak mau melewatkan masuk farmer market yang kami lewati. Meski cuma memutari pasar sebentar dan hanya membeli daun kale serta pretzel hangat, kami tetap enjoy kok ... O ya ... Dalam situs https://bloomington.in.gov/documents/viewDocument.php?document_id=2879 B-Line trail diceritakan/disebutkan sebagai b
erikut: The B-Line Trail extends a total of 3.1 miles from the east side of Adams Street, through the downtown, through the switchyard property, and to the north side of Country Club Drive. The trail head for the Bloomington Rail Trail is across from the end of the B-Line Trail, south of Country Club Drive. The downtown sections of the trail incorporate design features such as street name paver treatments at each crossing, a human/pet drinking fountain, park benches, limestone accents, trees, and landscaping. Some sections feature energy-efficient LED fixtures. There are small plaza areas south of City Hall, next to Showers Common; west of the WonderLab Museum; behind the Convention Center, just acr
oss the pedestrian bridge over Third Street; near Seminary Square south of Second Street and at Adams Street. Generous financial support from IU Health Bloomington helped provide two fitness stations along the trail just south of First Street. The B-Line Trail is 12' wide asphalt with 2' wide gravel shoulders on both sides for those who prefer a softer surface. The trail is lighted with energy-efficient LED lights. The lights are on from dusk to dawn. Jadi, B-line trail ini memang sengaja dibuat karena ada kebutuhan yang muncul dari citizen yang memerlukan fasilitas untuk mereka beraktifitas. Dengan dukungan dari banyak pihak, akhirnya B-trail Line pun menjadi salah satu tempat berkegiatan warga secara post
if yaitu olahraga. Coba perhatikan beberapa gambar yang diposting dalam tulisan kali ini. Fall menjadikan gambar semakin menarik kan? Hehehe ... Ini karena kecintaan mama pada musim gugur yang selalu diwarnai dengan berubahnya warna daun dan juga serakan daun-daun yang gugur. Mama nggak pernah bosan mengambil gambar di musim gugur. Kata mama, semua terlihat indah. Nggak heran kalau mama senang sekali mengambil gambar dengan latar belakang daun yang berubah warna atau daun yang sudah gugur. Kalau ma
ma nggak bosan berpose denagn latar belakang daun, aku sebaliknya hahaha ... Makanya aku bilang ke mama biar aku saja yang menjadi fotografer atau silahkan mama berpose sendirian ... Yang jelas, setelah kami menyelesaikan acara jalan sehat pagi ini, kami kemudian meninggalkan B-line trail dan bersiap untuk menuju tempat berikutnya. Kemana kami menuju? ke sebuah warung makan yang merupakan favorit papa. Karena lapar, sudah pasti kami bersemangat menuju ke warung makan tersebut. Pinginnya nanti jalan-jalan lagi ah di B-line trail ini ...
Saturday, October 11, 2014
Sunday, October 5, 2014
SEKITAR JALAN KETIGA
Minggu siang, masih di tanggal 5 Oktober tahun 2014, sesudah menonton konser mbak Wendelin, kami bertiga menyempatkan mengambil gambar
di sekitar kampus dan juga di sekitar 3rd street. Mamaku mengatakan, bersinarnya matahari dan mulainya daun berubah warna merupakan alasan yang pas bagi kami untuk mengambil gambar hehehe ... Alhasil, kami pun berpose beberapa kali di dekat gedung yang berada di kompleks sekolah musik, utamanya kami berpose dengan latar belakang daun yang berubah warna. Sama seperti tahun lalu, kali ini perubahan warna daun juga tidak berbarengan (bersamaan). Karena itu, kami musti cermat memandangi pohon mana yang bisa kami ajak berpose
hehehe ... Sesudah mendapatkan beberapa gambar di dalam kampus, kami kemudian melanjutkan acara ambil gambar di sekitar jalan ketiga. Tepat di depan kantor pemadam kebakaran (yang berseberangan dengan gereja St. Charles) kami memang melihat ada papan nama bertuliskan Bloomington. Berkali-kali kami merencanakan untuk mampir ke tempat ini dan berpose dengan latar belakang tulisan tersebut namun kegiatan ini belum sempat terlaksana. Sampai kemudian, siang itu kami memutuskan untuk mencari parking lo
