Monday, October 28, 2013

FUND RAISING UNTUK SMP TRI NORTH

Jum'at minggu lalu, tanggal 25 Oktober 2013, aku membawa pulang 2 dus berukuran sedang. Dua dus ini kubawa dari sekolah karena aku ikut berpartisipasi dalam program pengumpulan dana untuk sekolah. Ya ... Seperti yang kita tahu, di negara ini sangat umum siswa membantu sekolah menggalang dana melalui berbagai cara yang sudah jelas dikelola dari pihak sekolah (tidak liar). Salah satunya adalah melalui penawaran produk kepada anggota keluarga, saudara dan teman keluarga. Penawaran produk ini merupakan salaha satu cara fundraising yang sangat populer dan umum di negara ini. Para siswa mencari dana dengan menawarkan produk dan para donatur membeli produk yang mereka perlukan. Jadi, tidak umum siswa menggalang dana hanya dengan mengajukan proposal dan meminta uang. Saat sekolah membagikan katalok produk pada para siswa, aku dan teman-teman kemudian membawa pulang katalok barang tersebut. Selanjutnya kami membawa dan menunjukkan katalok tersebut kepada saudara dan teman keluarga. Umumnya barang yang ditawarkan di dalam katalok berupa makanan, namun ada juga hiasan/ornamen, pernik lain ataupun majalah. Meski sudah beberapa kali membawa pulang katalok, baru kali ini aku berpartisipasi aktif membantu fund raising untuk SMP-ku. Bersama temanku, aku menwarkan katalok ini dan menawarkan berbagai produk serta mencatat apa yang dipesan. Pesanan produk terekam dalam selembar formulir yang merinci nama pemesan, nama produk, kode produk, berapa jumlahnya dan berapa harganya. Para donatur bisa membayar di depan (sebelum barang datang) atau pun di belakang (setelah barang datang). Sebagian donatur sudah memberikan uangnya padaku dan hanya 2-3 donatur yang membayar di belakang. Memangnya aku mendapat pesanan berapa banyak? Dengan bantuan teman-teman keluarga, aku bisa mengumpulkan pesanan sebanyak 14 item. Banyak juga kan? Hehehe ... Formulir pemesanan ini kemudian kami kumpulkan di sekolah dan kami perlu menunggu 3 sampai 4 minggu sebelum pesanan datang. Na ... Saat pesanan itu datang di sekolah Jum'at kemarin, kami para siswa siap mengambil pesanan sesuai formulir yang kami kumpulkan. Karena pihak sekolah sudah mengabarkan pada orangtua (lewat email) bahwa items yang dipesan untuk fund raising akan sampai di sekolah di hari Jum'at, papa menjemputku agar aku tidak repot membawa dus ini di bis sekolah. Dua dus yang kubawa kemudian kubuka di rumah dan mama membantu mencocokkan formulir dan isi dus. O ya ... Sebelum dikumpulkan ke sekolah, aku juga mencatat ulang pesanan yang kuterima agar kami tidak keliru memberikan pesanan kepada donatur. Kata mama, meski kami mendapat copy formulir pemesanan, ada baiknya tetap mencatat ulang pesanan barang tersebut untuk berjaga-jaga. Ketika dus dibuka, segera kami cocokkan pesanan yang kami catat dengan barang yang tersedia. Segera kami pilah pesanan tersebut sesuai nama pemesan dan mama meintaku bersiap-siap untuk segera mengirimkannya kepada para donatur. Aku sebenarnya ingin mengantar setelah jam 5 sore, tapi mama bilang harus segera dikirim segera ke pemesan agar aku tidak punya lagi beban pekerjaan dan bebas melakukan kegiatan lain. Aku pun kemudian mengirimkan pesanan tersebut ke donatur. Semua pesanan yang kuterima kukirim sore itu juga. Sesampainya aku di rumah, aku merasakan tidak ada lagi kewajiban mengantar barang hehehe ... Aku bebas berkegiatan karena tugas pokok sudah selesai. Ngomong-ngomong, apa pesanan mamaku? Mama memesan cookie dough (adonan untuk membuat cookie). Adonan ini tinggal dibentuk sesuai selera dan dipanggang dalam oven. Apakah mamaku mencobanya? Iya ... Mama langsung memanggang sebagian dough menjadi cookie coklat. Gimana rasanya? Ternyata uenak hehehe ... Apalagi yang mama pesan? Coklat covered pecans. Enak? Sudah pasti hehehe ... O ya ... Hampir lupa ... Untuk siswa yang bisa mendapatkan pesanan/order, ada rewards yang diberikan. Untuk setiap 3 items yang dipesan, siswa mendapat 1 gantungan kunci berbentuk bebek. Karena aku mendapat 14 pesanan, otomatis aku mendapat 4 gantungan kunci bebek. Pesanan yang kuperoleh sebanyak 14 items termasuk yangberjumlah banyak. Sudah pasti aku sangat hepi dengan reward yang kudapat. Sudah pasti juga aku hepi karena bisa membantu pihak sekolah. Dan sudah pasti aku hepi karena cookie yang dipesan mamaku rasanya uenak hehehe ...

