Saturday, December 14, 2013

KABUT DI SABTU SORE

Sabtu sore, 14 Desember 2013, mama dan aku bersiap berangkat ke gereja di jam 4.15. Kami sempatkan untuk berpose di parking lot sejenak sebelum kami berangkat. Sengaja kami berpose karena ada kabut yang menjadi background pose kami. Kabut ini sudah ada sejak siang hari tadi. Setelah mendung sepagian, kabut pun perlahan turun dan nggak pergi untuk jangka waktu yang lumayan lama. Kabut seperti ini memang umum terjadi, dan seringkali datang tanpa mengenal musim. Mungkin yang paling tidak sering terjadi adalah di saat musim panas hehehe ... Bloomington memang daerah yang sangat unik. Cuaca sering sekali berubah dalam tempo cepat. Matahari yang tadinya cerah pun bisa tiba-tiba menghilang dan langit tiba-tiba menjadi mendung lalu hujan turun. Sebaliknya, pagi yang mendung bisa tiba-tiba digantikan sinar matahari yang menyilaukan mata hehehe ... Kembali ke kabut ya ... Selama tinggal di Bloomington, rasanya kami belum pernah berpose bersama kabut hehehe ... Makanya, saat kami melihat kabut yang lumayan betah berada di luar rumah, kami segera saja menjadikannya background pose kami. Di dalam gambar ini kelihatan sekali kalo kabut nampak menyelimuti area di mana kami tinggal. Pepohonan tidak terlalu kelihatan, kendaraan dan jalan juga demikian adanya. Suhu yang kami rasakan juga tiak terlalu bersahabat, jadi, kami gak bisa lama-lama berada di luar kendaraan. Meski sudah berbaju hangat dan juga memakai sarung tangan dan sepatu hangat (plus topi untukku), rasanya berlama-lama berada di luar ruang bukanlah pilihan bijaksana. Segera saja setelah beberapa gambar didapatkan, kami masuk ke kendaraan agar dingin tidak lagi terasa menggigit badan. Dalam perjalanan menuju ke gereja (yang hanya berjarak 3 menit dari rumah), kami melihat semua kendaraan yang melintas di jalan raya menyalakan lampu untuk kabut. Ya ... Di saat kabut seperti ini jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas sehingga untuk alasan keamanan dan keselamatan, laju kendaraan biasanya akan diperlambat plus lampu kendaraan juga musti dinyalakan. Meski berkabut, kami melihat ada banyak kendaraan yang juga melintas di jalan raya. Kabut yang turun di hari ini bertahan sampai lama. Kalau aku nggak salah, sampai matahari terbenam pun kabut rasanya tidak memudar. O ya ... Hampir lupa. Semalam aku datang juga ke gereja untuk mengikuti Christmas Party bagi anak SMP dan anak SMA (seperti mudika). Acara yang berlangsung selama 2 jam (dari jam 6-8 malam) ini diikuti sekitar 25-an peserta. Selain menghias pohon natal, memasukkan bingkisan natal untuk yang memerlukannya (gereja mendapat banyak sekali sumbangan dari umat untuk siapa pun yang memerlukannya dan kami membantu membungkuskan bingkusan tersebut) dan menghias gereja, kami juga menikmati pesta kecil berupa makan pizza, cookies (ginger bread juga) dan minum coklat bersama. Karena papa dan mamaku gak ikutan (aku hanya di-drop kemudian dijemput kembali), gak ada foto yang bisa diposting disini karena kami gak ambil gambar. Awalnya aku ragu karena baru sekali ini aku ikut acara seperti ini, tapi mamaku memintaku untuk mengikuti acara ini dan kalau aku nggak senang, aku bisa telpon minta dijemput. Ternyata, sampai acara ini berakhir, aku gak merasa ingin menelepon papa dan mama. Artinya, aku enjoy ikutan acara ini hehehe ... Dan sore ini, saat aku dan mama ke gereja, aku pamerkan hasil karyaku semalam (hiasan di pohon natal) pada mamaku ...

