Selesai makan malam di downtown, kami kembali ke parking spot di area Court House. Dalam perjalanan menuju parking
spot, kami sempatkan mengambil gambar lampu hias yang ada di sepanjang jalan. Ya ... Lampu hias menjadi pemandangan indah yang kita bisa temukan di bulan Desember hingga Januari. Lampu hias yang identik dengan Christmas dan New Year menjadi salah satu subyek foto yang sayang kalo dilewatkan begitu saja. Meski adem, aku dan mama berhenti beberapa kali untuk berpose bersama dengan latar belakang lampu hias ini. Gimana hasilnya? Anggap saja lumayan hehehe ... Dalam gempuran dingin yang menggigit t
ulang (meski kami sudah memakai jaket), kami usahakan untuk menikmati pemandangan lampu hias yang ada di downtown Bloomington. Meski beberapa kali melewati area downtown dengan hiasan lampu yang membuat kota jadi semarak ini, kami belum pernah secara khusus mengambil gambar di downtown dengan latar belakang lampu hias ini. Na ... Malam ini kami punya alasan baik untuk ambil gambar disini. Meski adem, kami tahan sebentar-lah demi mendapat gambar yang kami anggap menarik hehehe ... Raut wajah kami yang kedinginan
seolah tidak bisa kami sembunyikan meskipun kami mencoba untuk tegar hehehe ... Setelah beberapa kali klak-klik klak-klik, kami pun bergegas menuju ke kendaraan karena angin beneran terasa makin adem. Sesampainya di kendaraan dan pintu kami tutup, rasanya langsung anget ... Ya beginilah rasa adem di saat musim dingin ... Nggak ada yang bisa tahan dengan hembusan atau tiupan si angin deh ... Nggak mau banget rasanya berada di luar ruang lama-lama atau terlalu lama kalo begini ini hahaha ...
Sunday, December 20, 2015
DINNER AT MALIBU GRILL
Minggu malam, tanggal 20 Desember 2015, kami bertiga mampir ke salah satu warung makan yang ada di downtown. Nama warung makan ini adalah Malibu
Grill (http://www.malibugrill.net/). Mengapa kami memilih tempat ini? Karena kami belum pernah mampir kemari sebelumnya hehehe ... Jadilah malam itu (sepulang dari gereja) kami mampir kemari. Udara yang lumayan adem membuat kami bergegas berjalan dari parking spot menuju warung makan ini. Angin yang bertiup membuat kami merasa kedinginan kalo berada di luar ruang kelamaan. Karena parking spot yang didapat lumayan jauh dari warung makan yang kami tuju (meski masih berada di seputaran Court House downtown),
kami nggak tahan berlama-lama berada di luar ruang. Karenanya, kami berjalan dengan ngebut hehehe ... Sesampainya di foyer warung makan ini, seorang petugas (resepsionis) bertanya pada kami berapa orang yang akan makan. Kami menjawab 3 orang. Segera petugas tersebut menunjukkan meja dan kursi kosong yang bisa kami tempati. Di dalam warung makan yang lumayan penuh malam ini, kami melihat set meja dan kursi ditata dengan berdekatan. Lampu yang menjadi penerang dining hall memiliki cahaya yang remang-remang, namun d