Sunday, October 27, 2013

BOWLING NIGHT AT IMU

Ini dia yang kulakukan di hari Minggu malam, 27 Oktober 2013. Bersama dengan beberapa teman dari rumah, aku datang ke IMU Back Alley Bowling Center untuk ikutan acara main bowling gratis yang diadakan sebulan 2 kali oleh pengurus AFSC. Mereka memang menyelenggarakan program ini secara rutin dan menyampaikannya secara berkala kepada para penghuni family housing di on campus apartment. Meski tidak selalu datang di acara ini, kali ini aku ingin ikutan. Kebetulan papa dan mamaku juga mau mengantarkan, jadi aku bisa bertemu dengan teman-teman disini. Area bowling terletak di lantai 1 gedung IMU. Di area bowling yang besar ini, ada banyak lanes yang tersedia. AFSC biasanya menyewa 4 lanes saja dan malam ini mereka juga melakukan hal yang sama. Setelah sampai di area bowling, kami akan mendaftarkan nama kami terlebih dahulu dan kemudian kami akan ke counter peminjaman sepatu. Counter peminjaman sepatu? Ya ... Untuk maen bowling memang ada sepatu khusus yang disediakan pengelola untuk kita kenakan. Lantai untuk main bowling kan licin, jadi perlu sepatu khusus untuk bisa bermain disitu. Mereka memiliki puluhan pasang sepatu yang memang dipinjamkan dan kami tinggal menyebut berapa ukuran sepatu kami biasanya. Setelah sepatu dipakai, barulah kami bisa mulai bermain bowling. Kami biasanya bermain berombongan (seperti berkompetisi). Kami akan menuliskan data kami di komputer dan komputer kemudian akan merekam data tersebut. Setelah data terekam kami baru bisa mulai bermain. Aku berada dalam grup yang sama dengan Taki dan Faiq. Kami bermain asyik sekali. Grup di sebelah kami (di lanes 3) adalah Dijah, Nahiza, Ayu dan Izudin. Mereka juga nampak sangat menikmati permainan bowling ini. O ya ... Kami sebenarnya juga bisa bermain bilyar. Arena permainan bilyar persis bersebelahan dengan arena permainan bowling. Setelah 1 jam kami bermain bowling (dari jam 6 sampai jam 7) kami kemudian pindah bermain bilyar. Untuk bisa bermain bilyar kami meminta bola pada petugas AFSC yang berjaga. Ada 4 meja bilyar yang disediakan oleh pengurus AFSC. Kami bebas memilih meja mana yang kosong. Karena kami masih memiliki 1 jam waktu untuk bermain, kami kemudian memulai permainan bilyar ini dengan santai. Kebetulan, saat aku dan teman-teman mulai bermain bilyar, om Aslan datang bersama Amru dan Dzikri. Bersama om Aslan, papa kemudian mencoba untuk pertama kalinya bermain bilyar. Aku dan papa berada di dua meja yang berbeda. Meski sama-sama belajar, kami tidak saling mencontek hehehe ...  Dalam acara main bowling dan bilyar bersama di IMU, panitia juga menyediakan refreshment berupa pizza dan air soda. Box pizza dari rumah pizza Papa John nampak mengundang selera (bagi yang suka pizza). Pizza ini memiliki 3 toping yang berbeda, cheese, chicken dan veggie. Aku dan teman-teman mencicipi pizza dengan topping chicken. Lumayan juga ternyata rasanya ...  2 jam menikmati permainan bowling dan bilyar memang menyenangkan. Jam pun rasanya berlalu dengan cepat. Sampai kami kemudian mendengarkan pengumuman dari pengurus AFSC bahwa jam berkunjung bagi kami (yang ikut program ini) hampir berakhir. Kami pun segera ke counter peminjaman sepatu dan menyerahkan sepatu kami. Karena ini menjelang Halloween, kami baru sadar ada hiasan tengkorak di counter peminjaman. Sudah pasti gak terlalu menakutkan sih karena hiasan tengkorak ini tidaklah terlalu besar. Sesudah semua beres, kami pun kembali ke rumah dengan happy ....

