Saturday, February 21, 2015

BERSAMA SALJU: 2-21-2105

Kok judulnya bersama salju? Iya ... Seminggu ini, salju turun seolah tiada henti. Putih terhampar dimana-mana dan menutupi apa saja. Sabtu, 21 Februari 2015, salju turun dengan cantiknya. Mamaku sangat menyukai salju yang seperti ini. Salju terasa lembut, udara tidak terlalu dingin dan sangat indah diabadikan. Karenanya, kami bertiga sengaja mengambil banyak gambar di Sabtu sore ini. Meski matahari belum sepenuhnya keluar dari persembunyian, acara ambil gambar bersama menjadi menyenangkan. Kenapa? Karena salju tebal masih menggunung dan di beberapa lokasi, baru kamilah yang menjejakkan kaki disitu. jadi, kami merasa menjadi pioner hehehe ... Tampak kan beberapa gambar yang diunggah di postingan kali ini? Ya .. Sembari menunggu matahari muncul sepenuhnya, kami susuri parking lot dan area terbuka di dekat kami tinggal. Banyak sekali gambar yang kami ambil. Kami kemudian menyudahi acara bertiga kali ini. Sebentar saja berada di dalam rumah, aku kembali menuju halaman depan apartment dan membuat snowman bersama teman-temanku. Snowman besar yang kubangun/kubuat bersama teman-temanku kami jadikan background foto. Nampka kan besarnya snowman buatan kami? Jelas kami senang sekali dengan hasil karya kami hehehe ... Selain kami, ada banyak teman dan tetangga kami yang juga mengabadikan gambar snowman ini dan menambahkan beberapa snowman kecil di dekat situ. Puas bermain snowman, aku dan teman-temanku pindah area bermain dan kami melanjutkan acara kami dengan bermain sledding di dekat Evermann. Kenapa disitu? Karena di Evermann ada cerukan yang lumayan curam yang kami bisa gunakan dalam permainan berseluncur dalam salju ini. Lumayan lama juga kami bermain di area tersebut. Lumayan lama juga aku dan teman-teman serta tetanggaku lainnya bermain bersama di depan Evermann building. Meluncur dalam berbagai pose dan kemudian kembali naik ke area yang lebih tinggi dan bersiap meluncur lagi. Papaku mengambil beberapa gambar di saat kami berkegiatan sore itu. Bagaimana dengan mamaku? Mamaku bukanlah penggemar sledding hehehe ... Mamaku sama sekali belum pernah mencoba berseluncur di papan hehehe ... Lalu, apa yang menjadi kesukaan mamaku? Mengambil gambar pohon tak berdaun yang dikelilingi salju, mengambil gambar sidewalk yang juga dipenuhi salju di kiri dan kanannya, mengabadikan picnic table yang terbenam timbunan salju serta mengambil gambar hamparan salju di mana-mana. Tentu saja mama nggak hanya mengambil gambar salju yang ada dimana-mana tersebut, melainkan mama juga ikut berpose diantaranya hehehe ... Ya ... Salju kali ini seperti datang terlambat. Saat musim dingin dimulai Desember tahun lalu, kami sama sekali tidak mendapati salju turun seperti di minggu ketiga bulan Februari ini. Musim dingin seolah baru saja mulai karena salju terus turun dan seolah belum akan berhenti meski spring sudah semakin mendekat. Tentu aku senang sekali dengan datangnya salju yang diselingi cuaca lumayan hangat yang memungkinkan kami bermain sledding di luar rumah. Yang lebih membuatku happy adalah sekolah diliburkan selama 4 hari dan hari berikutnya, sekolah ditunda masuknya selama 2 jam. Kok aku senang? Hehehe ... Aku nampaknya masih menjadi anak sekolah biasa yang merasa senang disaat aku diberitahu ada libur dadakan.