t di dekat lokasi yang akan kami jadikan background foto dan kami pun siap berpose hehehe ... Na ... Saat kami mengambil gambar di jalan ketiga ini, kebetulan sedang ada aksi menentang aborsi yang dilakukan di sekitar gereja St. Charles. Beberapa peserta aksi membentangkan poster atau kertas bertuliskan sikap anti aborsi mereka. Mereka berjajar di sepanjang jalan dan melakukan aksi mereka dengan diam (berdiri dan memegang kertas agar bisa dibacaa siapa saja. Aksi seperti ini sudah sering kami
lihat. Ya ... Siapa pun yang ingin menyatakan sikap atau pendapat kan boleh-boleh saja. Sepanjang cara yang dilakukan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak melanggar hukum, dengan cara-cara yang benar dan tidak bersifat mengancam atau memaksa. Ah ... Aku kok jadi serius begini? Hehehe ... Pastinya acara ambil gambar siang itu berjalan dengan sukses. Tulisan Bloomington yang kami inginkan untuk bisa direkam dalam kamera kami dapatkan hari ini. Meski cuaca kemudian mendung, acar
a pengambilan gambar tetap berlangsung dengan lancar. Tentunya, acara pengambilan gambar berikutnya sudah kami rencanakan, mengingat fall sudah mulai datang beneran. Maksudnya fall datang beneran adalah fall yang ditandai dengan perubahan warna daun hehehe ... Seperti yang selalu kuceritakan, mamaku kan paling seneng dengan datangnya fall. Karenanya, mama selalu merencanakan untuk mengambil gambar di berbagai tempat di luar ruang selama ada warna daun yang menjadi petunjuk datangnya fall yaitu merah, oranye dan kuning ...
Saturday, October 4, 2014
SEKITAR SOE (SCHOOL OF EDUCATION)
Sepulang dari menonton acara Korean Night, mama dan papa menyempatkan mengambil beberapa gambar di sekitar gedung School of Educ
ation. Gambar yang tidak boleh dilewatkan adalah yang memiliki latar belakang pohon yang memiliki daun yang mulai berubah dan gambar gedung hehehe ... Ini dia beberapa gambar yang diambil siang hari itu. Kata papa dan mama, karena kampus lumayan sepi (hari itu hari Sabtu singa sekitar jam 2-an) mereka bisa mengambil gambar dengan lumayan leluasa. Dari School of Education menuju parking lot (papa memarkir kendaraan di dekat Rose Apt), papa dan mama juga menyempatkan mampir sejenak di gedung Rose ini. Rose merup
akan sebuah asrama mahasiswa yang baru saja selesai dibangun dan mulai disewakan untuk mahasiswa. Seperti bangunan asrama atau gedung lainnya (yang berada di dalam kompleks kampus Indiana University), gedung Rose juga memiliki konstruksi berbahan lime stone (bukan brick). Ya ... Lime stone ini menjadi salah satu ciri kampus IU yang menjadikan gedung IU seakan-akan seragam semuanya. Selain lime stone, deretan jendela yang ada di bangunan seolah juga memiliki model atau bentuk yang sama. Hanya saja, di gedung Rose ada tambahan kanopi berwarna merah yang menaungi jendela di deretan paling bawah. Papa dan mama juga menyempatkan diri masuk ke dalam gedung Rose ini. Lobby yang bersih dan luas men
jadi ruang pertama yang ditemui siapa pun yang mengunjungi gedung ini. Lalu ada papan pengumuman, kantor apartment, ruang musik, ruang rekreasi (ada meja bilyard) dan juga perpustakaan. Kalo penasaran dan ingin tahu lebih banyak, ini dia situsnya http://www.rps.indiana.edu/roserescenter.cfml. Na ... Sesudah melihat gedung dan juga melihat isinya, papa dan mama kemudian segera menuju ke parking lot. Angin rasanya semakin sering saja bertiup menjadikan udara terasa dingin. Daun-daun yang rontok rasanya semakin banyak saja. Papa dan mama mengatakan, kalau semua daun sudah rontok duluan karena tertiup angin kencang, daun-daun yang warnanya cantik tidak bisa ditangkap kamer
a dan dijadikan background foto hehehe ... Ya ... Mamaku memang sangat menyukai fall atau musim gugur. Kecintaan mama pada musim ini lebih dikarenakan daun-daun yang semula berwarna hijau akan berubah warna menjadi kuning, merah atau oranye sebelum akhirnya gugur. Keindahan warna daun di musim gugur ini singkat sekali waktunya. Hanya sekitar 2 - 3 minggu. Karenanya, kalo angin bertiup kencang, daun yang bahkan belum sempat berubah warna akan gugur. Na ... Yang begini inilah yang disebut "That's not good" hehehe ... Karena itu, setiap melihat daun yang berubah warna, mama akan mengambil gambarnya sebelum angin menerbangkannya/menggugurkannya ...
