Friday, January 31, 2014

LUNCH DI NOODLES AND COMPANY

Jum'at siang, 31 Januari 2014, mama dijemput tante Sonia di Evermann di jam 12 kurang 10 menit siang. Mama dan tante Sonia merencanakan acara makan siang bareng dalam rangka ulang tahun tante Fitri. Mama dan tante Sonia sengaja tidak memberi tahu tante Fitri secara khusus. Kata mama, mereka janjian via imel saja untuk ketemu dan makan siang bareng di tempat itu. Mama dan tante Sonia sengaja datang duluan karena mereka akan cari meja terlebih dahulu. Tepat jam 12 siang, mama dan tante Sonia sudah datang dan masuk ke dalam tempat makan ini. Sengaja mereka berdua tidak memesan terlebih dahulu, karena mereka menunggu tante Fitri datang dan baru memesan bersama-sama. Tante Sonia juga memberitahu Ross (yang baru pindah kerja di UITS) untuk makan siang bareng. Ross datang setelah tante Sonia dan mama memilih tempat duduk. Karena jam istirahat Ross terbatas, Ross langsung saja ke counter dan memesan menu siang itu. Sambil menunggu tante Fitri datang, mama dan tante Sonia memilih menu yang tersedia. Pilihan mama adalah pada Pad Thai dan tante Sonia ingin mencicipi Japanese Noddle. Saat tante Fitri datang, mama dan tante Sonia segera mengajaknya ke counter untuk pesan makan siang bareng. Tante Fitri menjatuhkan pilihan pada kari (kayak gulai) yang namanya di buku menu adalah Thai Hot Pot. Untuk minumnya, mama memilih air putih es dan yang lainnya juga sama. Berhubung hari ini adalah hari ulang tahun tante Fitri, maka mama dan tante Sonia bersepakat untuk mentraktir tante Fitri. Ya ... Seperti yang sudah pernah kuceritakan, sesuai adat negara ini, yang merayakan ulang tahun adalah biasanya teman-temannya, bukan malah yang berulangtahun yang mengundang. Teman-teman inilah yang kemudian akan mentraktir yang berulang tahun (yang berulangtahun ditraktir oleh teman-temannya). Setelah selesai memesan, mama bersama tante Fitri dan tante Sonia kembali ke tempat duduk mereka. Sambil menunggu pesanan sampai dimeja, mama dan teman-temannya mengucapkan selamat hari ulang tahun ke tante Fitri. Pesanan Ross datang lebih dulu. Apa yang dipesannya? Kata mama sih mirip burito (isi sayur dan daging ayam - terbungkus rapi) sebanyak 2 potong dan soup. Pesanan mama, tante Sonia dan tante Fitri menyusul kemudian. Setelah semua pesanan sampai di atas meja, acara makan siang pun dimulai. Kata mama, tempat makan ini lumayan ramai saat mama datang. Maklum, saat mama kesini kan bertepatan dengan jam makan siang. Tempat duduk yang disediakan lumayan nyaman. Dibanding dengan yang ada di dekat Sample Gate, Noodles Company yang ada di jalan ketiga ini rasanya lebih besar. Ada lebih banyak pengunjung yang bisa ditampung disini. Sebagaimana yang kita tahu, Noodle Company ini juga merupakan salah satu restoran chain yang bisa ditemukan dimana-mana. Rasa dan harga jualnya sudah pasti hampir seragam. Kira-kira jam 1 siang, acara makan siang ini diakhiri karena mama dan tante Fitri harus segara kembali beraktifitas, mengingat istirahat makan siang yang diperbolehkan adalah 1 jam. Ross sudah lebih dulu pulang ke kantornya. Mama kemudian kembali ke Evermann bersama tante Sonia dan tante Fitri kembali ke kantornya juga. Ngomong-ngomong, aku kok nggak ikutan kenapa? Kan ini acara ibu-ibu hehehe ... Lagian, aku kan sedang tidak masuk sekolah (agak batuk) hari ini. Masak aku malah jalan-jalan dan makan di luar rumah saat aku nggak sekolah? Kan aneh hehehe ... 