Friday, February 13, 2015

FUND RASING: COOKIES

Ini adalah boks cookies pesanan yang harus kuantarkan kepada pemesan. Cookies ini dibuat dalam rangka fund raising grup orkestra di sekolahku. Dalam rangka menggalang dana untuk beragam kegiatan grup orkestraku, bermacam program fund raising dilakukan seperti jualan kue, car wash, kerjasama dengan berbagai warung makan (penyumbang tinggal menyebutkan di kasir saat mereka membayar bahwa mereka ingin menyumbang untuk kelompok orkestraku - otomatis sekian persen bill pembeliannya akan dimasukkan ke rekening grup orkestraku) dan masih banyak lagi. Kali ini, cookies yang ditawarkan adalah cookies buatan kami para siswa dibantu para orang tua. Aku terlebih dahulu mengedarkan form pemesanan. Sesudahnya, aku mengumpulkan di sekolah. Hari Kamis, tanggal 12 Februari 2015, mama bergabung dengan volunteer lain di sekolahku dari jam 6.30 sampai 9 malam untuk menyiapkan cookies yang akan didistribusikan di hari berikutnya (tanggal 13 Februari 2015). Ada 1200 pesanan cookies yang masuk (sesuai target) dan akan dibagi di 2 sekolah North dan South. Kamis malam semua pesanan siap didistribusikan. Jum'at sore sepulang sekolah, aku membawa 12 dus berisi cookies yang siap kuantar. Setelah menyelesaikan PR-ku, aku mengantar dus pesanan ini ke beberapa tempat. Yay ... Misi berhasil kulaksanakan dan aku berharap semua yang memesan cookies ini merasa happy dengan cookies schoolmade yang kami kirimkan hari ini ...

Wednesday, February 11, 2015

MAKMAL DI CHEDDAR

Yang ini sih hanya mama, tante Fitri dan Lori yang bergabung dalam acara makan malam di hari Rabu, tanggal 11 Februari tahun 2015. Ceritanya, mama dan Lori janjian untuk mentraktir tante Fitri yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya. Acara makan malam ini diadakan di warung makan Cheddar dan mereka bertiga janjian ketemu di jam 5.30 sore. Mama berangkat bersama tante Fitri jam 5.20an dan mereka bertemu Lori di lobby warung makan ini. Kata mama, warung makan ini lumayan banyak dikunjungi sore ini/malam ini. Maklum, jam pertemuan mereka memang bertepatan dengan jam makan malam jadinya mereka nggak heran saat mendapati warung makan ini dipenuhi pengunjung. Dengan diantar satu orang petugas, mereka menempati salah satu spot kosong yang berada persis di dekat jendela sehingga mereka bisa melihat keluar. Sambil mencermati menu yang tertera di buku menu, pesanan berupa air soda (untuk Lori dan mama) serta air es (untuk tante Fitri) diantar petugas tak berapa lama setelah mereka bertiga duduk dan memesan minuman. Lori kemudian memesan appetizer berupa chips dengan salsa dan keju cair (chips and homemade queso) sebagai dipnya. Saat pesanan chips ini datang, mereka bertiga sudah memutuskan akan memesan apa malam ini. Lori memesan chicken quesadilla (daging ayam dipotong dadu/kecil diberi salsa dan dimasukkan dalam tortilla). Tante Fitri memesan grilled tillapia with mango salsa (lele bakar yang dilumuri saus mangga). Mama memesan country style fried chicken (dada ayam yang digoreng dilengkapi frech toast alias roti bakar ditambah 2 sides - mama memilih broccoli casseroule dan french fries). Tak lupa mama mengatakan kepada petugas bahwa mama memilih menu ini disajikan dalam porsi makan siang (lebih murah karena lebih sedikit). Sambil menunggu pesanan main dish, mereka bertiga mencicipi chips dan dipnya yang OK. Sebenarnya, mama mengajakku untuk ikutan acara malam ini namun aku nggak mau. Aku merasa kurang nyaman bergabung dengan ibu-ibu hahaha ... Saat mama menanyakan aku minta dibawakan apa, aku juga nggak mau karena makanan yang sudah dingin rasanya kok nggak enak hehehe ... Kata mama, setelah pesanan mereka sampai di atas meja, porsi yang tersaji lumayan besar (banyak). Mereka bertiga menikmati menu pesanan mereka tanpa tergesa-gesa biar mereka bisa menghabiskan semuanya. Mama berkali-kali musti beristirahat untuk bisa menghabiskan porsi "lunch" yang ternyata berukuran jumbo. Sebenarnya, kenapa ya porsi lunch dan dinner dibedakan? Menurutku sih karena biasanya jam makan siang (lunch) di weekedays kan terbatas hanya 1 jam. Jadi, porsi yang tersedia di saat lunch biasanya memang tidak terlalu besar. Lain halnya dengan porsi untuk dinner. Dinner biasanya memang lebih relaks. Batasan waktu seolah tidak ada. Karenanya, porsi yang disajikan di saat dinner sedikit berbeda dengan porsi yang tersedia di siang hari. Mereka yang menikmati dinner di warung makan, mungkin memang sudah merencanakan alokasi waktu yang lebih panjang dibanding saat mereka lunch. Alokasi waktu yang panjang ini memungkinkan dinner berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Lalu, bagaimana rasa makanan yang mereka pilih malam ini? Kata mama, semuanya terasa enak. Ya ... Cheddar memang merupakan salah satu warung makan yang menyajikan makanan yang OK. Meski memiliki nama seperti salah satu jenis keju (biar mudah diingat atau memang menu yang mereka sediakan sangat cheesy), makanan yang tersaji tidak semuanya terasa cheesy hehehe ... Mereka bertiga ngobrol dengan santai di antara acara makan malam ini dan kemudian memutuskan menyudahinya di jam 7.15 malam. Lori masih harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit sebelum sampai di rumahnya dan malam ini udara lumayan terasa dingin. Jadi, acara makan malam pun diakhiri dengan pertimbangan itu. Kata mama, mereka berpisah di parking lot dan janjian untuk makan malam bersama lagi lain kali ... O ya, angin yang bertiup membuat badan menggigil. Jadi, mereka bertiga pun bergegas masuk kendaraan ...

