Sunday, October 26, 2014

DRAGON EXPRESS

Dari Brown County State Park, papa dan mama mengajakku mampir ke warung makan yang ada di jalan ketiga yang bernama Dragon Express. Warung makan ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di kompleks ruko yang ada di dekat kompleks kampus Indiana University. Kedatangan kami sore ini disebabkan karena kami ingin mencicipi menu yang mereka sajikan yang waktu itu pernah kami lihat (ya ... ini merupakan kunjungan kami yang kedua). Warung makan yang hanya menerima pembayaran secara tunai atau menggunakan cek ini memiliki dining area yang cukup luas. Saat kami datang sore ini, ada lumayan banyak pengunjung yang sedang menikmati menu pilihan mereka. Apa yang kemudian kami pesan? Papa memesan mie kuah, mama memesan mie dengan daging panggang dan aku memilih menu nasi goreng hehehe ... Sebentar saja kami menunggu, menu pesanan kami diantar ke meja. Wow ... Porsi menu makan siang kami besar sekali ternyata. Kami pun kemudian memulai acara santap siang ini dengan saling mencicipi pesanan kami masing-masing. Lumayan ... Di saat perut lapar, apalagi yang bisa katakan (saat menikmati menu pesanan kami) selain kata OK dan OK? Hehehe ... Ya ... Menu yang mereka sajikan sebenarnya memiliki rasa standard. Meski begitu, kami tetap menikmati apa yang kami pesan dan kami bertanggungjawab untuk menghabiskannya. Kalau ditanya lebih lanjut, aku nggak terlalu ingin mencicipi porsi lain di warung makan ini hehehe ... Selamat menikmati makan siang masing-masing di hari Minggu tanggal 26 Oktober tahun 2014 ... Have a goog lunch!


BROWN COUNTY STATE PARK

Masih di hari Minggu yang lumayan panas, di tanggal 26 Oktober tahun 2014. Bersama papa dan mama, kami bertiga menuju Brown County State Park. Kata papa dan mama lagi, kami memang perlu mendatangi salah satu state di saat musim gugur karena keindahan warna daun di state park biasanya memang OK banget. Tahun lalu, saat kami datang kemari, udara sedang dingin sekali. Kami memakai baju hangat, sarung tangan, penutup kepala dan juga syal. Na ... Kali ini kami datang tanpa perlengkapan yang sama. Aku bahkan hanya mengenakan celana pendek dan jaket tipis hehehe ... Cuaca panas sejak pagi, membuat kami tidak mengenakan pakaian rangkap. Karena cuaca cerah, kami tidak heran melihat antrian kendaraan sudah terjadi sejak di pintu masuk. Sepertinya, udara cerha hari ini mengundang siapa saja untuk mampir ke Brown County State Park hehehe ... Saat kami sampai di tujuan utama kami, Lake Ogle, parking lot nyaris sudah tidak menyisakan tempat. Untunglah saat kami datang, ada satu parking lot yang baru saja dikosongkan pemilik kendaraan. Kami pun segera memarkir kendaraan disitu dan bersiap memulai aktifitas hari ini. Kami melihat ada banyak sekali pengunjung di sekitar danau. Sayangnya, dedaunan yang ada di pohon nyaris tidak ada lagi karena sudah rontok hehehe ... Kalaupun ada, warna daun sudah nyaris seperti warna daun kering (coklat muda) yang tidak terlalu menarik untuk diambil gambarnya hehehe ... Meski demikian, kami tetap mengambil gambar di sekitar danau meski harus dengan sedikit strategi karena tempat ini penuh sekali dan nyaris tidak menyisakan spot yang membuat kami leluasa untuk mengambil gambar di sekitar danau. Dimana-mana ada pengunjung yang duduk, berjalan, mengambil gambar dan juga memancing ... Mereka sama seperti kami, ingin menikmati udara cerah di tempat piknik ini dengan menghabiskan waktu bersama keluarga.  Kami juga melihat kelompok-kelompok pengunjung yang sedang melakukan kegiatan cook out atau juga trailing bersama dengan rute mengitari Lake Ogle ini. Karena penuhnya atau ramainya tempat ini, kami harus pandai-pandai mencari spot kosong untuk jangka waktu sekitar 5 menitan demi mendapatkan gambar yang OK (kami kan merencanakan mengambil gambar bertiga hehehe, jadi kami perlu menset tripod, mengatur posisi, mengambil gambar, melihat hasilnya dan mengevaluasi dan kemudian menyesuaikan dengan apa yang kami perlukan. Wuih ... Sampai segitu ya? Iya hehehe ...) Sesudah mendapatkan beberapa gambar di beberapa lokasi, kami memutuskan untuk mengakhiri acara jalan-jalan di Brown County State Park ini. Kami kemudian kembali ke kendaraan dan meninggalkan parking lot Lake Ogle. Dalam perjalanan menuju exit gate, kami bertemu dengan Om Barik dan Tante Mia bersama Kaysan, Ayra dan Haifa. Kami pun kemudian ngobrol sebentar sebelum kami melanjutkan kegiatan kami masing-masing. Kami bertiga masih menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi yang disebut scenic view (mirip gardu pandang) di beberapa lokasi di dalam Brown County State Park ini. Dari lokasi scenic view ini, kami bisa melihat indahnya (kalu saja kami datang seminggu sebelumnya) warna-warni daun di saat musim gugur tahun ini. Hanya saja, kami datang agak terlambat. Kami tetap mendapatkan gambar dari lokasi cantik ini dengan latar belakang hutan yang daunnya sudah mengering. Gak pa pa ... Kami tetap senang bisa datang ke tempat ini di hari ini karena kami tetap bisa mendapatkan gambar-gambar yang lumayan ... Sesudah merasa cukup, kami segera bersiap meninggalkan Brown County State Park yang berjarak sekitar 40 menit dari Bloomington. Matahari masih saja terasa menyengat di badan ...