KOREAN NIGHT
Lho ... Wajah mamaku kok bisa berada di dalam sebuah wadah makanan? Hehehe ... Ini adalah gambar yang diambil papak
u saat papa dan mamaku mendatangi acara Korean Night. Dimana itu? Di School of Education. Kapan itu? Di hari Sabtu di tanggal 4 Oktober tahun 2014. Karena mamaku penggemar berat serial Korean Drama, mamaku sudah pasti nggak mau melewatkan kesempatan untuk datang di acara ini. Papa dan mama lansung menuju ke lobby School of Education untuk melihat apa saja yang sudah siap. Ada mini stage yang sedang dipergunakan para mahasiswa Korea membawakan satu koreografi tari/dance modern. Ada meja display berisi aneka pernik khas Korea seperti craft (barang kerajinan), boneka, or
namen dan aneka pernik lain. Di meja display yang lain ada sample makanan khas Korea dan aneka wadah makanan yang biasa mereka pergunakan. Di sudut lain ada pakaian tradisional Korea (hanbook) yang bisa dipakai pengunjung dan pengunjung bisa berfoto menggunakan pakaian tersebut. Selain itu, di sudut ruangan dimana pakaian tradisional berada, ada beberapa gambar yang tengahnya bolong dan bisa dipakai sebagai background foto seperti yang mama lakukan di dalam postingan kali ini. Mama memilih gambar makanan dan memakainya sebagai background foto. Selain makanan, ada juga bckground raja dan ratu Korea serta putri dan pangeran. Selain itu, ada apalagi ya? yang jelas acara ini berlangsung sejak pagi sampai sore
hari. Selain di lobby, ruang-ruang kelas juga dipakai sebagai tempat kegiatan. Kalau ada yang tertarik belajar alat musik tradisional Korea, mereka bisa masuk ke dalam salah satu ruang. Kalo ada tertarik mengenal sejarah Korea, mereka juga bisa bergabung dengan peserta lain di kelas yang tersedia. Termasuk diantaranya aneka gambar dan foto mengenai Korea banyak sekali dipajang selama kegiatan ini berlangsung. Kata mama, puncak acara Korean night hari ini adalah nont
on bareng salah satu film Korea yang bertemakan kuliner yang lumayan laris ditonton di Korea. Sayangnya acara ini diadakan berbarengan dengan acara yang akan diadakan oleh teman-teman Indonesia sore nanti. Jadi, mama tidak bisa gabung di acara nonton bareng ini. Setelah merasa cukup berada di acara ini, mama dan papa kemudian keluar dari gedung School of Education. Ya ... Acara Korean night yang serupa pernah mama hadiri 3 tahun yang lalu. Saat itu acara diadakan di auditorium di Wilkie Apt dan hanya berlangsung selama 4 jam. Hari ini, acar
a diadakan hampir seharian dan kegiatannya jelas lebih bervariasi. Menarik sih, hanya saja mama nggak mau seharian datang ke acara ini hehehe ... Cukup sudah bagi papa dan mama datang sekitar 1 jam dan mendapatkan beberapa gambar seperti yang diposting kali ini ... Mama dan papa kemudian melanjutkan sebentar acara jalan-jalan di sekitar kampus sambil merasakan tiupan angin yang lumayan kencang. Tiupan angin inilah yang kemudian merontokkan daun-daun di pohon sebagai tanda musim gugur beneran dah datang ...