Monday, January 20, 2014

DINNER AT O'CHARLEY'S

Senin, 20 Januari 2014 adalah hari libur. Libur apaan? Martin Luther King Day. Untuk memperingati salah satu tokoh terkenal/fenomenal di US ini, sekolah dan kantor libur. Lalu, apa yang kami lalukan? Rencananya hari itu kami akan ke Indy, tapi batal. Kenapa? Kami memutuskan untuk berkegiatan di sekitar rumah saja, antara lain dengan menikmati makan malam (sore) di salah satu kompleks pertokoan dan perkantoran di daerah West. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 3.30 sore dan sampai di tempat itu kira-kira 10 menit kemudian. Apa sih nama tempat yang kami datangi? O'Charley's. Apa alasan kami memilih tempat ini? Kami tidak memilih tempat ini melainkan kami membelanjakan salah satu gift card Christmas yang kami terima di tempat ini hehehe ... Ya ... Kami memang memiliki beberapa gift card yang belum sempat kami belanjakan, salah satunya gift card dari tempat makan ini. Saat kami sampai di tempat makan ini, parking lot nampak lumayan ramai. Berhubung udara adem, kami segera masuk ke dalam tempat makan ini setelah keluar dari kendaraan. Seorang petugas kemudian bertanya berapa orang yang akan makan disini (setelah sebelumnya bertanya "here or togo") dan kami kompak menjawab 3. Petugas mengantar kami menuju salah satu meja yang berada di bgaian tengah dining hall yang besar ini. Setelah kami duduk, petugas memberikan kami buku menu dan bertanya apakah minuman yang akan kami pesan. Aku memesan es teh manis, papa dan mama memesan air putih saja. Sesudah petugas mencatat pesanan kami, petugas mempersilahkan kami melihat-lihat buku menu yang ada di depan kami. Terus terang saja, kami sudah tahu apa yang akan kami pesan, karena kami sudah melihat situs tempat makan ini. Menurut review-nya, pengunjung tidak disarankan memilih menu steak. Jadi, kami mengikuti saja saran ini dengan tidak memilih menu steak hehehe ... Yang kami tahu, roll-nya uenak bangets. Apa itu roll? Roti yang disajikan sebagai menu pembuka, semacam komplimen, dari pihak pengelola warung makan. Sudah pasti kami gak sabar ingin mencicipinya hehehe ... Saat petugas mengantar air minum, kami segera memesan apa yang kami ingin cicipi hari ini. Papa memilih Famous Chicken Tender (dengan side dish kentang goreng), mama memilih Tuscan Chicken (mie semacam spageti plus daging ayam yang dipanggang) dan aku memilih Chicken Fried Steak. Na ... Karena papa memesan Famous Chicken Tender, papa bisa memesan salad sayur hanya dengan menambah 2 dolar saja. Saat petugas menawarkan, papa menyetujuinya. Jadilah pesanan kami dicatat petugas dan kami menunggu semua siap di meja. Saat petuga mengantar roll khas tempat makan ini, segera saja kami mencicipi satu demi satu. 4 roll yang ada di basket berikut butternya, rasanya sungguh menggoda selera. Tak sampai 5 menit, roll hangat ini habis hehehe ... Mama pun kemudian meminta petugas mengisi wadah roll ini. Emangnya boleh? Boleh saja ... Sepanjang kita bertanggungjawab menghabiskan lho ya ... Sambil menunggu roll berikutnya datang, kami menikmati salad sayur yang sudah tersedia di meja. Salad sayur ini (dengan pilihan dressing honey mustard) terasa yummy juga. Mungkin karena kami lapar, makanya kami merasakan apa yang masuk ke dalam mulut menjadi enak hehehe ... Salad ini juga tandas dengan cepat termasuk roll gelombang kedua ... Setelah itu, petugas membawakan pesanan kami dan mempersilahkan kami mencicipi apa yang sudah kami pesan. Wa ... Porsi yang ada di meja kami kelihatannya besar-besar. Kata mama, mama nggak akan sanggup menghabiskan semuanya karena dah kekenyangan hehehe ... Bagaimana rasa makanan yang kami pesan hari ini? Lumayanlah ... Standard dengan beberapa jenis masakan yang pernah kami cicipi di tempat lain. Hanya papa dan aku saja yang sanggup menghabiskan apa yang kami pesan, sementara mama hanya mencicipi setengah porsi makanan pesanannya dan meminta to go box kepada petugas. Petugas pun memberikan to gox pada mama sambil bertanya mengapa mama tidak menghabiskan makanan yang dipesannya. Mama mengatakan sudah terlalu kenyang hehehe ... Sesudah berada di tempat itu selama kurang lebih 45 menit, kami kemudian memutuskan menyudahi acara makan malam kali ini. Papa segera memberesi bill kami dengan menyertakan gift card yang kami bawa. Petugas kemudian membawa gift card berikut kartu bayar papa dan mengembalikan lagi ke kami dengan membawa 2 kuitansi. Receipt pertama berisi tagihan yang sudah dibayar dengan menggunakan gift card dan receipt kedua berisi tambahan bill yang mesti kami lunasi. Setelah semua beres, kami keluar dari tempat makan ini dan menyempatkan diri berpose bersama sejenak. Meski matahari bersinar terik, kami tetap saja kedinginan karena suhu memang masih dingin hehehe ... Bergegas kami pun segera kembali ke kendaraan. Hati senang karena perut kenyang hehehe ...