SEKITAR IMU - FALL 2013

Minggu sore, 27 Oktober 2013, papa, mama dan aku masuk ke kampus IU. Kami ke IMU dan kemudian melakukan kegiatan hunting lokasi foto. Sebentar dulu, apa itu IMU? Mau tahu? Ini deskripsinya: If you want to get to the heart of Indiana University, look no further than the Indiana Memorial Union. Since 1909, the Indiana Memorial Union (fondly referred to as “the Union”) has served as a gathering place for the IU community. No matter who you are or why you are on the IU Bloomington campus, you’ll find something you want in the Union’s bustling hub of activity. From that first cup of coffee in the morning to a much-needed haircut to depositing a paycheck to a healthy vegetarian lunch or a juicy burger and fries to buying your textbooks and maybe a new laptop to catching a movie or lecture to unwinding at the end of the day with few rounds of pool, the Union has the services you need. With just one visit to the Union, you’ll find that we truly live up to our vision statement: “The Indiana Memorial Union will be known as the vibrant campus center where members of the university community feel connected, engaged, and safe.” The IMU is the best place to have fun on campus! There’s always something happening at the IMU. Grab your friends and head to the IMU for some great fun. Karena aku kurang tertarik dengan kegiatan ini, akhirnya hanya ada foto mama disini hehehe ... Sore ini cuaca lumayan cerah, matahari gak malu memberikan sinarnya dan suhu lumayan hangat. IMU tampak sepi karena weekend biasanya memang tidak banyak mahasiswa lalu lalang di sekitar gedung ini. IMU yang merupakan bangunan besar dan panjang memiliki banyak fungsi seperti hotel, meeting room, kantor, ruang kelas, ruang pamer, bookstore, tempat jajan, ATM, lounge untuk belajar dan masih banyak lagi. Dari luar, gedung berwarna abu-abu ini berdiri kokoh dengan dikelilingi banyak bangunan lainnya. Diantara bangunan-bangunan tersebut sudah pasti ada banyak pohon dan tanaman yang sebagian diantaranya mulai berubah warna di penghujung bulan Oktober ini. Inilah yang di"buru" papa dan mamaku. Pepohonan yang ada di sekitar IMU. Kami ingat tahun lalu kami mendapat banyak sekali gambar bagus di sekitar IMU karena musim gugur berlangsung dalam temperatur yang membuat daun tidak cepat berguguran. Seingatku, suhu udara tahun lalu lumayan hangat dan tidak banyak hujan turun. Daun-daun tidak cepat rontok dan menjadi pemandangan yang menyejukkan hati untuk beberapa waktu. Kami berkali-kali masuk ke dalam kampus dan berpose di banyak tempat. Kami mendapatkan banyak sekali gambar bagus tahun lalu. Na ... Sore ini, kami ingin mengulang apa yang kami kerjakan tahun lalu. Karena belum masuk kampus sejak daun berubah warna, kami pun memutuskan berkunjung ke tempat yang sama. Namun, ternyata belum semua daun berubah warna. Kami masih menjumpai daun yang memiliki warna hijau dan kalaupun ada pohon yang daunnya berubah warna, rasanya masih belum semuanya. Papa dan mama kemudian berjalan ke arah depan IMU untuk melihat daun-daun yang berubah warna. Ada deretan pohon di pinggir jalan yang daunnya berwarna merah. Papa dan mama pun berpose disitu. Ada satu atau dua pohon yang memiliki daun berwarna oranya. Papa dan mama pun segera menuju ke situ dan berpose di dekatnya. Lalu, papa dan mama berjalan di bagian belakang gedung IMU. Di situ ada taman yang lumayan luas (bisa disebut hutan dalam kampus malahan) dengan beberapa pohon yang daunnya mulai rontok. Kata mama, daun rontok/gugur yang ada di atas rumput juga menjadi pemanda musim gugur di negara ini. Daun-daun itu menjadi hiasan tersendiri bagi rumput karena rumput hijau yang terhampar seolah menjadi permadani bagi daun-daun kering tersebut. Tumpukan daun kering yang banyak ini bisanya tidak disapu atau dibersihkan. Daun dibiarkan ada di atas rumput sampai hancur sendiri. Daun yang berguguran biasanya memang sudah mengering dan sepertinya tinggal menunggu hancur saja. Kedua penanda inilah, daun yang berubah warna dan daun yang rontok, yang khas kita temui di musim gugur. Selain kedua penanda itu, suhu udara yang naik turun juga menjadi penanda sedang terjadinya pergantian sebuah musim. Suhu bisa tiba-tiba menjadi terasa dingin lalu kemudian tiba-tiba suhu kembali terasa panas. Karenanya, di saat pergantian musim seperti ini, kita harus rajin membaca ramalan cuaca, agar kita siap dengan pakaian secukupnya saat suhu menjadi dingin atau sebaliknya. O ya ... Mamaku sempat menemukan bangku beton yang memiliki logo IU di salah satu sisinya. Bangku ini muncul di salah satu majalah yang diterbitkan di IU. Mama pun kemudian menjadi penasaran dan ingin tahu dimana bangku itu berada. Ternyata bangku itu ada di dekat IMU. Mama dan papa pun segera saja mengambil gambar bangku itu hehehe ... Setelah melihat bagian depan dan belakang IMU, papa dan mama kemudian duduk-duduk saja menikmati sore yang semakin menggelap di IMU. Sore ini sungguh sepi. Tidak banyak orang kelihatan di situ. Suasana terasa sunyi. Saat lampu-lampu mulai dinyalakan, mama dan papa pun segera masuk ke IMU. Aku sebenarnya tidak sendirian saja di IMU ini. Ada beberapa teman yang juga datang sore ini di IMU. Bersama teman-temanku, aku menuju ruang rekreasi yang ada di lantai 1. Kami akan mengikuti sebuah kegiatan yang sudah diumumkan kepada siapa saja yang berminat untuk bergabung. Kegaiatan apa itu? Dan kepada siapa saja pengumuman itu disampaikan? Penasaran? Tunggu ceritaku selanjutnya ya hehehe ...