Friday, December 13, 2013

SNACK ON FRIDAY

Jum'at siang, 13 Desember 2013, setelah makan siang di Rush Hour Station, mama mendapati 2 potong cake dan 1 roi manis ada di mejanya. Cake dan roti ini diberikan oleh Housing Manager. Rupanya, Housing Manager baru saja mengikuti acara makan siang bersama di salah satu Dining Hall di salah satu dorm dalam rangka hari apresiasi staff. Maksudnya apa ini? Begini, Indiana University rutin memberikan penghargaan kepada staff yang memiliki prestasi. Penghargaan ini berupa piagam/setifikat yang akan diterimakan kepada para staff di acara ini. Para staff yang akan mendapat sertifikat/piagam ini diundang untuk menghadiri makan siang bersama saat penyerahan sertifikat berlangsung. Na ... Para manager biasanya mendapat undangan untuk datang di acara ini, termasuk housing manager di tempat mamaku berkegiatan. Kok housing manager mama begitu baiknya? Iya ... Memang begitu kebiasaannya. Housing manager ini selalu ingat kepada siapa yang ada di kantor dengan cara membawakan dessert atau apa pun yang bisa "dicangking" hehehe ... Selain mama, teman lainnya, Lori, juga mendapat cake yang sama. Mama kemudian membagi cake ini dengan teman lain, Shane, karena mama tidak mungkin menghabiskan semuanya. Sebentar dulu, kok ada spring roll alias lumpia disitu? Iya ... Mama yang membeli di saat mama maksibar di Rush Hour Station. Shane, teman mama, berpesan untuk dibelikan spring roll ini. Kok Shane tahu kalo ada spring roll di daftar menu yang ditawarkan tempat makan ini? Kan mama sempat kasih lihat daftar makanan yang dijual di warung makan ini pada Shane secara online, jadi Shane meminta mama untuk membawakan/membungkuskan makanan ini. Ya ... Kebiasaan disini memang begitu. Sebelum pergi makan ke sebuah warung makan, biasanya mama atau papa akan melihat dulu di internet info mengenai tempat makan ini. Apa menu yang disajikan, berapa harga per porsinya, dimana lokasinya dan bagaimana rating-nya ... Wuih ... Sampai segitunya ya hehehe ... Ya memang. Tapi cara ini kemudian memudahkan kami saat kami kemudian sampai di tempat ini. Kami sudah mempersiapkan diri kami untuk memesan apa yang kami inginkan. Jadi, kami nggak akan memilih lama-lama. Lalu juga, kami bisa memperkirakan berapa bujet yang perlu dikeluarkan untuk acara makan siang yang direncanakan. Dengan begitu, kami gak akan waste money dan waste energy. Itu kata papa dan mama lho hehehe ... Ngomong-ngomong, aku kebagian cake ini nggak? Nggak, karena mama sudah membaginya dengan Shane. Nggak pa pa pastinya, karena di rumah, kami masih memiliki cake lain yang bisa disantap ...

MAKSIBAR DI RUSH HOUR STATION

Jum'at, 13 Desember 2013, mama makan siang bersama tante Sonia, tante Fitri dan Ross. Mereka berempat mendatangi Rush Hours Station (nama tempat makan tersebut) yang berlokasi di Jalan Ktiga. Mengapa memilih tempat makan tersebut. Menurut Ross, tempat makan ini menyajikan aneka menu masakan yang rasanya OK. Selain itu, lokasi tempat makan ini juga dekat dengan kantor tante Fit dan juga kantor Ross. Karenanya, tempat makan inipun dijadikan acara maksibar siang ini. Kata mama, hari ini merupakan hari terakhir Ross kerja di kantor di dekat Sample Gate, karena mulai Senin nanti Ross akan pindah divisi ke UITS yang berlokasi di bypass (Jalan Kesepuluh) di depan Tulip Tree Apartment. Karenanya, Ross yang selama 7 tahun kerja di dekat Sample Gate minggu-minggu ini banyak menghabiskan acara makan siangnya di berbagai tempat makan yang ada di seputar Sample Gate. Kalau nanti Ross pindah ke gedung baru, lokasi makan yang dekat dengan kantor adalah dining hall di gedung tersebut, beberapa international restoran dan juga College Mall. Saat masih bekerja di gedung lama, Ross bisa memilih lebih banyak macam menu di berbagai jenis tempat makan yang ada di sekitar Kirkwood dan tinggal jalan kaki. Kini, Ross tetap bisa memilih berbagai menu yang diinginkannya tetapi perlu berkendara atau melalui layanan pesan antar. OK ... Kembali ke Rish Hour Station ya ... Kata tante Fitri dan tante Sonia, pemilik tempat makan ini aslinya adalah orang Vietnam tetapi sudah lama sekali tinggal di US jadi sudah seperti native speaker. Namun demikian, menu yang dia sajikan adalah kombinasi menu Asia dan US. Tempat makan ini menjual sandwich misalnya, tetapi dengan nama Asian beef BBQ Sandwich, Chicken Lemongrass Sandwich, Asian Burger dan sebagainya. Selain itu, mereka juga menyajikan aneka menu Asia seperti fried rice (nasi goreng) dan aneka soup, yang memiliki nama unik (you complete me, your path has many meatballs, smile from the soul, be kind to each other, dsb), yang memiliki bahan dasar mie (kuning, putih/bihun) dengan kuah daging sapi, plus bakso, plus sayuran (cilantro, green onion dan bean sprout alias seledri, daun bawang dan taoge hehehe ...). Lalu, apa yang dipesan mama? You Complete Me. Apa yang dipesan tante Sonia? Vermicelli Salad. Apa yang dipesan tante Fitri? Vermicelli Salad. Apa yang dipesan Ross? Sama dengan yang dipesan mama yaitu You Complete Me. Cara pesan makanannya bagaimana? Setelah masuk ke dalam warung makan ini, pengunjung akan  menuju ke kasir dan  memesan makanan, membayar harga makanan yang dipesan dan kemudian mencari tempat duduk. Makanan akan diantar kira-kira 10 menit kemudian (paling lama). Air minum yang tersedia cukup banyak pilihannya, hanya saja mama memilih air putih. Sambil menunggu makanan datang, sudah pasti mereka mengobrol hehehe ... Sesudah makanan datang, mereka juga masih ngobrol hehehe ... Coba perhatikan gambar-gambar yang diposting di sini. Nampak yummy kan? Bagaimana rasanya? Yummy-lah hehehe ... Sejatinya, rasa makanannya OK. Yang kurang OK adalah asap yang ada di dalam tempat makan ini yang mengakibatkan baunya terbang kemana-mana hahaha ... Sepertinya exhauster yang ada di dapur tempat makan ini tidak bekerja dengan baik, sehingga asap dan aroma masakan terbang bebas. Other than that, semua OK. Termasuk harga per porsi makan siang segede gambreng ini hehehe ...