Saturday, January 18, 2014

LUNCH DI MR HIBACHI LAGI ...

Hari Sabtu siang, 18 Januari 2014, aku, papa, mama dan om Barik berkunjung ke Mr. Hibachi di saat jam makan siang. Papa dan mama memang janjian dengan om Barik untuk santap siang bersama hari itu. Papa dan mama kan sebelumnya menitip kiriman ke tanah air ketika om Barik pulang ke Indonesia Desember kemarin. Na ... Sebagai bentuk rasa terima kasih papa dan mama, om Barik pun diundang santap siang bersama kami bertiga. Tentunya undangan ini dengan menyesuaikan jadwal om Barik. Kami berangkat dari rumah jam 1 siang dan langsung menuju Mr. Hibachi. Sengaja tempat ini kami pilih karena ada banyak pilihan menu yang tersedia. Kebetulan om Barik juga belum pernah berkunjung ke tempat ini, jadinya kami pun memutuskan datang kemari. Udara yang lumayan dingin sejak pagi tadi rasanya membuat kami semakin lapar hehehe ... Jadilah kami bergegas masuk ke dalam tempat makan ini setelah kendaraan diparkir papa dengan rapi di parking lot yang meyediakan banyak sekali spot parkir untuk kendaraan para pelanggan. Seperti biasa kami perlu menunggu meja kosong sebelum kami diantar petugas menuju meja tersebut. Dan seperti biasa pula, tempat makan ini lumayan penuh didatangi pengunjung karena bertepatan dengan jam makan siang. Setelah petugas mencatat minuman apa yang kami pesan, segera saja kami kemudian meluncur menuju meja buffet yang tersedia. Kami memilih apa yang kami inginkan. Sudah pasti aku langsung menuju ke bagian sushi bar hehehe ... Aku ambil beberapa macam model dan rasa. Aku juga mengambul mie goreng dan ayam goreng. Seperti biasa, papa memilih ikan dan sayuran. Om Barik juga memilih menu yang nyaris sama dengan yang kami pilih. Bagaimana dengan mama? Mama sebenarnya mencari onde-onde yang sayangnya nggak tersedia di hari itu. Mama pun kemudian memilih menu lain yaitu bakpao hehehe ... Mama juga memilih sushi dan roti isi bayam yang juga digemarinya. Yang tak boleh ketinggalan adalah crab rangoon. O ya ... Mama musti menunggu lama untuk bisa mendaptkan mangkok untuk sup. Kata mama, magkok untuk sup habis-bis. Ini sangat di luar kebiasaan. Kata mama, ini mungkin disebabkan suhu dingin yang membuat pengunjung ingin menikmati sup. Dengan 4 pilihan rasa, sup yang tersedia nampaknya menjadi menu favorit di siang hari itu. Beruntung mama sempat mencicipi satu menu sup, karena sesudah itu mangkok lagi-lagi habis. Kami masing-masing menikmati 2 piring menu makan siang dan dessert. Papa dan aku memilih es krim rasa strawbery, mama memilih es krim rasa coklat dan om Barik memilih buah. Selama lebih kurang 1,5 jam kami berada di Mr. Hibachi sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi acara makan siang bersama kali ini. Setelah bill kami beresi, segera kami keluar tempat makan ini dan berjalan cepat menuju ke kendaraan. Salju nampak mulai turun lagi (meski tipis) dan udara terasa semakin adem. Papa kebetulan ada janjian di jam 3 sore, jadi acara makan siang hari ini memang berjalan sedikit cepat hehehe ... Saat kami sampai kembali di parking lot di depan apartment, jam sudah menunjuk angka 3 lebih. Kami pun berpisah dengan om Barik di parking lot dan bergegas kembali ke apartment karena udara terasa makin adem saja hehehe ... Untung perut sudah kenyang, jadi kami tidak terlalu menderita hahaha ...           