MR HIBACHI (LAGI)

Ke Hibachi lagi? Iya hehehe ... Gak bosen? Nggak hehehe ... Ya memang aku dan papa gak pernah bosan datang dan mencicipi aneka menu yang ada disitu. Hari Minggu tanggal 27 Oktober 2013, sepulang dari gereja kami bertiga menuju ke Mr. Hibachi yang ada di jalan ketiga. Mr. Hibachi sebagaimana yang kita tahu menyediakan menu buffet dengan mayoritas masakan Asia (Chinese, Japan dan Korea). Kata papa, hari itu kami sengaja ke tempat ini karena hari Sabtu sebelumnya kami (aku dan papa) batal naik kuda di Brown County. Jadi, sebagai ganti acara naik kuda, kami menikmati makan siang bareng di Mr. Hibachi. Kenapa gak mau mencoba rumah makan model buffet yang lainnya? Karena menurut aku dan papa, inilah rumah makan dengan model buffet terlengkap dan terenak yang ada di Bloomington hehehe ... Makanya kami datang lagi kesini. Seperti yang kita tahu, jam makan siang di negara ini biasanya dimulai jam 11-an sampai 3 sore. Sesudah jam 3, paket menu yang ditawarkan adalah untuk dinner. Karena itu, harga paket menu untuk lunch biasanya berbeda dengan harga paket menu untuk dinner. Namun demikian, harga beda ini tidak berlaku di Mr. Hibachi di hari Minggu. Sepanjang hari Minggu, sejak lunch sampai dinner, harga per paketnya sama karena sejak mereka buka sampai tutup, mereka menawarkan menu yang sama. Di hari lain, paket menu lunch lebih murah dibanding menu dinner karena menu lunch yang tersedia memang tidak sekomplit menu dinner. Bagaimana dengan pilihanku siang ini? Karena sudah mengincar sushi sejak awal, begitu kami masuk warung makan ini dan dipersilahkan duduk (menunggu petugas menanyakan pesanan air minum), aku sudah berniat untuk mencicipi beberapa jenis sushi yang berjajar rapi persis di dekat meja resepsionis. Begitu petugas selesai mencatat minuman apa yang kami pesan (sudah pasti air es), kami segera menuju meja buffet yang berjajar di ruangan saji warung makan ini. Dua potong sushi (tanpa wasabi) kuambil dan kugabung dengan menu ayam goreng, bakmi goreng dan bihun goreng. Papa memilih nasi, oseng-oseng kacang panjang dan sedikit daging dan udang goreng tepung. Mama memilih jamur isi, 2 potong sushi, crab rangoon (pangsit goreng isi cream cheese), dan juga roti isi bayam. Mama juga mencicipi ayam berbumbu kacang (ayam goreng dipotong dan diberi saus kacang manis). O ya ... Sebagai pembuka, sup asam pedas (sour and spicy soup) menjadi pilihan yang pas nampaknya. Kami segera kembali ke meja kami dan seperti biasa, papa akan mengambil gambar terlebih dahulu sebelum kami habiskan isi piring kami. Setelah semua OK, barulah kami bisa mulai makan. Sambil menikmati apa yang ada di piring, kami melihat betapa Mr. Hibachi sangat ramai. Rasanya warung makan ini tak pernah kosong sejak buka sampai dengan tutup. Pengunjung datang dan pergi. Ada pengunjung yang datang sendirian, namun tak kurang pula pengunjung yang datang berombongan. Pengunjung pun nampak asyik memilih aneka menu yang tersedia dan mereka nampak sangat menikmati semua yang ada disini. Hanya saja, kami masih melihat ada banyak makanan yang tidak habis yang ditinggal pengunjung di piring mereka. Kata papa, yang begini ini yang tidak baik, masak mengambil makanan sendiri tetapi tidak mau menghabiskan? Jangan sampailah kita tidak bertanggungjawab tidak mau menghabiskan apa yang kita ambil sendiri. Lebih baik kita mencicipi dulu sedikit baru menambah lagi kalau masih merasa bisa menghabiskan. Kami bertiga tentunya tidak ingin menyisakan makanan yang kami beli dengan sembarangan. Meski kami mengambil 1 piring lebih, kami sudah pasti berusaha untuk bertanggungjawab menghabiskan makanan ini. Ya ... Godaan bersantap di buffet adalah menu yang beraneka ragam yang rasanya sayang kalau dilewatkan. Namun, kami sudah belajar dari situ bahwa kami musti mengambil secukupnya, secukup yang kita mampu habiskan. O ya ... Mama juga menikmati satu cup es krim rasa coklat yang menjadi kegemaran kami. Kata mama, es krim rasa coklat ini memiliki rasa kuno alias rasanya khas hehehe ... Setelah merasa cukup berada di Mr Hibachi, kami pun segera bersiap untuk pulang. Sudah pasti kami musti memberesi bill terlebih dahulu baru kemudian pulang hehehe ... Saat kami keluar dari warung makan ini, matahari masih bersinar dengan teriknya. Badan terasa hangat dan hati pun merasa senang karena perut sudah kenyang hahaha ...