Saturday, February 7, 2015

WEDDING ANNIVERSARY: WARUNG MAKAN AMI

Yay ... Kali ini, di hari Sabtu malam di tanggal 7 Februari di tahun 2015,  kami mengunjungi salah satu warung makan yang ada di jalan ketiga. Papa dan mamaku sengaja mengajakku kesini karena hari ini adalah hari istimewa bagi kedua orangtuaku. Ya ... Papa dan mamaku merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang jatuh di tanggal 7 Februari. Ulang tahun pernikahan yang ke berapakah di tahun 2015 ini? Ke-16. Selama kami tinggal disini, peringatan hari istimewa ini kami rayakan dengan makan bersama di salah satu warung makan. Tahun 2011, kami berkunjung ke Noodle Company. Tahun 2012 kami makan siang di Applebee's. Tahun 2013 kamimemilih warung makan Mama (menyajikan makanan Korea) untuk makan malam bersama. Tahun 2014, kami mendatangi Red Lobster. Tahun 2015 ini, kami sengaja memilih warung makan Ami yang menyajikan menu (mayoritas) Jepang dan Korea sebagai tempat kami bersantap malam. Kenapa kami memilih kemari? Sederhana saja alasannya. Apakah itu? Karena kami belum pernah kemari hahaha ... Sebenarnya papa pernah mengunjungi warung makan ini. Bersama teman-temannya, papa ditraktir oleh salah satu dosen pembimbingnya saat salah satu teman satu bimbingan lulus ujian. Kata papa, makanan yang disajikan di warung makan ini memiliki rasa yang OK. Karena itu, kami pun mantap melangkah ke warung makan ini malam ini. Saat kami sampai di pintu masuk warung makan ini, kami perlu mengantri sebentar. Warung makan nampak penuh. Maklum, hari ini kan termasuk weekend, nggak mengherankan kalau banyak students ataupun siapa saja yang menghabiskan waktu mereka dengan mengunjungi warung makan. Saat petugas bertanya pada kami berapa orang yang akan bersantap malam ini dan kami menjawab 3 orang, petugas kemudian meminta kami mengikuti mereka dan kami diajak menuju ke basement warung makan ini yang ternyata memiliki dining room yang lumayan luas. Sudah banyak meja dan kursi yang terisi, namun kami masih kebagian tempat duduk. Kami pun segera memesan minuman agar petugas tidak bolak-balik. Papa memesan air putih, mama memesan ginger ale dan aku memesan ice tea (gulanya kutambah sendiri). O ya ... Kami sudah mempelajari menu apa saja yang mereka sajikan di warung makan ini, sehingga kami memiliki bayangan apa saja menu yang tersedia disini. Kata papa, porsi yang disajikan besar-besar sekali, jadi kami tidak boleh lapar mata dan memesan semaunya hehehe ... Takutnya, nanti tidak sanggup menghabiskan. Kami pun kemudian memilih Tempura sebagai appetizer. Tempura itu apa? Semua saja yang digoreng dengan tepung hehehe ... Apa isi tempura kami? Sayur-sayuran. Lalu, untuk main dish aku memilih curry tori katsu (ayam goreng boneless yang disajikan bersama nasi dan diberi kari); papa memilih sukiyaki (tahu, mi, irisan daging dan sayur disajikan dalam hot pot bersama nasi) dan mama memilih nasi pecel Korea alias bibimbap (nasi yang atasnya diberi sayuran matang seperti wortel, jamur, taoge, daging cincang yang rasanya seperti isi lemper serta telor mata sapi yang ditaburi wijen/sesame seeds) plus saus khasnya yang disajikan dalam botol tersendiri. Di tempat lain, saus untuk bibimbap seringkali dimasukkan ke dalam mangkok penyajian di atas telor. Di Ami, saus ini dipisah. Setelah semua pesanan dicatat petugas kami menunggu dengan sabar dengan menikmati soup (miso soup) dan salad yang mereka sediakan secara gratis untuk semua pengunjung. Sambil menikmati soup dan salad ini, aku menonton pertandingan bola yang sedang berlangsung di monitor TV layar besar di basement ini. Saat satu per satu pesanan kami sampai di meja, kami pun segera mencicipinya karena kami ingat kata-kata papa, "fresh from the oven" adalah saat terbaik menikmati makanan yang tersaji utamanya di saat perut lapar hahaha ... Bagaimana rasa makanan di warung makan ini? OK ... Bagaimana porsinya? Coba perhatikan gambar yang diposting dalam cerita kali ini. Ya ... Benar sekali apa yang dikatakan papa. Porsinya besar-besar banget. Kata papa, saat papa datang kemari bersama teman-temannya, papa heran melihat porsi yang sebesar ini. Waktu itu papa memesan udon (mi) yang ternyata tersaji dalam mangkok yang besar sekali hahaha ... Lalu, saat kami melihat pesanan kami berada di atas meja, kami tahu kami musti pelan-pelan menikmatinya kalau mau menghabiskannya. Namun, pada akhirnya, tetap saja mama nggak sanggup menghabiskan semuanya karena kami sudah memulai acara makan malam kali ini dengan soup, salad dan 2 potong sayuran goreng sebelum kami berhadapan dengan main dish kami hahaha ... Aku dan papa memang sanggup menghabiskan semuanya, tetapi itu terjadi dalam tempo yang lumayan lama hahaha ... Tak lupa, sebelum kami memulai santap malam kali ini kami berdoa atas rejeki yang boleh kami terima. Aku secara khusus berdoa bagi kedua orangtuaku di hari bahagia ini agar pernikahan mereka terus berjalan dengan baik seperti saat ini ... Happy anniversary! Thanks for the dinner! It's really good!