Wednesday, January 15, 2014

A STRING SPECTACULAR (CONCERT)

Rabu, 15 Januari 2014, aku bersama grup orkestra alat musik gesek ikut tampil dalam acara A String Spectacular di SMA Selatan Bloomington. Malam sebelumnya (Selasa) aku datang di acara gladi bersih dari jam 7 sampai 8 malam di sekolah ini juga. Berhubung malam ini papaku ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, aku berangkat ke acara konser ini bersama Bakhita. Kami berangkat pukul 6.30 malam dan pulang pukul 9.30 malam. Dalam konser kali ini, kami (grup SMP) membawakan beberapa komposisi sesuai dengan yang sudah kami latih. Hanya saja, di salah satu komposisi, kami tidak menampilkannya dengan sempurna hehehe ... Secara keseluruhan acara ini berlangsung dengan baik. Seperti biasa dan seperti yang selalu kuikuti setiap tahun, acara konser seperti ini memang biasanya terorganisir dengan sangat baik. Dengan dukungan dari pihak sekolah, para orang tua, donatur, pemerintah daerah setempat dan pihak lainnya, acara rutin ini menjadi salah satu acara rutin yang digelar tiap tahun. Seluruh peserta kelas string (dari kelas 5 SD sampai kelas 3 SMA) tampil secara bergantian membawakan beberapa komposisi. Makanya, acara ini berlangsung sekitar 2 jam (tampil bergantian) plus 1 jam (persiapan dan beres-beres). Ngomong-ngomong, aku nggak papa nih ikutan konser tanpa papa dan mama ikutan nonton? Gak papa banget ... Soalnya, papa dan mama sudah berkali-kali nonton, jadi sekali-kali gak nonton kan gak pa pa bangets hehehe ... Nggak cuma aku yang memiliki pengalaman seperti ini. Beberapa temanku bahkan hanya didrop dan dijemput saja saat ada acara konser seperti ini. Kata mama, ini menjadikan temanku mandiri karena mereka harus mengurus segalanya sendiri (tidak diantar orang tuanya di tempat kumpul untuk reherseal, mengurus semua keperluan pribadinya dan bertanggungjawab atas semua kagiatan hari itu). Hmmmm .... Mungkin mamaku benar hehehe ... 