FALL 2013

Minggu, 27 Oktober 2013 cuaca sungguh cantik. Dingin tidak terasa dan matahari bersinar sangat cerah. Kami menikmati Minggu pagi dengan santai sebelum kami ke gereja St. Charles di jam 12 siang. Meski dingin tidak terlalu terasa, kami tetap berjaga dengan baju hangat untuk berjaga-jaga (siapa tahu suhu turun drastis). Saat kami selesai mengikuti misa di jam 1.15 siang, kami kemudian menyempatkan diri untuk berpose di luar gedung gereja. Ssungguh, cuaca yang manis terasa menggoda hati untuk berpose hehehe ... Beberapa pohon di halaman samping gereja memiliki daun yang sudah berubah warna. Meski belum semuanya berubah warna, daun yang memiliki warna selain hijau kami jadikan background pose kami. Coba perhatikan gambar kami dengan latar belakang daun berwarna merah. Bagiamana dengan latar belakang daun berwarna kuning? Yang itu sih ada di dekat rumah, tepatnya di dekat parking lot. Sama seperti pohon yang lainnya, daun di pepohonan dekat rumah belum berubah warna. Banyak diantaranya yang masih memiliki daun berwarna hijau. Beberapa diantaranya malahan sudah tidak memiliki daun karena sudah rontok duluan. Ya ... Di saat musim gugur seperti ini, daun bisa rontok dengan cepat terutama bila hujan turun terus dan angin bertiup lumayan kencang. Daun yang baru akan berubah warna akan mudah rontok di saat udara seperti itu. Tahun ini, fall atau musim gugur memang terasa dingin. Suhu sepertinya drop dengan cepat mengingat summer baru saja usai. Karena suhu turun dengan cepat, tanaman pun menyesuaikan diri. Masa daun berubah warna menjadi tidak seragam dan kalaupun ada yang berubah warna, rontoknya atau gugurnya akan menjadi lebih cepat. Kami beruntung masih bisa menemui deretan pohon yang memiliki warna daun yang indah disaat kami masuk Brown County State Park kemaren. Kalau mengingat tahun lalu, saat-saat Oktober seperti ini belum terasa dinginnya. Kami masih bisa jalan-jalan sore tanpa jaket dan menikmati udara manis karena kami bertemu dengan fall peak (puncak musim gugur) yang lumayan lama. Tapi tak mengapa. Tahun ini kami tetap hepi karena kami bisa ketemu fall lagi. Seperti yang berkali-kali kuceritakan, fall adalah musim favorit mamaku. Aneka warna daun yang ada di pohon sungguh sanagt cantik. Yang ini kata mama lho hehehe ... Mamaku gak bosan mencari pohon berdaun aneka warna dan berpose di dekatnya hahaha ... Jujur saja, setelah melihat gambar kami dengan background daun beraneka warna, memang terasa indahnya musim gugur di negara ini. Meski kami sudah mengalami fall ke-4, rasanya kok masih baru banget tinggal di negara ini. Mungkin karena negara ini memiliki 4 musim, satu tahun rasanya cepat sekali. Fall yang akan berlangsung sampai Desember (dimulai sejak September pertengahan) sepertinya akan terasa pendek, karena kami sudah merasa masuk di winter. Bagaimana tidak? Hari Kamis minggu lalu, salju tipis turun sebentar di siang hari dan membuat kami terkaget-kaget hehehe ... Belum juga winter, salju kok sudah turun. Ntar pas winter, akan ada banyak salju atau malah nggak ada ya? Penasaran? Kita tunggu saja hehehe ... Pastinya, acara foto siang ini lumayan sukses, karena kami menemukan pohon yang memiliki daun berwarna-warni plus matahari menemani kami saat photo session berlangsung hehehe ...

Saturday, October 26, 2013

HALLOWEEN AT CAMPUS VIEW

Sabtu sore, 26 Oktober 2013, aku ikutan datang di acara Halloween yang diadakan oleh AFSC (organisasi penghuni on campus family apartment) di Campus View. Di dalam undangan disebutkan bahwa acara diadakan dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Halloween, seperti yang kita tahu, merupakan salah satu acara yang umum diadakan di negara ini. Hari untuk merayakan Halloween sendiri jatuh di akhir bulan Oktober yaitu tanggal 31. Halloween biasanya diasosiasikan dengan pumpkin, kostum unik (entah seram maupun tidak), tradisi trick or treat (anak-anak datang ke rumah-rumah, mengetuk pintu sambil mengucapkan kata "TRICK or TREAT" saat pintu dibuka) serta aneka coklat dan makanan manis lainnya (permen, cupcakes) dan juga warna oranye serta hitam. Saat aku datang ke acara sore ini, aku tidak menyiapkan kostum khusus, aku hanya memakai wig hehehe ... Coba lihat gambarku disini ... Gak nampak berubah kan aku? Aku datang diantar papa dan kemudian papa menjemputku kembali di jam 8 malam. Saat aku datang, ada banyak pumpkin yang ada di ruangan ini. Pumpin yang masih berbentuk utuh maupun pumpkin yang sudah menjadi hiasan nampak bersanding dengan serasi. Selain aku, ada banyak anak lain yang sudah datang dengan kostum mereka yang bermacam-macam seperti tokoh dalam kartun dan yang lainnya. Kostum ini dilombakan dan hadiahnya adalah pumpkin hehehe ... Selain lomba kostum, ada juga games dan acara nonton movie bareng. Lumayan seru-lah kegiatan dalam rangka Halloween ini. Anak-anak kecil yang datang ke tempat ini umumnya ditemani orangtuanya, namun orangtua mereka kebanyakan tidak mengenakan kostum. bahkan, beberapa anak yang datang juga tidak mengenakan kostum khusus seperti aku yang datang tanpa kostum tertentu hehehe ... Bagaimana dengan permen dan coklat yang dibagi-bagi? Sudah pasti ini merupakan saat yang kami tunggu-tunggu karena ada banyak permen dan coklat yang akan kami dapatkan. Sudah pasti pula aku harus ikut mengantri dengan tertib bersama teman-teman yang lainnya. O ya ... Mereka juga menyediakan pizza untuk dinikmati bersama-sama malam ini. Pizza dengan topping cheese dan chicken tersedia lumayan banyak untuk kami nikmati. Saat acara selesai di jam 8 malam, aku segera telpon ke rumah dan meminta papa menjemputku. Sebentar menunggu, papaku datang dan aku pulang dengan happy karena membawa coklat dan candy yang lumayan banyak hehehe ... Happy Halloween untuk yang merayakan ya ...