PUMPKIN PATCH

Dimana nih? Di Leonard Spring Nature Park. Dimana itu? Di dekat Monroe hospital yang ada di highway menuju Bedford. Kapan itu? Hari Minggu tanggal 26 Oktober tahun 2014. Ngapain aku ke tempat ini? Na ... Begini ceritanya. Aku kan ikut ekstra kurikuler orkestra. Kegiatan yang kuikuti ini banyak sekali mengadakan kegaiatn fund raising untuk mendanai berbagai kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya adalah fund raising yang diadakan di hari Minggu pagi ini (dari jam 9.30 sampai selesai) di salah satu pertanian yang sedang mengadakan kegiatan pumpkin patch atau panen pumpkin untuk siapa saja yang tertarik. Fund raising yang kami lakukan adalah dengan bentuk membuka booth yang menjual aneka macam snack, minuman dan juga menu makan siang ringkas (hotdog dan hamburger) selama pumpkin patch ini berlangsung. Apa kontribusiku? Kami (anggota grup orkestra) bisa menyumbang makanan yang akan dijual atau juga bisa berpartisipasi dengan cara menjadi volunteer selama kegiatan ini berlangsung. Awalnya, mama hanya ingin aku ngedrop makanan yang akan kami sumbangkan untuk kegiatan ini. Namun, acara ini sedikit berubah karena kami datang paling awal, sehingga kami belum bisa ngedrop makanan karena koordinator acara belum datang di lokasi. Selama kami menunggu, mama dan papa mengajakku mengambil gambar di lokasi pertanian ini. Sepertinya, lokasi ini baru dibuka mengingat bangunan maupun semua peralatan yang digunakan masih terlihat baru. Meski masih baru, sepertinya pemilik pertanian sudah membuka kegiatan ini selama beberapa hari (terlihat dari papan informasi yang mereka pajang). Kami mendatangi toko yang menjual anek hasil pertanian seperti pumpkin, squash dan seterusnya. Kami juga melihat kandang berisi kambing, kuda poni, ayam dan sejenisnya. Kami juga melihat truk yang akan menarik hayride (jerami untuk pakan ternak yang biasanya berbentuk kotak dan diletakkan di kereta yang bisa digeret/ditarik) dan beberapa fasilitas yang mereka sediakan untuk pengunjung yang datang berbelanja disini. Kami juga melihat orang-orangan sawah (scarecrow) dengan kostum ala petani lokal yang mereka pajang di pintu masuk. Ah ... Panas terik di pagi ini membuatku malas berjalan-jalan lebih jauh lagi. Kulihat papa dan mamaku bersemangat berjalan-jalan di areal pertanian yang luas ini. Pumpkin yang tersebar di areal pertanian menjadi pemandangan yang menyenangkan. Demikian juga deretan pohon cemara (biasanya dijual menjelang natal) nampak rapi berjajar di sisi lainnya. Saat kami melihat panitia mulai datang, segera saja mama, aku dan papa menuju ke kendaraan panitia dan membantu set up meja serta tenda yang akan dipakai selama kegiatan ini berlangsung. Satu per satu teman anggota orkestra juga mulai berdatangan dan membantu panitia. Sesudah tenda, meja dan makanan siap disajikan pada siapa yang tertarik, kami pun kemudian pamit dan bersiap melanjutkan kegiatan hari ini. Tak lupa, mama membeli 2 loaf roti/bread dengan isi cranberrry di dalamnya. Kami kemudian meninggalkan pertanian ini dan menuju lokasi piknik yang sudah kami rencanakan. Dimanakah itu? Ikuti terus ceritaku ya hehehe ... BTW ... Lumayan kan hasil jepretan papaku pagi ini?