Saturday, January 11, 2014

CHILI'S: IKUTAN MAMA MAKSIBAR

Akulah satu-satunya cowok dalam acara makan siang hari ini hehehe ... Ya ... Seperti biasa, mama bersama dengan beberapa teman kumpul bareng untuk mencicipi menu salah satu tempat makan yang berada di Bloomie. Kali ini rombongan berkunjung ke Chili's. Tempat ini berada di jalan ketiga dan lumayan dekat dari tempat kami tinggal. Kata mama, janjian acara ketemuan siang itu adalah di jam 12 siang (lunch time). Karenanya, aku dan mama sudah siap sejak jam 11.45 karena tante Fitri akan menjemput kami di jam 11.50 siang. Saat tante fitri datang, kami segera meluncur ke tempat makan ini. Dari luar, tempat makan ini nampak sepi. Mungkin karena jam makan siang baru saja dimulai. O ya ... Suhu lumayan dingin hari ini, jadi kami segera bergegas menuju ke dalam tempat makan ini begitu kami turun dari kendaraan. Sesampai kami di dalam, kami melihat Bu Adrika dan tante Erika sudah menunggu kami. Petugas segara saja mengantar kami ke tempat duduk mereka dan kami pun segera menempati bangku panjang kosong yang ada disitu. Petugas memberikan kami buku menu yang bisa kami pelajari. Apa saja yang tersaji di buku menu ini? Awalnya, aku dan mama mengira Chili's adalah tempat makan yang menyajikan aneka menu Meksiko saja. Ternyata, setelah membaca aneka menu yang tertera di buku menu, ada banyak sekali menu makanan yang mereka sediakan. Knepa kami mengira tempat makan ini hanya menyajikan menu Meksiko? Karena setahu kami, (1) kata Chili, memang salah satunya bermakna nama makanan (sepertinya khas Meksiko) (2) atau juga, kata Chili bisa berarti cabai (yang tidak banyak dikonsumi warga US karena pedas). Ternyata, aku dan mama keliru hehehe ... Ada banyak sekali pilihan menu US yang tersedia seperti burger, sandwich, steak dan sejenisnya. Kami juga menemukan menu ala Itali seperti pizza, flatbread, spageti dan yang sejenis itu. Untuk appetizer, menu yang bisa kami pilih memang lebih banyak bermodel masakan Maksiko, sepeti nachos, tacos dan yang seperti itu. Tante Fitri kemudian mentraktir makanan pembuka berupa lompia separo hehehe .... Itu yang memberi nama mama lho. Makanan pembuka ini kami nikmati sambil kami menunggu kedatangan tante Sonia yang juga akan bergabung di acara makan siang hari ini. Kami juga memesan air minum terlebih dahulu sebelum memesan menu makanan utama. Selain aku yang memesan es teh, mama dan yang lainnya memesan air putih dengan es batu. Sesudah membaca dengan teliti, kami pun siap memesan. Aku jelas memilih baby back ribs hehehe ... Mama memesan Taco (spicy grilled shrimp tacos), Bu Adrika memilih flatbread (kalo gak salah California grilled chicked flatbread) dan tante Erika memilih pizza (personal pan). Setelah pesanan dicatat, kami menunggu pesanan kami sambil menikmati appetizer yang dipesan tante Fitri. Aku tidak terlalu banyak terlibat mgobrolnya mama dan teman-temannya karena ada satu alat eletronik yang diletakkan di atas meja yang menarik hatiku. Apakah itu? Semacam mini touch screen yang memiliki aneka menu seperti games, menu pemesanan makanan online dan sejenisnya. Jelas aku menggunakan piranti ini untuk main game hehehe ... Saat tante Sonia datang, tamte