WINTER VIEW FROM EIGENMANN

Masih dari Eigenmann ya ... Papaku yang berkegiatan di lantai 10 siang itu mengambil gambar beberapa pemandangan dari ketinggian Eigenmann di saat salju masih ada. Saat fall kemarin, papa juga mengambil gambar sekeliling Eigenmann yang penuh warna cantik karena aneka darun yang berubah warna. Dengan salju menutup sebagian besar area ini (kecuali yang sudah dibersihkan seperti jalan raya dan halaman), pemandangan di sekitar Eigenmann juga berubah. Selain putih menghampar di banyak tempat, kami lihat ada warna hitam (jalan raya), hijau (warna kaca jendela) dan beberapa warna lain (cat kendaraan) yang menjadi penghias warna dominan salju. Dari jendela besar yang ada di ruangannya, papa bisa mengambil gambar dari berbagai sisi. Tampak sisi samping yang berisi parking lot dan kendaraan yang ada di situ. Sebagian kendaraan sudah bersih, sebagian besar lainnya masih memiliki salju di atasnya. Lalu di bagian lain lagi nampak jalan berkelok dan juga banguanan lain (Tulip Tree apt) yang ada di kejauhan. Jalan nampak memiliki warna kontras (aspla hitam) dengan salju yang ada di pinggirnya. Dari gedung bertingkat, akan terlihat jelas bagian mana yang bisa dilewati (karena jalan dan sidewalk sudah dibersihkan) maupun yang belum. Mama senang sekali saat papa menunjukkan gambar ini. Kata mama, gambar ini sebaiknya dimasukkan di dalam blog hehehe ... Soalnya, gambar yang seperti ini jarang kami miliki. Gambar salju yang ada di dalam dokumen kami adalah salju yang terlihat dari jalan atau sidewalk alias yang sejajar dengan kami, bukan yang diambil dari ketinggian sebuah gedung atau lantai. Lagian, kan tidak selalu musim dingin ditandai dengan salju tebal. Jadinya, gambar ini menjadi begitu istimewa hehehe ... Dari lantai 10 gedung ini terlihat betapa luas hamparan yang tertutup salju. Dengan bantuan sinar matahari yang cerah, gambar pun bisa diambil dengan leluasa. Dua hari sebelumnya, mendung menggayuti Bloomington terus menerus. Jadi, mau ambil gambar dari lantai 10 kok rasanya gak maksimal. Itu kata papa lho hehehe ... Beruntunglah hari ini ada matahari yang bersinar manis. Kegiatan ambil gambar pun menjadi sangat menyenangkan dan hasil jepretan papa pun kemudian diposting disini.     