i setiap meja ada lampu lain yang membantu menerangi. Kesan pertama yang kami rasakan saat masuk warung makan ini adalah suasana yang menyenangkan. Pengunjung nampak berpakaian rapi (dress up) di dalam warung makan yang kami anggap sebagai warung makan fine dining ini. Bagaimana dengan kami? Kami berpakaian biasa saja tentunya hehehe ... Setelah menempati kursi yang tersedia, seorang petugas lain menanyakan apakah minuman yang akan kami pesan. Aku memesan es teh, papa dan mamaku memilih air putih. Kami j
uga memesan "telo pendhem" atau ubi yang digoreng (fried sweet potato) sebagai makanan pembuka alias appetizer. Roti bawang atau garlic bread (yang disertai coocolan saus berupa minyak zaitun dan mayonaise campur sambel) diberikan secara cuma-cuma. Hanya saja, roti bawang ini dikeluarkan setelah kami memesan ubi goreng hehehe ... Sambil menunggu kami memesan menu utama, kedua sajian ini diantar ke meja kami dan kami nikmati di saat masih anget. Bagaimana rasa ubi gorengnya? Lumayan. Roti bawangnya? Luma
yan juga hehehe ... Lalu apa makanan utama yang kami pesan? Aku memilih pizza, papa memilih pasta dan mama memilih daging sapi panggang. Dalam gambar nampak kan apa yang kami pesan? Apakah porsinya besar? Sudah jelas hehehe ... Apakah kami sanggup menghabiskannya? Iya ... Tapi pelan-pelan dan saling bantu. Maksudnya? kami perlu berbagi bertiga untuk semua yang kami pesan agar tidak ada leftover (tersisa). Bagaimana rasa makanan yang kami pesan? Menurut kami sih enak. Pasta yang dipesan papa tidak "heavy" atau be
rat saat dimakan meski ada unsur susu (bahkan mungkin heavy cream) dan keju di dalamnya. Pizza yang kupesan memiliki crust yang tipis dan toppingnya pun tidak berat-berat amat. Jadi, satu slice pizza tidak akan membuat kita cepat kenyang. Daging sapi panggang atau goreng yang dipesan mamaku terasa empuk, enak dan juga juicy (nggak membuat eneg dan seret di leher) hehehe ... Dimasak dengan model medium, daging ini mudah sekali dipotong dan dikunyah ... Hmmm ... Di saat udara dingin terasa, ditambah
perut yang lumayan lapar, alasan apa lagi yang kami perlukan untuk menjadikan acara makan malam kali ini mengesankan, menyenangkan dan mengenyangkan? Ya ... The weather is perfect and the food is good. Kami tentunya bersyukur atas semua rejeki yang kami terima hingga hari ini. Rejeki udara yang lumayan adem, rejeki makanan yang yummy dan juga rejeki sekolah dan kerja yang lumayan lancar. Nggak heran kalo kami merasakan atmosfer yang berbeda dalam acara makan malam kali ini. Meski kami tidak merayakan sesuatu
yang spesial, kami tetap merasa makan malam kali ini istimewa. Suasana hati kami mungkin menjadi faktor utama mengapa makan malam kali ini terasa OK. Setelah berada di warung makan ini selama kurang lebih 1 jam, kami kemudian memutuskan menyudahi acara makan malam kali ini. Setelah bill diberesi, segera kami tinggalkan meja makan yang kami tempati dan kami pun bersiap keluar gedung dan berjalan cepat menuju parking spot. Terima kasih banyak ya pa dan ma atas makan malam kali ini. It was great!