Fitri kembali memesan appetizer lain (nacho) untuk kami ber-6. Nacho dengan salsa dan sip rasa nano-nano (pedas dan asin) ini kami nikmati  dengan happy. Kami bahkan meminta ptugas mengisi kembali piring nacho yang sudah ludes isinya hehehe ... Boleh ya? Boleh ... Kami dipersilahkan meminta nachos kembali kalau kami memang menginginkan. Lalu, apa yang dipesan tante Sonia dan tante Fitri? Mereka memilih paket 20 dolar untuk berdua. Tante Fitri sepertinya memilih menu Ranch Chicken Quesadillas dan tante Sonia memilih menu 6 oz. Classic Sirloin. Dari namanya, pesanan kami terasa yummy kan? Bagaimanakah yang sesungguhnya? Saat pesanan kami sampai di meja, ternyata ukuran porsinya lumayan besar. Aku jelas sanggup menghabiskan isi piringku. Bagaimana dengan mama? Mama tidak mampu menghabiskan menu yang dipesannya. Mama membagi porsi di piring mama dengan tante Erika. Tante Erika akhirnya tidak sanggup juga menyantap habis personal pizza yang dipesannya. To go box pun menjadi pilihan hehehe ... Ya ... Tentu kami tidak mau menyia-nyiakan makanan yang sudah kami pesan. Kalau memang tidak sanggup menghabiskan, kami memang biasanya membungkus makanan tersebut. lalu bagaimana kami membayar tagihan kami? Sudah pasti bill dibuat sesuai dengan apa yang kami pesan. Bu Adrika bill-nya menjadi satu dengan tante Erika, ante Fitri dan tante Sonia bill-nya menjadi satu juga, demikian juga dengan aku dan mama (bill kami menjadi satu). Seperti biasa juga, di saat kami membayar apa yang kami pesan, kami menyertakan tips unuk petugas yang membantu kami sebesar 15% (minimal). Sesudah kami merasa cukup, kami pun meninggalkan tempat makan ini sekitar jam 2 siang. Udara diluar tempat makan ini terasa dingin sekali. Kami pun bergegas kembali ke kendaraan. Sebagai informasi saja, siang itu tempat makan ini didatangi lumayan banyak pengunjung. Mereka datang dan pergi secara bergantian. Umumnya mereka datang bersama teman atau keluarga. Tempat makan ini memiliki dining room yang luas sekali. Dengan model kubikal, tempat makan ini memberikan privasi yang cukup untuk para pengunjungnya. Aneka menu yang tersedia juga membuat pelanggan memiliki banyak pilihan saat mereka memilih bersantap di tempat makan ini. Rasa menu yang kami pilih pun lumayan juga, termasuk appetizer yang dipilih tante Fitri. Bagaimana dengan harga yang mereka tetapkan? Standard untuk ukuran makan siang di luar rumah di negara ini. Kata mama, yang penting saat kita berkunjung ke tempat makan adalah pengalaman menikmati rasa makanan yang lain. Selain itu, selama harga masih terjangkau, sekali-kali makan bersama teman di tempat makan yang baru juga bisa dilakukan sepanjang tidak terlalu lama dan tidak mengganggu jadwal kegiatan yang lain. Kegiatan mama yang satu ini memang sudah berjalan lumayan lama. Setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, mama dan beberapa teman Indonesia yang tinggal di Bloomie memang suka mengagendakan acara jalan bareng. Umumnya sih mencicipi menu di salah satu tempat makan. Kadang aku ikut, kadang aku nggak ikutan. Tergantung aku mau ikut ato nggak. Mama biasanya menawari aku untuk ikutan acara ibu-ibu ini, tapi aku nggak selalu mau hehehe ...