Saturday, October 25, 2014

AROUND EVERMANN AGAIN

Masih belum bosan mengambil gambar daun? Beluuuuuum hehehe ... Ya ... Sepulang dari Monroe library, kami sempatkan mampir lagi di dekat rumah untuk mengambil beberapa gambar. Kata mama sih mumpung daunnya masih ada di pohon alias belum rontok semua hehehe ... Dengan setengah malas, aku ikuti saja kedua orangtuaku yang nampak bersemangat mengambil gambar. Dengan sigap pula papaku mengambil tripod agar kami bisa berpose bertiga. Berpose dengan tripod memang menjadikan kami bertiga bisa berada di frame yang sama. Hanya saja, papa musti melakukan beberapa kali percobaan agar komposisi yang diharapkan terpenuhi. Nggak mengherankan kalo sebelum gambar diambil, papa akan meminta kami pindah posisi beberapa kali agar gambar memenuhi keinginan atau selera hehehe ... Coba perhatikan gambar yang diposting disini. Nampak kan bahwa sebagian besar daun sudah mulai rontok? Ya memang demikian yang terjadi. Menjelang akhir bulan Oktober, daun memang biasanya mulai berguguran. Namun demikian, tidak berarti semua daun akan gugur di akhir bulan Oktober ini. Di beberapa tempat, masih banyak daun di pohon yang bahkan masih berwarna hijau. Memang betul kalo dikatakan perubahan warna daun tidak serentak terjadi di waktu dan tempat yang sama. Di dalam kampus, kami masih bisa menjumpai daun yang berwarna hijau atau daun yang baru saja mulai berubah warna. Ya ... Meski sudah secara resmi memasuki musim gugur, tidak berarti perubahan warna daun dan gugurnya daun akan terjadi bersamaan di tempat yang sama. Kata papa, ini menguntungkan kami yang punya hobi ambil gambar hehehe ... Kalo kami belum sempat mengambil gambar sementera pohon sudah gundul (daunnya dah habis), kami masih bisa mendatangi lokasi lain yang memiliki daun yang berwarna-warni. Kalau beneran mau rajin berburu gambar, kita memang musti betul-betul mencermati kapan dan dimana peak of fall-nya, biar gambar yang didapatkan sempurna hehehe ... Kalau mencermati gambar kami di atas, lokasi yang sama kami gunakan juga saat kami mengambil gambar beberapa waktu lalu. Hasilnya? Jelas beda karena hari ini daun sudah mulai berguguran dan juga cahaya mataharinya terang benderang hehehe ... Untung saja acara pengambilan gambar hari ini berlangsung cepat. Jadi, aku pun tidak perlu berlama-lama merasa bete hehehe ...

AROUND MCPL LIBRARY

Panas beneran terasa di saat matahari bersinar dengan terik di hari Sabtu tanggal 25 Oktober tahun 2014 ini. Meski begitu, rencana mengambil gambar di sekitar downtown dan library Monroe tidak kami urungkan. Saat kami melintas di depan library (di jalan Kirwood), kami baru menyadari bahwa separo ruas jalan ini ditutup dikarenakan sedang ada perlombaan/adu balap sepeda. Tentu saja kami sempatkan melihat para pebalap yang terlihat sangat profesional ini. Kami kurang tahu siapa penyelenggara dan siapa peserta acara balap sepeda siang hari ini. Yang kami tahu, ada banyak peserta yang sudah siap berlomba siang hari itu. Sambil melihat sepintas perlombaan sepeda ini, kami tentunya juga menyempatkan diri untuk mengambil gambar disini. Sudah pasti alasannya karena mama ingin mengambil gambar diantara daun-daun yang memiliki warna indah di saat musim gugur belum berakhir. Meski cemberut (karena harus menahan panas), aku tetap mengikuti kegiatan ambil gambar hari ini. Coba perhatikan beberapa gambar yang diposting kali ini. Terlihat sekali kan betapa panas terik sangat terasa siang hari itu? Terlihat juga kan aneka warna daun yang ada di pohon? Nampak juga kan guguraan daun yang memenuhi sidewalk yang kami lewati? Ya ... Musim gugur yang ditandai dengan perubahan warna daun di pohon serta gugurnya daun-daun dari pohon memang diwarnai dengan suhu panas dan dingin yang datang berganti-ganti. Ada kalanya cuaca panas seharian, naum ada kalanya pula cuaca mendung seharian. Ada kalanya angin bertiup terus seharian dan menggugurkan atau menerbangkan daun-daun, namun ada saatnya pula angin tidak bertiup sama sekali. Yang jelas, musim gugur yang dimulai di bulan September dan berakhir di bulan Desember ini memang menjadi salah satu musim yang disukai mamaku. Sejak kami tinggal di Bloomie, selalu saja ada sesi pengambilan gambar di saat fall. Seingatku, lokasinya selalu saja sama. Dimana sajakah itu? Di dekat rumah, di kampus, di downtown dan juga di state park. Habis mau dimana lagi? Hehehe ... Kata mama, mama selalu senang melihat warna daun yang berubah dan juga guguran daun yang berserakan dimana-mana; jadi, mengambil gambar sebanyak-banyaknya di saat fall adalah kewajiban hahaha ... Kadang aku heran, kok ya mama nggak bosen mengambil gambar hampir di setiap weekend ... Toh yang diambil selalu gambar daun hahaha ... Tapi, sebenarnya, gambar daun yang berubah warna memang cantik. Terlebih, kalau kita bisa mengambil gambar di saat peak season. Semua akan terlihat sangat cantik dan indah. Peak season untuk fall kan hanya berkisar selama 2 atau 3 minggu, jadi, kalo momen ini bisa didapatkan, akan ada banyak gambar istimewa yang akan menjadi koleksi kita ... Lagi-lagi, ini kata mama lho ya hahaha ...

