Saturday, September 28, 2013

CONNER PRAIRIE - FISHER IN

Sabtu, 28 September 2013, papa dan mama mengajak aku mengunjungi sebuah museum di daerah Fisher di State Indiana juga. Apa nama tempat itu? Conner Prairie. Kenapa kami pergi ke museum ini? Sudah pasti karena kami belum pernah kesini hehehe ... Sebenarnya, kami memiliki alasan untuk datang kemari. Hari ini adalah hari spesial bagi warga US karena hari ini ada program Museum Day yang diadakan pemerintah. Museum Day adalah sebuah program rutin yang diadakan setiap tahun berupa hari kunjungan ke berbagai museum secara serentak di berbagai negara bagian, khususnya yang memiliki afiliasi dengan yayasan Smithsonian. Sebagai informasi, jumlah museum di US sangat banyak. Hampir semua state memiliki museum dan jumlah museum di setiap state sangat banyak. Dimulai dari state museum, children museum, art museum, science museum, airforce museum dan aneka jenis museum lainnya. Khusus di Mueum Day, ada fasilitas masuk museum gratis bagi siapa saja yang memiliki tiket. Salah satu caranya adalah dengan mengakses situs museum tersebut dan mencetak tiket untuk tanggal hari ini. Cetakan tiket yang kita bawa akan ditukar saat kita masuk museum tersebut. Berhubung hari itu kami hanya ingin berkunjung ke museum ini, kami hanya mencetak tiket masuk untuk Conner Prairie. Sebenarnya, kalo kita mau berkunjung ke beberapa tempat (museum) sudah pasti bisa, sepanjang waktunya mencukupi. Acara Museum Day memang hanya berlangsung hari ini dan waktunya dari jam museum buka sampai jam museum tutup. Kalau museum yang mau kita kunjungi berdekatan lokasinya (di Washington DC misalnya) bisa jadi dalam sehari kita bisa melihat banyak hal. Namun, kalo lokasinya berjauhan, sudah pasti kecil kemungkinan kita bisa berkunjung ke banyak tempat karena jarak tempuh antar museum seringkali menghabiskan banyak waktu. Satu yang juga perlu diketahui, museum di US umumnya memiliki ukuran yang lumayan luas. Jadi, kalo kita merencanakan berkunjung ke sebuah museum, kita perlu menyediakan waktu minimal 2 jam di museum itu. Terbayang kan besarnya? O ya ... Darimana sebenarnya informasi mengenai program ini? Dari sekolahku. Ya ... Guru di sekolahku mengirim imel kepada para orangtua siswa akan adanya program ini. Mamaku kemudian mencari museum di state Indiana yang mengikuti program ini. Dari beberapa tempat yang dilihat mama, ada 2 tempat yang menarik hati mama. Setelah menimbang-nimbang, mama memilih mengunjungi Conner Prairie. Kata mama, tempat ini kok sepertinya OK hehehe ... Maka, di hari Sabtu itu pun kami berangkat dari rumah pukul 9 pagi dan kami nikmati perjalanan di hari Sabtu pagi cerah menuju Fisher. Setelah menempuh perjalanan selama 90 menitan, kami sampai di lokasi. Sebuah balon udara nampak menjadi penanda lokasi piknik ini (balon ini terlihat sejak kami memasuki jalan utama menuju Conner Prairie). Kami lihat parkiran yang luas sekali ini lumayan penuh dengan kendaraan. Kami pun segera keluar dari kendaraan dan segera menuju bangunan utama dimana kami bisa menukar tiket. Bersama dengan pengunjung lain, kami menanti dengan sabar sampai kami tiba di depan petugas. Saat kami serahkan kertas cetakan yang kami persiapkan sebelumnya, kami kemudian diberi sticker oleh petugas untuk ditempel. Sticker ini kami bawa/pakai terus kami selesai berkunjung di museum ini. Kalau kami tidak membawa tiket dari rumah, berapa harga tiket sebenarnya? 