Sunday, December 29, 2013

CHRISTMAS DINNER WITH BU SHIERLY'S FAM

Minggu sore, 29 Desember 2013, kami bertiga sudah siap menuju rumah Bu Shierly dan Pak Bram di jam 5.15 sore. Sepeti tahun-tahun sebelumnya, kami akan berkunjung ke rumah mereka untuk memenuhi undangan makan malam bersama dalam rangka hari Natal. Dalam undangan via imel disebutkan bahwa kami bertiga ditunggu di rumah mereka di jam 5.30 sore. Karena jarak tempuh jarak antara rumah kami dan rumah bu Shierly sekitar 7-10 menitan, kami pun berangkat di jam 5.17 agar kami tidak datang terlalu awal. Seperti biasa, kami menyiapkan sesuatu untuk dibawa pada sore hari ini. Apa yang dipersiapkan? Bandeng duri lunak. Beli? Sudah pasti nggak hehehe ... Buat sendiri? Ya ... Kok bisa? Bisa saja hehehe ... Gimana cara membuatnya? Yang jelas, sediakan ikan yang akan dimasak duri lunak. Ikan pilihan kami adalah makarel. Ikan ini kemudian dibersihkan (belah ikan dan keluarkan isinya) kemudian dicuci bersih. Sesudahnya, ungkep ikan (dimarinate) dengan bumbu seperti bawang merah (bombay merah), bawang putih, garam, jahe, daun salam (yang sudah di-blend) dan kemudian dimasukkan ke dalam panci presto (dimasak dengan model pressed). Setelah dimasak dengan panci bertekanan tinggi, makarel ini siap digoreng dengan telor (dilumuri telor sebelum digoreng). Hm ... Bau ikan goreng ini terasa sedap, namun ternyata baunya memenuhi seluruh rumah hahaha ... Proses membuat ikan goreng duri lunak ini sudah pasti perlu waktu. Jadi, kalau memang ingin memasak resep ini, ikan di'steam' (di-press cook) malam atau pagi sebelumnya dan digoreng sesudah ikan dingin. Ikan yang sudah siap inilah yang kemudian kami bawa ke acara malam ini. Saat kami sampai di rumah Bu Shierly menjelang pukul 5.30 sore, kami menekal bel. Tom (menantu Bu Shierly) membukakan pintu untuk kami. Segera saja kami bertiga masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Bu Shierly, Pak Bram, Wiedke dan Caitlin. Caitlin nampak sudah besar dan semakin tinggi. Kami kemudian ngobrol sebentar di ruang tamu. Cailin menunjukkan mainan terbarunya berupa set rumah-rumahan yang besar dan lengkap. Di dalam set permianan ini ada sebuah rumah tingkat yang memiliki banyak ruang serta furnitur mini di dalamnya. Banyak juga boneka mini yang menjadi bagian dari set permainan ini. Aku dan mama banyak bertanya pada Caitlin mengenai bagian rumah ini berikut apa saja yang bisa dikerjakan di dalam maupun luar rumah. Sesudahnya, kami kemudian pindah ke meja makan dan Bu Shierly, Wiedke dan mama membantu menyiapkan berbagai menu yang sudah dimasak oleh Bu Shierly. Meja makan dengan peralatan makan yang komplit ini pun sudah siap sebelum kami datang. Napkin yang menjadi alas piring, sendok, pisau dan gelas nampak tertata dengan rapi. Berbagai macam menu yang sudah dimasak Bu Shierly kemudian dipindahkan dari dapur ke meja makan. Ada udang goreng bumbu asam manis, sayur daun kale dengan sosis, ada daging ayam dan kentang bumbu opor, ada sayur terong dan tempe (tempe diimport dari Belanda hehehe ...), ada daging sapi tumis (seperti tongseng), ada acar dan beberapa macam makanan lainnya. Semua sudah pasti mengundang selera. Segera kami menempati kursi kami masing-masing dan memulai acara makan malam ini dengan berdoa. Sambil menikmati aneka masakan ini, kami ngobrol. Caitlin juga nampak menikmati acara makan malam bersama sore ini. Meski baru berusia 5 tahun, Caitlin nampak sangat mandiri. Obrolan kami di meja makan lebih banyak didominasi topik ringan seperti kegiatan di saat natal, kabar keluarga di tanah air, cuaca dan obrolan ringan seperti itu. Sesudah main dish disajikan dan kami santap secukupnya, acara ngobrol malam ini diakhiri dengan menikmati dessert (strawberry cake), anggur dan coklat. Starwberry cake buatan bu Shierly sungguh lezat ... Sayangnya, aku tidak kuat nambah karena sudah kenyang hahaha ... Sesudah menyantap dessert, kami kemudian melanjutkan ngobrol sebentar sebelum kemudian kami pamit. Kami sudah pasti mengucapkan banyak terima kasih atas jamuan makan malam yang lezat dan menyenangkan ini. Jam menunjuk angka 8.15 dan rasanya malam sudah sangat larut saat kami keluar dari kompleks perumahan bu Shierly. Kompleks ini nampak sepi karena di saat cuaca dingin seperti ini nyaris tidak ada orang keluar rumah. Meski sepi, kompleks ini nampak meriah karena lampu yang dipajang di luar rumah sungguh menjadikan lingkungan ini istimewa. Lampu kerlap kerlip atau lampu pajangan nampak ada di bagian luar rumah seperti di atap, di tiang, di pohon, di patung dan di beberapa tempat lainnya. Rasanya, setiap kami ke tempat ini, hiasan lampu ini nyaris tidak pernah sama. Memang salah satu tradisi menyambut natal disini adalah dipasangnya lampu hias di sepanjang bulan Desember bahkan sampai Januari tahun berikutnya. Ya ... Kemeriahan natal memang sangat terasa di saat kami melihat pemandangan seperti ini. Saat kami sampai di rumah, kami merasa suhu benar-benar terasa dingin. Untung saja kami sudah kenyang, jadi rasa dingin bisa berkurang hahaha ... Ya ... Bertemu dengan keluarga Bu Shierly memang selalu menyenangkan. Ada banyak hal yang bisa kami dengarkan dan kami ceritakan. Kan Bu Shierly dari Manado, jadi selalu ada cerita menarik yang muncul di saat kami bertemu. Selamat hari natal dan tahun baru Bu Shierly. Senang sekali bisa bertemu dengan ibu sekeluarga.

No comments:

Post a Comment