Sunday, December 15, 2013

THE JOURNEY AT FISHER IN

Sesudah menyelesaikan acara di Fashion Mall, kami bertiga (tante Fitri, mama dan aku) menuju ke bagian lain Fisher (kota tempat kami berkunjung)  yang bernama The Journey. Masih di hari Minggu, tanggal 15 Desember 2013. Dari Fashion Mall, The Jouney berjarak sekitar 11 menit. The Journey adalah nama sebuah tempat makan yang berlokasi di daerah Fisher, tepatnya di sebuha kompleks pertokoan dan perkantoran. Ada kompleks perumahan yang berlokasi di dekat The Journey ini juga sih, hanya saja kami tidak memperhatikan dengan cermat. Saat kami sampai di tempat ini, jam menunjuk angka 2 kurang sedikit. Parking lot nampak dipenuhi kendaraan tapi kendaraan tante Fitri masih bisa diparkir di salah satu sisi gedung. Udara yang dingin ditambah perut lapar rasanya merupakan kombinasi yang pas dan juga alasan yang kuat mengapa kami memilih tempat ini hehehe ... Ngomong-ngomong, darimana kami tahu ada tempat makan ini? Salah seorang teman mama pernah bercerita bahwa di daerah Fisher ada warung makan model buffet yang bernama Fisher. Kata teman mama ini, tempat makan ini lumayan terkenal. Jadi, setelah tahu bahwa kami akan ke Fashion Mall, mama segera mengusulkan pada tante Fitri agar kami mencoba mencicipi aneka menu yang ditawarkan disini. Saat kami masuk ke dalam tempat makan ini, kami musti antri sebentar untuk bisa menempati kursi kosong. Petugas mempersilahkan kami 5 menit kemudian dari saat kami datang dan menyampaikan kepada petugas di front desk bahwa kami bertiga akan dine in (makan di tempat). Petugas yang menunjukkan meja yang kami tersedia kemudian juga mempersilahkan kami memesan menu minuman. Aku dan mama kompak menjawab air sementara tante Fitri memesan teh panas. Petugas juga meletakkan satu napkin berisi satu set peralatan berisi garpu dan pisau. Petugas bertanya apakah kami memerlukan sumpit? Aku dan tante Fitri menjawab ya, sementara itu mama menjawab tidak. Sesuah pesanan dicatatnya, petugas mempersilahkan kami menuju area buffet yang tersedia. Kami bertiga pun segera menuju area buffet yang lumayan luas dan menyediakan aneka pilihan menu yang banyak sekali. Kebetulan antrian di berbagai meja buffet sedang tidak banyak, jadi kami lumayan bisa menikmati pemandangan di area saji ini dengan leluasa. Meja buffet ditata sedemikan rupa yang memudahkan flow (aliran) pengunjung yang datang datang dan memilih aneka menu yang mereka punya. Meja buffet paling ujung berisi deretan sushi aneka rasa dan bentuk. Sudah pasti aku mengambilnya karena aku sedang senang dengan menu ini. Di sebelahnya ada menu sup (seperti mie bakso) yang akan disiapkan oleh petugas (kita tunjuk mana yang kita inginkna, petugas akan menyiapkannya), meja berikutnya berisi aneka olahan seafood, daging dan ikan. Lalu ada meja buffet yang berisi aneka olahan mie dan nasi. Dilanjutkan satu meja buffet yang berisi deretan sayuran aneka macam. Lalu juga ada satu deret meja buffet yang berisi aneka dessert (cookies, buah, es krim dan sejenisnya). Di meja buffet yang menyajikan aneka menu buah potong, ada juga deretan salad yang biasa disantap sebagai menu appetizer. Karena aneka menu ini berada di beberapa meja buffet, kami mustinya "mengekplorasi" tempat ini sebelum kami mengambil menu dan menempatkannya di piring kami. Setelah tahu apa yang tersaji, barulah kami mengambil piring dan kemudian memilih apa yang kami perlukan. Karena sudah tahu apa yang kami inginkan, kami pun kemudian memilih aneka menu tadi dengan cepat. Kami kemudian kembali ke tempat duduk kami dan berispa menyantap apa yang kami ambil. Area dining the Journey lumayan luas. Tempat ini lumayan dipenuhi pengunjung di saat kami datang. Maklum, kami datang pas di jam makan siang dan di hari Minggu pula. Kami menikmati apa yang kami ambil