Sunday, October 25, 2015

AROUND SGIS

Papa dan mama mampir sebentar ke kantor papa di belakang B-Wells Library. Gedung baru untuk fakultas baru (disini fakultas disebut sebagai School) yang bernama SGIS (School of Global and International Studies) belum pernah didatangi mamaku. Karena penasaran, mama kemudian mengajak papa mampir sebentar ke gedung ini sebelum menjemputku di Wonder Lab. Mumpung cuaca cerah dan juga masih banyak daun yang menempel di dahan, gambar pun kemudian diabadikan di sekitar gedung baru ini. Kata mama, gedung baru ini didesain dengan cantik. Ruangannya terlihat terang karena dinding kaca menjadi salah satu sebabnya. Selain itu, meski memiliki bahan dasar bangunan yang sama (limestone), gedung ini terlihat modern namun tetap menyatu dengan bangunan yang sudah ada sebelumnya. Taman outdoor berundak yang luas dan bersih, kata papa, menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati makan siang. Kata papa lagi, ada banyak students yang terlihat menyantap makan siang mereka di area ini. Di dalam gedung ini sendiri akan terlihat ruangan kuliah (ruang kelas) yang berjajar. Tentu saja ada lobby dan juga hallway yang luas. Lalu, tangga menuju lantai 2 juga nampak artistik. Railing tangga yang dikelilingi bahan tembus pandang membuat si pengguna tangga leluasa melihat pemandangan di dalam dan di luar gedung. Di lantai 2, terdapat deretan ruang kantor yang simple namun terkesan modern dan menarik. Hanya sebentar saja berada di dalam gedung SGIS, papa dan mama kemudian keluar dari bangunan dan mengambil beberapa gambar di sore cerah ini. Mumpung udara belum terasa dingin sekali, mengambil gambar di luar ruangan di saat musim gugur datang terasa menyenangkan. Bersama papa dan mama, ada banyak juga mahasiswa dan mungkin juga pengunjung (visitor) yang nampak asyik berjalan-jalan di sekitar gedung sekaligus mengambil gambar. Papa dan mama memilih pohon yang masih memiliki daun namun warna daunnya berubah. Meski sebagian daun sudah rontok, papa dan mama tetap saja mengambil gambarnya apabila dirasa warna daunnya terlihat cantik. Nampak kan dalam gambar kira-kira seperti apa warna daun yang dimaksud? Dari jauh, warna-warni daun terlihat cantik. Begitu didekati, warna-warni ini kadang tak seindah yang dibayangkan. Kenapa begitu? Kata mama, mata manusia dan kamera memiliki kesan yang berbeda saat menatap sebuah obyek. Mata memandang aneka warna daun ini dan menyimpannya di memori sebagai warna yang indah. Begitu kamera merekamnya, tidak selalu kesan yang sudah diperoleh (karena kita merekamnya di memori) sama dengan yang ditangkap kamera. Apakah kami lantas merasa kecewa? Tentu saja tidak. Warna gambar (warna yang diambil oleh kamera) nantinya akan terlihat seperti yang ada di memori kita. Hanya saja, diperlukan waktu beberapa saat untuk melihat keindahan foto. Maksudnya? Gambar yang diambil sore ini dan langsung dilihat, mungkin tidak terasa sebagus aslinya. Namun, dari gambar yang sore ini diambil dan dilihat keesokan harinya, akan terlihat dan terasa keindahannya ... Apakah aku setuju? Biar mudah iya saja deh hehehe ... Coba perhatikan beberapa gambar yang diposting kali ini. Nampak kan "atmosfer" musim gugur yang terekam di kamera? Ya ... Musim gugur yang coba ditangkap dalam kamera dan dirasakan keindahannya ...

No comments:

Post a Comment