Friday, October 25, 2013

25 YEAR CELEBRATION FOR LISA

Wuih ... Apaan nih? Aku kebagian nggak? Jelas nggak lah hehehe ... Kata mama, hari ini, Jum'at 25 Oktober 2013, ada perayaan 25 tahun bekerja/berkarya bagi salah satu teman mama. Nama teman mama adalah Lisa. Lisa sudah bekerja selama 25 tahun di Universitas Indiana. Kebetulan Lisa ditemoatkan di Evermann, jadilah semua staf di Evermann mendapat undangan untuk perayaan hari ini. Perayaan ini diadakan di jam 2 siang di ruang konferensi (Conference Room). Supervisor Lisa membelikan satu boks roti taart yang nampaknya yummy. Lho kok supervisornya? Iya memang begitu ... Supervisor inilah yang bertanggungjawab membelikan roti dan ia juga berinisiatif mengadakan acara perayaan ini. Saat roti ini dikirim ke kantor, roti ini disimpan mama terlebih dahulu selama 1,5 jam sebelum kemudian dibawa ke ruang pertemuan. Roti berukuran besar dengan covered cream yang bertuliskan "Congratulation Lisa" berikut gambar balon sebagai asesori nampak sayang kalo dipotong. Namun, roti inilah yang nanti akan menjadi menu utama acara siang ini. Selain cake, memang tidak ada menu lainnya. Air minum memang disediakan, berupa air soda dan susu. Susu? Ya ... Kata Mary (teman mama yang lainnya), acara makan cake biasanya ditemani dengan minum susu. Ini sangat wajar dilakukan disini. Kalau selama ini kita mungkin ngertinya susu ya diminum di pagi hari untuk sarapan atau malam hari sebelum tidur, tidak demikian ternyata. Susu bisa menjadi teman makan taart! Apakah mama mencobanya? Tentu tidak hehehe ... Tepat jam 2 siang acara dimulai. Dengan didahului sedikit pengantar dari supervisor, acara makan taart dalam rangka perayaan 25 tahun Lisa berkarya pun berlangsung dengan hangat. Mary yang memotong roti menjadi beberapa potongan besar, menempatkan roti itu di lepek (piring kecil berbahan kertas) dan mempersilahkan siapa saja untuk mengambil sendiri. Ternyata, taart ini memiliki rasa coklat di balik cover-nya yang berwarna putih. Setelah mama mendapatkan satu potong taart ini, mama pun kembali ke Evermann. Mama tidak bisa berlama-lama di ruangan ini karena mama musti stand by di tempatnya sendiri. Kata mama, roti atau taart coklat ini terasa lumayan. Kata mama lagi, taart ini dipesan dari perusahaan yang khusus membuat roti dan bukan dibeli dari grocery store. Ya ... Karena ini peristiwa spesial, maka taart yang dipesan pun juga spesial. Kalo melihat gambar yang diposting mama disini, taart ini terlihat yummy bangets ya hehehe ... Untuk Lisa, mama mengucapkan selamat atas prestasi 25 tahun berkarya disini. Semoga masih akan ada perayaan lainnya untuk Lisa hehehe ... Ya ... 25 tahun pastinya bukan waktu yang singkat bagi Lisa untuk berkarya di Indiana University. Bagitu juga bagi rekan yang lainnya yang sudah berkarya cukup lama disini. Perayaan hanyalah sekedar pengingat berapa lama kita berbakti (membaktikan diri?) pada suatu lembaga dan berapa lama kita belajar di situ ...

