Sunday, March 3, 2013

BALINESE SHADOW PUPPET: MATHERS MUSEUM

Minggu siang, 3 Maret 2013, jam 1.30 sampai jam 3.30 ada acara pertunjukkan wayang kulit Bali yang diadakan di Mathers Museum. Pertunjukkan yang akan dibawakan oleh seorang warga US ini menarik perhatian kami. Aku, papa dan mama penasaran dengan si dalang/sutradara yang akan membawakan sebuh lakon siang hari ini. Darimana kami tahu ada acara ini? Dari situs IUB (Indiana University Bloomington) yang memiliki agenda event yang bisa diakses siapa saja. Saat mama melihat adanya event ini, mama menawari papa dan aku untuk datang ke acara ini. Mama sendiri belum pasti bisa ikutan karena mama ada acara lain. Mama akan menyusul kalo acara mama dah kelar. Na ... Jadilah siang itu aku dan papa berangkat ke acara ini. Sebelum ke Mathers Museum, aku dan papa berenang terlebih dahulu di SRSC. Setelah itu kami membeli makan di Subway dan kemudian pulang sebentar untuk mengambil kamera dan berangkat ke Mathers Museum. Sampai di lokasi acara, aku dan papa segera bergabung dengan pengunjung lain yang sudah berdatangan sebelumnya. Ruangan ini lumayan penuh. Pengunjung bisa memilih duduk di kursi atau di lantai, terserah mereka mana yang dirasa paling nyaman. Sebuah geber (layar putih) lumyan besar diletakkan di bagian depan ruang. Lampu gantung yang akan menyorot wayang-wayang juga nampak siap menjadi penerang kegaiatan siang ini. Aku dan papa kemudian memilih duduk di dekat dalang sambil memperhatikan dalang memainkan wayangnya. Lakon atau tema kali ini berjudul "ARJUNA TAPA". Sesuai dengan yang diceritakan si dalang, wayang Bali yang dimainkan kali ini akan menampilkan beberapa tokoh pewayangan dan juga penampilan beberapa karakter binatang. Saat permainan dimulai, tampaklah si dalang dengan terampil memainkan dan menceritakan lakon ini dari balik layar, sementara penonton antusias menyaksikan dari balik layar, sehingga hanya ada bayangan tokoh atau pun karakter lain yang muncul. Acara ini hanya berlangsung 30 menit. Sesudah acara pertunjukkan wayang selesai, acara diteruskan dengan acara prakarya berupa pembuatan karakter wayang dari kertas. O ya ... Mayoritas peserta yang datang adalah anak-anak, jadi 30 menit pertunjukkan dilanjutkan acara crafting membuat semua peserta hepi hehehe ... Aku sendiri tidak ikutab acara crafting ini. Bersama papa, aku ketemu dengan si dalang, Jennifer, yang ternyata mahir berbahasa Indonesia. Jennifer pernah tinggal di Bali selama 1 tahun dan akan ke Jogjakarta bulan Mei ini untuk belajar wayang kulit Jawa. Setelah ngobrol dengan Jennifer, aku dan papa segera keluar ruangan dan berjalan-jalan melihat-lihat isi Mathers Museum. Ngomong-ngomong, Jennifer membawakan lakon siang ini dengan bahasa Inggris atau Indonesia? Silahkan tebak ...

No comments:

Post a Comment