Friday, January 3, 2014

SNOW AROUND JORDAN

Jum'at sore, 3 Januari 2014, papa dan mamaku keluar rumah untuk berjalan-jalan. Matahari memang bersinar cerah, namun suhu sesungguhnya dingin sekali. Papa dan mama sengaja ingin melihat suasana luar rumah di saat dingin seperti ini. Dengan mengenakan pakaian rangkap dan penutup tangan serta kaki yang rapat, papa dan mamaku memulai perjalanan sore ini dengan menyusuri sidewalk di jalan Jordan. Kenapa papa dan mama memilih rute ini? Karena ada deretan rumah tinggal mahasiswa anggota sorority dan fraternity. Apa maksudnya ini? Mereka yang tinggal di rumah/asrama ini merupakan anggota (seperti saudara) yang memiliki interest/minat yang sama. Untuk bisa tinggal disini, ada sejumlah persyaratan yang musti dipenuhi. Artinya, mereka yang tidak memenuhi persyaratan tidak bisa/belum bisa menjadi anggota. Umur asrama sorority (membernya perempuan) dan fraternity (membernya laki-laki) bisanya sudah lumayan uzur/tua. Kok kami bisa tahu? Kan di papan nama rumah-rumah ini sertingkali menyertakan tahun berapa gedung/asrama/bangunan ini didirikan. Rumah sorority dan fraternity ini juga lazim dikenal dengan nama Greek House karena nama-nama gedung/bangunan ataupun organisasi ini memang mengambil/mengadopsi nama-mana Yunani. O ya ... Greek House ini juga menjadi bagian dari housing di Indiana University sama dengan dorm/single housing/asrama ataupun family housing yang kami tempati. Kalau nama-nama asrama ataupun apartment housing biasanya mengambil nama orang (donatur/orang yang memiliki jasa besar di Indiana University) seperti Evermann, Wilkie, Wright, Foster dan seterusnya, nama-nama greek house yang ada di Jalan Jordan antara lain: Beta Theta Pi, Delta Tau Delta, Kappa Sigma, Phi Delta Theta, Phi Kappa Psi dan seterusnya. Bagus bukan nama-namanya? Rumah persaudaraan (anggap saja begitu) ini terbuka keanggotaannya bagi siapa saja yang tertarik bergabung asal memenuhi persyaratan. Mereka membuka kesempatan untuk menjadi anggota organisasi ini (termasuk tinggal di rumah persaudaraan tersebut) kepada semua mahasiswa di IU dengan mengumumkannya secara terbuka. Setelah menjadi anggota, ada banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan selama semester berlangsung termasuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga dengan tujuan mencari beasiswa/pendanaan untuk organisasi mereka. Contohnya, salah satu lomba yang sangat populer di IU di saat spring semester adalah Little 500. Para peserta organisasi atau greek house ini menurunkan tim terbaik mereka demi mendapatkan hadiah uang tunai yang jumlahnya lumayan besar. Uang ini didapatkan dari tiket masuk yang dijual panitia. Cara jualan tiketnya tidak melulu untuk menarik penonton menyaksikan lomba balap sepeda, melainkan meminta penonton untuk menyumbang dengan cara membeli tiket. Nggak heran, tiket selalu terjual ludes karena animo untuk menonton lomba sekaligus menyumbang memang besar sekali hehehe ... Ya ... Di negara ini semua memang serba teratur dan transparan. Cari dana ya tidak hanya dengan ngajuin proposal, melainkan dengan membuat event yang melibatkan banyak pihak. Jadinya, penonton senang (karena bisa menikmati sebuah acara yang biasanya dikemas dengan bagus sekaligus menyumbang). Kok ceritanya jadi begini ya? Gimana dong salju yang ada di situ? Sudah jelas salju tebal masih menyelimuti sepanjang jalan Jordan. Kata papa dan mama, sepanjang perjalnan dari Redbud menyusuri Jordan, menyusuri Jalan Kesepuluh, menyusuri Union Street sampai kembali lagi ke Redbud, nyaris tidak ada pejalan kaki seperti papa dan mama. Karena suhu di luar yang terlalu dingin, biasanya orang-orang memang lebih memilih tinggal di dalam rumah. Sore pun menjadi cepat gelap. Ketika papa dan mama sampai di rumah sekiatr jam 5.30 sore, matahari rasanya sudah tidak menampakkan diri sedikitpun. Kata papa dan mama lagi, baru kali ini papa dan mama menikmati acara jalan-jalan di luar rumah di saat suhu dingin banget plus nggak ketemu pejalan kaki lain hahaha ... Melihat foto ini saja aku bisa membayangkan betapa dinginnya berjalan kaki di antara salju beku yang terhampar luas meski ada sinar matahari. Makanya, saat papa dan mama mengajakku, spontan aku bilang "Ogah ah" hihihi ...