LUNCH AT RUSH HOURS STATION

Yang ini sih atas usul mama ... Karena aku dan papa belum pernah datang ke tempat ini, di hari Sabtu tanggal 25 Oktober tahun 2014, mengajak aku dan papa mencicipi menu yang ada di warung makan yang bernama Rush Hour Station ini. Mama yang sebeumnya pernah datang kemari mngatakan, ada bakso yang mirip dengan bakso khas tanah air hehehe ... Kok kami kesini dalam rangka apa? Nggak dalam rangka apa-apa sih ... Hanya saja, pagi hari sebelumnya kami mendatangi toko buku Half Prize yang menawarkan program 25 dolar untuk satu tas. Maksudnya apa ini? Dengan membayar sebesar 25 dolar, kami bisa membeli apa saja (buku, CD, DVD) selama muat di dalam tas yang mereka berikan. Ini sudah kedua kalinya kami ikutan program mereka. Yang pertama, kami mendapatkan lebih dari 30 DVD film dan lebih dari 40 buku. Kali ini kami mendapatkan lebih dari 25 kaset dan sekitar 30 buku. Rencananya, semua yang kami beli ini nantinya akan kami bawa pulang ke tanah air hehehe ... Na ... Setelah acara belanja buku selesai, kami pun kemudian mampir ke warung makan ini dan mencoba mencicipi apa yang mereka punya. Menu yang mereka tawarkan adalah menu Asia dan juga menu khas negara ini (sandwich, burger dan sejenis itu). Kami kemudian mendatangi meja pemesanan dan membaca sebentar menu mereka. Mama memutuskan memesan bakso, papa memesan pad thai dan aku memesan nasgor. Mama juga menambahkan pesanan tahu goreng sebagai makanan pembuka. Untuk minumnya, kami memilih air putih. Setelah menyampaikan pesanan kami, segera kami memilih kursi dan meja makan yang masih kosong. Warung makan yang memiliki ukuran sedang ini memiliki beberapa set kursi dan meja di dining hallnya. Kata mama lagi, mereka yang datang dan menikmati santap siang/malam disini kebanyakan adalah warga asli negara ini. Seperti yang nampak siang ini ... Hanya kami yang bukan asli warga negara sini hehehe ... Sebentar saja kami menunggu, tahu goreng pesanan kami datang. Segera saja kami cicipi tahu goreng yang dicocolkan pada sambal nggak pedes (sambal asam manis). Sesudah itu berturut-turut datang pesanan kami berupa bakso, nasi goreng dan juga pad thai. Kami sengaja memesan makanan yang berbeda agar kami bisa saling mencicipi. Setelah semua tersaji, segera saja acara makan siang ini kami mulai. Kata papa, rasa makanan yang kami pilih biasa saja. Bakso pilihan mama memang lumayan, tetapi pad thainya nggak istimewa. Bagaimana dengan nasgor pilihanku? Lumayan hehehe ... Kami kemudian menikmati acara makan siang kami sebentar saja karena kami perlu melanjutkan acara jalan-jalan siang hari ini di sekitar downtown. Aku juga berencana mampir sebentar ke library karena ada yang perlu kupinjam. Kira-kira 30 menit saja kami berada di warung makan ini sebelum kami kembali menikmati siang panas di hari ini. Perut kami memang dah lumayan kenyang namun kami nggak ingin datang ke warung makan ini lagi kalo kami punya rencana makan siang di luar hehehe ...