Thursday, October 24, 2013

MEETING DENGAN UITS

Sebenarnya, aku tidak terlalu berkepentingan untuk datang di acara ini, namun aku tetap saja ikutan acara yang diadakan untuk penghuni Redbud apartment. Maksudnya apa ini? Kamis sore, 24 Oktober 2013, ada acara pertemuan antara penghuni Redbud apartment (tempat dimana kami tinggal) dengan staf dari UITS. UITS itu apa? UITS singkatan dari University Information Technology Services. UITS merupakan departemen yang mengurusi teknologi. Departemen ini mengelola berbagai macam hal yang berhubungan dengan teknologi untuk seluruh kampus IU. Semua komplain yang berhubungan dengan masalah teknologi ditangani langsung oleh departemen ini. Apa yang terjadi di Redbud sehingga mereka mengadakan pertemuan dengan penghuni Redbud sore ini? Beberapa waktu lalu (kira-kira sebulan lalu) ada masalah koneksi internet di Redbud. Koneksi internet yang ada di Redbud sangatlah lambat dan kadang tidak ada koneksi internet sama sekali. Kejadian ini berlangsung cukup lama dan kejadian ini terutama terjadi di malam hari (antara jam 7 - 11 malam). Kenapa terjadinya di malam hari? Karena penghuni apartment biasanya tidak berada di rumah di siang hari dan mereka baru mengakses internet kembali setelah mereka ada di rumah. Saat kejadian ini berlangsung, hampir semua resident di Redbud mengkomplain UITS ini. Komplain yang disampaikan resident dicoba dicarikan solusinya oleh UITS. Apa yang sebenarnya terjadi? Kata papa dan mamaku, menurut keterangan UITS ada beberapa piranti teknologi yang dipasang secara tidak pas oleh penghuni apartment. Piranti untuk wifi (router) yang tidak dipasang secara pas inilah yang menjadi salah satu penyebab koneksi internet untuk warga Redbud tidak terlalu lancar. Karenanya, UITS kemudian mengirimkan memo untuk mereka (resident yang tidak memasang piranti ini dengan pas) agar mereka men'disable' router dan menghubungi UITS agar mendapat asistensi secara pas dan benar. Lambat laun masalah teratasi dan koneksi internet di Redbud pun berjalan normal. Karena UITS merasakan kekecewaan yang dialami para penghuni Redbud, mereka kemudian berkoordinasi dengan Evermann Office untuk mengadakan acara tanya jawab mengenai apa yang sesungguhnya terjadi saat itu. Mereka kemudian mengundang penghuni Redbud di pertemuan sore ini dan bersiap menjawab semua permasalahan yang berhubungan dengan teknologi. Acara yang diadakan di Evermann Conference Room ini kemudian diumumkan melalui email dan flyer yang dipasang di Laundry Room di Redbud apartment. Saat acara ini berlangsung, UITS menyediakan aneka merchandise seperti kaos, magnit kulkas, bolpen, post it dan seterusnya. Kaos yang mereka sediakan lumayan banyak. Papa, mama dan aku kebagian 3 kaos (masing-masing satu). Kami juga boleh mencicipi aneka suguhan seperti pizza, salad, cookies, buah dan air minum. Sambil menikmati suguhan ini, ada petugas dari UITS yang siap menjawab semua pertanyaan dari penghuni mengenai masalah koneksi internet dan aneka masalah lain yang terjadi. Sayangnya, saat acara ini diadakan, tidak banyak penghuni Redbud apartment yang datang. Kenapa? Kata mama, sebagian dari penghuni Redbud kuliah di sore hari. Kata mama lagi, tipikal orang sini adalah kalo masalah sudah diselesaikan, biasanya acara seperti ini tidak akan banyak didatangi orang. Habis, mau ngapain lagi? Masalah sudah diselesaikan sejak sebulan lalu kok, jadi nggak perlu banget mereka spent waktu untuk mendiskusikan sesuatu yang sudah selesai hehehe ... Jadilah aku dan beberapa resident menikmati sajian yang mereka suguhkan seperti pizza dan cookies. Mama memilih salad dan juga air minum. Selama 20 menit kami berada disitu, tidak banyak yang didiskusikan mama dengan para petugas dari UITS. Mereka juga nampak menikmati sajian sore ini sambil mengobrol dengan kolega mereka atau kalau ada residen yang bertanya, mereka akan menjawabnya. Coba perhatikan gambarku yang sedang menikmati satu potong pizza dengan rasa barbeque chicken. Nampak asyik kan? Hehehe ... Dari 2 rasa pizza yang disediakan sore ini, aku rasa pizza dengan topping barbeque chicken lebih menarik daripada cheese pizza hehehe ... Aku juga mencicipi jus dalam kemasan (capri sun) yang tersedia banyak sekali di dalam kontainer berisi es batu. Ketika mama mengajak pulang, aku pun mengiyakan karena aku sudah kenyang hahaha ...