Thursday, December 12, 2013

CHRISTMAS GIFT FROM TEMAN PAPA

Siang itu, setelah berkegiatan di Eigenmann, papa membawa pulang satu bungkus plastic bag kecil yang setelah dibuka berisi fudge yang tertata rapi di dalam sebuah jar (botol mini). Fudge itu apa? Kata WikipediaFudge is a type of Western confectionery, which is usually soft, sweet and rich. It is made by mixing sugar, butter, and milk, heating it to the soft-ball stage at 240 °F (116 °C) and then beating the mixture while it cools so that it acquires a smooth, creamy consistency. Many variations with other flavorings are made, such as chocolate fudge, peanut butter fudge, and maple fudge. Nuts can also be added, such as in the flavour "maple walnut", and some recipes call for candied fruit. Jadi, fudge adalah coklat buatan yang kemudian umum disajikan sebagai makanan penutup. Siapapun bisa membuatnya asalkan mau, termasuk Annie (supervisor papa) yang membagikan chocolate fudge ini kepada para staff di kantor Eigenmann. Coklat buatan sendiri ini jelas lebih uenak karena sudah disesuaikan dengan cita rasa atau selera yang membuat fudge ini. Annie menambahkan coklat putih di dalam fudge ini. Sudah pasti yumi deh rasanya hehehe ... Fudge ini kemudian disipan di dalam kulkas agar lebih tahan lama. Ya ... Natal sudah dimulai dengan suasana berbagi seperti ini. Meski berbagi tidak harus dilakukan di saat Natal, banyak orang yang kemudian menjadikan natal sebagai saat untuk berbagi karena hari ini merupakan hari spesial untuk siapapun merayakan apa itu berbagi. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba kita mendapat kado/gift/bingkisan di bulan Desember ini .... 

Wednesday, December 11, 2013

GIFT FOR MY FRIEND

Ini adalah gift yang kuberikan pada temanku yang akan pulang ke negaranya. Gift ini adalah jaket. Aku tahu temanku sangat menyukai kegiatan olah raga, karenanya, aku membelikan gift yang kurasa akan memberikan manfaat padanya. Gift ini kubeli di sebuah toko beberapa waktu yang lalu. Bersama kedua orangtuaku, aku memilih apa yang bisa kuberikan untuk temanku. Sebelum memutuskan untuk memberikan jaket, aku sudah mencoba mencarikan beberapa item lainnya. Namun, aku merasa jaketlah yang paling pas kuberikan untuk temanku ini. Lalu, kapankah gift ini kuberikan? Di saat temanku sleep over di rumah, tanggal 7 Desember kemarin. Ya ... Temanku menginap di rumahku seminggu sebelum ia pulang ke negaranya. Aku berikan tas berisi jaket ini padanya saat kami hendak mengikuti acara gathering dalam rangka farewell party untuk keluarga temanku ini. kuharap temanku menyukai gift dariku. Yang paling penting untukku adalah bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat (moga-moga) untuk temanku. Meski kembali ke negaranya, aku dan temanku bisa tetap saling kontak melalui medsos (media sosial) seperti yang selama ini kami lakukan. Aku juga berharap agar kami bisa berjumpa kembali nanti. Karena negara asal kami tidak berjauhan, kami berharap bisa saling berkunjung nantinya hehehe ... Ngomong-ngomong, apakah aku membeli sesuatu saat aku mengikuti kedua orangtuaku berbelanja untuk temanku ini? Nggak ... Kenapa? Karena apa yang kuperlukan tidak ada. Apakah itu? Sepasang kaos kaki yang sudah lama ingin kubeli karena aku membaca kaos kaki ini sangat nyaman dipakai. Kaos kaki ini ternyata tidak dijual di sembarang tempat hehehe ... Kalaupun ada yang mirip dengan yang kulihat di tempat lain, bahan yang digunakan sepertinya kok gak sama hehehe ... Jadinya, aku memilih gak beli apa-apa. Kalau kata mamaku, yang penting fungsinya, jangan cari barang yang nggak memiliki fungsi hahaha ... Kembali ke temanku ya ... Kuharap jaket ini bisa dia pakai di saat dia sedang menjalankan hobinya yaitu berolahraga khususnya bermain sepak bola. Meski nantinya dia akan bertambah besar, aku harap saat ini jaket ini cocok untuknya ...