dengan santai namun juga penuh rasa penasaran. Mengapa? Karena kami ingin tahu apakah menu yang mereka sajikan layak kami nikmati hehehe ... Dan bagaimana pendapat kami mengenai aneka menu yang kami cicipi? Lumayan-lah hehehe ... Dibanding dengan beberapa tempat makan ala buffet yang pernah kami datangi, The Journey sudah pasti punya kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah menu yang disajikan sangatlah komplit. Kekurangannya (menurut kami), tidak semua rasa makanan yang mereka sajikan cocok dengan lidah kami alias tidak semuanya sesuai selera kami. Contohnya saja, untuk sushi yang mereka sajikan, aku tidak merasakan seistimewa sushi buatan Mr. Hibachi. Demikian juga crab rangoon yang mereka punya, kata mama tidak se-krispi crap rangoon yang ada di Mr. Hibachi. Ya ... Semua memang tergantung selera, namun aku merasa beberapa makanan yang kami coba tidaklah sama dengan apa yang kami rasakan di Mr. Hibachi. Namun demikian, ada banyak menu lain yang menarik hati kami yang tidak kami jumpai di tempat makan sejenis. Sate ayam, sate kambing dan juga mie bakso adalah contohnya. Kami nikmati menu yaang "jarang" kami temui ini dengan happy ... Coba perhatikan aneka gambar yang ada di dalam postingan kali ini. Nampak lumayan yummy kan penampilan aneka menu buatan The Journey? O ya ... Satu yang hampir terlupa. Hal lain yang juga membedakan tempat makan ini dan Mr. Hibachi adalah ukuran piringnya. Di warung makan Mr. Hibachi, piring makan yang digunakan pengunjung memiliki ukuran lebih kecil daripada ukuran piring yang dipergunakan di The Journey. Dengan begitu, pengunjung memiliki 2 alternatif: (1) sekali ambil langsung komplit dan cukup satu piring saja atau (2) bisa ambil beberapa menu terlebih dahulu dan kemudian kembali mengambil menu yang lainnya. Kalau kita tidak menyadari, piring besar ini bisa isi makanan dengan sepenuhnya dan kemudian kita tidak tertarik untuk kembali lagi karena aneka menu yang kita ambil sangatlah banyak hahaha ... Untungnya kami bertiga tidak asal comot. Kami menyadari bahwa kapasitas kami dalam menerima makanan tidaklah banyak. Jadi, kami tetap memilih mengambil beberapa menu terlebih dahulu meski piring kami kelihatan kosong hehehe ... Apalagi kami juga memilih sup atau mie kuah sebagai satu menu yang ingin kami cicipi. Hmmm ... Terasa banyak jadinya. Karena merasa sudah cukup kenyang, kami hanya mengambil sedikit dessert. Mama sengaja memilih onde-onde, sementara aku memilih rice crispy yang dicelupkan ke dalam coklat cair. Sesudah menghabiskan dessert yang kami pilih, kami pun bersiap untuk pulang. Berapa lama kami berada di The Journey? Lumayan lama juga sih, kurang lebih 90 menit. Tak lupa kami juga memberesi bill kami sebelum kami keluar warung makan ini. Kami juga menyempatkan diri untuk ambil gambar di dekat pohon natal tinggi besar yang ada di dekat meja resepsionis. Saat keluar dari warung makan ini, angin terasa menggigit tulang. Gak tahan banget berada di lura ruang berlama-lama. Kami bertiga bergegas masuk kembali ke kendaraan tante Fitri. Setelah sampai di dalam kendaraan, badan rasanya anget kembali hehehe ... Jam menunjuk angka 3.45 saat kami meninggalkan The Journey. Masih 1 jam lagi perjalanan yang perlu kami tempuh sebelum kami akhirnya sampai di Bloomington. Mendung nampak turun sepanjang siang hingga sore ini. Setelah tadi pagi sempat cerah, sore ini udara kembali terasa tidak terlalu bersahabat. Perjaanan pulang ini kami nikmati dengan happy. Setelah sesiangan berjalan-jalan di Fashion Mall dan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di The Journey, yang bisa kulakukan di kendaraan dalam perjalanan pulang ini adalah tidur manis hahaha ... Terima kasih banyak tante Fitri sudah mau ngajak aku dan mama jalan-jalan ...

No comments:

Post a Comment