Friday, October 24, 2014

AROUND EVERMANN

Ambil gambar lagi? Iya hehehe ... Kata mama, mumpung masih banyak daun berwarna indah di pohon, ambil gambar sebanyak-banyaknya kok rasanya menarik ... Maka jadilah sore itu kami bertiga mengambil gambar sambil berjalan-jalan di sekitar rumah. Kebetulan matahari masih bersinar dengan manis dan udara tidak dingin sekali, jadinya terasa pas kalo mau mengambil banyak gambar di saat cuaca manis seperti ini. Kami bertiga mengambil gambar dengan latar belakang pepohonan di sekitar tempat kami tinggal. Kata mama lagi, kalo ada area yang memiliki hamparan rumput berwarna hijau dengan sebaran/guguran daun dari pohon di atas rumput, maka area ini akan menjadi salah satu fokus pengambilan gambar hari ini. Maksudnya? Asal ada sebaran daun di atas rumput, maka lokasi itu akan dijadikan tempat foto hehehe ... Kenapa begitu? Ya karena inilah inti lain dari fall atau musim gugur. Selain daun yang berubah warna dari hijau ke kuning atau oranye atau merah, daun yang gugur juga menjadi penanda atau ciri khas di musim gugur. Namanya juga musim gugur, jelas daun yang berguguran menjadi penanda hehehe ... Guguran daun yang bertebaran di rerumputan, di sidewalk, di atap rumah, di lapangan, di jalan dan dimana saja menjadikan pengambilan gambar sore ini menjadi meriah hehehe ... Coba perhatikan aneka gambar yang diposting disini ... Kelihatan kan kalo guguran daun ada dimana-mana ... Jangan salah, guguran daun ini memang banyak sekali jumlahnya dan semua daun gugur memang bersumber dari pepohonan yang ada di mana-mana ... Yang kemudian tampak sesudah daun berubah warna dan kemudian gugur adalah pohon-pohon gundul yang hanya memiliki ranting tanpa daun. Pohon-pohon tak berdaun ini akan kembali menghijau di saat spring datang, kira-kira dimulai di bulan Maret tahun berikutnya. Ya ... Inilah cycle atau perputaran musim di negara yang memang memiliki 4 musim yang berbeda, dimulai dari spring, summer, fall dan winter. Keempat musim ini memang sangat berbeda suasananya. Semua membawa cirinya masing-masing. Semua nampak membawa cerita yang berbeda pula. Semua membawa keindahan dan kecantiknannya masing-masing. Waduh ... Aku kok jadi serius begini? Hehehe ... Yang jelas, acara pengambilan gambar di sekitar rumah sore itu berjalan lancar dan menyenangkan ... Meski hanya berlangsung sekitar 30 menit (karena matahari mulai terbenam di jam 6.15 sore), ada banyak gambar yang bisa kami dapatkan sore itu. Kami juga menyempatkan mampir di bell towel area di dekat Evermann dan melihat pemandangan indah yang ada di bawah (bell tower terlelak sedikit lebih tinggi sehingga kami bisa melihat pemandangan dari sini). Pohon yang memiliki daun yang berubah warna, daun yang berguguran dan tersebar di atas rerumputan, pohon yang hanya memiliki ranting karena daunnya sudah gugur semua atau bahkan pohon yang daunnya masih berwarna hijau menyajikan kombinasi cantik yang nggak membosankan siapa pun yang memandangnya ... Lalu, setelah merasa cukup beristirahat dan mengambil gambar di sekitar bell tower, kami memutuskan untuk menyudahi acara sore ini ... Kami merasa senang karena gambar yang kami dapatkan lumayan banyak dan lumayan mewakili suasana musim gugur di tahun ini ... Kami tentunya masih tetap menjadwalkan untuk melihat tempat lain selama masih ada daun berwarna-warni di pepohonan dan selama udara masih lumayan bersahabat (nggak terlalu dingin berada di luar ruang). Selain itu, tentu kami berharap agar sinar matahari bermurah hati selama musim gugur ini dengan menampakkan diri sebanyak-banyaknya karena sinar matahari akan memberikan pencahayaan yang sempurna di saat pengambilan gambar dilakukan. Ini kata papaku lho hehehe ... Aku jelas percaya apa kata kedua orangtuaku karena mereka lebih punya banyak pengalaman mengenai pengambilan gambar hehehe ...   