Friday, February 6, 2015

ISSMA

Hari Sabtu, tanggal 31 Januari 2015, aku diantar papa ke sekolahku untuk mengikuti kegiatan ISSMA. Kegiatan berupa kompetisi memainkan alat musik (khususnya string yang kuikuti) berlangsung sejak dari jam 9 pagi sampai siang hari. Aku dan teman-teman (sebanyak 10 orang) mengikuti mata lomba per kelompok dan kami dijadwalkan memainkan komposisi kami di jam 1 siang. Selain lomba untuk kelompok, hari ini juga ada kompetisi perorangan. Aku tidak mengikuti mata lomba ini. Siapa pun bisa mengikuti lomba ini (utamanya mereka yang sudah tergabung dalam kelompok orkestra) dan lomba ini rutin diadakan (ini websitenya: http://www.issma.net/index.php) Karena mendapat jadwal berlomba di siang hari, papa mengantarku di jam 12.15 dan kemudian menjemputku di jam 1.30 siang. Sebentar sekali? Memang begitu acaranya hehehe ... Peserta umumnya memang hanya datang dan melakukan performa sesuai jadwal masing-masing. Tidak ada yang menunggu terlalu lama baik sebelum maupun sesudah lomba. Kenapa begitu? Karena jadwal sudah ada dan hasil juga langsung diumumkan. Waktu yang tepat menjadi alasan kenapa tidak ada banyak peserta lomba yang ada di dekat ruang perlombaan. Saat kami bersebelas memasuki ruang perlombaan, yang ada di ruang hanyalah para juri dan kami peserta lomba. Setelah komposisi selesai kami bawakan, kami keluar ruang sebentar dan menunggu hasil perlombaan. tak sampai 10 menit kami menunggu, kami dipanggil masuk kembali ke dalam ruangan dan kami mendengarkan hasil perlombaan dari para juri. Apa yang kami peroleh? Medali. Medali ini dibagikan kepada anggota tim dan disematkan di jas kami. Ada beberapa jenis medali yang diberikan kepada peserta, tergantung hasil lomba. Grup kami berhasil memperoleh gold dan tentunya kami semua gembira karena ini merupakan penghargaan tertinggi. Kami pun saling mengucapkan selamat satu sama lain dan merasa bangga dengan hasil yang kami peroleh. Kata mamaku, mungkin semua peserta hari ini mendapatkan gold karena juri ingin memberikan apresiasi kepada siapa saja yang sudah berpartisipasi. Mmmmm ... Setahuku sih nggak begitu. Anyway ... Aku senang dengan apa yang kualami hari ini hehehe ...