FARMER MARKET
Sabtu siang, sekitar jam 11.30-an di tanggal 4 Oktober tahun 2014, papa dan mamaku mengunjungi farmer market. Kata mamaku, mumpung farmer market masih diadakan di outdoor, mama dan papa menjadwalkan untuk d
atang siang itu. Saat papa dan mama berada di situ, angin bertiup lumayan kencang dan sering. Jadi, dingin pun mulai terasa di badan. Papa dan mama kemudian memutuskan tidak berlama-lama berada di situ. Melihat aktifitas pedagang dan pembeli di farmer market memang selalu menjadi keasyikan tersendiri. Mengamati aneka produk organik yang dijual disitu rasanya memang menyenangkan. Banyak sayur dan buah yang dijual para pemilik kebun tanpa melalui perantara alias langsung. Ya ... Konsep farmer market sepertinya kok mirip dengan pasar tradisional yang kita miliki yaitu bertemunya
penjual (pemilik hasil kebun atau olahan) dan pembeli. Hanya saja, umumnya produce yang dijual disini memiliki label organik. Nggak heran, kalo harga jualnya pun relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga produce non organik yang bisa kita jumpai di grocery store. Kata papa dan mama, kalau kita membeli produce secara langsung dari pemilik, kita sebenarnya juga mendukung potensi ekonomi lokal. Ya ... Mereka yang menjajakan dagangan/produce mereka adalah petani atau pemilik kebun lokal (asli Bloomington) yang bertemu seminggu 2 kali (setiap Selasa dan Sabtu) di tem
pat yang sama. Para pembeli dipersilahkan menyesuaikan dengan jadwal yang sudah fix ini. Saat musim masih belum memasuki winter, kegiatan jual beli ini diadakan di outdoor. Sementara itu, di saat winter, kegiatan ini dipindah di dalam ruangan (indoor) di salah satu aula gedung sekolah. Melihat jadwal yang sudah fix seperti ini memang menjadikan kita tahu bahwa pemerintah setempat sangat mendukung dan memperhatikan serta memfasilitasi kegiatan yang dilakukan olah para petani lokal. Pemerintah setempat mendukung dengan cara menyediakan tempat dan mengiklankan kegiatan ini terus menerus. Dengan begitu, kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan masyarakat lokal yang produktif dan menguntungkan baik untuk pembeli (bisa memilih dan membeli produk segar secara langsung) maupun untuk penjual (bisa memasarkan produk mereka d
an mendapatkan uang secara langsung). O ya ... Hari itu papa dan mama menyempatkan untuk membeli satu kantong apel (yang memiliki bentuk dan rasa seperti apel Malang) dengan cara menawar. Kok ditawar? Iya ... Karena pasar sudah mau bubar, biasanya penjual bisa membeli dengan harga lebih murah. Memangnya pembeli boleh menawar? Sebenarnya sih nggak boleh (nggak biasa). Tapi, mama iseng saja mencoba menawar apel satu tas. Hasilnya? Dari harga 10 dolar, mama bisa membawa pulang satu kantong apel seharga 8 dolar hehehe ...
Wednesday, September 24, 2014
COOK OUT FALL 2014
Na ... Kalo yang ini jelas bukan aku yang datang di acara yang berjudul cook out ini hehehe ... Mama dan teman-temannya mengadakan acara masak-masak bareng
di kantor Evermann. Acara memasak bersama ini sebenarnya sudah direncanakan sejak bulan Agustus akhir (setelah acara move in untuk penghuni apartmen selesai). Namun, karena teman mama sakit bergantian, acara baru bisa terlaksana di hari Rabu tanggal 24 September tahun 2014. Acara ini tentunya diadakan atas kesepakatan bersama. Mama hanya perlu membuat selebaran yang akan diisi siapa saja yang akan membawa apa saja. Menu utama berupa burger dan hotdog akan ditambah dengan menu lain seperti appetizer