Wednesday, October 22, 2014

FALL CONCERT

Yang ini adalah foto saat aku mengikuti Fall Concert di SMA South. Rabu sore, tanggal 22 Oktober tahun 2014, papa mengantarku ke SMA South untuk mengikuti acara konser musim gugur. Mulai konser kali ini, aku resmi mengenakan outfit konser yang dipinjamkan dari sekolah selama aku ikut kegiatan atau ekstra kurikuler orkestra ini. Attire atau outfit yang kami pakai sama semua. Kemeja lengan panjang warna putih, celana panjang dan jas warna hitam, dasi kupu warna hitam dan juga sabuk berwarna sama. Karena baru sekali ini kami mengenakan seragam milik sekolah, aku merasa agak aneh hehehe ... Selama ini aku selalu mengenakan pakaianku sendiri yang terdiri atas kemeja lengan panjang warna putih, celana panjang dan jas dengan warna hitam. Lho, berarti aku memakai pakaian yang hampir sama dengan seragam yang sekarang kupakai kan? Memang betul. Namun demikian, seragam ini berbeda model dari yang sudah kumiliki. JAdi, sebelum seragam ini dibagikan, meskipun warna pakaian yang dikenakan sama, modelnya berbeda. Na ... Sesudah seragam ini dibagikan dan dipakai, semua anggota orkestra terlihat sama. Kenapa kami baru mendapatkan seragam sekarang? Karena aku secara resmi sekarang telah tergabung dalam Hoosier Youth Philarmonic. Kalau ingin tahu lebih jelas, ini situsnya http://www.bloomingtonhyp.org/. Karena sudah resmi menjadi anggota HYP, otomatis pakaian ini wajib kami kenakan saat kami mengikuti konser, termasuk sore itu. Untuk acara yang diadakan di SMA Selatan malam ini, mama tidak ikut datang karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Berdua bersama papa, aku kemudian sampai di SMA Selatan dan berkumpul bersama teman-teman di ruang yang sudah ditentukan. Jam 7 malam, konser dimulai. Konser berjalan dengan sangat baik dan acara ini berlangsung selama 90 menitan. Dari atas panggung aku melihat ada lumayan banyak penonton yang datang. Saat kami menyelesaikan lagu terakhir, kami mendengar tepuk tangan panjang dari penonton. Senang juga rasanya mendapatkan apresiasi penonton hehehe ... Kami kemudian turun dari panggung dan berkumpul di tempat semula. Setelah semua beres, kami baru menemui orangtua kami masing-masing. Aku dan papa pun kemudian pulang dengan hati happy. Malam semakin larut dan dingin makin terasa menggigit ...

Sunday, October 19, 2014

BRYAN PARK & AROUND CAMPUS

Minggu siang tanggal 19 Oktober tahun 2014, mamaku dengan semangat membara mengajak aku dan papa berjalan-jalan dan menikmati cuaca mendung yang nggak terlalu dingin. Kata papa, mendung ini nantinya akan digantikan oleh matahari yang bersinar cerah, jadi, sebaiknya kami menikmati acara hari ini sebelum daun-daun di pohon rontok hehehe ... Ya ... Mama memang selalu bersemangat mengajak kami berpose bersama di dekat pohon yang daunnya berubah warna. Acara siang ini pun kami isi dengan kegiatan yang sama, mengmabil gambar dengan latar belakang pohon yang daunnya berwarna merah atau oranye atau kuning. Lokasi hunting gambar ini pun kami pilih dengan pertimbangan ada banyak pohon yang bisa dijadikan latar belakang foto. Dimanakah lokasi tersebut? Di sekitar stadium (di jalan ketujuhbelas), di Bryan Park dan di kampus (di sekitar Sample Gate, di dalam kampus, di jalan ketiga). Coba perhatikan gambar yang diposting kali ini. Nampak kan betapa warna daun di saat fall benar-benar cantik? Yang mengherankan, warna daun berubah tidak bersamaan waktunya. Maksudnya? Ada beberapa jenis pohon yang sampai menjelang winter warna daunnya masih hijau; ada pula beberapa pohon yang daunnya langsung berubah dan rontok bahkan saat fall baru saja dimulai. Karena perubahan warna daun tidak terjadi berbarengan, ada keuntungan yang bisa kita dapatkan. Apa itu? Fall rasanya menjadi lebih lama hehehe ... Ya ... Warna daun yang tidak seragam, menjadikan kami punya kesempatan lumayan banyak untuk ambil gambar. Maklum, mama selalu malas keluar rumah kalo mendung datang sejak pagi dan diramalkan matahari tidak akan terbit. Kata mama, sinar matahari adalah pencahayaan alami yang akan menjadikan gambar terlihat sempurna alias indah hehehe ... Kata papa sih nggak begitu ... Mendung tidak berarti gambar indah tidak bisa didapat. Maksudnya? Memang benar cahaya matahari (di pagi atau sore hari) memang menjadikan gambar yang diambil terlihat indah dan natural. Namun demikian, bukan berarti tanpa sinar matahari gambar indah tidak bisa diperoleh. Seandainya mendung datang di saat kita merencanakan pengambilan gambar, ada cara yang bisa kita lakukan untuk tetap mendapatkan gambar indah. Bagaimana? Atur saja pencahayaan di kamera hehehe ... Alias jangan sampai mendung dijadikan alasan kita batal ambil gambar hahaha ... Seperti yang kami alami siang hari ini. Meski matahari datang dan pergi, toh kami masih bisa mendapatkan gambar yang lumayan (menurut ukuran kami sendiri nih) di saat kami mengambil keindahan warna daun di pohon. Saat kami sampai di areal di dalam stadium, hampir semua daun di pohon sudah rontok. Kami hanya mendapatkan beberapa gambar disitu. Saat kami berpindah lokasi ke Bryan Park, masih banyak daun yang warnanya hijau. Kami pun musti pandai-pandai mencari pohon mana yang sudah memiliki daun yang berubah warna. Karena belum banyak yang berubah warna daunnya, kami pun kemudian memutuskan ke kampus untuk berburu pohon hehehe ... Na ... Karena aku perlu mengembalikan buku ke perpustakaan Monroe, aku pun memutuskan tidak mengikuti acara hunting gambar di dalam kampus. Papa dan mama mengantarku ke library dan mereka kemudian mencari pohon di dalam kampus. Kata papa dan mama, ada banyak sekali pohon di dalam kampus yang daunnya sudah berubah warna dan sangat cantik dijadikan background foto. Lumayan banyak gambar yang didapatkan papa dan mama di dalam kampus. Na ... Kira-kira jam 3.30 siang, papa menjemputku di perpustakaan. Aku pun kemudian pulang bersama papa. Mama kemana? Mama pulang setelah papa dan mama selesai mengambil gambar di dalam kampus hehehe ... Yang jelas, aku senang karena aku bisa berkegiatan di library dan kedua orangtuaku juga happy karena hasil buruan mereka di hari ini (berupa gambar cantik) sudah mereka dapatkan ...