Thursday, February 5, 2015

MAKMAL DI GREAT WALL

Kamis malam, tanggal 5 Februari 2015, kami bertiga makan malam di warung makan Great Wall yang kembali membuka menu buffet-nya. Warung makan ini pernah kami datangi 2 atau 3 tahun yang lalu namun kemudian tidak pernah kami datangi lagi karena kabarnya mereka menghilangkan menu buffet yang lumyan banyak pengunjungnya. Lalu, apa yang kemudian disediakan di warung makan tersebut? Menu sejenis yang disajikan ala carte (pembeli memesan terlebih dahulu). Menu ala carte kurang menjadi favorit pengunjung utamanya di saat jam makan siang (lunch) karena sebagian besar pengunjung menginginkan makan dengan cepat (gak buang waktu dengan menunggu pesanan). Menu buffet untuk makan siang umumnya banyak dipilih karena alasan kepraktisan. Nggak heran, banyak warung makan yang menawarkan menu buffet di hari Senin sampai Jum'at selain menu ala carte yang sudah mereka miliki. Namun, ada juga warung makan yang menyajikan menu buffet untuk siang dan malam (lunch dan dinner) baik yang menyajikan makanan Asia maupun makanan US. Na ... Saat kami tahu bahwa Great Wall kembali membuka menu buffetnya, kami kemudian merencanakan untuk mendatangi warung makan ini. Kebetulan, kami bisa janjian dengan tante Fitri untuk mencicipi menu apa yang mereka sajikan di hari Kamis sore ini. Saat kami sampai di warung makan ini dan masuk ke dalamnya, kami melihat interior warung makan ini yang sedikit berubah. Area dining yang lumayan luas berada di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Lalu, menu buffet ditata dengan rapi di samping meja kasir dengan menu yang lumayan bervariasi. Meja untuk sushi dan sup berada di area lain. Demikian juga menu dessert yang diletakkan terpisah. Petugas yang mengantar kami memilihkan kami meja dan kursi yang persis berada di belakang kasir. Kami kemudian memulai tur di meja utama dan hasilnya bisa dilihat di piring kami (yang gambarnya tersaji disini) hehehe ... Bagaimana rasanya? Lumayan ... Beberapa menu nampak memiliki rasa yang sedikit berbeda dibanding menu yang sama di warung makan ala buffet di tempat lain. Kata mama, rasa makanan di Great Wall cenderung pedas dan asin. Jelas aku dan papa suka hehehe ... Sepertinya, menu yang tersaji lebih banyak berasal dari Korea. Meski ada yang berasal dari Jepang dan China, makanan dari Korea sepertinya lebih mendominasi. Bahkan mama menemukan mie saus hitam (jajangmyeon) khas Korea. Sudah pasti mama senang sekali hahaha ... Kami berempat menikmati makan malam kami dengan happy. Tak perlu tergesa-gesa menikmati menu yang tersaji, kami pun mengobrol dengan santai. Kira-kira jam setengah delapan malam, kami menyudahi acara makan malam kali ini. Perut terasa kenyang dan hati pun merasa senang. O ya ... Kami sebenarnya datang ke Great Wall ini karena punya tujuan khusus. Apakah itu? Merayakan ultah tante Fitri hehehe ... So, happy birthday tante Fit. Wish you all the best ...

