Friday, January 3, 2014

SNOW AROUND JORDAN

Jum'at sore, 3 Januari 2014, papa dan mamaku keluar rumah untuk berjalan-jalan. Matahari memang bersinar cerah, namun suhu sesungguhnya dingin sekali. Papa dan mama sengaja ingin melihat suasana luar rumah di saat dingin seperti ini. Dengan mengenakan pakaian rangkap dan penutup tangan serta kaki yang rapat, papa dan mamaku memulai perjalanan sore ini dengan menyusuri sidewalk di jalan Jordan. Kenapa papa dan mama memilih rute ini? Karena ada deretan rumah tinggal mahasiswa anggota sorority dan fraternity. Apa maksudnya ini? Mereka yang tinggal di rumah/asrama ini merupakan anggota (seperti saudara) yang memiliki interest/minat yang sama. Untuk bisa tinggal disini, ada sejumlah persyaratan yang musti dipenuhi. Artinya, mereka yang tidak memenuhi persyaratan tidak bisa/belum bisa menjadi anggota. Umur asrama sorority (membernya perempuan) dan fraternity (membernya laki-laki) bisanya sudah lumayan uzur/tua. Kok kami bisa tahu? Kan di papan nama rumah-rumah ini sertingkali menyertakan tahun berapa gedung/asrama/bangunan ini didirikan. Rumah sorority dan fraternity ini juga lazim dikenal dengan nama Greek House karena nama-nama gedung/bangunan ataupun organisasi ini memang mengambil/mengadopsi nama-mana Yunani. O ya ... Greek House ini juga menjadi bagian dari housing di Indiana University sama dengan dorm/single housing/asrama ataupun family housing yang kami tempati. Kalau nama-nama asrama ataupun apartment housing biasanya mengambil nama orang (donatur/orang yang memiliki jasa besar di Indiana University) seperti Evermann, Wilkie, Wright, Foster dan seterusnya, nama-nama greek house yang ada di Jalan Jordan antara lain: Beta Theta Pi, Delta Tau Delta, Kappa Sigma, Phi Delta Theta, Phi Kappa Psi dan seterusnya. Bagus bukan nama-namanya? Rumah persaudaraan (anggap saja begitu) ini terbuka keanggotaannya bagi siapa saja yang tertarik bergabung asal memenuhi persyaratan. Mereka membuka kesempatan untuk menjadi anggota organisasi ini (termasuk tinggal di rumah persaudaraan tersebut) kepada semua mahasiswa di IU dengan mengumumkannya secara terbuka. Setelah menjadi anggota, ada banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan selama semester berlangsung termasuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga dengan tujuan mencari beasiswa/pendanaan untuk organisasi mereka. Contohnya, salah satu lomba yang sangat populer di IU di saat spring semester adalah Little 500. Para peserta organisasi atau greek house ini menurunkan tim terbaik mereka demi mendapatkan hadiah uang tunai yang jumlahnya lumayan besar. Uang ini didapatkan dari tiket masuk yang dijual panitia. Cara jualan tiketnya tidak melulu untuk menarik penonton menyaksikan lomba balap sepeda, melainkan meminta penonton untuk menyumbang dengan cara membeli tiket. Nggak heran, tiket selalu terjual ludes karena animo untuk menonton lomba sekaligus menyumbang memang besar sekali hehehe ... Ya ... Di negara ini semua memang serba teratur dan transparan. Cari dana ya tidak hanya dengan ngajuin proposal, melainkan dengan membuat event yang melibatkan banyak pihak. Jadinya, penonton senang (karena bisa menikmati sebuah acara yang biasanya dikemas dengan bagus sekaligus menyumbang). Kok ceritanya jadi begini ya? Gimana dong salju yang ada di situ? Sudah jelas salju tebal masih menyelimuti sepanjang jalan Jordan. Kata papa dan mama, sepanjang perjalnan dari Redbud menyusuri Jordan, menyusuri Jalan Kesepuluh, menyusuri Union Street sampai kembali lagi ke Redbud, nyaris tidak ada pejalan kaki seperti papa dan mama. Karena suhu di luar yang terlalu dingin, biasanya orang-orang memang lebih memilih tinggal di dalam rumah. Sore pun menjadi cepat gelap. Ketika papa dan mama sampai di rumah sekiatr jam 5.30 sore, matahari rasanya sudah tidak menampakkan diri sedikitpun. Kata papa dan mama lagi, baru kali ini papa dan mama menikmati acara jalan-jalan di luar rumah di saat suhu dingin banget plus nggak ketemu pejalan kaki lain hahaha ... Melihat foto ini saja aku bisa membayangkan betapa dinginnya berjalan kaki di antara salju beku yang terhampar luas meski ada sinar matahari. Makanya, saat papa dan mama mengajakku, spontan aku bilang "Ogah ah" hihihi ...

No comments:

Post a Comment