15 dolar per orang. Wa ... Lumayan mahal kan? Kami merasa senang juga bisa menghemant uang yang lumayan banyak hehehe ... Setelah sticker kami dapatkan, kami kemudian memasuki lorong yang di sisi kiri dan kanannya berupa ruang-ruang. Ada museum store, ada ruang kerja (workshop) untuk anak-anak, ada rest room dan ruang terbuka lainnya. Ruang-ruang ini berada di sebuah gedung yang menjadi gedung utama (semacam gerbang masuk - tetapi berupa gedung) tempat kita masuk dan keluar dari kompleks museum. Saat kita datang, kita membeli tiket di situ kemudian masuk ke kompleks museum melalui gedung yang sama. Demikian juga saat pulang nanti, pengunjung juga melalui ruangan ini untuk keluar kompleks museum. Saat kami kemudian keluar gedung, kami ketemu dengan wahana berbentuk melingkar (bangunan beratap berbentuk melingkar) dengan are terbuka di tengahnya. Rupanya, disitulah tempat balon udara berlabuh hehehe ... Bagi yang menginginkan menaiki balon udara, pengunjung dipersilahkan mengantri di bagian lain gedung/bangunan yang berbentuk melingkar ini. Jadi, dari selasar bangunan berbentuk melingkar ini kita bisa melihat balon udara yang masih berada di tanah yang kemudian perlahan naik ke angkasa. Balon itu terikat dengan kuat pada pasak beton untuk kemudian tambangnya pelan-pelan mengendor saat balon bergerak naik. Menarik bukan? Dari selasar ini kami kemudian memiliki beberapa pilihan untuk mengunjungi berbagai koleksi museum ini. Kalau mau naik trem bisa. Kalau memilih berjalan kaki, bisa juga. Lebih bangus malah hehehe ... Di antara 2 pilihan ini, aku memilih naik trem untuk menuju kompleks museum. Sebenarnya, kalo kita memilih naik trem, kita bisa memulai mengeksplorasi dari lokasi terjauh. Sebaliknya, kalo kita jalan kaki, kita memulai petualangan dari lokasi terdekat. Kalo kita naik trem dulu, kita tinggal jalan kaki menuju berbagai tempat sampai akhirnya kembali ke gedung utama. Sebaliknya, kalau kita memilih jalan kaki saat mengawali acara jalan-jalan, pulangnya kita bisa naik trem. Karena pingin lihat lokasi yang jauh duluan, kami memutuskan naik trem. Perjalanan naik trem didahului dengan menyusuri pagar pembatas kompleks museum ini. Kemudian kami melewati kandang binatang sebelum kami akhirnya sampai di lokasi trem berhenti yaitu miniatur sebuah stasiun kereta api. Nampak sebagian bangunan hangus terbakar (memang didesain demikian hehehe ...). Kami kemudian turun dan bersiap mengikuti petualangan pertama. Apa itu? Kami masuk ke sebuah rumah dan kemudian kami disuguhi cerita heroik perang sipil (mereka yang pro dan kontra slavery di masa itu) dari sebuah video yang interaktif (pengunjung seolah-olah ikut dalam perang itu hehehe ...). Lumayan seru juga nih ... Karena bisa berinteraksi baik secara visual muapun tidak, museum ini sebenarnya tidak hanya bernama CONNER PRAIRIE melainkan CONNER PRAIRIE: INTERACTIVE HISTORY PARK. Jadi sekarang kami bisa membayangkan kalau yang namanya museum itu ternyata gak melulu ada di dalam gedung dan menikmati aneka koleksi yang dimiliki museum tersebebut, melainkan kami bisa terlibat langsung dan merasakan apa yang terjadi di masa itu. Seru kan? Setelah selesai menyaksikan acara perang di rumah ini, kami melanjutkan perjalanan menuju kompleks lainnya. Kami memasuki sebuah bangunan yang ternyata merupakan replika bangunan sekolah tempo dulu termasuk di dalamnya ada mesin untuk mengirim pesan yang baru sekali ini kulihat. Kata mama, kalo melihat