SNOW DI BULAN FEBRUARI

Salju mampir lagi di hari Rabu malam tanggal 4 Februari 2015. Lumayan banyak volumenya. Papa pun kemudian mengambil gambar salju pertama di tahun 2015 ini. Kebetulan juga, matahari menampakkan dirinya. Jadi, lumayan bagus pencahayaan yang diperlukan untuk pengambilan gambar kali ini. Papa snegaja mengambil bebebrapa gambar di dekat rumah dan juga di dalam kampus. Meski sebagian salju sudah meleleh akibat pancaran cahaya matahari, tanah rasanya masih lumayan banyak saljunya hehehe ... Jadi, hamparan salju yang menempel di tanah inilah yang kemudian diabadikan gambarnya. Tahun ini salju memang tidak turun sebanyak tahun lalu. Beberapa negara bagian di East Cost (NY, MA, MD, CT, NJ, dst) mengalami badai salju yang lumayan. Penerbangan dicancel, sekolah di-delay atau bahkan ditutup dan penduduk menstok bahan pangan di rumah mereka. Ini lazim terjadi karena pemerintah memang selalu menghimbau warganya untuk bersiap-siap dan aware terhadap cuaca tidak bersahabat yang akan datang. Ya ... Di negara ini segala sesuatu memang dipersiapkan dengan sangat baik dan terencana. Tujuannya satu saja, untuk meminimalkan jumlah korban manusia. Bencana bukan untuk dihindari (kalau memang bisa yang dihindari) melainkan bencana musti dihadapi dengan persiapan yang memadai. Ah ... Kok aku jadi ngelantur gini? Hehehe ... Yang jelas, Bloomington tahun ini tidak mendapat banyak salju seperti tahun lalu. Dingin sih tetep dapat, yang nggak saljunya hehehe ... Karena minimnya salju, mama tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mengambil gambar salju di hari Kamis pagi mumpung salju masih ada. Dalam perjalanan menuju kampus, papa pun kemudian memperoleh bebebapa gambar seperti yang diposting kali ini. Gimana dengan salju di sekolahku? Ada sih ... Hampir mirip dengan yang ada di dalam gambar ini. Lapangan olahraga outdoor jelas tertutup salju. Yang nampak hanyalah putih belaka. Kami para siswa tentunya mengenakan pakaian hangat selama musim dingin ini. Meski di dalam kelas terasa hangat, kami tetap mengenakan pakaian musim dingin selama musim dingin berlangsung. Saat aku pulang sekolah di sore harinya, salju sudah menghilang hehehe ... Ya ... Pancaran cahaya matahari memang menjadikan salju cepat meleleh dan menjadikan tanah basah seperti berlumpur. Kalau kita berjalan di tanah basah ini, sepatu akan menjadi kotor. Kalau sepatu menjadi kotor, sudah pasti sebelum masuk rumah harus dibersihkan dulu. Na ... Karena aku malas membersihkan sepatu yang kena lumpur, aku pun kemudian memilih berjalan di sidewalk yang relatif lebih bersih hehehe ...

Sunday, February 1, 2015

ONDE-ONDE

Na ... Kalo yang ini sebenarnya adalah makanan kesukaan mamaku. Apakah itu? Onde-onde hehehe ... Kebetulan mamaku mendapat kiriman bahan pembuat onde-onde. Bahan ini sudah lumayan lama dikirim teman papa dan mama, hanya saja mama belum berkesempatan mencobanya. Sore itu mama memutuskan mencoba membuat onde-onde yang sudah siap olah ini. Mama hanya perlu menambahkan air untuk adonannya dan juga isi onde-onde. Apa isi onde-onde yang dipilih mama? Kacang hijau sajalah yang mudah hehehe ... Seperti membuat bubur kacang hijau biasa, mama menyiapkan isi onde-onde dan menghaluskannya. Setelah isi onde-onde siap, mama baru membuat onde-ondenya. Tepung onde-onde instant ini disiapkan mama di dalam wadah dan ditambahi air. Mama mencampur adonan ini dengan tangan dan setelah adonan jadi, mama perlu mendiamkannya sebentar sebelum mengisinya dengan kacang hijau. Sesudah adonan siap diisi, mama mulai membentuk adonan menjadi bulat dan mengisinya dengan kacang hijau. Sesudah adonan terisi, mama meletakkan adonan di atas piring yang sudah diisi wijen (sesame seeds) dan menggulingkannya di situ. Onde-onde mentah inipun siap goreng. Sesudah onde-onde digoreng dalam minyak panas, hasil akhirnya tersaji di gambar yang diposting mama kali ini. Enak nggak? Biasa saja ... Karena aku nggak terlalu suka onde-onde, aku nggak mencicipi lebih dari satu. Sementara itu, papaku nampak sangat suka dengan onde-onde ini. Satu piring onde-onde nyaris dihabiskan papa semua hahaha ... Pastinya, percobaan membuat onde-onde dari tepung instant ini lumayanlah menurutku ... Terbukti, papaku sanggup menghabiskan semuanya hehehe ...