Friday, October 18, 2013

MR HIBACHI WITH THE LADIES

Jum'at sore tanggal 10 Oktober 2013, mama dan tante Fitri janjian bertemu dengan teman-teman lainnya di sebuah warung makan yang namanya Hibachi. Mama sebenarnya mengajak aku, tetapi aku ada janjian sama Ibrahim (teman sekolahku) untuk bermain basket di lapangan (indoor) YMCA. Kami (aku dan Ibrahim) memang sudah beberapa kali ikutan acara maen basket bareng di YMCA. Entah itu di hari Sabtu siang maupun di hari Jum'at sore. Biasanya kami janjian terlebih dahulu sebelumnya. Kalau pas papaku nggak bisa mengantar, aku bisa nebeng Ibrahim. Na ... Sore ini papaku ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, makanya aku janjian sama Ibrahim. Kata mama sore itu, kalau sampai jam 6.15 Ibrahim belum menjemputku, maka mama akan mengajak aku ikutan ke Mr. Hibachi. Untungnya Ibrahim datang jam 6 sore, jadinya aku bisa bermain bersama teman-temanku dan tidak gabung dengan mama dan teman-temannya hehehe ... Kata mama, mereka memilih makan malam bareng di Hibachi karena bu Adrika belum pernah ke tempat itu dan teman-teman yang lainnya memang ingin menikmati makanan Asia yang memiliki pilihan beragam. Jadilah mereka memutuskan makan malam bersama di Mr. Hibachi. Memangnya ada siapa saja yang ikutan acara makan malam bersama? Ada tante Fitri, tante Sonia, bu Adrika, tante Erika dan Aisya (anak tante Sonia). Jum'at minggu lalu, mereka juga bertemu bersama di salah satu tempat makan (Nadia's Bistro - rumah makan milik tante Sonia) untuk merayakan ulang tahun tante Erika. Mereka makan malam bersama dan kemudian ada tambahan acara tiup lilin untuk tante Erika yang merayakan hari ulang tahun. Kata mama, minggu lalu mereka ke Nadia's Bistro karena bu Adrika belum pernah ke sana. Kebetulan, tante Erika juga tengah berulang tahun, jadilah acara makan malam hari itu menjadi spesial. Na ... Malam ini kata mama acaranya biasa saja. Mereka ke Mr Hiabchi dengan alasan-alasan sebagai berikut (1) Bu Adrika belum pernah ke Mr. Hibachi (2) tante Sonia sangat menggemari sushi (3) pilihan menunya banyak (4) suasana warung makan ini sangat menyenangkan dan ada banyak alasan yang lainnya lagi hehehe ... Coba perhatikan gambar piring dan makanan yang ada di atasnya. Sangat beragam bukan? Memang begitulah yang bisa kita lihat di Mr. Hibachi. Resto yang menyajikan makanan Asia dengan model buffet ini menjadi salah satu tempat makan yang lumayan favorit di Bloomington. Ini menurutku lho hehehe ... Berberapa kali aku, papa dan mama ke tempat ini, rasanya kok tidak pernah bosan hehehe ... Saat berkunjung kesini, menu favoritku adalah ayam goreng tepung kecil-kecil baik yang manis maupun yang pedes. Mama paling suka dengan pangsit goreng isi cream cheese (crab rangoon) dan papaku lebih memilih apa saja yang terasa pedas termasuk supnya (spicy and sour soup). Coba perhatikan gambar ini. Ada satu piring yang isinya sushi semua (nasi gulung isi) beserta wasabi (saus pedes warna hijau yang biasanya dicocolkan ke sushi). Sudah pasti bisa menebak kan ini piring milik siapa? Hehehe ... Sambil menyantap apa saja yang ada di piring, sudah pasti ada banyak obrolan yang ikut di dalamnya. Aneka cerita masa lalu, cerita lucu dan berbagai peristiwa yang terjadi di Bloomie ikut mewarnai obrolan mereka. Yang ini kata mama lagi lho hehehe ... Tak terasa acara makan malam mereka pun sampai dengan pukul 8 malam (hampir 1,5 jam). Setelah memeberesi bill masing-masing (acara makan malam seperti ini memang bermodel go ducth alias BDD = bayar dewe dewe) mereka pun segera bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Kebetulan, mama dan tante Fitri tadi menjemput bu Adrika, jadi mereka bertiga kemudian kembali bersama dan mengantar bu Adrika ke rumahnya. Hari sudah mulai gelap. Ya ... Di saat fall (musim gugur) seperti ini, hari memang cepat gelap. Namuun, bukan berarti tidak ada aktifitas sama sekali. Jalan raya tetap ramai dan aktifitas warga Bloomie tetap berjalan seperti biasa. Ya ... Tinggal di negara dengan 4 musim seperti ini memang terasa betul perubahan waktunya. Di saat musim panas kemarin, siang hari terasa sangat panjang dan matahari seringkali terbenam di atas jam 9 malam. Kini, saat musim gugur mulai datang, jam terbenamnya matahari semakin sore. Jam 7.30 kadang-kadang matahari masih kelihatan, namun semakin hari (semakin mendekati winter) lama matahari bersinar (siang harinya) terasa semakin pendek. Waktu kemudian terasa cepat berlalu karena setiap musim paling lama berjalan sekitar 4 bulan saja. O ya ... Hampir saja lupa, kata mama saat mama dan tante Fitri menjemput bu Adrika (ketika mau berangkat ke Mr. Hibachi), di jalan di dekat rumah bu Adrika mereka melihat 3 deers yang tengah berjalan-jalan. Hal ini umum dijumpai disini, dimana di saat musim gugur atau musim dingin tiba, ada banyak rusa yang berjalan-jalan di pemukiman rumah penduduk. Deers ini tidak galak, tetapi kita sebaiknya tetap waspada. Kalau sedang berkendara dan kemudian ada deers di tepi jalan, biasanya kendaraan akan berhenti dan menunggu deers menyeberang. Aturan yang berlaku memang sepertinya begitu hehehe ... Ya ... Akhirnya makan malam ini pun diakhiri dengan janji untuk ketemu lagi di tempat lain. Ini kata mama lagi lho hehehe ... Untukku dan papa, mama membawakan ayam goreng sebagai lauk makan malam kami ....