simbolisasi huruf yang ada di situ, seperti sandi morse saja. Apa itu sandi morse? Kata mama lagi, dulu sewaktu mama ikutan pramuka, mama mempelajari cara-cara pengiriman pesan yang tidak biasa dengan bantuan bendera atau peluit. Semaphore adalah pengiriman pesan lewat bendera, sementara morse adalah pengiriman pesan lewat peluit. Caranya gimana? Ya kita musti tahu dulu alat apa yang akan digunakan untuk mengirim pesan, menghapal sandi/kode setiap huruf dan menyampaikan pesan berdasarkan itu. Rumit? Nggak ... Menyenangkan sekali sebenarnya ... Aku sempat praktek menulis beberapa huruf seperti menuliskan namaku, nama mama dan seterusnya. Dari gedung sekolah kami masuk ke gedung yang juga menyajikan video tentang perang sipil yang terjadi. Sesudahnya kami memasuki kompleks replika bangunan masa itu seperti kandang ternak, kandang ayam, kereta yang dipergunakan di masa itu, gudang penyimpanan, tempat penjemuran pakaian (belum ada washer dan dryer hehehe ...) dan seterusnya. Kami juga berkunjung ke lokasi bisnis di jaman dulu seperti hotel, restoran, kantor, bank, pabrik dan aneka jenis bangunan di masa  lalu. Termasuk di dalamnya perkampungan Indian di masa itu. Hampir semua koleksi museum berbentuk kompleks bangunan dari masa ke masa dimasa tahun 1800-an. Rasanya perlu waktu satu hari penuh kalo mau melihat dengan detil dan serius hehehe ... Sudah pasti kami tidak melakukan kunjungan dengan model seperti itu. Kami melihat beberapa bagian secara detil, selebihnya kami berjalan begitu saja di antara koleksi museum yang ada. Saat jam menunjuk angka 2, papa dan mama mengajakku mengunjungi kedai yang ada di dalam kompleks museum ini. Kedai yang merupakan satu-satunya kedai makanan ini dipadati banyak pengunjung. Biar gak kelamaan nunggu, kami memesan paket yang sederhana yaitu burger. Paket seharga 7 hingga 8 dolar ini terdiri atas burger, chips dan air minum ukuran sedang. Setelah selesai memesan, kami musti menunggu sebentar sebelum pesanan diantar ke meja makan. Kedai makan ini menyediakan ruang makan yang lumayan luas. Namun demikian, ruangan ini nampak penuh karena jam bertepatan dengan waktu makan siang. Kalau kita hanya mengingkan es krim, kita bisa membeli di counter lain (masih di kedai makan ini juga). Kenapa kami membeli paket makan siang disini? Kata mama karena kita sudah tidak membayar tiket masuknya, jadi sebaiknya kita membeli sesuatu hehehe ... Selain paket makan siang, ada lagi yang lain yang kita beli nggak? Ada ... Apa itu? Oleh-oleh hehehe ... Setelah acara makan siang selesai, aku, papa dan mama meneruskan acara jalan-jalan sebentar sebelum kami memutuskan keluar dari kompleks ini dan pergi ke toko oleh-oleh. Disitu kami membeli popcorn caramel (kesukaan mamaku) dan beberapa jajanan ringan (seharga 1 dolaran). Setelah acara belanja oleh-oleh selesai, kami kemudian memutuskan pulang. Jam sudah menunjuk angka 3.30 dan rasanya cukup sudah acara jajah musueum hari ini. O ya ... Hampir lupa ... Kami ketemu om Mukhtar di kompleks museum ini lho. Om Mukhtar datang bersama teman-teman lain (international students). Kami sempat ngobrol sebentar sebelum kami pulang. Kata om Mukhtar program yang diikutinya sampai jam 10 malam nanti. Jadilah kami kemudian mengakhiri obrolan dan kami berpisah di parkiran hehehe ... Acara hari ini pun kurasakan sebagai acara mengesankan bagiku karena ada banyak hal baru yang kupelajari. Thanks pa and ma!

No comments:

Post a Comment