Friday, December 18, 2015
AROUND SAMPLE GATE
Masih dalam rangka pengambilan gambar mumpung papa masih meminjam toga hehehe ... Jum'at sore tanggal 18 Desember 2015, matahari memang
bersinar dengan cerah namun hawa dingin terasa merasuk ke dalam tulang. Kami bertiga sengaja datang ke area outdoor di sekitar Sample Gate untuk mengambil gambar bersama. Kenapa kami memilih mengambil gambar outdoor sore ini? (1) Besok siang toga sudah harus dikembalikan sebelum jam 2 PM jadi kapan lagi kami mau mengambil gambar di outdoor kalo tidak sore ini? (2) Meski udara dingin, kami melihat ada sinar matahari yang bisa kami manfaatkan sebelum sang mentari terbenam (3) Kami ingin memiliki gambar dengan latar bel
akang beberapa ikon kampus IU. Paling tidak itulah alasan yang membuat kami berusaha bertahan dalam dingin sore ini hehehe ... Mama sengaja pulang ke rumah 30 menit lebih cepat dari biasanya agar kami bisa mendapatkan golden light sebelum matahari terbenam di saat kami mengambil gambar sore ini. Lalu, dimanakah gambar kami ambil? Yang pertama dan terutama adalah di depan Sample Gate. Gerbang yang menjadi ikon kampus IU ini tidak begitu penuh sore itu. Maklum, udara lumayan dingin, jadi nggak banyak
yang beraktifitas disitu. Berikutnya kami masuk ke kampus dan mencari bangku beton yang memiliki lambang IU di salah satu sisinya. Berkejaran dengan matahari yang hampir tenggelam dan juga dinginnya suhu sore itu, kami meneruskan acara ambil gambar di dalam kampus. Patung Herman B Wells kami jadikan subyek pengambilan gambar sebelum kami masuk ke salah satu gedung sebentar untuk menghangatkan badan. Tak menunggu lama, kami menuju ke Museum of Art dan mengambil gambar dengan ikon lingkaran (gak bulet-bulet amat)
berwarna merah di depannya. Auditorium dengan kolam air mancur di depannya menjadi lokasi pengambilan gambar selanjutnya. Matahari beneran sudah hampir tenggelam nih. Jadi, kami pun kemudian bersiap kembali ke parking lot dengan berjalan kaki. Meski lumayan jauh (karena hawa dingin membuat kami nggak betah berlama-lama di luar ruang), kami tetap berjalan meski kami beberapa kali musti masuk gedung untuk menghangatkan badan. Ah ... Akhirnya apa yang direncanakan kedua orang
tuaku (tepatnya mamaku hehehe ...) terlaksana sudah. Proses pengambilan gambar yang kami lakukan sore ini menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk kami karena cuaca yang dingin hehehe ... Ya ... Meski bagi orang lain mungkin tidak penting, kami merasa proses pengambilan gambar ini menjadi sesuatu yang istimewa dan perlu dilakukan dengan serius. Kok gitu? Hehehe ... Habis mau gimana lagi? Kan ini peristiwa personal yang mungkin tidak sama bagi orang per orang?
Thursday, December 17, 2015
AROUND IMU
Kali ini pengambilan gambar dilakukan di dalam IMU. Pengambilan gambar dalam rangka apa? Dalam rangka sebelum mengembalikan toga pinjaman papaku ke kampus. Ya ... Pengambilan gambar
yang direncanakan kedua orangtuaku memang tidak sepenuhnya bisa dilakukan di luar ruang. Cuaca dingin yang rasa-rasanya bisa membuat kami membeku, menjadi salah satu alasan mengapa pengambilan gambar kami lakukan di dalam ruang. Malam itu aku dan papa sebenarnya sudah malas sekali keluar rumah. Tapi mamaku mengajak kami berdua ke kampus untuk mengambil gambar. Mamaku berkata pengambilan gambar akan kami lakukan di dalam ruangan. Kata mama, ada banyak tempat yang bisa dipilih seperti: IMU, School of Education dan juga B-Well Library atau gedung lain
nya di kampus. Papa dan aku kemudian memilih IMU saja mengingat gedung itu buka 24 jam. Kata mama, mumpung semester sudah berakhir, ada banyak tempat yang bisa kami pakai sebagai latar belakang acara ambil gambar. Apalagi kami datang di IMU menjelang jam 9 malam hehehe ... Kami berharap kegiatan ambil gambar ini tidak mengganggu siapa pun. Dan benarlah harapan kami. IMU lumayan sepi dan lumayan menyenangkan dipilih sebagai lokasi ambil gambar malam ini. Ada banyak spot bagus yang bisa kami pilih. Beneran deh ... Mumpung sepi, kami bebas saja berpose di dalam gedung IMU
yang anget. Dan rasa-rasanya, kami tidak mengganggu siapa pun itu. Kata mama, kami perlu mencari spot yang menunjukkan kami berada di dalam kampus Indiana University. Apakah spot itu ada? Ada banyak hehehe ... Misalnya saja di depan Bookstore, di depan foodcourt, di salah satu pojok yang memuat monitor besar yang berisi info tentang kampus IU dan masih banyak lagi. Meski tulisan IMU-nya tidak kami cari, ternyata tulisan itu tertangkap di salah satu spot hehehe ... Gimana hasil pengambilan gambar indoor kali ini? Lumayan OK kan? Kalau menuruti aku dan papa yang males, kami tentu tidak
akan punya banyak koleksi foto dengan latar belakang yang seperti ini. Habis, papa dan aku kan sama idenya, nggak penting banget foto-foto di saat musim dingin seperti ini. Na ... Mamaku punya pendapat lain. Karena masa peminjaman toga terbatas dan suhu dan cuaca di musim dingin tidak selalu cocok untuk pengambilan gambar outdoor, kegiatan pengambilan gambar tidak boleh mandek. Kami yang musti mau menyesuaikan diri dengan weather dan situasi yang ada karena ternyata hasil kegiatan berburu gambar kali ini tidak mengecewakan hehehe ... Itu menurut kami lho ya ... Gambar ini diambil di hari Kamis malam (setekah jam 8 PM) tanggal 17 Desember.