Thursday, January 2, 2014

SLEDDING AFTER NEW YEAR 2014

Januari tanggal 2 tahun 2014 kuisi dengan acara main sledding bareng teman-temanku. Kebetulan, salju masih lumayan tebal dan lumayan OK untuk dipakai acara meluncur siang ini. Meski matahari tidak kelihatan, aku dan teman-temanku tetap bersemangat menarik papan yang akan kami gunakan untuk acara main seluncuran ini. Kami menuju ke Evermann dan mulai bermain sledding ini selama beberapa saat. Dingin memang terasa tetapi kami membungkus badan kami dengan pakaian hangat berlapis-lapis. Meski berlapis banyak, tetap saja dingin terasa sampai ke tulang. Karenanya, kami pun tidak terlalu lama bermain di luar rumah. Suhu udara di luar memang sangat dingin di bulan Januari ini. Maklum, puncak winter memang terjadi di bulan ini. Coba perhatikan gambar yang diposting mama disini. Lumayan tebal kan salju yang ada di sekitar tempat kami tinggal. Memang salju beberapa kali turun dengan intensif selama beberapa hari ini. Ketinggiannya mencapai lebih dari 3 inchi. Akibatnya, salju jadi tebal dan sangat nyaman dipakai sebagai arena untuk main sledding hehehe ... Mamaku senang sekali mengambil gambar salju tebal seperti ini. Kata mama, salju sebanyak ini hampir rata bisa ditemukan di benua sebesar ini di saat musim dingin. Kata mama, rasanya nggak bisa membayangkan seberapa banyak volume salju yang diproduksi di langit sana hehehe ... Yang jelas, semua nampak putih dan semua area di permukaan seolah tertutup salju. Lagi-lagi kata mama, yang seperti ini indah sekali dan sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja. Ngomong-ngomong, apakah mamaku mengikuti kami bermain dan mengambil gambar kami berempat? Tidak ... Mamaku ada kegiatan yang tidak bisa ditingglakan, jadinya papaku yang mengikuti kami berempat bermain seluncuran siang ini. Papaku mengambil lumayan banyak gambar selama kami asyik bermain. Selain kami yang menjadi subyek foto, papa juga mengambil gambar pemandangan di sekitar rumah. Saat kami merasa sudah cukup bermain, kami kemudian pulang ke rumah kami masing-masing. Seperti biasa, kami ganti pakaian kami yang basah dengan pakaian kering atau bahkan kami mandi sekalian. Udara masih saja terasa dingin saat kami sudah berganti baju hangat dan menikmati makanan hangat. Ya ... Memang beginilah musim dingin yang terjadi. Selalu saja suhu tidak melulu bersahabat. Karenanya, kami yang tidak bisa kemana-mana selama musim dingin ini kemudian musti kreatif menciptakan aneka kegiatan di dalam rumah, mengingat kami tidak leluasa berkegiatan di luar ruang. Biasanya, papa dan mamaku akan mencoba beberapa resep baru yang ingin kami cicipi. Dengan bahan baku yang sama, cara mengolah makanan ternyata bisa sangat beragam. Hasilnya? Nggak selalu menggembirakan sih, tapi lumayan untuk mengisi waktu luang hehehe ...