Saturday, December 28, 2013

RUBY TUESDAY

Ini dia yang kami datangi setelah kami berkeliling kompleks outlet di Edinburgh. namanya Ruby Tuesday. Ruby Tuesday merupakan sebuah tempat makan dengna model franchise yang dengan mudah bisa ditemukan di berbagai tempat di negara ini. Restoran model franchise ini sayangnya tidak ada di Bloomington hehehe ... Jadinya, saat kami bersama tante Fitri mampir di tempat ini, kami jadi penasaran dengan menu apa saja yang mereka sajikan. Parking lot kendaraan masih menyisakan banyak tempat kosong. Segera setelah mendapat spot parking yang OK, kami berempat turun dari kendaraan dan bergegas masuk ke dalam tempat makan ini mengingat perut kami yang keroncongan sudah tak sabar minta diisi. Kami kemudian mendatangi meja resepsionis dan petugas bertanya berapa orang yang mau makan disini. Petugas kemudian mempersilahkan kami mengikuti salah satu staff yang akan menunjukkan meja dan kursi yang tersedia untuk kami. Kami kemudian dipersilahkan duduk di salah satu set meja kursi (berbentuk kubikal) dan petugas menanyakan apa yang kami pesan untuk kami minum. Aku pesan es teh manis, mama, papa dan tante Fitri memesan air putih. Setelah petugas pergi, kami membaca buku menu yang tersedia. Aku dan papa baru pertama kali ini kesini, sementara ini adalah kunjungan mama yang ketiga kalinya. Melihat buku menu yang tersedia, aku tahu bahwa Ruby Tuesday menyajikan aneka menu khas negara ini dengan menu utama berupa steak, burger dan sandwich. Ada juga appetizer dan dessert yang mereka sajikan. Mama kemudian memilih appetizer untuk kami berempat namanya Sampler. Dalam gambar, ada 4 menu termasuk dip yang akan tersaji berupa wings, cheese steak, celery dan roll (semacam lumpia). Appetizer ini tersaji dengan lumayan cepat. Selain menu appetizer yang kami pesan, kami juga mendapat menu free berupa roti sebanyak 4 buah yang tersaji dalam satu piring kecil. Kata tante Fitri, kalo roti ini habis, kita bisa minta lagi hehehe ... Sambil membaca buku menu, kami pun menikmati apa yang tersaji di meja ... Kami kemudian menemukan pilihan kami masing-masing. Petugas kemudian datang membawa air minum pesanan kami dan kami pun sekaligus memesan menu seperti yang sudah kami pilih. Aku memilih steak, mama juga memilih steak, papa memilih burger dan tante Fitri memilih spageti yang berasal dari zuccini (bukan tepung). Selain menu utama, kami juga menambah pesanan kami dengan menu pembuka lain yaitu salad. Salad yang kami pilih bermodel buffet sehingga kami bisa ambil berulang kali. Setelah menu dicatat, kami pun segera menuju meja buffet untuk memilih salad yang tersedia. Aneka sayur, keju dan dressing nampak mengundang selera. Kami mengambil apa yang kami ingin racik di dalam piring kami. Coba perhatikan piring berisi salad pilihan kami. Sangat berbeda-beda bukan? Salad pilihan mama paling mudah ditebak karena ada banyak cacahan telor di atasnya hehehe ... Salad pilihanku juga gampang ditebak, yaitu yang memiliki dressing paling sedikit hehehe ... Papa dan tante Fitri memiliki pilihan dressing yang berbeda pada piring salad mereka. Setelah piring terisi salad sayur, kami kembali ke tempat dan mencicipi salad pilihan kami. Jelas, salad pilihanku tidak terasa sedap karena tidak banyak salad dressingnya, jadi papa memintaku untuk kembali ke counter dan menambahkan dressing pada saladku. Dressing pilihan papa dan mama sama yaitu mayo. Papa dan mamaku tidak terlalu suka thousand island. Karenanya, dressing yang mereka pilih warnanya bisa dikenali yaitu putih atau pink. Salad ini kami nikmati dengan happy karena perut kami yang keroncongan semakin tidak bisa diajak komprohi hahaha ... Salad bar ini memperbolehkan pengunjung menambah porsi kalau mereka menginginkan. Ya ... Biasanya, kalo makanan utama tidak segera tersaji, kembali ke salad bar untuk menambah porsi nampaknya merupakan pilihan yang tepat. Namun, kami memilih tidak kembali ke salad bar karena pesanan kami sudah sampai di atas meja yang kami tempati. Piring besar berisi makanan utama berikut side dishnya (kentang atau sayuran) nampak memanggil-manggil kami untuk segera dihabiskan. Tanpa segan kami pun menyanggupi panggilan ini hehehe ... Sambil mencoba melahap apa isi piring kami, kami perhatikan sekeliling kami. Dining room tempat kami menikmati makan siang hari ini terlihat penuh. Seperti biasa, alasannya karena kami datang di saat jam makan siang berlangsung. Secara umum, tempat makan ini tidak terlalu berbeda dengan berbagai tempat makan yang pernah kami datangi termasuk menu yang yang kami lihat. Dengan bentuk kubikal, tempat makan ini memberikan privasi kepada para pengunjungnya. Bagaimana dengan rasa makanan yang kami pilih? Standard alias sama saja dengan menu sejenis di berbagai tempat makan yang pernah kami datangi. Hanya saja, karena siang ini kami lumayan banyak menyantap salad dan juga appetizer, kami hampir tidak sanggup menghabiskan apa yang kami pesan. Pada akhirnya, to go box menjadi pilihan kami hehehe ... Lumayan lama juga kami berada di tempat ini sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi acara makan siang hari ini. Jam menunjuk angka 3 lebih ketika kami beranjak dari tempat duduk kami menuju parking lot. Tidak seperti pada saat kami hendak makan siang, suhu udara setelah kami selesai makan siang terasa lebih dingin. Maklum saja, meski matahari bersinar, hari ini tanggal 28 Desember tentunya masih masuk dalam winter season. Jadi kami tidak boleh terkecoh dengan sinar matahari yang bersinar terik hehehe ... Kami bergegas menuju kendaraan tante Fitri dan bersiap pulang. Ya ... Acara berbelanja ke Edinburgh hari ini dilanjutkan dengan makan siang bersama di Ruby Tuesday berjalan dengan sukses. Kami menikmati udara cantik di musim dingin ini dengan hati gembira. Kami happy terutama karena acara yang kita rencanakan berjalan dengan baik dan lancar. Udara beneran bersahabat sehingga kami bisa menikmati acara jalan-jalan ini dengan semangat tinggi. Lalu ... Usai sudah acara hari ini ... Apa yang kami cari sebagian besar kami peroleh. Apa yang kami santap, sebagian besar sesuai dengan apa yang kami inginkan. Acara hari ini juga tidak membuat kantong bolong hahaha ... Itu kata mama lho ya. Maksudnya apa? Ya ... Semua yang dikeluarkan tentunya harus diperhitungkan. Jangan asal belanja saja tanpa menghitung ... Tentu ini berlaku terus karena memang ini yang diinginkan mamaku. Belanja sih boleh saja asalkan tidak "ngawur" hehehe ...

No comments:

Post a Comment