Wednesday, December 16, 2015
AROUND EVERMANN
Apa ini? Ini adalah papaku yang sedang nyobain toga untuk acara hari Sabtu nanti. Mumpung matahari bersinar cerah, papa diajak mama untuk sebentar
mengambil gambar di sekitar Evermann. Meski dingin, acara ambil gambar di sekitar Evermann berjalan dengan sukses hehehe ... Aku kemana? Aku masih belum libur alias masih masuk sekolah, jadi aku nggak ikutan acara pagi ini. Papaku menyewa toga dari kampus dan mengambil toga dari IU Bookstore di hari Senin siang. Hanya saja, Senin hingga Selasa, matahari tidak bersinar sehingga mama dan papa tidak menjadwalkan mengambil gambar dengan mengenakan toga. pengembalian toga ini akan dilakukan hari Sabtu setela
h acara selesai. Na ... Selama Senin sampai dengan Jum'at, papa dan mama memang sudah menjadwalkan acara ambil gambar di sekitar kampus dan juga di sekitar rumah. Karena ini musim dingin, papa dan mama musti menyesuaikan dengan weather. Dalam situs ramalan cuaca yang dibaca papa dan mamaku, seminggu ini akan mendung terus. Matahari tidak akan nampak dan juga suhu akan terasa adem. Ramalan ini tentu tidak membuat kedua orangtuaku patah hati hehehe ... Meski mungkin tidak sebebas summer, acara ambil gambar tetap
diupayakan. Dan ternyata, hari ini matahari muncul dengan cantiknya. Segera saja papa dan mama bersiap untuk mengambil gambar sebelum matahari menghilang. Cuaca yang dingin tidak menjadikan acara terganggu hehehe ... Papa dan mama juga membawa tripod agar mereka bisa berpose bersama. Mumpung cuaca cerah dan neighborhood lumayan sepi, papa dan mama pun bebas berjalan di area outdoor di sekitar Evermann. Meski musim dingin tidak terwakili dengan datangnya salju seminggu ini, at least pohon yang gundul bisa menjad
i penanda bahwa pemotretan kali ini dilakukan di saat musim dingin berlangsung hehehe ... O ya ... Berapa lama ya kedua orangtuaku berada di luar ruang? Sudah pasti nggak terlalu lama-lah ... Yang jelas, mereka juga beberapa kali masuk ke gedung ketika merasa dingin tidak tertahankan. Habis ... Suhu di luar kan minus sekian derajat celcius, mana bisa papa dan mamaku tahan berlama-lama di luar ruangan hanya dengan pakaian seperti yang nampak di gambar? Hehehe ... O ya ... Gambar ini diambil di hari Rabu pagi tanggal 16 Desember sekitar jam 9 AM.