Tuesday, December 10, 2013

NASI GORENG ALA PAPA DAN MAMA

Na ... Ini adalah nasi goreng buatan orangtuaku. Aku dan mama sangatlah menggemari nasi goreng. Selain mudah cara membuatnya, nasi goreng lumayan dikenal di berbagai negara. Kutipan dari wikipedia mengatan sbb: Fried rice is a dish of steamed rice stir-fried in a wok, often mixed with other ingredients, such as eggs, vegetables, and meat. It is sometimes served as the penultimate dish in Chinese banquets, just before dessert. As a homemade dish, fried rice is typically made with leftover ingredients (including vegetables, meat) from other dishes, leading to countless variations. Many popular varieties of fried rice have their own specific list of ingredients. In Asia, the more famous varieties include Yangzhou and Fujian fried rice. Elsewhere, most restaurants catering to vegetarian clientele have invented their own varieties of fried rice including egg fried rice, Indonesian spicy nasi goreng (fried rice) and the ubiquitous "special fried rice". Fried rice is a common staple in American Chinese cuisine, especially in the form sold as fast food. The most common form of American Chinese fried rice consists of some mixture of eggs, scallions, and vegetables, with chopped meat added at the customer's discretion, and usually flavored with soy sauce instead of table salt (more typical for Chinese-style fried rice). Fried rice made in American Chinese restaurants can vary in appearance, from a dark brown appearance often seen in East Coast establishments, to a light brown appearance often seen in Midwestern American Chinese restaurants. Fried rice is also seen in other American restaurants, even in cuisines with no native tradition of the dish. The dish is also a staple of Chinese restaurants in the United Kingdom (both "sit-in" and "takeaway"), and is very popular in the West African nations of Nigeria, Ghana and Togo, both as restaurant and as street food. Nampak jelas kan, mengapa nasi goreng ini begitu disukai? Lalu, bagaimana kami mempersiapkan nasi goreng ini? Gampang saja ... Mula-mula siapkan bumbu dasar nasi goreng (bawang merah, bawang putih) yang diblend dengan minyak goreng sedikit dan udang (karena kami mau memasak nasi goreng udang). Dengan blender, bumbu dasar tadi pun kemudian dihaluskan. Sesudah bumbu sipa, persiapan berikutnya adalah aneka sayur dan bahan lain yang akan dimasukkan ke dalam menu ini. Apakah itu? Daun bawang (green onion) dipotong tipis-tipis, jagung, peas dan wortel yang juga dipotong kecil-kecil. Sesudah itu, siapkan telor (sesuai selera), sambal (cabai yang digerus) dan bumbu lain s eperti garam dan merica. Bahan utama menu ini yang berupa nasi, bisa dimasak malam sebelumnya, atau beberapa jam sebelumnya. Biasanya, 30 menit sebelum digoreng, nasi akan didinginkan terlebih dahulu agar tidak lengket saat nasi goreng ini dimasak. Tambahan udang atau ayam atau daging sapi (untuk ketiganya direbus dulu biar matang) juga bisa disiapkan sebelumnya. Tak lupa kecap manis dan saus tomat juga disipakan, agar nasi goreng memiliki rasa yang komplit. Sesudah semua bahan disiapkan, barulah kita meletakkan penggorengan, menambahkan minyak goreng dan menyalakan kompor. Lalu, tunggu sampai minyak mendidih dan masukkan telor terlebih dahulu. Pastikan api tidak terlalu besar, sehingga telor tidak menjadi gosong hehehe ... Setelah telur berubah warna menjadi sedikit kekuningan, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tunggu sampai berbau wangi. Jangan dulu campur bumbu dan telor meski letaknya berdekatan hehehe ... Sesudah wangi bumbu tercium, masukkan wortel, udang, peas dan corn. Aduk sayuran sampai layu. Sesudah itu tambahkan daun bawang. Baru kemudian aduk rata dengan telor. Sesudah sayuran dan udang matang, tambahkan nasi. Sebelum nasi diaduk untuk dicampur dengan sayuran, tambahkan kecap, saus tomat, garam dan merica bubuk di atas nasi. Baru sesudahnya aduk nasi dan campur dengan semua bahan yang ada di dalam penggorengan. Masak nasi sampai semua bahan tercampur dnegan rata dan warna nasi berubah dari putih menjadi berwarna. Setelah dirasa cukup, matikan kompor dan pindahkan nasi dari penggorengan ke dalam magic jar. Sesudah itu, hangatkan nasi goreng sampai siap disantap. Hmmm ... Sudah pasti yummy ... Kan buatan sendiri hehehe ...