dan dessert. Mama memilih membawa roti dan chips (gampang menyiapkannya hehehe ...) dan jumlahnya menyesuaikan dengan jumlah peserta acara siang ini. Acara ini juga diadakan di saat jam istirahat makan siang (dari jam 11.30 sampai jam 1 siang) dan ruang konferensi menjadi tempat diadakannya acara ini. Coba perhatikan gambar yang diunggah mama di dalam postingan kali ini. Aneka menu yang tersaji merupakan hasil potluck (siapa membawa apa). Komplit banget kan jadinya? Termasuk air minym berupa teh, air soda dan juga cider. Selain burger dan h
otdog ada tambahan devil egg, potato salad, dan juga bean. Untuk dessert tersedia cake, cookie dan juga buah. Sudah pasti mama tidak bisa berlama-lama ikutan menikmati acara maksi (makan siang di ruang konferensi. Sebagai gantinya, mama membawa piring berisi menu makan siang ini ke mejanya. Dalam gambar nampak kan apa saja yang ada di piring mama? Ya ... Satu porsi burger, kacang merah rebus dan juga chips serta dessert. O ya ... Karena mama suka telur, mama juga mengambil satu (seteng
ah potong) devil egg. Untuk air minumnya, mama memilih es teh. Teman mama lainnya menikmati makan siang bersama di ruang konferensi tersebut. Sesudah acara selesai, biasanya leftover menu yang masih ada akan disimpan di dalam kulkas (sayur, salad, daging burger) dan akan disantap hari berikutnya. Ya ... Biasanya mama dan teman-temannya tidak membuang makanan. Kalau ada makanan lebih, makanan ini akan disimpan untuk disantap hari berikutnya atau diolah menjadi makanan lain. Kata mama, acara memasak dan santap siang bersama memang lumayan sering diadakan
(paling tidak 1 kali dalam satu semester) dengan tujuan untuk menikmati suasana lain di saat rehat makan siang hehehe ... Dan pastinya, dengan acara cook out, waktu istirahat siang yang biasanya hanya 30 menit akan sedikit fleksibel menjadi 1 jam hehehe ... Semua pun (diharapkan) happy karena aneka menu yang tersedia di saat makan siang sedemikan bervariasi dan menjadi pembeda dengan menu makan siang reguler hehehe ...
Saturday, September 6, 2014
KE CHICAGO
Hari Jum'at pagi sampai Minggu siang, tanggal 5 sampai dengan 7 September 2014, mama pergi ke Chicago bersama tante Fitri dan kakak tante Fitri. Kakak tante Fitri yang tinggal di Jakarta datang be
rkunjung ke Bloomington selama satu minggu sebelum kakak tante Fitri berkunjung ke state lain. Tante Fitri dan kakaknya menjemput mama kira-kira jam 10 pagi. Mereka bertiga kemudian berangkat menuju Chicago. Saat jam makan siang, mama bercerita kalo mereka bertiga mampir di salah watu warung makan (Olive Garden) di dekat kampus Purdue dan menikmati santap siang di tempat itu. Kata mama lagi, mereka bertiga bertemu dengan kakak ipar tante Fitri (menikah dengan kakak Dave, suami tante Fitri) yang namanya Monika yang kuliah di kampus Purdue. Kata mama, tepat jam 12 siang, mereka ber
temu dan ngobrol bareng di warung makan Olive Garden tersebut. Kira-kira 1 jam mereka menikmati maksi, mereka kemudian berpisah di parking lot karena Monika akan kembali ke kampus dan tante Fitri, kakaknya serta mama akan melanjutkan perjalanan ke Chicago. Kata mama, di hari Jum'at siang ini, jalanan relatif masih lancar. Kendaraan masih melaju dengan kecepatan normal karena kepadatan weekend belum mulai mengingat jam bubaran kantor masih berlangsung sekitar 3 jam lagi. Saat melalui Lafayette, pemandangan kincir angin raksasa seolah menjadi penanda yang khas dan unik. Na ... Di salah satu area yang sudah mendekati Gary, ada sebuah tempat yang dikunjungi mereka bertiga. Selama pulang pergi ke Chicago, baru kali ini mama mampir kemari. Apa nama tempat ini? Fair Oaks
Farms. Kata situs mereka Fair Oaks Farms is an escape to the country with acres of great outdoor fun, food and learning where you can explore family farms and reconnect with nature, animals and our planet. Ya ... Saat mama diajak mampir ke tempat ini oleh tante Fitri, mama melihat sebuah kompleks pertanian yang sudah modern dan sangat teratur. Kompleks ini terlihat sangat luas karena ada beberapa bangunan yang nampak berjajar rapi di bagian depan (gift shop, restaurant, meeting hall) dan juga bus pengangkut peserta tour di dalam peternakan. Tante Fitri mengajak kakaknya