Tuesday, December 15, 2015
CHRISTMAS GIFT FROM A FRIEND
Na ... Ini dia buah kesukaanku, buah pir. Teman mama memberikan boks buah pir sebagai hadiah natal. Sama seperti tahun l
alu, boks buah seperti ini juga dijadikan christmas gift - hanya saja, isi dus tahun lalu dan tahun ini tidak sama. Karena aku suka banget dengan buah pir, nggak pakai nunggu lama, pir di dalam boks ini langsung saja kucicipi ... Habis, daripada keburu terlalu mateng dan empuk, lebih baik kalo mulai kucicipi dari sekarang kan? Hehehe ... Gimana rasa pir yang ini? So soft and juicy ... Pastinya sweet dan refreshing juga hehehe ... Kata mama, boks buah seperti ini dipesan teman mama secara online. Paket buah ini dikirim
langsung dari sebuah perusahaan yang melakukan bisnisnya di bidang pertanian. Seperti yang kita tahu, buah termasuk salah satu makanan yang memiliki umur pendek. Maka dari itu, nggak mengherankan kalo harga paket buah seperti ini relatif mahal karena resiko yang musti ditanggung perusahaan lumayan besar. Kok mama bisa tahu kalo harganya mahal? Kan bisa dilihat dari alamat yang ada di boks? Ya ... Perusahaan pengirim makanan ini adalah Harry and David (http://www.harryanddavid.com/). Dalam situs mere
ka, produk lain yang ditawarkan (selain buah) adalah coklat, bunga dan juga anggur. Kemasan produk mereka juga cantik dan menarik. Jadi, mereka yang mengirim maupun menerima diharapkan merasa senang hehehe ... Kado atau hadiah natal, merupakan simbol berbagi. Nggak heran, karena di negara ini, christmas gift menjadi salah satu kultur atau kebiasaan yang umum dilakukan menjelang akhir tahun. Kepada siapa mereka berbagi? Kepada siapa saja tanpa terkecuali ... Mama tentu mengucapkan terima kasih kepada teman mama yang memberikan gift yang spesial ini ... Gift yang menjadi favoritku hehehe ...
Thursday, December 10, 2015
SUN STAR ON DECEMBER 10, 2015 (THURSDAY)
Yang ini sih gambar yang diambil papaku menjelang matahari terbit. Kapan itu? Hari Kamis tanggal 10 Desember 2015. Pagi itu, matahari masih
belum terbit. Semburat warna kuning dan oranye keemasan terlihat muncul di ufuk timur. Matahari pagi masih malu memancarkan sinarnya, jadi, gelap dan terang seolah menjadi satu di langit. Nampak kan apa yang kumaksud? Yang kemudian menarik hatiku adalah sun star. Apakah itu? Bentuk menyerupai bintang yang nampak bersinar di antara langit gelap. Sebenarnya apakah itu? Sianar atau cahaya dari lampu (baik lampu kendaraan maupun lampu penerangan jalan) yang tertangkap oleh kamera. Kata papa, mendapatkan sun star sebenar
nya nggak sulit, yang diperlukan adalah kesabaran dan juga ketepatan waktu. Unsur kamera juga penting, tapi yang lebih penting adalah man behind the camera. Dan papa menunjukkan padaku sun star yang diperoleh pagi ini. Gambar yang didapatkan setelah aku berangkat sekolah ini memang terlihat istimewa. Semburat warna jingga dan juga sun star yang seolah berpadu dengan apik di gelapnya pagi. Aduh ... Lagi-lagi aku jadi serius gini hehehe ... Yang jelas, pemandangan pagi seperti ini tidak setiap hari ada. Kok gitu? Iya ... Langit berwarna jingga
hanya akan muncul di saat cuaca cerah alias tidak hujan atau tidak mendung atau tidak foggy. Ya ... Di Bloomington ini cuaca sangatlah sering berubah, nggak heran kalo mau ambil gambar di pagi atau sore hari, kita musti mencermati weather channel dan juga juga rajin melihat keluar rumah hehehe ... Biar kita nggak kehilangan momen bagus yang bisa kita abadikan ...
Subscribe to:
Posts (Atom)