Saturday, October 18, 2014

CAR WASH DI DEKAT 5 GUYS

Na ... Di hari Sabtu pagi tanggal 18 Oktober tahun 2014, aku mempunya 2 kegiatan (volunteer dan fund raising) sejak pagi sampai siang. Volunteer di pagi hari kulakukan di American Legion yang berada di Jalan Ketiga. Volunteer ini kulakukan di pagi hari (dari jam 7.45 sampai jam 9.30) . Bersama dengan teman-teman lain, aku datang ke tempat ini (sebuah warung makan milik veteran negara ini) dan membantu serving dan cleaning untuk mereka yang sarapan di tempat ini di Sabtu pagi ini. Mereka yang memilih sarapan di tempat ini pada hari ini adalah para donatur. Maksudnya? Ya ... Dana yang terkumpul pagi ini dari para pengunjung, akan diberikan kepada yang memerlukan. Kami, para volunteer tidak membantu dalam bentuk dana melainkan dalam bentuk waktu dan tenaga. Karena kami sudah membantu kegiatan ini, kami kebagian rejeki berupa menikmati menu breakfast yang ada di warung makan ini tanpa bayar hehehe ... Sesudah aku menyelesaikan kegiatan volunteer di sini, papa menjemputku sekitar jam 9.45. Siang harinya, sekitar pukul 12 sampai 2, aku melakukan kegiatan fund raising yang diadakan oleh kelompok orkestra yang kuikuti. Kami, para anggota orkestra, perlu mengumpulkan kegiatan yang bersifat sukarela (utamanya untuk penggalangan dana) yang akan menjadi nilai tambahan bagi kami saat kami akan melakukan kegiatan yang memerlukan biaya. Ada banyak sekali kegiatan fund raising yang sudah dijadwalkan untuk kami. Tentu kami perlu memilih yang sesuai dengan yang kami mampu/bisa dan waktunya juga tersedia. Na ... Fund raising kali ini adalah dengan cara mencuci mobil. Namun, jangan dikira kami melakukannya secara profesional seperti yang dilakukan para staff di car wash center ya hehehe ... Yang kami lakukan adalah memasang petunjuk car wash dalam rangka fund raising (untuk kegiatan kami) di sebuah parking lot (kali ini dekat dengan warung makan 5 guys) dan menunggu kendaraan masuk ke parking lot dan mendekati kami. Kendaraan yang masuk ini akan kami guyur dan kami bersihkan bagian luarnya saja dan kami melakukannya secara cepat hehehe ... Artinya, driver nggak perlu keluar dari kendaraan dan aku serta teman-teman perlu bergerak cepat agar kami tak membuang waktu saat car wash dilakukan. Proses yang kami perlukan memang hanya sebentar dan driver akan memberikan dana sekedarnya karena niat mereka datang ke parking lot memang untuk melakukan donasi. Acara car wash belum berakhir ketika aku melihat kedua orangtuaku sudah siap menjemput. Acara ini ternyata molor sampai jam 2.30 sore. Kata teman-teman, donasi yang kami dapatkan siang ini lumayan ... Ah ... Aku ikut senang dan merasa berkontribusi ... Karena sudah kelaparan, papa dan mama kemudian membelikanku satu porsi roti isi di warung makan yang bersebelahan dengan parking lot dimana kami berkegiatan. Lumayan ... Setelah melakukan 2 kegiatan ini, paling tidak aku tahu bahwa untuk bisa mendapatkan uang, kita perlu melakukan sesuatu ...   