dan mama mampir ke gift shop sebentar untuk melihat-lihat apa yang bisa dibeli. Produk peternakan berupa susu, es krim, keju dan hasil olahan lain serta aneka merchandise yang berhubungan dengan Fair Oaks Farms tersedia di gift shop yang luas banget ini. Kira-kira 20 menit berada di gift shop, mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan menu Chicago yang berjarak sekitar 1 sampai 1 jam setengah dari tempat piknik Fair Oaks Farms ini. Kata mama, karena tante Fitri sudah sering banget pergi ke Chicago, tante Fitri seperti sudah sangat hafal jalan di kota besar ini hehehe ... Tan
te Fitri mengarahkan kendaraan menuju penginapan yang akan mereka tinggali selama mereka berada di Chicago. penginapan ini berlokasi sangat dekat dengan jalan utama yang menjadi pusat aktifitas kota ini, yaitu Michigan Avenue. Kata tante Fitri, dengan memilih penginapan di sekitar Michigan Avenue, mereka akan mudah ke berbagai tempat piknik yang ada di kota Chicago. Mau naik bus wisata, mau naik kapal, mau mengunjungi museum, mau berkunjung ke Millenium Park, mau naik ke gedung tinggi (Sky Deck and Hancook Observatory), mau berbelanja, mau melihat kesibukan kota, mau masuk ke ber
bagai restoran, mau mengunjungi sekolahan dan apa saja, sepertinya semua bisa dijangkau dari jalan ini hehehe ... Karena itu, tante Fitri mengatakan, lebih baik cari penginapan yang dekat dengan jalan utama ini sebelum kemudian berwisata. Saat mereka bertiga sampai di penginapan, mereka hanya meletakkan barang-barang bawaan sebentar untuk kemudian mereka bersiap memulai acara jalan-jalan di hari Jum'at sore ini. Sayang seribu sayang, acara sore itu ditemani hujan deras yang mengguyur kota Chicago. Alhasil, wisata outdoor pun dikurangi dan diganti dengan wisata m
asuk ke dalam gedung pertokoan hehehe ... Mereka juga sempat mampir ke rumah kopi yang ada di salah satu sudut jalan utama ini. Kira-kira jam 9 malam, mereka memutuskan kembali ke penginapan dan sebelumnya mereka sempat makan malam bersama di sebuah warung makan bernama Dao yang menyajikan aneka menu Thailand. Kata mama, menu yang mereka sajikan memiliki rasa yang OK, dengan harga standard dan suasana di warung makan ini cukup menyenangkan. Sesudah makmal (makan malam selesai), mereka bertiga kembali ke penginapan dan beristirahat. Hari Sabtu pagi, mereka memulai
hari dengan menikmati sarapan di penginapan. Kata mama, menu yang tersedia di penginapan sangat komplit alias banyak pilihan hehehe ... Sesudah itu, tante Fitri dan kakaknya memiliki jadwal mengunjungi beberapa tempat dan mama memiliki acara yang berbeda. Mereka tidak jalan bareng di hari Sabtu ini. Mama memilih berjalan-jalan di sekitar Michigan Avenue dan mengambil gambar, serta menikmati hari yang cerah di area yang dipadati banyak pengunjung ini. Saat malam tiba, tante Fitri dan kakaknya kembali dari jalan-jalan. Mereka bertiga kemudian keluar dan mendatangi warung
makan Dao lagi untuk menikmati menu yang berbeda. Sesudahnya, mereka kembali ke penginapan dan beristirahat karena Minggu pagi besok kakak tante Fitri akan terbang ke state lain. Jadi, Minggu pagi persis sesudah sarapan di penginapan, mereka bertiga check out dan langsung menuju ke bandara O'Hare Chicago. Tante Fitri dan kakaknya berpisah di bandara dan perjalanan menuju Bloomington yang dilakukan mama dan tante Fitri pun berjalan dengan lancar dan menyenangkan karena cuaca manis dan lalu lintas tidak terlalu padat. Kata mama, 3 hari 2 malam di Chicago rasanya kok kurang hahaha ...
Subscribe to:
Posts (Atom)