IU HOMECOMING PARADE 2014

Yay ... Aku mendapat kaos gratis ... Kapan itu? Di hari Jum'at di tanggal 17 Oktober tahun 2014 di saat ada acara IU homecoming parade ... Ya seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selalu ada acara pawai yang diselenggarakan kampus IU. Pawai ini biasanya didatangi banyak penonton yang ingin melihat IU dan perangkatnya. Bersama papa dan mam, aku pun lumayan antusias untuk datang dan melihat acara ini. Kebetulan, aku masih punya waktu sekitar 2 jam (antara pukul 5 sampai 7) sebelum aku nonton pertandingan football di sekolahku. Aku dan teman-temanku janjian untuk ketemu di sekolah di jam 7 malam. Jadi, waktu untuk nonton acara ini pun lumayan longgar. Kira-kira jam 5.15 menit, kami sudah berada di sekitar Sample Gate. Melihat kerumuman penonton yang sudah lumayan banyak, kami kemudian mencari lokasi nonton yang nyaman. Kalau dulu kami menonton pawai ini di jalan ketiga (dekat East University apartment, kali ini kami menonton dari tempat yang berbed a. Kami sempatkan merekam kemeriahan sore ini lewat kamera. Persis di depan Sample gate, kami melihat logo IU yang sedemikian besar terpampang disitu. O ya ... Homecoming sendiri memaknai kembalinya para alumni ke kampus. Ya ... Di negara ini, universitas umumnya memprogramkan acara homecoming ini sebagai kegiatan tahunan yang dirangkai dengan berbagai events di kampus, utamanya events olahraga. Kampus IU tentu tidak mau ketinggalan untuk merangkai program penyambutan alumni yang pulang ke kandang (kembali ke kampus maksudnya hehehe ...) sebaik mungkin. Alumni yang datang umumnya akan tinggal selama beberapa hari di kota Bloomington ini. Hotel, restoran dan toko menyiapkan events ini dengan sebaik-baiknya. Events yang umumnya berlangsung selama 3 hari, Jum'at - Minggu, menjadikan kampus sibuk dan semarak. Para alumni memiliki banyak acara yang bisa mereka datangi seperti penggalangan dana untuk IU, melakukan pertandingan persahabatan, menonton pertandingan bareng, menginap di asrama/
dorm/sorority/fraternity bareng dan juga menghadiri pesta (tailgate) hehehe ... Yang juga kami baca dan dengar, para alumni akan berbelanja banyak selama masa homecoming ini. Yang mereka beli tentunya merchamdise dan semua pernik yang berhubungan dengan IU. Dimana-mana loga IU dengan mudah bisa dilihat/ditemukan di saat event ini berlangsung ... Ah ... Aku kok jadi ngomongin alumni. Kapan nih pawai dimulai? Tuh dia, kembang api sudah mulai dinyalakan. Arak-arakan peserta pawai pun dimulai. Sudah pasti semua penonton tidak lagi mondar-mandir di jalan yang akan dilewati peserta pawai. Semua penonton bersiap dengam tertib di pinggir jalan. Satu per satu peserta pawai mulai lewat di depan kami. Ada presiden IU, ada alumni berprestasi IU, ada ratu dan raja (mahasiswa) IU, ada tentara, ada unit kegiatan mahasiswa, ada kelompok study/riset, ada sukarelawan, ada staf asrama atau apartment, ada kelompok musik IU dan masih banyak lagi grup lainnya yang juga ikut memeriahkan acara pawai sore hari ini. O ya ... Yang paling menarik hati adalah pembagian kaos dan juga permen coklat serta souvenir selama pawai berlangsung ... Ini yang paling kami tunggu hahaha ... Dan hasilnya, aku beruntung mendapat satu kaos yang ternyata memiliki angka tahun 2013 alias kaos kadaluwarsa hahaha ... Aku sih cuek aja selama kaos ini masih bisa kupakai ... Akhirnya, saat jam menunjuk angka 6.15, acara pawai selesai. Kami pun segera kembali ke parking lot dan bersiap pulang ke rumah karena aku masih punya satu kegiatan lagi sesudah ini ...